Sasuke terbaring sendirian dan terbakar dalam sakit yang amat sangat ketika dia mati.
Bab Dua
Saat Sasuke terbangun, Itachi sedang memperhatikannya.
Sasuke meninjunya dengan refleks, tapi kepalan tangannya hanya membuat suara duk yang lembut di dada Itachi. Itachi berbisik menyuruhnya diam dan memperbaiki posisi tangan Sasuke yang kecil. Pipi Itachi yang lebih bulat dari biasanya seharusnya memberitahunya sesuatu, tapi. Kenapa. Bisa. Begini?!
"Jangan berisik, Otouto."
Itachi lalu mengatakan sesuatu, tapi Sasuke masih memproses kata-katanya yang pertama.
Jangan berisik?
Dia sudah berlatih keras untuk mengalahkan Itachi, mati dengan mengenaskan di tempat antah-berantah, bangun lagi sebagai seorang bayi, dan Itachi menyuruhnya agar jangan berisik?
Sasuke menangis sekencang-kencangnya dan menyaksikan dengan puas ketika wajah Itachi seketika memucat. Sasuke berontak dari gendongan Itachi dan menolak botol susu yang disodorkan padanya. Dia bahkan berhasil menggigit jarinya Itachi. Tapi raungan yang keras membuatnya terdiam, lalu dunia Sasuke mengabur menjadi warna-warni dan berguncang ketika Itachi melompat dan berlari menerobos hutan.
Sasuke mendengar geraman dan teriakan-teriakan panik, seperti ada hewan buas yang terlepas dalam kebun binatang. Sasuke tidak tahu apakah hewan itu sebenarnya membuntuti Itachi atau sekedar melempar bola api dengan membabi-buta, tapi tiga dari bola api itu nyaris mengenainya. Bola api keempat dan kelima mendorong Itachi dengan keras ke arah sebuah pohon yang sedang terbakar.
Sasuke yakin seyakin-yakinnya kalau Itachi menabrak pohon itu, dia pasti tidak akan selamat. Sasuke tidak mau mengulangi episode mati terbakar lagi, tapi dia cuma seorang bayi dan yang dapat dia lakukan hanya memejamkan mata dan menahan napas. Tapi Itachi lantas mengeratkan pegangannya pada Sasuke, lalu dunia berputar dengan sangat cepat. Sasuke terlonjak ketika punggung Itachi menabrak pohon itu.
Bau daging yang terpanggang mencekiknya. Asap tebal membuat matanya sakit. Sasuke sebenarnya tidak terkena apa-apa, tapi dia tidak bisa mencegah tubuh kecilnya merespon stimuli yang menekan panca inderanya, jadi dia kembali menangis. Itachi langsung memeriksa Sasuke, mencari luka di tubuhnya. Ekspresi kalut dan panik di wajah Itachi yang pucat meredam rasa malu Sasuke, tapi monster itu meraung lagi dan Itachi bergegas bangkit lalu kembali berlari.
Itachi berlari dan berlari dan berlari. Sasuke tidak tahu berapa lama Itachi sudah berlari, yang jelas suasana di sekitarnya gelap total ketika dia berhenti. Suara-suara binatang dan semilir angin yang menyibak pepohonan di hutan sudah tidak terdengar lagi. Untuk sesaat yang dapat Sasuke dengar hanyalah denyut jantung Itachi yang berdebar cepat dan rintihan samar dalam tiap tarikan napas kakaknya itu.
Mungkin mereka sedang berada jauh di dalam sebuah gua. Tempat itu sangat dingin, membuat Sasuke mengompol. Sasuke ingin mati saking malunya. Itachi tidak berkata apa-apa, hanya menenangkannya dan mengganti popoknya. Setelah Sasuke kembali terbungkus hangat oleh selimut, Itachi merengkuhnya dalam gendongan dan menawarkan botol susu padanya. Sasuke menyerah. Dia membiarkan Itachi membuainya sampai dia tertidur.
Ketika Sasuke terbangun, dia sudah berada di dalam kamar di rumahnya. Ibunya tersenyum sambil mengelus kepalanya.
Sebenarnya apa yang sedang terjadi? Sasuke menyelidiki aliran chakra di dalam tubuhnya. Sepertinya tidak ada yang aneh. Apakah seseorang sedang menjebaknya di dalam ilusi? Sasuke lalu melakukan pengecekan terhadap genjutsu, tapi dunianya tidak memudar seperti sebuah ilusi dan tidak ada sesuatu pun yang berubah. Sepertinya tempat ini juga bukan surga (apalagi neraka), tapi dia sudah mati di perpustakaan itu, bukan? Lalu kenapa dia terbangun lagi?
Apakah dia sudah terlempar ke masa lalu? Apakah dia dikirim kembali ke sini untuk menyelamatkan keluarganya? Tapi bagaimana caranya? Kejadian apa yang harus dia ubah agar Itachi tidak membunuh keluarga mereka?
Tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan Sasuke, jadi dia hanya berusaha sebaik mungkin untuk memperhatikan tanda-tanda kegilaan pada Itachi.
Tujuh tahun ternyata waktu yang sangat lama. Satu hal yang dia yakini sekarang, adalah semua kenangan masa lalunya yang indah itu nyata.
Itachi senang menemani Sasuke di dekat tempat tidur bayinya. Dia menjaga Sasuke tanpa mengeluh. Dia meninggalkan bukunya dan langsung datang ketika Ibu meminta tolong padanya untuk menyuapi Sasuke. Seluruh wajahnya berbinar cerah ketika Sasuke berhasil berjalan untuk pertama kalinya. Dia selalu ada di sana untuk membantu Sasuke ketika Sasuke tersandung dan jatuh.
Saat Ibu pergi ke luar kota dan Sasuke jatuh sakit, Itachi bergadang dan menjaganya semalam suntuk. Dia menyanyikan lagu nina bobo untuk Sasuke sampai suaranya serak. Dia menggendong Sasuke ke mana-mana dan membacakannya buku-buku cerita. Dia selalu tersenyum dan tertawa ketika sedang bermain dengan Sasuke. Itachi tidak pernah marah ketika Sasuke membuat ulah.
Sasuke terus mengamati dan tidak bisa menemukan satu kejadian pun yang menunjukkan kakaknya senang menyakiti orang lain. Tidak ada nafsu untuk menguasai atau ambisi untuk menjadi yang terbaik. Itachi tidak pernah meremehkan hidup orang lain dan tidak berbuat jahat hanya karena dia bisa (atau ingin tahu apakah dia bisa).
Itachi pasti sangat jago dalam berakting, karena Sasuke sama sekali tidak bisa menemukan tanda-tanda kegilaannya.
Sering kali Sasuke dapat meyakinkan dirinya bahwa kehidupan tragisnya yang dulu itu hanya mimpi buruk semata. Bahwa kali ini pembunuhan keluarganya tidak akan terjadi. Bahwa kali ini semua akan baik-baik saja.
Di kehidupan yang baru ini, Itachi tidak pernah memukulnya barang sekali pun. Tapi tubuh Sasuke seolah terus mengingat saat Itachi mematahkan tangannya di kehidupannya yang pertama. Saat itu terjadi, Sasuke hampir tidak bisa menahan refleks tubuhnya untuk menjauhi Itachi.
Yah, dulu kan dia juga tidak dapat peringatan? Itachi dengan mudahnya menghancurkan kenangan indah yang dulu Sasuke simpan. Pengkhianatan Itachi membuatnya ngilu setiap kali Sasuke melihat ke arahnya, sampai Sasuke mengalami kesulitan untuk tetap berada di dekat Itachi.
Itachi memperlakukan Sasuke seperti biasa, seperti tidak ada sesuatu pun yang salah. Entah kenapa hal itu membuat api balas dendam membakar dada Sasuke. Tidak masalah. Sasuke mengingat dengan jelas seluruh jurus yang sudah dipelajarinya di kehidupannya yang pertama. Dia hanya perlu terus berlatih secara sembunyi-sembunyi.
Kali ini dia tidak akan menjadi orang yang lemah dan berputus asa. Ini adalah kesempatan keduanya yang tidak akan dia sia-siakan.
Dia akan menyelamatkan keluarganya, walaupun jika itu artinya dia harus membunuh kakaknya sendiri.
