Fanfic ini memang season 2 dari LavenderKu jalan ceritanya beda jauh untuk genrenya Action, Romance , dan Hurt/Comfort dan tokoh Yuura diganti dengan tokoh Yugao dimana Yugao adalah tokoh asli di Naruto Shippuden sedangkan Yuura adalah karakter ciptaan Mitsuki, kalau mau tau bagaimana keseruan dari fanfic ini silahkan baca aja ya dan jangan lupa tinggalkan review.

The Time between Love and Revenge

Chapters 2

NaruHina . Yugao

Romance . Hurt/Comfort

T+ semi M+

Masashi Kishimoto

By Author Mitsuki HimeChan

#

Summary

Bagaimanakah nasib Naruto yang menjalankan kehidupan nya dengan rasa sakit, orang-orang disekitarnya seolah tak peduli dengan hidupnya lalu bagaimana dengan kehidupannya setelah Hinata meninggalkannya?/Dimana ada bulan disana ada bintang mungkin inilah pribahasa yang tepat untuk Naruto dan Yugao, dimana ada Naruto pasti ada Yugao/DON'T LIKE DONT READ!/

Happy Reading

Saat cinta mewarnai hidup yang tak berarti.

6 bulan kemudian.

Kring Kring.

"Tunggu sebentar!" seru Hinata dari dalam rumah.

"Hei bocah nakal cepatlah aku tidak mau terlambat hanya karena kau!" seru Naruto yang duduk manis di sepeda berwarna putuh miliknya.

"Heh ternyata bocah cengeng sudah SMA ya." Ejek Hinata saat keluar rumah dan melihat Naruto telah memakai seragam baru dan terlihat sekali dari seragam yang di kenakan adalah seragam SMA khas Nami shcool, sekolah elit di Jepang.

"Heh tentu saja bukanya seperti kau dari dulu sampai sekarang masih sekolah dasar, weeekk." Naruto menjulurkan lidahnya. Hinata pun berjalan di kerah Naruto sambil menggembungkan pipi nya.

"Baka-baka hei bocah cengeng kau itu bodah atau apa sih? Yang namanya sekolah dasarkan emang 6 tahun apa kau tak pernah sekolah dasar hah? Lagipula aku sekarangkan kelas 6 weekk."

"Pfft oke-oke cepat naik." Ujar Naruto sambil menahan tawanya, toh iya harus menyelesaikan perdebatan mereka atau tidak akan terlambat datang sekolah apalagi Naruto kan pergi kesekolah naik sepeda belum lagi harus menjemput Hinata yang kebetulan rumah mereka dekat dan hanya berjarak 15 rumah, dan sekolah mereka searah.

Yah sejak hari itu Hinata merasa bahwa Naruto selama ini sendirian dan tak ada yang mengerti dirinya dan entah bagaimana Hinata seolah mengerti dengan apa yang dirasakan Naruto hingga membuatnya ingin selalu bersama Naruto dan Naruto pun meraskan hal yang sama ia ingin selalu bersama Hinata, dan mungkin dengan cara selalu antar jemput Hinata sekolah lah Naruto bisa setiap hari melihat Hinata dan tentunya ejekkan bocah nakal dan bocah cengeng selalu menjadi bahan pembicaaran mereka setiap hari.

*skip time.

"Woi Naruto apa kau masih mengayuh sepeda hm?" tanya Itachi sahabat karib Naruto, Naruto yang tengah menghapal pun merasa terganggu hendak mau memukul Itachi memakai buku.

"Diam kau!" ketus Naruto dan kembali fokus menghapal.

"Yugao-chan saja bawa mobil kesayangan nya kesekolah masa kau masih sepeda sih, wah apa biar bisa setiap hari dipeluk Hinata ya tapi kan bisa pakai motor ninja, Naruto?" ujar Itachi sambil memasang wajah yang sedang berpikir.

Dan akhirnya perempatan pun muncul di dahi Naruto, "Kau pikir aku apa hah?!"

"Pedofil?" sahut Itachi dan memasang wajah tanpa dosa.

"Apa kau bilang?!" Naruto naik darah lalu berdiri dari tempat duduknya hendak memukul Itachi tapi pemuda Uchiha itu hanya tersenyum penuh kemenangan.

"Woi woi ada guru!" seru seorang siswa sambil berlari ke tempat duduknya, mendengar peringatan salah satu teman kelasnya Naruto pun mengurungkan niatnya yang hendak memukul Itachi dan kembali duduk manis dikursinya.

"Setelah ini aku akan menggoda Yugao-chan." Ujar Itachi sambil memasang wajah yang begitu menjijikkan bagi Naruto, "Terserah!"

*skip time.

Naruto telah stan by di depan gerbang Konoh Gakuen, karena jam yang melingkar ditangan nya telah menunjukkan pukul 12 siang itu artinya Hinata akan segerah pulang.

Teng! Teng! Teng!

"Akhirnya bocah itu pulang." Naruto menghela nafasnya lalu sepasang blue sapphire nya menangkap siluet gadis kecil dengan rambut indigo dan tas berwarna ungu muda berbentuk kepala beruang tengah berlari kearahnya.

"Hei bocah kau lama sekali!" seru Naruto.

"Hah hah hah.." Hinata berhenti tepat disamping Naruto dan mengatur nafas nya yang ngos ngosan.

"Kenapa kau lari?" tanya Naruto dengan ketus.

"Aku hampir di jahili teman ku kak." Jawab Hinata pelan.

Naruto menaikkan sebelah alisnya dan sepintas ia melihat dua anak laki-laki dan dua perempuan yang hendak menghampiri Hinata namun urung karena melihat Naruto dan langsung berlari.

Naruto mengeluarkan handphone android miliknya dari dalam tas lalu menekan beberapa tombol dan menelpon seseorang.

"Kakak ngapain?" tanya Hinata yang bingung melihat Naruto yang menelpon dan bukannya cepat pergi agar ia tidak menjadi bahan bully an teman-temannya.

"Hei kau ya kau." Seru Naruto yang tengah menelpon namun karena ia takut Hinata akan mengerti apa yang akan ia bicarakan dengan orang yang ia telpon ia pun berbicara dengan bahasa inggris karena meskipun Hinata pintar tapi gadis kecil itu belum menguasai bahasa nggris, seperti yang ia ketahui.

"Kau tau kan siapa aku?" ujar Naruto dalam bahasa inggris dan Hinata hanya mendengus kesal karena tidak mengerti.

"Aku harus pintar bahasa inggris." Ucap Hinata pelan penuh semangat dan Naruto yang mendengarnya pun ingin tertawa tapi ia tahan untuk sebentar.

"Jika ada anak yang berani menyentuh atau menyakiti Hinata hukum anak itu atau kau keluarkan dari sekolah, aku tak peduli dia siapa atau apapun, pokoknya Hinata harus aman!"

"Kalau kau berani menentang ku, kau ku pecat dari jabatan mu menegrti?!"

"Bagus!" Naruto menutup telpon nya lalu kembali memasukkan telpon nya ke dalam tas.

"Hei bocah nakal cepat naik, hari ini kita main." Seru Naruto yang telah siap untuk mengayuh sepedanya.

"Wah benarkah aku suka aku suka!" sahut Hinata dengan semangat lalu mulai duduk menyamping di kursi penumpang.

"Oke kita jalan." Naruto tersenyum puas lalu mengayuh sepedanya dengan cepat.

Sesekali mereka melempar argumen tapi terkadang saling melempar candaan dan terkadang Hinata kesal lalu mencubit pinggang Naruto, ya inilah mereka selalu bersama sejak saat itu dan kini pun mereka tengah duduk bersama di bawah pohon Sakura sambil makan ice cream tapi tanpa mereka ketahui bahwa ada orang yang selalu mengawasi dan mengintai mereka dari jauh jika setiap kali mereka bersama.

Sebuah mobil sedan hitam tampak berhenti di pinggir jalan, sang sopir pun juga ikut memperhatikan apa yang di perhatikan oleh majikkan nya.

"Apa tidak apa jika Naruto-sama selalu bersama gadis itu?" tanya sang sopir.

"Gadis itu tidak berbahaya jadi tidak apa." Jawab sang majikkan.

"Tapi paman dari gadis itu berbahaya bagi kita dan juga Naruto-sama." Ujar sopir.

"Yang berbahaya dari gadis itu adalah paman nya bukan ayah nya lagipula kita akan selalu mengawasi mereka, sudahlah ayo kita jalan, hari ini kita ada rapat dengan pihak Badan Intelegent Negara."

"Ha'i Yugao-sama."

#

"Hei Hinata lihat aku bisa menyeslesaikannya dengan cepatkan." Seru Naruto sambil tersenyum lebar menampakkan giginya. Pemuda itu tersenyum puas setelah selesai menyusun rubick cube sesuai warna.

Hinata menggembungkan pipinya kesal karena tidak berhasil menyusun rubick cube dan sekarang hanya satu warna yang berhasil ia susun.

"Kak Naruto!" Hinata menatap sosok Naruto disampingnya.

"Apa?" sahut Naruto tanpa menoleh kearah Hinata, ia masih sibuk mengacak warna-warna rubick lalu menyusunnya lagi.

"Aku mau masuk Nami Junior High Shcool."

"Tentu kau pasti bisa kau kan pintar, Hinata."

"Kak."

"Hm."

"Kata ayah, aku gak boleh dekat-dekat sama kakak karena kalau terlalu dekat kakak akan terluka." Hinata menundukkan kepalanya. Dan Naruto pun berhenti memainkan rubick nya lalu menatap langit biru dalam diam.

"Aku harus jauh dari kakak dan lagipula aku gak mau kakak terluka karena aku." Ujar Hinata dengan polosnya, ia tak tau arti dari apa yang ia ucapkan tapi ia tau arti dari kata terluka, Hinata pernah melihat Naruto terluka karena jatuh dari sepeda karena dirinya, kaki dan tangan Naruto terluka dan ia pun menangis melihat Naruto terluka karena dirinya.

"Jangan pernah menjauh dari ku Hinata." Kata Naruto dengan lirih, ya ia tau maksud dari kata Hinata walaupun Hinata sendiri tidak tau makna dari apa yang ia ucapkan, sebenarnya Hiashi tau Naruto sering menjemput Hinata pulang pergi dan terkadang mengajak Hinata bermain sepeda keliling kota ataupun taman kota, Hiashi malah senang melihat putri nya tertawa hanya karena bersama Naruto, putri nya akan menjadi pendiam dan jarang tersenyum saat bersama nya karena ia mungkin terlalu kaku sebagai seorang ayah. Yah mungkin seperti itulah keadaan yang ada, Hiashi menceritakan semuanya kepada Naruto dan Naruto tau bahwa saudara kembar Hiashi, yaitu Hizashi adalah musuh ANBU yang diketuai oleh dirinya saat ini.

"Aku tidak akan terluka Hinata." Naruto tersenyum tulus sambil memandang langit biru.

#

Naruto keluar dari kamar nya setelah membersihkan diri, ia pun hanya mengenakan celana hitam pendek selutut dan kaos berwarna orange, pemuda bermata sapphire itu pun berjalan gontai menuju taman belakang rumahnya. Ya taman itu belum juga berubah tetap sama, kolam ikan, bunga-bunga, gazebo. Naruto terseyum lirih lalu duduk di bangku teras sambil menatap rembulan dan bintang diatas langit yang gelap.

"Terkadang aku harus berpikir secara logika dan terkadang juga aku menjadi pria yang lemah iya kan Yugao." Ujar Naruto yang telah mengetahui nya bahwa sejak Satu menit yang lalu tadi Yugao telah berdiri dibelakangnya.

Yugao, gadis berambut ungu itu, ia duduk di samping Naruto dengan tegap tanpa memasang raut wajah yang jelas.

"Aku tidak meminta mu untuk menjauhi Hinata tapi berhati-hati." Ujar Yugao.

Naruto tersenyum kecil.

"Aku tidak tau apa masalah kalian hingga melibatkan aku dan Hinata." Ucap Naruto pelan.

"Hinata sejak kecil dia di asuh paman nya Hizashi sedangkan ayah nya sibuk kerja dan Hinata sangat dekat dengan paman nya itu Naruto-sama, dan Hinata baru tinggal bersama ayah nya sejak satu tahun yang lalu." Jelas Yugao.

"Lalu?"

"Aku ingin menceritaknnya semuanya padamu tapi ku harap kau siap mendengarnya."

"Hm." Naruto mengangguk namun ada rasa takut yang mulai mendekapnya.

"Yang membunuh ayah dan bunda mu adalah..."

Bersambung.

Sampai jumpa di chapters selanjutnya...

[Baturaja, 23 Agustus 2015 (Sumatra Selatan)]

Salam hangat Mitsuki HimeChan.