Author : Tatha DraMione
Disclaimer :
Warning! Typo(s),Berantakkan,gak sesuai EYD,OOC,dll
Pagi telah tiba..
Sang surya telah memamerkan cahayanya..
Cahayanya masuk ke kamar Draco melalui celah dijendela.
Lelaki berambut pirang platina bernama Draco Lucius Malfoy yang biasanya saat ini masih tertidur pulas di ranjang besarnya dengan selimut tebal menyelimuti tubuhnya, namun pada pagi ini, ia telah berdiri didepan cermin dengan rambut platinanya yang telah disisir rapih. Draco berpakaian rapih dengan kemeja putih dan dasi yang cukup berantakkan , tak lupa dipakaikannya jas hitam yang tak usah ditanya kualitas dan harganya,dan celana hitam melekat di bagian bawah tubuhnya.
Setelah ia merasa cukup tampan dengan berputar dicermin besar selama kurang lebih 15 menit, Ia pun memakaikan sepatu hitam mengkilat yang telah disemir para pelayan di kakinya. Lalu berjalan kearah pintu kamar. Draco memutar knob pintu pelan. Ia pun keluar dari kamarnya dan langsung disambut hangat Hermione yang tersenyum lembut pada Draco.
"Baru saja, aku ingin membangunkanmu. Tapi ternyata kau sudah bangun, bahkan telah berpakaian rapih." Ucap Hermione yang nampak senang.
"Ya, kalau bukan karena meeting bodoh itu. Mungkin aku masih tertidur lelap di ranjangku.'' Draco mendengus kesal.
"Haha, sabar Draco. Lagipula kau juga harus membiasakan dirimu untuk bangun pagi. Oh, ya! Kau tak pernah berubah ya..''
Hermione terkekeh kecil, lalu selangkah maju ke hadapan Draco, dan membetulkan simpul dasi Draco.
"Meskipun sudah diajari menyimpul dasi tetapi tetap saja begini.. '' Ucap Hermione membuat Draco tersenyum lebar.
"Aku sengaja membiarkan dasiku berantakkan seperti ini, agar kau membetulkannya dengan lembut. Napasmu yang teratur saat dekat denganku itu menjadi favoritku. '' Goda Draco membuat wajah putih mulus Hermione menjadi merona. Draco memang ahli dan lihai membuat Hermione merona. Dan wajah merona itu membuat Draco sungguh senang.
"Kau ini ternyata ada maunya yaaa!'' Hermione mencubit pipi Draco pelan.
"Haha, okay, fine. Cubitanmu sakit. Well, nona aku harus pergi meeting sekarang. See you letter.'' Draco mengelus pipi yang dicubit Hermione. Lalu seringaian khasnya mengembang diwajahnya yang tampan. Lantas berjalan meninggalkan Hermione.
"Uuh, ya.'' Ucap Hermione. Hermione sangat menikmati hari-harinya di Malfoy Manor ini karena kehadiran Draco. Tatapan iris kelabunya yang nampak dingin namun sejuk dimata Hermione, seringai seksinya, candaan lucunya,segalanya dari Draco membuat Hermione terbuai.
*oo*oo*oo*
Jam telah menunjukkan pukul 4 sore.
Hermione menyiram tanaman ditaman yang berada di halaman depan . Melamun, pikirannya tak focus pada pekerjaannya sekarang, Ia selalu memikirkan bagaikan seorang istri yang kesepian menunggu suaminya pulang kerja.
Biasanya ia menghabiskan jam-jamnya dengan membantu Draco mengerjakan data/tugas yang diperintahkan Lucius, tentang management Malfoy Corp, bercanda, mengelilingi kota, dan lainnya. Draco memang lebih suka mengerjakannya di rumah dari pada di kantornya (Malfoy Corp), dan bejalan-jalan bersama Hermione.
Lamunan Hermione buyar begitu mendengar bunyi klakson mobil yang menunggu untuk dibukakan gerbang.
Hermione segera mematikan kran air, lalu membuka gerbang.
Mobil hitam mengkilat dan berkilau diterpa cahaya matahari dengan plat nomor " 050680MF "
Inisial 05-06-80 adalah tanggal lahir Draco sedangkan " MF '' yaitu Malfoy Family.
Hermione senang, wajahnya berbinar-binar. Ia menduga yang datang adalah Draco Malfoy, yang mengusik pikirannya sedari tadi.
Mobil tersebut memasuki halaman lebar nan luas Malfoy Manor, sedangkan Hermione begegas ke ruang utama. Disana telah berbaris rapih para pelayan di pinggir karpet merah dari pintu masuk. Ini memang sudah kebiasaan, jika keluarga Malfoy datang dan masuk maka para pelayan harus memberi hormat. Memang agak berlebihan, namun apa boleh buat, itu sudah merupakan peraturan.
Hermione berdiri di samping ayahnya dan pelayan lain.
Pintu mobil dari tempat duduk sopir terbuka, Felix (salah satu sopir Malfoy Family) turun lalu membukakan pintu tempat duduk belakang.
Akhirnya, Lelaki berambut pirang platina yang Hermione tunggu sedari tadi datang. Hermione nampak senang melihat Draco turun.
Namun, ternyata Draco tak sendirian. Setelah Draco turun. Lelaki berambut sama, dan kulit pucat sama seperti Draco turun. Lelaki itu mengenakan T-shirt yang dipakaikan jaket serta celana jeans hitam panjang.
Wajah lelaki itu cukup mirip dengan Draco, namun lelaki tersebut jauh lebih sering menampakkan senyum tulusnya dibanding Draco, yang hanya tersenyum kecut. Terlihat dia adalah orang yang ramah, dari caranya berterimakasih kepada Felix yang sudah mengambilkan kopernya dari bagasi mobil.
Hermione memandangi lelaki tersebut dari ujung kepala sampai kaki dengan perasaan penasaran menyertainya. Dan nampak pelayan lain juga sama penasarannya dengan Hermione, kecuali Ayah Hermione dan bibi MC Gonagall,yang telah mengabdi lama di keluarga Malfoy ini, dan pastinya sudah tau siapa lelaki, yang sukses membuat seluruh pelayan tak terkecuali Hermione penasaran.
Hermione yang tak tahan dengan perasaan keingin tahuannya pun bertanya pada ayahnya.
"Psst .. Dad, siapa lelaki yang bersama tuan Draco?'' Bisik Hermione pada ayahnya.
"Oh, dia tuan Alex.'' Jawab ayah Hermione. Namun jawaban singkat ayahnya tak cukup memuaskan perasaan penasaran itu.
"Alex? Siapa dia? Mengapa begitu mirip dengan tuan Draco?'' Bisik Hermione lagi.
"Tentu saja mirip, tuan Alex adalah adik tuan Draco, yang tinggal selama 15 tahun dengan nyonya Narcissa setelah bercerai.'' Jawaban sang ayah panjang lebar, kini jawaban itu cukup membuat perasaan penasaran Hermione puas.
Hermione menganggukkan mengakui, Alex sama tampannya dengan Draco. Tetapi, tetap Draco yang lebih tampan di mata Hermione.
'Eum, kenapa selama ini Draco tak cerita padaku kalau ia, mempuyai adik? Tapi, itu juga bukan urusanku.' Gumam Hermione.
Draco melangkah masuk ke rumah besar mewahnya diikuti Alex yang menyeret koper dibelakangnya.
Para pelayan pun membungkuk hormat dengan serempak. Wajah Draco datar tanpa ekspresi. Sedangkan Alex, senyuman hampir tak lepas dari wajahnya. Namun ketika melewati Hermione senyuman simpul menawan, mengembang di wajah tampan Draco.
Setelah cukup member hormat. Para pelayan bubar, lalu kembali ke perkerjaan masing-masing yang sempat tertunda.
"Sudah lamaaa sekali aku meninggalkan Malfoy Manor ini, aku rindu rumah ini. Oh ya, kakak, kamarku dimana?'' Alex mengejar Draco yang jauh berjalan didepannya dengan agak kesulitan, karena membawa koper yang lumayan besar.
"Saking lamanya pergi, sampai lupa kamar sendiri.'' Draco berbalik menghadap adiknya, lalu mengulus lembut rambut Alex.
"Aku amnesia kak.'' Canda Alex pada Draco. Tangan Draco yang tadinya mengulus rambut Alex dengan lembut, menjadi menjitak kepala adiknya.
"Haha kau mau kubuat ingat? Sini aku benturkan kepalamu ke meja agar kau ingat. Seperti yang ada di drama.'' Kekeh Draco sambil mengepalkan tangannya.
Hermione yang melihatnya dari jauh, merasa sangat senang. Ini moment langka. Pertemuan, serta candaan adik dan kakak setelah belasan tahun tak bertemu.
"Aw, kau jitak aku saja sudah sakit. Apalagi dibenturkan ke meja. Bisa-bisa aku amnesia sungguhan kak!'' Alex mengelus kepalanya yang dijitak Draco, sambil meringis kesakitan.
"Makanya jangan coba-coba denganku!'' Ujar Draco lalu menaiki tangga menuju kamarnya.
"Hei kakak! mau kemana?! bantu aku?! kakak kejam, membiarkan aku membawa koper berat ini sendirani! '' Alex menarik kopernya dengan susah payah sambil menggerutu pada Draco.
"haha, kau bukan orang tua renta yang perlu bantuan. Kau seseorang dewasa yang telah menginjak umur 19 tahun dengan kondisi yang sangaat sehat. Jelas saja aku tak membantumu.'' Draco berhenti sejenak lalu menyeringai pada adiknya. Lantas kembali menaiki anak tangga.
"Err dasar kakak, tak berubah!'' Gerutu Alex, namun hanya dibalas tawa terbahak Draco. Alex kembali menarik kopernya menuju tangga. Dan begitu ia melihat anak tangga menuju kamarnya yang sugguh banyak, membuat Alex ternganga.
"Apa Malfoy Manor berubah? Err.. Apakah tangga ini beranak?! Jika tidak, mengapa anak tangganya bertambah? Ini pasti akan sangat melelahkan!'' Ucap Alex sambil menepuk keningnya.
To Be Continued
Review,Favs,kritik dapat membuat author senang dan semangat untuk nulis next chap.^^
