Tittle:
I Can't Believe It

Main Cast : Kim Jongin (Namja)
Do Kyungsoo (Yeoja)

Other : EXO and other cast

Genre: School Life, Family, Hurt, Romance

Rate: T
Summary:

Do Kyungsoo, seorang yeoja yang harus berpura-pura dengan hidupnya memakai topeng kebahagiaan. Kim jongin namja tan yang hidup hanya bersama ibunya, berjuang keras menggapai cita-citanya.

Desclaimer :

Semua cast Milik Sang Pencipta, Their Family, SME, dan FF ini milik saya seorang *wkwk, maksa abis, padahal baru pertama bikin FF. ASLI! . FF ini dibuat just for entertainment. Don't copy this FF without my permission. DON'T LIKE DON'T READ

WARNING

GenderSwitch/GS/Typos Everywhere/MultiChapter *Maybe wkwk seringai jahil/Don't Like Don't Read Close The Tab

Balasan Review

Yixingcom: wkwk, iya ini udah lanjut. Wkwk selamat menikmati eh semoga bisa menikamati :D aku juga buatnya GS kok, belum bisa bikin yaoi.

Kim Kyungmin : penasaran ya, emang sengaja dibuat penasaran, xixixi *seringai jahat bareng jongin. Wkwk tapi banyak yang salah jadi ini aku re-update lagi :D
aduh masih kaku sama bahasa FF

Ruixi : Rame? Rame gak yaa? Wkwk, semoga pairing ini yang kamu suka. Kalo kaisoo si jelas, yang lain gimna yaa? Liat aja nanti :D *lol ngakak bareng jongin bug ditabok ruixi :D
ini udah update kok ;D
Kyunginoru: Ini udah lanjut kok

Sfournia: Waaah, makasih masukannnya aku sangat terbantu. Terimakasih sangat

Kaisoo32: Terimakasih masukkannya, kaya gini menurut kaisoo32 gimana? Di review lagi, aku jadi belajar banyak sama yang senior. Terimakasih

Oke Semoga readers semua bisa menikmati FF ini, wkwk
Sebenarnya mengharap review dari readers sekalian karena ini FF pertama saya, jadi saya menerima kritik saran, pesan, kesan, motivasi, apa aja deh. Di chap sebelumnya memang belum ada Kaisoo momentnya, kalo di chap ini? Gimna ya? Ada gak ya?
Oke gak pake lama
Check This Out

Previous Chapter

Saat ini mereka telah duduk berhadap-hadapan dikantin. Xiumin mulai menceritakan apa yang terjadi tadi malam di Club. Bercerita tentang beberapa namja yang memikat hati seorang nona Byun Baekhyun.

Sebenarnya Baekhyun datang ke club malam untuk mengintai seorang namja. Seorang namja yang menarik menurut Baekhyun, dia tahu bahwa namja tersebut satu sekolah dengannya.

Mereka sama-sama dijurusan Vocal, hanya saja warna dasi mereka berbeda, sang namja memakai dasi berwarna hitam menandakan bahwa dia merupakan siswa tingkat akhir.

Di dalam Seoul Art International High School, setiap jurusan memiliki warna seragam yang berbeda, Putih layer hitam untuk Vocal Class, hitam layer putih untuk Dance Class, dan Kuning dengan layer Hitam untuk Acting Class.

Dalam Vocal Class sendiri warna dasi mereka dibedakan untuk menandakan tingkatannya, tingkat pertama berdasi biru donker, tingkat kedua berwarna merah darah, dan tingkat ketiga berwarna hitam pekat.

.

.

.

.

.

Chapter 2

" Mau pesan apa nona?" Tanya seorang ahjumma.

" Ahjumma, aku pesan 4 porsi jjajangmyeon dan 4 bubble tea" jawab Luhan kepada seorang ahjumma penjaga salah satu stand kantin.

" Ne agasshi, anda bisa menunggunya di meja anda."

" Ah, ne khamsahamnida ahjmumma."

" Ne, cheonmaneo"

Baekhyun, Kyungsoo, dan Xiumin sudah duduk disebuah bangku yang berada dipojok kanan kantin.

Sebenarnya semua siswa mendapat menu makan siang yang sudah diatur oleh pihak sekolah dengan standart menu yang berkwalitas,

namun sekolah juga membebaskan siswanya untuk memilih menu lain yang berada dikantin. Pastinya semua menu yang disediakan sekolah menggunakan bahan alami yang berkwalitas.

Namany juga International High School jelas saja semua fasilitas sekolahnya berkwalitas, tujuannya agar siswa siswi disekolah ini merasa nyaman ada aman.

" Minnie, cepat ceritakan apa yang kemarin terjadi pada Baekhyun?"

" Ne ne Kyungie, sabarlah sebentar, kita tunggu Luhan ne. Luhan ppalli" Xiumin melambaikan tangannya menyuruh Luhan untuk segera bergabung.

Luhan sedikit berlari ke arah mereka,

" Aku tadi sudah memesan jjajanmyeon dan bubble tea, kita tinggal menunggu."

Luhan berkata setelah berada didekat teman-temannya.

" Nah, ini Luhan sudah datang. Ppalli kita mulai ceritanya." Kyungsoo mempersilahkan Luhan duduk disebelahnya. Dia sudah sangat penasaran hampir seminggu ini dia jarang mengobrol dengan teman-temannya.

Xiumin dan Luhan menatap Baekhyun meminta persetujuan, Baekhyun balik menatap mereka mengerti maksud tatapan mereka dan berkata.

" Ne, silahkan kalian bercerita."

Mengerti Baekhyun memberi ijin, Xiumin memulai ceritanya mulai dari dimana Baekhyun pertama kali melihat sang namja, bagaimana dia bisa jatuh cinta, sampai akhirnya Baekhyun bisa mengikuti si namja. *udah kaya stalker aja nih Byun Baekhyun.

Baekhyun jatuh cinta pada kakak angkatannya. Dia merupakan siswa tingkat 3 Vocal. Baekhyun sempat mendengar pembiacaraan sang namja dengan temannya di taman sekolah. Baekhyun mendengar bahwa mereka ada rencana untuk pergi ke club malam itu, alhasil Baekhyun mengajak Xiumin untuk mengintai sang namja.

Well, kenapa Baekhyun mengajak Xiumin? Jawabannya adalah karena Xiumin sempat beberapa kali pergi ke club malam untuk membantu Ayahnya mengintai seorang Pedagang senjata illegal.

*Uri Kyungsoo benar-benar ketinggalan berita ne?

Kyungsoo kan siswa yang terkenal angkuh dan cerdas walaupun aslinya murah senyum dan baik hati. Disamping itu dia merupakan sekretaris Dewan Kesiswaan Sekolah wajar jika dia tidak update kisah sahabatnya yang hari-hari ini jarang dia temui.

" Akhirnya kalian mengikuti namja itu? Lantas apa yang terjadi? Apa Baekhyun dan si namja sudah saling mengenal? Ceritakan Minnie, jangan ada yang tertinggal"

" Sabar Kyungie, huuuuh" tahan Luhan.

" Ah, mianhae. Aku benar-benar penasaran. Bukankah ini Cho-Sarangnya Baekhie?Hihi"

Kyungsoo terkekeh.

" Ah, ne cho-sarang. Changkamman, bukankah kita semua memang belum punya cho-sarang?Haha"
" Ah, batta benar sekali Minnie. Kita semua memang belum memiliki cho-sarang."

Luhan mengomnetari pernyataan Xiumin dan terkekeh. Wajahnya kini memerah membayangkan sesuatu, entah apa yang dibayangkannya.

" Baiklah, aku akan melanjutkan ceritaku. Nah, setelah kita masuk kedalam club Baekhyun langsung mencari namja itu tapi tak menemukannya."

" What? Apakah Baekhyun salah menangkap berita?"

" Anni anni Kyungie, aku tidak salah dengar."

" Dengarkan saja cerita Minnie dengan sabar Kyungie." Luhan ikut geram dengan tingkah Kyungsoo yang terlihat lebay. *Ahaha, sabar Lu sabar

" Ah, ne ne" Kyungsoo menunduk malu tak biasanya dia berlaku lebay seperti itu.

Saat Xiumin akan memulai ceritanya lagi, ahjumma kantin mengantarkan pesanan mereka.

" Chogiyo agasshi, ini pesanan kalian. 4 porsi jjajangmyeon dan 4 bubble tea."
ahjumma memberikan pesanan mereka.

" Ah, ne ahjumma. Khamssahamnida"

" Ne agasshi, saya permisi."

" Ne ahjumma." Seru mereka berempat.

Kini mereka mulai menikmati pesanan mereka dan kembali pada topik perbincangan yang menarik bagi kalangan yeoja seumuran meraka. Mereka memang gadis yang diberikan banyak kenikamtan oleh sang pencipta, keluarga kaya raya, wajah cantik, dan bentuk tubuh yang sempurna.

" Setelah aku dan Baekhyun menunggu hampir setengah jam, akhirnya Baekhyun melihat namja itu bersama teman-temannya."
Xiumin mengambil bubble teanya dan meminumnya perlahan. Setelah dirasa cukup membasahi tenggorokannya, Xiumin memulai lagi ceritanya.

" Dia berjalan melewati kami dan akhirnya akupun tau siapa namja itu. Haha" tawa Xiumin.

" Nu….." kalimat Kyungsoo terpotong.

" Ah,lihat-lihat Baekhie. Bukankah itu mereka?"

" Nugu, Lu?"

" Aish Kyungie, lihat 2 namja yang baru masuk kantin yang sedang mengambil makan siang mereka."

mereka berempat mengarahkan pandangannya pada pintu masuk kantin, benar saja mereka melihat 2 namja berjalan masuk kantin dibelakang mereka juga ada siswa lain yang mulai berdatangan, pantas saja sekarang sudah masuk istirahat siang pukul 12.00 KST.

" Bukankah itu Chanyeol oppa bersama Jongdae oppa?"

" MWO?! Kau mengenal mereka Kyungie."

" Ne Baekhie, aku mengenal mereka siapa yang tidak tahu 2 namja yang suka sekali ribut di ruang DK?" *Dewan Kesiswaan

" HAH? Mereka sering berkunjung ke ruang dewan. Lantas untuk apa aku mengikuti mereka ke club?" runtuk Baekhyun pada dirinya sendiri.

" Ah, jangan-jangan namja itu namja yang kau suka Park Jongdae?"

" Park Jongdae? Anni anni Kyungie, bukan namja yang berwajah kotak itu. Namja kotak seperti itu serahkan saja pada Minnie."

" Aissh, kau balik meledekku oh?"

" Anni, itu kenyataan semenjak semalam. Haha" Baekhyun tertawa dengan puasnya, Luhan dan Kyungsoo hanya diam.

" Sebentar, jadi Baekhyun dan Xiumin tertarik pada duo Park itu?"

" Duo park?" Tanya Xiumin

" Iya Park Chanyeol dan Park Jongdae." Serempak Kyungsoo dan Luhan.

Baekhyun dan Xiumin menatap KyungLu bingung.

" Kalian tidak pernah bertanya padaku, tentu saja aku tak menceritakannya bukan."

Luhan memberikan jawaban atas tatapan kedua sahabatnya itu.

" Aigoo, kenapa kita tidak sadar Xiu. Tentu saja Luhan lebih tahu daripada kita. Aissh jinjja."
Baekhyun menghela nafas panjang.

Xiumin mengangguk,

" Jadi Lu, kau akan memberitahukan identitas mereka bukan?" Rayu Xiumin

" Anni, itu merupakan privasi Xiu." Tolak Luhan cepat.

" Aissh Lu, kau pelit sekali. Kyungie, kau mau menceritakan tentang mereka bukan?" Baekhyun mengeluarkan puppy eyesnya.

" Aku tidak tahu banyak tentang mereka Baekhie, yang kutahu mereka kakak-beradik." Puppy eyes Baekhyun tidak mempan bagi Kyungsoo yang tengah memasukkan jjajangmyeon kedalam mulutnya.

" HA? Kakak beradik?!" Baekhyun dan Xiumin serempak kaget.

" Haahh…." Luhan menghela nafasnya, " baiklah, akan aku beritahu informasi yang ku ketahui tentang duo park itu."

Baekhyun dan Xiumin menatap Luhan dengan intens bersiap mendengar penjelasan Luhan.

Luhan mengambil ponselnya, menyentuh tombol menu dan memilih sebuah aplikasi yang berlambangkan sekolah mereka, mengetikan ID dan password.

*lambangnya berbentuk perisai didalamnya bertuliskan inisial sekolah mereka SA dengan tulisan kecil International High School dibawahnya. Inisial SA dijaga oleh dua singa yang berdiri seraya melindungi SA International High School. paham gak yeorobeon?
Kalau SA International High School dilindungi oleh 2 Singa, maka SI High School Ular, dan SS International High School Elang.

.

.

.
.

" Park Chanyeol, 27 November, tinggi 187cm, golongan darah A, Skills: Guitar, Drums, Bass, Acting, Rapping, dan African drums. Siswa tingkat 3 Vocal Class. Ayahnya Park Jinki merupakan pemilik Park Corp, dan ibunya Park Kibum merupakan Designer terkenal."

" WooooW" mereka bertiga terkejut mendengar penuturan Luhan.

" 27 November, aku akan menyatatnya di ponselku." Lirih Baekhyun dan mulai mencatat pada ponselnya

" Baiklah selanjutnya, Park Jongdae, 21 September, tinggi 178 cm, golongan darah: A, skills: Singing. Siswa tingkat 3 Vocal Classs, orangtuanya sama dengan Chanyeol oppa karena mereka saudara."

" Changkaman, kenapa bisa mereka menjadi saudara Lu. Chanyeol oppa lahir tanggal 27 November sedangkan Jongdae hyung 21 September. Bagaimana bisa?" ucap Xiumin tak percaya.
.

.

.

.

Duo Park Position

" Waaah, kita hanya berdua saja hyung. Kemana Sehun dan Jongin, mereka lama sekali?"
Chanyeol menghentak-hentakkan kakinya ke lantai sambil meminum iced choconya.

" Sehun mengirimkan pesan padaku, katanya ada pekerjaan Dewan. Kalau Jongin, dia belum membalas pesanku."

" Aissh, sehun itu selalu saja sibuk dengan urusan Dewannya. Apa sebaiknya kita pergi keruangnnya dan menculiknya hyung?" celetuk Chanyeol asal.

" Anni anni Chanyeol, aku tidak ingin Sehun marah padaku seperti kemarin. Itu menjengkelkan, padahal kau yang berbuat ulah malah aku yang kena semprot."

" Ah, mianhae hyung. Saranghae hyung." Chanyeol memeluk Jongdae bersiap mendaratkan ciumannya dipipi, namun dengan sigap Jongdae menahannya.

" Singkirkan tangan dan bibirmu bocah tengik, kau menjijikkan!" bentak Jongdae pada adiknya.
tanpa mereka sadari seorang namja sedang mendekati mereka berdua dan

" Creek, say cheess. Wkwk photo yang bagus. Aku akan upload ke akun IGku"

" Aigooo, Sehun benarkah itu photo yang bagus? Cepat upload, tag untukku dan hyung."
Chanyeol melepaskan pelukkannya dan mengambil posisi disebelah Sehun. Jongdae mendeathglare mereka berdua.

" YAA! Hentikan itu Sehun dan kau Chanyeol, jangan pernah memelukku lagi. Itu menjijikan!"

" Gulp." Chanyeol menelan ludahnya dia tahu bahwa hyungya itu sangat menakutkan jika sudah marah apalagi saat ini hyungnya sudah mengepalkan tangannya.

*wow seraamnya Park Jongdae =.=

" Aah,.. ne hyung aku tidak akan meng-uploadnya. Ah, Aku pesan bubble tea dulu ya?"

Sehun mulai gugup takut Jongdae benar-benar marah. Dia tidak mau wajahnya yang tampan itu menjadi lebam karena pukulan dari Sunbaenya.

" Aku juga tolong pesankan Hun." Seorang mendudukkan dirinya tak jauh dari Jongdae

" JONGIN?! Kau muncul darimana oh, mengagetkan saja."

"Yayaya, KIM JONGIN apa kau memiliki kemampuan aneh seperti. . teleportasi?"

" Anni, aku sudah melihat kalian sejak tadi." Ucapnya santai.

" Baiklah aku akan pergi membeli bubble tea." Potong Sehun, dia tidak ingin ada perdebatan baru disini.

Sehun berjalan kembali ketempat duduknya dengan membawa 2 bubble tea di tangannya, dia melewati bangku dimna 4 orang yeoja sedang membicarakan hal yang sepertinya menarik menurutnya.

Dia hanya tersenyum melihat sang yeoja yang juga meminum bubble tea. Dalam hati Sehun berkata

' Ah, dia sedang berkumpul dengan teman-temannya. Wajar saja, mereka hari-hari ini mereka jarang berkumpul berempat. Hihi. Dia tetap cantik seperti biasa.'

Karena terlalu serius mengobrol dengan tiga sahabatnya, si yeoja tak sadar jika dia sedang diperhatikan oleh Sehun.

" Jongin, kau ikut tidak. Nanti malam aku, Jongdae hyung dan Sehun akan latihan basket."

Mereka kini sedang menikmati makan siang mereka.

" Bagaimana ya hyung, aku ada pekerjaan. 1 minggu lagi kontrakku baru habis."

" Kau ini rajin sekali Jongin, tidak seperti adikku yang sukanya pergi ke club dan menghabiskan uang appanya."

" Yaa hyung, masa kau menghina adikmu sendiri?"

Sehun mengabaikan pertengkaran duo Park dan bertanya,

" Apa eomma sehat Jongin? kau juga harus jaga kesehatan jangan memaksakan diri."

" Ehm arraseo, eomma sehat-sehat saja Hun. Jangan khawatir."

" Eommamu masih di RS Jongin?" Tanya Chen dengan nada prihatin

" Ne hyung, Sehun appa tak mengijinkan eomma pulang." Jongin memasang muka sedatar mungkin, dia tidak ingin menunjukkan kesedihannya.

Eommanya Kim Sungmin seorang wanita yang ditinggal suaminya,Kim Si Won . Jongin masih berumur 9 tahun saat appanya meninggal dunia.

Perusahaan yang ditinggalkan ayahnya sebagai warisan di ambil oleh rekannya. *biasalah politik bisnis chingu

Sehingga mau tidak mau mereka harus hidup dalam kesederhanaan. Namun, Jongin bukanlah anak yang lemah. Dia berusaha membantu ibunya dengan mengerjakan pekerjaan rumah.

Ibunya adalah seorang wanita yang pandai dan ulet sehingga bukanlah hal yang sulit untuk Kim Sungmin mencari pekerjaan.

Sebenarnya ayah Sehun menawarkan diri untuk membantu segala kebutuhan hidup mereka bahkan mengajak tinggal bersama keluarganya namun hal itu ditolak dengan halus oleh Jongin eomma.
Ayah Sehun dan Jongin memang dekat karena mereka berdua berteman sejak kecil. Tidak beda jauh hubungan itupun terjadi pada anak-anak mereka, Jongin dan Sehun.

" Hyung, makanku sudah habis aku pergi dulu." Jongin berdiri seraya pergi meninggalkan kursinya.

" Ah, hyung aku juga pamit. Annyeong."

" Ne Sehun. Hibur Jongin, jangan biarkan dia sendiri Hun." Saran Chen

" Ne hyung"

" Ada apa dengan Jongin, hyung?"

" Ppabbo, kau tidak bisa melihat kalau Jongin sedang banyak pikiran. Gunakan penglihatanmu dengan baik Park Chanyeol."

" Aaah, mianhae hyung. Hehe" Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

Disisi lain, Sehun sudah berlari mengejar sahabatnya Kim Jongin.

" Jongin, yaa tunggu aku. Kenapa kau terburu-buru oh?"

" Aku hanya ingin istirahat diatap sekolah. Rasany sungguh lelah Hun."

Jongin berjalan menuju sebuah pintu menuju atap sekolah. Dia memang biasa mengisi waktu kosongnya di atap sekolah untuk sekedar merebahkan badannya sambil menatap langit atau mendengarkan music dengan alat pemutar kesayangannya.

" Apakah ada masalah? Ceritakan padaku?"

Sehun mendudukkan dirinya disebelah Jongin dia paham betul bagaimana kondisi Jongin jika memiliki banyak masalah.

" Anni, gwenchana."

" Ayolah aku sudah kenal lama denganmu, apa yang sedang kau fikirkan?"

Sehun memaksa Jongin untuk bercerita, dia tahu bagaimana Jongin sangat menderita. Appa yang disayanginya telah meninggal dunia, eomma yang dia kasihi kini berada di Rumah Sakit, bahkan hartanyapun tak melimpah. Dia juga anak tunggal dan single, well lengkap sudah penderitaan Jongin *poor Jongin

Namun, bukan Jongin namanya jika dia mudah menyerah seperti itu. Semenjak berada di tingkat pertama Senior High School, Jongin mulai mencari pekerjaan.

Menjadi pengantar Koran dan susu dipagi hari, sekolah disiang hari, berubah menjadi pelatih tari disebuah sanggar disore hari, dan bertugas mengantarkan makanan di malam hari. Benar-benar Jongin pekerja keras.

" Haah, kau itu memang susah ditipu. Sebenarnya appamu kemarin menemuiku."

" Appa?" Tanya Sehun pura-pura, sebenarnya Sehun tahu bahwa appanya akan bertemu dengan Jongin membicarakan kondisi Jongin eomma.

" Ne, appamu mengatakan sebenarnya kondisi eomma dalam keadaannya yang kurang baik. Aku tak ingin terjadi apa-apa pada eommaku Hun. Hiks. . . Hiks Aku tidak ingin kehilangannya Hun." Jongin mulai terisak, Sehun memberikan tepukan pada pundak sahabatnya itu berharap hal itu dapat menenangkan kondisi Jongin.

" Ne, Jongin. Eomma akan baik-baik saja, kita sudah berusaha mengoperasi eomma dengan transplantasi jantung. Kau juga sudah berusaha dengan baik."

" Tapi Hun, aku belum bisa menerimanya jika . . . hiks."

" Sudah tidak usah berfikiran yang negatif sebaiknya nanti kau jenguk eomma. Kajja kita ke kelas, sebentar lagi masuk."

Jongin mengusap air matanya yang mebasahi pipinya. Berjalan dengan lesu menuju Dance Class bersama sahabatnya Jung Sehun.

.

.

.

.

.

Back to 4 angel *Kyungsoo, Baekhyun, Xiumin, dan Luhan

" Iya mereka memang saudara Minnie, itu sudah menjadi rahasia umum. Meski dikalangan siswa tingkat tiga."

" Mana mungkin, mereka bukan anak kembar. Kenapa bisa jadi saudara? Atau jangan-jangan…" Baekhyun menerka-nerka tidak dapat menerima jika benar apa yang dibayangkannya terjadi.

" Jongdae oppa anak angkat Jinki Ahjusshi." Kyungsoo memberikan jawaban dengan poker face.
Xiumin tampak kaget mendengar penuturan Kyungsoo, 'dia anak angkat?'

" Kau mengenal orang tua mereka Kyungie?" Tanya Xiumin dengan wajah yang mulai kelihatan lemas.

" Ne, appaku berteman dengan appanya. Do Corp memiliki beberapa kerjasama dengan Park Corp."

" Lantas, apakah Jongdae oppa anak haram Kyungie?"

" Kau ini jangan sembarangan bicara Baekhie!" Kyungsoo mendeathglare Baekhyun, Kyungsoo mengarahkan tatapannya pada Xiumin yeoja yang saat ini telah menundukkan kepalanya.

Baekhyun paham akan hal itu langsung berkata "Ah, mianhae Minnie. Bukan maksudku menyakit perasaanmu."

Mendengar Baekhyun berkata demikian Xiumin mengangkat kepalanya

" Anni, gwenchana Baek. Aku belum sepenuhnya jatuh cinta padanya." Xiumin menutupi kekecewaannya dengan senyuman.

" Tenang saja Minnie, dia bukan anak haram. Benar kan Kyungie?" ucap Luhan menenangkan Xiumin.

" Ne, sebenarnya Jongdae oppa anak dari Jonghyun Ahjusshi. Jonghyun ahjusshi merupakan kakak kandung Jinki ahjusshi."
" Kenapa Jonghyun ahjusshi mengangkatnya menjadi anak Kyungie?" Xiumin penasaran situasi seperti apa yang sebenarnya dialami namja berwajah kotak itu.

" Orang tua Jongdae oppa meninggal dalam kecelakaan mobil."

" Oh Tuhan, benarkah itu Kyungie?"

" Ne, Jinki ahjusshi mengangkatnya karena dia satu-satunya yang dimiliki Jongdae oppa. Toh marga mereka sama-sama Park, jadi tak masalah bukan."
Kyungsoo menjelaskan panjang lebar.

" Aigooo, taitta. Ku kira dia anak haram seperti yang dikatakan Baekhie." Xiumin kini benafas lega.

" Chukae Minnie, dia anak baik-baik. Hahaha."

" Diam kau Baekhie!"
Luhan dan Kyungsoo hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya. Kyungsoo, mengingat seseorang, dia menekan dadanya. Menyadari ada yang aneh dengan lehernya dia segera merabanya.

" Andwae! Andwae! Dimana kalungku, ah dimana? Kalungku?" Kyungsoo mulai panic dan berteriak.

" Ada apa Kyungie? Kau mencari apa?" tanya Luhan penasaran kenapa Kyungsoo jadi panic

" Kalungku Lu, kalian tahu kan kalung yang selalu kupakai. Kalung berbentuk key?"

" Bukannya kau memakainya Kyungie."

" Tidak kalungku tidak ada, bagaimana ini hik. . . hiks."

" Tenang Kyungie, atau mungkin kalungmu terjatuh di bus?"

.

.

.

.

Another Place

' Kalung milik siapa ya ini? Kenapa rasanya kalung ini tak asing bagiku? Haaah, entahlah'

Namja itu masih memperhatikan dengan lekat kalung yang kini berada ditangannya, kalung dengan bandul berbentuk key. Ya, kalung yang terjatuh didalam bus menuju sekolahnya, kalung yang akan membawanya menemui takdir dan mungkin saja dia akan berkata 'I Can't Believe It'.

" YA! Kau tidak ikut kelas selanjutnya, oh?"
Kesadarannya seketika kembali mendengar sahabatnya berteriak dengan suara khasnya.

" Ya! Tidak perlu berteriak! aku juga mau ke kelas selanjutnya pabbo!"

Namja itu berjalan melewati sahabatnya.

" YA! Aku tak pabbo, kau ini sahabatku dari kecil bukan oh? Teganya kau mengataiku pabbo"

.

.

.

.

.

.

Cepet banget updatenya, wkwk
kan yuka udah ngasih tau kalau yuka lagi pingin nulis ya nulis egak ya egak, wkwk
aduh sebenernya yuka penginnya di Chap ini ada Kaisoo moment tapi gak tau kenapa nih jadinya malah kaya gini, hahaha *Tawa jahat
Yuka janji deh, chap depan bakal ada kaisoo momentnya. Ehehe doakan saja semoga ide terus mengalir dan yuka mood nulis FF nya. Wkwk
Makasih buat yixingcom, kim kyungmin, ruixi, kyunginoru, kaisoo32, sfournia yang udah review. Ini udah update kok. Ditunggu Reviewnya :D
Kamshamnida *bow bareng sama para tokoh dalam FF ini.
Banzaii!