Gamau banyak cingcong di awal ah. Entar aja di akhir hehe.

Hiryugo~

.

.

Is It What They Want?

[Chapter 2]

Author : Ninja's Paw

Pairing : Park Chanyeol x Do Kyungsoo

Other Casts : EXO members

Genre : Romance, Hurt/Comfort

.

.

Kyungsoo masih disana saat Chanyeol mengatakan hal yang sama sekali tak pernah ia pikirkan. Otaknya seakan lumpuh, sama sekali tak dapat mencerna kalimat sang kekasih bahkan satu frasa pun. Ia menatap Chanyeol dengan pandangan kosong dan tajam tepat pada iris mata pria tinggi itu.

"K-Kyung-"

"kenapa?" suara Kyungsoo akhirnya terdengar setelah keheningan itu.

"Kyung-"

"kenapa kau mengatakannya?" Kyungsoo kembali memotong ucapan Chanyeol, tetap dengan tatapan menuntut. Chanyeol bahkan nyaris lupa apa yang akan ia katakan karena tatapan tajam Kyungsoo.

Chanyeol menggenggam telapak tangan Kyungsoo lembut. Chanyeol bahkan dapat merasakan tremor kecil pada tangan kekasihnya ini. Pertahanan Chanyeol mulai goyah. Tremor kecil ini bisa dipastikan disebabkan oleh perkataannya barusan. Kyungsoo pasti sangat sakit hati karenanya. Bahkan dapat ia lihat mulai ada genangan air pada pelupuk mata Kyungsoo.

Tuhan, apa aku menyakitinya?

"Kyungsoo.." Chanyeol membuka suara. Tetap dengan genggaman tangan dan tatapan lurus pada Kyungsoo. Pria yang lebih pendek itu menaikkan sedikit alisnya pertanda ia meminta Chanyeol melanjutkan perkataannya.

"Aku mencintaimu, sungguh. Demi tuhan dan seluruh dunia, aku hanya mencintaimu. Namun keadaan yang menuntut kita untuk menghentikannya sampai disini" dan detik dimana Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, sebulir air melesat menuruni pipi Kyungsoo. Lalu satu tetes lagi, dan tetesan air mata yang lainnya.

"tapi aku tak mengerti.. Hyung.. apa salahku?" Kyungsoo berkata sambil berusaha mengendalikan sesak jantungnya. Hey, ia tak memiliki penyakit jantung, namun tidakkah cukup menyesakkan ketika kalian berada di posisi Kyungsoo sekarang?

Sungguh Chanyeol ingin bunuh diri saat melihat Kyungsoo menahan tangis seperti ini. Ia tak ingin melanjutkan perkataannya, tapi ia harus.

Aku mencintai Kyungsoo. dan aku ingin ia bahagia. Tapi aku tak bisa melindunginya. Karena mereka tak merestuiku. Mereka. EXO-L.

"Kyung, dengarkan aku. Aku tau ini akan sangat menyakitkan. Aku pun terluka disini.." ucap Chanyeol berusaha menjelaskan perlahan.

"tapi kenapa harus diakhiri, Hyung? Apa aku membosankan di matamu? Apa kau tak mencintaiku lagi?" Kyungsoo bertanya di sela-sela isak tangisnya. Sesaknya bahkan belum hilang.

"bukan begitu, Kyung. Kau yang terbaik. Dan hingga detik ini aku masih sangat mencintaimu. Hanya saja.." Chanyeol menggantungkan ucapannya. Memejamkan mata, menata mental untuk mengatakan hal sebenarnya pada Kyungsoo.

"kau tahu, sumber kekuatan kita, sumber semangat utama kita adalah para fans, EXO-L"

Kyungsoo terlihat kebingungan. Kenapa ia membawa-bawa EXO-L ke dalam masalah ini?

"sudah beberapa kali ini, aku melihat EXO-L seperti tak menginginkan hungungan kita terjalin. Walaupun mereka tak tahu kebenarannya, namun reaksi mereka terhadap skinship kita sangat kecil.."

"dan aku merasa mereka lebih menginginkan kau bersama Jongin" kalimat itu selesai bersamaan dengan air yang mengalir dari mata Chanyeol.

Kyungsoo semakin tak mengerti dengan situasi ini. Jadi Chanyeol mengakhiri hubungan mereka hanya karena EXO-L terlihat seperti tak memberikan dukungan?

"aku tahu ini tak mudah, tapi aku harap kau bisa melupakanku, melupakan semua cerita kita, dan mulai hal baru dengan Jongin. Aku tau ia pria yang baik. Aku juga yakin ia dapat mencintaimu sepenuh hati. Dan.. EXO-L pasti mendukung kalian" perkataan itu sama sekali tak ada dalam rencana Chanyeol sebelumnya. Itu keluar begitu saja. Chanyeol bahkan tersenyum saat air matanya terus mengalir. Mencoba menyalurkan ketenangan, namun yang terasa adalah kepedihan, rasa sesal, dan sakit hati.

"Hyung.." Kyungsoo menangkup wajah basah Chanyeol dengan kedua telapak tangannya.

"mugkin benar,mereka adalah sumber semangat kita. Aku tahu itu. Tapi satu hal yang harus kau tahu, Hyung" Kyungsoo menumbukkan mata bulatnya pada iris Chanyeol.

"Tapi aku tak peduli apa yang mereka inginkan, tentang siapa yang jadi pendampingku. Mereka sangat berharga, tapi tak cukup berharga untuk menentukan pilihan hatiku." Kyungsoo berkata mantap. Tak ada keraguan sedikitpun pada tiap tuturnya.

"Hyung, mungkin kau pikir cinta mereka mampu membuat hubungan kita berakhir, maka rasa cintaku mampu menutupi rasa cinta mereka. Karena di hatiku Cuma ada satu nama, Park Chanyeol" ucapan lembut Kyungsoo membuat hati Chanyeol mencelus. Bagaimana bisa ia melepaskan malaikat-nya ini. Ia bahkan tak sadar bahwa Kyungsoo tidak pernah sedikitpun menunjukkan gelagat bahwa ia tak bahagia bersamanya. Kyungsoo selalu terlihat bahagia dan nyaman berada disisinya. Pun sebaliknya. Lalu apa lagi yang harus dipermasalahkan?

"Kyung.." gumam Chanyeol. Kyungsoo dapat mendengarnya, meskipun samar.

"aku tak ingin kita berpisah hyung. Apapun akan kulakukan demi mereka, tetapi tidak dengan kehidupan pribadiku" ia tersenyum lembut. Chanyeol yang mendengarnya sontak kembali menangis. Kembali menyesali keputusan bodohnya.

"kyungsoo.. maafkan aku.. aku bahkan goyah karena mereka" Chanyeol berkata sambil terisak. Disatukannya kening mereka. Kyungsoo tersenyum, walau masih ada beberapa tetes air mata yang mengalir.

"jangan pernah ragukan perasaanku lagi ya, Hyung" Kyungsoo mempertemukan ujung hidung mereka yang sedikir memerah.

"tidak akan, Kyung. Aku akan selalu percaya padamu" balas Chanyeol lembut.

"aku juga" detik selanjutnya kedua bibir lembut itu bertemu. Saling memagut, menyalurkan perasaan mendalam pada tiap lumatannya.

Dilepasnya ciuman itu karena mereka kehabisan oksigen untuk bernapas. Chanyeol menatap wajah Kyungsoo hangat.

Chanyeol dan Kyungsoo pulang berdua menuju Dorm, karena member lain sudah pulang duluan meninggalkan mereka.

"Kyung"

"Hm?"

"apa fanservice-mu dengan Jongin itu hanya sebatas itu, atau.."

"Hyung, kau ini bicara apa sih? Tentu saja itu hanya fanservice. Kami melakukannya atas dasar profesionalitas. Meski begitu, Jongin adalah orang yang sangat baik. Ia pasti mendapatkan pendamping yang baik pula" Chanyeol mendengarkan penjelasan Kyungsoo dengan sebuah tarikan senyum tipis di bibirnya.

'Kyungsoo adalah orang yang sangat baik, dan aku cukup baik untuk bisa menjaganya'

.

.

.

.

FIN

.

.

.

.

-OMAKE-

Kyungsoo mempertemukan ujung hidung mereka yang sedikir memerah.

"tidak akan, Kyung. Aku akan selalu percaya padamu" balas Chanyeol lembut.

"aku juga" detik selanjutnya kedua bibir lembut itu bertemu. Saling memagut, menyalurkan perasaan mendalam pada tiap lumatannya.

Dilepasnya ciuman itu karena mereka kehabisan oksigen untuk bernapas. Chanyeol menatap wajah Kyungsoo hangat.

Di sudut lain panggung, seseorang tengah menyaksikan mereka. Semua runtutan kejadian, dari awal hingga akhir, ia melihatnya. Ia senang, namun hatinya sedih.

"Meski begitu, Jongin adalah orang yang sangat baik. Ia pasti mendapatkan pendamping yang baik pula"

Obrolan kedua pemuda itu terdengar sangat menyenangkan, hingga tak menyadari kehadiran seseorang yang berjalan di belakang mereka. Raut wajahnya sulit ditebak.

Hingga saat Kyungsoo dan Chanyeol masuk ke dalam van dan berlalu pergi, ia masih belum beranjak.

"kau bilang aku adalah orang baik, dan pantas mendapatkan yang baik pula" ia menghela nafas pelan

"namun jika orang baik yang aku inginkan adalah Kau, apakah aku harus mendapatkanmu? Merebutmu dari Chanyeol Hyung?" gumamnya.

.

.

.

BENERAN FIN

.

.

.

Aduuuuuh maapin banget baru update, berasa abis mati suri-_- maapin juga chap ini jauuuuuuh dari kata bagus:'( maapin author tanpa guna ini pokoknya maapin /bow 180derajat/ ga jauh-jauh, author Cuma minta ripiw aja kok. Mau ngebash author karena tulisan yg amburadul-bin-amburegul juga boleh:^(

.

.

.

RIPIW ATUH RIPIW~