Chapter 2

Little Secret

Mind Control Project

Disclaimer : Masashi Kishimoto

Pairing : SasuHina

Rated : T

Sasuke's POV

"Selamat siang, para siswa SMA Konohagakure" Kata Sasame sambil tersenyum manis kearah kumpulan anak yang sekarang sedang duduk sambil sedikit bercanda dengan temannya. Aku hanya melambaikan tanganku sambil berjalan menuju meja dan mempersiapkan proyektor dan laptop yang telah terisi oleh presentasi milik Fuuma Corp.

Yah...! Aku curiga dengan Fuuma Corp. Arashi yang sekarang mungkin sedang tiduran di UKS nampaknya hilang ingatan. Itu wajar sih, jika dia memiliki tekanan darah tinggi, aku mengecek tekanan darahnya beberapa saat yang lalu dan nampaknya lebih tinggi dari tekanan darah normal. Yah...! Mungkin sekitar 160/110 sedangkan normalnya kan 120/80 sehingga kemungkinan besar dia terkena stroke ringan yang diakibatkan oleh penyumbatan pembuluh darah di otak.

Tetapi, dia tidak merasa pening dan migrain. Selain itu, nampaknya tangannya dia tidak tremor sehingga dia tidak terserang Alzheimer (semacam penyakit otak yang menyebabkan hilang ingatan sementara). Lalu bagaimana dia bisa kehilangan ingatannya?

Aku pun teringat dengan cerita Tou-chan beberapa tahun yang lalu saat dia masih menjadi agen sepertiku. Dia menemukan kasus unik dimana seseorang yang tiba-tiba kehilangan ingatannya sehingga menyelidiknya bersama seseorang, yaitu Firmware AMI yang dulu juga agen dengan codename AMI BIOS. Setelah itu, terungkap bahwa ternyata itu adalah proyek CIA yang bertujuan untuk menemukan sebuah racun syaraf. Aku lupa apa formulanya, tetapi proyek itu dinamakan mind control. Ini bukan sekedar konspirasi atau omong kosong belaka. Waktu itu, Amerika ingin menjadi negara adidaya sehingga dia memulai proyek tersebut dengan percobaan pada orang dan mengendalikan orang tersebut menjadi terorisme.

Obat itu memiliki efek, penderita akan kehilangan kesadarannya selama sekitar 24 jam dan kemudian dia akan lesu untuk beberapa jam. Efek obat tersebut akan hilang dalam waktu yang bervariasi dan penderita akan memperoleh kembali ingatannya secara bertahap. Proyek rahasia ini tidak disebarkan atas permohonan CIA dengan syarat CIA harus siap membantu organisasi kapan saja dan menghentikan proyek tersebut.

Artinya, tidak ada orang yang tahu proyek tersebut selain agen CIA dengan pangkat tinggi dan juga agen organisasi yang waktu itu menyelidiki kasus tersebut. Dan itu artinya, Firmware AMI yang telah memanipulasi pikiran Arashi dengan menggunakan formula tersebut karena dia mengetahui proyek rahasia itu. Aku tidak tahu berapa lama dia akan mendapatkan ingatannya kembali, jadi mungkin aku akan menahannya di UKS dan menyelidikinya untuk sementara ini.

Sebelumnya, aku juga curiga dengan gadis bernama Sasame yang sekarang berpresentasi di depanku ini sehingga aku mengetes nya dari mimik wajah dan menanyainya tentang suatu obat syaraf yang lazim digunakan saat ini. Isoprenol, adalah obat untuk mengetes penderita yang sering pingsan, apakah karena kekejangan otot atau karena gangguan syaraf. Tapi nampaknya dia benar-benar tidak tahu tentang obat itu.

Jadi kemungkinannya, Firmware AMI berada dibelakang Fuuma Corp. Selain itu, ketika aku mendapat SMS dari bootloader, aku mengerti kalo dia ternyata berpikiran sama denganku dan melihat kejadian yang sama. Sehingga, kemungkinan besar Fuuma Corp. akan merekrut pagawai dari para siswa SMA yang berbakat dengan presentasi para pegawainya.

Fuuma Corp. adalah perusahaan yang bergerak dibidang teknologi. Dia memproduksi hampir semua alat teknologi, seperti PC, notebook, ponsel dan bahkan dia mempunyai sistem operasi resmi untuk semua produknya. Sehingga jika dia mau merekrut pegawai, maka harusnya dia akan merekrut dari sekolah yang sudah terkenal piawai dalam memanipulasi komputer. Dan ketika kutanyakan pada Sasame, ternyata benar jika perusahaan hanya mengirim ke beberapa sekolah di Jepang.

Dan, ketika dia menyebutkan satu persatu, aku memperkirakan bahwa bootloader sekarang berada di Otogakure. Gak masalah, aku akan gunakan dobe untuk menyelidikinya. Doba adalah teman baikku, namanya Naruto, Uzumaki Naruto. Dia anak inspektur kepolisian Oto dan sangat bisa diandalkan dalam mengumpulkan data karena ayahnya polisi.

Satu hal yang membingungkanku adalah, kenapa Arashi di racun sehingga hilang ingatan? Pertanyaan ini yang membuatku tertarik sehingga sekarang aku akan mempelajari tentang Fuuma Corp. lebih dalam lagi. Jadi, aku menawarkan bantuanku untuk presentasi demi mendapatkan informasi tentang Fuuma Corp. Itu mudah saja, ketika presentasi berakhir dan sesi pertanyaan dimulai, aku akan mem-freeze tampilan proyektor dan mengcopy data penting dari laptop ini.

Aku bisa saja mencopy data sebelum mulai tadi, tapi akan terlalu beresiko mengingat Sasame pasti akan curiga kenapa proyektornya masih belum siap.

"Yah...! Ada pertanyaan?" Tanya Sasame. Para siswa langsung berebutan untuk bertanya pada cewek manis yang satu ini. Nampaknya hanya para siswinya yang berminat, sedangkan para siswanya lebih cenderung menanyakan hal aneh tentang Sasame, yah...! Menggodanya lah. Aku pun dengan cekatan langsung mem-freeze tampilan proyektor dan melihat semua data sambil mendengarkan ocehan siswa-siswa. Barangkali ada yang mau ditanyakan padaku.

"Eh...! Yang dibelakang ngapain tuh, gak ikut jawab pertanyaan ya?" Suara seorang cewek menyeruak masuk kedalam telingaku. Suara ini? Aku kenal dengan suara ini. Kuangkat kepalaku dan menemukan seorang cewek dengan rambut indigonya yang terurai panjang sedang nyengir kearahku.

"Cepat kemari dong, Sasuke" Kata Sasame sambil melambaikan tangannya kearahku. Aku pun me-minimize tampilan copy sehingga tidak dicurigai oleh Sasame dan kemudian aku berjalan menuju Sasame.

"Apa ada yang ditanyakan lagi?" Kata Sasame dengan nada yang ceria.

"Ada sesuatu yang mengganggu benakku. Boleh kutanyakan" Kataku. Sasame nampak sedikit terkejut dengan pertanyaan yang berasal dari sampingnya tadi. Beberapa saat kemudian dia tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.

"Fuuma Corp. akan merekrut pegawainya dari sekolah-sekolah kan? Aku yakin perusahaan besar seperti Fuuma Corp. tidak akan sembarangan untuk merekrut pegawainya. Apalagi sampai blusukan ke SMA gini, harusnya kan ke SMK? Jadi, mungkin akan ada seleksi atau tes untuk masuk. Tesnya apa ya?" Kataku. Suasana hening sejenak, kulihat para siswa yang sedang duduk sambil melongo.

"Baka, tadi itu belum diterangin sama Nee-chan" Bisik Hinata yang waktu itu memang sedang duduk dengan Sakura di barisan paling depan. Nee-chan, panggilan apaan tuh? Dia kan bukan kakaknya. Selain itu, masih lebih manis dan imut Hinata lagi dan gak ada mirip-miripnya sama Sasame (meski Sasame juga cantik sih)

"Si ayam itu ngomong apa sih? Itu tadi kan cuman presentasi perusahaan doang" Keluh Sakura pada Hinata. Ups...! Aku tadi sangat serius memperhatikan presentasi di layar laptop sehingga tidak mendengarkan apa yang dijelaskan sama Sasame.

"Darimana kau tahu itu?" Kata Sasame dengan nada penasaran.

"Perkiraanku aja" Kataku dengan nada enteng. Gak lucu kan kalo aku nyengir sambil garuk-garuk kepala terus bilang 'Soalnya ada orang jahat di perusahaan kalian sehingga aku akan kesana untuk menangkapnya'

"Oh...! Baiklah, memang adik-adik. Kami berencana mau merekrut pegawai di SMA, jadi perusahaan kami mengirimkan sepuluh tim untuk presentasi ke sekolah favorit di Jepang" Kata Sasame yang langsung disambut dengan sorak riuh dari para siswa dan siswi. Beberapa dari mereka tanpa basa-basi langsung bertanya tentang gaji dan rumah dinas dan sebagainya. Aku yang waktu itu bertanya duluan jadi merasa dikacangin.

"Hei...! Hei...! Tesnya" Kataku yang gak terima bila pertanyaanku belum dijawab. Karena aku juga tertarik dengan perusahaan terselubung ini.

"Oh...! Iya. Jadi karena kami adalah perusahaan besar, jadi kami tidak bisa sembarangan dalam merekrut pegawai. Kalian akan menjalani semacam tes terlebih dahulu agar bisa diterima" Kata Sasame sambil menatap serius kearah para siswa. Para siswa juga lagsung diam dan mendengarkan dengan serius penjelasan dari Sasame.

"Kalian harus melewati seleksi yang ketat, kalian akan di tes dan yang menjadi tiga besar di seluruh Jepang ini yang akan masuk dalam perusahaan" What the...? Tiga besar? Sepuluh SMA favorit di Jepang dan hanya diambil tiga? Oh...! Bukan masalah, nampaknya kali ini aku harus sedikit serius dalam belajar. Tapi, nampaknya aku optimis sekali, pasalnya aku juga sudah pernah juara semacam itu beberapa kali.

"Sasuke, gak usah ikut deh mendingan"

"Iya, kamu juga, Hinata. Kita kan jadi gak ada harapan buat cari pekerjaan layak"

Suara-suara semacam itu langsung berhamburan dari mulut para siswa dan siswi yang nampaknya gak terima bila aku ikut dalam tes tersebut. Sudah kubilang kan? Aku dan Hinata terkenal di sekolah sini. Aku selalu meraih rangking parallel dalam dua semester di kelas 11 dengan Hinata di bawahku. Para guru juga tahu tentang hubungan kami dan nampaknya sedikit segan dengan kami, karena kami berdua memang sering bersama (kadang mesra juga) di sekolah tapi tidak ditegur tuh sama guru. Mungkin dikira belajar kali.

"Tes ini akan diadakan satu bulan lagi secara online dan bersamaan dengan semua sekolah yang kami kunjungi saat ini" Kata Sasame yang mencoba untuk mengendalikan suasana. Eh...! Jadi aku harus bersaing dengan bootloader untuk yang satu ini? Dia pasti juga berhasrat untuk menyelidiki Fuuma Corp. lebih dalam lagi, sama seperti hasratku. Bila demikian, nampaknya dia akan menjadi saingan terberatku saat ini.

"Tes ini berlangsung selama lima jam mulai dari jam 13.00 – 18.00 dan hanya terdiri dari lima soal. Sedikit hint saja, soal itu merupakan soal jenis Competitive Programming, Metematika Diskrit, Simulation Gaming, Security Simulation, User Interface Designing" Kata Sasame. Para siswa yang mendengarnya pun langsung melongo dengan wajah bayi. Aku tahu semua itu, itu sedikit dari keahlianku. Akan jadi persaingan yang menegangkan bila lawanku adalah bootloader, orang yang setara denganku.

"Hah...! Apaan tuh?"

"Bahasanya rumit bener"

"Aduh...! Gue gak jadi ikut deh"

Keluhan demi keluhan langsung meluncur dari mulut para siswa yang sedang mendengarkan presentasi tersebut. Aku hanya sedikit tersenyum sinis pada siswa dan kemudian kembali menuju laptop presentasi tersebut. Yah...! Nampaknya waktu benar-benar tidak terasa sehingga begitu kuangkat kepalaku untuk melihat jam didepan yang sudah menunjukkan pukul 10.05. Waktunya istirahat.

"Yah...! Nampaknya perjumpaan kita kali ini kita akhiri disini saja ya. Kasihan kan kalo kalian gak istirahat nanti" Kata Sasame sambil tersenyum kearah para siswa. Para siswa pun bersorak riuh. Biasa, cari perhatian. Ada yang katanya rela gak istirahat, ada yang masih seru, ada yang bla...! bla...! bla...! Udah biasa kali

Aku pun menggenggam flashdisk yang tadi sudah kugunakan untuk mengopy data dari laptop ini dan meletakkannya disakuku sebelum aku ikut membereskan laptop beserta proyektor dan kemudian keluar dari aula bersama dengan Sasame.

"Tunggu, Sasuke-kun" Kata seseorang. Aku dan Sasame pun menoleh kearah suara yang nampaknya berasal dari cewek berambut indigo yang tengah berlari kearahku. Hinata? Dia pun sampai didepanku sambil terengah-engah.

"Kalian berdua mau ke ruang guru kan? Aku ikut" Katanya sambil menggandeng tanganku. Kayaknya dia cemburu deh kalo aku jalan bareng sama Sasame. Cewek kan selalu gitu, mereka gak mau lihat cowok mereka jalan sama cewek lain sementara dia bisa bebas bergaul sama siapa saja.

"Pacarmu?" Kata Sasame sambil menunjuk kearah Hinata. Aku hanya menganggukan kepalaku mendengar ucapannya tadi.

"Kau cemburu, eh?" Kataku dengan sedikit seringaian sinis kearah Hinata. Hinata nampak memalingkan mukanya sambil mencoba untuk tetap berwajah datar.

"Bukan gitu, aku cuma..."

"Dia memang cemburu kok, Sasuke" Kata cewek berambut pink yang tiba-tiba saja nimbrug pada pembicaraan kami. Hinata hanya mengirimkan deathglarenya pada Sakura yang tiba-tiba datang.

"Gak usah cemburu lagi. Aku juga sudah punya pacar kok. Kalian berdua duluan aja deh, aku akan bawa laptop sama proyektornya ke ruang guru" Kata Sasame sambil tersenyum kearah Hinata. Yah...! Nampaknya pacarnya adalah korban Firmware AMI yang sekarang sedang terbaring di ruang UKS.

"Aku mau bicara pada kak Arashi" Kataku sambil berjalan mendahului mereka. Kulihat dua orang cowok yang memakai almamater yang sama dengan Sasame sedang menunggu didepan ruang UKS. Ruang UKS dekat dengan ruang guru sehingga bila ada apa-apa guru bisa langsung bertindak. Nampaknya mereka selesai dengan presentasi di sekolah lain.

Dan disamping dua orang itu, seorang cewek imut dengan rambut keemasan nampak sedang duduk dengan wajah yang pucat dan mata yang berkunang-kunang. Aku kenal dengan cewek itu, dia adalah adik kelasku, Miyuki Makoto. Dia adalah adik seorang agen CIA yang bernama Kimimaro, dan juga merupakan incaran dari Firmware AMI karena dia telah bekerja sama dengan Natsue sehingga nyawanya terancam. Tetapi berkat tipuan dari Itachi, kami berhasil membuat Firmware AMI berpikir bahwa Miyuki telah mati sehingga dia bisa hidup aman.

Sedangkan Kimimaro, adalah agen CIA yang sedang bertugas dan sekarang menjadi seorang vokalis band Hebi yang tengah naik popularitasnya. Kabarnya dia akan mulai untuk debut solo, tapi tampaknya dia ingin debut solo supaya dia bisa bebas mengintai sebagai agen.

"Hai...! Miyuki-chan" Sapaku pada gadis yang tengah menunduk lesu tersebut. Cewek itu pun mengangkat wajahnya dan kemudian tersenyum lemah kearahku dengan wajah yang pucat. Nampaknya dia kelelahan, sehingga daya tahan tubuhnya menurun. Yah...! Masuk angin lah istilahnya.

"Kagero, Kotaro, kalian sudah selesai?" Kata Sasame yang nampaknya menyapa dua orang cowok dengan almamater perusahaan ini. Kulitnya gelap, sedikit coklat dengan rambut yang berwarna coklat, meirip seperti Arashi.

"Yah...! Kami baru dari Otogakure boarding school. Disana muridnya genius yah? Kayaknya yang masuk bakalan dari sana deh. Nampaknya Arashi masuk UKS ya" Kata salah seorang dari dua cowok tersebut. Aku tidak tahu mana yang Kagero dan mana yang Kotaro. Oh...! Ada nama di dada bagian kirinya. Fuuma Kagero, jadi yang bicara tadi Kagero.

"Tapi, kenapa kalian berdua berada disini? Tidakkan kalian berdua bisa masuk kedalam?" Kata Sasame dengan wajah heran. Aku juga berpikir begitu, Miyuki-chan yang nampak sakit pun sekarang hanya duduk dengan wajah pucat didepan UKS. Bukankah dengan begitu daya tahan tubuhnya akan semakin menurun?

"Tadi kami sudah masuk sih, tapi setelah kami keluar Arashi mengunci pintunya" Kata Kotaro. Apa? Aku pun langsung melompat kearah pintu dan menggedor-gedor pintu UKS yang terkunci tadi.

"Hei...! Kak Arashi, bukakan pintunya, adik kelasku ada yang sakit nih. Ranjangnya disana ada dua kan?" Teriakku sambil menggedor pintu.

"Sudah, gak papa kok. Sasuke-senpai" Kata Miyuki dengan seulas senyuman lemah. Hidungku pun mencium bau yang aneh, seperti bau asap dari dalam. Jangan-jangan...! Sialan...! Kenapa bisa jadi begini?

"Hinata, cepat kau panggilkan tukang kebun. Dia memiliki kunci master semua ruangan di sekolah ini" Kataku. Hinata pun langsung tanggap, nampaknya dia sudah terbiasa dengan sikapku yang tiba-tiba berubah drastis setelah menemukan sesuatu. Itulah yang aku suka dari Hinata selain wajah imutnya, dia mempertimbangkan semuanya dan melihat melalui perspektif orang lain. Dia tahu bahwa aku punya kemampuan berpikir cepat sehingga dia selalu percaya padaku.

"Tenanglah, Sasuke. Biar kubujuk dia" Kata Sasame sambil tersenyum kearahku. Aku pun mundur dari depan pintu dan mempersilahkan Sasame untuk membujuk Arashi.

"Arashi, maaf aku telah memarahimu tadi. Tapi, tolong buka pintunya dong. Kasihan nih, ada yang sakit, mukanya udah pucat banget tuh kedinginan disini" Kata Sasame dengan suara manja. Aduh...! Perutku langsung mules mendengarnya, Hinata jarang sekali bersuara manja seperti itu, sehingga aku tidak terlalu terbiasa dengan desahan manja.

"Ini, Sasuke-kun" Kata Hinata yang langsung datang dengan kunci masternya. Pak tukang kebun itu pasti gak datang, nampaknya dia senang godain siswi yang lagi istirahat. Aku pun maju dan meminta Sasame untuk mundur dari pintu. Begitu kubuka pintu tersebut, terpampanglah pemandangan yang amat sangat mengerikan.

Sosok tubuh laki-laki, tengah tergantung dengan tirai. Jadi ruang UKS itu terdiri dari dua ranjang yang dipisahkan oleh tirai. Ranjang sebelah kanan tampak awut-awutan dan ranjang sebelah kiri masih rapi. Arashi tergantung di tengah ranjang tersebut dengan tirai yang melilit lehernya. Wajahnya nampak mengerikan, matanya melotot, lidah terjulur dan mulutnya menganga lebar, seolah dia telah melihat pemandangan yang mengerikan.

"KYAAAAAAAAA" Teriak Sasame. Teriakannya begitu keras dan nampaknya akan membangunkan para guru dari istirahatnya.

"Jangan masuk dulu" Seruku pada dua orang yang nampaknya akan masuk kedalam TKP.

"Meskipun ini bunuh diri, kalian tidak boleh sembarangan masuk kedalam TKP. Hinata, panggil polisi dan tolong antar Miyuki-chan untuk periksa ke puskesmas saja" Kataku sambil mengambil sapu tanganku agar sidik jariku tidak tertempel.

"Bunuh diri yah?" Kata Hinata sebelum dia pergi.

"Tidak, nampaknya ini pembunuhan"

TBC

Sekali lagi, benang merah antara Sasuke dan Firmware AMI terputus kembali? Benarkah ini pembunuhan? Siapakah pelakunya? Bagaimana persaingan antara Sasuke dan bootloader akan berlangsung?

Analisis yang panjang dari Sasuke untuk menemukan sebuah benang merah yang lagi-lagi harus terputus oleh pembunuhan. Apakah Firmware AMI yang bertindak lebih dulu? Dan siapakah identitas bootloader yang disebut-sebut saudara Sasuke?

Happy Read