Semua cast bukan milik saya, saya hanya pinjam nama mereka saja.

Satu-satunya yang merupakan hak milik saya adalah cerita ff ini.

Saya pinjam nama cast dari Super Junior.

Warning : GS, typhoo, ga sesuai EYD, cerita aneh dll

Dilarang bash cast, dilarang copy paste atau mengambil cerita ini.

Ff ini memang ff Kyumin, tapi yang saya genderswitch adalah Kyu, jadi yang ga suka Kyu yeoja, silakan tekan tombol back, saya tidak ingin ada flame atau hal-hal yang tidak mengenakan, terutama mengenai cast nya.


Ini sudah sekitar satu jam sejak peristiwa tadi, pertemuanku face to face dengan yeoja mengerikan tapi cantik dan sexy itu. Aish...apa yang kupikirkan. Nappeun yeoja seperti dia bukan tipeku. Aku lebih menyukai yeoja yang anggun, cantik dan tidak bertingkah macam-macam. Seperti yeoja manis yang tengah duduk di ujung koridor itu. Kim Ryeo Wook. Yeoja yang sudah sukses mendapatkan hatiku sejak pertama kali aku bertemu dengannya pada waktu OSPEK dua tahun yang lalu. Dia yeoja yang begitu baik, lugu, menyukai anak-anak, dan beberapa faktor lain yang menyebabkan dia sukses meraih hatiku dan menjadi yeoja idamanku hingga saat ini.

"Melamunkan yeoja itu lagi ne?" sebuah tepukan ringan di pundakku sukses membuatku berjingkat kaget. Sang pelaku penepukan, Kangin Hyung nampak tengah tertawa lebar sambil memandang ekspresi kagetku dengan wajah puas.

"Ah, hyung, kau ini suka sekali mengagetkanku!" sungutku sambil memandang namja yang bertubuh lebih besar dariku itu dengan tatapan kesal.

"Kau ini lamban. Kalau Wookie sudah didekati orang lain, baru kau akan menyesal." sambung Kangin hyung.

"Aku belum pantas untuk Wookie, hyung!" jawabku dengan nada lemas.

"Kau ini namja Min, kau tidak boleh berpikiran selemah itu. Kalau aku jadi kau, apapun yang terjadi akan kukatakan perasaanku kepadanya saat ini juga!" ucapnya bersemangat.

"Kepada siapa ha? Kau mau berselingkuh hmmm?" sebuah suara yeoja tiba-tiba menyela pembicaraan kami.

"Teukie chagi..kau sudah selesai kuliah juga ne?" Kangin hyung nampak tersenyum canggung kepada yeoja itu, kekasihnya Teukie noona.

"Cepat katakan kepadaku, apa maksud ucapanmu barusan!" sambung teukie noona dengan pandangan dingin dan menusuk yang hanya dia tunjukkan saat benar-benar terpancing emosinya.

"My angel...aku mana mungkin berselingkuh, tadi aku sedang memberi nasihat kepada bocah ini agar cepat menyatakan perasaannya sebelum yeoja pujaan hatinya itu diambil orang. Eh, kau malah datang di saat yang tidak tepat dan hanya mendengar endingnya saja. " jelas Kangin hyung. Nampaknya Teukie noona tidak menerima penjelasan itu mentah-mentah.

"Benar itu Sungmin ah?" tanyanya kepadaku. Yang kujawab dengan anggukan yakin.

"Awas kalau berani berbohong!" ancam Teukie noona sambil membuka ritsleting tasnya.

"Ini..." ia menyerahkan sebuah pamflet yang berisi calon-calon ketua BEM yang akan mengikuti pemilihan seminggu lagi.

"Apa ini noona?" tanyaku tak mengerti.

"Namja yang di tengah itu, namanya Kim Joong Woon atau lebih dikenal dengan Yesung, salah satu kandidat ketua BEM kabarnya tengah gencar mendekati Wookie. Kalau kau tidak cepat, mungkin semuanya akan terlambat." nasihat Teukie noona. Aku hanya bisa menghirup nafas dalam-dalam.

"Mau bagaimana lagi. Nampaknya aku harus merelakan Wookie. Karena aku sangat tidak layak untuk menjadi kekasihnya." ucapku sambil tersenyum pahit. Sesaat kembali kuperhatikan yeojaitu, pujaan hatiku yang tengah berjalan menjauh.

-joy-

Kuhempaskan tubuh lelahku di ranjang single milikku setelah membanting tas kuliahku begitu saja di lantai kamar. Menerawang langit-langit apartemenku yang berwarna putih bersih. Aku mengeluarkan ponselku, menggerakkan jemariku cepat, membuka sebuah file yang terdapat satu-satunya foto Wookie yang berhasil kudapatkan diam-diam saat kami sedang melakukan studi banding sekitar setahun yang lalu. Satu-satunya foto yang selalu berhasil menghiburku saat benar-benar terjatuh dalam kerinduan yang teramat. Aku benar-benar merasa menjadi namja lemah. Menjadi namja tak berguna yang bahkan tak punya keberanian menyatakan kata cinta kepada yeoja yang kucintai.

"Arrgghhttt.." kuacak rambutku penuh keputusasaan. Aku nyaris menangis. Rasanya benar-benar sesak.

Kumiringkan posisi tubuhku menghadap ke samping, tiba-tiba mataku menangkap sebentuk kertas yang tergeletak keluar dari dalam tasku. Dua gumpalan kertas yang berbeda warna dan ukuran. Aku ingat, kertas pertama berisi tugas yang harus kubuat beserta nomor telepon Miss Cho yang harus segera diselesaikan secepatnya. Dan kertas kedua berisi ... alamat yeoja sialan yang ... ah, kenapa setiap mengingatnya aku jadi berdebar. Yeoja sialan itu...yeoja sialan yang namanya ... kenapa aku jadi kepikiran tentang dia. Membuatku penasaran dan kemudian mengambil kertas yang tergeletak begitu saja di sana. Kubaca tulisan yang tidak terlalu bagus itu.

"Cho Kyu Hyun ..." bacaku pelan. Nama yang sedikit aneh dan nampaknya ... ah, apa ya kenapa aku sepertinya pernah mendengar nama itu. Tapi di mana? Mengapa aku benar-benar penasaran...

'Ini alamatku. Kalau kau benar-benar ingin balas dendam atau sekedar ingin tahu apa alasanku, datanglah nanti malam. Oke!' aku kembali mengingat kata-katanya tadi. Kalimat yang sukses membuatku sampai pada kesimpulan bahwa dia adalah nappeun yeoja yang suka bermain dengan namja.

"Cih, aku tidak sudi datang ke rumah yeoja sialan itu." ucapku sambil membuang gumpalan kertas itu ke dalam tempat sampah.

Aku melangkah menuju meja belajar dan mendudukkan diri di kursi yang ada di sana. Lebih baik aku segera menyelesaikan tugas dari miss Cho . Cho Kyu Hyun...Miss Cho ... mengapa ada begitu banyak orang bermarga Cho yang berhubungan denganku akhir-akhir ini?

-joy-

Pagi sudah kembali menyapa. Sinar matahari pagi yang hangat mulai masuk ke dalam kamar apartemenku. Aku menggeliat di dalam selimutku. Rasanya masih sangat mengantuk karena semalam aku berhasil menyelesaikan makalahku hingga aku harus tidur jam tiga dini hari. Tapi sekarang juga aku terpaksa harus bangun karena jam delapan nanti aku ada kuliah.

Kurenggangkan badanku, menggeliat malas.

"Lee Sung Min, bangun!" ucapku menyemangati diriku sendiri. Aku mendudukkan diriku dengan malas di atas bed. Bagai mayat hidup, aku dengan sangat terpaksa berjalan menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan bersiap menuju ke kampus.

-joy-

'Semoga aku tidak bertemu dengan yeoja si Cho Kyu Hyun itu...' doaku sebelum berangkat menuju kampus. Aku benar-benar berharap pagi ini tidak berrtemu lagi dengannya di traffic light.

Kupacu motorku dengan kecepatan sedang sambil merangkai rencana yang akan kulaksanakan hari ini. Menelpon miss Cho, kemudian mengumpulkan makalah itu lalu membeli beberapa ramen instan untuk persediaan, lalu ah iya, latihan martial art, bukankah dalam waktu dekat ini akan ada pertandingan penting.

"Sial!" umpatku, merutuki lampu merah yang senantiasa setia mencegat perjalananku kapanpun dimanapun. Dengan terpaksa aku berhenti sambil masih sedikit mengumpat karena hingga hari ini belum pernah sekalipun aku terlewatkan oleh lampu merah, kapanpun, dimanapun.

'Aish, sebegitu menarikkah aku bagimu?' bathinku sambil memandang traffic light itu penuh kekesalan.

"Benar, sepertinya kau sudah ditakdirkan untuk dicintai lampu merah di seluruh dunia!" ucap sebuah suara yeoja dari arah sampingku. Kulihat dia, yeoja sial, Cho Kyu Hyun menghentikan mobilnya tepat di samping kananku. Ia memalingkan wajahnya kepadaku, memandangku dari balik kaca mata hitam yang membingkai mata tajam itu dengan sempurna.

"Kau..." ucapku tertahan.

"Kenapa, kau merindukanku hmm?" ia balik bertanya sambil menyunggingkan smirk terkutuknya yang sangat menyebalkan bagiku.

"Cih, besar kepala sekali kau ini." balasku sambil mengalihkan pandangan dari wajahnya.

"Kenapa semalam tidak datang, aku sudah membuat penyambutan spesial untukmu, cute boy!" sambungnya sambil mengerucutkan bibir, pura-pura merajuk, sebuah aksi yang sama sekali tidak cocok untuk ukuran yeoja sepertinya.

"Siapa yang sudi datang ke rumahmu!" ucapku ketus. Dari ekor mataku dapat kulihat perubahan ekspresinya, dari menja menjadi licik seperti biasa.

"Oh, kau pasti akan datang ke rumahku cepat atau lambat. Kau bahkan akan meminta-minta kepadaku, lihat saja nanti." ucapnya panjang. Tepat saat itu lampu merah berubah menjadi hijau. Yeoja itupun berlalu tanpa mengatakan apapun lagi.

Sambil memacu motorku, aku tertegun memikirkan ucapannya.

'Aku akan meminta untuk datang ke rumahnya? Apa yang sebenarnya dipikirkan yeoja itu?' pikirku.

'Sudahlah konsentrasi dengan motorku saja.'

-joy-

"Oh, miss Cho sedang makan siang. Tapi dia jarang makan siang di kantin kampus. Kau tahu kan, seleranya terlalu tinggi, mungkin dia makan siang di salah satu restoran berbintang lima di sekitar sini." ucap Mrs Sooyoung, salah satu dosen teman Miss Cho.

'Makan siang di restoran bintang lima...yang benar saja ...'

"Mungkin kau bisa menelponnya!" usul Mrs Sooyoung sambil menyeruput teh panasnya.

"Ah iya, terima kasih informasinya." aku membungkuk hormat, kemudian berlalu dari hadapan Mrs Sooyoung. Aku berjalan keluar dari ruang dosen menuju ujung koridor yang bermuara di perpustakaan, mengambil ponselku, mencari kertas yang sudah kukepal kemarin. Untungnya kertas itu masih terselip dengan rapi di dalam tasku.

"Ck, terpaksa!" gerutuku sambil mengetikkan angka-angka yang merupakan nomor telepon dosen tukang foya-foya itu. Mengklik tombol ok dan menempelkannya di telinga.

"Yeoboseyo...Sungmin ah" sapa suara di line seberanng. Suara yang tidak asing bagi gendang telingaku .

'Wow, dia tahu namaku, padahal aku belum menyebutkannya.'

"Yeoboseyo, maaf, apakah benar ini Miss Cho?" tanyaku sopan. Bagaimanapun dia dosenku bukan?

"Ne, kau benar. Kenapa, ingin bertemu denganku untuk mengumpulkan makalah?" tanyanya dengan santai. Aish...kenapa saat mendengar nada bicaranya aku jadi teringat seseorang...ah, iya, nada bicaranya sama persis dengan yeoja sialan itu. Lagi pula...namanya juga bermarga... Cho... jangan-jangan...

"Hei, kenapa malah melamun? Merasa pernah mendengar suaraku, hmm?" tanyanya, sepertinya kali ini ada nada mengejek terselip di sana.

"Ah, tidak Miss." jawabku mencoba berbohong.

"Terserahlah. Aku tahu kau sedang bohong... Hahaha. Oiya... Kumpulkan makalah itu di rumahku nanti malam. Aku tidak mau menerima tugasmu di kampus." lanjutnya. Aku jadi semakin bingung dengan orang ini. Sudah tahu namaku tanpa kuberitahu, sekarang dia menebak isi pikiranku.

"Kalau begitu, bisakah anda memberitahu di mana alamat anda?" tanyaku lagi masih menjaga sopan-santunku tentu saja.

"Aku sudah memberikannya kemarin bukan?" jawabnya. Aku mengernyitkan kening, bahkan aku belum pernah bertemu dengan dosenku itu. Masak iya dia...

"Kapan miss?" tanyaku memastikan isi pikiranku saat ini. Beberapa saat dia terdiam, membuatku semakin penasaran. Kudengar suaranya tengah meneguk minumannya.

"Kemarin pagi, di jalan menuju kampus. Waktu kau tiba-tiba mengehentikan motormu di depan mobilku. Setelah itu kau turun dari motor, memaksaku keluar dari mobil dan yah ... akhirnya aku mengundangmu secara resmi ke rumahku dan kuberikan alamat serta peta menuju ke sana. Tapi kan semalam kau tidak datang." ceritanya panjang membawaku pada satu kesimpulan mengerikan, bahwa Miss Cho dan yeoja sialan itu adalah ... orang yang sama... Ya Tuhan, cobaan apalagi ini?

"Jangan bilang kau sudah membuang kertas yang kuberikan kemarin ya, karena aku tidak akan memberikan alamatku lagi untukmu."

"Apa...jadi kau...benar-benar yeoja yang sering menghinaku saat bertemu di traffic light?" tanyaku kesal.

"Ya, begitulah...cute boy..." bisa kubayangkan senyum liciknya saat mengucapkan panggilan menyebalkan itu untukku.

"Ah iya, aku mau menikmati makan siangku yang kau ganggu. Sudah ya. Kutunggu kedatanganmu nanti malam. Sampai jumpa ...cute boy!" dan sambungan teleponpun terputus.

"Sial...sial...sial..." umpatku sambil menghempaskan tubuh lemasku ke kursi yang ada di sana.

"Alamat nya... sudah kubuang di tempat sampah... ya ampun... sial..." aku berlari menuju ke tempat parkir kampus untuk mengambil motorku dan segera pulang ke apartemen untuk mencari kertas alamat yeoja sialan yang ternyata adalah dosenku itu. Kertas yang sudah kubuang ke bak sampah itu tadi pagi.

TBC


Wah...ternyata ni ff gaje saya ada yang berkenan baca, memfollow, memfavoritkan apalagi ngereview... gomawo...gomawo... jadi kesimpulannya, saya akan meneruskan ff ini ... wkwkwk ...

Ada beberapa reviewer yang tanya, mengapa main pair nya ga saya tulis MinKyu. Pertama, saya takutnya ntar malah dikira main pairnya Changmin-Kyu, padahal kan ini Kyuhyun-Sungmin. Yang kedua, meskipun di genderswitch jadi yeoja, tapi Kyu tetep mendominasi Ming, dan saya merasa ga masalah menulis Kyumin di sini.

Spesial thanks buat para reviewer :

dewi. k. tubagus : buat variasi aja chingu, pengen ada suasana berbeda saat ngebayangin Kyu jadi yeoja dan Ming namja ... gomawo chingu, saya lanjut ni...

KobayashiAde : udah saya jawab di atas, chingu. Hahaha ... saya juga ngakak ngebayangin Kyu dandan sexy dan nge smirk tanpa henti dengan penampilan yeoja ... wkwkwk *digampar Kyu*. Gomawo cerita saya dah dibilang keren ...

Guest : padahal di summary sudah saya tulis lho chingu ... hehehe ... kalau saya kadang malah bosan dengan image Kyu yang jadi namja dingin, sekali-kali pengen ganti suasana ... hehehe. Tapi pendapat orang kan emang beda-beda ya ... saya menghargai itu ^^

prfvckgyu : udah saya tulis dari summary lho chingu ... gomawo ... gomawo ne ... ^^

1307 : hahaha ... gomawo chingu ... gomawo ne ... ^^

LeeMaeRin : ne, setuju ... wkwkwk. Seingat saya, ff saya ini bukan yang pertama meng GS kan Kyu, soalnya saya pernah baca ff yang Kyu ama Yesung oppa jadi yeoja, trus Minppa ama Wookppa jadi namja, cuman di ff itu kayaknya main pairnya Yewook, ah, sayangnya saya lupa judulnya ...iya, Kyu emang cantik kalo jadi yeoja ... kayak pas di acara apa itu ya, yang Kyu pake baju pink, rambut bergelombang panjang, cantik banget, trus dia pamer kalo dadanya asli segala ...wkwkwk... asli, saya ngakak liat evil Kyu jadi yeoja ... wkwkwk ...
gomawo ... semangatnya ...

SeraLee : wkwkwk, iya chingu, tapi Min belom sadar kalo suka ama Kyu ... sudah saya jawab di atas ya chingu ... oke, ni lanjutannya ... ^^

fariny : hehehe ... ni chap 2 nya chingu ...

MingKyuMingKyu : wkwkwk ... bisa ya chingu emangnya ...^^ iya ni, saya memang suka yang ga biasa wkwkwk ... Gomawo...gomawo ... ini next chap nya ...

dzdubunny : belom ketahuan di chap ini chingu ... pasti ntar Ming (terpaksa) datang ... wkwkwkni next chap nya ^^


REVIEW AGAIN PLEASE ...