Rating : T

Genre : Romance/Drama

Cast : Cho kyuhyun, Lee sungmin dan cast akan bertambah seiring bertambanhnya chapter.

Warning : fanfiction ini milik saya. Typo(s), garing, dan lain lain. Happy reading ^^


.

.

.

.

Chapter 2

.

"jalja kyuhyunnie."

Cup~

sebuah kecupan di dadanya dariku untuk mengantar kyuhyun ke tidur yang nyenyak. Hampir saja aku akan tertidur jika saja aku tak tersentak oleh sebuah teriakan.

"KYAAAAAAAAAAAAAA ! LEE SUNGMIN, SEDANG APA KAU ?!"

Sontak kedua mataku terbuka sangat lebar. Ugh pengganggu -_-. Kualihkan pandanganku ke sumber suara yang ternyata ada eunhyuk disana dengan ekspresi O_O. Aigoo dia pasti salah paham melihatku dengan my kyuhyun dalam posisi seperti – ekhm – suami istri.

BLUSH

Ukkkhh mukaku pasti seperti paprika merah sekarang.

"sungminnie, tak kusangka kau melepas keperawananmu secepat ini." Katanya dengan ekspresi iba yang dibuat-buat. O_O apa maksud ucapan manusia gusi itu. Andai kau bukan sahabatku, dengan sangat senang hati kusepak gigimu sekarang juga. Lagipula aku dan my kyuhyun kan masih memakai baju seragam lengkap, bukannya telanjang bulat, tapi kenapa dia bisa-bisanya menarik kesimpulan yang membuatku ingin mencakar habis mukanya itu? Oh iya, dia kan kekasihnya si ikan bau, pasti otaknya sama mesumnya dengan ikan nemo itu.

"YAK! Kau salah paham hyuk ! aku bisa jelaskan." Aku mendudukkan tubuhku yang sexy ini. Kyuhyun masih tidur dan tidak merasa terganggu sedikit pun. Uuuu dia pasti sangat kesakitan, jadinya dia tidur dengan sangat nyenyak. Tak tega aku melihatnya.

Aku kembali mengalihkan pandanganku pada manusia gusi itu. Kutatap dia dengan tatapan mematikanku, dan alhasil dia ketakutan. haha

"aku sama kyuhyun tidak melakukan apapun, pabbo! Aku cum –KYAAA !"

SREET

GREP

BRUK

CHU~

Niatku ingin turun dari ranjang untuk menghampiri eunhyuk, tertunda karna kakiku yang keselibet(?) dengan selimut yang masih melilit indah dikaki mulusku *nih orang narsis banget dah-_-*. Hampir saja bibirku yang sexy ini kembali tergaruk lantai jika saja my kyuhyun tidak menarik pinggangku. Mungkin karna nafsu menarik pinggangku atau apa, kyuhyun menarik kuat tubuhku hingga kami kembali jatuh di ranjang dengan posisi yang –ASTAGAAAAAAAAAAA ! apa ini ? bibir mungilku dan bibir sexynya bersentuhan ?. Dan ASTAGAAAAAAAA ! posisi apa ini ?! kenapa dia menindihku begitu ? omo omo aku harap tak ada yang melihat kecuali tuhan dan eun–

"annyeong –OMONA !" O_O!

–hyuk.

Bola mataku melirik kearah pintu UKS dengan takut takut. Yak saus tar tar ! kim songsaengnim melihat kearahku dan my kyuhyun dengan pandangan kaget dicampur nafsu. Hidungnya juga mimisan. Oh apa aku lupa cerita pada kalian kalau kim songsaengnim juga menyukai sesama jenis? Dan apa aku juga lupa bilang pada kalian kalau kim songsaengnim juga berotak yadong?. Baiklah biar aku ceritakan.

Kim songsaeng memiliki kekasih bernama leeteuk. aku dan leeteuk hyung saling kenal, tapi tidak terlalu akrab. Waktu itu, aku melihat leeteuk hyung membawa bekal makan siang untuk kim songsaeng dan berjalan tertatih tatih menuju ruang guru. Saat aku tanya kenapa, dia hanya tersenyum malu dan mukanya memerah sempurna. Tiba-tiba kim songsaeng yang entah sejak kapan ada disitu bilang dengan sangat frontalnya. Dia bilang "dia baru saja aku masuki. Kau tahu sungmin-ah, dia sangat nikmat~". Oh demi Patrick yang tak tahu kapan dia dilahirkan, kim songsaeng bicara terlalu frontal pada muridnya sendiri. Untunglah aku tak tergoda dan melakukan hal yang 'aneh-aneh', beruntunglah aku murid yang baik hati dan polos. Yah walaupun mukaku langsung memerah setelah mendengar ucapan kim songsaeng. -_-

Begitulah asal usul aku tahu betapa yadongnya otak kim songsaeng.

"sungmin. Kyuhyun. apa. Yang. Kalian. Lakukan?" katanya penuh penekanan disetiap katanya. Dengan segera kudorong dada kyuhyun hingga tautan bibir kami terlepas. Mukanya pucat, entah karna dia masih sakit atau karna takut dengan kim songsaeng.

"kim songsaengnim, ini tidak seperti yang kau pikirkan. Ini hanya kecelakaan." Bela kyuhyun. Mataku melirik sana sini dengan sangat gelisah. Aku yakin kim songsaeng akan memberi hukuman pada kami berdua. Ukh bahkan hukuman menguras kolamku saja belum selesai, ada hukuman lagi yang harus ku terima. Adakah yang bisa membuat tingkat kesialanku bertambah? Terinjak badak jawa misalnya.

"songsaengnim, kau salah paham, tolong jangan hukum kami~." Ucapku dengan wajah memelas. Aku keluarkan saja jurus puppy eyes ku, dengan begini semua orang pasti akan luluh haha. Kau memang jenius lee sungmin. Mataku melirik eunhyuk yang sedang menunjukkan ekspresi ~_~. Ekspresi macam apa itu? Poker face ?

Aku alihkan lagi tatapanku ke Kim songsaengnim yang terlihat berfikir serius sambil menerawang matanya menatap atap UKS. Cih, orang tua itu sok banget deh.

"baiklah, aku tak akan menghukum kalian berdua, tapi kalian harus membantuku. Bagaimana?"

Kyuhyun menatapku, begitu juga aku menatap matanya. Setelah itu kita sama sama mengangguk. Huh entah apalagi cobaan yang tengah menantiku.

SUNGMIN POV END

.

.

.

.

Keesokannya di sekolah oh! atau lebih tepatnya di kantin. Suasana kantin terlihat sangat sepi saat ini. Yah mungkin karna ini bukanlah waktu istirahat, tapi kenapa ada 2 namja aneh yang ternyata adalah sepasang kekasih tengah menikmati milk shakenya sambil mengobrol ria? Jawabannya simple, karna byun songsaeng yang seharusnya mengajar dikelas mereka sedang sakit. Ya sebut saja mereka berdua adalah donghae dan eunhyuk.

"kamu serius? Haha kesian sungmin." Tanya donghae dengan antusias. Eunhyuk menceritakan semua yang dia lihat saat di UKS kemarin. Menceritakan bagaimana dia melihat sungmin dan kyuhyun tidur bersama di ranjang yang sama dan saling berpelukan, bagaimana mereka berciuman, dan bagaimana saat kim songsaeng menangkap basah mereka, dan yang pasti 'bantuan' yang kim songsaeng minta pada kyuhyun dan sungmin. Haha eunhyuk kembali tertawa saat mengingat bantuan apa itu.

"lalu bagaimana mereka menjalani bantuan itu ya? Ya tuhan hahaha." Kembali donghae tertawa sangat keras di kantin yang sepi itu, hingga menyebabkan suaranya sangat menggelegar seantero kantin.

"mana aku tahu, tapi aku sudah menyuruh sungmin untuk ke kantin sekarang. Aku penasaran dengan cerita mereka." Ucap eunhyuk sambil menatap ponselnya.

"nah itu sungmin, Sungmin ! ayo bergabung !" eunhyuk melambaikan tangannya pada sungmin saat melihat sungmin sedang membeli bubble tea untuk dirinya. Setelah pesanannya jadi, sungmin langsung menghampiri donghae dan eunhyuk yang tengah menatapnya dengan mata berbinar. 'pasti mereka mau bertanya soal bantuan dari kim songsaeng kemarin-_-' pikir sungmin.

"sungmin ayo ceritakan." Sahut donghae kelewat antusias saat sungmin mendudukan dirinya ditengah tengah donghae dan eunhyuk. Sejujurnya duo aneh ini sedang menahan tawa mati-matian saat melihat ekspresi sungmin yang sepet banget. Tapi yah takut sungmin marah dan gak mau cerita, mereka lebih memilih menahannya.

"huuh ! kalian ini membuat moodku jelek saja. Baiklah aku ceritakan, tapi janji ya jangan ketawa."

"janji!" seru eunhyuk donghae bebarengan.

Sungmin mulai menarik nafas dalam dan mulai bercerita "jadi begini…."

.

FLASHBACK

"ini gila ! benar benar gila !." keluh sungmin. Kyuhyun dan sungmin sedang berada diperjalanan ke rumah seseorang saat ini. Ini adalah 'bantuan' yang dimaksud oleh kim songsaengnim. Begitu mobil mereka berhenti disebuah rumah yang sederhana, mereka segera turun dan menuju ke kamar dengan warna biru langit.

"jangan banyak mengeluh, dan segera kerjakan tugas kalian." Ujar kim songsaengnim member perintah.

"tapi kami tak mengerti caranya." Kyuhyun membuka suaranya. Dapat dilihat sungmin dan kyuhyun tengah menahan amarah mereka, terlihat dari muka yang merah padam.

"tapi kalian kan belajar IPA disekolah, sudah sana masuk ! ingat, ini nyawa taruhannya." Kim songsaeng mulai membuka pintu putih itu, dan mendorong paksa sungmin dan kyuhyun agar cepat masuk.

"tapi masalahnya –"

"ngggggghhh." Rintih seseorang. Kyuhyun segera mendekat ke orang tersebut dan memposisikan dirinya.

"aku yang akan melakukannya, sedangkan kamu yang memberi intruksi." Cetus kyuhyun.

"tapi masalahnya –"

"ngggghhh." Lagi lagi ucapan sungmin terputus karna lengkuhan lemah itu. Niatnya dia ingin marah-marah, tapi amarahnya dia tahan. Dengan segera dia duduk disamping orang tersebut dan mengulurkan tangannya untuk dipegang orang itu. Sungmin mengernyit saat tangannya justru diremas kuat dan sepertinya luka karna kuku kuku itu menancap sempurna ditangannya. Saus tar tar ! dia tak menyangka akan berada diposisi ini.

"kyuhyun, tapi masalahnya –"

"ngghhhh." Kemarahan sungmin sudah mencapai ubun-ubunnya. Pada akhirnya emosinya meledak.

"TAPI MASALAHNYA KENAPA KITA HARUS MEMBANTU PROSES MELAHIRKAAAAAAN ! OH TUHAN ! INI MIMPI BURUK !"

"sungmin jangan berteriak !" seru kyuhyun.

"tapi ini gila !"

"lakukan saja tugasmu !"

"tapi kita namja !"

"memangnya kenapa hah ?!"

"YAK !"

"YAK!"

"YAAAAAAK ! BISAKAH KALIAN DIAM, BODOH ! AKU KESAKITAN, BOCAH ! CEPAT LAKUKAN, ATAU KALIAN MATI !" teriak wanita muda itu ditengah tengah kesakitannya. Siapa yang tidak emosi melihat orang yang seharusnya membantu kita melahirkan, justru berteriak dan bertengkar didepan kita yang sedang kesakitan setengah mati?

Sebut saja wanita muda itu adalah Jung ah na. Wanita muda yang akan melahirkan. Dia terlalu miskin hanya untuk membayar bidan untuk lahirannya. Suaminya juga sudah meninggal, jadi dia hanya sendiri dirumah itu. Dan bayi yang ingin keluar itu adalah anak pertamanya. Ah na adalah tetangga kim songsaengnim. Jadi wajar jika kim songsaengnim ingin membantunya. Gratis tapi berguna haha. Padahal kim songsaengnim belum yakin kalau proses kelahirannya akan berjalan lancar jika dilakukan oleh sungmin dan kyuhyun. Tapi ya mau bagaimana lagi, dari pada memanggil dokter yang mahal, gajinya juga pas – pas an untuk kebutuhan hidupnya saja, jadi lebih baik memanfaatkan keadaan. Dasar pelit-_-

"ny-nyonya kau baik baik saja?" Tanya sungmin bodoh.

"APA KAU TERLALU BODOH HANYA UNTUK TAHU KEADAANKU BAIK – BAIK SAJA ATAU TIDAK HAH ?! APA AKU TELIHAT BAIK ? CEPAT LAKUKAAANN ! "

"ba-baiklah, sungmin kau tenangkan nyonya jung, sedangkan aku akan melakukan proses lahirannya." Ujar kyuhyun final. Dia menarik nafas sebentar untuk meyakinkan dirinya bahwa dia bisa melakukannya. 2 nyawa ada ditangannya. Jika kyuhyun salah sedikit, maka semuanya akan kacau. Apalagi ditambah dengan tidak adanya alat yang bisa membantu proses kelahiran, hanya sebuah gunting steril yang sudah dibeli kyuhyun saat diperjalanan tadi. Entah beli dimana gunting yang biasa dipakai oleh dokter untuk memotong tali ari bayi itu.

Tiba-tiba kyuhyun merasakan tangannya (yang kebetulan dia letakan di atas kasur tepat didekat kaki jung ah na) terasa basah. Dia melihat sepreinya juga basah, dan itu mengalir dari kaki ah na. ketubannya pecah ! dia harus cepat melakukan tindakan. Dia mulai membuka lebar kaki ah na hingga menampakan bagian pribadinya yang sudah tidak terbalut apapun.

"nyonya jung, dengarkan aku ! tarik nafas dalam-dalam dan mulai mengedan, oke? Aku hitung satu sampai tiga, setelah hitungan ketiga nyonya mulai mengedan." Ah na mengangguk lemah. Sungmin mulai menyeka keringat yang membanjiri wajah ah na sambil mengelus rambutnya untuk menenangkan. Tangannya digenggam erat oleh ah na. kyuhyun mulai bersiap menghitung,

"satu"

Ah na menarik nafas dalam.

"dua"

Menarik nafas semakin dalam hingga kepalanya yang tengah dielus oleh sungmin mengadah keatas.

"tiga. Yak ! ayo !"

"NGGGGGGGGGGGHHHHHH HOSH..HOSH..HOSH."

"ayo terus !" sungmin mulai member semangat.

"NGGGGGGGGGGGHHHHH hah…hah… hikss aku tak kuat, sakit sekali." Ringis ah na.

"kau pasti bisa nyonya, kami disini, kami disampingmu. Jangan takut oke? Kalau sakit, remas saja tanganku ini. Kita tak akan membiarkanmu kesakitan." Bisik sungmin menenangkan. Mendengar ucapan sungmin yang begitu tulus, ah na mengangguk dan mulai mengedan lagi. sungmin mulai mengelus perut buncit ah na dengan lembut. Sungmin memang tak tahu betapa sakitnya melahirkan, tapi dia berusaha membuat ah na merasa nyaman dengan perlakuannya dan membuat wanita itu tidak terlalu meladeni rasa sakit yang menyerang.

"baiklah kau siap nyonya jung?" Tanya kyuhyun dan lagi lagi hanya diangguki oleh ah na.

"mulai ! ayo kau pasti bisa !"

"NGGGGGGGGGHHH hosh..hosh. NGHHHHHHHHHH hosh..hosh..hosh."

"kepalanya sudah keluar ! ayo nyonya jung, kau pasti bisa, kau kuat."

"NGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHH."

"NGGGGHHHH hosh…NGHHHH…hosh…NGGGGHHH."

"badannya keluar ! ayo nyonya, kau ibu yang hebat !"

"HYAAAAAAAAAAAAA NGGGGGGGGGGGGGGGHHHHHHHHHHHH."

Setelah melalui perjuangan yang panjang, badan bayi seluruhnya sudah keluar. Tangisan bayi mulai menggema di seluruh ruangan itu. Tangis haru pun menyambut kelahiran itu. Kyuhyun segera memotong tali arinya dan memberikan bayi itu pada ah na.

Setelah semua selesai, kyuhyun dan sungmin bersiap untuk pulang. Kejengkelan yang tadi ada dihati sungmin sudah hilang entah kemana saat melihat perjuangan ah na yang begitu mengharukan.

"hei bocah !" seru ah na pedas.

"ya?" Tanya kyuhyun dan sungmin bebarengan

"aku tak tahu harus berkata apa dan pasti ini akan terdengar aneh, tapi… terima kasih banyak. Aku berhutang dengan kalian, dan aku akan memberi nama bayiku dengan nama Kyumin. Kyu untuk kyuhyun dan Min untuk sungmin." Ah na mulai tersenyum tulus. Dia menatap kyuhyun dan sungmin bergantian dengan tatapan lembut dan penuh haru. Sedangkan kyuhyun dan sungmin ikut tersenyum penuh arti saat mendengar nama mereka digabungkan untuk menamai bayi yang telah lahir berkat bantuan mereka juga.

"sama – sama dan nyonya jung tak perlu sungkan, sebagai balasannya nyonya jung harus mentraktirku jika kita bertemu kembali dan –hmmpttt." Ucapan sungmin terpotong saat dengan laknatnya tangan bau kyuhyun membekap mulutnya.

"YAK ! apa yang kamu lakukan ?" protes sungmin saat berhasil melepaskan diri. Wajahnya kembali jengkel dan sepet karna kyuhyun. 'Uuukh, membuat moodku jelek saja' pikir sungmin.

"justru aku yang harus bertanya, kenapa kamu bicara seperti itu? Kamu tak ikhlas menolong heh? Cih."

"YAK ! aku kan hanya bercanda."

"oh ya?"

"ish terserah !" sungmin melangkahkan kakinya menuju pintu utama dan keluar dari rumah sederhana itu. Moodnya benar benar buruk sekarang. Dengan segera kyuhyun menyusulnya setelah sebelumnya berpamitan sekaligus meminta maaf pada ah na.

"hei, kamu marah?"

"tidak"

"kamu marah."

"tidak."

"marah."

"terserah."

"hei sungmin kyuhyun apa –"

"BISAKAH KAU DIAM ?!" bentak kyuhyun dan sungmin saat kim songsaengnim mengganggu acara mengobrol tak jelasnya. Bahkan sekarang mereka menatap tajam kim songsaeng. Dasar murid durhaka.

"hei apa aku punya salah dengan kalian?" Tanya kim songsaeng dengan polosnya, oh atau mungkin bodoh, atau mungkin polos kebodoh bodahan, atau mungkin bodoh ke polos polosan. Ah entahlah-_-

FLASHBACK END

.

Sungmin hanya menatap jengah donghae dan eunhyuk yang tak pernah berhenti ketawa dari awal cerita hingga selesai. Bahakn donghae sudah berguling-guling dilantai layaknya putri duyung. Pertanyaannya adalah apakah kau pernah melihat putri duyung berguling-guling dilantai?

Sungmin berusaha mengabaikan kelakuan eunhae itu. Matanya melirik seorang siswa yang sepertinya akan dibully. Tunggu ! sungmin seperti kenal dengan siswa itu. Matanya menyipit untuk melihat jelas wajah siswa yang tengah dibully. Sedetik kemudian matanya membulat lebar. Kyuhyun !

Dengan cekatan dia beranjak dari duduknya dan mulai berlari kearah segerombol siswa itu. Dia berusaha mengabaikan teriakan eunhyuk yang memanggilnya. Yang ada dipikirannya hanyalah untuk berada disisi kyuhyun dan berusaha melindungi namja culun itu.

.

.

.

To Be Continue


.

.

.

Holla ! balik lagi nih saya.

Mian nunggu lama, Soalnya saya banyak tugas sekolah.

terima kasih buat yang review dan sudah menyempatkan diri untuk membaca fanfic ini ^^ *deepbow*

sampai jumpa di chap selanjutnya. paii paii !^^