Berjumpa kembali bersama saya Lyana Boci-Moci hehe… saya harap readers tidak bosan dengan saya hehe…
Yosh! saya berhasil menyelesaikan Chapter kedua! *peluk Sasuke* *Dihajar fans Sasuke*
Duh saya berjuang dengan keras menuangkan ide-ide saya yang cepat sekali berubah tiap Minggu,Hari, perjam, permenit bahkan perdetik *plak*
Oh saya juga belum bisa terlalu bikin Romancenya, tapi saya usahakan di chapter-chapter selanjutnya saya bikin romancenya yang banyak XD
Saya bersaha agar para Readers tidak kebingungan membaca fic saya, jadi maaf kalau fic saya ini jadi aneh *Nangis di pojokan*
Dan saya masih bingung untuk endingnya, Happy ending atau Sad ending ya? kalo Happy ending masih belum dapet idenya kalau Sad ending udah dapet. Nah saya minta bantuan bagi yang setuju Sad ending atau Happy ending mohon Reviewnya *bow*
Sekian Basa Basi Autornya (saya singkat BBA)…
SELAMAT MEMBACA! XD
The Book
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Terinspirasi dari film 'Ink Heart'
Rate : T+ (Jaga-jaga)
Pairing : SasuSaku & NaruHina
Family, Fantasy, Romance
WARNING : OOC, GAJE, GA NYAMBUNG, ANEH, TYPO, SINETRON, BIKIN BOSAN, DLL
SASUSAKU IN THIS CHAPTER!
~Chapter 2 : This is weird!~
"Sakura jaga rumah baik-baik ya," ucap Ibu Sakura yang sudah berada di mobil Paganiz Honda berwarna hitamnya.
"Iya Ibu," Sakura hanya tersenyum, senyum yang dipaksakan. Mobilnya berlalu meninggalkan kediaman Haruno dan begitu pula dengan senyuman Sakura yang menghilang. Sakura sadar dia harus bangkit dari rasa kesepiannya sekarang, karena di rumah ini dia tidak lagi sendiri ehm… ada Naruto dan Sasuke benar? Dia segera masuk ke dalam rumah dan berlari menuju kamarnya yang berda di lantai dua rumah.
"Naruto? Sasuke?" Sakura membuka pintu lemarinya, dan terlihat Naruto dan Sasuke yang terduduk di lantai lemari.
"Sakura-chan kau lama sekali,"Naruto mengerucutkan bibirnya.
"Gomenasai Naruto he..he.." Sakura menggaruk kepalanya yang sepertinya tidak gatal. Sasuke langsung beranjak keluar dari lemari itu.
"Aku tidak tahan bersama teme yang selalu menatapku seperti mau memangsaku," ucap Naruto berlari kebelakang Sakura.
"Cih," Sasuke mendengus kesal.
"Apa orang tuamu sudah pergi?" tanya Sasuke kepada Sakura.
"Iya mereka sudah tidak ada," jawab Sakura, Sakura sepertinya sudah mulai percaya dengan Naruto dan Sasuke. Buktinya sekarang dia sudah merasa lebih tenang berada di sekitar mereka. Tapi apa benar Naruto dan Sasuke keluar dari buku? atau mereka benar-benar maling yang menunggu orangtua Sakura pergi dan akan mengikat Sakura atau menculiknya, membawanya pergi bersama harta yang berada di rumah ini. Sakura menepuk kedua pipinya untuk menghilangkan semua prasangka buruk yang ada didalam otaknya sekarang.
"Sakura-chan apa kami sudah boleh keluar? aku bosan berada di sini," rengek Naruto.
"Baiklah, aku ajak kalian berkeliling," Sakura tersenyum. Tapi Naruto sudah berlari keluar dari kamar Sakura lebih dahulu.
Sakura mengalihkan pandangannya kearah Sasuke yang berdiri di belakangnya, menatap setiap inci wajah Sasuke lalu beralih ke tubuh Sasuke yang kekar membuat wajah Sakura merah seperti tomat.
Sasuke memandang Sakura aneh dan menaikan sebelah alisnya.
"Apa?" tanya Sasuke dingin.
"T-tidak apa-apa," Sakura memalingkan wajahnya.
"Wah, ada danau!" terdengar teriakan Naruto yang berasal dari belakang rumah Sakura, Sakura dan Sasuke yang kaget mendengar teriakan Naruto pun lari menuju sumber suara.
"Ada apa Naruto?" tanya Sakura kepada Naruto, terlihat Naruto menatap kagum kearah kolam renang.
"Sakura-chan kenapa danau ini ada di belakang rumahmu?" bukannya menjawab, Narruto malah bertanya kepada Sakura. Sakura sweat drop.
"Itu bukan danau Naruto," ucap Sakura.
"Kalau bukan danau, lalu ini apa?" tanya Naruto lagi.
"Ini namanya kolam renang Naruto," Sakura sweat drop(lagi).
"Hmm," Naruto mengangguk-angguk sepertinya dia mengerti.
"Tapi kurasa sama saja seperti danau," ucap Naruto kepada Sasuke, meminta pendapat. Sasuke hanya menatap Naruto dengan pandangan tidak peduli lalu berjalan duduk di kursi ala pantai.
"Teme~" rengek Naruto.
Terlintas ide yang membuat Sakura dapat mempercayai mereka. Jika benar mereka keluar dari buku 'Naruto' berarti merek adalah seorang Ninja, dan seorang Ninja pasti bisa menggunakan jurus-jurusnya kan? seperti Gen jutsu, Nin jutsu dan Tai jutsu.
"Etto Naruto, aku boleh bertanya sesuatu kepadamu?" tanya Sakura.
"Ya tentu saja Sakura-chan," ucap Naruto dengan cengirannya dan mengacungkan jempol tangan kanannya.
"Kalian benar seorang Ninja?" tanya Sakura ragu-ragu.
"Tentu saja!" Sasuke mendengus kesal karena secara tidak langsung pertanyaan Sakura itu meremehkan kemampuannya sebagai Ninja.
"Teme benar Sakura-chan, kau tidak percaya?" Sakura hanya mengeleng kecil tanda bahwa dia tidak percaya.
"Baiklah akan kutunjukan jurus Ninja padamu," ucap Naruto bersemangat, tangannya dengan cepat membentuk segel-segel yang tidak di mengerti oleh Sakura. Sakura berdecak kagum melihat Naruto, setelah selesai membentuk segel-segel Naruto loncat kearah kolam dan …
'Byuur!'
"T-tolong!" Naruto berteriak. Sakura panik melihat Naruto terjemur di dalam kolam dan langsung menarik Naruto dengan sekuat tenaga keluar dari kolam.
"Hoss… hoss… kenapa aku tidak bisa menggunakan cakraku?" gumam Naruto, dia tidak percaya dengan kejadian yang baru saja terjadi.
"Ini aneh, teme apa kau lihat tadi? aku tidak bisa menggunakan cakraku!" ucap Naruto yang panik.
"Payah," Sasuke berjalan mendekati Naruto dan Sakura yang berada di pinggir kolam renang.
"Apa kau tidak merasakan ada yang aneh? aura di sini berbeda dengan aura di Konoha," lanjut Sasuke.
"Apa maksudmu teme?" tanya Naruto yang tidak mengerti maksud ucapan Sasuke.
"Entahlah aku pun tidak mengerti, yang jelas aku merasa tempat ini berbeda," jelas Sasuke.
"Pantas kau diam saja," gumam Naruto sambil mengerucutkan bibirnya. Sakura hanya bengong mendengar percakapan kedua lelaki yang berada di hadapannya, tentu saja karena dia tidak mengerti maksud mereka.
"Tapi teme kau bilang kita keluar dari buku yang kau baca tadi malam kan?" Lanjut Naruto.
"Memang benar, dan ini bukan Konoha," Sasuke menyipitkan matanya, dia berusaha berfikir denagn teka-teki yangsedang dia dan Naruo alami. Sepertinya semua jawaban yang dia temukan hanya berputar-putar, membuat kepalanya semakin pusing.
"Hacoh! Snif- udara di sini juga sangat dingin," ucap Naruto mengeluh dan kedua tangannya mendekap tubuhnya.
"Itu karena bajumu basah Naruto," ucap Sakura.
"He…he… oh iya ya, Sakura-chan bisakah aku pinjam bajumu?" Naruto mengibas-ngibaskan rambut kuningnya yang basah.
"Um- kau bisa meminjam baju Nii-sanku," Sakura menarik lengan Naruto sedangkan Sasuke mengikuti di belakang mereka.
Penjelasan Rumah Sakura :
Mengingat orang tua Sakura adalah pengusaha sukses Haruno Crop yang terletak di Korea dan berencana membuka sebuah perhotelan di wilayah Tokyo dan rencananya akan di pegang oleh Sasori jka dia sudah lulus Sekolah nanti. Pasti rumahnya besar dong!
Rumah Sakura terdapat dua lantai, Lantai pertama terdapat ruang tamu yang cukup luas dan mewah dengan perabotan yang antik dan mahal. Lalu di sebelah ruang tamu terdapat ruang keluarga di isi oleh sofa, TV, DVD, Sound speaker dan sebagainya, di sebelah ruang keluarga terdapat ruang makan dan dapur yang sama luasnya seperti ruang tamu dan ruang keluarga. Selanjutnya Kamar orang tua Sakura dan tidak perlu di tanyakan isi di dalam kamar tersebut bayangkan saja kamar di hotel mewah, dan tentu saja kamar mandi plus toilet.
Selanjutnya di lantai dua rumah Sakura. Dekat tangga naik terlihat pintu kamar Sakura, lalu di sebelah kamar Sakura terdapat kamar Sasori. Kamar Sasori di desain sama dengan kamar Sakura, hanya saja cat kamarnya berwarna Putih dan ukuran kasurnya king size. Di sebelah kamar Sasori terdapat Perpustakaan yang lumayan besar berisi buku-buku yang entah jumlahnya banyak sekali dan empat sofa dan juga meja untuk tempat membaca. Di sebelah Perpustakaan terdapat Kamar mandi dan toilet juga, ada Shower dan bath tub. Lalu ruangan yang mirip ruang keluarga, hanya saja di sini banyak berbagai macam Play station tentu saja yang sering di gunakan oleh Sasori.
.
.
"Sakura-chan rumahmu besar sekali," ucap Naruto melihat sekeliling dalam rumah Sakura.
"Terima kasih Naruto, ayo cepat kesini," Sakura mempersilahkan Naruto dan Sasuke masuk ke kamar Sasori dan dengan segera Sakura menuju lemari pakaian Sasori, lalu Sakura membawakan T-shirt warna orange untuk Naruto.
"Cobalah baju ini Naruto," Sakura menyerahkan baju itu, dengan cepat Naruto menyambar baju itu dan dia membuka bajunya yang basah di depan Sakura.
"N-Naruto! T-tunggu dulu!" Sakura langsung berbalik menghadap tembok, wajahnya memerah seperti tomat.
"Gomen ne Sakura-chan,"Naruto terkikik melihat tingkah Sakura, sedangkan Sasuke memandang tajam Naruto. Naruto langsung memakai baju yang diberi oleh Sakura.
"Sakura-chan, Baju ini terlalu besar," ucap Naruto dan memang benar baju itu kebesaran untuk Naruto.
"Hm… kalau begitu kita perlu beli baju baru untukmu dan untuk Sasuke," ucap Sakura sambil mengetuk-ngetukkan jari telunjuknya ke bibirnya.
"U-uangnya?" ucap Naruto khawatir.
"Tenang saja Naruto, Sasuke maukah kamu menemaniku ke toko baju?" ajak Sakura kepada Sasuke.
"Hn,"
"Hn? iya atau tidak?" tanya Sakura penasaran.
"Tidak," ucap Sasuke singkat, padat dan jelas.
"Yah~ ayolah teme, kau kan juga beli baju. aku tidak bisa keluar dengan baju besar seperti ini," ucap Naruto dengan puppy eyes-nya.
"Ck, Baiklah," Sasuke menyetujuinya.
"Baiklah Naruto kamu tunggu di sini, oh iya jika ada tamu jangan kamu buka pintunya. mengerti?" jelas Sakura.
"Siap!"
~The Book~
Mall Shibuya
Sakura dan Sasuke sedang menyusiri rak-rak baju yang digantung dengan rapih, terlihat Sakura sedang memilih-milih baju di bagian baju-baju laki-laki sedangkan Sasuke berada di belakangnya. Tapi Sakura merasa tidak nyaman dengan suasana seperti ini, kenapa?
Saat Sakura dan Sasuke berangkat menuju Mall Shibuya dia mendengar bisikan-bisikan dari orang-orang di sekitar mereka.
'Kya! Keren sekali laki-laki itu,'
'Mereka pasangan?'
'Huu-aku mau jadi pasangannya,'
'Mereka cocok,'
'Yang perempuan cantik dan yang laki-laki keren,'
'Dia seperti pangeran!'
Sakura sweat drop mendengar perkataan seperti itu saat perjalanan kesini dan disini pun sama, semua pengunjung bahkan sales girl yang bertugas melayani pengunjung disini ikut terpukau oleh Sasuke dan Sakura. Ehm, lebih tepatnya oleh Sasuke.
"Sasuke ukuran bajumu sama dengan Naruto?" tanya Sakura sambil memilah-milah baju.
"Hn," lagi-lagi Sasuke ber'Hn' ira, membuat Sakura bingung atas jawaban Sasuke.
"Kalau begitu coba baju ini, jika ukurannya pas aku hanya perlu mencari baju untuk Naruto yang ukurannya sama dengan bajumu,"jelas Sakura, Sakura memberi baju T-shirt berwarna putih dengan gravity membentuk tulisan 'The Boys', Hoodie berwarna biru tua dan celana Jeans, Sasuke mengambilnya lalu bersiap-siap membuka bajunya.
"Kya! Sasuke! jangan di sini!" Sakura nyaris menjerit ketika melihat Sasuke yang hampir, ehm di ulangi hampir membuka bajunya di depan umum! Sasuke menaikan sebelah alisnya.
'Untunglah tidak ada yang melihat kearah sini,'batin Sakura sambil mengelus-ngelus dadanya.
"J-jangan ganti baju disini Sasuke," ucap Sakura dengan wajah yang merona, dia sungguh tidak siap jika melihat tubuh Sasuke tanpa busana. Melihat Sasuke yang masih menggunakan bajunya saja sudah terlihat kalau Sasuke begitu kya! Macooo~ *Autor digampar Sasuke*
"Lalu?" Sasuke heran dengan Sakura, tadi Sakura menyuruhnya mencoba baju ini tapi dia malah melarang Sasuke. 'Aneh,' batin Sasuke.
"D-disini," Sakura menunjuk ruangan kecil yang berada di sebelahnya, Sakura membuka pintu ruangan kecil itu. Ruangan untuk mencoba baju.
"Hn," gumam Sasuke, dia memasuki ruangan itu dengan membawa T-shirt, hoodie dan celana jeans.
.
.
.
Cukup lama Sakura menunggu Sasuke keluar dari ruang ganti, ya sekitar sepuluh menit. Apa yang sebenarnya Sasuke lakukan di dalam sana? sekali-kali Sakura merutuki Sasuke yang membuat dia menunggu, karena tidak sabar akhirnya Sakura mengetuk pintu ruang ganti itu.
"Sasuke, sudah selesai?" ucap Sakura sambil mengetuk kecil pintu itu.
"Belum," ucap Sasuke singkat.
"Hah! lama sekali sebenarnya sedang apa sih kamu?" Sakura mendengus kesal.
Tidak ada jawaban dari Sasuke, membuat Sakura semakin kesal dan penasaran, akhirnya Sakura membuka paksa pintu itu dan Sakura cengo melihat Sasuke. Kenapa tidak? dia belum mengganti pakaiannya! membuat Sakura semakin kesal, sepuluh menit Sasuke membuat dia menunggu.
"Sakura," Sasuke memandang wajah emerald Sakura, membuat Sakura terpesona oleh mata onyx Sasuke.
"I-iya Sa-Sasuke?" ucap Sakura, wajahnya mulai memanas.
"Aku tidak-" ucap Sasuke ragu-ragu.
"Tidak?" Sakura mulai penasaran.
"Aku tidak mengerti cara menggunakan benda ini," ucap Sasuke menunjuk hoodie, membuat Sakura sweat drop.
"Y-yang benar?" ucap Sakura tidak percaya, Sasuke hanya mengangguk kecil. Sakura benar-benar tidak percaya dengan apa yang Sasuke katakan, masa menggunakan Hoddie tidak tau caranya. Ini kan sama saja dengan menggunakan T-shirt dan yang lainnya, hanya saja Sasuke perlu menggunakan T-shirt dulu lalu hoodienya. Mau tidak mau Sakura harus membantunya kan?
"Baiklah aku bantu," ucap Sakura masuk kedalam ruang ganti dan menutup pintunya, walaupun perkataan Sakura terasa tenang tapi hatinya sedang berteriak. Dia sangat berdebar-debar berada diruangan kecil bersama Sasuke dan berencana mengganti baju Sasuke, ini pengalaman pertama berdekatan dengan laki-laki dengan jarak yang sedekat ini.
"B-buka bajumu Sa-Sasuke, lalu pakailah T-shirt ini," ucap Sakura, dia langsung berbalik menghadap tembok.
"Hn," beberapa detik Sasuke mengganti pakaiannya.
"Sudah," dengan cepat Sakura membalikan badanya menatap Sasuke yang sudah menggunakan T-shirtnya.
"Wah ukurannya pas, sekarang aku akan membantumu menggunakan menggunakan hoodie ini," Sakura mengambil hoodie berwarna biru tua dan memakaikannya kepada Sasuke. Cukup sulit karena Sasuke lebih tinggi dari Sakura, Sakura memiliki tinggi tubuh 162 cm dan sedangkan Sasuke kira-kira 176 cm membuat Sakura sedikit menjinjitkan kakinya dan mendekati Sasuke. Sakura bisa merasakan nafas Sasuke yang hangat menerpa pipinya, tanpa Sakura sadari dadanya menepel di dada bidang Sasuke. Mata Sasuke sedikit membulat merasakan dada Sakura yang bergesekan dengan dadanya.
"Selesai, Heh? Sasuke kau kenapa?" Sakura bingung karena terlihat wajah Sasuke yang sedikit memerah.
"T-tidak," ucap Sasuke berbohong dan mengalihkan pandangannya kesembarang arah,menutupi wajahnya yang mulai memrah. (ckck Sasuke kau ini mesum *digampar Sasuke* padahal autor yang mesum hihihi…)
"Kau ini aneh," Sakura mengerucutkan bibirnya.
"Baiklah sekarang celana Jeansnya," lanjut Sakura lalu beberapa detik dia baru sadar apa yang dia katakan.
"Sa-sasuke bisa menggunakan jeansnya kan? aku tidak bisa membantumu memakaikannya," Sakura menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal itu dan tertawa kecil. Dan lagi-lagi wajahnya mulai memanas.
"Hn," dengan cepat Sakura keluar dari ruang ganti dan menutup pintunya, kembali keacara menunggu Sang Uchiha keluar.
"Benar-benar memalukan," gumam Sakura sambil menutup mukanya dengan kedua tangannya, berharap tidak ada yang melihat wajahnya yang merah seperti kepiting rebus.
.
.
.
'Klek' Pintu ruang ganti terbuka membuat Sakura terkejut dan mengalihkan pandangan kepada sosok yang keluar dari ruang ganti, Sasuke sudah lengkap dengan pakaian yang diberi oleh Sakura tadi. Sakura begitu terpesona melihat penampilan Sasuke, Sasuke sangat tampan dan keren (Sama aja =.=).
Membuat semua pasang mata yang berada di mall Shibuya beralih untuk menatap sosok anak adam yang begitu menawan. Sakura dengan cepat menggeleng-gelengkan kepalanya berusaha kembali ke alam bawah sadarnya.
Sakura segera membayar baju yang dia beli ke kasir dan pulang kerumah, dan masih sama seperti keberangkatannya ke mall Shibuya tadi. Semua orang terpesona dengan penampilan Sasuke, bahkan jika di hitung jumlah para wanita yang menatap Sasuke lebih banyak dibandingkan yang tadi. Membuat Sakura sweat drop dan mempercepat langkah kakinya.
~My Life~
Setelah berhasil membelikan baju untuk Sasuke dan Naruto, Sakura dan Sasuke kembali ke rumah Sakura. Dan setelah datang kerumah, Sakura langsung memberikan baju untuk Naruto yaitu T-shirt berwarna hitam dan hoodie berwarna orange dan juga celana jeans. Hampir sama dengan yang Sakura belikan untuk Sasuke. Itu karena Sakura tidak terlalu mendalami soal mode untuk laki-laki, dan selama dia bertemu dengan Sasori dia hanya melihat Sasori menggunakan T-shirt atau kemeja.
"Fuih untung saja bajunya pas," Sakura tersenyum melihat Naruto yang sudah menggunakan baju pemberiannya.
"Hehe…Tapi Sakura-chan baju ini agak aneh," ucap Naruto melihat bayangannya di cermin kamar Sakura.
"Tidak-tidak, Kau keren Naruto," Sakura tersenyum, memuji penampilan Naruto.
"Baju untuk teme lebih bagus," Naruto mengerucutkan bibirnya sambil menunjuk kearah Sasuke yang sedang duduk disofa.
"Itu sama saja Naruto," Sakura menyipitkan matanya.
'Ting…Tong…' terdengar suara bunyi bel rumah Sakura.
"Wah ada tamu," Sakura langsung melesat menuruni tangga dan menuju pintu depan, diikuti oleh Sasuke dan Naruto yang berada di belakang Sakura.
'Krek,' Sakura membuka pintu, seketika mata Sakura membulat melihat siapa yang ternyata datang. Sedangkan Sasuke menatap orang tersebut dengan tatapan datar dan Naruto dengan cengirannya.
"SIAPA MEREKA SAKURA!"
TBC
BBA (Basa Basi Autor) :
Uhuk uhuk…*autor kena TBC* wakwakwak…
Bagaimana readers? ceritanya lama-lama garing ya? hiks.. (T_T)
Saya belum ahli membuat fic, masih dalam tahap pembelajaran dan ibarat masih SD kelas 1 hehe…
Dan mungkin agak aneh dibagian penjelasan rumah Sakura, habis saya bingung menjelaskannya bagaimana agar readers mengerti. Karena nanti fic ini sebagian besar latar belakangnya ada di rumah Sakura. Dan untuk masalah baju! jangan di tanya deh saya yang sebenarnya tidak mengerti baju bukan Sakura *dihajar Sakura*
Dan tinggi Sakura dan Sasuke, saya cuma mengarang dengan mengukur tinggi saya dan adik saya, saya tingginya 164 cm cukup tinggikan untuk ukuran perempuan hehe (ga ada yang tanya)
Maaf jika fic saya ANCUR, tapi saya selalu berusaha untuk memperbaikinya. Saya tidak mau membuat para readers kecewa.
Sekian BBAnya (untung bukan BAB wakwak…)
Sekarang untuk balasan Review!
Uryu Ryuzaki : Ya Uryu-san benar masih banyak typo dan untuk kalimat yang 'Bletak!' Sasuke memukul kepala Sasuke dan membuat Naruto sadar. Ini benar-benar memalukan hiks..hiks.. saya merasa gagal (?) (T_T) dan iya itu juga Typo, saya masih belum terlalu mengerti masalah penempatan huruf kapital, kalau Uryu-san tidak keberatan saya mohon bimbingannya XD *puppy eyes* Terima kasih atas Kritik dan Saran Uryu-san, terima kasih banyak! *bow* (^_^)
L-The-Mysterious (Lewat PM hehe.. XD)
Rei-chan : Gomen ne Rei-chan masalah Rasengan dan Rasenan. Sebenarnya saya diberitahu oleh teman saya yang maniak Naruto (Saya 90% Love Naruto *dihajar Masashi*) katanya Rasenan bukan Rasengan tapi saya juga sempat bingung, tapi ya namanya temen saya percaya aja deh hehe… tapi lain kali saya pake Rasengan (^_^) Arigato ne~
Fufu ranmaru : Hihihi… Terima Kasih Fufu-san (^_^) ya kebetulan ide ini terinspirasi dari film' Ink Heart' dan filmnya juga menarik loh! hehe… oh FB? saya punya dan kebetulan nama FB saya sama dengan nama Autor di FFn (^_^) kalau mau lebih lengkap ada di Biodata FFn di sini, ada alamat FB, Twitter, Hello dan Blog saya, bisa dilihat di Bio, Arigato ~
Kazuma B'tomat : Iya ya, Kazuma-san benar Sakura bukan kata ulang. Saya saat menulis kalimat itu juga bingung harus menggunakan symbol apa dan juga untuk angka. Lain kali saya akan lebih teliti (^_^) terima kasih masukannya Kazuma-san *bow* Mohon bimbingannya.
BBA AGAIN! :
Hampir lupa! untuk siapa yang datang ke rumah Sakura…khukhukhu… rahasia… tapi kalau ada yang bisa menebak akanku berihadiah poster Sasuke berpose tanpa baju *mimisan* wakwak.. (Autor mesum)
Belilah di toko terdekat, jika penipuan kami tidak menanggung.. hehe.. bercanda kok.. tebak aja deh siapa *digampar readers*
SAMPAI BERTEMU DI CHAPTER SELANJUTNYA! *lambai-lambai*
Kalau mau Fave autor dan ficnya tidak apa-apa kok! saya senang sekali~ hehe…(Kepedean)
RnR minna?
