Aaah, hari yang indah di Kota London. Suasananya terasa sangat damai saat hari beranjak siang seakan kepadatan manusia yang ada di dalamnya tidak memengaruhi kedamaian itu.
Tapi benarkah siang hari yang indah di Kota London itu benar-benar damai?
Lost in Town © The Bloody Phoenix
Disclaimer: The Characters on this fanfiction are belongs to God, SM Entertainment, their family and them self.
Casts: Choi Siwon, Cho Kyuhyun, and other Super Junior member.
Pairing: WonKyu (Choi Siwon x Cho Kyuhyun)
Genre: Romance/Drama, little bit of humor –maybe?
Rated: T
Warning: Boy x Boy/Shounen ai, OOC, a story from the beginner author, a Chliché plot, typo(s).
Summary: Bagaimana rasanya tersesat di tempat asing seorang diri? Tersesat, tertimpa banyak kejadian yang menyebalkan bagai jatuh tertimpa tangga pula. Lalu akankah seseorang menyelamatkannya?
Hope you guys enjoy the story,
Don't like don't read please~
. . .
.
ACTION ONE: The Cute Boy and The Charismatic Man Are Met!
Sebuah lamborghini hitam mengkilap membelah padatnya London pagi itu. Mobil itu tampak mencolok diantara mobil-mobil yang berlalu lalang karena tipe mobilnya yang aduhai. Sang pengendara –yang wajahnya sama aduhainya dengan mobilnya itu memutar musik-musik klasik dalam mobilnya yang menunjukkan seleranya yang berkelas. Mobilnya melaju santai tanpa ada gangguan.
Sampai...
"YAAAAAAAA! LONDON SIALAAAAAAN!"
Seseorang berteriak dengan sangat-sangat kencang sambil dengan tidak etisnya menyebrang jalan dengan seenak jidatnya disaat trafffic light belum berubah menjadi merah. Otomatis para pengendara segera menginjak rem kendaraannya kuat-kuat sebelum terjadi kecelakaan yang tidak mereka inginkan. Orang-orang menyumpah serapahi orang yang menyebrang tak tahu aturan itu karena telah mengganggu jalan mereka dan telah membuat kekacauan kecil disana. Namun orang yang disumpah serapahi hanya cuek bebek melanjutkan jalannya.
Sebuah lamborghini yang baru saja memasuki area puncak kekacauan mengerem mobilnya dengan tiba-tiba saat melihat seseorang yang dengan santainya menyebrangi jalan raya yang belum waktunya untuk disebrangi hingga suara gesekan ban mobil dengan aspal terdengar sangat nyaring.
CKIIIIIIT.
BRAAAAK
Tepat saat mobilnya berhenti melaju, suara hantaman yang cukup keras terdengar. Bukan, itu bukan suara hantaman seorang kurir pengantar barang yang menabrak tiang listrik, melaikan suara hantaman yang ditimbulkan oleh mobilnya.
Oh my Holy God! Ini bukan saatnya untuk berurusan dengan polisi karena kecelakaan lalu-lintas atau pun harus pergi ke bengkel untuk memperbaiki kerusakan pada mobilnya. Tapi ini adalah waktunya pergi ke kantor!
Segera saja si pemilik mobil keluar dari dalam mobilnya menghampiri si 'korban' tabrakannya dengan dongkol.
"Hey Man! What have you done with my car? Are you a stupid cross the street while the traffic light is not red yet?" sewot pria pemilik mobil itu.
"I-i'm sorry.. I—" si 'korban' yang tertabrak itu hanya mengucakan permintaan maaf se-simple itu sambil memasang tampang shock nya itu. Memang tidak mengherankan jika kejadian seperti tadi menimpanya, karena memang salahnya sendiri menyebrang jalan seenaknya. Tapi tetap saja kejadian itu menjadikannya shock.
Si pemilik mobil menatap si 'korban' dengan pandangan yang sulit diartikan dan dahinya yang sedikit berkerut. Namun tak lama kemudian pria itu mengubah air mukanya menjadi normal kembali.
"Apa ada yang sakit? Hm, kelihatannya kau orang Korea, aren't you?" tanya pria itu dengan melontarkan pertanyaan menggunakan bahasa ibunya.
"E-eh?! K-kau bisa bahasa Korea? Ti-tidak, nan gwenchana. Maaf aku telah membuat kekacauan, maaf sekali lagi" jawab 'korban' yang tertabrak itu. Ia membungkukkan tubuhnya dalam-dalam sebagai permintaan maafnya karena telah membuat kekacauan lalu bergegas merapikan bajunya yang menjadi berantakan sambil berniat meninggalkan tempat itu. Belum satu langkah ia pergi dari tempat itu, sebuah tangan menarik pergelangan tangannya dan menghentikan langkahnya.
"Eits, tunggu dulu. Kau tidak bisa pergi begitu saja. Sekarang kita masih punya urusan"
.
.
~WonKyu~
.
.
"Hyaaaa turunkan akuuu! Kau mau bawa aku kemana hah?" ronta seorang namja manis yang tubuhnya dengan tiba-tiba digendong keluar dari dalam mobil dengan gaya yang tidak elit. Ia digendong dalam posisi dipanggul seperti karus beras oleh namja yang tidak sengaja menabraknya tadi.
"Just keep silence your lips and see, little boy." Jawab si pria penggendong dengan cueknya. Si namja yang merasa tidak terima disebut 'little boy' pun protes dengan nada sarkastik.
"Hei tuan, namaku bukan 'little boy'. Begini-begini aku masih punya nama"
"Baiklah-baiklah. Aku senang ternyata kau punya nama, dan kau harus menyebutkannya nanti saat suster meminta data dirimu. Dan satu lagi, berhenti lah meronta-ronta, tubuhmu itu berat" jawab si 'pria' dataaaaar sekali.
"Hiiish dasar menyebalkan" si namja manis mulai mencibir dengan suara sepelan mungkin yang padahal masih bisa terdengar sampai ketelinga si pria 'penabraknya'.
Akhirnya mereka berdua sampai juga di depan sebuah bangsal rumah sakit khusus untuk pertolongan darurat korban kecelakaan. Si namja yang di gendong dengan posisi yang menurutnya tidak elit itu –akhirnya berusaha turun dengan mendorong tubuh si penggendong dengan sekuat tenaga.
"Mau apa kita kesini? Memang siapa yang kecelakaan?" tanyanya dengan raut wajah skeptis yang akhirnya hanya dibalas dengan raut muka santai dari orang yang diajaknya bicara.
"Tentu saja kau. Siapa lagi? Sudah sana cepat masuk!" santainya sambil mendorong tubuh namja itu untuk memasuki ruangannya.
"Ha jinjja. Aku hanya luka lecet begini saja masa harus sampai dibawa ke rumah sakit? Dasar menyebalkan!" gerutu seorang namja yang baru saja keluar dari ruang pertolongan darurat untuk korban kecelakaan.
"Hei bagaimana keadaanmu? Apa kau baik-baik saja?" tanya seseorang dengan tiba-tiba menghampiri dirinya.
"Aku baik-baik saja. Aku hanya mendapat sedikit luka lecet dilenganku tapi kau sampai membawaku ke rumah sakit. Dasar aneh" tukas namja itu setengah dongkol.
Pria yang menanyakan keadaannya pun berdehem pelan.
"Namaku Choi Siwon. Maaf kalau aku membuatmu kesal karena bertindak berlebihan seperti ini. Tapi tadi aku benar-benar merasa khawatir saat melihat ada darah merembes di daerah lengan mu. Aku lega saat ternyata kau tidak mengalami luka serius."
"Ya ya terserahmu saja lah. Aku tidak tahu harus berterima kasih atau malah kesal padamu karena kejadian ini. Omong-omong, aku Cho Kyuhyun" jawabnya sambil melengos pergi.
"Hei, bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama sebentar sebagai permintaan maafku atas kejadian ini?" tawar Siwon pada Kyuhyun yang sukses menghentikan langkannya sesaat. Terlihat Kyuhyun sedikit berpikir, ia sedang berperang batin!
'Wah, boleh juga. Kebetulan aku sedang lapar sekarang. Lumayan, makan gratiiiiissss. Hehehehe" salah satu batinnya meng-iyakan untuk menerima ajakan Siwon.
'Eh, tapi kan aku sudah keburu berjalan meninggalkannya. Masa mau berbalik lagi hanya demi sebuah ajakan kecil begitu? Tidak keren. Seorang Cho Kyuhyun itu harus selalu keren!' batinnya yang lain menimpali walau sedikit tidak nyambung.
'Hey, tapi kau kan tidak tau tempat ini. Mau makan di mana kita kalau sudah terlanjur keroncongan? Uang saja tidak ada. Daripada nanti hidup menggembel yang mengemis-ngemis makanan lebih baik terima saja tawarannya' batin Kyuhyun kembali meng-iyakan.
Perang batin itu masih terus berlanjut sampai lima menit kemudian. Siwon yang merasa heran karena Kyuhyun hanya diam sedari tadi tanpa membalikkan tubuhnya segera menghampirinya.
PUK
Sebuah tepukan halus mendarat di pundak Kyuhyun yang membuat perang batinnya terhenti. Segera setelah sadar akan kediamannya, Kyuhyun menjadi sedikit gugup karena ketahuan 'melamun'.
"Bagaimana? Kau mau?" tanya Siwon to the point.
"A-ah.. i-itu.. Ba-baiklah" jawab Kyuhyun yang mendadak gagap.
"Oke, kalau begitu kita pergi"
.
.
~WonKyu~
.
.
Di sebuah restaurant yang fancy, Siwon dan Kyuhyun memutuskan untuk lunch bersama. Sejak pertama mereka masuk mereka hanya sibuk dengan kegiatannya masing-masing sambil sesekali berbasa-basi yang sama sekali tak penting. Sampai makanan yang mereka pesan tiba pun, mereka masih sibuk dengan urusannya masing-masing.
"Mm, Kyuhyun-ah, kalau boleh aku tebak, kau itu pasti seorang turis kan?" Tanya Siwon tiba-tiba memecah keheningan.
"Eh, bagaimana kau bisa tahu?" jawab Kyuhyun dengan ekspresi bingung.
"Oh, aku menebaknya. Aku berfikir kau adalah turis karena kau tadi membawa-bawa koper yang sangat besar" jawab Siwon enteng. Kyuhyun segera menepuk dahinya keras.
"Aigoo, aku lupa! Ah, apa kau tahu dimana koperku berada sekarang?" tanya Kyuhyun meminta penjelasan. Bisa mati ia kalau kopernya sampai hilang gara-gara kejadian yang menimpanya tadi. Mau hidup bagaimana di negeri orang sedangkan seluruh harta benda yang kau bawa ada dalam kopermu? Batinnya.
"Kopermu aku suruh bawahanku untuk mengambilnya dan menyimpannya sementara di rumah ku. Selama beberapa hari ini kau harus tinggal dirumahku, ya" jawab Siwon enteng sambil kembali asyik dengan makanannya. Kyuhyun yang mendengar itu pun langsung terkaget-kaget.
"Yah! Kau pikir kau siapa seenaknya mengatur hidupku? Kenapa kau seenaknya memutuskan bahwa aku harus tinggal di rumahmu, huh?" ledak Kyuhyun tepat di depan wajah Siwon sampai makanan yang masih berada di dalam mulutnya bermuncaratan ke wajah Siwon. Siwon yang mendapatkan respon tak terduga plus 'kejutan manis' untuk wajahnya hanya bisa menganga kaget.
"YA PABBO CHO KYUHYUN! WHAT HAVE YOU DONE WITH MY HANDSOME FACEEEEEE?!" teriak Siwon kesal setelah terpaku beberapa saat sambil melotot ke arah Kyuhyun. Ia lalu membersihkan wajahnya dari 'kejutan' yang diberikan Kyu padanya tadi.
Kyuhyun yang dipelototi begitu merasa kesal juga. Kyuhyun merengut, lalu mencibir Siwon dengan pedas.
"Hei kau! Memangnya salah siapa kalau misalnya aku jadi kaget dan refleks berbicara kala aku sedang mengunyah makanan? Kau juga sih membuat keputusan seenak hidupmu saja, aku kan tidak terima!" Kyuhyun berbicara dengan sewotnya. Siwon memutar bola matanya seakan tak peduli.
"Sudah, kau jangan bawel. Setelah ini ayo kita berjalan-jalan sebentar"
Dengan perkataan Siwon itu, Kyuhyun langsung diam dengan wajah merengutnya yang menggemaskan.
.
.
~WonKyu~
.
.
Sebuah lamborghini hitam berhenti tepat di sebuah parkiran tempat yang sedang ramai pengunjung walaupun hari ini adalah hari kerja dan bukan musim liburan. Dua penumpang lamborghini hitam itu segera bergegas keluar. Sang pengemudi –yang pasti sudah kalian tahu siapa—tersenyum puas melihat Kyuhyun memandang takjub pada sekeliling tempat mereka berada.
"Woah, bukankah ini taman bermain? Asiiik akhirnya aku bisa pergi kesini dengan gratis~ hahaha" tawa Kyuhyun riang sambil tetap memperhatikan sekelilingnya. Taman bermain ini benar-benar keren! Siwon yang melihat itu hanya terkekeh kecil.
"Ayo, mau sampai kapan kau terus memperhatikan sekelilingmu? Kau itu norak sekali" ledek Siwon sambil tertawa kecil. Sontak Kyuhyun yang telinganya sangat sensitif dengan ejekan itu langsung memasang wajah masamnya.
"Yah! Semua terserah padaku dong! Mau aku norak pun bukan urusanmu" ujar Kyuhyun sebal sambil berlalu pergi disusul Siwon dibelakangnya.
Mereka mulai memasuki pusat keramaian disana. Kyuhyun tak henti-hentinya memandang takjub apa yang dilihatnya. Kyuhyun itu orang yang sangat jarang pergi ke taman bermain, apalagi yang semenakjubkan ini! Wajar saja jika sekarang ia berlaku bak orang terisolir yang baru pertama kali bisa pergi ke taman bermain.
"Hei Kyuhyun-ah, berhentilah bersikap norak seperti itu dan cepat pilih wahana yang ingin kau naiki" tegur Siwon pelan. Kyuhyun hanya mendelik padanya, tak menghiraukan perintah Siwon barusan.
Setelah puas melihat-lihat, Kyuhyun akhirnya menemukan wahana yang menarik keinginannya untuk mencobanya, Roller Coaster. Maka dengan refleks Kyuhyun menarik lengan Siwon yang ada di belakangnya menuju wahana terssebut. Siwon yang ditarik pun hanya tersenyum kecil.
Setelah puas menaiki roller coaster dua kali –Kyuhyun yang memaksa—mereka pun mulai menikmati wahana-wahana lainnya. Mereka terlihat sama-sama menikmati segala wahana yang ada di sana, mulai dari wahana yang standard sampai wahana yang extreme. Tinggal lah satu wahana lagi yang belum mereka kunjungi, Rumah hantu! Siwon pun berinisiatif untuk mengunjungi wahana itu bersama Kyuhyun. Kyuhyun langsung pucat ketika mendengarnya.
"Errr, kurasa aku kelelahan. Bagaimana kalau kita istirahat saja dulu?" tolak Kyuhyun halus. Wajahnya memang terlihat sedikit pucat, dan badannya sedikit berkeringat walaupun sekarang sedang musim dingin.
"Baiklah, kurasa aku juga cukup lelah" Siwon pun setuju dengan usul Kyuhyun. Mereka pun memutuskan untuk pergi ke rest area tama bermain itu. Ternyata walaupun sekarang adalah musim dingin, tetapi tempat ini tetap saja ramai pengunjung. Wajar sebenarnya, karena ditempat ini tersedia wahana gondola yang apabila kita menaikinya kita bisa melihat pemandangan indah dibawahnya yang terselimuti salju.
Setelah masuk ke salah satu cafe yang ada disana, mereka berdua memesan dua gelas coklat panas yang terkenal sangat enak di tempat itu. Mereka duduk di sebuah meja di sekat jendela.
"Hey Siwon, aku ingin bertanya kepadamu.." Kyuhyun memecah keheningan diantara mereka.
"Ya silahkan. Oh dan ingin kuingatkan, sebaiknya kau memanggilku Hyung karena kurasa aku lebih tua darimu!"
"Ya ya, terserah dengan hal itu. Aku ingin bertanya, kenapa kau sangat baik padaku?"
"Hah? Oooh nothing special sebenarnya, hanya saja aku merasa bahwa aku bertanggung jawab akan kondisimu" jawab Siwon.
"Kondisiku? Memangnya aku kenapa?" tanya Kyuhyun dengan tampang bodohnya. Siwon menghela nafas pelan, dia ini bodoh atau bagaimana?
"Ya kau kan sudah tertabrak olehku, masa aku tidak bertanggung jawab. Kalau seperti itu namanya tidak gentleman" jawab Siwon lagi. Kyuhyun mengerutkan keningnya. Alasannya hanya itu? Padahal kan sebenarnya dengan mengantarnya ke rumah sakit tadi sudah bisa dibilang bertanggung jawab. Lalu kenapa sekarang Siwon repot-repot berbaik hati padanya? Apa ia menyimpan modus tersendiri? Bagaimana kalau misalnya nanti Kyuhyun malah diculik dan ternyata Siwon adalah seorng psycho? Bisa gawat!
Lamunan Kyuhyun terhenti saat suara ringtone yang berassal dari handphone Siwon berbunyi. Siwon pun mengangkat teleponnya.
"Yes?" tanya Siwon pada orang di line seberang. Hening sesaat sebelum..
"OH MY HOLY GOD! I'VE FORGOTTEN THAT! OKAY, JUST WAIT"
Pip! Siwon memutuskan sambungan teleponnya dengan panik. Ia melirik Kyuhyun sebentar, lalu..
"Maaf aku ada urusan penting. I gotta go" kata Siwon sambil berlarian keluar cafe. Kyuhyun terpaku bingung. Siwon mau kemana? Lalu kalau ia pergi, Kyuhyun dengan siapa?
Wajah Kyuhyun mendadak pucat pasi.
Ini masih tempat asing. Ia tak bawa dompet yang sebenarnya tak berguna sama sekali. Ia tak tahu seluk beluk tempat ini. Dan juga SIWON MENINGGALKANNYA TIBA-TIBA! This is so suddenly. Rasanya Kyuhyun ingin mati saja kalau begitu.
"Hiks.. bagaimana ini? Bagaimana nasibku sekarang? Sial!"
Seorang Cho Kyuhyun sedang tertimpa sial sekarang. Poor Kyu.
.
.
.
TBC
A/N: Annyeong yeorobuuuuun! Bertemu lagi dengan saya di fanfic ini, yeay! Lagi-lagi saya ingin berterima kasih kepada kalian semua yang berkenan membaca kelanjutan fanfic ini dan juga bagi kalian yang telah memberi dukungan agar fanfic ini dilanjut. Saya merasa senang sekali saat respon dari fanfic ini ternyata cukup baik *terharu* saya jadi semangat untuk melanjutkannya. Namun setiap karya manusia tidaklah ada yang sempurna, maka dari itu saya ingin meminta maaf apabila kelanjutan fanfic ini kurang memuaskan karena akhir-akhir ini sense of humor saya sedang menurun, jadilah fanfic ini mungkin terasa membosankan. Tapi saya akan berusaha memperbaiki fanfic ini sebisa mungkin untuk kedepannya.
Ah, saya terlalu banyak berbicara sepertinya. Akhir kata, mind to review?
Sign,
The Bloody Phoenix
