,gTittle :: Ordinary Love story 3 - LOVE SUCKS
Main cast :: Shim (Jung) Changmin - Cho Kyuhyun
Other cast :: Jung Yunho - Kim Jaejoong
Pair :: Changkyu - Yunjae
Leght :: Kayaknya bakal berchapter deh.
Genre :: Romance
Rate :: masih T
disclaimer :: well, anda semua tau all cast bukan punya saya
Warnig! :: Yaoi, TYPO (S), OOC dll.
Chapter :: YOU SUCKS (kau menyebalkan)
~4 tahun kemudian~
.
Drrrtt Drrrrttt
getaran yang berasal dari meja nakas itu terdengar. Tiga orang yang tengah tertidur di ranjang king size seperti tidak mengindahkannya. ah ani... sepertinya hanya satu orang namja yang berada di tengah yang sedikit menggeliyat tidak nyaman. entah karena bunyi ponsel yang tak kunjung berhenti bergetar, atau karena tangannya yang menjadi bantalan dua orang yeoja mulai terasa keram.
Jung Changmin namanya. namja yang tertidur di tengah dua orang yeoja. Salah satu yeoja berambut hitam yang tertidur di samping kiri Changmin dengan posisi tengkurap dengan selimut yang hanya menutupi kaki hingga bokongnya, sedangkan punggung putihnya terekspose karena yeoja itu dalam keadaan telanjang. sedangkan yeoja berambut blonde di samping kanannya, tertidur berbantal tangan Changmin dengan posisi setengah tubuhnya menimpa tubuh Changmin hingga kedua dada sintal yeoja itu menempel di badan Changmin yang juga sama telanjangnya dengan dua yeoja itu.
Drrrrtt Drrrtt
getaran ponsel itu kembali terdengar, membuat Changmin perlahan membuka matanya.
"Ukh.." Changmin menringis kecil lalu menarik lengannya yang terasa keram dariu tindihan yeoja berambut blonde. pergerakan Changmin tersebut membuat yeoja berambut blonde itu mengganti posisi tidurnya.
Changmin mengangkat tubuhnya sedikit, berusaha meraih ponselnya yang sedari bergetar di atas meja nakas. setelah ponselnya berhasil di raih, ia segera mengangkat telponnya.
"Yeoboseyo!" Sahut Changmin dengan suara paraunya.
"Changmin-ah, apa sekarang kau sudah pergi ke gereja?" Tanya suara husky seorang namja dari sebrang telpon.
Changmin mkengernyitkan keningnya. ada apa dengan sepupunya yang pabbo ini? tiba-tiba menelpon bertanya apakah dia pergi kegereja, bisa kiamat jika Changmin melakukannya.
"Untuk apa aku kesana?" Tanya Changmin heran.
"Eoh? hari ini kan pernikahan Yunho. katakan padanya, mungkin aku..."
"MWO?!" Pekik Changmin dengan suara tingginya. bisa dipastikan Yoochun mengalami tuli mendadak akibat teriakan Changmin.
"YAAK NOE..."
PIP
Belum sempat Yoochun membentak, telponnya sudah di tutup oleh Changmin.
"Aiish jinja, Yunho pabbo..." gerutu Changmin langsung turun dari ranjang.
"Yaa! wake up! aku akan pergi. kalian bangunlah!" Changmin menggoyang-goyangkan kaki kedua yeojha itu, namun kedua yeoja itu hanya merespon dengan lenguhan kecil lalu kembali menggeliyat.
"YAAK! Bangun!" Suara Changmin mulai naik satu oktaf.
"Oppa~ jangan berisik" Rengek salah satu yeoja kemudian kembali membenahi posisi tidurnya, membuat Changmin mulai emosi.
Changmin yang memang dasarnya bukanlah orang yang sabar akhirnya pergi ke kamar mandi dan kembali dengan ember di tangannya.
BRUUSSHH
"KYAAAAAAAAAAAA~!" Teriakan melengking nan menyayat itu terdengar dari dua yeoja malang yang baru saja di siram Changmin dengan seember air dingin.
sedangkan pelaku 'penyiraman' sedang tertawa nista sambil berkacak pinggang di depan ranjang.
"Rasakan itu yeoja jelek. membuat aku emosi saja" Ejek Changmin masih dengan tawanya yang menyebalkan. "Cepat pergi! atau mau kusiram lagi?!" Ancam Changmin, membuat kedua yeoja itu dengan terbirit-birit segera menyambar bajunya lalu memakainya asal.
"Brengsek!" Maki yeoja berambut coklat lalu segera keluar kamar.
"Asshole!" Tambah yeoja berambut Blonde. Changmin hanya menyeringai "Jangan lupa tutup pintunya!"
BRAK
Yeoja berambut blonde itu menutup pintu dengan kasar.
"Huh.. dasar yeoja jelek" cibir Changmin kemudian segera masuk kekamar mandi untuk membersihkan diri.
.
Love Sucks
sementara itu ditempat disebuah gereja
"and now i pronaunce you husband and wife"
"You may kiss !" Ujar seorang pendeta kepada kedua insan yang baru saja resmi menjadi sepasang suami istri, dengan cara sederhana. tanpa undangan, tanpa orang tua, pernikahan itu berlangsung didepan pendeta.
"Jongie~" Panggil Yunho mesra.
"Yunie~" Balas Jaejoong.
"My Boo~" Yunho mulai mendekatkan wajahnya
"My Bear~" Jaejoong ikut endekatkan wajahnya ke Yunho, kemudian
Cuuu~~"
"ANDWE!" teriakan seseorang mencegah ciuman itu terjadi.
seketika semua yang ada disana menoleh kearah pintu gereja.
"Changmin?!" seru Yunho saat melihat Dongsaengnya ada di sana.
Changmin berjalan menghampiri Yunho dengan ekspresi marah. matanya menatap tajam tepat di manik mata Yunho membuat Yunho sedikit merinding.
"APA KAU GILA?!" Bentak Changmin, suaranya memngaung di gereja yang hanya berisi tiga orang itu.
"Aku masih waras minie~" Ujar Yunho dengan suara lembut.
"Lalu apa-apaan ini? kau... kau.. menikah?!"
"Kita sudah membahas ini kemarin, remember?" Yunho mencoba mengingatkan sang dongsaeng tentang pembicaraan mereka satu hari yang lalu. walaupun kata-kata Yunho tidak di tanggapi Changmin.
Changmin memutar bola matanya malas. "Hyung cinta itu cuma ilusi, tidak ada yang namanya cinta. thats not real Hyung. itu hanya perasaan sementara saja. apalagi pernikahan itu seperti..eum... seperti..." Changmin mencoba berpikir mencari kata-kata yang tepat.
"Seperti..."
"Sudahlah min"
"Jangan memotongku"
"Seperti permen karet!" Ujar Changmin akhirnya. -.-"
'Selalu saja makanan. tidak adakah perandaian yang lebih berbobot lagi?' Batin Yunho sambil menatap Changmin malas.
"Awal kau kunyah akan terasa manis, tapi semakin lama rasa itu akan berganti hambar. seperti itulah pernikahan Hyung, hanya menyenangkan di awalnya saja, tapi kemudian kau hanya akan menyesal karena ikatan itu membatasi semua gerakmu Hyung"
Yunho hanya bisa menghela nafas saat tahu definisi Changmin tentang pernikahan sama sekali tidak berubah.
"Min-ah, kau tidak akan mengerti perasaan ini, perasaan saat kau benar-benar ingin meliondungi seseorang, mencintainya, dan memilikinya seutuhnya. ketika dimana kau mendapatkan perasaan ingin menghabiskan sisa hidupmu dengan orang yang kau cintai. Kau tidak akan mengerti perasaan ini Changmin-ah"
"Hyung kau akan menyesal. kau tidak akan bisa lagi menikmati yeoja atau namja lain di luar sana hanya karena namja ini" Changmin menunjuk Jaejoong
oke, kali ini Yunho mulai kesal mendengar kata-kata Changmin.
"It's not about sex Changmin. Ini tentang perasaan, aku sudah menemukan tempat melabuhkan cintaku min, dan aku sangat mencinta Jaejoong. tidakkah kau mengerti itu?" Yunho meraih tangan Jaejoong yang sedari tadi diam di sampingnya. "Aku benar-benar ingin bersamanya, mencintainya, melindunginya dan menghabiskan sisa hidupku bersamanya. apakah keinginanku terlalu muluk? selama ini aku sudah cukup lelah dengan gaya hidupku yang bergonta-ganti kekasih, mencari pasangan semudah aku bernafas, tapi tidak dengan cinta, aku mendapatkan kehangatan di tubuhku setiap malam, tapi tidak dengan hatiku yang benar-benar terasa kering kerontang, hingga laki-laki ini datang dan mengubahku pandanganku tentang cinta. ternyata rasa jatuh cinta itu sangat indah, perasaan itu begitu hangat, seolah kau akan menyerahkan segenap hidup dan matimu kepada orang yang kau cintai"
"Yun~" Lirih Jaejoong, terharu mendengar kata-kata Yunho.
Changmin menghela nafas panjang. sepertinya percuma ia berkata seperti apapun, Hyungnya kini benar-benar sudah di mabuk cinta.
"Kau benar mencintainya"
"Eung" Yunho mengangguk mantap.
"Benar tidak akan menyesal?"
"iya!"
Changmin akhirnya menyerah. toh, ini hidup hyungnya, ia tidak punya hak ikut campur terlalu jauh. "Araseo. Pak pendeta! silahkan lakukan apapun yang ingin kau lakukan" Ucap Changmin asal.
sedangkan pendeta mulai melanjutkan yang tertunda tadi. "You may kiss!" Ucapnya lagi
Yunho memandang Changmin dengan tatapan tidak percaya. akhirnya dongsaengnya yang keras kepala itu mengizinkannya.
"Kau mengizinkannya? jinja? huwa gomawo saeng!" Yunho dengan wajah sumringahnya ingin memeluk Changmin. namun Changmin segera menepisnya.
"Not me! kiss him!" protes Changmin saat Yunho akan meghadiahi kecupan di pipinya.
Yunho nyengir kuda, lalu kembali ke posisi menghadap Jaejoong.
kemudian Yunjae saling mendekatkan wajah lagi hingga jarak bibir mereka tinggal satu centi, namun tiba-tiba suara teriakan kembali terdengar.
"STOP!"
"Apa lagi?" duo Yunjae mendesah kesal, lalu menoleh keasal suara.
"Kyu?!" Kaget Jaejoong melihat Kyuhyun juga ada disana.
"Kyu?" Yunho ikut menatap namja manis yang sedang berjalan menghampiri mereka dengan tatapan kurang menyenangkan.
"Kyu?" Changmin ikut-ikutan latah. padahal ia tidak tahu sama sekali dengan namja itu.
"Siapa Kyu?" Tanya pendeta yang entah sejak kapan sudah berada di samping Changmin.
"Mana aku tahu!" sewot Changmin.
.
Jaejoong merengsek bersembunyi di balik punggung Yunho, saat Kyuhyun menatapnya tajam. sedangkan Changmin menatap seorang namja yang sedang berjalan ke arah mereka, rambut coklat yang bergelombang, matanya tajam menatap kearah mereka. ah ani tepatnya menatap istri Hyungnya. T-shirt putih dengan gambar wajah seorang rocker, dipadu dengan Skinny jeans coklat. saat namja itu semakin mendekat Changmin bisa dengan jelas betapa manisnya namja yang memiliki kulit putih pucat itu.
"Are You out of you mind?!" Kyuhyun menarik kasar Jaejoong yang bersembunyi di punggung Yunho.
"W-wae?"
"Kau akan menikah? apa kau gila? bagaimana dengan karirmu?"
"Karir apa? aku hanya model majalah dewasa" Ujar Jaejoong sok polos. Sedangkan Changmin plus pendeta ternganga.
"Tapi kau akan menjadi seorang istri, bahkan kau bisa saja hamil?!" *sepertinya Kyu lupa fakta Jaejoong seorang namja*
"Hamil? benarkah? Kyaaa~ Yunie!" Jaejoong heboh sendiri. Changmin memutar bola matanya. 'sepertinya kedua namja ini sama pabbonya' pikir Changmin sambil melirik Kyuhyunb dan Jaejoong.
"Fine, jika kau memang ingin menikah, silahkan. tapi, kenapa dengannya?" Kyuhyun memandangi Yunho dari ujung rambut sampai ujung kaki.
"What?" ucap Yunho dan Changmin bersamaan
"I mean he's a guy. kau tidak benar-benar menikah dengan namja kan? hyung kau layak mendapatkan yeoja. Tapi tidak dengan namja yang tidak jelas ini"
"What? hey, siapa yang kau sebut 'Namja tidak jelas' kau tidak tahu siapa aku? aku..."
"Apa aku mengajakmu bicara?" potong Kyuhyun cuek saat Yunho akan memprotesnya, membuat Yunho dan Changmin saling berpandangan.
"Aku mencintainya Kyu, aku ingin hidup bersamanya. ketika cinta sudah menguasai yang lain tidak akan penting lagi"
"Tapi tidak dengan seorang namja Hyung" Suara Kyuhyun mulai meninggi. "Begitu banyak yeoja di luar sana, kenapa justru memilih namja?!"
"Ini bukan pilihanku Kyu! aku tidak pernah berencana menjadi gay. tapi semenjak aku bertemu Yunho, perasaan itu mulai muncul. berkali-kali aku menhindar dan menyakal berkali-kali juga membuatku sadar bahwa aku memang memcintainya dan meginginkannya"
"Aah~ jadi namja ini yang mengubahmu menjadi gay" Kyu memandangi Yuno dengan tatapan mencibir. "menjijikan!"
kata-kata Kyuhyun membuat Yunho marah namun saat Yunho ingin membalas perkataan Kyuhyun Changmin menyelanya.
"Howo wo, times out. excuse me" sela Changmin. menyerobot masuk antara Yunho, Jaejoong dan Kyuhyun. memaksa Kyuhyun untuk meenatapnya.
"Why should i?!" Ujar Kyuhyun sewot.
"Tidak bisakah kata-katamu sopan sedilit? kau tidak tahu bagaimana sakitnya dia saat mendemgar ucapanmu yang keterlaluan itu?" Katanya sambil menunjuk Jaejoong yang memandang nanar Kyuhyun.
"Ucapanku keterlaluan? yang jelas-jelas keterlauan itu mereka, mereka itu gay!"
"Lalu kenapa kalau gay, mereka manusia dan saling mencintainya. kupikir mereka berhak bahagia"
Kyuhyun menatap Changmin dari atas sampai bawah. tinggi namja itu hampir sama dengannya, dia terlihat dewasa tapi wajahnya lumayan childish, sebuah anting menghiasi telinga kanannya. namja jangkung itu mengenakan kemeja putih tipis dengan 3 kancing teratas sengaja di biarkannya terbuka sedikit memperlihatkan dadanya yang bidang, penampilannya itu di lengkapi skinny jeans berwarna krem hingga menonjolkan bentuk kakinya yang jenjang.
"Jangan bilang kalau kau gay juga?" Tebak Kyu. Changmin menarik sudut bibirnya menampilkan ekspresi ambigu.
"Bukankah banyak pasangan gay di luar sana? banyak orang yang mulai bisa menerima dan tidak mempermasalahkannya. lalu disini kenapa kau mempermasalahkannya? bahkan keputusan mereka sama sekali tidak akan mempengaruhimu" Ujar Changmin tanpa menjawab pertanyaan Kyu tadi.
"Jelas ini salah. dia hyungku, aku tidak suka hyungku penyuka sesama jenis. demi Tuhan Hyung, begitu banyak yeoja cantik nan semok yang berkeliaran di luar sana. kenapa harus memilih menikahi seorang namja? Tuhan menciptakan laki-laki untuk berpasangan dengan perempuan. bukankah itu sudah kodratnya?"
Changmin melirik Jaejoong yang hanya bisa tertunduk mendengar kata-kata Kyuhyun. Sedangkan Yunho hanya bisa meremas tangan Jaejoong sekedar memberi kekuatan.
"Coba kau lihat mereka" Kyuhyun menunjuk Yunho dan Jaejoong. "Mereka berada di rumah Tuhan, mengucap janji pernikahan di hadapan Tuhan, tapi bahkan pernikahan mereka tidak diterima Tuhan. bukankah itu konyol? lalu untuk apa mereka mengatakan janji mengatas namakan Tuhan?"
Oke, telinga Changmin mulai panas mendengar ocehan-ocehan Kyuhyun yang keterlaluan. Ia bingung sebenarnya Kyuhyun itu yeoja atau namja? bahkan ia lebih cerewet dari seorang yeoja sekalipun. Yunho mulai emosi, ia benar-benar ingin mengarahkan tinjunya ke wajah Kyuhyun karenha kata-katanya yang keterlaluan. namun saat Yunho akan maju Changmin menarik tangan Kyuhyun lebih dulu agar namja bersurai coklat itu berhadapan dengannya.
"Bisakah kau menutup mulutmu? telingaku panas mendengar ocehanmu"
"Apa aku menyuruhmu mendengarkanku? Kau saja yang menutup telingamu. aku hanya mengatakan hal yang benar. Aku ingin Hyungku sadar dan...
"Stop talking You fucking bitch!" bentak Changmin jengah. Tidakkah Kyuhyun tahu, kata-kata kasarnya membuat namja cantik yang ia sebut 'Hyung-nya' itu mengeluarkan air mata?. "Sebelum aku membungkam bibirmu dengan paksa" Tambahnya mengancam.
"Oh yeah?" Kyuhyun berpura-pura tertarik, seolah menantang.
"Wanna bet?"
"Fine but how?" Kyuhyun melipat tangannya di depan dada. ia menerka-nerka apa yang akan di lakukan Changmin selanjutnya. apakah mungkin Changmin akan meninjunya?
tapi sedetik kemudian dugaan Kyuhyun salah saat dirinya dibuat bukan main shock oleh Changmin saat namja jangkung itu meraih tengkuknya lalu tanpa aba-aba langsung meraup bibir merah Kyuhyun dalam satu kali tarikan nafas.
mata Kyuhyun membulat sebulat-bulatnya sambil menahan nafas, sedangkan mata Changmin terlihat tertutup rapat. Jaejoong seketika menghentikan air matanya karena terkejut melihat adegan itu, sedang si pendeta tua itu ikut menahan nafas melihatnya, dan Yunho hanya mengumapat dan menggerutu saat melihat adegan nista dihadapannya.
"Disini kita yang menikah, tapi kenapa mereka yang berciuman?" sungut Yunho sebal. bahkan dirinya saja belum sempat mencium Jaejoong.
Changmin melepaskan ciumannya saat di rasakan cukup untu membuat Kyuhyun tidak lagi berkata apa-apa. Kyuhyun masih terpaku dengan mata memblalak lebar. Changmin tersenyum penuh kemenangan lalu berkata.
"Love you're cherry lips beib~ rasanya manis" goda Changmin membuat kemarahan Kyu sampai ke ubun-ubun.
"You_" Kyuhyun menunjuk muka changmin sambil ingin melemparkan makian kepada namja tiang listrik yang sudah merebut ciumannya. namun kemudian Kyuhyun menghentikan kata-katanya saat Changmin kembali mendekjatkan wajahnya ke arah Changmin sambil memonyongkan bibirnya, hingga membuat Kyuhyun memundurkan kepalanya.
"Don't!" desis Changmin memperingatkan. "Jika kau bicara lagi akan kupastikan lidahku berada di rongga mulutmu" Ancam Changmin sambil tersenyum menyebalkan.
Kyuhyun mengepalkan tangannya. memilih menghiraukan ancaman Changmin karena ia merasa sudah di rendahkan oleh Changmin.
"Kau menjijikan" Desis Kyu penuh kebencian.
"Terima kasih" ledek Changmin sambil terus memasang senyum mesumnya.
"DOG!" Maki Kyu.
"BITCH" balas Changmin enteng.
well, Kyu yang merasa Senyum Changmin menyebalkan. tatapan mata namja jangkung itu seolah merendahkannya.
Dugh
"Aaawww... Arrggh" Erang Changmin yang tengah melompat kecil sambil memegangi betisnya yang terasa nyeri luar biasa akibat tendangan dari Kyuhyun. sedangkan pelaku 'penendangan' menghiraukannya dan berjalan menuju pintu gereja.
"YAAAK! NAMJA GILAAAAA!" Teriak Changmin menggelegar di seanteru gereja. namun Kyu mengindahkannya sambil terus berjalan menuju pintu gereja meninggalkan Changmin yang memaki-makinya.
"Dia itu namja atau yeoja sih? mana ada namja yang kesal menendang betis? dasar keyeoja-yeojaan!" cibir Changmin dengan muka meringis saat merasakan rasa sakit di tulang keringnya tak kujung hilang.
"Rasanya aku pernah mengalami ini? tapi dimana ya?" Pikir Changmin yang merasa dejavu akan kejadian barusan. bahkan rasanya ia pernah bertemu dengan Kyu, tapi dia lupa.
.
Sore harinya Yunho dan Jaejoong mengadakan resepsi pernikahan dengan tema garden party. Hanya teman dekat dan para relasi bisnisnya Yunho saja yang hadir. Yunho yang baru saja selesai menyapa para tamunya melihat Changmin yang sedang duduk di salah satu meja yang paling besar diantara meja-meja yang lain. Changmin yang duduk di ujung sebelah kiri meja terlihat menusuk-nusukan pisau makan di meja sambil menatap tajam nan membunuh pada seseorang yang duduk di meja yang sama dengannya namun di ujung sisi yang lain di sebrangnya.
Yunho mengikuti arah pandangan Changmin dan melihat Kyuhyun yang juga sedang menatap Changmin di lengkapi dengan aura hitam yang menguar. di samping Kyuhyun duduk istrinya Kim Jaejoong. akhirnya Yunho memutuskan untuk menghampiri Changmin dan duduk di samping adiknya.
"Yoo Bro!" Yunho menepuk bahu Changmin. namun Changmin seolah menghiraukannya dan terus menatap tajam Kyuhyun sambil tetap menusuk-nusuk meja dengan pisaunya.
"Hei hentikan itu! sampai kapan kalian akan membuat pestaku di penuhi dengan aura membunuh? Ayolah min, ini pesta. Ku mohon nikmatilah" Kata Yunho memohon. namun sayang Changmin tetap betah dengan kegiatan perang death glarenya bersama Kyuhyun.
"Aku muak melihatnya Hyung!" Desis Changmin.
"Changminhhh.." Geram Yunho. merasa aura membunuh yang lebih kuat berasal dari sampingnya, terpaksa Changmin menghentikan kegiatannya. ia meletakan pisau itu kembali ke sisi piring. lalu mengalihkan pandangannya dari Kyuhyun menuju Yunho.
"Katakan padaku Hyung? bagaimana rasanya tidur dengan namja secantik jongie Hyung? Tunjukan padaku nilainya!" wajah Changmin berubah dari muram menjadi sumringah saat membahastopik itu. Ia menaik turunkan alisnya seperti ahjussi-ahjussi pervert.
"10, 8, 6..."
Yunho menggeleng-geleng.
"5, 3, Zero?!"
"Changmin-ah aku belum sama sekali tidur dengannya" kata-kata Yunho membuat mood Changmin kembali down.
"Mwo?! bagaimana bisa? kemana perginya si beruang pervert? katakan, apakah kau HYungku? dimana Hyuungku!" Changmin histeris dengan lebaynya ia mengguncang-guncang tubuh Yunho.
PLAK
"APPO~!" Ringis Changmin mengelus kepalanya yang tadi di getok Yunho.
"Apa maksudmu bodoh!"
"Habisnya, Hyung yang pervertnya sudah di batas wajar, sama sekali tidak menyentuh Jongie Hyung?"
"Karena aku_"
"Aaah~ aku lupa, Hyung mencintainya!" Ujar Changmin memotong perkataan Yunho. lalu menghela nafas panjang. Ia tidak habis pikir hanya karena 'Cinta' manusia bisa berubah begitu drastis.
"Aku ada sesuatu untukmu Hyung!" Changmin menyodorkan sebuah botol minuman kepada Yunho. Yunho memperhatikan botol itu sebelum bertanya.
"Apa ini?"
"Viagra!"
"Viagra?!"
"Ne Viagra!"
"Untuk apa kau membawa itu kesini bodoh?"
"Untuk persiapan, kalau-kalau ada yeoja yang minta di jamah" Jawab Changmin asal sambil meneguk habis Champagne-nya. "Minum itu berdua, lalu rasakan malam terpanas hingga pagi" Changmin mengedipkan sebelah matanya genit.
Yunho kembali meletakan botol itu di atas meja. "Tidak minum ini juga aku bisa bertahan sampai pagi bodoh"
"Aaa~ kelihatannya si beruang pervert kita mulai bangkit" Changmin tersenyum penuh arti.
.
sementara itu di sisi lain
"Kyu berhentilah. bukankah kau sudah berjanji tidak akan mengacaukan pestaku lagi?" Jaejoong berbicara pada Kyuhyun dengan tampang memelas. Setelah kejadian digereja itu, kyu kembali menghadap Jaejoong untuk meminta maaf kepada Yunho dan Jaejoong atas perkataannya yang sedikit keterlaluan di gereja tadi . Yah walaupun diselingi komentar pedas dari Kyuhyun.
Kyuhyun berkata jujur pada Jaejoong bahwa ia belum menerima sepenuhnya pernikahan Jaejoong dengan Yunho dan meminta waktu untuk menyesuaikan diri. Jadi Yunho dan Jaejoong hanya bisa memakluminya dan memaafkan Kyuhyun.
"KYU!" tegur Jaejoong sedikit kesal karena merasa diabaikan.
Kyuhyun menopang dagunya sambil terus melirik tidak suka ke arah Changmin yang sedang mengobrol dengan Yunho. sesekali mata kyu juga memperhatikan Yunho yang duduk di samping Changmin.
"Aku benar-benar ingin membunuhnya!" desis Kyu sambil menatap sinis Changmin. Ia meremas gelas champagnenya dengan tangannya yang bebas. Kyu benar-benar membenci namja tiang listrik yang meiliki wajah anak-anak itu. membuat Kyu harus menerima orang yang pertama kali menciumnya adalah laki-laki. semalaman Kyuhyun meratapi nasib bibirnya. ingin rasanya ia terjun bebas dari lantai 23 apartemennya.
"Sudahlah Kyu. Salahkan mulutmu yang terlalu tajam. bayangkan saja jika Changmin tidak melakukan itu kepadamu, mungkin kau sudah babak belur di tangan Yunho"
"Hey itu bukan salahku sepenuhnya. itu karena aku terlalu Shock melihatmu menikahi seorang namja yang bahkan tidak pernah aku kenal sebelumnya"
"Aku pernah mengenalkannya padamu sebelumnya. di cafe 4 hari yang lalu. Remember? Tapi kau malah mengabaikan kami sampai kami pergi meninggalkanmu saja kau tidak sadar. garagar PSP sialamu itu!" Jaejoong mendengus kesal saat mengingat kejadian 4 hari lalu saat Jaejoong yang mencoba mengenalkan Yunho pada Kyuhyun tapi Kyuhyun hanya menaggapi seperlunya karena sedang sibuk dengan psp-nya.
"Lagipula kau selalu mengaku Straight, tapi aku tidak pernah melihatmu mengencani yeoja selama ini!" Jaejoong menatap Kyu curiga
" Hey aku pernah berpacaran dengan Yeoja. apa kau ingat?"
"Ne 10 tahun lalu"
"Aish Hyung, yang pentingkan dia Yeoja bukan namja!" Kyuhyun ngotot.
"Lalu kenapa sampai sekarang kau belum memiliki yeojachingu?"
"Kau tahukan aku bermasalah dengan kepercayaan dan cinta. Cinta itu menyakitkan Hyung. karena Cinta membuat hidup ibu menjadi menderita. dan karena gay membuat ayahku menceraikan ibuku" mata Kyuhyun menerawang jauh kedepan seolah menembus apa saja yang berada di depannya. entah apa yang ia tatap, yang jelas mata dan pikirannya seperti tidak tersambung saat mengingat sang ibu yang meninggal beberapa bulan yang lalu.
"Mianhe!" Lirih Jaejoong tertunduk.
"It's oke Hyung" Kyuhyun meremas tangan Jaejoong. "Aku juga seharusnya berterimakasih padamu. tanpamu mungkin aku tidak bisa bertahan sejauh ini"
Jaejoong tersenyum lembut lalu menepuk tangan Kyuhyun yang menggenggam tangannya. "Cheonma. bukankah itu tugas seorang Hyung untuk selalu menemani dongsaeng dalam suka maupun duka dan memaafkan kesalahan sang dongsaeng?"
"Ne kau memang Hyungku" Kyuhyun balas tersenyum lembut. "Tapi bukan berarti aku sudah menyetujui pernikahanmu dengan Yunho" seketika suasana haru di antara mereka rusak akibat perkataan Kyuhyun barusan.
Jaejoong tersenyum lebar membuat Kyuhyun merinding.
PLAK
"Kau benar-benar menyebalkan" Jengkel Jaejoong langsung beranjak dari duduknya lalu bergegas meninggalkan Kyu yang sibuk mengelus jidatnya yang memerah karena pukulan Jaejoong.
.
"Yaa! aku baru datang kalian mau kemana?" Teriak Yoochun pada Yunho dan Changmin yang sibuk dengan pasangan mereka.
music yang mulai mengalun lembut itu mengundang siapa saja untuk berdansa. Yunho sudah lebih dulu berdansa dengan Jaejoong mengabaikan teriakan Yoochun. sedang Changmin sedang merangkul dua yeoja sekaligus yang entah ia dapat dari mana. apakah Changmin berniat berdansa dengan keduanya? bagaiamana caranya?
"Kenapa tidak mengajak Suu-ie Hyung?" tanya Changmin.
"Dia sedang berada di jepang"
"Kalu begitu cari yeoja atau namja yang lain saja" Changmin memberi isyarat kepada Yoochun sambil meleparkan pandangannya kesekitar. ini pesta tentu saja banyak yeoja atau namja yang berstatus uke yang berkliaran.
"Tidak ada yang menarik" Jawab Yoochun sekenanya.
"Ya sudah. selamat menikmati kesendirianmu" Changmin turun ke lantai dansa bersama dua yeoja di rangkulan kanan kirinya meninggalkan Yoochun duduk sendiri di meja yang tadi di dudukinya bersama Yunho.
"Aiish bocah itu!" Yoochun meraih botol minuman yang berwarna yang ada di atas meja lalu meminum habis isi botol itu tanpa sadar dengan sesuatu yang mengancamnya sebentar lagi.
"Eoh kenapa badanku terasa panas?" Yoochun menggeliyat tak nyaman di duduknya. " astaga Juniorku?!" pekik Yoochun histeris saat melihat selangkangannya yang mengelembung. sepertinya Yunho dan Changmin tidak menyadari dengan Viagra yang mereka tinggalkan di meja telah di minum seseorang.
.
.
.
Love Sucks
To Be Continue
.
mian atas keterlambatan updatenya. bow
