Summary: Sakura teman kecil sasuke ternyata menyukai sasuke yang kini telah bertunangan tapi bagaimana perasaan sasuke saat sakura menghilang dan kembali tengah mengidap penyakit yang membuat umurnya tak akan lama?
Disclaimer: naruto masih punyanya Masashi Kishimoto
Warning: AU/OOC/ Typo bertebaran /dll dsb.
Don't like don't read okeh?
.
.
"S-ssas-suk-ke..." lidahnya kini terasa kelu.
Perlahan Sakura melangkahkan kedua kakinya untuk meninggalkan tempatnya, air matanya kini telah memenuhi pelupuk matanya, badannya pun ikut bergetar sampai tiba – tiba…
Duggg…
Ya, Sakura menabrak seseorang didepannya hingga mereka berdua terjatuh.
"Sakura-chan apa yang kau lakukan?" Tanya Sasori yang ternyata tak sengaja ditabrak Sakura.
"Sakura-chan?" panggil Sasori membantu Sakura untuk berdiri. Sasori begitu terkejut melihat Sakura, Sakura saat ini terlihat begitu menyedihkan, matanya sembab dan badannya bergetar hebat.
"Sakura-chan ini kotakmu yang jatuh tadi, Sakura-chan kenapa? Ceritakan semuanya padaku.." ucap Sasori sembari memberikan bekal Sakura dan kemudian menarik tangan Sakura menuju bangku yang berada di dekat air mancur taman belakang sekolah yang terbilang cukup sepi.
"apa Sakura-chan ada masalah?" tanya Sasori sambil mengusap air mata yang membasahi wajah Sakura.
"Sasori-nii..." panggil Sakura, membuat Sasori menengadahkan wajahnya menatap sepasang emerald sendu itu.
"ya Sakura-chan? Katakan saja..." ucap Sasori berusaha menenangkan Sakura.
"Sasori-nii, apa salahku? apa kami-sama membenciku?" tanya Sakura diikuti isakannya yang bertambah keras.
Sasori yang melihat itu segera memeluk sakura agar Sakura merasa tenang.
"apa yang membuat Sakura-chan berkata begitu?" Tanya Sasori dengan lemah lembut.
"aku sudah tidak punya siapa – siapa lagi, tidak ada orang yang mencitaku dengan tulus, semuanya telah hilang, orang tuaku meninggalkanku aku tidak punya keluarga lagi, orang yang aku cintai sudah memilih untuk bersama orang lain, dan juga-" kata – kata Sakura terputus.
"dan juga apa Sakura-chan?" tanya Sasori penasaran, tetapi sudah lama Sakura terdiam Sakura tak kunjung menjawab pertanyaan Sasori.
"Sakura-chan?" ucap Sasori lembut.
"ah tidak.. tidak… apa kakak sudah makan?" Tanya Sakura terlihat mengalihkan pembicaraan.
"belum hehe, Sakura-chan senyum dong…" ucap Sasori mencubit pipi imut Sakura.
"iya ya kak, aduh sakit tau..." ucap Sakura memasang senyumnya, Sasori kemudian mengacak – acak rambut Sakura, walaupun Sasori sebenarnya tahu Sakura sedang memasang senyum palsunya.
"kak ini aku punya teriyaki, ayo kita makan..." ucap Sakura sambil membuka kotak makannya.
"tidak mau..." ucap Sasori, "ayo lah kak istirahat akan berakhir sebentar lagi…" ucap Sakura sembari menggembungkan pipinya.
"tapi ada syaratnya Sakura-chan..." balas Sasori cepat.
"memangnya apa syaratnya? Cepaattt.." ucap Sakura sambil melihat jam tangannya.
"suaapp…" balas Sasori menahan tawanya.
"iya tapi aku juga pingin disuap juga, sudah lama aku-" ucapan Sakura terputus oleh telunjuk Sasori yang kini berada di depan bibirnya.
"stooppp, aku hanya bercanda Sakura-chann..." balas Sasori dan mengambil sepasang sumpit yang ada di dalam kotak bekal tersebut.
"itadakimasu.." ucap mereka berdua bersamaan. Tanpa mereka sadari sepasang mata onyx dari kejauhan telah memperhatikan mereka dengan tatapan sinis.
Kriinngggg…
Bel pulang sekolah berbunyi, seperti biasa sakura menunggu Sasuke untuk pulang bersama. Sakura berjalan menuju parkiran sepeda motor, di sana masih tampak sepeda motor Sasuke.
"sepertinya Sasuke belum pulang..." ucap Sakura sembari melihat jam tangannya yang menunjuk pukul tiga sore, 'satu jam lagi aku harus ke rumah sakit...' gumam Sakura.
Sakura menolehkan kepalanya ke kanan kiri, tetapi sudah setengah jam Sakura menunggu Sasuke belum juga menampakkan batang hidungnya. Sedangkan parkiran kini telah sepi karena banyak siswa – siswa yang sudah pulang.
10 menit
20 menit
30 menit
Akhirnya Sasuke menunjukkan batang hidungnya juga, senyum manis terukir di wajah Sakura sampai ia melihat Tayuya berada di sebelah Sasuke sedang menggandeng tangan Sasuke. Senyuman yang tadinya bertengger di wajah Sakura menghilang seketika.
"Sasuke ayo kita pulang bersama..." ajak Sakura sambil melambai – lambaikan tangannya berharap Sasuke membalas lambaian tangannya, tapi harapan Sakura harus pupus karena yang ada Sasuke tidak menghiraukan keberadaan Sakura.
"Sasuke aku tunggu di depan ya..." ucap Sakura menyalakan mesin sepeda motornya, Sakura berusaha bersabar menghadapi Sasuke yang sedari tadi mengacuhkannya.
Sakura mengarahkan pandangannya pada jarum jam tangannya yang telah menunjuk pukul empat kurang, Sakura melihat ke belakang tetapi Sasuke tak kunjung keluar dari halaman sekolahnya. Sakura memutuskan untuk melihat Sasuke kembali ke tempat Sasuke memarkirkan sepeda motornya tadi, tetapi baru saja sakura turun dari sepeda motornya Sasuke telah mengendarai sepeda motor ninjanya dan dibelakangnya sepasang emerald indah itu menangkap Tayuya yang memeluk Sasuke dengan mesranya.
'usahaku sia – sia lagi ya Sasuke...' gumam Sakura memperhatikan Sasuke yang telah menghilang bercampur dengan kendaraan lain.
"Sakura-chan..." Sasori menepuk bahu Sakura.
"aisshhh, kakak ini mengagetkanku saja..." balas Sakura tangannya memegangi jantungnya seraya menaiki sepeda motornya.
"Sakura-chan tunggu, mau kemana?" Tanya Sasori memarkirkan sepeda motornya di dekat sepeda motor Sakura.
"aku mau ke rumah sakit Sasori-nii, aku kerja paruh waktu disana kalau Sasori-nii?" Tanya Sakura.
"ayo kuantar, aku mulai bekerja nanti jam lima sore di distro dekat rumah sakit konoha.." Ucapnya seraya memakai helm hitamnya.
"Sasori-nii bekerja di distro akatsuki?" Tanya Sakura.
"aku dan Deidara bekerja di sana, memangnya kenapa Sakura?" Tanya Sasori penasaran.
"wah ternyata selama ini tempat kita bekerja dekat sekali ya, aku bekerja di rumah sakit konoha kak..." balas Sakura cepat.
"oh ya? Kalau begitu nanti Sakura-chan pulang jam berapa?" Tanya Sasori lagi.
"aku pulang tengah malam, tapi tegantung shiftnya juga sih kak..." balas Sakura.
"oke setiap hari aku akan menjemputmu ya, kita pulang bersama..." ajak Sasori menaiki sepeda motornya.
"oke, ayo kak berangkat aku sudah telat…" ucap Sakura sembari menyalakan mesin sepeda motornya diikuti Sasori dibelakangnya.
Sesampainya di depan rumah sakit konoha Sakura menghentikan laju sepeda motornya, ia memilih menuntun sepeda motornya ke tempat parkir yang berada di dekat taman rumah sakit.
"Sasori-nii aku duluan ya..." ucap Sakura sambil melambaikan tangannya.
"oh iya Sakura, jaa..." balas Sasori diikuti lambaian tangannya.
Sakura memarkirkan sepeda motornya dan berlari memasuki gedung putih yang terlihat begitu megah itu. Sakura berjalan cepat menuju ruang perawat, ia melihat jam yang bertengger di pergelangan tangannya, 'aduh bakalan telat nih...' gumam Sakura memasukkan tasnya ke loker miliknya dan segera mengganti bajunya.
"Sakura-chan?" panggil Shizune dari luar ruangan perawat.
"ada apa Shizune-sama? Maaf aku baru datang..." ucap Sakura menundukkan kepalanya.
"tak apa Sakura-chan, lebih baik sekarang kamu segera melaksanakan pekerjaanmu sebelum Tsunade-sama datang dan terakhir jangan terlalu capai ya Sakura-chan dan teratur minum obat yang telah kuberikan padamu..." ucap Shizune, dokter yang merawat pasien – pasien kanker di rumah sakit ini.
Sakura mengambil meja dorong telah berisikan makanan dan obat – obatan untuk pasien – pasien dan segera berlalu setelah ia menundukkan badannnya di hadapan Shizune. Sakura menaiki lift dan menekan lantai lima tempat pasien – pasien yang terkena kanker dirawat, di rumah sakit konoha lantai – lantai dibedakan sesuai jenis penyakitnya, dan juga para perawat juga bertanggung jawab pada lantai berapa ia ditugaskan.
Sakura mengetuk kamar pertama yang berada di dekat lift tersebut. Seperti biasanya, pasien pertama yang ia rawat adalah sai.
tok tok tok…
"masuk..." jawab pasien yang ada di dalam kamar.
"ogenki desuka Sai-san? (apa kabar sai?)" tanya Sakura dengan ceria.
"hai genki desu Sakura-san... (ya baik – baik saja Sakura...)" balas sai memasang cengiran khasnya.
"Sai-san ini seperti biasa kubawakan makanan dan juga obat untukmu.." ucap Sakura meletakkan makanan dan obatnya di meja dekat tempat tidur Sai.
"mana paman Danzo? Sudah lama aku tidak melihatnya..." ucap Sakura membuka pembicaraan.
"oh tou-san, saat ini ia sedang berada di Tokyo ada urusan dengan rekan bisnis katanya…" jawab Sai yang mulai menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya.
"memangnya Sai-san tidak punya saudara sepupu? Yang kutahu, yang sering menjenguk Sai-san hanya ayahmu saja..." ucap Sakura sembari membereskan ruangan kamar sai.
"sebenarnya aku punya kakak, tetapi ia meninggal dua tahun yang lalu karena penyakit yang sama denganku..." jawab Sai tatapannya kini menjadi sendu.
"maaf Sai-san..." ucap Sakura menundukkan kepalanya.
"tak apa Sakura-chan, lagi pula aku masih memiliki saudara sepupu, umurnya sama sepertiku tapi dia itu seperti robot saja menurutku sedangkan Ibu dan kakaknya, mereka sangat ramah..." jawab Sai menyunggingkan senyum.
"jadi begitu, kau masih beruntung Sai-san..." Sakura menengadahkan kepala pinknya menatap langit sore dari jendela kamar Sai yang terbuka.
"dan kau tahu Sakura-san, bulan depan saudaraku akan melaksanakan pertunangannya dan sebelum acaranya diadakan mereka akan menjengukku dulu…" ucap Sai dengan antusias.
"oh ya? Bukankah umurnya masih seumuran kita?" Tanya Sakura bingung.
"iya sih, tapi entahlah aku sendiri bingung…" jawab Sai disambut tawa oleh mereka berdua.
"Sai-san, sekarang aku pergi dulu aku mau mengurus pasien lain..." ucap Sakura yang sedang merapikan alat makan Sai dan langsung pergi dengan menutup pintu sepelan mungkin.
Sakura berjalan ke kamar lain dan seterusnya seperti itu.
Sakura menatap jam tangan yang saat ini telah menunjuk tengah malam.
"akhirya selesai juga…" ucap Sakura merenggangkan otot – ototnya yang kaku karena bekerja.
Sakura segera membereskan pekerjaannya dan kemudian berjalan menuju ruangan perawat, Sakura mengambil tasnya dan segera berlari menuju lift untuk turun ke lantai dasar menemui suster yang akan menggantikannya.
Ting…
Pintu lift terbuka, menampakkan matsuuri yang juga sedang menunggu lift untuk naik ke atas.
"Sakura-san..." sapa Matsuuri sembari melambaikan tangannya.
"oh Matsuuri-san..." balas Sakura diikuti senyum yang terukir manis di wajahnya.
"oh iya Sakura-san, tentang itu aku telah menyetujui untuk menggantikan pekerjaanmu..." ucap Matsuuri diikuti tangannya yang menepuk – nepuk pelan bahu Sakura
"arigatou Matsuuri-san..." balas Sakura membungkukan sedikit badannya.
"aku duluan ya Sakura-san, jaa mata... (sampai bertemu besok)" ucap Matsuuri sebelum pintu lift tertutup pada sakura.
Sakura kembali melanjutkan langkahnya menuju sepeda motornya yang terparkir di dekat taman rumah sakit konoha. Sakura mengenakan helmnya dan saat hendak menaiki sepeda motornya tiba – tiba saja dari belakang seseorang mengagetkannya.
"Sakura-chaann..." teriak sasori secara tiba – tiba menepuk pundak Sakura dari belakang.
"Sasooriii-nii..." teriak Sakura memukul kecil lengan Sasori.
"hehe gomen ne Sakura-chan..." ucap Sasori merangkul pundak Sakura.
"huuu, kalau aku mati disini bagaimana hah?" ancam Sakura melepaskan rangkulan Sasori.
"hehe, Sakura-chan gomen yaa..." ucap Sasori memasang puppy eyesnya.
"dasar kakak..." ucap Sakura mendecih diikuti gelak tawa keduanya.
"lihat, ini sudah tengah malam Sakura-chan ayo kita pulang..." ajak Sasori menaiki sepeda motornya.
Sasuke pov
Aku menghempaskan tubuhku pada kasur mencoba memejamkan mataku, tetapi sudah berulang kali aku mencoba untuk bisa terlelap tetapi itu semua sia – sia apalagi ini sudah tengah malam lewat.
Aku keluar dari kamarku untuk mengambil segelas air putih untuk mengobati rasa haus tenggorokanku, setelah selesai aku berjalan kembali menuju kamarku yang berada di lantai dua. Dari luar rumah terdengar suara mesin sepeda motor yang sepertinya tidak asing lagi di telingaku, aku membuka pintu rumahku dan melihat sakura. Sakura memang biasa pulang tengah malam, 'dia kan..' aku mengingat kejadian tadi siang di taman belakang sekolah.
'apa yang mereka lakukan, ck..' gumamku kesal entah kenapa aku jadi merasa kesal begini, segera aku menutup pintu rumahku dengan kesal, dan segera memasuki kamarku berharap rasa kantukku segera datang.
end sasuke pov
"kak, terima kasih sudah mengantarku pulang..."ucap Sakura membungkukkan sebagian badannya.
"hey Sakura-chan, tidak usah terlalu formal begini hehe" balas Sasori cepat.
"hehe kalau begitu kakak hati – hati ya dijalan..." ucap Sakura saat Sasori memutar sepeda motornya.
"iya Sakura-chan, besok pagi kujemput ya..." ucap Sasori sambil memakai helmnya.
"emm, terserah kakak saja kalau tidak merepotkan…" jawab Sakura menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"baiklah kalau begitu, jam 6 ya..." ucap Sasori menyalakan mesin sepeda motornya meninggalkan Sakura yang masih berada di depan pintu rumahnya.
"jaa…" balas Sakura pelan diikuti lambaian tangan kecilnya mengantar kepergian Sasori.
Setelah bayangan Sasori sudah tidak terlihat lagi Sakura masuk ke dalam rumahnya. Ia meletakkan tasnya di kursi yang berada di kamarnya. Ia membuka tasnya dan segera mengerjakan tugas – tugasnya, setelah beberapa lama kemudian Sakura akhirnya selesai juga. Ia merapikan buku - bukunya dan memasang alarm di dekat kasurnya, Sakura merebahkan tubuhnya di atas kasur mencoba mengingat – ingat kejadian tadi siang ,ia memutar badannya melihat jam yang berada di dekat kasurnya menunjuk pukul dua pagi.
'tinggal satu minggu lagi...' gumam Sakura memejamkan matanya.
Kriingggg
Alarm Sakura berbunyi, perlahan Sakura membuka matanya dengan malas ia mematikan alarmnya, menyibakkan selimut dan membuka jendela kamarnya. Matahari belum tampak sepenuhnya, segera Sakura bergegas ke kamar mandi.
Tak lama kemudian Sakura keluar dari kamar mandi dan segera membuka lemari pakaiannya. Karena sekarang hari Sabtu Sakura memakai seragam berwarna biru tua dengan rok selutut dan kemeja dengan lengan panjang di sertai pita merah kecil di kerahnya.
Sakura melihat dirinya di depan cermin kamarnya, ia menyisir rambutnya perlahan menguncir ekor kuda dan memberikan sedikit bedak pada wajahnya yang terlihat pucat, sekarang Sakura terlihat cantik di depan cermin ditambah jam tangan yang ia pakai semakin mempercantik penampilannya.
Sakura keluar dari kamarnya menuju ke dapur untuk membuat bekalnya, ia membuka lemari kecilnya dan menemukan beberapa bahan makanan. Sakura segera membuat bekalnya, ia melihat jam yang bertengger dipergelangan tangan kirinya, yang menunjuk pukul 6 kurang lima menit.
Tok tok tok…
Suara pintu rumah Sakura yang diketuk dari luar menghentikan kegiatannya, Sakura berjalan cepat menuju pintu rumahnya. Sakura melihat keluar dari jendelnya, ternyata Sasori yang mengetuk pintu rumahnya. Sakura membersihkan tangannya dan membuka into rumahnya.
"oh kakak, ayo masuk dulu aku masih membuat bekal…" menarik tangan Sasori menuju kursi yang berada di ruang tamu.
"oh iya Sakura-chan, aku akan menunggu..." ucap Sasori mendudukkan dirinya di kursi.
"hehe sebentar ya kak..." ucap Sakura melangkah menuju dapurnya.
Tak beberapa lama kemudian Sakura keluar dengan membawa kotak bekalnya menghampiri Sasori.
"ayo kita berangkat..." ajak Sakura menarik tangan Sasori.
"hehe ayoo..." balas Sasori.
Sasori berjalan menju sepeda motornya sedangkan Sakura mengunci rumahnya, Sakura berlari menuju Sasori tetapi tanpa sengaja Sakura menyandung batu yang membuat Sakura hampir terjatuh jika saja tangan Sasori terlambat meraih badannya.
"Sakuraaa berhati – hatilah, kalau kau jatuh bagaimana?" ucap Sasori membantu Sakura berdiri.
"hehe gomen ne..." balas Sakura menggaruk kepalanya yang sebenarnya tidak gatal.
"hhh, ya sudah ayo kita berangkat Sakura-chan..." ucap Sasori menyunggingkan senyumnya membuat Sakura yang tadinya menggembungkan pipinya ikut tersenyum.
"Sakura-chan pakai ini..." ucap Sasori menyodorkan helm untuk sakura.
"iya kak..." Sakura mengenakan helm yang diberikan Sasori dan menaiki motor Sasori. Tak butuh waktu lama sosok Sasori dan Sakura sudah menyatu dengan lautan kendaraan yang berada dijalan raya.
Tetapi tanpa mereka sadari sepasang mata onyx memperhatikan mereka berdua dengan tatapan death glarenya.
"dia milikku..." gumamnya tanpa ia sadari.
Sakura memasuki kelasnya ia mememilih duduk di bangku paling depan, Sakura meletakkan tasnya dan berjalan keluar kelas tetapi saat Sakura sudah sampai di pintu ia berpapasan dengan Sasuke.
"ohayou Sasuke..." sapa Sakura ramah.
"hn," balas Sasuke tanpa memperdulikan Sakura yang kini mengikutinya di belakangnya.
"Sasukee..." panggil Sakura pelan saat Sasuke mendudukkan badannya di bangkunya, tetapi Sasuke sama sekali tidak menyahutinya.
"Sasuke, tadi pagi aku membuatkan bekal kesukaanmu. Nanti siang kita makan bersama ya..." ucap Sakura.
"hn," jawab Sasuke tanpa memperhatikan Sakura.
"hey Haruno apa yang kau lakukan dengan kekasihku hah?" ucap Tayuya yang tiba – tiba mendorong bahu sakura.
"kekasih?" Tanya Sakura untuk memperjelas kata – kata Tayuya baru saja.
"ya, Sasuke-koi adalah kekasihku…" balas Tayuya cepat, Tayuya segera menggelayutkan tangannya di pergelangan tangan Sasuke.
"kekasih ya?" ucap Sakura menahan tangisnya.
"sudah kubilang kan kalau aku ini-" kata – kata Tayuya terpotong saat Sasuke tiba – tiba menarik tangannya keluar kelas.
Sakura mengambil tasnya dan berlari meninggalkan kelasnya menuju taman belakang sekolah, Sasori yang melihat Sakura berlari meninggalkan kelasnya segera ikut menyusul Sakura.
Sakura mendudukkan badannya di pohon yang cukup rindang dan dekat dengan air mancur yang bisa dibilang cukup sepi. Sakura berusaha menenangkan dirinya, tiba – tiba saja ia mendengar suara seorang yang cukup ia kenal , ia berusaha mencari sumber suara tersebut sampai tiba – tiba ia terpaku melihat Sasuke dan Tayuya yang sedang bertengkar.
Sasuke pov
"apa yang kau lakukan hah?" ucapku, kulihat Tayuya begitu kaget dengan suaraku yang memang meninggi.
"gomen ne Sasuke-kun aku tidak akan mengulanginya lagi..." jawab Tayuya.
"apa yang sebenarnya kau inginkan hah? Belum cukup aku sudah mau menjadi tunanganmu?" bentakku pada Tayuya, entah aku begitu emosi saat ini.
"kenapa kita tidak mengumumkannya saja lagi pula sebentar lagi kan kita akan menikah, dan juga agar Haruno sialan itu tidak dekat – dekat lagi denganmu..." balas Tayuya dengan acuh.
"ini tidak ada hubungannya dengan dia, dia hanya gadis bodoh..." jawabku cepat.
"lihat saja sampai Haruno saialan itu berbuat apa – apa denganmu…" ucap Tayuya meninggalkanku sendirian.
"akkhhh…" teriakku frustasi sambil mengacak – acak rambutku.
Kulihat kearah sekelilingku, aku berjalan menuju air mancur dan tanpa sengaja aku mendengar isakkan kecil. Aku mencari sumber suara tersebut dan aku menemukan sakura menangis di dekat air mancur.
'apa ia mendengar percakapanku tadi?' gumam Sasuke kepalanya bertambah pusing memikirkannya. Aku berjalan mendekati Sakura, tetapi tiba – tiba langkahku terhenti saat simerah itu muncul kembali.
'cihhh dia lagi...' gumamku berjalan meninggalkan Sakura yang sedang direngkuh Sasori.
~end Sasuke pov
"Sakura-chan kau kenapa?" seru Sasori saat ia melihat Sakura yang menenggelamkan wajahnya diantara kedua lengannya. Badannya terlihat begitu bergetar Sasori segera menenangkan sakura.
"Sakura?" panggil Sasori mengusap bahu Sakura dengan lembut, tetapi Sakura tak juga mau menjawab pertanyaan sasori.
"Sakuraa? Aku begitu khawatir denganmu, apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Sasori sedikit mengeraskan suaranya.
Isakan sakura tiba – tiba berhenti, Sakura mengangkat kepalanya pelan. Sakura menatap Sasori dengan tatapan sayu, ia menatap Sasori lama dan kemudian Sakura dengan tiba – tiba memeluk Sasori dan isakannya pun terpecah kembali.
"Sakura tenanglah, apa yang telah terjadi?" Tanya Sasori lagi mengelus pundak Sakura.
"Sasori-nii..." suara Sakura bergetar.
"ada apa Sakura?" balas Sasori cepat.
"kak..." panggil Sakura ragu, "kak apa kesalahanku?" seru Sakura diikuti isakannya yang bertambah keras.
"apa maksudmu Sakura? Kau tidak salah apa – apa..." jawab Sasori menatap intens wajah Sakura yang begitu nanar.
"kak kehidupanku berubah sejak kecelakaan orang tuaku, aku penyebab mereka meninggal, aku tidak bisa memaafkan kesalahanku..." ucap Sakura menundukan kepalanya.
"apa maksudmu Sakura?"
.
.
.
~TBC~
Bales review dulu yuk ^0^
Aden L kazt: Wah masa? XD ahaha, makasih :)) ini udah lanjut yaa, makasih juga udah nge-fav fic ini :D
Eysha 'CherryBlossom: makasih udah bilang fic saya menarik, hohoho.. kasian juga sih kalo sakura entar jadi bodoh bakalan dikurangin deh.. :D dan juga akan saya perbanyak dialognya di chapter chapter selanjutnya.. makasih sudah ngeriview... :3
birupink-chan: ini sudah update, maaf lama hehe :D makasih sudah ngeriview... :3
Mushi kara-chan: makasih udah bilang fic saya bagus, :"3 sarannya sangat berguna bagi saya, dan juga makasih sudah bersedia ngeriview... :D
Fevri Feven: okeh, ini sudah update.. makasih sudah ngeriview fic ini... :"D
Floral White: makasih udah bilang fic ini menarik :"D, sarannya sangat berguna bagi saya... :"3 makasih udah mau ninggalin riview di fic saya.. :"3
Uchiha Hazuba no Hazu-chan: di chapter dua ini bakalan di bongkar hubungan sasuke sama tayuya, hehehe :D kalo cara ngepublish itu saya liat di google, banyak banget caranya di google plus gak rumit.. karena saya baru disini masih banyak kesalahan waktu ngepublish chapter 1 kemarin, jadi saya takut kalo salah ngasih taunya.. gomenne Hazu-chan.. :"3 tapi makasih banyak udah bersedia meninggalkan riview untuk fic saya ini... :"D
Fiyui-chan: makasih udah bilang bagus untuk fic saya ini :"3 sarannya sangat berguna bagi saya.. maaf baru publish sekarang, dan terimakasih sudah meninggalkan riview di fic saya ini... :"D
Hanazono yuri: ini sudah publish makasih sudah mau meninggalkan review di fic saya ini... :"D
Luca Marvell: ini udah lanjut ya, maaf kalo lama.. :"3 makasih sudah bersedia meninggalkan review di fic saya ini... :"D
A/N: hallo minna-san! Alhamdulillah chapter dua udah jadi :"" maaf ya aku update-nya lama m(_ _)m, maaf juga kalo chapter ini mengecewakan, maaf juga kalo ada typo-nya bertebaran, maaf juga kalo alurnya kecepatan dan kesalahan fatal lainnya, maklum masih baru disini selama ini Cuma bisa ngebaca doang.. hehe ^,^
Udah dulu dah, saya bener-bener udah kebanyakan bacot-_-V hehehe, makasih buat yang udah nge-review, nge-fav, dan nge-follow fic ini^.^
