Chapter 2

Naruto menompang kepalanya sambil menatap sosok Ketua Dewan yang paling dihormati itu dengan tatapan malas. Duduk dalam keheningan ruangan konseling itu membuatnya mengantuk.

" Hoamhh~"

Naruto membuka mulutnya lebar-lebar karena menguap. Air mata yang sedikit keluar di sudut matanya membuat pandangannya sedikit mengabur.

" Hei, bisa kita akhiri saja pertemuan absurd ini? Aku lelah." ujar Naruto mengintrupsi Sasuke yang sedang menulis sesuatu di depannya. Mata onyx itu sempat menatap Naruto sejenak sebelum akhirnya dirinya kembali terfokus dengan note kecil yang selalu dia bawa kemana-mana.

" Tanggal 20 Mei . Namikaze Naruto, kau sudah melakukan banyak pelanggaran di hari pertamamu menginjakan kaki disekolah ini."

Naruto memutar bola matanya malas.

" Memangnya ini salahku?"

" Masih berani mengelak. Kau benar-benar Dobe."

Naruto menatap tajam Sasuke yang duduk anteng di depannya. Wajah laki-laki itu begitu menjengkelkan bagi Naruto. Jika saja dia itu adalah seorang pembunuh berdarah dingin dan bukannya seorang bintang pop, pasti dia sudah menyayat wajah lempeng itu dan mencincang-cincang tubuhnya lalu membuangnya ke Sungai Amazon.

" Terlambat, merayu satpam sekolah, meloncati pagar tanpa ijin, lalu memakai celana training di balik rok seragam sekolah."

Pipi Naruto merona mendengar kalimat terakhir Sasuke. Ah, Sasuke yang memergokinya melompati pagar, pantas saja dia melihatnya.

" Selain itu, kau berlari di koridor dan merusak fasilitas sekolah. Hn, banyak sekali pelanggaranmu hari ini, Dobe."

" Urusai, Teme hentai!"

Wajah Naruto memerah karena emosi. Pelanggaran katanya? Buh! Salahkan saja kepala St. Mangekyo yang membuat peraturan yang begitu merepotkan. Dan apa salahnya memakai celana training di balik roknya? Dia kan hanya berjaga-jaga jika dia dalam keadaan darurat. Contohnya seperti ini. Dia bisa memanjat pagar tanpa khawatir celana dalamnya terlihat. Dan untuk masalah memanjat pagar itu karena saat Naruto menunggu Sasuke membukakan pintu gerbang , segerombolan fansnya menyerbunya tiba-tiba. Untunglah di saat-saat genting seperti itu, kekuatan Son Gokongnya dapat diandalkan. Jadi dia bisa memanjat dan mendarat dengan selamat sentosa. Lalu berlari di koridor sekolah karena beberapa siswa menyerbunya untuk berfoto bersama hingga ia tidak sengaja menabrak tong sampah yang terparkir apik di ujung koridor dan berujung dengan tewasnya si tong sampah.

" Lalu sekarang apa maumu heh?" tanya Naruto skartis.

" Kau akan tahu sebentar lagi" jawabnya sambil menyeringai.

.

.

.

.

Mata Naruto melotot lebar seakan - akan bola matanya akan keluar jika dia membuka barang sedikit matanya.

" Na- Nani?!"

Sasuke melirik kearah Naruto yang terpaku karena terlalu terkejut dengan mulut yang menganga di sampingnya .

" Kenapa ? Kau keberatan ? Atau ini belum cukup?"

Mata biru Naruto menatap tajam Sasuke yang bersender di daun pintu yang terbuka.

" Tidak terima kasih, KAICHOU-SAMA!" ujar Naruto seraya menekan kata ' kaichou-sama'.

" Baiklah kalau begitu. Bereskan gudang peralatan olahraga ini sampai bersih dan rapi. Jika kau tidak melakukannya dengan benar. Akan ku suruh kau untuk mengulangnya."

" Jangan menyuruhku! Aku bisa melakukannya dengan kehendakku."

" Sou ne. Aku tunggu di luar. Jika sudah selesai, beritahu aku. Dan jangan mencoba untuk kabur, karena aku akan memberimu hukuman yang lebih berat."

Naruto mendengus karena rencana kaburnya sudah dicium oleh Sasuke. Ketua Dewan Sekolah memang mengerikan.

" Baiklah, aku mengerti. Ternyata kau ini cerewet sekali."

" Lebih baik kau cepat kerjakan saja tugasmu."

Setelah mengatakan itu, Sasuke melangkahkan kakinya keluar.

" Ha'i~ " sahut Naruto malas.

Begitu Sasuke hilang di balik pintu, Naruto hanya bisa menghela nafas melihat begitu kotor dan berantakannya gudang peralatan olahraga itu. Ia tidak habis pikir di sekolah elit dan berkelas semacam ini, gudang olahraganya begitu kotor dan berantakan. Lihat saja matras senam lantai yang tersampir kemana-mana. Bola basket dan sepak yang berceceran di lantai. Tangga tua yang teronggok begitu saja. Hah~ dan kenapa dirinya yang seorang bintang pop harus menjadi upik abu hanya karena terlambat . Benar-benar kaichou sialan! Naruto tidak henti-hentinya ngedumel dalam hati mengabsen para penghuni kebun binatang yang di tujukan kepada Uchiha bungsu.

" Huh! Awas saja kau , Teme! Jika ada kesempatan, ku buat kau menangis di bawah lututku. Nyahahahaha!" ujar Naruto sinting.

Sementara di luar, Sasuke dengan tenang menikmati teh yang entah dia dapat dari mana. Memandang sekitarnya yang begitu hening karena sudah satu jam yang lalu jam belajar mengajar berakhir. Mata onyxnya memandang gudang olahraga yang terletak tepat di samping kanannya. Gedung itu terpisah dari gedung sekolah lainnya dan terletak di area taman belakang sekolah yang begitu sejuk . Disini adalah tempat bersantai Sasuke. Makanya ada sebuah bangku panjang dan meja di bawah pohon. Bibirnya mengulas senyum tipis ketika dia mendengar suara debuman benda-benda berjatuhan dan disusul oleh teriakan 'kuso' oleh bintang pop yang sekarang menjadi upik abu - Naruto.

" Dasar Dobe." ujar Sasuke lirih sambil meminum tehnya.

Di dalam gudang, Naruto sedang perang dengan batinnya sendiri. Naruto nampak berdiri berkacak pinggang sambil memandang sebuah tangga.

" Haruskah aku menggunakan ini?" tanyanya pada dirinya sendiri. Matanya menelusuri badan sebuah tangga yang teronggok begitu saja di lantai. Gudang itu telah sebagian dia bersihkan. Dan dirinya berniat meletakan bola basket maupun bola sepak ke atas lemari. Namun karena lemarinya yang terlalu tinggi atau dirinya yang telalu pendek, membuat ia kesulitan meletakan bola" itu ketempatnya. Naruto memandang Sasuke lewat jendela. Kampret sekali Ketua Dewan satu itu. Di saat dirinya kesusahan begini, dia malah enak-enakan bersantai diluar sambil meminum teh. Ah, jika di amati Sasuke itu punya badan yang bagus. Semenit kemudian wajah Naruto tertekuk -cemberut. Huh, dirinya gengsi meminta pertolongan kepada Ketua Dewan berambut pantat ayam itu.

" Yosh, apa boleh buat! Ku lakukan saja sendiri."

Dengan susah payah Naruto mengangkat tangga itu sendirian dan menyenderkannya di lemari yang cukup tinggi itu.

" Huh, akan ku buat kau terkesan dengan kinerja seorang Namikaze, Teme Kaichou! " ujarnya sambil menyeringai sadis.

Satu per satu bola yang berceceran di lantai Naruto kumpulkan. Ia mengambil bola -bola itu dan meletakannya di atas lemari. Tidak menyadari jika tangga yang terbuat dari besi itu sedikit retak karena bagian kakinya keropos karena berkarat.

.

.

.

Sudah dua jam berlalu. Sasuke memandang langit yang sudah di selimuti semburat warna orange. Namun tidak ada tanda-tanda si pirang itu keluar untuk memberitahu jika pekerjaannya sudah selesai. Sasuke memandang kearah gudang dan baru menyadari jika suasana jadi begitu hening karena tidak ada suara-suara aneh dari si pirang yang sedang membereskan gudang. Sasuke melangkahkan kakinya menuju gudang guna melihat keadaan bintang pop itu . Berpikir mungkin Naruto tertidur di dalam gudang karena terlalu kelelahan mengingat betapa bodoh dan cerobohnya gadis itu .

" Apa kau belum selesai juga?" tanya Sasuke sambil membuka pintu. Sasuke yang tiba-tiba datang membuat Naruto yang sedang meletakan bola basket ke atas lemari terkaget . Sedangkan Sasuke melotot melihat Naruto yang oleng karena bagian kaki tangga itu akhirnya patah.

" Dasar bodoh!" umpat Sasuke ketika melihat tubuh Naruto melayang jatuh.

BRAK! BRAK! BRAK!

.

.

.

Pagi yang cerah di St. Mangekyo. Di lapangan nampak siswa siswi kelas 11- 1 itu sedang melakukan pemanasan olahraga. Nampak beberapa siswi tidak bersemangat melakukannya.

" Ganbatte minna! Mari kita lakukan pemanasan ini dengan semangat masa muda yang gemilang!" seru siswa berambut klimis bergaya mangkuk ramen.

" Pemanasan yang mantep banget, Lee!" ujar guru Olahraga yang mengenakan pakaian serba hijau sambil mengacungkan jempolnya -Maito Guy

" Semangat masa muda, Guy-sensei!" balas siswa bernama Rock Lee itu dengan senyum sejuta watt miliknya.

" Dasar orang -orang idiot!" gerutu siswi berambut pirang pucat diikat ekor kuda - Yamanaka Ino. Ia menghela nafas melihat deretan siswa dan tidak menemukan sosok yang di carinya.

" Hari ini Sasuke-sama tidak masuk ya?" tanya Ino yang merupakan big bosnya Sasuke FC ( SFC) yang dia dirikan dua tahun lalu bersama kedua temannya.

" Ah- aku jadi hilang semangat hidup hanya karena Sasuke-sama tidak masuk." ujar siswi berambut merah berkaca mata - Yamada Karin.

" Umm. Padahal hari ini aku ingin melihat Sasuke-sama bermain basket." siswi berambut merah jambu - Haruno Sakura menyahut.

" Hah~ " ketiganya menghela nafas secara bersamaan.

" Kau benar Sakura. Sasuke tidak ada aku jadi tidak bergairah mengikuti pelajaran olahraga ini." ujar Ino dengan raut wajah malas.

" Padahal kemarin kita masih melihatnya baik-baik saja kan? Ini aneh sekali."

" Iya juga. Apa pekerjaannya sebagai Ketua Dewan membuatnya kekelahan dan berakhir jatuh sakit seperti ini?" tanya Sakura dengan dahi berkerut.

" Mungkin saja. Akhir-akhir ini dia jadi sibuk kan karena dia mengurusi para kouhai baru." jawab Karin.

" Baiklah anak -anak mari kita ke gudang olahraga untuk mengambil peralatan olahraga yang akan kita gunakan hari ini."

" Guy-sensei, bukannya gudang itu sudah lama tidak terpakai dan kotor?" tanya siswa berambut coklat awut-awutan , Inuzuka Kiba.

" Jangan bilang kau ingin menyuruh kita membersihkannya kan, Mendokusei." celetuk siswa di samping Kiba, Nara Shikamaru- jenius dari kelas 11-1.

" Hei, kemarin Sasuke memberitahuku jika mulai hari ini, gudang peralatan olahraga sudah bisa dipakai."

" Yosh, minna mari kita menuju gudang peralatan olahraga!" seru Lee dengan bersemangat.

" Ha'i~" sahut yang lainnya malas.

Akhirnya mereka pun berderap menuju gudang peralatan olahraga. Sesampainya di sana, Guy-sensei langsung membuka pintu gudang . Dan tidak lama kemudian teriakan cetar membahana trio SFC membahana di seluruh penjuru kelas sedangkan siwa siswi lain sangat terkejut dengan mulut menganga lebar melihat apa yang ada di depan mereka.

" Sasuke-samaaa!"

Di gudang itu nampak Sasuke menindih Naruto. Keduanya sama-sama tidak sadarkan diri. Dengan kepala Sasuke tepat di dada Naruto.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" ujar Guy-sensei dengan tangan gemetaran.

Beberapa siswa siswi yang ada disitu bukannya menolong dua insan yang sedang tidak sadarkan diri itu terlebih Sasuke yang punggungnya tertimpa tangga dan Naruto yang tergencet badan Sasuke, mereka malah mengabadikan kejadian di depan mereka dengan kamera ponsel mereka.

" INI AKAN MENJADI BERITA HOT!"

.

.

.

.

TBC dengan gajenya.

Hai minna~ senang rasanya bisa update lagi setelah sekian lama mogok dari dunia perfanfickan. Terima kasih ya buat yang sudah bersedia mereview fic baru saya.

SPECIAL THANK'S FOR :

ShaphireOnyx Namiuchimaki / Uzumaki Prince Dobe-Nii / Khioneizys / Choikim1310 / Ale Genoveva / Indah605 / Aiko Michishige / yang memfollow fic saya / yang ngefav fic saya/ silent reader dan semuanya ... Saya ucapkan terima kasih.

Sekian dari saya. Sampai jumpa di chapter selanjutnya...