Title : don't hurt me (Sequel Regret)
Author : Hyo Ra
Cast :
» Kim jong in a.k.a Kai
» Byun baekhyun
» Others
Length : Twoshoot
Genre : Hurt/comfort
Mianhae , krna hyo ra lama post. Hyo ra uda mau US! Haha xD ampun jangan tabok(?) Hyo ra T^T
Oke lah, drpd hyo ra masih aja ngerusuh di sini,
Langsung ja ke epep(?) Nya!
NO PLAGIARISM! SILENT READER JUST GO BACK AND DON'T READ!
.
.
.
IT'S YAOI.
.
.
.
JUST LEFT IF YOU DON'T LIKE
.
.
.
HyoRaCuteDevil.
.
.
.
ENJOY!
.
.
.
AUTHOR POV
Seorang namja tengah menatap keluar jendela dengan tatapan kosong. Air mata terus mengalir membanjiri pipi mulusnya. Hatinya telah di lukai oleh seorang namja.. Seorang namja manis yang sangat ia cintai.. tapi, mengapa ia di khianati?
"Kenapa aku lemah begini?" Lirih namja tampan itu.
FLASHBACK ON
"Siapa namja itu baekhyun?" Tanya namja tampan itu.
dapat dipastikan, ia lagi menahan emosinya.
"Namjachinguku."
"Mwo?! Kau bilang namjachingu? Jadi maksudmu aku siapamu?! Aku juga namjachingumu baekhyun!" Bentak kai.
Emosinya semakin membludak.
"Cih! Kau kira hanya kau kekasihku?! Tidak! Aku mempunyai banyak kekasih! Salah satu nya namja tinggi ini! Kau tak ingat aku pernah berpacaran dengan sehun?! Ia memutuskanku , karena aku selingkuh! Sudahlah! Berhentilah menggangguku! Jangan mengemis cinta padaku lagi! Aku tak menoleh padamu! Pergilah! Ck! Menyedihkan!" Ucap baekhyun sinis sambil memandang remeh kai.
Mata kai sudah tampak berkaca-kaca. Tapi ia tahan. Ia tak mau dianggap baekhyun namja lemah. Ia harus tetap terlihat tegar. Cukup di depan teman-temannya dan baekhyun..
"Baiklah.. Jika itu maumu.." Kai sengaja menggantungkan kalimatnya.
Ia berusaha mengumpulkan segala kekuatannya untuk mengatakan kata-kata ini.
"Kita putus baekhyun."
FLASHBACK OFF
"Baekhyun.. Kau sangat playboy!"
Aku terjatuh ke dalam lubang yang sangat dalam.
Aku terjerat dalam cinta yang mungkin dapat ku gapai lagi.
Semua yang telah kita lalui bersama hanyalah sebuah kepalsuan.
Apakah arti diriku bagimu?
Kai tengah menyantap makanan dengan lahap pagi itu di rumah kyungsoo.
"Kau sudah tak makan berapa hari eoh?"
"3 hari."
"Mwo?! Kenapa kau tak makan, kai?!"
"Tak apa-apa. Aku hanya malas." Jawab kai.
"Hahh.. (Membuang nafas)"
"Sudahlah.. Itu tak penting kyungsoo chagi~" ucap kai sambil mendekatkan wajahnya ke wajah kyungsoo
Dan CHU~
Sebuah ciuman mendarat tepat di bibir manis kyungsoo sementara kyungsoo hanya bisa membulatkan matanya kaget. Lama-lama, kyungsoo mulai membalas perlakuan kai. hingga akhirnya kyungsoo memukul-mukul dada kai untuk menghentikan ciumannya karena kehabisan oksigen.
"Kai.. Se..sakkhh.."
Barulah kai melepas ciumannya.
"Kau sangat sexy chagi~" ucap kai lalu menjilat saliva yang ada di sudut bibir kyungsoo.
BLUSH!
"Ya! Kau jangan menggombal!"
"Aku tak menggombal.. Haha."
"Bohong."
"Aku tidak.. Haha"
KAI POV
Ya.. Aku bohong.. Maaf kyungsoo.. Aku tahu kau mencintaiku.. Aku tahu aku egois.. Aku tahu aku hanya mempermainkanmu..
Kyungsoo memang sexy.. Tapi tetap saja baekhyun lebih sexy..
Baekhyun lebih manis.. Baekhyun lebih cantik.. Baekhyun lebih imut.. Baekhyun... Semua baekhyun..
Aku benci sakit hati..
Aku benci terluka..
Aku benci CINTA..
Jadi, bolehkan aku bermain-main dengan cinta?
Seperti yang dilakukan kekasihku, baekhyun dulu..
AUTHOR POV
"... Hyunnie.. Baekhyunnie...yuhuu~~" ucap chanyeol sambil melambai-lambaikan tangannya didepan wajah baekhyun berusaha menyadarkan namja itu dari lamunannya.
"Ahh.. Ne yeollie?" Tanya baekhyun ketika tersadar dari lamunannya.
"Apakah kau ada masalah? Kau terlihat murung akhir-akhir ini." Tanya chanyeol cemas.
"Nan gwaenchanayo yeollie.." Jawab baekhyun sambil tersenyum.
BAEKHYUN POV
Bohong besar jika aku mengatakan aku baik-baik saja! Entah mengapa semenjak putus dengan kai, otakku selalu memikirkannya.. Dirinya terus menghantui pikiranku.. Seakan tidak mau pergi dari pikiranku.. Aku benci ini.. Aku benci.. Mengapa harus dia?
"Yeollie.. Kau mau menemaniku pergi ke mall? Aku mau jalan-jalan.."
"Tentu saja! Kajja!"
Aku tengah melihat-lihat barang bersama chanyeol, namjachinguku..
"Ahh.. Di sini tidak ada yang menarik! Ayo kita pulang saja yeollie!"
"Ne hyunnie~"
Aku dan chanyeol baru saja melangkahkan kakirku keluar dan tiba-tiba aku di kejutkan oleh sesosok namja.
Kai.. Bersama seorang namja?
Tak sengaja pandanganku dan ia bertemu, ia tampak terkejut akan kehadiranku. Tapi, setelah itu ia langsung memalingkan muka nya dariku dan malah mengeratkan rangkulannya pada namja manis itu. Kenapa dadaku sesak melihat nya merangkul namja itu?
GREB!
"Yeollie! Kajja, kita kerumahku!" Ucap ku sambil memeluk lengan chanyeol untuk mengalihkan rasa sakit didadaku.
"Ne~ baekhyunnie.." Jawab chanyeol sambil mengusak rambut ku sayang.
KAI POV
"Chagi.. Aku pergi ke toilet dulu ne~"
"Baiklah chagi~"
Aku langsung melesat ke toilet setelah mendapat izin dari kyungsoo.
Currr...
Aku membiarkan kran air terbuka. Tak kuhiraukan air yang terus mengalir.
Tes.. Tes..
Aku membasuh mukaku dengan air hingga air menetes dari wajahku. Lalu aku menatap wajahku di cermin.
"Byun baekhyun.. Aku membencimu." Bisik ku.
Bukan benci.. Aku bukan benci.. Aku sungguh tak bisa membencinya.. Aku masih mencintainya.. Hanya saja.. Hatiku sangat sakit.. Apalagi melihatnya tadi memeluk lengan chanyeol.. dan namja itu malah mengusak rambut baekhyun? Ck! Menyebalkan! aku membencinya! Bahkan tadi baekhyun mengajak chanyeol ke rumahnya?! Ya tuhan! Apa yang kau pikirkan byun baekhyun?! Menyebalkan!
Setelah puas di toilet, aku segera keluar. Aku tak mau membuat kyungsoo cemas.
"Kyungiee~" panggilku dari kejauhan sambil melambaikan tanganku.
"Ahh.. Kai!" Jawabnya sambil tersenyum dan membalas lambaian tanganku.
GREB!
Aku merengkuh tubuh mungil D.O dan membenamkan wajahnya. Rasanya aku hanya ingin merengkuh seseorang sekarang. Tampak ia sedikit terkejut karena perlakuan tiba-tibaku.
"K-kai?"
"Biarkan aku memelukmu sebentar saja kyungie.." Bisikku dan alhasil ia pun bungkam.
Hangat.. Tapi, pelukan baekhyun tetap jauh lebih hangat..
Tuhan.. Mengapa aku sampai sekarang belum bisa melupakannya?
Jujur.. Aku berharap ia kembali padaku..
Apakah itu harapan yang bodoh?
Aku baru menyadari..
Cinta itu sesakit ini..
"Kyungie... Mian.. Kita putus saja..."
AUTHOR POV
Lagi-lagi namja tampan itu menangis.. Sungguh ia masih mencintai sosok namja BYUN BAEKHYUN! Namja yang telah menaruhkan luka yang sangat dalam baginya.. Namja yang telah mengkhianatinya cinta tulusnya.. Tapi, ia sama sekali tak dapat membenci namja manis itu..
Mengapa? Mengapa?
Mengapa ia harus tersiksa dalam dunia yang kejam ini?
Mengapa ia harus tersiksa dalam rasa sakit ini?
Mengapa ia harus bertemu namja itu jika pada akhirnya ia akan disakiti..
"Tuhan.. Sebenarnya.. Apa yang Kau mau?" Lirih kai.
BAEKHYUN POV
Kai.. Mengapa kau selalu menghantui pikiranku?
Kau seakan tak mau keluar dari otakku.
hatiku sakit ketika melihatmu dengan namja lain.
Apa yang salah denganku?
Tuhan.. Bagaimana jika aku mengatakan bahwa aku mencintai kai?
Bolehkah aku?
Egoiskah aku?
AUTHOR POV
Drrt.. Drrt..
"Yoboseyo?"
"Kai!"
"Ahh.. Eomma! Ada apa eomma?"
"Mmm, begini.. Eomma dan appa akan menjodohkanmu dengan anaknya teman eomma.. Kalian akan menikah jika eomma dan appa sudah ke korea bulan depan.. Besok ia tinggal di rumahmu ne~"
"MWO?! Nugu?!" Pekik kai dengan mata yang membulat sempurna.
"Byun baekhyun."
"Byun Baekhyun?!"
"Ne.. Kau harus mau! Titik! Tak ada istilah kata 'penolakan'!"
tut.. tut..tut..
PRAK!
Tangan kai melemas hingga ponsel yang di pegang kai jatuh dari tangannya. Ia masih tak dapat menerima kenyataan ini.
KAI POV
Aku tak salah dengarkan?
Byun baekhyun?
Kenapa harus byun baekhyun?
Kenapa?!
Tuhan..
Apakah Kau sengaja?
Apakah Kau senang jika aku menderita?
Itukah yang Kau mau?
JAWAB AKU!
Aku benci dunia ini..
Aku benci semua orang..
Aku benci siapapun..
Termasuk diriku..
Inikah arti hidup?
Menderita..
Disakiti..
Dikhianati..
Diduakan..
Terluka..
Aku sangat membenci itu!
Benci..
Benci...
Hanya rasa benci yang ada dihatiku..
TING TONG!
DEG!
Baekhyun kah itu?
AUTHOR POV
Cklek~
"Ahh.. Baekhyun.. Masuklah.."
"Ne.. Gomawo.."
Baekhyun duduk di sofa ruang tamu dan kai juga. Mereka duduk berdiam diri seakan bisu. Entah mengapa mereka jadi canggung untuk berbicara. Apakah semenjak kejadian itu? Kejadian menyakitkan itu.. Kejadian dimana mereka putus..
BAEKHYUN POV
Argh! Kenapa jadi begini?! Kenapa aku dijodohkan dengannya?! Jujur aku senang.. Senang... Tapi.. Bagaimana dengan dirinya?
Lalu.. Kenapa aku jadi canggung begini? Ayolah byun baekhyun.. Kau tak seperti biasanya!
KAI POV
Kai! Ayo! Cepat buka pembicaraan! Apa yang kau pikirkan! Argh! Aku sangat canggung untuk ngomong dengannya..
'Kim jong in! Hwaiting! Kau pasti bisa!' Batinku menyemangati diriku sendiri.
"Baekhyun.."
"Ne?"
"K-kau sudah makan?"
Ck! Kenapa kau bertanya itu kim jong in! Kau seperti masih mencintainya! Tapi.. Memang.. Aku masih mencintainya... Bahkan... Sangat!
"Be-belum.."
"MWO?! Kau belum makan?! Gimana jika kau sakit?! Aku bisa repot! Ayolah! Aku akan mengambilkanmu makan." Seruku sambil menarik tangannya tanpa sadar apa yang baru saja kukatakan.
Kenapa aku mesti peduli padanya?
BAEKHYUN POV
DEG!
Kai.. Menyentuh tanganku.. Rasanya lembut..
'Kai.. Bolehkah aku mengatakan jika aku mencintaimu?' Batinku sambil menatap sendu padanya yang membelakangiku karena ia sedang menarik ku menuju meja makan.
Malam itu, aku tidur di kamarku. Aku tak sekamar dengan kai lagi seperti dulu.. aku menatap langit-langit kamarku dan tiba-tiba aku melihat seakan ada sesosok bayangan. Sontak saja jantungku berpacu lebih cepat, mataku membulat,wajahku pucat pasi. Aku segera lari dari kamarku dan masuk ke kamar kai.
Cklek~
BLAM!
"HANTU! TOLONG!" Teriakku sambil memeluk kai yang sedang latihan dance sementara ia hanya bisa tercengang karena mendapat pelukan tiba-tiba dariku.
Badanku bergetar hebat.. Ya.. Aku sangat takut dengan yang namanya hantu!
"A-aku takut kai.." Isak ku.
"Uljima baekhyunnie.. Ada aku..." Bisik kai sambil mengusap rambutku sayang.
DEG!
Baekhyunnie.. Nama itu.. Ia selalu memanggilku dengan nama itu dulu.. Tapi itu dulu.. Dulu..
Belaian kai seketika membuat hatiku jadi lebih tenang.
"Kai.. Bolehkah aku tidur di sini bersama mu? A-aku takut.."
"MWO?!"
"Aku bisa tidur di sofa kalau kau mau!"
"Baiklah.. Sudahlah.. Kau tidur denganku saja di ranjangku.. Lagian itu cukup buat berdua."
BLUSH!
Wajahku sontak memerah.
Ia pergi ke ranjang dan tidur. Aku juga segera pergi ke ranjangnya dan tidur. Ia tidur membelakangiku. Sedangkan aku tidur menghadap punggungnya.
Aku memandang sendu ke arah kai.. Mengingat aku dulu pernah melukainya..Ternyata.. Punggung kai selebar ini kah?
GREB!
Entah mendapat keberanian darimana,aku memeluk kai dari belakang.
"Saranghae kai.."
Kata-kata itu seakan tak dapat ku kontrol. Perkataan itu keluar begitu saja..
TES!
Buliran kristal lolos dari mata ku. Entah mengapa dadaku terasa sangat sesak. Apakah ia akan menolakku? Aku takut!
"Saranghae kai.. Mianhaeyo aku dulu menyakitimu.. Mianhaeyo... Entah mengapa ketika kita putus, hatiku terasa sangat sakit.. Dan akhirnya aku tahu.. Aku mencintaimu kai.."
GREB!
Kai memegang tanganku dan melepaskan pelukanku membuatku kecewa.
"Tidurlah. Jangan bercanda lagi."
DEG!
Sakit... Sesak.. Perih..
Apakah ini hukuman buat ku karena selalu menyia-nyiakan cinta yang datang padaku?
Air mata mengalir semakin deras membasahi pipi mungilku.
KAI POV
TES!
Air mata mengalir melewati pipi mulusku. Tanpa ada orang yang tahu bahwa aku menangis.. Aku menangis dalam diam..
Sakit.. Sebenarnya hatiku sangat sakit ketika aku melepaskan pelukannya.
Benarkah baekhyun mencintaiku? Setelah ia melakukan kesalahan yang sangat besar.. Ia mengkhianatiku! Apakah aku bisa percaya dengan mudahnya lagi?
"Kai.. Percayalah... Aku mencintaimu.. Jeongmal... Aku tak membohongimu... Berikanlah aku kesempatan kedua kai.." Isak baekhyun.
Aku tetap diam.. Air mata masih mengalir dari kedua mataku sementara mataku tertutup. Aku berusaha menulikan pendengaranku. Tapi tak bisa.. Tak bisa.. Seakan kata-kata yang keluar dari mulut baekhyun, dengan gampang nya di tangkap oleh indera pendengaranku.
"Kai.. Saranghae.. Jeongmal.." Isak baekhyun lirih.
Aku masih saja diam hingga aku tak dapat memendam rasa cintaku lagi padanya. Baiklah.. Tak ada salahnya bukan aku memberikan kesempatan yang kedua padanya?
Aku membalikkan tubuh ku hingga aku berhadapan dengannya dan tampaknya ia langsung berhenti dari tangisannya.
"Kai..." Lirih baekhyun.
"Bagaimana hubunganmu dengan chanyeol?"
"Eh?"
"apakah kau masih pacaran dengannya?"
"Aniya! Aku sudah putus dengannya.."
FLASHBACK ON
"Chanyeol.. Kita putus saja ne.."
"Eh? Kenapa baekhyun?" Tanyanya.
"Mmm, a-aku.."
SRUK SRUK!
Chanyeol membelai rambut baekhyun sayang sambil tersenyum.
"Baiklah.. Jika itu yang terbaik buatmu.. Kau harus bahagia bersamanya ne!" ucap chanyeol lembut.
"Eh?"
"Aku tahu kau suka kai, baekhyun.."
Baekhyun tersenyum dan mengangguk.
"Gomawo chanyeol.."
FLASHBACK OFF
"Benarkah? Kau mencintaiku?"
"Ne.. Aku mencintaimu kai.. Percayalah.. Berikan aku kesempatan yang kedua.. Aku akan membahagiakanmu!"
GREB!
Kai memeluk baekhyun sangat erat. Air mata lagi-lagi tumpah dari matanya menyebabkan anak sungai di pipinya.
"Nado saranghae.. Berjanjilah.. Kau hanya mencintaiku baekhyun.. Berjanjilah.. Jika kau mengingkarinya, aku akan membencimu seumur hidup baekhyun!" Bisik kai di sela isakannya.
"Ne kai.. Aku janji.."
Tidakkah ini indah?
Kai menemukan cintanya kembali..
Dan baekhyun.. belajar menghargai apa itu cinta dengan tidak menyia-nyiakan cinta itu lagi..
END!
