Balasan Review
Airin Heartfilia 367
Tenang saja, pasti lanjut kok!
Minta doanya juga, semoga bisa Update tiap minggu :D
Akano Ysuki
Banyak yang menunggu Sequel ini ya?
Baiklah ini chapter 2 nya! :D
Guest
Oke! Terima kasih juga review nya!
ifa dragneel92
Siaaaap! Ini sudah lanjut!
Dragneel77
Maaf karena menunggu lama, padahal rencananya mau publish awal bulan. Banyak gangguan ketika mengetik, tapi pada akhirnya bisa juga. Dan semoga bisa Update tiap minggu.
Febnanda
Bingung? Kamu belum baca fic-ku yang Hate This and I Love You ya?
Bacalah itu dulu, agar tak bingung dengan Sequel/Lanjutannya ini.
Sushii19
Baguslah kalau ini cukup menghiburmu. Dan terima kasih telah meluangkan waktunya untuk memberikan review.
h3ndy.x
Maaf ya, menunggu lama. Tapi tenang saja, ini pasti lanjut sampai tamat!
ntdragneel616
Apa Update tiap minggu bisa dikatakan Update Kilat?
Serly Scarlet
Bukan! Kalau keluarga cemara, judulnya My Rumah Cemara Tangga *Apaan coba?
.
Baiklah sudah semuanya. Aku ucapkan terima kasih pada kalian semua, yang sudah membaca, dan meluangkan waktunya hanya untuk memberikan review. Terima kasih.
.
.
Information
Disclaimer: Fairy Tail © Hiro Mashima
Title: My Family!
Story 2: The Wedding
Rated: T/T+ Menuju M? (entahlah) tapi pastinya ini masih T kok!
Genre: Slice of Life, Family, Sedikit Humor, Romance dll.
Pairing: Natsu D x Lucy H
Description: AU, Typo (Tell me) Sedikit OOC, Dll...
Italic/Miring = Berkata dalam hati
HURUF BESAR = Berteriak
.
.
.
XXXXXXXXXX
.
.
Pernikahan normalnya dilakukan dengan penuh perencanaan, sangat hati-hati dalam memilih pakaian, cincin, dan sebagainya. Pernikahan adalah dambaan setiap pasangan. Tentunya semua pasangan ingin pernikahan mereka amat 'spesial' serta membekas dalam memori bukan?
Mempelai wanita tampak cantik dengan sedikit polesan bedak. Wajahnya sudah cantik sejak awal, tak perlu make-up atau apapun itu.
Gaun putih mekar, tanpa lengan membalut tubuhnya yang sempurna dimata pria manapun. Tubuh langsing ideal, dengan kulit bersih. Rambut kuning panjangnya ia biarkan tergerai begitu saja.
Sementara mempelai pria, mengenakan tuxedo biru sedangkan dalamannya berwarna putih, tak lupa pula celana hitam panjang. Rambut pinknya yang sudah ia cukur lebih pendek, tapi terlihat berantakan seperti biasa. Ia malas menyisir. Ia hanya sekedar membasuh wajah, memakai pakaian, dan memotong rambutnya untuk acara pernikahannya ini. Kalau ditanya kenapa?
Jawaban karena ia lelah! Mereka berdua lelah!
Lucy beserta Suaminya -sudah sah secara hukum, ini sudah selesai mengucapkan janji suci di sebuah Hotel Bintang Lima ini. Patut untuk diketahui. Bahwa, mereka mempersiapkan pernikahan ini hanya dalam waktu satu minggu, ya! SATU MINGGU!
Mereka melakukannya cukup dengan satu hari. Dari mulai daftar tamu, undangan, hidangan, sewa hotel, cincin, fitting pakaian. Dan sekarang di hari ke-7 langsung di rayakan! Hebat bukan? Ya hebat! Pernikahan dengan bumbu 'kelelahan' ini memang cukup 'hebat'!
"Ce-cepat lakukan! Agar ini cepat selesai." Bisik Lucy pada Natsu yang berdiri di harapannya.
"Aku tahu! Aku juga lelah dan lapar." Balas Natsu dengan bisikan pula.
"Kalau begitu cepatlah." Pipinya memerah lantaran malu. Tangan Natsu sudah melingkari pinggang Lucy.
"Kenapa aku harus melakukan ini di depan semua orang?" Lucy akui dirinya malu. Berbeda dengan Natsu yang biasa saja. Dia benar-benar gugup harus berciuman di depan banyak orang seperti ini? Oh ayolah! Dirinya tak pernah bermesraan di tempat umum! Lebih nyaman kalau berdua menurutnya. Meski nyatanya ia tetap malu juga sih walaupun hanya berdua.
"Ngihihihi... Wajahmu lucu Luce."
"Ce-cepat lakukan! Atau kubunuh kau!" Akhirnya mau tak mau Natsu harus berhenti menggoda Istrinya ini. Lucy yang marah adalah 'neraka' tersendiri baginya.
Natsu pun mendekatkan wajahnya. Semakin dekat...
.
.
Semakin dekat...
.
.
Lucy membuka sedikit mulutnya, dan memejamkan matanya...
.
.
Mata Natsu melirik ke kiri sesaat.
"Sial!" Umpatnya dalam hati. Melihat para tamu terfokus pada mereka berdua, terutama Ibunya dengan bidikan kamera smartphone miliknya. Dan sekarang ia juga merasa gugup.
.
"U-umhhh..." Ciuman itu berlangsung cepat. Hanya tiga detik!
"Su-sudah?" Gumam Lucy saat tautan bibir mereka terlepas.
"Hee!? Begitu saja? NATSU CIUM LAGI!" Perintah Ibunya
"TIDAAAAAAAK!" Balas Natsu. Ibunya merenggut, Ayahnya menghela nafas,para tamu sweatdropped. Khusus Gray, ia terbahak-bahak melihat Natsu yang malu.
"Sudahlah! Cepat bunganya." Suruh Natsu dengan bisikan. Tanpa berkata apapun Lucy langsung berbalik, tanpa ancang-ancang terlebih dahulu. Ia langsung melempar bunga yang sejak tadi ada digenggamannya...
.
"GUAH! TUMPAH!" Bunga itu sukses mengenai wajah seseorang, dan menumpahkan cairan dalam gelas miliknya. Lucy membalikkan badannya lagi, guna melihat apa yang terjadi.
"Sting?" Ya, ya. Doakan saja si Durian itu cepat menikah!
Yang lebih penting sekarang, dimana Natsu? Suaminya ini tiba-tiba menghilang! Kedua irisnya melirik ke sana ke mari.
Kesal? Oh tentu! Tangannya sampai gatal ingin memberikan cintanya dalam bentuk kepalan tangan!
"Itu dia!"
.
"Hmm?" Gumam Natsu seorang diri. Dirinya mendadak merasakan 'sesuatu' yang tidak enak. Ia sedang makan ayam -sengaja ia minta sebagai hidangan wajib pada Ibunya, yang notabene produser(?) acara ini. Ia mengambil lagi sepotong ayam dari meja panjang tempat berkumpulnya hidangan pernikahannya ini. Membuka mulut, namun kembali menutupnya lantaran merasa seseorang datang mendekat. Dan...
"Oh. Lu-"
.
BLETAK! Jitakan sayang, sukses mengenai kepala pink Natsu.
"Tiba-tiba menghilang, dasar!" Belum sempat protes Lucy-nya sudah menyembur(?) duluan. Tak berhenti disitu, ayam goreng ditangannya juga disambar.
"Setidaknya ajak aku kalau mau makan. " Bibir nya mengerucut tanda sebal. Tak tahukah Natsu kalau Lucy juga lapar?
Akhirnya Natsu hanya bisa pasrah, mengelus pucuk kepalanya seraya mengambil lagi paha ayam goreng di meja.
"Kalian tak pernah berubah ya? Pengantin baru itu tak boleh bertengkar." Seseorang tiba-tiba muncul, membuat kedua mempelai ini mengalihkan pandangan mereka.
"Diam saja kau Gray!" Suara dingin dengan death glare dari Lucy sanggup membuat seorang Gray Fullbuster bergidik.
"Ya ampun. Kau ini sensitif sekali ya?"
"BERISIK!" Dan bentakan itu sukses membuat Gray bungkam seketika. Nyalinya langsung ciut...
Berjalan mendekati si korban(?) lalu Natsu membisikan sesuatu di kuping kanannya.
"Sekarang ini, dia lebih ganas dari Erza. Jadi jangan ganggu dia kalau masih ingin hidup!"
"Hiii!" Gray pun langsung menegang di tempat! Lucy yang acuh tak acuh khusyuk dengan acara makannya. Oh ya. Dia sudah menghabiskan satu potong, dan kini mengambil lagi.
"Kau ini tertular Natsu atau apa?" Celetuk Erza, yang entah sejak kapan duduk dekat meja hidangan, tak jauh dari mereka.
"Cih! Kau sendiri juga makan banyak Erza." Perkataan Lucy sontak membuat Natsu dan Gray pucat.
"Ga-gawat!" Dalam hati mereka berdua sudah panik.
"Apa iya? Ini baru satu potong kue kok!" Balas Erza. Natsu dan Gray menghela nafas lega.
"Disitu kau rupanya! Hoi! Nona Pisang, gara-gara lemparanmu bajuku basah!" Sebuah Duria- Sting! Tiba-tiba muncul dengan protesnya
"Mau protes? Akan aku kuliti kau sekarang juga! Jangan ganggu aku! Aku sedang lelah berdebat denganmu sekarang ini! MENGERTI!?"
"A-aye! Nikmati makanannya Nyonya Lucy." Tanpa sadar Sting bersembunyi dibalik tubuh Natsu.
"Hei Natsu, sebenarnya apa yang terjadi padanya?" Bisik Gray meminta penjelasan.
"Benar-benar. Kenapa dia jadi ganas begitu?" Dan mendapat dukungan dari Sting.
"Ini semua gara-gara pernikahan mendadak ini- Tidak bukan! Ini gara-gara Ibu..." Dan mereka bertiga saling merangkul satu sama lain. Anggap saja gosip antar pria.
"Hoaaa..." Menguap pelan. Tubuh lelah Lucy menduduki kursi dengan lemasnya, menyambar gelas yang sudah ia isi teh tadi. Meminumnya dengan malas.
"Ya ampun... Sepertinya pernikahanmu melelahkan ya? Lucy." Komentar Erza ditengah acara makannya.
"Sungguh... Ini sangat melelahkan! Aku juga lapar, sampai menghabiskan lima paha ayam goreng." Sahut Lucy yang menaruh gelas kosong bekas minumnya kembali ke atas meja.
"Natsuuu... Bisa duduk di sini?" Pintanya dengan lemah, menepuk kursi disamping kanan. Setelah menaruh tulang ayamnya di piring tumpukan tulang ayam Lucy, Natsu duduk dikursi yang dimaksud tadi. Tak lupa mengambil lagi sepotong ayam.
"Pinjam pundakmu ya?" Kepalanya jatuh bersandar pada pundak perlu persetujuan, karena Natsu-nya juga tak akan menolak. Ia juga memeluk tangan kiri Natsu seolah itu adalah guling.
"Kau benar-benar kelelahan ya?"
"Uhm..." Matanya sudah terpejam sejak tadi.
"O-oh... Ro-romantis sekali!" Kagum Erza dengan pipi memerah.
"Dasar pengantin baru." Celetuk Gray.
"Nona Pisang ganas langsung jadi manja." Tambah Sting. Beberapa saat kemudian tampak hening, Erza khusyuk makan. Sting mencari tempat duduk, Gray mengambil minuman.
.
Puk! Seseorang menepuk pundaknya dari belakang.
"Kau bilang mau mengambil minuman lagi?"
"Ah! Yukino. Maaf tadi aku mengobrol dengan Natsu-san dan lupa- GAAAAH! KENAPA KAU TELANJANG!?" Kaget Sting saat melihat Gray, yang bertelanjang dada, dengan gelas berisi wine di tangan kanannya.
"KYAAAA!" Yukino langsung menutup kedua matanya menggunakan telapak tangan.
"Ugh... Kenapa di sini ribut sekali sih?!" Dan Lucy terbangun dari tidurnya.
"Kapan ini terjadi!?" Sting makin dibuat heran melihat Gray yang malah bingung sendiri.
"Gray-sama, bajumu." Seorang wanita dengan rambut biru laut bergelombang tiba-tiba muncul. Entah di mana ia mendapat setelan jas beserta kemeja milik Gray.
"Terima kasih, Juvia." Gray pun menerimanya dengan senang hati.
"Di sini ramai sekali ya?" Muncul lagi seseorang.
"Jellal!" Panggil Erza. Menemukan seseorang yang ia cari. Jellal tersenyum simpul, lantas menghampirinya
"Sudah berapa banyak kue yang kau makan?" Tanyanya, mengambil tempat duduk di samping kanan Erza.
"Baru tiga."
"Hoaaaaaaa... Rasanya percuma aku tidur." Tubuhnya sedikit menggeliat mencari posisi yang nyaman untuk kembali tidur.
"Daripada tidur lagi. Lebih baik kau bercerita. Bagaimana kalian bisa berbaikan? Lalu menikah mendadak begini. Bukankah kau bersih keras tak ingin menikah dengan Natsu, saat kita bertemu di Crocus waktu itu." Ujar Erza
"A-apa!? Jadi selama ini kau sudah menemukan Lucy!?" Kaget Gray. Darahnya langsung naik!
Erza menemukan Lucy? Lantas kenapa tak membawanya kembali? Dan yang lebih penting... Kenapa Erza tak memberitahunya?
"Kami tak sengaja bertemu dengannya sekitar tiga bulan lalu." Ucap Jellal, membuat darah Gray turun.
"Tahu-tahu dia sudah punya anak. Kupikir dia sudah berkeluarga. Jadi aku tak mengajaknya kembali ke sini. Dan ternyata anak itu adalah-"
"Anaknya dari seorang pengusaha muda. Benar-benar skandal yang ditutup rapat selama lima tahun!" Sting memotong perkataan Erza.
"Diam kau Durian!" Natsu dan Lucy kompak.
"Kurasa lebih baik kau cerita Lucy." Erza kembali memintanya bercerita.
"Sebelum itu..." Jellal melirik Duri- Sting! Dengan gadis muda disampingnya itu.
"...Ada yang harus memperkenalkan diri." Lanjutnya.
"Sting Eucliffe. Pengurus Dragneel Company di Crocus."
"Yukino Agria. Manager sebuah kafe milik Lucy di Crocus."
"Giliranku!" Erza langsung bangkit berdiri, ia tampak antusias.
"Erza Scarlet? Aku sering melihatmu di majalah." Celetuk Yukino tiba-tiba.
"Salah! Yang benar Erza Fernandez." Koreksi Erza.
"Baiklah. Sekarang giliran Juvia." Sting dan Yukino mengalihkan pandangan mereka pada wanita rambut biru laut itu.
"Nama Juvia adalah Juvia Fullbuster, seorang desainer. Juvia ialah istri dari suami Juvia yang bernama Gray Fullbuster. Kalian boleh memanggil Juvia dengan panggilan Juvia." Sting dan Yukino sweatdropped dengan banyaknya kata 'Juvia' Dan yang mereka tangkap dari perkataannya hanyalah...
Wanita ini bernama Juvia!
"Dan aku-"
"Aku tahu!" Potong Sting menghentikan kalimat Gray.
"Gray Fullbuster-san. Aku menonton film-mu!" Lanjutnya.
"Sepertinya kalian mengenalku ya." Ujar Gray yang tak jadi memperkenalkan diri.
"Hee... Seorang Pengusaha Muda dan Istrinya seorang Novelis. Seorang Aktor dengan Istri Designer Profesional. Lalu, seorang Model dan Suaminya Jellal Fernandez yang hanya orang biasa ini merasa sedikit tak nyaman." Kata Jellal panjang lebar.
"Hee... Seorang yang sering bermain hal-hal menantang memang sedikit tak nyaman ya? Nama para Stuntman hanya muncul di Closing Credits sih." Celetuk Natsu yang mengambil minuman.
"Setidaknya, bayaranku sekali lompat dari atas gedung cukup tinggi."
"Sudah-sudah. Ayo mulai ceritanya." Ucap Erza menutup perkenalan ini.
"Aku lelah..." Sementara Lucy malah kembali menarik lengan kiri suaminya yang sudah kembali dengan gelas teh di tangan kanan.
"...Singkat saja, tak perlu cerita. Apa yang ingin kau ketahui?" Lanjutnya yang kembali menyadarkan kepala di bahu Natsu.
"Kami semua punya pertanyaan yang sama. Kenapa kau tiba-tiba menikah mendadak, dan berbaikan dengan Natsu?" Tanya Erza mewakili semuanya. Minus Sting yang sudah tahu sebagian ceritanya.
"Awalnya aku tidak yakin. Tapi saat Natsu bunuh diri, aku percaya padanya. Lalu, saat kembali ke sini, kami langsung menikah secepatnya." Jelas Lucy yang mulai memejamkan matanya.
"Sebenarnya ini perintah Ibu." Tambah Natsu.
"Juvia suka dengan cara Natsu-san!"
"Natsu? Bunuh diri? Hahahahahahaha..." Dan Gray langsung tertawa lepas.
"Jangan tertawa! Kau tidak tahu seberapa frustasinya aku hingga ingin mati!" Kesal Natsu.
"Benar! Benar! Juvia juga mengerti bagaimana rasanya!" Dan Juvia malah Ikut-ikutan.
.
NGIIIIIIIIIING!
"Perhatian! Perhatian!"
Suara Ibu Grandine dari atas panggung sukses membuat mata Lucy terbuka lebar.
"Akhirnya!"
"Untuk menutup acara ini, pilih pasanganmu dan mulailah berdansa!"
"Kalau begitu Nona..." Seseorang naik keatas panggung dan mengulurkan tangannya.
"...Maukah kau berdansa denganku?" Lanjutnya. Jika yang kalian harapkan adalah pangeran muda...
Maaf... Ini pria paruh baya yang sok keren! Namun aksinya sukses membuat para tamu heboh...
Tertawa!
"Te-tentu." Uluran tangannya diterima malu-malu. Para tamu bersiul dan kompak tepuk tangan.
"Dasar orang tua yang lupa usia." Natsu hanya bisa sweatdropped melihat kelakuan orang tuanya.
"Kita juga tidak boleh kalah!" Tiba-tiba Lucy bangkit dari duduk.
"Ayo Natsu!"
"Tidak!"
"Kenapa? Lihat yang lain sudah menuju lantai dansa. Ayo! Bangun!" Menarik tangannya dengan kasar, Lucy benar-benar bersih keras.
"Aku tidak bisa berdansa!" Tolak Natsu.
"Akan aku ajari!"
"Tidak mau!"
"Ayolah! Bangun, banguuuuun!" Karena tangannya ditarik dengan kuat, akhirnya Natsu mau bangun juga. Salahkan Lucy yang keras kepala.
"Tenang saja. Aku akan mengajarimu." Saat mereka mulai menuju lantai dansa.
"Ambil minum, ambil minum, ambil minum." Nashi yang kehausan tiba-tiba muncul.
"Teh? Kopi? Dan... Apa itu?" Hanya teh dan kopi yang ia tahu.
"Itu namanya wine. Terbuat dari anggur merah." Seorang anak perempuan yang sebaya datang menghampirinya.
"Hmm. Kau tahu dari mana Julia?" Julia Fullbuster adalah anak dari Gray dan Juvia.
"Ibu. Dia juga bilang jangan minum itu, nanti bisa mabuk!" Jawab gadis kecil dengan rambut gelap seperti Ayahnya ini.
"Hiii! Untung aku tak berniat meminum line itu."
"Wine. Bukan line bodoh! Ngomong-ngomong, di sini tidak ada es krim ya?"
"Bodoh! Malam-malam begini kau mau makan es krim?"
"Memangnya kenapa!? Dan jangan sembarang mengataiku bodoh!"
"Kau yang mulai duluan bodoh!" Mereka berdua saling mendekat satu sama lain.
"Grrr.. Kau mau ribut denganku ya!?" Tanya Julia ingin memulai perang.
"Siapa takut! Jangan kau pikir karena aku perempuan tak bisa memukul wajah jelekmu itu!"
.
BLETAK! BLETAK!
"PEREMPUAN ITU HARUSNYA DIAM DAN DUDUK MANIS!" Kedua korban jitakan maut Rex Fernandez itu langsung terdiam dengan menjolan di pucuk kepala masing-masing.
"Dasar! Kalian berdua kan berteman baik. Jadi jangan bertengkar begitu! Dan lagi, aku ingin makan kue dengan tenang di sini!"
"Aye sir!" Jawab mereka berdua bersamaan. Menghela nafas. Lalu kembali duduk di kursinya, Rex melanjutkan ritual(?) makan kuenya.
"Kepalaku masih sakit." Gumam Nashi.
"Kau baru pertama kali merasakannya ya? Dia itu monster lho!" Sesama korban, Julia menyahut.
"Kurasa aku setuju denganmu. Rex memang monster."
"Hmm? Kalian mengatakan sesuatu?" Tanya si rambut scarlet dengan kue di mulutnya. Merasa namanya di panggil.
"Ti-tidak kok! Ehehehe..." Sekali lagi lagi mereka berdua kompak mengucapkan kalimat serupa.
.
.
XXXXXXXXXX
.
.
Acara pernikahan tertutup yang hanya mengundang kerabat dan teman dekat itu sudah usai. Para tamu sudah kembali ke kediaman mereka masing-masing. Nashi ikut Igneel, Grandine, dan Wendy. Sementara Natsu dan Lucy tetap singgah di hotel. Grandine bilang "Biarkan Mama dan Papamu berdua. Mereka membutuhkannya."
Tuxedo, gaun putih, kemeja, celana panjang, sepatu biru, heels warna putih perak. Bertebaran di lantai salah satu kamar Hotel Bintang Lima.
"Ah~ Lelahnya~" Ucap Lucy berebahkan tubuhnya yang memakai kain putih -hanya menutupi dada hingga pahanya, ke kasur besar yang empuknya membuat orang ingin segera tidur.
"Ya. Lumayan melelahkan." Tambah Natsu yang hanya memakai boxer ikut naik ke atas ranjang.
"Jangan samakan staminaku denganmu! Bagiku ini sangat melelahkan."
"Hmm..." Balas Natsu seadanya. Dirinya duduk di pinggir ranjang sibuk dengan smartphone nya.
"Kau sedang apa?" Tanya Lucy lembut. Bangkit duduk mengintip dari balik bahu Natsu.
"Email dari kantor, belum kubaca." Salahkan pernikahan mendadak ini.
"Hmm... Eh! Tunggu Natsu!" Natsu yang ingin mematikan layar smartphone nya langsung mengurungkan niatnya.
"Apa sih?" Tanyanya menoleh ke belakang.
"Aku pinjam HP-nya." Tanpa izin terlebih dahulu, ia langsung menyambar benda yang biasa digunakan untuk kebutuhan komunikasi itu. Entah apa yang Lucy lakukan Natsu tak terlalu peduli.
"Kau mirip anak-anak sa-"
"Senyum~" Potong Lucy yang memeluk lehernya, dan menempelkan pipi kanannya dengan pipi kiri Natsu. Melihat wajahnya beserta Lucy di layar, Natsu sadar bahwa Lucy ingin mengambil foto. Memberikan senyum nya pada kamera depan smartphone itu dan...
.
Cekrek!
"Rasanya sudah lama kita tak sedekat ini." Ujar Lucy tersenyum puas melihat hasilnya.
"Hmm... Kita terpisah jauh sih."
"..." Tak ada jawaban lagi. Rasa penasaran muncul dalam diri Natsu melihat Lucy yang tampak asik dengan kegiatannya bersama HP miliknya.
"Sudah sini kembalikan!" Sambar Natsu membuat Lucy merengut kesal.
"Pelit!" Umpatnya
"Hmm... Aku sudah lama tidak membuka Facebook." Ujar Natsu melihat HP-nya yang kini berada dalam aplikasi Facebook. Ia membaringkan tubuhnya ke kasur. Dan mulai mengetik Email dan Password pada kolom yang disediakan.
"Aku sudah lima tahun tak membukanya." Sahut Lucy yang ikut membaringkan tubuhnya di samping Natsu.
"Aku juga. Aku sibuk mencarimu sampai lupa kalau Facebook mungkin bisa membantu."
"Hmm... Aku sibuk mengetik novel setiap hari. Yah... Kau tahu. Hanya itu yang bisa kulakukan demi masa depan Nashi." Mereka diam sejenak melihat Icon spinner berputar-putar searah jarum jam di layar smartphone itu.
"153 Notifications, 83 Messages, 526 FRIEND REQUESTS!?" Heboh Lucy. Sementara Natsu biasa saja. Sudah lima tahun tak dibuka, itu wajar.
Meng-klik Tab Notifications, lalu menutupnya kembali guna menghilangkan angka 153 di sana. Tak peduli dengan isinya yang rata-rata dari teman-temannya yang mengirimkan pesan atau foto ke Timeline miliknya. Hal yang sama juga ia lakukan di Tab Messages yang isinya kebanyakan dari wanita tak dikenal, meski ada juga dari temannya yang menanyakan dirinya pergi mencari Lucy ke mana. Lalu beralih ke Tab Friend Requests.
"Ka-kalau menerima salah satu saja dari mereka, akan kucekik kau sekarang juga Natsu!" Friend Requests dengan total 526 itu, semuanya adalah kaum hawa dari yang muda, remaja, sampai Ibu-ibu tak ketinggalan. Dan tentunya membuat Lucy naik darah! Pengusaha Muda ini cukup populer juga ternyata.
Bukannya bertindak menerima atau menolak. Natsu malah menekan tombol Home yang berfungsi untuk Minimize aplikasi Facebook. Membuka menu, lalu membuka aplikasi bernama WhatsApp. Mencari nama Wendy di Tab Contacts dan mengirim pesan padanya.
.
To: Wendy
Wendy?
.
Tak perlu waktu lama. Hanya beberapa detik saja, ia sudah mendapat balasan. Pertanda bahwa adiknya sedang Online saat ini.
.
From: Wendy
Ada apa? Kau gugup saat mau... Ah! Maaf. Aku masih polos! Tidak tahu apa-apa, jadi tak bisa membantu~ :D
.
Wajah Lucy langsung memerah saat melihat balasannya. Dan Natsu? Ia kesal!
.
To: Wendy
Bukan itu bodoh! Aku mau tanya, bagaimana cara menolak semua Friend Request di Facebook sekaligus?
.
"Kalau kau saja tidak tahu. Kenapa malah bertanya pada Wendy?" Heran Lucy.
"Wendy adalah seorang Programmer. Jadi hal seperti ini sangat mudah baginya." Jawab Natsu. Hening menyelimuti mereka sesaat, hingga Lucy yang menyadari sesuatu memecah keheningan.
"Ngo-ngomong-ngomong, bi-bisa kau pakai bajumu?" Ucapnya yang jelas tengah gugup karena pikirannya mengarah pada 'sesuatu'.
"Hah!? Kau sendiri juga hanya memakai kain! Kita sama-sama gerah Luce. Dengan begini AC-nya lebih terasa!"
"Me-memangnya kau tak merasa aneh dengan situasi seperti ini?"
"Ya ampun... Aku tak akan melakukan apa-apa. Lagipula kau lelah 'kan?"
"Ta-tapi aku malu!" Begitu katanya sambil membuang wajah, pengalihkan pandangannya.
"Gahahahaha... Jangan berpikir yang aneh-aneh Luce." Mendekat dan mencium pipi kiri istrinya itu sejenak.
"Aku ini suamimu, tak perlu malu begitu." Ujarnya disertai grin khas miliknya yang sangat disukai Lucy.
"Kurasa aku harus membiasakan diri." Balas Lucy yang masih sedikit malu, menatap intens suaminya dengan senyum simpul.
HP Natsu tiba-tiba berbunyi membuat mereka sedikit tersentak. Natsu pun mengambilnya dan menekan tombol power di samping kanan.
"Kau mengubah wallpaper lockscreennya ya?" Heran Natsu melihat foto mereka berdua beberapa menit lalu. Memasukkan PIN untuk membuka lockscreen.
"Daripada foto sebelumnya? Itu fotoku saat masih SMA dulu. Sudahlah! Pakai saja itu sebagai wallpaper."
"Iya, iya." Dan saat lockscreen terbuka, menampilkan homescreen beserta wallpaper yang sama. Menarik Notifications Drawer, lalu meng-klik Notifications dengan Foto Wendy di sebelah kiri dan teks bertuliskan 'Wendy' ditengah-tengah, serta sedikit teks pesan yang dikirimnya dibawah.
.
From: Wendy
Pertama buka Facebook menggunakan Browser lalu...
.
Natsu pun mengikuti sesuai instruksi yang diberikan. Hanya butuh lima menit untuk menolak semua Friend Requests.
.
To: Wendy
Terima kasih, Wendy! #grin
.
From: Wendy
Itu sangat mudah bagi seorang Hacker dengan Nickname: Marvell #smirk
.
"Fyuh... Selesai juga."
"Pinjam~" Rengek Lucy.
"Seperti anak kecil saja." Balas Natsu memberikan benda persegi panjang lima inch serba guna itu.
"Aku juga ingin membuka Facebook." Ujarnya menerima dengan senang hati.
"Jangan bilang, kalau kau ingin Upload fotonya."
"Eh? Boleh juga! Tadinya aku ingin mengubah status hubungan menjadi menikah."
"Dasar wanita!" Natsu hanya sweatdropped dengan tingkah istrinya itu.
"183 Notifications, 348 Messages, 788 Friend Requests!? Kurasa aku juga harus menggunakan cara yang diberikan Wendy tadi." Cukup kaget Lucy melihatnya, tapi tak seheboh tadi. Macam Ibu-ibu yang baru sadar suaminya memiliki uban, sudahlah lupakan!
"Natsu? Kau tidak marah." Tanya Lucy heran lantaran Natsu yang diam.
"Untuk apa?"
"Lihat! Banyak pria asing yang mengirim pesan. Apalagi Friend Requests nya." Pesannya rata-rata berkata "Hai cantikkk" dan lain sebagainya. Ada juga teman-temannya yang bertanya ia berada di mana. Wajarlah, Lucy tiba-tiba menghilang tanpa jejak lima tahun lalu. Dan Friend Requests nya, kurang lebih sama dengan Natsu. Hanya saja mereka semua seorang pria.
"Hmm..." Natsu merapatkan dirinya dan memeluk Lucy dari samping.
"...Jika mereka tahu aku tidur satu kasur denganmu, dengan posisi seperti ini. Kira-kira reaksi mereka bagaimana ya?" Lanjutnya. Lucy terkekeh pelan sebelum menjawabnya.
"Aku bahkan tak menerima Friend Request nya. Bagaimana mereka tahu?"
"Kalau begitu, beritahu saja mereka semua kalau kau sudah menikah." Suruh Natsu dengan seringaian. Lucy mengecup bibir suaminya sebelum berkata...
"Mungkin mereka akan bunuh diri."
"Hihihi... Kau kejam Luce."
"Hihihi... Tapi sebelum itu, aku harus mengikuti tips dari Hacker bernama Marvell." Beberapa menit setelah obrolan ringan mereka. Tak ada satupun yang mengeluarkan suara. Natsu memilih diam. Lucy sibuk mengikuti instruksi yang diberikan Wendy. Mengubah status hubungannya di Facebook menjadi menikah dengan Natsu. Setelah semuanya selesai, ia meng-klik Tab News Feeds -siapa tahu ada berita menarik, di kiri atas. Loading sesaat dan...
.
Wendy Dragneel
HEBOH! HOT! BERITA PANAS! TRENDING TOPIK! AKTUAL! SETAJAM KATANA! MENANCAP LAYAKNYA PAKU! MENOHOK SEPERTI GOLOK!
Foto pernikahan Natsu Dragneel dan Lucy Heartfilia BOCOR!
Pengusaha muda Natsu Dragneel, yang dikenal tampan, kaya, tubuh atletis yang seksi menurut kaum hawa, serta cuek soal urusan asmara. Ternyata menyembunyikan hubungan asmaranya dengan seorang novelis muda yang cantik nan seksi, bernama Lucy Heartfilia.
PARAHNYA mereka menyembunyikannya selama LIMA TAHUN!
Tak hanya itu, mereka bahkan sudah MEMILIKI SATU ANAK!
Benar-benar SKANDAL!
Ehem! Ehem! Tapi disamping semua itu mereka berdua tampak serasi bukan?
Hohoho... Mohon maaf bagi kalian harus merasakan kekecewaan. Mengimpikan si cantik Lucy Heartfilia, dengan tubuh ideal yang indah nan seksi? Atau bagi kalian kaum hawa yang terpikat dengan Natsu Dragneel yang tampan, dan juga bentuk tubuh sempurnanya itu?
Semuanya kini berubah menjadi angan-angan belaka! Karena nyatanya mereka berdua adalah pasangan suami-istri.
Kita semua hanya bisa membantu memberikan doa agar mereka bahagia...
Sekian.
Sumber: Wendy Dragneel selaku adik dari Natsu.
P.S: Anggap saja hadiah dariku Onii-chan. Meski kalian bukan artis tapi aku berharap kalian bertemu paparazzi besok. Hehehe... :p
.
Terpampang jelas di bawah caption tersebut, foto pernikahan mereka dengan para tamu yang berdansa, ada juga yang tertawa, bahkan yang bertelanjang dada pun ada!
Sedangkan kedua mempelai ditengah-tengah, yang saling menatap tajam satu sama lain. Pertengkaran terjadi karena Natsu yang menginjak kaki Lucy. Salahkan Lucy yang bersikukuh mengajak Natsu yang tak bisa berdansa. Ah! Jangan lupakan dua anak perempuan yang dikejar anak laki-laki rambut scarlet karena menjatuhkan kuenya. Entah si pinky atau si rambut gelap yang menjatuhkannya, intinya mereka terlibat aksi kejar-kejaran.
.
All 7991 (Like 3593 - Love 1647 - Wow 584 - Haha 329 - Sad 1597 - Angry 241)
Comments 5143
.
.
.
"WENDYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYYY!" Teriakan dahsyat mereka berdua keluar begitu saja.
Untungnya kamar hotel itu kedap suara.
.
.
.
Story 2
End
.
.
Author Note
Jujur saat menulisnya menurutku tidak lucu sama sekali, dan saya minta maaf kalau ceritanya terkesan membosankan, romance nya tidak terasa, atau tidak lucu sama sekali. Suka tidak suka, hanya itu yang bisa kutulis. Selebihnya mohon dimaafkan.
Ya sudahlah! Sampai jumpa di chapter berikutnya minggu depan (Doakan semoga bisa Update minggu depan)
.
HARGAILAH KARYA DAN KERJA KERAS ORANG LAIN DENGAN MEMBERIKAN REVIEW! ENTAH ITU KRITIKAN/PUJIAN PANJANG/PENDEK KARNA DENGAN REVIEW PENULIS AKAN MENGETAHUI ADA YANG MEMBACA CERITANYA!
