Secret Admirer
Summary
Menjadi secret admirer bukan hal yang buruk, walaupun cukup menyakitkan. Berkali kali mencoba berpindah hati, tetap saja tidak ada yang sesuai di puzzle hati, selain dia. Kyungsoo! Let's move on! Huh... i can't.
Rate : M
Cast : KAISOO
Genre : Romance, Humor, Hurt
YAOI, Boys Love
Don't Like, Don't Read
Happy Reading
Chapter 2
.
.
.
.
.
.
.
.
Tidak ada yang patut dipikirkan soal cinta. Tidak perlu memahami perasaan yang terkadang berubah begitu saja, apalagi memikirkan seseorang yang merubah perasaan itu. Biarkan cinta mengalir sebagaimana mestinya. Seperti Kyungsoo, ia merasakan ada yang berbeda dihatinya, tapi, ia tak mempedulikannya.
From : Jongin
Iya, sama sama.
Kyungsoo membuka kembali handphonenya saat baru saja terbangun dan masih menggeliat diatas kasur. Kyungsoo berdecih melihat pesan dari Jongin yang terkirim sekitar jam duabelas malam,
"Cih, benar benar pria dingin, pantas tidak punya pacar. Tidak pandai basa basi rupanya..." gumam Kyungsoo sendirian diatas kasurnya kemudian buru buru membawa tubuhnya mandi dan bergegas berangkat sekolah.
Kyungsoo bertemu dengan Jongin didepan pintu ruang kelas tepat saat Kyungsoo ingin keluar kelas dan Jongin yang baru saja datang dan ingin masuk kedalam kelas. Mereka berpapasan biasa, tanpa sapaan bahkan tanpa senyuman. Kyungsoo terus berjalan keluar pintu kelas untuk melanjutkan niatnya pergi ke perpustakaan.
"Do Kyungsoo!"
Kyungsoo menengok pada seseorang yang barusan memanggilnya, "eoh? Minseok hyung?" sapa Kyungsoo dengan gembira pada sunbaenya di SMP dulu.
"Kau ini tidak pernah menemuiku sih, sombong sekali" ejek Minseok.
"ani hyung, aku hanya tidak tahu kelasmu dimana, jadinya aku tidak bisa menemuimu. Kau sekarang mau kemana, hyung?"
"aku mau ke kelas ini, ini kelasmu, kan?" tanyanya sambil menunjuk kelas Kyungsoo.
"ne, mau bertemu siapa?"
"Kai dan Chanyeol juga dikelas ini, bukan? Aku hanya ingin mengantar surat ini sih, surat izin excamp, kau sudah menerimanya?"
"aah itu~~ iya dia dikelas ini. Belum sih, Memangnya hyung ekskul apa?"
"Pecinta alam, Kyung. Kau kan sejak SMP sudah aku ajak untuk masuk ekskul ku itu. Kau lupa, ya?"
"hehehehe... dan kau masuk ekskul itu karena pacarmu kan? " Kyungsoo cengengesan.
"hehehe iya.. memang kau masuk ekskul apa?"
"ekskul seni, hyung. Kau kan tahu aku suka menyanyi."
"eisshh~~ ekskul lenjeh itu? ekskulmu dan ekskulku itu tidak pernah akur loh, Kyung"
"aahh~~ nee... aku tau hyung, senior sudah sering membicarakannya"
"nah, makanya ekskul kita ini saling bertentangan, bahkan bermusuhan sejak angkatan yang sudah dulu sekali. apa kita juga perlu bermusuhan, ya, Kyung?"
"heheheh kau bisa saja, hyung. Yasudah sini biar aku antarkan suratnya, sepertinya banyak kelas yang akan kau datangi juga, ya?'
"ne, seluruh kelas disekolah ini, Kyung, fyuuuhhh melelahkan. Yasudah, aku titip padamu, ya. Gomawoo Kyungiee mungilkuuuuu" ucap Minseok sambil mencubit pipi Kyungsoo sebelum akhirnya berlari menuju ke kelas yang lain. Kyungsoo tersenyum sebentar kemudian mengurungkan niatnya untuk ke perpustakaan pagi itu, Kyungsoo balik ke kelas dan memberikan suratnya pada Jongin dan juga Chanyeol.
"Kau dapat darimana?" tanya Jongin dari belakang tubuh Kyungsoo.
"dari seniormu."
"kau kenal?"
"ne, dia sunbae ku saat SMP"
"woaah... sepertinya banyak yang mengenalmu, ya" ejek Jongin pada Kyungsoo, tapi yang diejek hanya tersenyum tipis.
"Kyung! Kok kita belum dibagikan surat izin itu sih?"
Chanyeol dan Jongin tertawa mendengar rengekkan Baekhyun pada Kyungsoo.
"Haha, ekskul kalian itu gem - bel, makanya lelet. Namanya juga ekskul lenjeh" ejek Jongin membuat Kyungsoo merubah raut wajahnya.
"iya sayang, lagian ngapain sih masuk ekskul itu? kan ada fotografi, ada enterpreneur, kenapa harus ekskul seni?" tanya Chanyeol pelan pada Baekhyun walaupun niat dan maksud dari pertanyaannya tetap saja mengejek.
"Ya~ jangan memulai pertengkaran sekarang!" Kyungsoo membentak dengan tegas. Chanyeol dan Jongin langsung diam, begitu juga Baekhyun yang ikut mengomeli kekasihnya.
.
.
.
.
.
Kyungsoo siang itu akhirnya berhasil pergi ke perpustakaan setelah tadi pagi batal karena bertemu dengan Minseok hyung. Kyungsoo menyusuri beberapa rak untuk mencari buku tujuannya, memilah satu persatu buku dihandapannya dan sesekali membaca judulnya, sayangnya, keheningan yang paling Kyungsoo sukai diperpustakaan lagi lagi harus dirusak karena bertemu dengan seseorang yang mengenalnya, walaupun Kyungsoo sempat tak ingat orang itu siapa. Oh tunggu dulu, seseorang itu bersama Jongin juga?"
"yaaaa Do Kyungsoooo apa kabaaarrr?" sapanya membuat Kyungsoo menghela nafas, oh ayolah hyung ini kan perpustakaan, batin Kyungsoo saat sudah mengenali wajah seseorang yang memanggilnya.
"hai hyung, im fine. kau sendiri bagaimana? masih langgeng kan dengan Minseok hyung? aku tadi pagi juga sudah bertemu dengannya, sih" Kyungsoo menjawab dengan cepat karena ingin buru buru mencari buku favoritnya dan... tentu saja menyelesaikan percakapannya ini.
"syukurnya masih awet, Kyung, hehehe. Kau sendiri bagaimana? siapa namanya? Jongsuk, ya?"
Kyungsoo menghentikan pergerakan tangannya mencari buku yang ingin ia ambil, Kyungsoo menghela nafasnya saat mendengar sunbaenya itu menyebut nama 'Jongsuk'.
"baik, hyung" ucap Kyungsoo pelan.
"ah! buku ini terlalu monoton!" oceh Jongin tiba tiba sambil menutup buku yang sedang dibacanya kemudian mengembalikannya ke rak. Kyungsoo dan Jongdae sama sama melirik ke arah Jongin, tapi yang dilirik tetap sibuk mencari buku lain.
"kau dan Jongsuk masih sering bertemu, kan?" tanya Jongdae lagi.
"Hyung, menurut hyung buku ini bagaimana?" Jongin tiba tiba menyodorkan sebuah buku pada Jongdae padahal Jongdae sedang bertanya pada Kyungsoo. Jongdae menatap kesal Jongin, pun dengan Kyungsoo yang melayangkan lirikan tajam pada Jongin sebelum menjawab,
"ani hyung, kami tidak pernah bertemu lagi sekarang." jawab Kyungsoo.
"eoh? katanya baik baik saja?"
"Iya, baik hyung, bahkan sangat baik, tetapi sebagai sepasang mantan" ucap Kyungsoo dengan tegas membuat Jongdae-kekasih Minseok-itu terkejut.
"sudah putus? kapan putusnya?" tanya Jongdae dengan kaget.
Kyungsoo diam sebentar, ia tentu saja sedikit kesal dengan pertanyaan semacam itu, apalagi disebelah Jongdae ada Jongin, walaupun Jongin terlihat sedang sibuk membaca buku sekarang.
"hyung ayo kita ke kantin saja, aku haus" ucap Jongin tiba tiba dengan santai memutus percakapan antara Kyungsoo dengan Jongdae kemudian menarik tangan Jongdae tanpa basa basi.
"Kyung aku duluaaaaaaaaannnnnnn" ucap Jongdae terburu buru saat tubuhnya dibawa kabur oleh Jongin. Kyungsoo berdecih,
Dia mengenalku, tapi tak menyapa. Dikelas bertingkah aneh dan suka mengejek, tapi diluar kelas dingin sekali. Kalau sedang berdua saja, ia bertanya ingin tahu, tapi kalau ada orang lain, ia seolah tak mengenalku. Bagaimana bisa orang orang menyukai orang sepeti Jongin? ucap Kyungsoo dalam hati.
.
.
.
.
.
.
"pertama, dia itu tampan. kedua, karena dia tampan. ketiga, dia akan selalu tampan"
"mwoya~~~ aku menyesal bertanya padamu" jawab Kyungsoo pada pernyataan Baekhyun setelah Kyungsoo bertanya mengenai Jongin.
"memang Kyung, aku benar! Jongin terlalu banyak fansnya, karena orang orang sudah tahu kalau hanya Jongin yang masih belum punya pacar, berhubung Chanyeol sudah menjadi pacarku, Chanyeol sudah jelas jelas gay. Tapi kalau Jongin? wanita akan terus mengejarnya sampai Jongin suatu saat pacaran dengan seorang pria"
Kyungsoo mengangguk tak peduli,
"ngomong ngomong, besok kau pergi dengan siapa ke acara seminar? kita harus berangkat bersama loh dari sekolah" Kyungsoo diam memikirkan sesuatu,
"sepertinya banyak tebengan kan disini? ehehehehe"
"eishh~ semuanya pasti sudah punya pasangan masing masing untuk berangkat, kau saja yang lelet tidak mencari teman berangkat dari kemarin"
"aku pikir bisa berangkat sendiri, Baek. Ternyata tidak boleh, ya"
"iyaalah! soalnya kelas kita ini berangkat rombongan naik motor dan diawasi wali kelas dari depan"
"kenapa tidak naik bis saja kalau begitu?"
"lokasinya tidak terlalu jauh Kyungsooooooooooo, dan ini memang kesepakatan bersama. Makanya kau itu jangan pakai headset terus kalau ketua kelas sedang menginformasikan sesuatu" Baekhyun lagi lagi mengomel membuat Kyungsoo merasa jengah.
"sepertinya sekarang aku butuh headset, Baek..."
"YAAA DO KYUNGSOOOOOOOO!" Baekhyun memukuli Kyungsoo dengan binal sambil tertawa membuat Kyungsoo ikut tertawa juga, pertengkaran mereka tidak terkesan kasar, malah terlihat lucu. Meskipun begitu, Satu satunya sahabat yang bisa menerima Kyungsoo apa adanya sejak SD sampai sekarang hanyalah Baekhyun, begitu juga sebaliknya. Mereka terlalu sering bertengkar satu sama lain, tapi mereka juga saling mempedulikan walaupun menjengkelkan.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kyungsoo akhirnya berangkat bersama Jongin, mau tidak mau, karena satu satunya yang tersisa memang hanya Jongin, atau memang Jongin sengaja tak menerima tebengan untuk memboncengi Kyungsoo, ah! Kyungsoo pikir itu terlalu kepedean.
Jongin sudah menunggu didepan rumah Kyungsoo sendirian, tidak memanggil atau mengetuk pintu, Jongin hanya mengirimi pesan kalau dia sudah tiba. Kyungsoo buru buru keluar rumahnya dan... setidaknya Kyungsoo ada niatan menyapa walau akhirnya tidak jadi karena Jongin tak sedikitpun tersenyum padanya pagi itu. Lagi lagi mereka saling diam-diaman walaupun sudah berulang kali teman teman sekelas mengejek dan menggoda mereka berdua.
"EKHEM! Sepertinya sudah ada dua pasangan yang jadian ya dikelas ini?" teriak Junmyeon-sang ketua kelas-mengejek Kyungsoo, Jongin, Chanyeol dan juga Baekhyun yang baru saja tiba berempat diparkiran motor lokasi seminar. Mereka bahkan tidak seperti anggota rombongan, saat yang lain tiba di lokasi bersamaan, mereka berempat masih tertinggal di belakang.
"mianhae, aku dan Chanyeol hanya memantau Jongin dan Kyungsoo saja dari belakang, dan ternyata Jongin membawa motornya lama sekali" jelas Baekhyun dengan wajah mengejeknya, teman teman yang lainnya pun mulai menggoda Jongin dan Kyungsoo, Kyungsoo hanya diam tak menentang, begitu juga Jongin yang hanya tersenyum tipis. Kyungsoo akhirnya berjalan duluan tanpa mengikuti aba aba dari Junmyeon sang ketua kelas. Jongin, Baekhyun dan Chanyeol mengikutinya dari belakang.
"KAI!" panggil salah seorang wanita dari arah depan mereka berjalan. Kyungsoo menengok dan melihat jelas wajah wanita tersebut, ia melewati tubuh Kyungsoo dan langsung mendekati Kai yang berada tepat dibelakang Kyungsoo, Kyungsoo menoleh ke belakang tanpa sadar, ia bahkan hampir menghentikan langkahnya sebelum batinnya bicara, "eish jalan terus Kyungsoo-yaa, kenapa harus ikut berhenti?" Kyungsoo kemudian terus berjalan menuju ke dalam gedung dan tetap diikuti Chanyeol dan Baekhyun.
"Jongin kemana?" tanya Kyungsoo secara spontan saat ia sudah duduk disamping Baekhyun dan Chanyeol untuk menunggu seminarnya dimulai.
"cieee... tumben nanyain..." ejek Baekhyun."
"ani, bukan begitu, kalau dia tiba tiba menghilang, nanti aku pulang dengan siapa?"
"eishh~ alibi saja~"
Baekhyun kemudian menengadahkan kepalanya menunjukkan pada Kyungsoo bahwa Jongin sedang berjalan ke arah mereka sekarang. Kyungsoo kemudian menoleh dan mendapati Jongin membawa sebuah bingkisan didalam tas kertas berwarna pink soft yang digenggamnya. Jongin tanpa basa basi duduk di samping Kyungsoo dan meletakkan bingkisannya dilantai, ia duduk dan diam tak bicara sama sekali. Meskipun begitu, tetap saja Kyungsoo mendengar bisikan bisikan pedas alias gosip gosip mulai merajalela di telinganya.
"Kami tidak saling berinteraksi saja sudah ramai dibicarakan, apalagi jika kami mengobrol dan melakukan skinship, mungkin aku bisa dirajang" batin Kyungsoo. Ia melirik Jongin yang malah serius memperhatikan mentor seminar yang sedang berbicara, Kyungsoo berpikir, apakah Jongin tidak mendengar gosip gosip menjijikkan dari belakang yang jelas jelas terdengar olehnya? Atau pura pura tidak mendengar? Atau memang tak mendengar karena terlalu serius? Entahlah, Jongin tak ber ekspresi sama sekali. Mungkin ini yang selama ini Baekhyun maksud, dingin dan super dingin, cuek, dan tidak peduli.
"yasudah, kalau begitu aku, Chanyeol dan Jongin langsung ke parkiran motor saja, ya? Kau jangan lama lama! Sehabis ini kita mau jajan bubble dulu sebentar, oke?" jelas Baekhyun pada Kyungsoo yang membuat Kyungsoo hampir mengoceh,
"NO WAY! JANGAN MENOLAK! KAU HARUS IKUT MAIN SEBENTAR KALI INI!" Baekhyun duluan berbicara sebelum Kyungsoo angkat suara. Dengan cepat Baekhyun membawakan tas Kyungsoo ke parkiran kemudian meninggalkan Kyungsoo yang katanya ingin ke toilet sebentar.
"yaa~~ kalian sudah liat pria yang digosipi pacaran dengan Kai?"
"aku sih belum, memangnya mereka benar sudah pacaran?"
"molla, tapi tadi mereka berangkat berdua ke seminar"
"jinjjayo? Kai kan tidak pernah memboncengi orang lain. bisa bisanya ya pria itu... mungkin dia menggoda Kai?"
"iya, kau tahu kan waktu Kai menggendongnya ke ruang uks?aku pikir dia juga hanya cari perhatian saja"
"hish, benar benar menjijikkan! kau ingin lihat wajah pria itu? nih biar kutunjukkan melalui media sosialnya!"
Kyungsoo menghela nafas didalam toiletnya, ia diam dan mencermati apa yang sedang dibicarakan oleh beberapa pria diluar sana. Kyungsoo berdecih setiap mendengar satu kalimat yang keluar dari mulut para jalang tersebut. Tidak peduli orang orang tersebut mengenalinya atau tidak, Kyungsoo tetap keluar toilet dan mendapati gerombolan pria sekitar 4-5 orang sedang berkumpul mengerubungi satu orang diantaranya melihat sesuatu di handphonenya. Mereka menoleh dan terkejut ke arah Kyungsoo saat Kyungsoo keluar dari toilet.
"yaa~ itu Kyungsoo, kan?" bisik salah satu dari mereka kepada yang lainnya.
"YA! DO KYUNGSOO!"
Kyungsoo memejamkan matanya setelah menghentikan langkahnya. Kyungsoo malas sekali bertengkar, sungguh, itu bukan cara Kyungsoo bergaul.
"Kau tidak berani menghadap ke arah kami?" tanyanya pada Kyungsoo yang menghadap ke arah pintu keluar. kyungsoo tak menjawab, ia menghela nafasnya.
"YA! JAWAB KAMI! Kau itu hanya junior disini! Berani sekali kau mendiamkan seniormu!" ancamnya membuat Kyungsoo menoleh, bukan karena takut akan ancamannya, tapi Kyungsoo berusaha menghormati seniornya. Kyungsoo menoleh dengan malas. Salah satu diantara mereka-mungkin ketua genknya- berjalan mendekati tubuh Kyungsoo.
"Jadi... kau benar pacarnya Kai?"tanyanya sambil menarik kerah baju Kyungsoo, Kyungsoo berdecih.
"ani, tentu saja tidak" jawab Kyungsoo singkat, tapi pria itu malah semakin menarik kerah baju Kyungsoo.
"YAAA! Kalau berbicara pada senior itu yang jujur dan sopan!" Kyungsoo menarik nafasnya dalam dalam, ia sudah mulai kesal karena sekarang semuanya sudah mengunci pergerakannya.
"YA! Aku sudah mengatakan yang sejujurnya!" Kyungsoo membentak karena merasa tubuhnya tak bisa bergerak kemana mana. Kemudian salah seorang pria yang menahan tubuh Kyungsoo dari belakang, tiba tiba menjambak rambut Kyungsoo dari belakang, kemudian mendorong tubuh Kyungsoo ke tembok.
"AH!" Kyungsoo melenguh kesakitan karena tubuhnya menghantam tembok dengan keras.
"YA! Kalau dengan senior itu bicara yang sopan! Dasar jalang! Tidak tahu malu mendekati Kai!" Kyungsoo menatap tajam pada yang baru saja berbicara pada dirinya, kemudian mencoba membangunkan tubuhnya, tapi kali ini, Kyungsoo diserang lagi, bahkan beramai ramai. Mereka menarik tubuh Kyungsoo kedalam toilet dan menyiram tubuh Kyungsoo dengan air yang ada di toilet tersebut. Kyungsoo terkejut dan membuka mulutnya, matanya berair bercampur dengan air yang mengucur dari atas kepalanya.
"YA! MICHYEOSOOO?!"
Gerombolan tersebut seketika membubarkan diri dan terkejut melihat Jongin datang menghampiri mereka. Jongin menahan amarahnya melihat gerombolan pria tersebut, Jongin bahkan sudah kenal mereka satu persatu. Jongin mendekati tubuh Kyungsoo setelah menatap mereka dengan tajam. Jongin ingin sekali marah tapi ia tahu bahwa yang melakukan semua ini adalah seniornya, bahkan seniornya juga di klub voli. Walaupun tetap saja, hal seperti ini tidak bisa di tolerir lagi, bahkan mungkin bisa saja Jongin mengadukan kejadian ini ke pihak sekolah. Jongin melepas jaketnya dan memakaikannya ditubuh Kyungsoo, Kyungsoo meneteskan airmatanya tanpa sengaja. Kyungsoo pasrah saat Jongin menguras ujung celananya yang basah kuyup, Kyungsoo bahkan terkejut saat tiba tiba Jongin memeluk tubuhnya kemudian mendekap kepala Kyungsoo kedalam pelukannya, mungkin maksud Jongin ingin menghangatkan tubuh Kyungsoo atau setidaknya membuat rambut Kyungsoo menjadi tidak terlalu basah. Melihat hal tersebut, tentu saja para gerombolan tadi semakin nyinyir dan kesal.
"mianhae, aku berusaha mengeringkan rambut dan juga tubuhmu. Apa kau tidak apa apa pulang dalam keadaan seperti ini?" tanya Jongin dengan pelan kemudian membopong tubuh Kyungsoo keluar.
Tiba tiba Kyungsoo menepis tangan Jongin yang berada di pundaknya, "jangan sentuh aku. Jangan bertingkah seolah olah kita dekat" ucap kyungsoo dengan tegas membuat Jongin pasrah menuruti perkataannya. Jongin mengikuti Kyungsoo dari belakang dengan air yang masih sedikit demi sedikit menetes dari celananya, Kyungsoo melewati gerombolan yang sudah membuatnya basah kuyup seperti sekarang tanpa menoleh sedikitpun.
"yaaa~~ benar benar sok keren! Ia bahkan menolak perlakuan Kai tadi, memangnya dia pikir dia siapa!" ocehnya membuat teman teman yang lain ikut menjelek jelekkan Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
.
"KYUNG GWAENCHANAAA?!" teriak Baekhyun saat mendapati Kyungsoo berjalan ke arahnya dalam keadaan basah kuyup. Untungnya dilokasi parkiran sudah sepi tidak ada siswa lagi.
"Kau kenapa Kyung? Pantas lama sekali, kau lihat kan sudah tidak ada siswa lagi disini? Siapa yang berani membuatmu seperti ini, eoh?" oceh Baekhyun dengan panik.
"sudahlah aku tidak mau membahasnya dulu" Kyungsoo terus berjalan melewati Baekhyun dan mendekati motor Jongin. Kyungsoo tak menoleh pada Jongin sama sekali saat Jongin tiba didekatnya.
"Ini... pakailah..." Jongin menyodorkan sebuah tas kertas berwarna pink yang sejak tadi Jongin bawa kemana mana, bahkan masih dengan bingkisan didalamnya, Kyungsoo mungkin masih ingat.
"Cepat ganti pakaianmu, kau bisa masuk angin kalau naik motor basah kuyup begini" ucap Jongin datar.
Jujur saja, Kyungsoo ingin menolak, tapi... ayolah sungguh Kyungsoo sudah sangat kedinginan sekarang.
Kyungsoo mengambil bingkisan tersebut kemudian membalikkan badannya untuk kembali ke toilet, Jongin mengikutinya lagi.
"YA~ kau mau apa?"
"mau menemanimu ke toilet, kalau kau diserang lagi bagaimana?"
"gwaenchana, tidak usah mengikutiku." Kyungsoo tetap berjalan setelah melarang Jongin mengikutinya. Jongin memberi isyarat pada Baekhyun untuk menyuruhnya menemani Kyungsoo. Baekhyun menuruti Jongin kemudian mengikuti Kyungsoo dari belakang.
Mungkin setelah kejadian tadi, Kyungsoo menyadari betapa berpengaruhnya Jongin dalam kehidupan dan masa masa SMA nya ini, walau hanya sebatas rumor, tapi Kyungsoo sudah menjadi sasaran. Kyungsoo tidak tahu bahwa bullying masa SMA masih berlaku seperti sinetron sinetron yang eommanya tonton setiap malam, bahkan senioritas benar benar masih di junjung tinggi, ah! sungguh itu hal yang mengesalkan! Kyungsoo tidak mau hidupnya diatur dan dibatasi. Dekat dengan Jongin bukan berarti PDKT kan? dan Kyungsoo pikir tidak ada yang salah berteman dengan Jongin. Tapi, ternyata...
"Aku sudah mengerti betapa famousnya Jongin, ani ani, betapa famousnya Kai seperti yang kau bilang kemarin kemarin" ucap Kyungsoo pada Baekhyun saat Kyungsoo sedang mengganti bajunya.
"i told you so..."
"ne, kejadian tadi benar benar menjengkelkan"
"memangnya apa yang terjadi, sih?"
"aku dibicarakan dari belakang, kemudian dibully, dihimpit, dijambak, dan disiram air sampai basah kuyup begini. Thats too much, right?"
"terrible! siapa yang melakukannya? Apa Jongin yang akhirnya menolongmu?"
"senior, aku tidak tahu mereka siapa. ah! memang sih Jongin akhirnya datang, walaupun telat. Tapi jangan dibuat seolah olah dia penyelamatku, justru Jonginlah penyebab penderitaanku barusan. Sudah! Jangan mengelak perkataanku, Jongin benar benar membuat segalanya kacau!" bentak Kyungsoo pada Baekhyun, padahal Baekhyun tidak salah apa apa. Baekhyun diam dan melihat Kyungsoo yang kini kebingungan karena pakaian yang Jongin berikan padanya benar benar kebesaran,
"Baekhyun-aaah, eottokhaeeee?" Kyungsoo merengek dengan pakaiannya yang kebesaran, bahkan celananya tidak muat pada pinggangnya.
"kemejanya kebesaran sih tidak apa apa, tapi celananya ini loh Baekkkk, ini sih tidak bisa ku pakai sama sekali. tidak muat dipinggangku" Kyungsoo semakin panik, tidak mungkin kan dia tidak pakai celana?
Baekhyun tertawa geli melihat raut wajah Kyungsoo kemudian menghampiri tubuh Kyungsoo masih sambil menertawakan sahabatnya itu.
"yaaa~~~~ jangan terus tertawaa! bantu aku cari solusi~~!"
Baekhyun menahan tawanya sebentar untuk kemudian membantu Kyungsoo,
"diikat saja celananya? otte?"
"yaa~~ mwoya~~~"
"ya habisnya kita tidak ada yang pakai ikat pinggang, kan? mau bagaimana lagi coba? sudah ikuti saja kataku!"
Baekhyun akhirnya berusaha keras untuk membuat celana yang Kyungsoo gunakan agar pas dipinggangnya, bagaimanapun caranya, Baekhyun mengikat celana tersebut agar tidak kendur apalagi sampai melorot dari kaki Kyungsoo.
"ini agak menonjol gitu nggak sih? malu ih" Kyungsoo berusaha menutupi bentuk ikatannya dengan kemejanya yang kebesaran.
"nggak keliatan elah, kemejanya kan besar banget! udah ayo ah, udah ditungguin sama dua manusia itu tuh" Baekhyun menarik tangan Kyungsoo yang sedang merasa tidak nyaman dengan kemeja coklatnya yang kebesaran dan celana jeans warna biru yang diikat dengan ikatan asal asalan karya baekhyun menggunakan tali gelang miliknya. Kyungsoo menunduk sesampainya di dekat motor Jongin,
"wah ternyata celananya muat juga, ya?" tanya Jongin sambil tertawa mengejek.
"ya! kau mau lihat ini?" tanya Kyungsoo kemudian menunjukkan pada Jongin celananya yang diikat, Jongin terkekeh kemudian mengacungkan jempolnya ke depan wajah Kyungsoo.
"kau benar benar berusaha keras..."
"ah sudah jangan dibahas, ayo pergi dari sini!" ajak Kyungsoo kemudian menaikkan tubuhnya ke atas motor Jongin.
"kau bawa jaket?" tanya Jongin sebelum membawa motornya pergi,
"eoh? bawa kok, kau mau pinjam, ya?" Kyungsoo membuka tasnya kemudian mengambil jaketnya.
"ani, untuk kau pakai" Jongin menyodorkan kembali Jaket yang baru saja Kyungsoo berikan padanya. Kyungsoo terdiam sejenak sebelum akhirnya menyadari sesuatu yang sedari tadi Kyungsoo pendam dalam benaknya,
"aaahhh~~ ini pakaian dari fansmu tadi pagi,ya?"
Jongin hanya mengangguk,
"makanya pakai saja jaketnya, daripada kau diserang lagi kalau mereka tahu kau memakai hadiah dari mereka?" ucap Jongin kemudian menyalakan motornya, Kyungsoo berdecih kesal,
"eishh, sok tampan sekali" Kyungsoo melirik Jongin dari belakang dengan jengkel. Sebenarnya orang yang saat ini sedang Kyungsoo benci adalah Jongin, tapi memang sih, Kyungsoo tidak bisa melimpahkan segala kesalahan pada Jongin. Kyungsoo juga malas sekali mempedulikan siapa para gerombolan yang telah membullynya tadi, atau apa alasan mereka melakukan itu, sungguh! Kyungsoo benci hal hal yang rumit, ia benar benar ingin melupakan kejadian tadi, anggap saja kejadian tadi hanya sebuah accident dan Kyungsoo tidak mau ambil pusing apa yang akan terjadi setelahnya.
Seperti biasa, Kyungsoo dan Jongin tak saling melemparkan kata kata, mereka diam, tak berbincang sama sekali sebelum akhirnya Jongin membuka suara.
"mian.."
Kyungsoo mendengar ucapan lirih Jongin dari belakang, tapi Kyungsoo tidak terlalu yakin itu suara Jongin,
"kau barusan bicara padaku?" tanya Kyungsoo dari belakang punggung Jongin.
"eoh? bicara? ani." jawabnya singkat dan membuat mereka akhirnya memutus lagi percakapan singkat mereka.
Kyungsoo mengikuti Baekhyun dan Chanyeol dari belakang memasuki cafe yang menjadi tempat tongkrongan anak anak satu sekolah mereka. Jongin berjalan di belakang Kyungsoo,
"Kalian mau pesan apa? Biar aku dan Chanyeol yang pesan, kalian duduk saja dulu disini, ne?" tanya Baekhyun.
"sama sepertimu saja, Baek" jawab pria mungil yang sedang risih dengan celana yang dipakainya.
"aku juga" lanjut Jongin.
Baekhyun meninggalkan Jongin dan Kyungsoo berdua di kursi yang sedang mereka duduki. Jongin merebahkan tubuhnya pada sofa tempatnya duduk kemudian menatapi Kyungsoo yang sedang kerisihan dengan pakaian yang ia kenakan, Jongin terkekeh tanpa sadar.
"ya~~ apa yang kau tertawakan?"
"daritadi kau tidak bisa diam?"
"tentu saja, ini semua karenamu. Kalau bukan karena fans fansmu itu, aku tidak akan begini"
"mianhae" ucap Jongin sambil menatap mata Kyungsoo.
Tepat setelah kata maaf keluar dari mulut Jongin, dua insan itu saling bertukar tatap, mungkin saat itu, waktu berhenti. Kyungsoo dan Jongin sama sama terdiam terpaku.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Apalagi yang perlu Kyungsoo khawatirkan? Di cemooh teman temannya, di labrak para senior yang mengagumi Jongin? Itu sudah menjadi makanannya setiap hari. Bukannya mau dibilang sombong, tapi Kyungsoo tak mau ambil pusing atas sesuatu yang memang tidak dia lakukan. Orang orang menyebutnya sebagai pacar Jongin? Kyungsoo merasa itu tidak benar jadi untuk apa marah marah? Untuk apa menanggapi rumor yang tidak jelas arah dan maksudnya? Apakah para wanita berhenti berjuang mengejar Jongin karena sudah menganggap Jongin gay dengan dirinya? Sungguh, itu bukan urusannya sama sekali. Atau para senior yang terus menggila memburu Jongin dan ingin menyingkirkannya? Kyungsoo pikir dia tidak selemah itu untuk terus ditindas.
Kyungsoo menerima baik pertemanannya dengan Jongin, dan selalu dianggap double date dengan Chanyeol dan Baekhyun? ayolah! Kyungsoo tidak peduli. Mereka bertiga sudah menjadi partner belajar dan teman bergaul yang baik bagi Kyungsoo. Kyungsoo sudah terbiasa dengan sikap usilnya Jongin dikelas, atau sikap dinginnya yang tiba tiba muncu,l seperti tak menjawab pertanyaannya atau menjawab singkat percakapan diantara mereka dengan kata 'iya', 'oke', 'tidak' atau bahkan hanya sekedar mengangguk.
Jika orang orang menganggap Jongin tampan dan idaman, bagi Kyungsoo, Jongin adalah pria yang aneh. Sesekali Kyungsoo ke-geer-an dengan tingkah laku Jongin, tapi setelahnya, Kyungsoo bisa kesal setengah mati dengan sikap dingin dan cueknya.
Mereka selalu pulang sekolah dan menyusuri koridor sekolah bersama, walau tak berdampingan seperti Chanyeol dan Baekhyun, tapi Kyungsoo bisa merasakan bahwa Jongin akan selalu memendekkan langkahnya jika Kyungsoo berada dibelakang tubuhnya, atau akan sangat terburu buru jika Kyungsoo ada didepannya. Atau disetiap senin saat upacara, Jongin akan selalu menempatkan posisinya disamping Kyungsoo, jika seseorang sudah menempati tempatnya, Jongin akan selalu mengatur langkahnya hingga berada di samping Kyungsoo. Ya Tuhan? Apa Kyungsoo berdelusi membuat teori teori tersebut? entahlah. Satu alasan yang membuat Kyungsoo terus berteori seperti itu adalah, Jongin tak pernah mengelak rumor mereka. Jongin akan selalu tersenyum tipis, kemudian melirik Kyungsoo.
.
.
.
.
.
.
.
12 January 2009
Malam itu Kyungsoo eomma sudah menyiapkan masakannya yang paling lezat, dan terbilang banyak, padahal Kyungsoo hanya mengundang beberapa orang terdekat saja.
Kyungsoo bisa mendengar suara motor berhenti didepan rumahnya,
"Jongin?" batinnya spontan sambil mengintip keberadaan Jongin dari ruang tamu.
Jongin membuka helmnya kemudian masuk kedalam rumah Kyungsoo yang pagarnya memang sengaja terbuka. Jongin tersenyum tipis didepan pintu rumah Kyungsoo,
"Cepat sekali? kau datang bahkan sebelum satu orangpun datang, kerajinan~~" ejeknya sebelum akhirnya mempersilahkan Jongin masuk kedalam rumahnya.
"Aku berangkat bersama Chanyeol dan Baekhyun juga, kok. Mereka saja yang lama." Kyungsoo mengangguki saja apa kata Jongin, lagipula siapa yang berpikir Jongin berniat datang sendiri dan menjadi orang yang pertama datang diacara ulang tahunnya ini? hish, kegeeran saja.
"aku dan Chanyeol tidak bisa lama lama, karena malam ini kita ada turnamen voli"
Kyungsoo baru menyadari mengapa Jongin memakai seragam volinya disaat acara ulang tahun seperti ini, lagi lagi Kyungsoo mengangguk.
Tidak lama kemudian, satu persatu teman Kyungsoo datang, termasuk Baekhyun dan Chanyeol yang ternyata malah jadi tamu paling terakhir. Apa mereka benar benar berangkat bersamaan dengan Jongin tadi? entahlah.
"Saengil chukkahamnida Kyungsoo-aahhhh~~" teriak teman teman Kyungsoo sebelum akhirnya melahap habis makanan yang sudah disediakan eommanya Kyungsoo.
"eish Kyungsoo-aah? kau tidak menuangkan makanan untuk Jongin?" ejek salah satu teman Kyungsoo.
"ciaaaaaaaaaaa pasangan baruuuuuuuu~~~~~" teman teman yang lain semakin mengejek dan menggoda Kyungsoo dengan Jongin, mereka hanya senyum senyum walaupun ada eommanya Kyungsoo juga disana.
Malam itu, menjadi ulangtahun ke 15 yang cukup mengesankan untuk Kyungsoo. Bahkan sekarang Kyungsoo punya banyak teman, walaupun tetap saja ia harus berdua terus dengan Baekhyun kemana mana. Sifat asli Kyungsoo pun mulai terlihat, mungkin awalnya Kyungsoo mau jadi lelaki pendiam dan teladan disekolahnya, tapi ternyata tidak bisa.
"Jongin-aah, kita mau berangkat jam berapa ini?" tanya Chanyeol dengan panik karena mereka harus buru buru turnamen.
Yang sangat diherankan, Jongin terlihat biasa saja tak terburu buru sama sekali.
"yasudah ayo sekarang berangkat" ajak Jongin kemudian berjalan keluar rumah Kyungsoo setelah berpamitan dengan teman teman lainnya.
"Jongin-aah! Kau lihat kunci motor ku?" tanya Chanyeol semakin panik, Jongin hanya menggelengkan kepalanya. Setelahnya, Chanyeol sibuk mencari kesana kesini kunci motornya, diikuti juga dengan Baekhyun yang membantunya.
"Kyung..." panggil Jongin saat Kyungsoo baru saja ingin ikut membantu Chanyeol dan Baekhyun mencari kunci motor Chanyeol yang hilang, Kyungsoo menoleh,
"mwoyaa? kau menemukannya?"
"ani."
"Yaaa~~~ kenapa tidak ikut mencari? kenapa diam dan santai saja sih? kalian kan mau turnamen sekarang" oceh Kyungsoo didepan Jongin.
"yaudah biarkan saja dulu, nanti juga ketemu. Chanyeol memang suka begitu, dia pasti lupa." jawab Jongin dengan santai.
Kyungsoo menghela nafasnya mendengar perkataan Jongin,
"ini ulang tahun yang ke limabelas, ya?" tanyanya membuat Kyungsoo heran, pertanyaan macam apa itu? Basa basi!
"ne, memangnya kenapa? aku bahkan lebih tua darimu, kan?"
"haha, hanya berbeda dua hari saja..."ucap Jongin membuat Kyungsoo menatap Jongin dengan datar, "aku juga akan mengadakan acara makan makan, jadi... datanglah ke rumah" lanjutnya.
"shireo! kau bahkan belum membelikan kado untukku." ejek Kyungsoo.
"ngomong ngomong aku tidak tahu apa yang kau suka, jadi aku tidak tahu harus membelikan apa." ucapnya sebelum mengeluarkan sesuatu dari kantong jaketnya.
"aku hanya punya ini, ini jumlahnya ada sepuluh, kurasa ini terlalu banyak, tapi.. tidak apa apa deh, hitung hitung ucapan maafku membuatmu menderita karena fans fansku" ucapnya sambil menyodorkan 10 buah kertas kecil berbentuk persegi panjang yang berisi beberapa tulisan,
"ish! sok tampan sekali sih" ucap Kyungsoo sambil meraih sesuatu yang Jongin sodorkan tersebut,
"yaaa mwoya~~~~" Kyungsoo terkekeh geli melihat tulisan Jongin, Jongin ikut tertawa,
"haha kenapa tertawa? ini adalah kado yang tidak bisa kau temukan dimana mana"
"hahaha lalu aku bisa apa dengan kertas kertas ini?"
"hmm, sebenarnya sih, aku ingin menulis beberapa kemungkinan sesuatu yang kau inginkan di kertas kertas ini. tapi, aku sengaja mengosongkannya supaya kau sendiri yang mengisi apa keinginanmu"
"kalau sudah?"
"berikan padaku"
"kau akan mengabulkannya?"
Jongin mengangguk,
"aaahhh arraseo~~ benar benar kado yang menarik, baiklah, siapkan duit yang banyak! Aku akan menulis... mobil? rumah? apartemen? bisa, kan?"
"yaaa~~~~!"
"hehehe siapkan saja mentalmu, permintaanku itu aneh aneh~" ucap Kyungsoo menakut nakuti, Jongin hanya tersenyum tipis.
"YAA! OTTOKEEEE! Kuncinya tidak ketemu juga!" teriak Baekhyun tiba tiba menghampiri Kyungsoo dan Jongin yang sedang saling tertawa berdua, Chanyeol menyusul Baekhyun dari belakang.
"kau sudah cek dikantong celanamu?" tanya Kyungsoo.
"tidak ada Kyung, aku sudah cek berulang kali." jawab Chanyeol sambil mengecek lagi kantong celananya.
"mungkin dicelanamu? coba cek" pinta Chanyeol pada Jongin. Jongin akhirnya ikut mengecek kantong celananya sendiri,
"eheheheheheheee..." Jongin cengengesan mendapati kunci motor Chanyeol dikantong celananya.
"YAA JONGIN-AAHHH! Kenapa bisa dicelanamuuuu?" oceh Baekhyun.
"molla. Chanyeol tadi menitipkan padaku mungkin, entahlah, aku lupa" Jongin tetap cengengesan kemudian mengikuti Chanyeol berjalan keluar rumah Kyungsoo. Baekhyun berdecih kesal, sementara Kyungsoo merasa heran, why Jongin is so freak and such as a weird person? Kyungsoo menggelengkan kepalanya.
Eommanya Kyungsoo pun ikut keluar melihat Jongin, Baekhyun dan Chanyeol pulang setelah mendengar ribut ribut diluar rumahnya,
"memang kalian mau kemana sih? kenapa buru buru begitu?" tanya eommanya Kyungsoo saat mereka bertiga sudah bergegas diatas motor masing masing.
"mau turnamen, tante, hehehehe" jawab Chanyeol.
"ooohhh begitu rupanya, yasudah, kalau begitu hati hati, ya"
"ne, eomma" jawab Jongin sambil tersenyum.
Kyungsoo tersenyum melihat keakraban teman temannya dengan eommanya, sampai akhirnya Kyungsoo menyadari apa yang barusan Jongin katakan, "EOMMA?!" Kyungsoo melirik tajam Jongin, ternyata Jongin juga sedang meliriknya dan tertawa. Kyungsoo berdecih, tanpa sadar, Kyungsoo tersenyum malu sampai Jongin menghilang dari pandangannya.
.
.
.
.
.
.
.
Malam itu, untuk pertama kalinya, Kyungsoo menggoreskan lagi tinta diatas buku diarynya.
Dear Kim Jongin,
Sesuatu yang mustahil menuliskan namamu diatas kertas berharga ini.
Apakah ini cinta?
Aku pernah mengatakan pada diriku sendiri untuk berhenti mencintai seseorang.
Menggantungkan harapan pada yang tak pasti, itu menyakitkan bukan?
Aku mengenalmu dalam jarak dan waktu yang tak bisa pernah aku tebak.
Aku sendiri tidak tahu, apa aku bisa menyebut ini sebagai cinta?
Aku takut menjatuhkan hatiku pada orang yang salah.
Jadi, bisakah aku menyembunyikan perasaan ini sebentar untuk mengenali maksud dan inginnya?
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To be continued
Yow gaisssss, Kyungsoo baru mulai jadi secret admirer. Kira kira sampe berapa lama, ya?
Jongin sendiri gimana perasaannya? Apa dia beneran suka juga sama Kyungsoo?
Atau dia tipe cowok yang suka mainin perasaan aja?
WHO KNOWS?
cuma gua doang yang tau HAHAH
REVIEWW AND COMMENT PLS JANGAN SIDER MUAH!
