Dangerous Twin
Author :
oR3n_cH4N
Cast :
Kim Kibum as Kim Kibum
Cho Kyuhyun as Kim Kyuhyun
Kim Heechul as Kim Heechul (Appa)
Jung Jessica as Kim Jessica (Eomma)
Others ~
Pairing : KiHyun (twins)
Rate : T
Genre : Brothership, Romance
Disclaimer : All casts are belong to their self and God.
Warning :
This is STRAIGHT fanfiction (I think like that, but if i'm wrong i'll eraser it next time), if you don't like, please don't read.
Fanfic ini bukan punya saya, saya hanya berkewajiban untuk membantu mempublishkan saja. Jika ada yang kurang berkenan dengan isi cerita, ide, penokohan, pairing, de-el-el silahkan menghubungi author fanfic ini via twitter di renireniLUBIS.
With regrats,
Kim Hyokyo a.k.a Revi Killan
^^Happy Reading ^^
Morning ~
"Nghhh…." terdengar lenguhan suara Kibum. Dia membuka matanya kemudian mengerjap-ngerjap lucu untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke matanya. Lalu menggerak-gerakkan tangannya sembari berolahraga kecil. Kemudian melihat ke sekeliling kamarnya dan melihat sesuatu yang janggal ada di tempat tidurnya. Beberapa detik kemudian Kibum baru menyadari bahwa itu adalah adiknya, Kyuhyun. Dia langsung membangunkan Kyuhyun.
"Kyuhyun, apa yang kau lakukan di kamarku? Kenapa kau bisa tidur di kamarku?" kata Kibum sembari menggoyang-goyangkan tubuh Kyuhyun untuk membangunkannya. Tetapi Kyuhyun tampaknya masih enggan untuk terbangun.
"Ya! Bangun kau" Kibum masih mencoba membangunkan Kyuhyun dengan suara malas. Ini masih terlalu pagi untuk memulai perdebatan dengan Kyuhyun dan dia pun masih malas untuk melakukannya. Akhirnya Kyuhyun pun terbangun. Kyuhyun duduk kemudian mengucek-ngucek matanya sebentar dan beralih melihat Kibum.
"Ada apa?" tanyanya polos.
"Kenapa kau bisa tidur di kamarku?" tanya Kibum masih dengan nada malasnya.
"Oh, seingatku aku terkurung di kamarmu" jawab Kyuhyun mengingat-ingat kejadian pukul 03.00 tadi.
"Kenapa bisa?" tanya Kibum lagi.
"Entahlah. Mungkin pintunya sudah terbuka" kata Kyuhyun lalu turun dari ranjang Kibum menuju pintu. Kyuhyun kemudian membuka pintu tersebut tetapi tidak bisa. Pintu itu masih terkunci sama seperti terakhir kali dia mencoba membuka pintu itu.
"Masih terkunci" kata Kyuhyun lalu kembali menuju ranjang Kibum.
"Siapa yang menguncinya? Kenapa dikunci?"
"Mungkin Appa yang melakukannya" jawab Kyuhyun cuek. Kibum kemudian turun dan menuju pintu.
"Appa, Eomma. Tolong buka pintunya. Kenapa harus dikunci?" tanya Kibum mencoba berbicara kepada orang tuanya di luar sana. Namun tidak ada yang menanggapi pertanyaan Kibum. Kibum masih saja berteriak-teriak sambil menggedor-gedor pintu berharap orang tuanya mau membukakan pintu. Sedangkan Kyuhyun? Mari kita lihat. Kyuhyun dengan tampang tidak berdosanya sedang asyik bermain game di Handphone Kibum. Dia sama sekali tidak peduli dengan Kibum yang sedari tadi berteriak-teriak memohon kepada orang tuanya agar segera membukakan pintu.
"Ini semua gara-gara kau!" bentak Kibum kepada Kyuhyun setelah ia lelah dari tadi berteriak-teriak memanggil orang tuanya.
"Eh, kenapa aku?" bantah Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangannya dari layar ponsel Kibum.
"Kenapa kau harus datang ke kamarku?"
"Aku hanya ingin meminta- oh ya, dimana kau letakkan PSP-ku tadi malam?" tanya Kyuhyun baru mengingat apa alasan dia memasuki kamar Kibum.
"Sudah ku bilang aku tidak tahu" Kibum mulai menaikkan nada bicaranya.
"Kenapa kau tidak tahu? Kau yang memainkannya. Seharusnya kau bertanggung jawab setelah memakainya" balas Kyuhyun tak mau kalah.
"Appa membelikannya untuk kita berdua. Jadi aku berhak untuk memainkannya juga" balas Kibum lagi.
"Tidak bisa! Appa membelikannya untukku sewaktu ulang tahunku tahun lalu"
"Kita berulang tahun di waktu yang sama. Jadi Appa juga membelikannya untukku" balas Kibum tidak mau kalah juga.
"Tidak bisa! PSP itu milikku. Kenapa aku harus berulang tahun di waktu yang sama denganmu? Jadi ada dimana sekarang PSP-ku?" tanya Kyuhyun mulai emosi.
"Sudah ku bilang aku tidak tahu! Kenapa kau masih saja menanyakannya? Dan, kau bilang apa tadi? Berulang tahun di waktu yang sama? Ya! Kita ini anak kembar Kim Kyuhyun!" Kibum kembali membentak Kyuhyun. "PSP itu juga milikku. Jadi aku juga berhak memainkannya" lanjut Kibum lagi yang juga mulai emosi.
"Kita kembar? Oh iya aku baru ingat. Hehe…." Kyuhyun menggaruk kepalanya salah tingkah. Begitu asyiknya Kibum dan Kyuhyun bertengkar sampai-sampai mereka tidak menyadari kehadiran orang tua mereka di ambang pintu.
"BISAKAH KALIAN HENTIKAN PERTENGKARAN BODOH INI?" Heecul berteriak memarahi anak-anaknya. Anak kembarnya benar-benar telah membangkitkan amarahnya saat itu.
"KENAPA PAGI-PAGI BEGINI KALIAN SUDAH BERTENGKAR?" Tanya Heechul membentak anak-anaknya.
"Sayang, sudah. Tenangkan dirimu, ne? Ayo kita sarapan dulu. Nanti kau terlambat berangkat ke kantor" rayu Jessica mencoba meredam amarah suaminya pagi itu. Sedangkan Kibum dan Kyuhyun langsung terdiam saat mereka mendengar suara teriakan Appa nya yang mungkin sudah menggema di seluruh penjuru rumah kediaman Kim. Mereka tahu bahwa Appa nya benar-benar marah saat ini. Terlihat jelas dari wajahnya yang memerah dan urat-urat nadi tercetak jelas di pelipisnya.
"Ayo kita sarapan dulu sayang" Jessica masih saja mencoba menenangkan Heechul.
"Tidak bisa! Aku harus menghukum mereka" kata Heechul lalu mendekati kedua anaknya yang sudah mulai gemetar melihat kemarahan seorang Kim Heechul.
"Appa, mianhae. Kami tidak akan bertengkar lagi" Kyuhyun mencoba memohon maaf pada Heechul agar Heechul tidak menghukum mereka.
"Ne, Appa. Mianhae. Tolong jangan hukum kami" kali ini Kibum juga ikut memohon maaf pada Heechul. Sedangkan Heechul yang melihat anak kembarnya sedang memohon maaf padanya dengan tampang ketakutan hanya menghela nafas panjang, pasrah dengan tingkah laku anaknya selanjutnya.
"Appa tidak mau melihat ataupun mendengar kalian bertengkar lagi, ne? Untuk saat ini Appa tidak akan menghukum kalian. Tapi bila pertengkaran bodoh kalian ini terus saja berlanjut, Appa tidak akan segan-segan untuk menghukum kalian. Arraseo?" kata Kim Heechul sambil berbalik kemudian keluar kamar Kibum menuju ruang makan untuk melanjutkan sarapannya yang tertuda.
"Ne, Appa. Gomawo" kata si kembar bersamaan.
"Nah, sekarang pergilah ke kamar mandi lalu sikat gigi dan cuci muka. Kita akan sarapan bersama-sama, ne?" kata Jessica mengelus kepala anaknya bergantian lalu menyusul Heechul yang sudah duduk manis di ruang makan.
"Ne, Eomma. Arraseo" kata si kembar bersamaan (lagi).
"Huuh~ untung saja Appa tidak jadi menghukum kita" kata Kyuhyun sesaat setelah Jessica keluar dari kamar Kibum.
"Appa tidak akan semarah ini jika saja kau tidak mencari ribut duluan denganku" kata Kibum datar kemudian beranjak menuju ke kamar mandi.
"Ya! Apa kau bilang? Aku yang mencari ribut duluan denganmu? Seharus-"
"Ya! Pelankan nada suaramu! Kau mau Appa masuk lagi ke kamarku lalu kita berdua akan di bakar hidup-hidup oleh Kim Heechul karena mendengar kita bertengkar lagi? Sebaiknya kau kembali ke kamarmu" kata Kibum sebelum dia benar-benar masuk ke dalam kamar mandi.
"Aish! Benar-benar menyebalkan. Seharusnya kan memang dia yang selalu cari ribut duluan denganku. Apa dia tidak sadar? Dasar manusia super dingin dan cuek" Kyuhyun mengomel sendiri sambil membayangkan kata-kata Kibum tadi mengenai kemarahan Appa-nya.
"Hii~ Appa mengerikan" lalu dia keluar dari kamar Kibum menuju kamarnya.
At Heechul's Office ~
"Hmm…. ada sesuatu yang ingin ku katakan padamu Heechul-sshi" kata orang yang bernama Tan Hangeng, yang merupakan relasi besar bagi proyek kerjasama antara perusaahan milik Heechul dan perusahaan milik Hangeng.
"Oh, ya? Apa itu?" tanya Heechul antusias.
"Begini, belakangan ini putriku sering sakit-sakitan karena stres memikirkan namjachingu nya. Seminggu yang lalu dia baru saja diputuskan oleh namjachingu nya itu. Aku juga tidak mengerti mengapa iya jadi seperti ini. Aku dan istriku sudah burulang-ulang kali menasehati dia agar segera melupakan mantan namjachingu nya itu. Tapi sepertinya sama sekali tidak didengarkan olehnya. Aku juga kasihan sekali melihat kondisinya sekarang ini" cerita Hangeng panjang lebar tapi tersirat kesedihan dalam nada bicaranya.
"Oh, maksudmu Tan Amber, putrimu itu? Dia gadis yang cantik kan? Aku sudah lama sekali tidak bertemu dengannya. Ku rasa dia sudah tumbuh menjadi gadis yang lebih dewasa sekarang" kata Heechul dengan nada kegembiraan, namun berbanding terbalik dengan nada bicara Hangeng tadi.
"Bisakah aku meminta bantuanmu?" tanya Hangeng kepada Heechul.
"Tentu saja. Tidak perlu sungkan-sungkan meminta pertolonganku. Selagi aku mampu melakukannya, akan aku usahakan. Kau sudah aku anggap seperti saudaraku sendiri. Jadi, apa yang bisa aku lakukan untuk membantumu?" balas Heechul dengan nada suara lembut.
"Begini, aku ingin mempertemukan Amber dengan kedua putramu. Mungkin dengan mendekatkan mereka terlebih dahulu bisa mengobati lukanya akibat ulah mantan namjachingu nya itu. Apakah kau keberatan?" tanya Hangeng hati-hati.
"Jinjja? Kau serius dengan rencanamu itu? Itu adalah ide yang sangat bagus. Aku sangat setuju dengan idemu itu. Mungkin dengan begitu salah satu putraku menyukai putrimu, lalu kita akan menjodohkan mereka. Bagaimana menurutmu?" tanya Heechul penuh semangat. Dia benar-benar gembira dengan ide Hangeng.
"Mwo? Kau setuju? Syukurlah ~" ucap Hangeng lega. Raut wajahnya yang tadi menunjukkan kesedihan, kini kembali cerah setelah Heechul menyetujui rencananya itu.
"Baiklah, mulai kapan kita akan menjalankan rencana kita ini?" tanya Hangeng.
"Mulai malam ini! Aku sudah tidak sabar untuk menjalankan rencana kita. Dan kau harus datang ke rumahku malam ini jam 7 malam. Jangan sampai terlambat. Arraseo?" kata Heechul antusias. Semangatnya sudah berkobar-kobar untuk rencana mereka malam nanti. Dia kemudian mengambil Handphone nya kemudian menelepon istrinya. Setelah beberapa saat, teleponpun diangkat.
"Sayang, hari ini kau masak yang banyak dan yang enak-enak ya. Malam ini keluarga Tan akan berkunjung ke rumah kita. Ne, sudah lama kita tidak berkumpul dengan keluarga Tan. Kau merindukan mereka? Hmm… baiklah mereka akan datang malam ini. Oh iya, kau urus duo Kim itu ya. Dandani mereka serapi dan setampan mungkin. Keluarga besar Tan akan datang nanti malam. Dan mereka akan membawa putri mereka nanti. Ya Amber! Kau masih mengingatnya, sayang? Ya, kita akan memperkenalkan dia kepada Kibum dan Kyuhyun. Ku harap juga begitu. Sebentar lagi aku pulang. Sampai bertemu di rumah, sayang. Saranghae…."
Klik. Telepon terputus.
At Kim's House ~
"Kibum….Kyuhyun…. Cepat segera mandi sekarang juga…." teriak Jessica untuk menyuruh anak kembarnya segera mandi.
"Sebentar lagi Eomma…." balas Kyuhyun.
"Aku sudah selesai mandi Eomma…." balas Kibum sambil keluar dari kamarnya masih dengan rambut yang basah. Kemudian ia turun menuju dapur dan menemukan Eomma nya sedang sibuk memasak di dapur dibantu oleh beberapa pembantu lainnya.
"Eomma, kenapa masak sebanyak ini? Tidak seperti biasanya" kata Kibum sambil mengambil minuman dingin dari dalam kulkas.
"Nanti malam keluaga besar Tan akan berkunjung ke rumah kita. Jadi Eomma ingin menyambut mereka" kata Jessica masih sibuk dengan penggorengannya.
"Mana Kyuhyun? Apakah dia sudah mandi sayang?" tanya Jessica.
"Belum. Dia masih saja sibuk dengan game-gamenya di kamar" jawab Kibum lalu duduk di salah satu kursi meja makan.
"Aish~ dasar anak nakal. Bisakah Eomma minta tolong padamu suruh dia untuk segera mandi Kibum-ah? Eomma masih banyak pekerjaan disini"
"Baiklah Eomma" kata Kibum lalu beranjak menuju kamar Kyuhyun.
Setelah Kibum masuk ke dalam kamar Kyuhyun, Kibum melihat Kyuhyun masih saja asyik memainkan game di Laptopnya.
"Kyuhyun-ah… Eomma menyuruhmu untuk segera mandi" kata Kibum mendekati Kyuhyun.
"Aish~ sebentar lagi" balas Kyuhyun tanpa mengalihkan tatapannya dari layar Laptopnya.
"Kata Eomma nanti malam ada tamu penting akan berkunjung ke rumah kita. Jadi kita semua harus bersiap-siap untuk menyambut mereka" kata Kibum menjelaskan.
"Siapa?" tanya Kyuhyun.
"Kata Eomma keluarga besar Tan. Aku tidak terlalu mengenalnya. Tapi setahuku dia merupakan teman dekat Appa" jawab Kibum lagi.
"Baiklah, aku akan segera mandi. Tapi bisakah kau melanjutkan permainan gameku ini?" tanya Kyuhyun lagi tanpa melihat Kibum.
"No problem. Ini permainan yang mudah bagiku" kata Kibum lalu menggantikan posisi duduk Kyuhyun untuk melanjutkan game Kyuhyun.
"Jangan sampai kalah apalagi game over. Jika sampai hal itu terjadi, aku tidak akan segan-segan untuk menyiksamu. Arraseo?" ancam Kyuhyun kemudian dia masuk ke kamar mandi.
"Ya! Jangan menyepelekanku….." teriak Kibum kepada Kyuhyun yang sudah berada di dalam kamar mandi.
19.05 pm at Kim's House ~
Ting tong….
Seorang pelayan langsung menuju pintu mendengar suara bel berbunyi. Heechul yang melihat itu langsung memberi tanda agar ia saja yang mebuka pintu itu. Heechul sangat yakin bahwa itu adalah Hangeng dan keluarganya.
"Ayo berdiri yang rapi disini" kata Heechul memberi perintah pada Jessica, Kibum dan Kyuhyun untuk segera berdiri di belakangnya. Jessica, Kibum dan Kyuhyun pun hanya menuruti saja tanpa banyak protes. Heechul segera membuka pintu dan menemukan keluarga Hangeng sudah berdiri disana.
"Hah~ akhirnya kalian datang juga. Aku sudah tidak sabar menunggu kedatangan kalian dari tadi" kata Heechul dengan nada suka cita.
"Mianhae, kami sedikit terlambat"
"Gwaenchana. Yang penting kalian sudah datang sekarang" Kemudian Heechul menyalami istri Hangeng.
"Wah, Tan Taeyeon. Kau terlihat awet muda sampai sekarang. Tak banyak yang berubah darimu saat terakhir kali aku melihatmu. Bagaimana kabarmu?" tanya Heechul.
"Aku baik-baik saja. Dan bagaimana denganmu?"
"Aku juga baik-baik saja. Dan ini anakmu? Tan Amber? Dia semakin cantik sekarang" kata Heechul lalu menyalami Amber.
"Annyeong…" sapa Amber kepada Heechul sambil tersenyum manis.
"Ini kedua putra kembarmu? Mereka benar-benar tampan. Yang mana Kibum? Inikah?" kata Hangeng sambil menunjuk Kyuhyun.
"Aku Kyuhyun. Kim Kyuhyun imnida. Annyeong" kata Kyuhyun sambil membungkuk hormat pada Hangeng.
"Kim Kibum imnida. Annyeong" kata Kibum juga sambil membungkuk hormat.
"Bagaimana cara aku membedakan yang mana Kibum dan yang mana Kyuhyun?" tanya Hangeng bingung.
"Yang lebih tampan adalah aku, Kim Kibum" kata Kibum bangga.
"Aniya, yang lebih tampan itu sudah jelas aku" balas Kyuhyun tak mau kalah.
"Sudah… kita lanjutkan perbincangan kita di meja makan saja. Ayo…" ajak Heechul mengajak kedua keluarga itu menuju meja makan.
"Oh iya, Kibum, Kyuhyun, kenapa kalian tidak memperkenalkan diri kalian pada Amber?" tanya Heechul baru teringat saat meraka sudah duduk di kusi meja makan.
"Ayo, perkenalkan diri kalian" kata Heechul lagi.
"Annyeong. Kim Kibum imnida" kata Kibum memperkenalkan diri sambil mengeluarkan killer smile andalannya.
"Annyeong. Tan Amber imnida" balas Amber sambil tersenyum manis.
"Kim Kyuhyun imnida" kata Kyuhyun memperkenalkan diri sambil tersenyum juga.
"Tan Amber imnida" kata Amber sambil membalas senyuman Kyuhyun. Sejenak, Kyuhyun tampak terpesona melihat senyuman Amber.
'Manis…' Gumamnya.
TBC~~
Annyeong~~i'm back again~~*bow* sebelumnya saya sudah bilang eoh diatas, ini bukan ff saya. Dan tolong untuk kali ini bagi readers yang kurang suka jangan bash dan jangan flame ff ini, karna ff ini bukan punya saya.
Big thanks to :
, xoxoxo , Jmhyewon , park chaesoo , kkyu32 , ukekyushipper , cho nara , Jaylyn Rui , lianpangestu , and also you~~ :)
Saya mengharapkan review, kritik, dan saran dari para readers tersayang.
Jeongmal gomawo~~
regrats,
Kim Hyokyo.
