EXTRATERRESTRIAL

Author :Aqizakura a.k.a Dydyah

Disclaimer : saya sudah bilang kalau Naruto itu bukan punya saya

Fandom : Naruto

Pairing : sudah pada tau, kan. SasuNaru is numero uno. Yohohohoho….. plus beberapa pairing seperti ItaKyuu, KyuuGaa, ShikaKiba, NejiGaa, dan masih banyak yang akan bermunculan. Mungkin. xD

Rated : T menuju M. khuhuhuhu...

Genre : Romance, Fantasy, Mysteri

Warning : Gaje, Abal, bahasa gado-gado, MPREG, TYPO pake S, YAOI, OOC maybe … Uhuhuhuhu…, author omes *otak mesum XP

Chapter 2

Sekarang Naruto sedang berjalan menuju stasiun bis untuk menunggu bis yang akan membawanya kembali ke komplek kontrakannya. Sambil menunggu, Naruto memperhatikan jalan dan orang-orang yang berlalu lalang di sekitarnya. Kemudian memandang langit untuk sekedar mengurangi rasa khawatirnya terhadap sobat yang sedang berada di tangan Rubah.

'Mudah-mudahan kau baik-baik saja bersama Kyuu-nii, Gaara' harap Naruto. Dan secara spontan, dia melihat sesosok makhluk seperti manusia yang sedang berdiri di atas tiang listrik. Dan tangannya memegang sebuah sabit yang berukuran lebih besar dari tubuh orang yang membawanya.

'Shi…Shinigami' batin Naruto sambil membelalakkan matanya tak percaya.

Perlahan, Naruto dapat melihat kalau Shinigami itu menoleh kearahnya dan melihatnya dengan bola mata semerah darah yang menatapnya dengan tajam. Kemudian lenyap begitu saja dalam hitungan detik.

'Di…dia benar-benar Shinigami. Apa-apaan matanya itu.' Batin Naruto yang sedikit shock dengan apa yang baru saja dilihatnya.

*ET*

Ruang tengah kontrakan Naruto cs.

BRUACK….

"Apa kau benar-benar yakin, Naruto?" begitu puas menghancurkan meja, gadis pink ini mulai bertanya.

"Aku yakin Sakura-chan. Dan berhentilah menghancurkan barang-barang kami." Naruto sweatdrop.

"Hm…., jika benar kalau dia Shinigami, maka cerita ini makin menarik" sambung Ino antusias.

"Tapi, bukannya akan sangat berbahaya jika kita harus berurusan dengan Shinigami sungguhan?" sambung Kiba yang asyik menyisir rambut anjing jumbonya. Akamaru.

"Ck.., mendoukusai" sambung Shikamaru singkat dan nggak nyambung.

"Hei, Kiba. Ini malah makin menarik tau." Mata Sakura berbinar-binar. Tidak sabar untuk memecahkan misteri ini plus bertemu dengan Shinigami-sama.

"Kau mengerikan Sakura" sambung Kiba yang mulai merinding.

"Tapi, bagaimana dengan hasil peng-hack-an Kyuu-san?" Tanya Ino yang kembali ke topic pembicaraan. "Aku khawatir kalau Kyuu-san juga gagal" sambungnya sambil memegang dagu.

"Aku lebih khawatir dengan keadaan Gaara." Sahut Naruto cemas plus lemas.

DUACK…

"HEI.., kalian benar-benar idiot, Brat" terdengar suara yang menggelegar dari kejauhan disusul dengan langkah kaki yang mendekat ke arah mereka.

Sreek…

Kyuubi membanting tumpukan kertas ke sofa. Karena sudah nggak ada meja di tengah-tengah mereka setelah sebelumnya sudah dihancurkan oleh Sakura tadi.

"Itu hasilnya. Kalian baca saja" lanjutnya menginstruksi.

Tanpa banyak Tanya, mereka langsung membaca kertas-kertas tersebut yang sudah dibendel jadi satu dan difotocopy oleh Kyuubi. Ternyata rubah ini bisa diandalkan juga.

"Kyuu-nii , dimana Gaara?" selidik Naruto begitu tidak melihat sobat merahnya datang bersama dengan kakaknya.

"Dia pulang" sambung Kyuubi singkat.

"Pulang? Dia sakit? Kau apakan dia Kyuu-nii?" sentak Naruto khawatir dan agak emosi. Takut sobatnya kenapa-kenapa.

"Hei, aku nggak ngapa-ngapain. Malah aku yang kena amukan kedua kakaknya" sentak Kyuubi

-Flashback-

Setelah kepergian Naruto, Gaara hanya diam menunggu Kyuubi bicara. Yang apesnya, nie rubah nggak bicara-bicara sejak tadi. Berhubung doi bosan, akhirnya Gaara beranjak dari tempat duduk dan melangkah menuju dapur.

"Aku haus. Kau mau kubuatkan teh nggak, Kyuu?" tawar Gaara.

"Boleh juga." Sambung Kyuubi singkat.

Dengan tenang Gaara melangkah ke dapur dan mulai membuatkan teh untuk mereka berdua. Teh melati untuknya dan teh rasa apel untuk Kyuubi. Karena rubah kita satu ini sangat menyukai apel.

"Ini teh mu, Kyuu" kata Gaara sambil meletakkan secangkir teh di atas meja depan Kyuubi.

"Hm" dan nie rubah kembali bergelut dengan laptopnya.

'Huuh…. Sebenarnya apa maunya sih? Membiarkanku begini setelah menyuruhku untuk menginap. Dasar rubah aneh.' Gerutu Gaara dalam hati.

Tiba-tiba Kyuubi menutup laptopnya dan beranjak dari tempat duduknya. "Ikut aku, Panda" ajaknya.

Muncul persimpangan di dahi Gaara begitu mendengar sapaan dari Kyuubi. Tapi cowok tenang ini tetap diam dan mulai beranjak untuk mengikuti Kyuubi melangkah.

Drrrt….drrt….

Gaara berhenti dan mengambil ponsel dari sakunya begitu ponselnya bergetar. Terpampang nama Temari-nee di layar smartphone merah bata kesayangannya. Dan dengan sekejap, Gaara mengangkatnya.

"Moshi-moshi Temari-nee. Ada apa?" selidik Gaara

"Kau sekarang ada dimana Gaara? Aku sangat mencemaskanmu." Sambung Temari, kakak perempuan Gaara dari sebrang sana.

"Sekarang aku sedang di tempat Kyuubi, nee. Dan aku akan menginap disini" sambung Gaara tenang.

"Apa kau disana bersama dengan Naruto?" selidik Temari agak curiga,

"Tidak. Aku disini hanya dengan Kyuubi. Memangnya ada ap…."

Tuut…tuut…tuut….

Belum sempat Gaara menyelesaikan pertanyaannya, tapi keburu diputus oleh Temari. Gaara hanya menatap ponselnya dengan heran lalu mengedikkan bahunya.

"Siapa?" Tanya Kyuubi Kepo

"Temari-nee" sambung Gaara singkat. Kyuubi manggut-manggut. Kemudian melangkahkan kembali kakinya menuju lantai bawah apartement atau juga bisa disebut dengan rumah mini miliknya.

"Panda. Ambilkan botol itu untukku!" suruh Kyuubi yang sok bossy. Gaara hanya diam dan menurut.

"Jangan panggil aku Panda. Rubah!" kata Gaara sambil menyerahkan sebuah botol yang berisi cairan biru yang beraroma dan sangat mencurigakan pada Kyuubi.

"Aku membiarkanmu memanggilku Rubah. Dan kenapa aku tidak boleh memanggilmu Panda?!" sambung Kyuubi sambil menerima botolnya dan mulai mencampurnya dengan larutan berwarna merah yang ada di depannya. Menghasilkan larutan baru yang berwarna ungu.

"Terserahlah." Akhirnya Gaara menyerah dan mulai diam memperhatikan Kyuubi yang masih asyik dengan berbagai macam cairan dan benda-benda kimia di sekitarnya. Karena bosan hanya diam dan menonton Kyuubi, akhirnya Gaara mulai menelusuri ruang bawah tanah dengan ukuran 5x6 yang penuh dengan rak bahan kimia. Melihat hasil karya Kyuubi yang berjejer rapih di sebelah barat ruangan. "Kyuu, kenapa kau sangat suka membuat larutan-larutan aneh ini?" Tanya Gaara yang akhirnya berhasil dirasuki oleh mbah kepo.

"Hobbi." Sambung Kyuubi singkat.

"Itu bukan jawaban." Omel Gaara. Kyuubi cuman nyengir. "Jawab, Kyuu! Apa susahnya sih?"

"Oke…oke…." Kyuubi nyerah. "Sejak kecil aku sudah diajari oleh Baa-chan untuk membuat berbagai obat. Dan menurutku itu sangat menyenangkan karena aku bisa bermain dengan banyak zat kimia di labnya. Dan sejak itu, aku selalu penasaran dengan apa yang terjadi jika aku mencampurkan zat-zat itu. Dan apa yang bisa aku buat. Itu saja" terang Kyuubi kemudian balik lagi dengan larutannya.

Gaara mengangguk paham."Dan sekarang, apa yang sedang kau buat?"

"Ini? Aku hanya sedang membuat cairan yang bisa melelehkan berbagai macam hal dengan cepat." Sambungnya enteng.

"He…? Untuk apa? Itu berbahaya, kan?" Gaara menatap Kyuubi dengan horror.

"Hei…, ini sangat membantu. Mau kutunjukkan cara kerjanya?!" tawar Kyuubi yang langsung mengambil sebuah paku yang terbuat dari baja tanpa menunggu persetujuan dari Gaara sebelumnya.

Begitu Kyuubi meneteskan satu tetes cairan itu keatas paku, dengan cepat cairan tersebut menyebar dan melelehkan paku baja dalam hitungan detik.

"Hebat bukan?!"

"Ya. Tapi, kenapa pipetmu nggak meleleh?" selidik Gaara penasaran.

"Aku sudah merendamnya ke dalam larutan tertentu sehingga dia nggak meleleh." Terang Kyuubi singkat. Nggak mau menjelaskan terlalu banyak. "Mau liat lagi?" tawarnya.

Kyuubi langsung mengambil seekor tikus albino yang masih hidup, dan tanpa ragu meneteskan dua tetes cairan itu pada si tikus malang. Kali ini reaksinya tidak begitu cepat. Perlahan cairan itu mulai melelehkan rambut dan kulit si tikus. Menimbulkan buih-buih yang meletup berwarna merah muda yang perlahan menggerogoti tubuhnya. Si tikus menjerit-jerit tersiksa. Gaara yang mendengarnya hanya bisa menatap kasihan pada si tikus dan tak bisa menolongnya.

Cairan itu masih melakukan tugasnya. Melelehkan semua daging dan tulang si tikus dan tinggal kepala dan isi perut si tikus yang belum hancur. Perlahan cairan itu melelehkan lambung, usus, hati, pancreas, paru-paru, jantung, semua isi perut dan terakhir melelehkan kepala beserta isinya. Dalam waktu satu menit, si tikus sudah lenyap tak bersisa beserta dengan cairan yang telah menguap begitu menyelesaikan tugasnya.

Kyuubi menyeringai puas dengan hasil kerjanya. Sementara Gaara terlihat pucat setelah menyaksikan secara live adegan pelelehan tikus dengan matanya. Mungkin setelah ini, dia tidak bisa tidur nyenyak. Membayangkan jika dia yang terkena cairan itu. Pasti dia tidak akan selamat. Cairan ungu itu mengingatkan dia dengan api yang tidak bisa padam sebelum benda yang dibakarnya habis disebuah anime yang sering ditontonnya pukul 7 malam setiap harinya dulu.(a/n : itu sudah jaman kapan, Gaara?)

"Kyuu…, kali ini aku benar-benar yakin kalau cairan itu sangat berbahaya." Kata Gaara perlahan.

"Tenanglah, Panda. Aku hanya membuatnya sebanyak 25 ml untuk sampel dan mencatatnya di buku jurnalku. Selama cairan ini berada di labku, semua akan baik-baik saja." hibur Kyuubi meyakinkan Gaara yang begitu horrornya melihat cairan ungu tersebut. Seperti melihat pintu Neraka yang sudah di depan mata.

"Kau benar-benar mengerikan, Kyuu" kata Gaara dengan jujur. Kyuubi nyengir setan dan merasa nggak bersalah.

Diam-diam dia mengambil cairan dengan pipetnya kemudian mendekati Gaara dengan senyum lebar mengembang. "Apa kau mau coba, Panda?" tawarnya.

Gaara yang mendengar dan melihat Kyuubi membawa pipet berisi cairan ungu yang sedang mendekatinya langsung terbelalak kaget dan menatap horror Kyuubi.

"Ja-jangan main-main Kyuu. Ini sama sekali tidak lucu!" protes Gaara sambil melangkah mundur sejauh mungkin dari Kyuubi.

"Ayolah Gaara…., ini pasti menyenangkan~" sambung Kyuubi dengan nada sing a song yang makin membuat Gaara pucat.

"K-KYUU… jangan macam-macam…" sentak Gaara yang masih mundur.

"Pasti menyenangkan. Percayalah padaku…Gaara~" Kyuubi makin mendekat. Dan Gaara makin pucat dengan keringat dingin yang mengalir.

Dug…

Gaara terhenti dan melihat sebuah ranjang telah menahannya. Melihat Gaara yang sedang lengah, Kyuubi langsung menyergap Gaara dan mendorongnya hingga terbaring diatas ranjang.

"Ittai…" erang Gaara begitu punggungnya membentur ranjang dengan keras.

Kyuubi makin mendekat dan memerangkap tubuh Gaara dengan tubuhnya. Pemuda yang lebih kecil darinya ini terus berontak dan mencoba membebaskan diri dari Kyuubi yang lagi edan mode: on.

Kyuubi hanya tersenyum setan dan mulai mendekatkan pipetnya ke atas dahi Gaara. Siap untuk meneteskan cairan peleleh berwarna ungu dari dalamnya.

"Kyuu! Jangan bercanda. Ini nggak lucu! Lepaskan aku!" sentak Gaara yang makin was-was melihat Kyuubi yang makin tersenyum lebar dan tak menghiraukan wajah pucatnya yang semakin pucat.

Gaara masih tidak mau menyerah dan masih berontak untuk dapat bebas dari Kyuubi. Tapi, semakin Gaara berontak, pegangan di tangan Gaara juga makin erat.

Cukup lama juga Gaara berontak hingga dia kehabisan tenaga dengan nafas yang mulai memburu dan keringat yang bercucuran membasahi wajah dan lehernya. Kyuubi yang melihatnya malah makin excited. Apalagi ditambah dengan ekspresi Gaara yang menggoda iman dengan mata sayu dan mulut yang terbuka untuk memasok udara sebanyak-banyaknya untuk si pulmo. Dan hal itu juga yang membuat author jadi mimisan melihatnya. #nyumpel idung pake tissue.

Kyuubi makin mendekat perlahan sambil menatap manic jade dengan intens. Makin mendekatkan wajahnya pada wajah Gaara.

Dekat…

Dekat…

Dekat….

"BUAHAHAHAHA….." tawa Kyuubi meledak seketika. Membuat Gaara conge untuk sesaat." Kau lucu sekali Gaara. Hahaha…., kenapa kau sangat takut? Dalam pipet ini hanya air biasa yang kukasih warna ungu. Hahahaha… kau tertipu…." Jelas Kyuubi masih dengan tertawa terbahak-bahak sambil menunjuk-nunjuk muka Gaara. "Adududuh…. Perutku sakit…haha….." lanjutnya masih tertawa sambil memegangi perutnya yang sampai sakit gara-gara menertawakan si bocah Panda.

"Ck. Ini nggak lucu Kyuubi." Omel Gaara dan mulai bangun dari ranjang dan melangkahkan kakinya keluar dari lab nista milik Kyuubi.

"Tu..tunggu Gaara. Kau mau kemana?" Tanya Kyuubi yang masih kesusahan gara-gara tertawa berlebihan.

"Aku mau pulang" jawab Gaara singkat.

"HE…HEI…" teriak Kyuubi dan mulai berlari untuk mencegah Gaara.

Saking buru-burunya, Kyuubi sampai terjerat karpet ruang tengah dan kehilangan keseimbangannya. "HIIIIEEEE…." Teriak Kyuubi nista. Gaara menoleh dan…

Bruk…

"It…ittai…" eluh Gaara kesakitan. Terima kasih untuk Kyuubi yang telah membuatnya harus kesakitan untuk dua kali dalam hari ini.

Deg.

Gaara langsung terkejut begitu melihat wajah Kyuubi yang tepat di depan wajahnya dengan jarak kurang dari 5 centi.

Tatap…tatap…tatap…ta…

BRUAK…

"GAA…." Teriakan Kankurou terpotong begitu melihat adegan di atas karpet yang melibatkan adik kecil kesayangannya. "…RA."

Kyuubi dan Gaara menoleh ke arah pintu depan. Mendapati Kankurou dan Temari yang sedang berdiri mematung dan memproses data di otaknya. Sedangkan kedua orang ini masih dengan posisi semula yang juga ikutan menatap kedua kakak Gaara dengan bingung.

Ting! Proses loading selesai.

"NA-MI-KA-ZE KYUU-BI…"kata Kankurou dan Temari dengan nada rendah. Bersiap untuk membunuh cowok yang telah melakukan adegan nista terhadap adik mereka. Kyuubi yang juga baru menyadari posisinya langsung merinding disko merasakan aura kelam yang menguar dari kedua kakak Gaara. Segera bangkit dan bersiap untuk kabur.

Tapi naas. Sebelum Kyuubi bisa kabur, Temari lebih dulu meraih kaos hitamnya dan menahannya. Menyebabkan Kyuubi harus mendapatkan penderitaan pada malam hari ini.

-Flashback End-

"Oh…ternyata Temari-nee dan Kankurou-nii yang membawa Gaara pulang? Syukurlah kalau begitu" sahut Naruto yang sudah bisa bernafas lega karena sobatnya pulang dengan selamat.

"Ck. Kau begitu mengkhawatirkan sahabat pandamu itu dan tidak mengkhawatirkan kakakmu sendiri yang baru saja dihajar semalam. Kau benar-benar adik durhaka, Naru" gerutu Kyuubi.

"Aku tidak mengkhawatirkan Kyuu-nii karena aku tahu kalau Kyuu-nii sangat kuat. Jadi, tak perlu khawatir. Lagipula, lebam-lebammu juga sudah lenyap." Terang Naruto tak mau disebut dengan adik durhaka.

"Baiklah. Sekarang apa rencana kalian setelah mengetahui korban-korban Shinigami itu?" Tanya Kyuubi yang mulai ikut tertarik dengan kasus yang digeluti oleh Naruto cs.

"Kami akan mulai dengan menggagalkan tindakan mereka. Dengan mengetahui nama-nama yang dikirimkan, kami bisa langsung mencari data calon korban lalu menggagalkan aksi mereka." Terang Ino yang sudah kembali bersemangat.

"Baiklah. Itu terserah kalian. Tapi aku sarankan untuk tetap hati-hati. Jika mereka benar adalah Shinigami, maka akan sangat berbahaya untuk berurusan dengan mereka." Saran Kyuubi yang tumben-tumbennya bisa bijak.

"Kau tenang saja Kyuu-san" sambung Sakura dengan pedenya.

Sementara itu dilain tempat. Terdapat beberapa orang yang sedang berkumpul. Mereka semua memakai jubah hitam dengan topeng yang nangkring disisi kepala mereka, akibat sedang tidak dipakai.

"Sepertinya orang-orang ini akan mengganggu kesenangan kita" kata salah satu dari mereka yang mempunyai gigi-gigi runcing seperti gigi ikan hiu. Sebut saja ia Suigetsu.

"Tenanglah saja, Sui. Mereka hanya tikus-tikus kecil yang tak akan memberi kita ancaman yang berarti" sahut seorang lainnya. Gadis berkaca mata yang mereka panggil dengan sebutan Karin.

"Karin benar. Mereka tidak akan bisa menghalangi kita." Imbuh seseorang lagi dengan badan besar dan bersurai jingga jabrik.

"Ck… aku tahu itu. Aku hanya tidak suka jika kesenanganku diganggu. Itu saja" protes sie pemuda hiu.

"Jika mereke berulah, kita bunuh saja langsung" tambah Karin dengan seringaian mengerikan terpampang jelas di wajahnya.

Sementara ketiga rekannya sedang asyik meributkan tentang orang-orang yang berkemungkinan mengganggu mereka, pemuda yang sedari tadi diam ini hanya memandangi keramaian dibawahnya dengan tatapan bosan.

'Ck. Merepotkan' batin pemuda raven ini tidak sadar telah menggunakan trademark seseorang.

Karena tingkat kebosanannya sudah mencapai titik puncak, akhirnya pemuda raven ini mulai melangkahkan kakinya berniat untuk pergi. " Kau mau kemana, Sasuke?" selidik Suigetsu ke pemuda yang dipanggil Sasuke tersebut.

"Hn. Cari angin"

Dan detik berikutnya, pemuda bernama Sasuke itu sudah hilang dari balkon ruangan tersebut. Lenyap ditelan gelapnya malam.

"Dia selalu seenaknya" gerutu Suigetsu melihat kepergian Sasuke.

*ET*

Malam yang sebenarnya cukup dingin ini lantas tidak membuat pemuda raven satu ini mengurungkan niat untuk menyusuri jalan di tengah keramaian kota. Pasalnya, malam ini adalah malam minggu. Malam dimana banyak muda-mudi yang memenuhi jalanan guna menikmati kebersamaan mereka dan saling berbagi kehangatan. Malam bagi jomblowers untuk meratapi nasib dengan hanya berkencan bersama laptop masing-masing. Seperti yang sedang dialami oleh author sendiri. hiks… koq saya malah jadi curhat?! Lupakan saja apa kata author tadi.

Pemuda raven yang disinyalir bernama Sasuke tadi -yang juga bisa disebut dengan Shinigami- asyik menyusuri jalanan kota dengan jaket hitam dan calana jeans hitam serta sneakers warna hitam dengan aksen biru miliknya. Tidak terlalu merasa dingin karena dia sendiri bukanlah manusia. Jadi, dingin seperti ini bukan lah suatu hal yang istimewa. Gadis-gadis yang melihatnya lewat hanya mampu memandangnya dengan wajah yang bersemu merah, dan diikuti dengan teriakan 'Kyaa~' yang cetar membahana. Tapi, Sasuke tetap cuek.

Apa kalian penasaran kenapa gadis-gadis itu masih bisa meneriaki Sasuke? Jawabannya adalah, karena Sasuke sendiri menggunakan tubuh manusianya. Meskipun dia Shinigami, tapi dia juga bisa berubah menjadi manusia.

Dengan langkah santai, Sasuke mulai melangkahkan kakinya memasuki taman kota. Mencari tempat duduk yang masih kosong untuk sekedar mendudukkan dirinya dan memandang langit tak berbintang diatasnya. Menikmati hembusan angin malam yang menerpa wajahnya dan menggoyang-goyangkan poninya. Kemudian menghembuskan nafasnya perlahan. Merasa kembali bosan, pemuda ini mulai mengedarkan onyx kelamnya untuk melihat sekelilingnya. Siapa tau dia menemukan sesuatu yang menarik perhatiannya. Dan…

GOTCHA.. dia menemukannya.

Seorang pemuda bersurai pirang dan bermanik sapphire yang sedang asyik dengan teman-temannya. Memamerkan senyum lima jari secerah matahari miliknya. Menikmati canda-tawa bersama teman-temannya. Dan merupakan pemuda yang kemarin lusa dilihatnya di statiun bis yang juga melihatnya. Ya… pemuda pirang itulah yang kemarin melihatnya berdiri di tiang listrik dengan sabit ditangannya.

Merasa ada yang memperhatikannya, pemuda pirang bernama Naruto ini mulai menoleh kearah kiri. Dan mendapati sesosok pemuda raven dengan style emo yang sedang melihatnya. Memandangnya dengan onyx sekelam malam yang seolah menyeretnya ke lubang hitam. Tatapannya tajam dan sangat dingin. Sehingga mampu membuat Naruto mendadak merinding.

'Kenapa dia memandangku seperti itu?' batin Naruto mulai risau dan memutuskan untuk berhenti memandang sosok pemuda berambut emo dengan tatapan dinginnya. Tapi, beberapa detik kemudian Naruto kembali menoleh dan dia sudah tidak mendapati sosok itu lagi disana.

'Heee….?'

TBC

Yosh...

selamat berjumpa dengan Aqi yang super gaje ini minna~

sebelumnya Aqi mau mengucapkan terimakasih banyak kepada Readers yang sudah berkenan membaca, memfollow, memfav dan mereview cerita nggak jelas ini. Aqi sangat terharu... hiks... T0T

terimakasih banyak pada

, mifta cinya, Aiko Michishige, dan SNlop

yang telah berkenan meninggalkan jejak. bagi yang menanyakan kemunculan sasu-teme *lirik mifta chiya* dichap ini doi sudah mulai muncul. hehehe...

oke. segitu dulu cuap-cuap dari Aqi. terakhir...

RnR readers n senpai~

jangan lupa tinggalkan Review.

apapun itu. Aqi akan menerimanya XD