Title : naughty guarantee

Author : raehyuk98, ressaelfhyukjae

Length : twoshot

Genre : au , comedy, lemon yang gak ada rasanya...

Cast: Lee Donghae, Lee Hyukjae

Declaimer : They belong to god, parents, themself and they have each other, but the story MINE..

Warning : Typo and miss typo, alur membingungkan, ejaan tidak sesuai EYD, NO COPAS AND PLAGIATISM...

Rated : M

holllaaa...^^

huahhhh... aku terhuraaa... ripiu nya nyampe segini, lalalala... besok besok aku publish yang rate M lagi ahhh...eh ... hehe... WARN nya masih samaa... yang gak suka kabur aja yauu... tapiii, sepertinya bdsm nya menguap hilang... aku belum bisa membuat bdsmnya... mian*bow

WARN : PWP, mature content, yaoi, boy X boy (haeXhyuk) LEMON...

bagi yang gak kuat ber-yaoi ria dan ber-nc ria, tanda silangnya ada di pojok sonoan dikit yauuu...^^

silahkan berdelusi... kkkkkk...^^ bekkiicott...

A/N : umur donghae bagi nyuk di epep ini adalah seorang ahjussi, dan umur nyuk bagi ngekk adalah seorang bocah.. tentuin sendiri aja yaa...

Happy Reading^^

donghae bersiul, memasang senyum yang sangat mengerikan di wajah tampannya saat menatap pemandangan yang sangat indah di depannya. pemandangan yang membuat adik kecil donghae semakin mengeras di balik boxernya.

"ugh, aku tak menyesal telah menjadikan mu sebagai jaminan dari hutang keluargamu, kau terlihat sangat... sexy"

hyukjae hanya menundukkan kepalanya malu saat mendengar pujian donghae. aku tak akan membagi bagaimana deskripsi keadaan mom hyukk... dia benar benar sexy dan cutee..*nosebleed

"sudah siap?"

"eh.. si.. siap untuk apa? "

donghae melangkah mendekat pada tubuh hyukjae yang berbalutkan kemeja yang sangat besar di tubuh hyukjae, rambut berponinyapun sangat berantakan karna bekas jambakan donghae tadi. wajah merah terangsang dengan tatapan nanarnya yang seolah olah pasrah jika ia akan di perkosa saat itu juga, semakin membuat hasrat seorang lee donghae berteriak dari dalam tubuhnya, meminta untuk segera menyetubuhi makhluk manis tak berdaya di depannya ini. lalu kaki jenjang mulus hyukjae yang terekspose bebas, karna donghae tak membiarkan hyukjae memakai apapun selain kemeja besarnya. upss, aku keceplosan.

donghae membawa telapak besarnya ke paha bagian dalam hyukjae, mengelusnya dengan gerakan seduktif, menggoda kembali adik kecil tanpa penghalang hyukjae.

"kau benar benar bodoh, atau kau sedang menggodaku dengan sikap polosmu itu, choi hyukjae?"

donghae menarik dagu hyukjae, membawa bibir tipisnya mendekat pada bibir penuh hyukjae. membagi sesuatu cairan pada hyukjae di dalam ciuman saat lidah mereka menyatu, yang tak hyukjae sadari.

"eunggh...ta..tapi aku...akhh.."

donghae meremas junior hyukjae, lalu memakaikan cock ring di penis kecil itu. hyukjae mencengkram kuat pundak donghae yang meninggalkan bekas kukunya di sana. hyukjae memejamkan erat matanya, merasakan perih saat donghae memasang cock ring pada penis nya tadi.

"mari kita mulai pertunjukannya.."

"i..ini.. aku mohon lepaskan benda ini, penis ku terasa perihh.."

"kau merasa perih, eoh? "

"akhhhh..."

donghae menyentil penis hyukjae yang menegang sempurna dengan percum di ujungnya. membuat penis hyukjae sedikit memerah dan juga wajah hyukjae yang ikut memerah menahan sakit.

"setelah aku merasa puas.."

cpk..

donghae berbisik pada telinga kanan hyukjae, dan mengecup leher jenjang hyukjae di akhir.

"ta.. tapi.."

"aku tidak mendengarmu... "

donghae menekan remot yang berada di genggamannya. bersamaan dengan itu, sebuah lagu dengan instrument yang sangat erotis mulai terdengar memenuhi ruang tengah donghae. hyukjae hanya menatap linglung dengan wajah merahnya kearah punggung donghae yang menjauhinya. meninggalkan hyukjae kembali berdiri di tengah ruang itu sendiri.

donghae mendudukan dirinya di sofa yang tak jauh dari hyukjae. menatap dengan penuh nafsu ke arah hyukjae yang bahunya sedikit terbuka karna kemeja besar donghae yang panjangnya sampai paha hyukjae.

"menarilah.. "

drrtttt.. drrrttt.. drrt..

"ahnn.. "

hyukjae terkaget saat cock ring di penisnya bergetar dengan sangat cepat.

*ini gak tau ada apa enggak yaa... imajinasi author doang.. hehehe.

tubuhnya limbung terjatuh ke lantai saat cock ring itu bergetar dengan lebih cepat lagi. hyukjae menggigit bibir bawahnya, menahan desahan-desahan yang ingin ia keluarkan hingga bibir itu berdarah.

donghae hanya memandangi reaksi yang di berikan hyukjae. tersenyum saat melihat tubuh hyukjae mulai menggeliat resah.

"aku akan menghentikannya saat kau mulai menari..."

hyukjae menatap donghae dengan tatapan nanarnya, wajahnya terlihat lusuh, sakit yang bercampur nikmat. hyukjae mencoba kembali berdiri dengan kakinya yang bergetar hebat.

*yang berfikiran 'kenapa cock ringnya gak di copot sendiri aja', ini sebenernya cockring yang menggunakan pengaman sidik jari, jadi hanya terbuka saat sensor pada cock ring itu mengenai sidik jari dari yang masang.. okeee. lagi-lagi imajinasi author...

hyukjae mulai menggerakan tubuhnya, bergerak sangat pelan saat hyukjae merasakan ngilu di sekitar penisnya, walaupun donghae sudah mematikan getaran pada cock ring itu. peluh hyukjae berjatuhan saat ia merasakan perasaan aneh yang seperti membakar tubuhnya dari dalam. panasss.. hyukjae sedikit mempercepat gerakannya, mulai mengabaikan rasa ngilu yang tadi ia rasakan.

menyentuh sendiri daerah daerah sensitif di tubuhnya dalam tarinya, mengerang nikmat saat hyukjae memilin nipple nya dari balik kemeja.

"engh.. ahnn.."

mendesah dengan menutup erat matanya, menikmati kenikmatan yang tengah ia sendiri lakukan. dengan bibir penuh yang terbuka lebar, mengeluarkan desahan yang membuat lee donghae yang tengah melihat hyukjae bermain solo ikut terbawa permainan hyukjae. donghae menggeram pelan sambil mengurut penis di balik boxernya.

hyukjae mengelus kepala penisnya yang terasa ngilu yang sekarang telah membiru. hyukjae membuat bola mata indahnya bernari, mencari benda yang dapat ia gunakan untuk memberinya kenikmatan lebih dari yang dirinya bisa lakukan. bola mata hyukjae bertemu dengan donghae yang tengah asik bermain sendiri. hyukjae memainkan matanya nakal kearah donghae saat pandang mereka bertemu. hyukjae mengangkat sedikit kemejanya, menampilkan daerah paha atasnya yang terlihat samar oleh donghae.

"shit! jangan menggodaku bitch.."

donghae mengumpat saat melihat tingkah hyukjae yang berubah jadi nakal seperti tadi. hyukjae terkekeh kecil saat mendengar umpatan dari donghae, semakin ingin menggoda donghae lebih lagi. hyukjae menarik sebuah kursi, mendudukan dirinya di kursi itu, dan membuka kaki jenjangnya lebar lebar, tapi tetap menutup penisnya dengan kemeja yang ia tarik kebawah. hyukjae memutari kursi tersebut dan mengelus kursi itu dengan gaya yang sensual sambil mempermainkan lidahnya yang membasahi pinggir bibirnya sendiri.

"ahn.. kau sexy bitch.."

hyukjae membuka kancing kemeja yang ia kenakan, tapi hanya tiga kancing teratasnya. hyukjae berjalan mendekat kearah donghae, meletakkan kedua tangannya di paha donghae, lalu mencondongkan tubuhnya, membawa bibir sensualnya kearah bibir tipis donghae. mengajak donghae berciuman. hyukjae memasukan lidahnya ke dalam mulut donghae, membuat lidahnya bermain dengan langit langit mulut donghae sebelum mengajak lidah donghae juga bermain. tangannyapun mulai menggoda di sekitar penis donghae, mengelus benda yang tegang itu dari luar celana boxer donghae.

donghae menekan tengkuk hyukjae lebih dalam, mengambil alih dominan di dalam ciuman yang hyukjae mulai, memasukan lidahnya ke dalam mulut manis hyukjae. donghae membawa jarinya ke leher jenjang hyukjae, mengelus leher jenjang itu dengan sangat perlahan, melepas ciumannya dan membawa lidahnya melingkari bekas gigitan kasar di tonjolan hyukjae.

"ahn.. euhmmp.. itu geli.. akhh.."

"tapi kau menyukainya kan"

hyukjae hanya mengangguk, membenarkan pernyataan dari donghae. jemari lentik hyukjae mulai akan mengeluarkan milik donghae sebelum donghae menggigit keras nipple hyukjae, dari luar kemeja. membuat nipple hyukjae mengeluarkan sedikit darah yang tercetak di kemeja itu.

"Akkhh.. apa yang kau lakukannn? "

hyukjae menjauh dari tubuh donghae, dan berkacak pinggang di depan donghae. memasang wajah kesal manjanya, bagaimanapun choi hyukjae adalah anak terakhir di keluarga choi. tentu sifat manjanya yang keluar saat ini adalah kebiasaannya pada kedua orang tuanya bahkan kepada siwon hyung, karna sebelumnya hyukjae adalah anak yang sangat di manjakan oleh kedua orang tuanya saat mereka masih berada di samping hyukjae.

donghae hanya tersenyum kearah hyukjae, memasang senyum malaikatnya saat mendapati sifat manja pada diri bocah manis di hadapannya.

"tidak ada, aku hanya gemas dengan nipple merah muda mu yang tadi mengitip di sela kemeja yang kau kenakan. uhh... dia sungguh menggoda!"

"hohh... jadi hanya karna itu kau menggigitnya. itu sakit bodoh!"

"heiii.. jaga ucapanmu nona, sudah berapa kali ku katakan, jangan merendahkanku! kau tak mau hyungmu bernasib sama dengan kedua orang tuamu kan? "

"yakk.. hiks.. jangan berbicara seperti itu.. hikss... dia yang hanya ku miliki saat ini, aku mohon jangan sakiti hyung ku.."

"baiklah, tak akan jika kau berhenti berucap kasar... kemarilah hyukkie"

donghae menepuk pahanya, mengisyaratkan hyukjae untuk duduk di pangkuannya. dan hyukjae pun mengerti, lalu menduduki dirinya di pangkuan donghae dan saling berhadap hadapan. hyukjae sedikit risih dan menahan sakit karna melihat penis donghae yang sudah sangat membesar yang juga mengenai penis ngilu nya yang masih terkunci dengan cock ring. donghae menarik dagu hyukjae, mengalihkan tatapan hyukjae dari adik kecilnya. donghae menjilat air mata hyukjae yang melintasi pipi hyukjae, lalu mengecup kedua mata hyukjae.

"kau manis.."

hyukjae memejamkan matanya, merasa nyaman dengan tindakan donghae yang mengecup matanya sayang. hyukjae mengalungkan lengangannya di leher donghae, mengecup bibir donghae sekilas.

"kau tampan.."

dan memuji donghae dengan perasaan malu yang ia tahan, dengan rona merah muda di kedua pipinya. donghae hanya tersenyum kecil melihat tingkah menggemaskan hyukjae.

"sudah ingin berubah?"

"hmp.. ya, tapi jangan pernah sakiti siwon hyung"

"baiklah lee hyukjae"

"oi, aku choi hyukjae, bukan lee hyukjae"

hyukjae memukul manja dada bidang donghae saat donghae mengubah marga yang ia miliki.

"itu dulu,sekarang marga mu adalah lee,karna kau sekarang milikku"

donghae membuka beberapa kancing yang masih mengait di kemeja hyukjae, melepas kemeja yang hyukjae kenakan.

"yakk.. ahjussiiii... bagaimanapun aku bukan milikmuuu.. lepass!"

hyukjae kembali menjauh, menurunkan tubuhnya dari pangkuan donghae sebelum donghae benar benar melepas kemejanya. donghae menatap tajam hyukjae, setelah itu mengabaikannya. donghae meraih gagang telpon rumah di atas meja di sebelah sofa, dan mendial nomor seseorang.

"kangin-ah, urus choi siwon sekara..."

"yakk... ba..baiklah, aku milikmu"

donghae tersenyum menang..

"anggap aku tadi tak berbicara apapun kangin-ah.."

tutt..tutt..

"aku mencintaimu lee hyukjae.. sekarang, lepas kemejamu itu, dan kemarilah.."

hyukjae berjalan kearah donghae, melepas kemeja itu saat semua kancingnya telah terbuka. hyukjae mendudukan dirinya yang telah fullnaked di atas pangkuan donghae. memasang wajah setengah takutnya.

"akhh.. tidakk.. jangan sentuh diahh.. euhhm..."

hyukjae menundukan kepalanya, menahan rasa sakit saat donghae kembali memperlakukan penis hyukjae kasar. meremasnya saat penis itu tengah tegang dan terkunci oleh cock ring yang menahan puncak kenikmatan hyukjae.

"kau yang menggodaku pertama kali..."

"huhh... aku hanya ingin kau menyentuhku, tanpa hal hal seperti tadi.."

hyukjae berujar dengan nada manjanya, membuat bibir merahnya ter-pout indah dengan rona merah muda di pipi tirusnya yang sangat terlihat menggemaskan, yang tentu sangat mengundang untuk author kecup..ehh..

"bukankah katamu kau tak akan pernah membiarkan orang seperti ku menyentuhmu di chap pertama kemarin, lalu sekarang..? kau malah yang menggoda seekor lee donghae.."

"hmmp.. aku.. aku..."

"baiklah.. aku akan bermain kasar padamu, jangan memintaku berhenti ya.."

"e..ehh.. aku tidak bilang jika ehmmmpp.."

donghae mengunci mulut hyukjae dari ocehannya, mengemut bibir penuh bawah dan atas hyukjae bergantian. donghae memasukan lidahnya di sela bibir hyukjae yang terbuka, mengajak lidah hyukjae kembali menyatu.

"euhm.. kau benar benar manis lee hyukjae"

donghae berbisik di sela ciumannya, membuat wajah hyukjae semakin memerah padam karna ucapan donghae tadi. hyukjae menarik lembut surai rambut donghae, menekan kepala donghae untuk memperdalam ciumannya.

plopp ..

"ahjussi..."

"hae, lee donghae, hyung, bahkan oppa atau apapun selain ahjussi, hyukkie"

"hmp.. baiklah, hae-ya.. bisakah setidaknya kau melepaskan ini.."

hyukjae berujar dengan wajah yang menunduk malu dengan jari telunjuk yang menunjuk nunjuk ke arah penisnya.

"ini sangat menyiksaku.. ehmp.. pe..penisku.."

hyukjae semakin menunduk dalam. tak berani menatap wajah donghae. donghae hanya terkekeh kecil.

"baiklah, baby.. tapi sebelumnya buat adik kecilku ini keluar di dalam mulut mu dahulu.. eottae?"

"jadi.. aku harus..."

"ya, blow job.."

"tapi itu menjijikan hae-ya.."

"kalau begitu, jangan memintaku untuk melepaskannya, gampang bukan..?"

hyukjae terdiam sesaat.

"hmp.. baiklah, blowjob dan lepaskan benda ini"

"cock ring hyukkie.."

"eh?"

"benda yang ada di penismu itu cock ring"

"oh.. apalah itu, aku tak pernah ingin menggunakannya lagi. hmp, apakah ini yang namanya sex toys hae-ya?"

"ya, salah satunya. apa kau ingin mencoba yang lain? aku punya berbagai bentuk dan ukuran vibrator jika kau mau.." *jualan bang.. hoho..

"eh.. ahh.. tidak, aku tidak akan pernah ingin berkenalan dengan macam macam sex toys lagi"

"baiklah.. jadi kapan kau akan memulainya.."

"eh.. hmp, baiklah.."

hyukjae menjongkokkan dirinya, tubuhnya bertumpu pada pinggiran sofa. hyukjae manatap donghae memelas sebelum ia melakukan blowjob perdananya. siapa tau namja mirip ikan di depannya ini tak bisa menolak tatapan puppy eyes milik hyukjae.

"kau hanya akan mem-blowjob penis ku lee hyukjae, bukan akan di tembak mati di nusa kambangan. jangan memasang mimik wajah yang aneh.."

hyukjae merengut, mencibikkan bibirnya dan mengumpat saat mendengar candaan konyol donghae.

"memberi blowjob sama saja membunuh diri bagiku.."

hyukjae menatap bimbang ke arah wajah dan penis donghae yang masih tertutup boxer. memberanikan diri untuk membuka celana donghae, wajah hyukjae memerah saat hyukjae melihat penis donghae yang tengah tegang tercetak jelas di celana dalam yang donghae kenakan. sedikit membayangkan jika benda itu telah hyukjae keluarkan.

donghae hanya terus melihat hyukjae, dan tersenyum saat melihat ekspresi yang hyukjae berikan saat hyukjae berhasil membuka celana dalamnya, wajahnya sangat memerah padam menggemaskan. hyukjae mendekatkan bibirnya ke penis donghae,mengecup ujung kepala penis donghae, dan tersenyum nakal ke arah donghae. memasukan penis yang cukup besar itu kedalam mulutnya.

"ahh... yeah hyukkie, ehmm..more.."

hyukjae terus memaju mundurkan kepalanya, memejamkan erat matanya, berusaha menghilangkan rasa aneh di dalam mulutnya. memasukan lebih dalam lagi penis donghae, saat benda itu mulai berkedut.

"ughhh.."

hyukjae menjerit tertahan saat sesuatu tengah menekan nekan holenya dari bawah. hyukjae menatap donghae, dan donghae hanya membalas hyukjae tersenyum, memasang wajah pervertnya.

"eungh.. shh..ahnn.."

donghae semakin menggerakan jempol kakinya pada manhole hyukjae, menggoda hyukjae. hyukjae mempercepat kulumannya dan melawan godaan yang donghae berikan pada hole nya. hyukjae menggoda lubang penis donghae dengan lidahnya, memancing sesuatu supaya segera leluar..

"ehmm hyukkk.. ahh.."

donghae mengeluarkannya di wajah hyukjae, dan benar, hyukjae sangat terlihat sexy dengan sperma yang donghae berikan uhh~. donghae menarik rambut hyukjae, dan menjilati spermanya di wajah hyukjae.

"kau sangat pintar hyukkie.."

"jadi, sekarang lepaskan benda ini"

hyukjae mengajukan penisnya di depan wajah donghae.

fiuhh~

donghae meniup penis hyukjae yang sangat bengkak karna hasrat hyukjae yang tertahan.

"ahngg... jangan haekhh~"

"apakah sakit? "

donghae menggenggam penis hyukjae, membelai lubang penis itu.

"euhm .. ya, sangatt. akhh... "

hyukjae medesah lega saat donghae melepaskan cock ringnya. donghae langsung memasukan penis hyukjae dan mengulumnya saat cock ring itu telah ia lepas.

"ungg.. ahnn.. haekh~"

tak butuh waktu lama untuk segera sampai bagi hyukjae, karna hyukjae telah menahannya sedari tadi. hyukjae terjatuh menindih tubuh donghae saat ia telah berhasil keluar.

"mianhh, aku, hahh.. keluar di dalam, huuh.. mulut muhh, itu pasti menjijikan.."

hyukjae terengah setelah ia melewati orgasme pertamanya.

"tidak, bahkan sperma mu juga manis."

"eunghh.."

donghae mengangkat tubuh hyukjae, menggendong tubuh itu ala koala. membawa tubuh hyukjae dan menidurkannya di atas meja makan.

"Kau mau apa haehh, aku lelahh"

donghae mengabaikan hyukjae, mengangkat kedua kaki hyukjae dan menumpukannya di pundak nya, menggesekkan penis nya pada lubang hyukjae, tanpa niat memasukinya.

"shh.. haekkhh"

donghae mengenggam penis hyukjae, kembali membuat penis hyukjae tegang dengan sentuhan jemarinya.

"ahh.. eungh.. haehh... ahh"

hyukjae semakin mendesah saat donghae mempercepat kocokan di penisnya. mendongakkan kepalanya saat ia akan mencapai kenikmatannya.

"ehmm.. shh.. moree.. akhh, kenapa berhenti haekhh"

donghae melepas kan tangannya dari penis hyukjae saat hyukjae akan sampai. hyukjae berujar kesal saat donghae seperti mempermainkannya. hyukjae menarik tengkuk donghae, mencium donghae dan memainkan tangannya di dada bidang donghae dan memainkan nipplenya. donghae hanya tersenyum dalam ciumannya. hyukjae juga membawa jemari lentiknya ke bagian perut bawah donghae, mengelus abs sexy donghae. kemudian melepas ciumannya dari bibir tipis donghae saat ia membutuhkan oksigen.

"huhh.. janganhh terushh mempermainkhann ku haekh hahh.."

hyukjae melingkarkan kakinya di pinggang donghae dan menenggelamkan wajahnya di perpotongan leher donghae. menggigitnya untuk memberikannya tanda.

"ahh.. hyukk.. kau membuat tanda eoh? "

hyukjae menjauh, dan mengalihkan tatapannya dari mata donghae.

"Ya, aku milikmu, dan kau milik ku!"

hyukjae bercicit. donghae menarik dagu hyukjae, menatap mata hyukjae lalu mengecup bibir hyukjae, hanya menempelkannya.

"ya, kau milikku, dan aku milikmu"

dan kembali melumat bibit hyukjae, menekan nekan lidah hyukjae, mengajaknya bertarung. hyukjae menggelengkan kepalanya, melepaskan bibirnya dari ciuman donghae. donghae melepaskan bibir hyukjae, dan menatap heran kearah hyukjae.

hyukjae mengedipkan satu matanya, membuat donghae shock saat donghae melihat hyukjae memasukan jari tangannya sendiri kemulutnya dan mengulumnya, memasang pose nakal yang terkesan lucu.

plopp..

lalu membawa jari telunjuknya tadi ketengah tengah dada bidang donghae, menyusurinya sampai ke bagian perutnya, lalu ke penis besar donghae. dan membelai lubang kepala penis donghae.

"aku menginginkannya, sekarang!"

"baiklah, ingin memakai lube? "

"tidak! aku menginginkan rasamu yang sesungguhnya"

hyukjae menunduk, dan kembali bercicit di akhir.

"bersiaplah.."

donghae mengocok miliknya sebelum ia memasukkannya ke lubang hyukjae.

"eunghhh.."

hyukjae menahan sakit saat penis donghae mulai memasuki lubangnya. mencengkram kuat lengan donghae.

"akhh.. haekhh.."

penis donghae telah masuk semua kedalam lubang hyukjae, hyukjae menatap donghae dengan mata berairnya. donghae merasa sedikit tak tega saat melihat air mata hyukjae. donghae mecondongkan tubuhnya, kembali menjilat air mata hyukjae dan mencoba bergerak di dalam hyukjae perlahan, membuat hyukjae terbiasa dengannya di dalamnya

"nghh haekh.. ehmm.."

donghae terus membuat miliknya bergerak , memaju mundurkan pinggulnya di depan selangkangan hyukjae. donghae meraup bibir hyukjae, memasukan lidahnya saat mulut hukjae terbuka.

"ahh.. shh...hmmm"

hyukjae menekan tengkuk donghae, meremas surai donghae dengan jemari lentiknya. semakin melingkarkan kakinya di pinggul donghae dan menggerakan tubuhnya berlawanan arah dengan donghae.

"ahh... hekkhh, jangan membesar ngh.. di dalamhh!"

"Hmmm..."

donghae bergumam dan membawa bibir tipisnya ke leher jenjang hyukjae. menggigit kulit putih hyukjae dan menjilatnya. membuat tanda kepemilikan merah di leher jenjang itu.

"akhh..."

donghae tersenyum, dan semakin bergerak cepat.

"jadi di situ benda kecil itu bersembunyi, hyukk. heii, jangan mengecil. kau semakin sempit hyukk.."

"anghh.. haekhh, more ahnn.. ya ehm, disitu nikmat haekhh~"

donghae semakin menyerang daerah sweet spot hyukjae, sambil memainkan jemarinya yang menekan nekan nipple hyukjae.

"uhh~ haekhh.. shh"

hyukjae melengkung saat donghae semakin memperdalam penisnya, semakin membuat sweet spotnya tersentuh nyata. ditambah tangan donghae yang juga memanjakan penis hyukjae, semakin cepat mengocok penis hyukjae saat penis hyukjae semakin berkedut.

"akhh! more haekhh.. i wann...akhh"

hyukjae terpejam, merasakan orgasmenya yang sangat hebat, ini pertama kalinya hyukjae berorgasme dengan milik seseorang di dalam tubuhnya.

"ahh.. haekhh, milikmu...semakin membesar, akhh.."

"akhh... jepit aku hyukk, angg.. ehmm.."

plakk.. plakkk...

donghae menampar pantat sintal hyukjae, membuat lubang hyukjae semakin memeluk penis donghae erat.

"gahh! haaeekkhh~ pantatku perihhh.. ngghh"

donghae semakin mempercepat gerakannya saat ia sebentar lagi akan menjemput puncak kenikmatannya.

"ahh... mian, hmm hyukkk... i wanna... akhhh..."

donghae menyemprotkan spermanya di dalam hyukjae, membuat hyukjae bergerak risih karna ada cairan yang merembes keluar dari lubangnya.

"haekkhh~ aku penuhh.."

"hahh... mian hah, hyukk.. hahh.."

donghae berujar terengah, dan menatap heran hyukjae yang melilit pinggulnya dengan kakinya saat donghae ingin mengeluarkan miliknya dari lubang hyukjae, dan kembali tersenyum nakal.

"aku ingin lagi, milikmu sangat hebat"

"eh, hei dasar kau bocah tengik mesum.."

"uhh~ hei ahjusshi jelek, aku tidak mesum. tapi adik mu saja yang membuat ku ketagihan.. wekk.."

hyukjae terduduk, dan membuat dirinya merangkak di atas meja. mengarahkan wajahnya kearah penis donghae.

"heii.. kau mau apa?"

"aku bilang, aku menginginkan mu di dalam ku lagi ahjussi!"'

hyukjae mengelus penis donghae, dan mengajak benda kebanggaan donghae kembali berdiri. hyukjae mendongakkan wajahnya, menatap donghae dan tersenyum manis. hyukjae memasukkan penis donghae ke dalam mulutnya, mengoral penis donghae.

"akhh.. hyukk... jangan membuat gigimu.. nghh.. mengenainya hyukkh.."

donghae menarik surai hyukjae, membuat hyukjae bergerak seirama dengan tarikannya.

"ya.. seperti itu, ahnn.. terus hyukk.. kau pintar.."

hyukjae semakin bergerak cepat, mengulum penis donghae dengan service dari bibirnya yang sangat memanjakan. hyukjae tersenyum dalam kulumannya, dia semakin memompa penis donghae cepat. dan saat penis donghae akan datang...

"akhh.. kenapa kau berhenti hyuukk!"

"aku ingin ahjussi keluar di dalam ku lagi.."

hyukjae berujar dengan nada manjanya, dan memasang puppy eyes nya menggoda.

"kenapa kau kembali memanggilku ahjussi eoh? "

"hpmm... aku pikir panggilan itu cukup manis. ahjussi~ "

hyukjae memanggil donghae dengan nada yang sangaaaatttt lucu, uhh... andai dia ada di hadapan authorrr... arrrgghhh...

"ahhhh... heii, kau ingin membawaku kemanaa?"

hyukjae menjerit dalam dekapan donghae.

"jangan banyak bergerak baby.."

"uh~ baby? "

"ya.. menurutku itu juga manisss..."

blushh...

hyukjae tersenyum kecil dengan rona merah di pipinya.

"hmp.. lalu, kita mau kemana? "

"bukankah katamu kau ingin adik kecil ku lagi.."

donghae berujar ambigu, dan membawa tubuh hyukjae kedalam kamar mandi di kamarnya. menurunkan hyukjae yang tengah memandang heran.

"kamar mandi? "

"ya.. kemarilah!"

donghae menarik lengan hyukjae dan membawanya ke closet duduk di kamar mandi itu. memposisiskan hyukjae yang berada di pangkuannya berhadap hadapan.

"woman on top.. lakukan sesukamu.."

donghae berbisik di telinga hyukjae, dan mengecup pundak sempit hyukjae.

"im not woman, ahjussi"

hyukjae mencubit nipple donghae dan menyentil penis ereksi donghae yang dari tadi terus menyenggol perutnya.

"akhh..! kau nakal hyukkie.."

donghae mendesah saat hyukjae menjilat dan menggigit nipple donghae. hyukjae menciumi bisep berotot donghae, menggigit dan memberikannya tanda di sana menjongkokan dirinya di hadapan donghae, membawa lidahnya meliuk mengikuti cetakan abs donghae.

"ehmm hyukk.."

sedikit bermain sebentar bukan masalah.. hyukjae semakin membawa lidahnya turun, mengulum bola besar donghae dan membuat ujung lidahnya menggoda batang donghae.

"arrghh.. jangan menggodaku hyukk!"

"tidak, aku tidak menggodamu haekhh.. aku hanya sedang berkenalan dengan teman baruku.."

hyukjae mengelak tuduhan yang donghae berikan dan menunjukkan wajah innocentnya, lalu kembali menggoda penis donghae.

"arrgghh... hyyukk, masukkann!"

donghae mendorong kepala hyukjae, memasukkan paksa penisnya yang sedikit membuat hyukjae tersedak.

"uhukhh.. haekkkhhh~"

"mianhh.. tapi kau dulu yang menggodaku.."

hyukjae menatap tajam donghae, dan kembali mengulum penis donghae.

"ahh.. more hyuk, mulutmu sangat hangat"

hyukjae semakin bergerak cepat, mulai terbiasa dengan milik donghae di dalam mulutnya. bahkan sekarang ia akan memberanikan diri merasakan sperma yang donghae berikan.

"eunghh.. ahh hyukk.."

crott... crrott... *euhh, suaranya O.0

"heii... kenapa kau tak melepas milikku, aku jadi keluar di dalam mulut mu.."

"eunghh..."

hyukjae menggeram, terus memainkan lidahnya di penis donghae, menjilat cairan donghae sampai tak tersisa lagi di penis donghae.

"ughh... rasamu nikmat, heheh.."

"eh, kau menelannya? bukankah kau jijik? "

"sebenarnya memang, tapi saat aku melihat wajah menikmati mu saat menelan milik ku, aku jadi ter tarik mencobanya. dan, kufikir rasamu tak buruk kkkkk..."

hyukjae kembali mendudukan dirinya di pangkuan donghae, menggesekkan miliknya yang tengah ereksi ke penis donghae yang juga telah kembali menegang.

"huhh~ liat, penismu tak pernah puas, selalu bangun saat aku menggodanya."

hyukjae berujar dengan wajah innocentnya.

cup..

"omonganmu semakin berani ya lee hyukjae, baguslah.."

"ehh, heheh.. aku jadi mesum karnamu, ahjussi"

"kau, selalu menyalahkan ku..."

"kkkkk.. jangan merajuk, kau terlihat jelek..akhhh..."

donghae menarik belahan bokong hyukjae, membuatnya berlawanan arah dan memasukan jari telunjukknya ke dalam lubang hangat hyukjae.

"shh.. lebih dalam, ahjussi... ahn.."

donghae menggerakan jarinya tak tentu, menorek ngorek bagian dalam hyukjae.

"Akhhh..."

gotcha.. donghae semakin cepat mengeluar masukkan jarinya dari lubang hyukjae, menyentuh terus di daerah spotnya , hyukjae melenguh panjang, dan saat itu pula hyukjae kembali mencapai puncaknya. cairannya membasahi tubuhnya juga donghae.

"ughh.. haekhh jarimu juga sangat hebat hahhh... aku bisa mencapainya hahh... walau hanya dengan jari mu ughh.."

hyukjae menyandarkan kepalanya di dada bidang donghae, terlalu lemas karna donghae telah membuatnya keluar beberapa kali, dan membuat tenaganya terkuras habis.

"hyuk... baby... heiii.. milikku belum kau bereskan!"

"eungh ... haekhh... aku lelahh."

dan seterusnya... silahkan bayangkan adegan yang lebih hottt lagi, aku angkat tangaannn!

fiuhh~ membuat adegan 'penyatuan' adalah hal yang paling susah di tuangkan dengan ketikan. tapi, akan lebih mudah jika aku melihatnya secara langsunggg... kkkk

oia, cairan yang ngek kasih ke nyuk waktu ciuman itu obat perangsang. tapi dengan dosis yang sanggatt sedikit, karna my daddy ngek bukan orang yang suka bermain dalam pengaruh obat, makannya mommy hanya ngerasa sedikit doang khasiatnya. sebagai pemanaslah kata hae dadd. . okee..

apakah sudah panjangggg?

Nyuk : huhh~ apanya yang panjang author nim?

Thor : yakk! kenapa kau muncul my bebeb mommy hyukk? inikan lapak aku bercuap cuap... husss~

Nyukk : author mesuuumm..! aku akan adukan dengan daddy mu.. haekkhhh~ anakmu mesummm!

Ngekk : ada apa nyukkie ku sayangg..

Nyukk : coba kau baca ketikannya, dia mecum haekk~ dia juga membuat adegan panas kita. dan, heii...kenapa kau membuat ku menjadi senakal itu eohh?

Thor : eh, heheh... mian momm, tapi mom sexy jika nakal..

Ngekk : nyukk... kekamar yukk!

Nyukk : ngapain haek?

Ngekk : lihat..

blushh...

Nyukk : yakk! kenapa kau ereksi seperti itu, eohh? messummm ... ahhh... samwan helep miii plisss...°°°°

.. choi siwon story ..

*buat yang perhatian nanya keadaan my loply wonnie.^^

ini cerita saat donghae ninggalin hyuk di kamarnya sendirian di chap pertama kemaren.

brugh..

donghae menghempas tubuhnya di sofa tempat di mana markasnya dan anak buahnya beroperasi.

"heii.. coba lihat, ada apa dengan wajah bos tampan kita ini. urak urakan sekali, hahaha... apa mainan barumu itu membuat masalah, hahah..."

"sudah lah hyungg! berhenti berbicara omong kosong.. "

orang yang di panggil hyung oleh donghae itu mendudukkan dirinya di sebelah donghae. dan melipat tangan kurusnya di depan dadanya.

"ugh~ rupanya sangat pelik ya.."

namja cantik itu berujar ambigu, dan semakin membuat donghae mengurut penisnya, eh, pelipisnya maksud author.

"ada apa dengan mu hyunggg~"

"hmp...ani"

namja cantik itu terdiam, memandang kosong kearah depan. donghae menolehkan kepalanya, menunggu kelanjutan dari namja cantik di sebelahnya. yang ternyata, nihil..

huhhh~

donghae berhembus kasar, dia tau betul arti dari tatapan kosong hyung di sebelahnya ini. ada sesuatu hal yang tengah namja cantik itu fikirkan, ya itu sudah pasti.

"katakan saja hyung..."

donghae menggeram pelan, ada saja yang selalu membuatnya pusing dari namja yang memiliki wajah manis dan cantik, tadi seorang choi hyukjae, dan sekarang seorang kim heechul... huahhhh~

"tapi kau tak akan marah kan hae? "

"tergantung ceritamu, hyung"

"yahhh... yasudah tak usah.."

"yaishhh... baiklah, katakan!"

"hmmpp... sebenarnya, aku tak dapat membunuh choi siwon hae-ya"

"eh, kenapa hyung?"

donghae menatap heran heechul. hei, membunuh adalah keahliaannya semenjak di lahirkan kedunia ini, itu memang tugas utamanya. dan lagi membunuh choi siwon yang hanya besar badannya tanpa tau cara menggunakannya tentu akan sangat mudah bagi heechul, tapi... yaishh, ada apa dengan orang ini!

"aku... aku mencintainya!"

doengg~

"buahahaha... begini ya seorang kim heechul yang galak dan anggun jika sedang jatuh cinta, hahhahhahaa... "

"haekkhhhh~ berhetiiiii..."

"ah..haha. hahha.. baiklah-baiklah, aku serahkan dia padamu hyung, sepenuhnya. tapi jangan pernah dia berani merebut kembali adiknya itu"

"jinjayo! gomawooo hae -yaaa..."

heecul memeluk donghae erat. huhh~ dasar namja ke yeoja yeojaan..

"uhukk.. uhukkk... yakk hyung... lepaskann.. leherku tercekik..."

"ugh.. mian, baiklah... pai.."

tokk.. tokk...

heechul mengetuk pintu seseorang dari rumah yang sangat kecil di hadapannya, jantungnya tak pernah berhenti semenjak namja cantik ini meninggalkan markasnya tadi. satu alasan yang mampu membuat jantung seorang kim heechul berdetak kencang. choi siwon. namja tampan dengan alis tajam yang membuat mata sang empunya terlihat tegas dan berwibawa. namja yang telah merebut hatinya bertahun lalu yang kembali lagi kekehidupannya dan membuat heechul kembali terjatuh kedalam pesona seorang choi siwon untuk yang kedua kalinya.

cklek..

siwon terkejut saat melihat heechul, ia menundukkan wajahnya.

"maaf, tapi saat ini aku benar benar tak memiliki apapun."

hati heechul membeku, melihat lelehan air mata yang turun dari mata siwon. heechul menarik dagu siwon.

cup...

mengecup bibir indah siwon dan memeluk tubuh siwon. siwon terdiam, memproses apa yang namja cantik di hadapannya lakukan.

"ke..kenapa? "

"mian.. mianhae, aku baru bisa melakukan hal ini saat ini, aku tau ini terlalu mengejutkan untuk mu. tapi, aku mencintaimu choi siwon.. maafkan aku, aku harap kau dapat memaafkan kesalahan yang telah aku perbuat, aku tak tau bahwa aku terjebak di kehidupan jalanan yang hitam ini, aku menyesal..."

~flashback

"heii... kau tak apa? "

bocah tampan itu menjulurkan tangannya pada anak kecil yang terlihat dekil. anak kecil itu mengangkat wajahnya, menatap kedalam mata tajam bocah tampan itu. dan merasa sedikit takut saat ia tertangkap basah sang empunya pohon apel merah yang ia coba panjat.

"ayo! bangunlah, apa lututmu berdarah?"

anak kecil tadi meraih tangan bocah tampan itu, dan meringis sakit saat lututnya benar berdarah.

"aku choi siwon, kau tak seharusnya melakukanhal tadi"

"hmpp... mian, aku.. aku terpaksa, perutku sangat lapar, dan aku tak punya apapun untuk aku makan.. mian"

anak kecil itu menunduk takut dan memainkan ujung bajunya.

"kau lapar? aku bisa memberimu sebungkus roti, kau mau? "

"benarkah?"

anak itu menatap siwon dengan mata berbinarnya. siwon hanya mengangguk dan mengeluarkan satu bungkus roti, dan memberinya pada si anak kecil itu. anak itu menerimanya dan memakan lahap roti pemberian siwon. siwon hanya menggeleng pelan saat melihat cara makan anak dihadapannya saat ini. berantakkan.

"heii... pelanlah sedikit!"

"uhmm.. uhmmmp.."

anak itu hanya mengangguk dan kembali memakan rotinya.

"siapa namamu? "

"khimm heehuull"

"kau jorok! habiskan dulu makanan di mulutmu, baru kau berbicara"

siwon menatap anak itu sedikit jijik, melihat beberapa rempah roti yang bermuncratan.

"miann.."

anak itu mencicit saat tadi siwon sedikit membentaknya.

"anio, gwaenchana. jangan mengulanginya lagi! jadi, siapa namamu?"

"heechul, kim heechul"

"kenapa pakaianmu seperti ini? kemana orang tua mu? "

siwon menatap intens heechul dan heechul semakin menunduk dalam karna tatapan siwon.

"euhmm... sebenarnya aku juga tak tau, aku hanya tinggal bersama segerombolan anak anak yang sama sepertiku. kami tinggal di sekitar reruntuhan bangunan kosong di sekitar sini.

"jadi, kau tak memilik orangtua dan rumah? "

"ya, bisa kau bilang seperti itu."

"hmpp.. apa kau mau tinggal di rumahku, aku dengar dari appa dan eomma kehidupan di jalanan sangat tidak baik, merampok, mengambil, memukul dan tidakan kriminal lainnya."

heechul terdiam, dia tidak seperti itu, walaupun ia memang mengambil beberapa untuk ia makan, tapi tak pernah lebih. hanya sebagian kecil yang orang orang besar di negara ini miliki. begitupun teman lainnya ditempatnya tinggal.

"mian, aku hanya ingin tinggal bersama temanku. tapi kau tau siwon-ah, tak semua kehidupan jalanan memiliki kehidupan hitam seperti yang tadi kau katakan, gomawo untuk roti dan tawaranmu, annyeong.."

" baiklah, tapi aku harap kautak menyesal heechul-ah"

~flashback off

"hee... heechul? "

"aku tak menyangka akan bertemu dengan mu lagi. aku merindukannmu choi siwon, seminggu kemudian aku mencarimu di tempat itu lagi, tapi kau tak pernah terlihat, kau menghilang begitu saja. dan sekarang, izinkan aku tinggal bersamamu.."

siwon terdiam, sama sekali tak menatap wajah heechul.

"dari mana kau tau aku ada di sini? "

"sebenarnya, aku anak buah dari lee donghae.."

siwon menatap tak percaya kearah heechul, bagaimana bisa?

"pergi, maaf aku tak bisa menerima mu heechul-ah"

brukk...

siwon menutup pintu rumah itu, meninggalkan heechul yang terus meminta maaf padanya.

"mian... hikss.. aku mohon, maafkan aku siwon-ah.."

.

.

.

ENDDDDD...

saengil chukkaee naaeee hyukkkkiiieeeeee babbbyyy... jeongmal saranghae...*muachh...

eottae, nc nya? aku rada ngadet mau ngelanjutin gimana, pas adegan 'Penyatuannya' itu lohhh... arrgggghhgh... semoga pada sukaaa, jangan gumoh feulisss... okeee bayyy..

eottae? tenang siwon bakal di jagain ama heechul juma kokkk... walaupun harus tarik ulur tarik ulur dulu.. okeee..

gomawo buat yang udah ngereview di chap pertama kemaren, ugh.. sesuatu banget lohhhh... hohoho...

oia, ini jawaban buat nurul p.

sebelumnya gomawo udah udah mau ngereview dengan kritikan kamu di epep abal ku ini. *boww^^

hmmm... gimana ya..

mian ne, tapikan sebelumnya di epep ini nyuk juga udah coba untuk 'sedikit' berani sama ngek. dari, ngedorong, ngeludahin, ampe ngomong kasar. Jadi, kalo di bilang gak ngelawan juga gimana ya.. hehehe.. tapi yang lebih jelas tanyakan pada ngek, kenapa dia ngeggoda nyuk sampe nyuk gak bisa nolak begitu. heheh..^^

lagi pula ini hanya epep abal author, cerita fiksi yang alurnya semua berasal dari otak konyol authorr... jadi mian kalo lebih banyak yang gak masuk akalnya dari pada masuk akalnya... okee^^

dan buat huruf kapitalllll... hehe...*nyengir kuda.

rupanya aku author yang terlalu malas, mianhae. mungkin karna author ngetiknya by phone, jadi begindang dehhhh... hehe.. mian ne^^

insya allah bakal berubah... tapi gak yakin kapan...

pokoknya gomawwoo... buat semuanyaa...

pai pai... seperti biasa, saran dan kritik sangat di butuhkan. so, review pleasse^^

gomawo.. bow^^