"Aiden wake up! Aiden ayo bangun cepat!" gadis kecil itu masih bersemangat mengguncang tubuh adiknya. Berteriak dekat wajah agar Aiden segera membuka mata. "Ya, bangun Aiden. Captain America pulang Captain America pulang~~"

Sebuah erangan kecil yang menjadi penghantar untuk sepasang kelereng yang benar-benar terlihat seperti milik Kibum, hitam pekat dan bulat. Bocah gembul itu terbangun. Mendengar kalimat familiar yang menjadi kesukaannya. Sebutan yang hanya ia tujukan untuk seseorang yang sangat dikagumi bocah laki-laki ini.

"Daddy?" Casey mengangguk. Tersenyum lebar hingga menampilkan gigi-gigi susu putihnya.


2015 August 18th

Finished with S.M. Ent

Lets begin my new life...!

"with my little family"


Warn: Typo(s). Yaoi. M-Preg. Rate-M. NC. SiBum is mutlak. Full of fluff and a little bit of comedy.

Note: Kemarin ada yang nanya tentang nama anaknya SiBum. Untuk Aiden bukan terinspirasi dari Donghae sebenarnya, karena waktu itu aku lagi liat Barbie yang kebetulan pangerannya namanya Aiden trus aku comot aja. Nah, baru ngeh deh kalau Aiden itu juga nama Inggrisnya bebeb Donghae. Yauda dipake aja, lagian kan pake nama laki ndiri, kkk~ Kalau buat Casey karena emang nyontek nama Heechul, trus pas kepikiran sama Cassiopeia juga. Kan namanya lucu juga tuh.

Don't Like Don't Read!

Jika sudah baca dimohon review!


.

.

.

Siwon masih sibuk dengan perpotongan leher Kibum yang mengeluarkan aroma addictive -bagi dirinya. Masih sibuk memberi kecupan menggoda pada salah satu titik tersensitive istrinya. Memberikan kecupan basah dari pundak sebelah kiri hingga sampai sisi satunya. Memberi jejak basah yang menghidupkan listrik gairah pada tubuh masing-masing.

"Kibummieee..."

Pendengaran Kibum samar, hanya bibir Siwon yang dapat dengan jelas dia rasakan. Tangannya yang sedang sibuk dengan bahan-bahan makanan beralih pada pelukan Siwon yang melingkari tubuh belakangnya.

Perlahan Siwon melepas semua alat dan bahan masakan yang berada dalam jemari Kibum. Memutar tubuh seksi lelaki itu menghadap padanya. Membenarkan letak pelukannya pada pinggang lelaki yang lebih kecil -sekarang dari arah depan. "My lovely angel."

Kibum merasakan usapan pada pipinya. Begitu lembut dan memabukkan.

Siwon memanfaatkan pakuan tatapan Kibum untuk mendekatkan jarak wajah mereka. Kedua benda basah itu menyatu. Saling menyesap bagian atas dan bawah. Menghantar gairah yang perlahan merayap.

Kibum membuka mulutnya saat Siwon mengelus rahang kirinya. Merasakan sesuatu yang lebih basah menyelinap masuk ke dalam rongganya. Tanpa sadar sudah mengalunkan kedua lengannya melingkari leher Siwon. Berjinjit untuk mendapatkan nikmat lebih dari penyatuan bibir mereka.

Keduanya terbakar akan gairah yang sengaja mereka sulut sendiri. Saling merapatkan tubuh karena panas gejolak yang semakin membuncah.

Siwon menyesap lidah basah Kibum. Mengambil liur yang melingkupi benda itu. Berharap mendapat lengguhan yang semakin erotis dari bibir yang berada di bawah kendalinya.

"I Love You."

Siwon tidak bosan-bosannya mengucapkan kalimat manis itu sejak semalam saat mereka bercinta. Seakan kalimat itulah yang menyambung hidupnya dengan Kibum.

Kibum tersenyum. Membalas ungkapan Siwon dengan kecupan manis yang kembali mendarat pada bibir joker itu.

"Daddy!"

Keduanya terlonjak. Panggilan cadel itu menyadarkan bahwa di apartement masih terdapat dua malaikat kecil yang keduanya terlihat seperti titisan Kibum, yang harus dijaga kepolosan matanya.

"Good morning Captain~"

Kibum tersenyum mendengar sapaan Siwon. Bocah laki-laki dengan badan yang semakin gembul itu berlari menghampiri tempat Siwon dan Kibum berada, disusul Casey di belakangnya.

Aiden mencoba menggapai tubuh tinggi Siwon dengan badan kecilnya. Ingin merasakan gendongan sang ayah yang jarang menemani hari-harinya. Meski Kibum telah memberikan kasih sayang penuh padanya dan Casey tetap saja kehadiran Siwon selaku kepala keluarga masih sangat dibutuhkan. Bahkan tak jarang Aiden menangis sesaat setelah menutup video call dari Siwon.

"Waahh, jagoan Daddy sekarang semakin besar. Apa kau menjaga Mommy dan kakakmu dengan baik?"

Aiden mengangguk dengan tangan yang sudah dilingkarkan pada pundak Siwon. Bocah itu selalu mendapat amanah untuk menjaga Kibum dan Casey sebelum Siwon menutup panggilannya. Tentu saja hanya amanah mainan, setidaknya Siwon sudah mengajarkan bagaimana cara bertanggung jawab pada anak kandungnya itu.

"Apa kau bisa memandikan mereka selagi aku memasak?" Kibum bertanya. Juga ingin memberikan waktu lebih banyak pada kedua anaknya bersama ayah mereka.

"Tentu saja sayang." Siwon mengibaskan tangan kanannya ke arah Casey karena Aiden sudah dalam gendongannya. "Lets go Princess! Daddy akan membuat kalian wangi nanti."

.

.

.

Casey keluar dengan baju tuan putrinya dengan rok selutut yang mengembang tapi dengan atasan yang casual, sedangkan sang adik -Aiden- memakai kaos panjang bergambar tokoh favoritenya serta celana santai selutut berwarna gelap. Mereka sangat lucu dan menggemaskan. Berkeliling ruangan dengan berlari-lari riang.

"Jangan berlari seperti itu sayang, nanti jatuh" Kibum memperingati kedua anaknya yang sudah berubah setelah 30 menit sibuk bersama Siwon di dalam kamar. Tangannya yang sedang sibuk menata semua masakan di atas meja membuatnya tidak bisa menggendong Aiden karena tingkah menggemaskan bocah gembul itu. "Casey-ah ajak adikmu duduk tenang karena sebentar lagi makanan siap."

"Ne Mommy!" selanjutnya Casey mengejar Aiden untuk menyuruhnya ke ruang makan. "Aiden, it's time to eating!" teriaknya dengan suara cempreng.

Sedangkan bocah gembul yang sibuk berlari mengelilingi rumah langsung berbalik dan menuju ke tempat dimana Kibum berada. Sudah menjadi kebiasaan saat mendengar kata makan maka Aiden akan langsung menurut. Sebagai informasi saja bahwa anak itu sangat suka makan. Suka sekali. Sepertinya sifat tersebut menurun dari Siwon yang senang sekali "ngemil" maka dari itu tidaklah heran Elfs sering melihat Siwon pergi ke tempat gym untuk menjaga tubuhnya agar tetap sempurna. Asal tau saja bahwa badan Siwon itu gampang sekali gemuk tapi juga mudah terbentuk hanya dengan sekali latihan.

"Daddy dimana?" Kibum menatap kedua anaknya yang sudah duduk manis menatap lapar masakan Kibum di atas meja.

"Aku disini sayang."

Siwon menyahut saat berjalan keluar kamar dengan dandanan yang juga sudah rapi dan tampan.

"Makanan sudah siap," Kibum mengabarkan agar Siwon segera menyusul karena kedua anak mereka sudah kelaparan.

Setelah mengambil tempat di samping Aiden yang berhadapan dengan Kibum serta berserongan dengan Casey, Siwon menerima uluran piring yang sudah berisi mie berkuah dari Kibum.

"Terima kasih sayang/Mommy~" seru Siwon juga Casey dan Aiden. Kibum sedikit geli karena seruan ketiganya bercampur suara cadel Aiden yang belum sempurna dalam berbicara.

"Selamat makan~~"

Keluarga kecil itu bersantap dengan tenang kadang juga diselingi obrolan ringan dari Siwon yang bertanya kebiasaan sang anak pada Kibum. Casey hanya sesekali menjawab karena masih sibuk dengan piring makanannya, sedangkan Aiden? Jangan pernah mengajak bocah imut itu berbicara saat dihadapannya terdapat makanan karena sudah dipastikan bahwa kau hanya akan mendapat "kacang" dari bungsu Choi tersebut.

"Jadi baju ini hadiah dari Heechul hyung?" tanya Siwon sekali lagi setelah penjelasan Kibum bahwa baju princess yang dipakai Casey saat ini adalah pemberian Heechul.

Kibum mengangguk membenarkan. "Dia memberikannya beberapa hari setelah menjanjikannya lewat video call dan itu menjadi pakaian favorite Casey sekarang."

Sekarang Siwon mengerti kenapa tadi Casey sangat memaksa untuk memakai baju itu. Selain memang baju itu menyerupai milik "Putri Elsa" —tokoh kesukaannya, tapi juga merupakan pemberian paman yang sangat dikaguminya. "Lalu, semua benda yang berbau Elsa dan Anna itu juga pemberiannya?"

"Sebagian besar iya, karena Casey juga masih membeli semua barang yang berhubungan dengan putri salju itu disini" jelas Kibum sebelum menyeruput kuahnya.

"Ne, Daddy. Aunty sangat baik padaku, kapan Aunty kesini lagi Daddy?" ucap Casey dengan polosnya. Sedangkan yang ditanya malah bengong dengan tampang bingungnya.

"Aunty?"

"Jangan tanya tentang panggilan itu, kau tau sendiri sifat Heechul hyung seperti apa." Kibum terkekeh karena tanpa sadar mengingat sifat unik yang dimiliki hyung tersayangnya itu.

Siwon berjengit, menoleh pada bocah gembul yang sejak tadi sibuk dengan mangkok yang berisi bihunnya, "Apa Aiden juga?" dan anggukan Kibum membuat hembusan pasrah terdengar dari hidung Siwon. Heechul memang luar biasa —anehnya. Tapi setelah itu Siwon tersenyum bersama sang istri. Kemudian menghadap Casey untuk menjawab pertanyaannya, "Mungkin siang ini Aunty dan para uncle akan kesini sayang."

Setelah itu terdengar sorak gembira dari gadis cantik bermata biru yang duduk disebelah Kibum. Dia akan bertemu dengan sang Aunty tersayang yang sering memanjakannya —pikirnya.

"Kau juga akan ikut rehearsal," Kibum bergumam lirih mengingat tujuan awal Siwon ke L.A adalah untuk acara KCON yang berarti waktu Siwon bersamanya dan kedua anak mereka sangat terbatas. Rasa sedih dan kecewa mulai merayap dalam hatinya. Hanya sehari. Apakah memang hanya sesingkat ini?

Siwon menggumam yang terdengar "Ya" dalam telinga Kibum. "Aku mohon jangan bersedih. Setidaknya tidak di depan anak-anak, sayang" Siwon meraih tangan Kibum yang berada di atas meja. Ia terdengar egois karena seperti tidak memikirkan perasaan Kibum yang merindukannya, tapi Demi Tuhan. Siwon lebih luar biasa rindu pada istri dan kedua anaknya. Hanya untuk saat ini, ia ingin bersenang-senang bersama keluarganya. Setidaknya waktu singkat yang berharga ini harus diisi dengan kebahagiaan bukan?

Karena setuju dengan ucapan Siwon akhirnya Kibum berusaha menampilkan senyumnya kembali. Beralih menghadap malaikat cantiknya yang sedang berusaha memasukkan makannya ke dalam mulut.

"Makan ini juga ya sweetheart" Kibum menyodorkan sosis yang dimasak dengan saus –makanan kesukaan Casey dan tentu saja Aiden, mengingat semua makanan ia suka– juga beberapa sayuran. Tapi Casey hanya mau memakan sosisnya saja seperti kebanyakan anak kecil lainnya. "Sweetheart sayurannya juga—"

"Wooaahhh~~" ucapan Kibum terpotong mendengar seruan Siwon yang berlebihan. Siwon tertawa melihat cara makan Aiden yang menyendok banyak mie dan langsung memasukkannya kedalam mulut sekaligus. "Jangan memasukkannya sebanyak itu jagoan," tapi yang diajak bicara masa bodoh dengan kalimat Siwon.

"Dia sama sepertimu. Sangat-suka-makan" Kibum menimpali. Senyum tak luput dari bibir seksi miliknya. "Aiden-ah jangan memakannya seperti itu sayang."

Pipi dan sekitaran mulut Aiden sudah blepotan dengan daging-daging kecil yang tercampur pada bihun makannya, kuahnya juga sebagian sudah menyerap pada pakaian panjangnya. Wajah tampan dan mempesona yang beberapa lalu terlihat sekarang berganti dengan tampang lucu yang menggemaskan. Meski tidak tercecer kemana-mana tapi wajah dan sebagian lengan bawahnya kotor karena makanan.

Siwon kembali terkekeh, "Napsu makannya sangat besar, sama sepertiku karena dia adalah Aiden Choi" ucap Siwon mencium pucuk kepala bocah itu setelah menggulung baju Aiden sebatas siku.

.

-ooo-

.

"Hap! Sekarang sudah tampan kembali seperti Daddy, kalau begitu duduklah bersama noona disana ya" perintah Siwon yang langsung dibalas Aiden dengan suara cadelnya.

"Ne Daddy!"

Setelah membersihkan kotoran pada baju Aiden serta mencuci mulut dan wajahnya Siwon menghampiri Kibum yang sibuk mencuci peralatan bekas makan mereka. Memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagu pada bahu kiri Kibum. "Butuh bantuan sayang?"

Kibum terlonjak, sedikit kaget merasakan pelukan Siwon yang tiba-tiba. Lalu ia menoleh kesamping memberi kecupan pada pipi kanan Siwon.

"Kau menggodaku ya?"

"Apa itu cukup untuk mencegahmu ikut rehearsal?" Kibum mencuci tangannya setelah gelas terakhir. Mengeringkannya dengan kain yang berada tak jauh dari tempat cuci piring.

Siwon membalik tubuh sang istri, merasa Kibum sedang tidak menggoda apalagi bercanda. "Datanglah kalau begitu."

Kibum mengalihkan pandangannya. "Tidak, terima kasih. Terlalu beresiko untuk Casey dan Aiden" ucapnya lirih. Tidak bisa melakukan apa-apa untuk membuat keduanya bisa lebih lama bersama sang ayah. Kedua tangannya jatuh pasrah di kedua sisi tubuhnya.

Siwon meraih dagu Kibum. Meminta lelaki itu untuk kembali menatapnya. "Hey, Kibumie~" Kibum tersenyum, rasanya sudah lama sekali Siwon tidak memanggil namanya seperti itu. Biasanya kalau tidak sayang, honey atau mommy –mengikuti panggilan sang anak. "Kau tahu tidak kalau aku tidak bisa hidup tanpa kalian?" Siwon bertanya polos, seakan itu hanya pertanyaan ringan seperti menanyakan tempat membeli sebuah permen yang enak.

Kibum tersenyum. Bahagia dengan pertanyaan sederhana Siwon yang tiba-tiba menghangatkan hati. Dari pertanyaan itu, Kibum jadi tahu betapa lelaki di depannya ini sangat menyayangi dan mencintai dirinya dan kedua anak mereka. Betapa lelaki yang telah sah menjadi suaminya ini juga tidak mau -sebenarnya- jauh-jauh dari keluarga kecilnya. Mengetahui kenyataan itu Kibum menjadi berani untuk menatap kembali wajah tampan Siwon. Menyelami onyx tajam yang sekarang terlihat lembut dan mengayomi.

Siwon mengusap perlahan pipi chubby Kibum. "Aku akan kembali secepatnya setelah konser selesai. Ah, tidak. Aku akan pulang kesini tepat setelah Super Junior tampil."

Kibum gelapan, meski sebenarnya sangat senang mendengar janji yang diucapkan Siwon. Tapi itu tidak mungkin, masih ada prosesi acara yang seharusnya dilakukan bintang tamu setelah acara selesai. "Tidak. Kau tidak perlu melakukan itu." Kibum menunduk sejenak. "Maaf, tidak seharusnya aku seperti ini."

"Tidak Kibumie, aku senang kau bersikap seakan tidak bisa jauh dariku. Sungguh, aku menyukainya. Aku mohon jangan berubah, tetaplah seperti ini. Aku sangat mencintaimu dan ingin selalu menjaga anak-anak kita."

Perlahan wajah Siwon mendekat, menggapai bibir manis Kibum untuk menyesap sarinya. Mengecup rasa yang selalu memabukkan. Menghisap bibir atasnya saat gairah sudah mengalir bersama darah. Menyebar keseluruh tubuh, menuntut perlakuan lebih pada benda kenyal nan basah itu.

.

-ooo-

.

Keempatnya sedang bersantai di ruang keluarga. Menghabiskan waktu sebelum Siwon harus pergi untuk melakukan konser malam ini. Aiden yang duduk di atas dada Siwon dengan lelaki tampan itu yang sedang tiduran dan menjadikan paha Kibum sebagai bantalnya. Keduanya sedang sibuk tertawa karena Siwon yang menciumi perut buncit bocah itu.

Sedangkan Kibum bersandar pada kaki sofa dengan kaki yang diluruskan, disampingnya Casey yang tengah membaca buku dongeng tentang putri salju. Sepertinya gadis itu terobsesi dengan sesuatu yang berbau salju, like mother like daughter. Kibum juga sedang sibuk mengikat rambut Casey yang terlihat sudah lebih panjang.

Setelah mengikat rambut Casey, Kibum juga sesekali mengusap rambut Siwon yang halus dan tanpa gel. Ia lebih menyukai rambut Siwon yang seperti ini, rambut bagian depannya yang terjatuh dan sedikit menutupi kening suaminya. Lebih terlihat natural dan inilah yang dulu menyebabkannya jatuh hati dengan lelaki tampan ini selain perhatian yang ditunjukkannya.

Potret sebuah keluarga yang menyenangkan apabila Siwon bisa lebih sering-sering pulang dan tinggal bersama mereka.

"Aku lebih menyukai rambutmu yang seperti ini." Kibum masih mengelus rambut halus Siwon, rambut halus yang diturunkannya pada sang anak –Aiden. "Terlihat lebih tampan." jujurnya yang sekarang membelai pipi tirus sang suami.

Siwon tersenyum. Menarik tubuh Aiden agar tiduran di atasnya. "Tentu saja aku tampan. Lihatlah bocah ini, bahkan bibi penjual bunga waktu itu sampai jatuh cinta padanya. Kau pikir dari mana dia mendapatkan ketampanan sempurna seperti ini, hmm?" Siwon menarik kedua pipi gembul Aiden dengan gemas.

Bocah itu memang tampan. Sangat tampan dan menggemaskan. Sekilas memang sangat mirip dengan Siwon, tapi bila diperhatikan lebih jauh maka wajah Kibumlah yang terlihat. Ibarat kata, bila Aiden sebuah kotak maka Siwon adalah kerangka yang bertugas membuat kotak itu menjadi kuat dan kokoh, sedangkan Kibum adalah bagian dalam yang mengisi kotak tersebut. Bila Casey hanya terlihat seperti Kibum maka Aiden adalah perpaduan sempurna wajah manis Kibum dan ketampanan Siwon.

Siwon menjerit saat Kibum mencubit pipinya dengan keras. Sepertinya lelaki itu sebal dengan sifat Siwon yang selalu membanggakan ketampanan Aiden yang menurun darinya. "Semoga saja Aiden juga tidak menuruni sifat percaya dirimu yang terlalu berlebihan," cibir Kibum yang malah mendapat hadiah sebuah kecupan dari Siwon karena lelaki itu sedikit berdiri untuk menggapai bibir Kibum.

Meski berkata dengan kalimat sindiran seperti itu, Kibum tetap saja membalas ciuman singkat di bibirnya. Bahkan bila kedua anaknya itu sudah tidur mungkin Kibum akan meminta hal yang lebih pada Siwon.

"Sudah hentikan, kau membuat Aiden memasang wajah aneh seperti itu" kekeh Kibum dengan raut malu-malu karena Siwon berkali-kali mencium bibirnya tepat di depan anak bungsu mereka.

Lihatlah, sekarang wajah Aiden berubah serius dengan kedua alisnya yang hampir bertemu membuat Kibum merasa gemas bukan main dengan anak bungsunya itu.

"Aiden-ah..."

Baru juga Kibum memanggil, tapi bocah itu langsung turun dan berpindah dari perut Siwon ke pangkuannya. Tiba-tiba Aiden langsung menabrakkan bibir mungilnya pada milik Kibum, berkali-kali juga sama seperti saat Siwon menciumnya.

Kibum sempat kaget beberapa detik, kemudian tersenyum dan berbalik mencium gemas bibir tipis mungil milik Aiden. Ia membenarkan letak duduk Aiden di pangkuannya hingga sebagian bokong dan kaki Aiden duduk di atas wajah Siwon yang tidak mau menyingkir. Memeluknya erat karena perbuatan Aiden barusan.

Aiden menyingkirkan kakinya yang menutupi wajah Siwon dan melakukan hal yang sama pada bibir joker sang ayah, tapi hanya beberapa kali untuk kemudian berbalik lagi untuk mencium Kibum. Sepertinya bocah itu lebih menyukai bibir Kibum. Tak heran bila Siwon sering menyebut bibir sang istri adalah benda berbahaya yang membuat ketagihan. Dia tidak berbohong dan itu dibuktikan dengan kelakuan Aiden.

Siwon bangkit dari tidurannya dan mendelik. "Sepertinya mulai sekarang aku harus lebih menjagamu dari SEMUA PRIA" vonisnya berlebihan kemudian memeluk keduanya. Aiden hanya tertawa melihat wajah Siwon yang sedikit cemburut dicampur tawa lepas.

Casey yang sejak tadi fokus dengan buku dongengnya berbalik menghadap mereka. Menerima uluran tangan Kibum yang mengajaknya mendekat. Ikut menelusup pada tubuh besar Siwon dan Kibum.

Suara bel apartement berbunyi. Keempatnya saling pandang. Kemudian Siwon berdiri dan mengambil Aiden dari pangkuan Kibum. Memutuskan untuk yang membuka pintu.

Setelah pintu terbuka, Aiden terkejut karena tiba-tiba ada yang mencubit kedua pipinya dan berseru. "Hai, tampan. Long time no see. You look more handaome from the last, baby!"

"Waahhh, Aiden-ah. Anak paman yang paling tampan. Astaga, hyung menyingkirlah aku ingin melihatnya juga."

Kemudian terdengar grasak-grusuk yang tidak jelas di depan pintu apartement karena ternyata member Super Juniorlah yang sedang berebut untuk siapa yang akan menggendong bocah menggemaskan yang mirip Siwon ini. Semuanya heboh sendiri karena melihat keponakan mereka yang lucu dan menggemaskan, tapi tidak bisa mereka temui setiap saat. Meskipun sebenarnya Aiden tidak butuh digendong karena bocah gembul itu sudah bisa berjalan dengan lancar.

Akhirnya, perkelahian member dalam siapa yang akan menggendong Aiden dimenangkan oleh sang ayah kedua yaitu Lee Donghae. Sebenarnya mereka hanya mengalah karena Donghae seakan mengerahkan semua kekuatannya hanya untuk mendapatkan Aiden dalam pelukannya. Berlebihan sekali, tapi mengingat dia yang langsung menggeser tubuh Heechul tadi -saat Siwon membuka pintu- member yang lain tahu kalau Donghae sangat merindukan Aiden. Untuk informasi saja bahwa Aiden memang paling dekat dengan Donghae, meski untuk member yang lain dekat juga tapi porsi kedekatannya dengan Donghae 2 kali lipat lebih banyak.

Sedangkan bocah itu hanya tertawa senang melihat para member berebut untuknya, tapi setelah digendong oleh Donghae, Aiden langsung bergelayut manja di pelukan partner in crimenya itu. Bila Aiden adalah Capten America maka Donghae adalah Iron Man nya.

"Ayo masuk hyung, jangan bertengkar lagi di depan pintu." Siwon akhirnya mengajak semuanya untuk masuk ke dalam.

"Daddy, kenapa ribut sekali diluar. Ada apa memangnya— eh?" Kibum terlonjak saat ingin melihat keributan apa yang sebenarnya terjadi di pintu apartemen mereka. "Hyungdeul?" ucapnya tidak percaya. "Astaga, kenapa tidak masuk ke dalam?"

"Aku baru saja menyuruh mereka ke dalam sayang."

Setelah hampir setahun penuh mereka –kecuali Donghae, Eunhyuk dan Leeteuk karena saat mereka syuting di Swiss dulu mereka sempat mampir– tidak bertemu dengan adik mereka tercinta, sudah bisa diperkirakan kejadian apa yang selanjutnya terjadi. Bila sebelumnya mereka telah berebut untuk menggendong Aiden maka sekarang objek mereka berganti pada Kibum. Bila tahun-tahun sebelum Aiden lahir, Donghaelah yang selalu mendapat pelukan pertama dari Kibum -apapun keadaannya- maka setelah bungsu Choi itu lahir, mereka akan berbaris dengan rapi untuk memberi pelukan pada Kibum sesuai tempat mereka berdiri saat itu.

"Dimana Princess cantikku?" Heechul masuk dengan mengedarkan pandangan.

"Dia sedang membaca buku di ruang kelurga, hyung." Siwon menyahut karena melihat Kibum yang masih sibuk dengan para member.

Setelahnya terdengar seruan heboh Heechul saat temu kangen dengan Casey. Seperti mendapat boneka lucu yang sangat dia inginkan. Mencium pipi kanan dan kiri Casey, memeluk gadis itu hingga penyok, membenarkan ikatan rambut Casey yang sebenarnya masih baik-baik saja dan hal-hal heboh lainnya. Heechul seakan menemukan mainan baru yang bisa ia "utak-atik" semaunya.

"Kenapa kalian tidak memberitahu sebelumnya bila akan berkunjung, setidaknya aku bisa menyiapkan sesuatu terlebih dahulu" ucap Kibum merasa bersalah. Disampingnya ada Kyuhyun yang sedang memeluk pinggangnya pasca pelukan terakhir mereka.

"Tenanglah Kibumie, kami juga membawa sesuatu untukmu." Ryeowook memamerkan sekantong plastik penuh –entah apa isinya. "Disana juga ada" tunjuknya pada kantong lain yang dibawa oleh Kangin.

"Disini juga ada" Kyuhyun menyahut disampingnya. Sejak pria itu memeluknya tadi, Kibum baru sadar bahwa tangan kanannya juga membawa sekantong lagi.

Kibum tersenyum. "Baiklah, ayo letakkan mereka di dapur. Bisakah kau membantuku, Ryeowook?" Kibum mengambil kantong yang dibawa Kyuhyun dan menyuruh adik satu-satunya itu untuk menunggu bersama yang lain.

"Siap, !" seru Ryeowook berlebihan sampai mengangkat tangan menyentuh kening -hormat. Magnae itu ya, ternyata sifat jahilnya sama sekali tidak berubah.

Keduanya larut dalam acara masak sederhana mereka. Saling melempar candaan lama, tertawa bersama saat mengingat hal konyol ketika mereka masih tinggal bersama, yang berarti saat Kibum belum mengambil keputusan untuk hiatus hingga tidak menyadari ada sosok lain yang menyelinap ke dapur.

"Sepertinya seru sekali, boleh bergabung?"

"Teukie hyung..." pekik Kibum senang.

"Tentu saja hyung," Ryeowook menimpali.

Leeteuk mengambil pisau untuk mengiris kue basah yang tadi sempat dibelinya sewaktu dijalan. "Bagaimana kabar kalian Kibumie?" tanyanya memulai kegiatan memotong.

"Kami baik-baik saja hyung."

"Apa Casey dan Aiden masih sering rewel ingin bertemu Siwon?"

Kibum mengangguk, menghentikan sebentar kegiatannya untuk menjawab pertanyaan Leeteuk. "Hanya kadang-kadang saat Siwon memperpanjang rencananya untuk pulang, tapi semuanya baik-baik saja hyung. Bahkan Casey sudah lebih mengerti sekarang."

"Pasti masih berat untuk Aiden?" tebak Leeteuk menyimpulkan.

Kibum membenarkan. Ia juga bercerita kalau Aiden sesekali menangis setelah mengakhiri telpon dengan Siwon. "Sedang apa mereka disana?"

"Heechul mengajak Casey ke kamar bersama Eunhyuk, Donghae menyeret Aiden juga ke kamar untuk menambah koleksi robotnya –anak itu ya benar-benar." Leeteuk memberi komentar sejenak. "Tapi sepertinya baru saja Kyuhyun menyusul mereka. Sisanya hanya mengobrol di ruang keluarga."

Kibum hanya mengangguk mengerti, kemudian membantu Ryeowook memasukkan sayuran yang tadi telah ia potong ke dalam panci.

"Oh ya, Kibumie. Bagaimana kabar eommonim dan abonim?" Leeteuk bertanya lagi. "Apa semuanya baik-baik saja?"

"Eomma dan Appa baik-baik saja hyung, mereka sedang di rumah bersama Saehee."

"Iga bakarnya juga baik-baik saja kan?" kali ini Ryewook yang bertanya. Pria itu berencana ingin menjadi chef di rumah makan keluarga Kibum bila pensiun nanti. Astaga, ada-ada saja pemikiran pria yang tidak bisa tua ini.

Kibum tertawa mendengarnya, "Iya, Ryeowook-ah. Iga bakarnya masih baik-baik saja, tapi maaf saat ini kami tidak membutuhkan chef cerewet tambahan."

Ketiganya tertawa. Acara memasak itu menjadi lebih menyenangkan karena ketiganya terus bercerita hal-hal yang menyenangkan. Seperti Leeteuk yang menceritakan sifat berlebihan Siwon yang sering kambuh, saat pria tampan itu berdandan ala Putri Elsa untuk menghibur anaknya hingga ide itu menjadi konsep dalam konser mereka dan tentang kesibukan-kesibukan lainnya yang diberi bumbu lelucon oleh Ryeowook hingga menghasilkan tawa dari ketiganya.

Tak lupa Kibum juga membagi perkembangan kedua anaknya pada Leeteuk dan Ryeowook. Menceritakan hal-hal yang menyenangkan setelah ia "memutuskan menjadi seorang ibu sepenuhnya".

.

-ooo-

.

"Ayo semuanya, letakkan bokong kalian dengan nyaman ditempat yang tersedia! Makanan sudah siap!" Ryeowook berteriak dari arah dapur.

"Ya Tuhan Wookie-ah, dari mana kau belajar kalimat seperti itu? Bagaimana kalau Casey dan Aiden mendengar" Kangin menasehati dari tempat duduknya yang disamping Siwon.

Ryeowook berjalan santai dari dapur dengan membawa beberapa masakan yang sudah matang, menjawab perkataan Kangin –yang seperti menasehati anak gadisnya karena berkata kotor– dengan santai. "Oh ayolah hyung, kita sedang di luar negeri sekarang. Bukankah gaya orang-orang disini seperti itu, eoh?"

"Apa kau pernah melihat Kibum berkata seperti itu, huh?" Kangin memijit pelipisnya, bingung dengan sikap adik yang katanya pendiam ini. "Sebenarnya film apa yang kau lihat belakangan ini, eoh?"

Ryeowook hanya menjulurkan lidahnya –mengejek. Tidak peduli dengan nasehat Kangin. Toh ini memang bukan di Korea yang semuanya harus berjalan kaku dan membosankan. Menjadi beda sesekali juga tak masalah sepertinya. Mungkin sifat jahilnya memang masih dalam mode on dengan level maksimal.

"Tidak, dia sedang tidak menonton film apa-apa belakangan ini. Mungkin sifat jahilnya saja yang sedang kambuh, kau tahu bagaimana nakalnya para dongsaeng kan?" itu suara Yesung yang terdengar bijak –atau mungkin dia sedang terselubung membela Ryeowook?

"Aku akan memanggil anak-anak dan yang lain untuk makan bersama." Kibum mengintrupsi kemudian berjalan ke kamar Casey dan Aiden.

Tanpa memiliki firasat apa pun, Kibum berjalan santai menuju kamar kedua anaknya. Dan tanpa perlu mengetuk pintu ia langsung membukanya, tapi apa yang ia lihat dalam kamar kedua anaknya seketika itu juga membuat sepasang kelereng hitam Kibum membulat.

Astaga!

"What are you doing in my children room, huh?!" seketika Kibum murka, menjeritkan suaranya hingga keseluruh ruangan. Menahan diri untuk tidak mengumpat karena bagaimanapun ada Casey dan Aiden disana. Buru-buru berpasang-pasang kaki langsung menghampirinya.

"Apa yang terjadi, sayang?" Siwon bertanya panik dengan memegang kedua pundak Kibum yang terlihat menegang.

Kibum tidak menjawab, dia tetap memandang lurus ke dalam kamar anaknya membuat semua orang penasaran dan melakukan hal yang sama.

Disana. Di dalam kamar Casey dan Aiden. Semuanya masih baik-baik saja. Heechul dan Eunhyuk yang berdiri di samping sisi tempat tidur Casey dengan gadis itu yang berdiri tegak di atasnya. Lalu, disebelah ada Aiden yang bergelut dengan Donghae dan Kyuhyun di ranjang kecilnya.

Terlepas dari mereka semua yang memang baik-baik saja dan bersenang-senang -karena sebelum Kibum membuka pintu, dia mendengar suara tawa dari kedua anaknya-, Kibum marah karena keadan kamar tersebut sudah berubah.

Pakaian kedua anaknya itu tercecer dimana-mana. Banyak gaun-gaun kecil Casey yang berserakan di sekitar tempat tidur, baju musim panasnya tidak terlipat dengan rapi dan tergeletak begitu saja di atas meja juga banyak aksesoris rambut seperti bando dan gelang yang menyebar sembarangan.

Disisi lain tempat tidur, banyak sekali mainan robot-robotan milik Aiden yang keluar dari kotak penyimpanannya dan tercecer disekitaran ranjang. Sedangkan bocah itu sekarang sedang bergelut di atas kasur bersama Donghae dan Kyuhyun yang sekarang terdiam. Tapi yang membuat Kibum geram, sekarang anak laki-lakinya itu terbungkus dengan jaket tebal dengan kerah leher yang panjang -itu adalah pakaian musim dinginnya tahun lalu. Lalu kenapa sekarang dia memakainya yang jelas-jelas hari tidak dingin apalagi menurunkan salju?

What the hell is going on here?!

"Astaga, Kibumie. Kau tidak perlu berteriak berlebihan seperti itu. Kita ini sedang mengadakan fashion show dengan tema summer and winter,benarkan sayang?" Heechul membalas dengan santai. Tidak peduli dengan muka geram Kibum yang masih berdiri di ambang pintu. "Kau tidak lihat aku sudah mendandani Casey secantik ini? Bahkan bocah gembul itu juga terlihat lebih tampan dari Siwon dengan rambut barunya." Casey dan Aiden yang semula terlihat sangat takut dengan ekspresi Kibum dan terlihat ingin menangis, sekarang sedikit bisa menurunkan ketegangan diri mereka karena ucapan dan usapan Heechul.

Baru Kibum tersadar bahwa sekarang rambut Aiden memang lebih modis, karena sekarang rambutnya yang terlihat basah dan tertata ke at–

Tunggu!

Apakah itu gel? Apakah benda basah yang menempel dirambut anak laki-lakinya itu adalah sebuah gel rambut?! Demi Tuhan! Aiden masih terlalu kecil untuk memakai benda seperti itu, bagaimana kalau nanti rambut anaknya rusak karena–

"Tunggu dulu, Kibumie!" Donghae menyela dengan mengangkat tangannya ke arah Kibum. Pria itu sedikit gemetar melihat kedua mata Kibum yang seakan ingin keluar. "Ini khusus untuk anak-anak dan aku jamin tidak akan berbahaya bagi Aiden" ucapnya takut-takut.

"Tapi tetap saja, Aiden masih terlalu kecil untuk menggunakannya. Kau tidak bisa seenaknya begitu memakaikan sesuatu kepada anakku, hyung. Kau –aishh!"

"Sudahlah, Kibumie. Tenangkan dirimu, kau membuat anak-anak ketakutan sayang." Siwon kembali memeluk istrinya. Berusaha meredam amarah yang masih meledak-meledak dalam diri istrinya.

"Aigoo~ Sebenarnya apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kamar mereka menjadi berantakan seperti ini?" pertanyaan itu lebih ditujukan kepada HeeHyuk dan KyuHae selaku orang dewasa yang bertanggung jawab atas semuanya. Leeteuk juga sama pusingnya dengan Kibum. Dia tahu kalau adik-adiknya itu memang nakal, tapi dia tahu kalau mereka sampai bisa merubah kamar anak kecil menjadi kapal pecah sepeti ini.

Heechul mulai berdiri, mengambil beberapa langkah untuk menjawab. "Kan sudah aku katakan kalau kami hanya mengadakan fashion show tadi. Kalian hanya bersikap terlalu berlebihan seolah-olah kami sedang pesta dan mabuk-mabukkan." Cibirnya santai tanpa rasa bersalah.

Cukup sudah. Bila dalam suatu masalah terdapat Heechul di dalamnya apalagi dia terlibat dan dicurigai sebagai otak utama, maka tidak ada yang bisa dilakukan. Tidak ada yang bisa disalahkan. Semua benar bila itu menyangkut Heechul. Dia memang iblis licik yang cantik dan sialnya juga sangat menyenangkan.

"Baiklah. Sekarang bersihkan kamar ini seperti semula kalau kalian ingin makan" ucap Kibum final yang terdengar pasrah. "KA-LI-AN-SE-MU-A" tekannya sebelum berlalu.

Yang lain hanya bisa menghela napas, tapi ada pula yang berdecak kagum –atas sikap Heechul, sebenarnya–. Dia adalah Ryeowook. Magnae yang terkenal paling pendiam dan penurut. SEKALI LAGI. Magnae yang TERKENAL paling pendiam dan penurut. Heol~~

.

.

.


To be Continue

Oke, chapter 2 selesai~~

Karena kemarin banyak yang penasaran dan minta gimana kehidupan keluarga kecilnya Siwon ini, maka pada chapter ini full of SiBum family moment, right? Bahkan pake tak tambah sama kedatangan keributanmember SuJu yang lain tuh, gimana hasilnya? Memuaskankah apa malah anjur dan ngebosenin?

Mungkin akan ada 1 chapter terakhir buat menjelaskan bagaimana terbentuknya Casey dan Aiden dalam keluarga unyu-unyu tapi suka bikin nyesekmacem SiBum ini, karena kemarin ada yang nanya kenapa mata Casey itu biru sedangkan ortunya Korean tulen. Kalau kalian jeli udah tak kasih kode dikit di atas.

Big Thanks to:

LS-snowie | MIKKIXIII | bryantrevorkim | .144 | wyda | Zimalaca-ELF | zhiewon189 | JSJW407 | Eka Elf | the horse loves snowy | Akai Momo | Snow1215 | Nyannyon | abilhikmah | frosyita | skyblue phoenix | bumhanyuk