Demon Inside Me

Pairing : SasuNaru

Rated : T-M

Genre : Romance/ Yaoi/ badboy/Gay/supranatural/klan/ demon clan /soulmate

Summary :

Setelah sekian lama, Uchiha Sasuke menemukan seseorang yang akan menjadi mate nya kelak, namun siapa sangka jika mate nya adalah laki-laki atau lebih tepatnya laki-laki dengan wajah cantik. Apa yang akan dilakukan Sasuke untuk memikat seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidupnya tersebut.

Chapter 1

Surga & Dunia manusia

"Huh? Ke dunia manusia?! Apa maksud ayah mengirimku ke dunia manusia?!" kata seorang pemuda pirang yang merasa tidak adil akan keputusan sosok dihadapannya yaitu pemimpin Archangel tertinggi, Namikaze Minato.

"Kau tahu apa maksudku Naruto…" balas sosok yang dipanggil ayah oleh pemuda tersebut yang tak lain bernama Naruto.

"Ta-tapi ini tidak adil ayah! Sebagai archangel dengan gelar tertinggi, aku tidak bisa menerima keputusan ayah!" bela Naruto tidak terima

"Kenapa?"

"Kenapa? Ayah tanya kenapa? Tentu saja karena mereka pantas mendapatkan pelajaran karena telah berbicara buruk tentangku, seorang archangel terhormat Namikaze Naruto. Beruntung hanya aku hajar mulut busuk mereka, kalau aku serius aku pasti mematahkan sayap mereka dan menjadikannya koleksiku"

"CUKUP NARUTO!"bentak sosok di depan Naruto yang langsung membuat Naruto tidak bisa berkutik.

Sebagai pemimpin tertinggi Archangel, minato merasa bertanggung jawab akan kelakukan salah satu anak kesayangannya yang selalu berbuat onar, dan kali ini adalah masalah terburuk yang ia buat. Naruto telah menghajar para archangel yang merupakan anak petinggi disurga karena masalah sepele, dan sekarang anaknya malah berniat mengobarkan bendera perang dengan para archangel lainnya. Minato tidak tahu harus berbuat apa dengan sikap Naruto yang terlalu memiliki harga diri tinggi, egois, dan otoriter.

Padahal ia merasa telah mendidik Naruto dengan benar, bahkan istrinya Kushina sedari kecil mengajari Naruto sopan santun dan hal baik lainnya. Tapi sebagai seorang Archangel, sifat Naruto tersebut sangat jauh dari kata baik yang memang merupakan penggambaran dari seorang malaikat suci.

"Ayah tidak peduli dengan pembelaanmu itu Namikaze Naruto, ayah sudah memberikanmu begitu banyak kesempatan untuk memperbaiki sifat burukmu, tapi kau tidak pernah bisa berubah. Sekarang pergilah ke dunia manusia, bantulah manusia yang memang kesusahan lalu renungkan perbuatannmu" perintah Minato tegas

"APA?! Aku tidak mau membantu para manusia menjijikan itu, mereka adalah makhluk pendosa yang tidak ada bedanya dengan para iblis. Aku tidak sudi hidup di dunia mereka, Chuih!"

"NARUTO! SUDAH CUKUP, PENJAGA SERET NAMIKAZE NARUTO KELUAR GERBANG SURGA!" perintah Minato kepada para penjaga

"SIAP!"

Para penjaga pun menghadang Naruto dan menarik lengannya paksa untuk keluar dari Surga tanpa menghiraukan teriakan dan rontaannya.

"LEPASKAN AKU! LEPASKAN AKU PENJAGA TOLOL! LEPASKAN!" teriak Naruto

"Maafkan kami Tuan, ini adalah perintah dari pemimpin Archangel tertinggi" kata salah satu penjaga

"IBU! IBU! IBU DIAM SAJA AKU DIBUANG OLEH AYAH! APA AKU SUDAH BUKAN ANAK IBU LAGI?!" teriak Naruto menatap ibunya yang sedari tadi hanya diam menatap anaknya yang diseret.

"….."

"BEDEBAH KALIAN! AKU TETAP TIDAK TERIMA INI!" teriak Naruto dengan suara nyaring

"Buka Gerbang Surga!" perintah Minato

GREEEEEETTTTT (bunyi pintu terbuka)

"LEPASKAN AKU! LEPA-"

Naruto berhenti meronta ketika tubuhnya terlempar menuju gerbang yang menghubungkan surga dengan dunia manusia, dan itu adalah terakhir kalinya ia menginjak tanah surga. Dengan tatapan penuh kebencian, ia menatap sosok Minato yang masih berdiri angkuh menatapnya yang jatuh menuju dunia manusia.

Naruto POV

'Bedebah! Aku tidak akan pernah memaafkanmu ayah, kau lebih membela para archangel bermulut busuk itu dibandingkan diriku yang merupakan anak kandungmu. Aku tidak akan pernah memaafkanmu Namikaze Minato'

'aku akan membalas para archangel bermulut busuk itu'

END Naruto POV

"Haaaahh… sungguh hari yang buruk, setelah diusir dari surga, sekarang aku harus hidup di dunia para pendosa busuk" gerutu Naruto yang telah tiba di dunia manusia beberapa menit yang lalu. Ia masih mengenakan baju khas Petinggi Archangel dengan sayap putih lebarnya yang membentang indah.

"Sekarang apa yang harus aku lakukan disini, malas sekali kalau harus membantu para makhluk pendosa ini…."

Setelah lama berpikir, Naruto pun memutuskan untuk berkeliling mengobservasi dunia yang akan ia tempati sementara waktu. Meskipun ia terkenal sebagai Archangel pembuat masalah, tapi Naruto juga terkenal akan otak pintarnya yang sangat cepat mempelajari sesuatu hal yang baru. Sebulan setelah ia datang ke dunia manusia, Naruto sudah mulai bisa beradaptasi akan lingkungannya. (Author: macem bunglon aja khukhu). Ia dengan cepat mempelajari kebiasaan, budaya, makanan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan kehidupan manusia. Naruto sangat berterimakasih dengan otak yang ia miliki.

Selain itu, sekarang ia bekerja sebagai seorang super model di salah satu agency terkemuka di Tokyo bernama Konoha Entertainment, dengan wajah tampan sekaligus cantik milikknya dalam waktu sebulan ia sudah sangat terkenal di dalam dunia hiburan. Bahkan tidak sedikit para artis-artis dan model-model lainnya iri akan sosoknya. Akan tetapi, Naruto hanya menanggapinya angin lalu dan tetap cuek. Karena memiliki wajah yang cantik dengan sifatnya yang angkuh, dan egois orang-orang agency tempat Naruto bekerja menjulukinya 'datenshi atau fallen angel'

"Naruto-sama, hari ini pukul 10 pagi anda memiliki jadwal untuk melakukan pemotretan di Shinjuku, selanjutnya pada pukul 2 siang anda memiliki jadwal untuk pemotretan di studio miliki Haruyama-sama" ujar Shizune selaku Manager Naruto.

"Hn"

"Ah, saya hampir lupa, kemarin malam nona Tsunade meminta saya untuk menyerahkan dokumen ini kepada anda Naruto-sama" kata Shizune sambil menyerahkan sebuah dokemen bermap berwarna merah kepada Naruto yang sedang menikmati the pagi harinya.

Naruto pun dengan elegan meletakkan cangkir tehnya dan mengambil map tersebut, ia pun membuka isinya dan membaca dengan cepat isi dokumen itu.

"Cih, nenek peyot itu benar-benar ingin aku untuk bersekolah seperti para manusia pendosa, brengsek!" teriak Naruto sembari melemparkan dokumen itu kearah Shizune.

"Katakan pada nenek tua Bangka itu, aku tidak mau!" ujar Naruto lalu pergi meninggalkan Shizune di ruang tamu.

Terkadang Shizune merasa aneh dengan tingkah Naruto, Naruto selalu berucap bahwa manusia adalah makhluk menjijikan yang penuh dosa, seolah-seolah ia bukan manusia. Memang agency tempat ia bekerja selalu menjuluki Naruto Malaikat, tapi bukan berarti Naruto harus bersikap merendahkan manusia.

"Haaaahh…Apa yang harus aku katakan pada Nona Tsunade" ujar Shizune lelah

Konoha Entertainment…

"Cih, aku tidak peduli apapun katamu nenek tua, aku tetap tidak mau sekolah!" kata Naruto angkuh

"Bocah! Aku melakukan ini demi kebaikanmu, sebagai bos sekaligus walimu aku bertanggung jawab akan pendidikanmu. Kau tahu, aku sempat mendapatkan protes karena memperkerjakan model muda sepertimu yang sama sekali tidak mengenyam pendidikan. Kau mau dikatakan model idiot oleh penggemar dan rekan-rekanmu?" kata Tsunade memancing

"Huh?! Idiot? Jangan berbicara omong kosong tua Bangka! otakku jauh lebih jenius dari orang-orang bodoh yang mengaku dirinya lebih pintar dariku! Jadi jaga mulut kotormu nenek tua! Cih" ujar Naruto kasar tidak peduli dengan sosok wanita di depannya merupakan bos tempat ia bekerja.

"Kalau begitu buktikan…"

"Huh?"

"Orang-orang yang kau katakan bodoh memiliki sertifikat ijazah sebagai bukti mereka adalah terpelajar, sedangkan kau? Kau hanya punya mulut besar, Na-ru-to"

JLEEB….

SKAK MAT…..

"…"

Mendengar itu Naruto tidak bisa membalas perkataan wanita di depannya, ia lupa jika manusia memiliki kategori seperti itu untuk menentukan derajat seseorang.

"Shit!" umpat Naruto kesal.

"Aku sudah mengurus segala kebutuhanmu untuk sekolah, kau hanya tinggal datang dan ikuti setiap pelajaran dengan tenang dan buktikan padaku bahwa otakmu sangat jenius dengan membawa sertifikat ijazah sebagai siswa lulusan terbaik"

"…."

"Aku mendaftarkanmu di salah satu sekolah terbaik di Tokyo, Tokyo International High School dan mulai besok kau bisa mulai bersekolah disana"

"…."

"Untuk seragam sekolah dan buku-buku pelajaran, aku sudah mengirimnya ke apartemenmu. Aku sudah menyuruh Shizune untuk membereskannya, untuk masalah pekerjaan kau akan tetap melakukan pemotretan akan tetapi aku yang mengatur jadwalnya. Jadi kau bisa fokus dengan sekolahmu"

"….."

"Jika kau sudah paham, kau bisa kembali ke apartemenmu"

Tanpa mengatakan apapun, Naruto bangkit dari duduknya dan pergi menuju pintu keluar.

BRAAAAKKKKKKK!

Naruto menutup pintu ruangan Tsunade dengan kasar sehingga menimbulkan suara yang memekakan telinga. Kemudian tak lama, muncul sosok kotetsu dari balik pintu dengan wajah bingung menatap Tsunade.

"Nona Tsunade, apa yang kau lakukan pada Naruto sehingga ia semarah itu?"tanya Kotetsu heran

"Haaahh…aku hanya menyuruhnya untuk bersekolah, aku merasa bertanggung jawab akan pendidikannya. Aku tahu ia sangat pintar tapi aku hanya ingin ia mendapatkan teman seumurannya"ujar Tsunade sambil memijat kepalanya yang pusing menghadapi tingkah Naruto yang sudah ia anggap adiknya.

"Suatu saat nanti aku yakin Naruto akan mengerti perbuatan anda Nona Tsunade" kata Kotetsu menyemangati

BRAAAKKK!

"Sialan! Aku benci dengan manusia dan sekarang aku harus bersekolah bersama mereka! brengsek! Kalau bukan karena nenek tua itu masih berguna untukku, sudah aku cabut kepala pirangnya dari tubuhnya" gerutu naruto kesal.

Well, sepertinya Minato bertindak salah mengirim Naruto ke dunia Manusia, bukannya makin membaik, perilaku Naruto malah semakin memburuk.

TBC

Chapter 1 sudah selesai! Bagaimana? Apa kalian menyukai dark Naruto?

Malaikat jahat khukhukhu..

Terimakasih telah menyempatkan diri untuk membaca fic ini, walau masih jelek tapi saya mohon sarannya.

Ditunggu ya next Chapter khukhukhu

Salam Nyaaa~ .