.

Genre: Humor/Romance?

Pairing: Taoris/Kristao/Fantao with other Official Pairing EXO

Cast: Huang Zitao

Wu Yifan

The rest of EXO members

Rate: T

Summary: Dua kubu atau genk dari asrama berbeda yang memutuskan untuk mengebarkan bendera perang tepat setelah sebuah insiden (nista) terjadi. Huang Zitao. Member dari salah satu kubu itulah penyebabnya. "Mau ku antar ke asramamu? Atau mampir ke kamarku dulu? Aku sangat tidak keberatan kok."

Warning: OOC, Boyslove, school Life, mesum, typo(s) bertebaran, nista, author sableng dll

Daily Life or Love?

.

.

Silahkan tinggalkan page ini jika anda tidak berkenan

Dengan para cast dan warning-nya

.

Menerima Segala kritikan dan saran yang bersifat membangun

Tanpa menghancurkan semangat dan imajinasi author

.

Enjoy the story

.

.

.

Brakk! Brakk!

"GE... LUHAN-GE! Buka pintunya! Aku mau mengambil botol shampoo dan sikat gigi yang kau pinjam kemarin." Yixing di pagi hari yang buta, dengan tampang polosnya menggedor-gedor pintu berwarna coklat di depannya. Suaranya yang gaduh dan berisik membuat sebagian penghuni yang ada di kamar berlantai sama dengannya, diam-diam mengumpat dan mengutuk.

Apa Yixing gila? Ini masih jam 6 dan dia sudah membuat kegaduhan. Dan demi tuhan! Sekolah mereka masuk jam 8 pagi. Keterlaluan.

Brakk!

"Hyung, minggir! Biar aku saja yang bertindak." sambar Baekhyun setelah sebelumnya dia menutup pintu kamar huniannya dengan bunyi yang keras. Dia berdiri di samping Yixing kemudian mengambil nafas.

Brakk! Brakk!

"WOYY Rusa jejadian! Kembalikan kutek dan penjepit rambutkuuu... "

Cklek

"BERISIK! Kalian ini berniat demo hah?" Xiumin dengan tampang bangun tidurnya yang unyu mengumpat pelan. Dia memakai piyama bercorak bakpao dan sandal jepit sebelah. Sebelahnya lagi telanjang. Sepertinya saking emosi dan tidak sadarnya dia melupakan penampilannya saat ini.

Yixing dan Baekhyun menahan tawa melihatnya. Lucu sekali wajah Hyung-nya yang satu ini. Ngakunya yang paling dewasa tapi tampilannya seperti bocah.

Bocah ilang -_-

"Noh liat...! Dia masih ngorok di kasurnya. Percuma kalian berteriak histeris layaknya orang gila. Dia-tidak akan- bangun. Jadi kembalilah lagi nanti jam setengah 8. Aku mau melanjutkan tidurku." lanjutnya sambil ngoceh. Setengah tidak sadar dengan mata yang masih terpejam. Heran, kenapa dia tadi tidak menabrak tembok atau pintu.

"Tu-tunggu hyung! Aku ada rapat club dance pagi ini. Aku butuh shampoo dan sikat gigi." protes Yixing. Dia masih saja berdiri kaku. Panik karena rapat di mulai jam setengah 7.

Ini sudah jam 6 lebih 15 menit.

Gila! Apa dia harus rela tidak mandi? Lagi?

Shit! Kenapa dia harus bangun terlambat disaat genting seperti ini? Terkutuklah jam beker yang tidak berbunyi itu.

"Pakai punya si Bacon kan bisa! Sudah... Jangan menggangguku." Xiumin berujar cuek dan menutup pintu.

"TUNGGU!"

"YAA! Apalagi masalahmu?"

"Hyung! Kau kan juga ikut club dance. Kenapa kau masih tenang-tenang begini?"

Damn! Dengan slow motion yang berlebihan, Xiumin melebarkan matanya disertai efek retakan kaca di belakangnya. Terlihat dramatis dan tidak nyambung.

"MAMPUS! KENAPA KAU BARU BILANG, YIXING...! AARGHHH AKU TERLAMBAT..."

Brakk!

Xiumin menutup pintu cepat dan setelahnya terdengar banyak suara benda jatuh dari dalam kamar.

Baekhyun ngakak cantik. Yixing mematung.

"Errr hyung... Sisa 5 menit sebelum jam setengah tujuh." ingatnya perhatian.

Hening

"GYAA... AKU TERLAMBATTT..."

Baekhyun maklum melihat tingkah hyung yang sekamar dengannya itu. Sudah biasa. Dan dia sudah sangat hapal di luar kepala.

.

.

.

"YAA! Kkamjong! Ini semua salahmu karena mengajakku begadang tadi malam."

Ini adalah suara kegaduhan lain di Asrama sebelah. Asrama Wolf. Di pagi hari yang sama. Terlihat Sehun dan Kai berlari kesana kemari di area kamar mereka. Entah itu memakai seragam resmi club dance dengan sikat gigi di mulut, oper-operan handuk dan mengacak lemari pakaian, bahkan melempar barang ke berbagai tempat.

Satu kata, kacau.

"Ini salah KRIS-HYUNG...!"

Brakk!

Seperti ada sesuatu yang dilempar ke arah pintu.

"Kenapa kau memanggil namaku heh, Hitam? Kau mau mati?"

Mampus. Bagaimana bisa dia mendengar padahal kamar pemuda yang tidak lebih mesum darinya itu berada di ujung lorong? Jangan-jangan kabar simpang siur yang beredar benar adanya, Kris jelmaan naga super yang memiliki pendengaran sama supernya. Ngaco!

"Kkamjong kau lupa? Dia ada di kamar mandi kita sekarang." oh pantes. Kai rasanya ingin menjedukkan kepalanya ke dinding. Dia lupa jika beberapa menit yang lalu Kris menumpang di kamar mandinya karena miliknya dan Chanyeol rusak dan lagi diperbaiki. Mengenaskan sekali.

Kenapa Kris pagi-pagi begini pinjam kamar mandi? Terlihat mencurigakan. Dia gak lagi mencoba nganu kan? -_-

"Jong! Kita telat 10 menit... Yaa! Tidak usah memakai boxer. Boxer bersihmu sudah habis kemarin. Kau belum sempat melaundry-nya. Cepat! Aarrghhh sial... Dimana kaos kakiku?" Sehun yang terkenal irit bicara entah bagaimana bisa menjadi ooc pagi ini. Dia menyusuri kamarnya dengan kaos kaki sebelah. Sedangkan Kai, masih berdiri di tengah ruangan dengan sudah memakai seragam club dan bawahan handuk. Dia terlihat kebingungan sekaligus panik.

"Kau gila? Mana mungkin aku tidak memakai daleman?! Aku pinjam punyamu!" balasnya memaksa. Dia berlari ke arah lemari Sehun dan mengambil salah satu boxer bercorak sapi perah (?).

"DASAR MANIAK! Kau pernah meminjam beberapa boxerku dan belum kau kembalikan. Boxerku mulai habis Kkamjong..." Ok. Sepertinya mereka mulai lupa akan perihal keterlambatan rapat dan malah memperebutkan Boxer.

Kris yang masih berada di dalam kamar mandi mulai menggeram emosi. Dua anak tuyul itu...

"KALIAN TERLAMBAT, WOYY." teriaknya menggelegar.

Sehun dan Kai terbelalak syok. Jam 06.50 holy shit. Guru beruang mereka akan mengamuk dan membabat habis mereka berdua nanti. Jung Yunho.

"AARRGHHHH... Aku tidak peduli apapun."

Kai melempar boxer Sehun dan langsung memakai celana seragam sekolahnya. Sehun langsung memakai sepatu tanpa kaos kaki sebelah.

Untung Kai sudah memakai sepatunya tadi.

Mereka dengan asal mencomot tas dan berlari rebutan kearah pintu.

Brakk!

"KRIS-HYUNG! KUNCI PINTUNYA NANTI!"

teriak Kai sebelum benar-benar hilang.

Benar-benar pagi yang menghebohkan sekali.

.

.

.

Jam 07.40 dan bangunan sekolah mulai ramai dihuni para siswa. Lorong-lorong panjang tampak seperti pasar dadakan karena banyak anak yang melintas. Ini sekolah khusus cowok. Wajar jika disetiap waktu dan kesempatan lebih banyak dijumpai keonaran dan kerusuhan daripada ketenangan dan ketentraman.

Apalagi dengan sistem dua asrama yang sudah dari jaman pendahulunya tidak pernah akur satu sama lain. Jangan lupa juga aturan tidak resmi dengan adanya keharusan memiliki kubu atau genk jika ingin bertahan dan selamat hingga lulus nanti.

Terlihat tidak adil memang tapi begitulah adanya. Jika ingin hidup terjamin maka bergabunglah dengan kubu atau genk yang berpengaruh dan disegani. Tidak perlu yang kuat ataupun yang besar, cukup berkomplot dengan salah satunya yang kelihatannya menjamin.

Tanpa kubu kau akan mati. Dalam artian bohongan. Kau tidak akan mungkin bertahan sendirian di sekolah yang isinya hewan buas semua. Yang setiap hari selalu ada kegiatan bully, saling mengganggu, cakar-cakaran sana sini, penindasan satu sama lain hingga tawuran (ini berlaku dengan sekolah lain).

Dari tingkat satu hingga tingkat tiga. Tidak ada batasan. Jika tidak suka atau membenci seseorang, tinggal kroyok berjamaah. Selesai. Tapi walaupun begitu mereka masih memiliki adat dan etika. Mereka tentu saja masih setia menjaga nama baik sekolah dengan mendapatkan banyak penghargaan dan prestasi-prestasi yang membanggakan. Yah intinya saling menguntungkan satu sama lain. Terlihat adil.

Jam 07.50 hampir mendekati bel masuk. Segerombolan pemuda berjalan kelewat santai memasuki gerbang sekolah. 4 orang pemuda yang memiliki kadar gender yang diragukan. Tapi jangan harap mengatakannya langsung di depan mereka jika tidak ingin habis dikeroyok.

Mereka ini layaknya angin segar dan oase di padang gurun. Yah aslinya berjumah 6 orang jika dihitung total. Tapi berapapun jumlahnya, banyak kubu-kubu lain yang diam-diam menaruh perhatian. Entah itu sekedar memuja, mengagumi ataupun rasa iri dengki, cemburu berlebihan dan berakhir dengan keributan. Contohnya ya seperti sekarang ini.

"Lu-luhan sayang~ bedak apa yang kau pakai pagi ini? Terlihat luntur dan berkeringat. Merk murahan ya?"

Luhan memutar bola matanya jengah. Hellow... Sejak kapan dia memakai bedak? Asal tahu saja, Dia hanya memakai cream pelembab seperti biasanya. -_-

"Kau buta? Aku pakai cream Sunbae-ku tersayang~ kenapa? Apa wajahku terlihat putih mulus dan bersinar?" jawabnya ogah-ogahan. Dia aslinya malas berurusan dengan kubu lain saat pagi seperti ini. Apalagi hanya kumpulan orang-orang rempong dan sok sexy yang iri dengan kesempurnaan hidupnya.

Pede sekali dikau nak -_-

"Sok sekali ya? Jangan kira menjadi salah satu diva sekolah kau bisa seenaknya. Cih! Apanya yang diva jika kelakuannya bar-bar seperti itu?"

"YAA! Kau pikir kau pantas begitu? Lihat wajah permakan dan bolong-bolongmu itu. Kau pantas menjadi teman Voldemord." Sudah pernah ada informasi sebelumnya kan? jika perkataan Luhan sama pedas dengan nama genknya.

"YAA! Kurang ajar kau!"

Jika tidak dicegah, dua orang itu akan adu gulat dan cakar-cakaran.

"Luhan-ge jangan bertengkar. Menurut Tao, gege yang paling cantik."

Ini dia sosok pusat perhatian dalam cerita ini. Zitao berdiri dengan kalemnya di samping Luhan. Dia yang niat awalnya ingin melerai malah memperkeruh suasana.

"Diam kau anak panda. Kau ini hanya bocah polos yang tidak ada gunanya. Tau apa kau tentang kecantikan?"

Jlebb! Sekali. Sungguh. Zitao mulai melebarkan matanya terkejut.

"Menghinanya sekali lagi. Kupastikan rambutmu ini rontok."

"Aaaarrrggghhhhhh"

Kyungsoo maju dan menjambak rambutnya penuh napsu. Dia emosi sekali.

"APA YANG KAU LAKUKAN, BURUNG HANTU?!" temannya yang lain berteriak dan berniat membantu. Oke sepertinya memang Baekhyun yang sedari tadi melihat harus campur tangan.

Bukan gayanya sekali jika dia diam saja sambil minum susu coklat saat teman segenknya dalam masalah.

"Lawan sini makhluk centil. Ayo sini maju semua. Kupastikan wajah kalian berwarna setelah ini."

Teet Teet

Kurang beruntung.

Sepertinya acara adu gulat mereka harus dihentikan karena suara bel masuk. Apalagi melihat adanya guru BP mereka yang datang dari kejauhan sambil membawa alat pel dan gagang sapu.

Buat apa coba?

.

.

.

"Lagi-lagi seperti ini. Jika kita tidak begadang semalaman, kita tidak perlu harus memanjat tembok layaknya monyet." gerutu Chanyeol sejak beberapa menit terakhir. Dia yang saat ini berada di atas tembok hendak turun. Menunggu kedua temannya yang ada di atas pohon dan satu lagi sudah berada di bawah, menunggu. Berjaga-jaga jika kepergok. Minimal yah waspada akan satpam atau petugas kebersihan sekitar sekolah.

Jika lebih beruntung lagi guru BP siap menerkam.

"Tanyakan itu pada Kris. Dia yang memaksa kita menonton bola hingga larut malam. Sial... Kantung mataku menghitam." respon Suho ikut menggerutu juga. Mau ditaruh mana harga dirinya jika ketahuan memanjat tembok? Dia ini ketua asrama yang disegani. Habis sudah.

Walaupun ini bukan yang pertama kalinya buat mereka tapi tetap saja Suho merasa bersalah. Ck sok bijak.

"Mirip anak panda incaran Kris-hyung bukan? Yang unyu-unyu juga mirip Xiumin-hyung." celetuk Chen yang berada di samping Suho. Perlu diingatkan kembali, mereka berdua ini masih saja di atas dahan pohon. Berniat untuk menyebrang ke atas tembok pembatas.

"Yup! yang akhir-akhir ini sering membuat Kris-hyung betah di kamar mandi. Bloody hell! Otaknya sekarang lebih mesum dari Kai." sahut Chanyeol.

"Kalian ingin segera memanjat dan turun atau masih kuat menggosipiku dan Taozi di atas sana?" Kris berujar datar. Dia yang posisinya sudah berada di bawah mendongak dan menatap tajam mereka bertiga.

Kris jika mau cocok sekali kok bekerja sampingan sebagai pemeran boneka annabelle yang menakuti anak-anak nakal di luar sana.

"Calm down, Kris. Kita masih berjuang hidup di atas sini. Dinginkan saja kepalamu dengan memikirkan tubuh sexy Pandamu itu." jelas, setelah mengatakan kalimat itu Suho langsung ditatap horror teman-temannya. Wow, sejak kapan seorang bijak macam Suho berpikiran seperti itu?

Setahu mereka Suho adalah member paling anti dengan yang begituan. Ini patut disyukuri dengan motong tumpeng setelah pulang sekolah nanti.

"Hyung! Kau kebentur sesuatu saat mandi tadi? Atau kau diam-diam sudah menonton 'itu' seorang diri?" respon Chen horror.

"Apa? Kau pikir aku orang alim yang tidak pernah berpikiran nakal dan erotis? Bergaul dengan kalian selama ini membuatku sedikit banyak terpengaruh juga." belanya. Chanyeol tersenyum nakal.

"Jadi siapa obyek pikiran nakalmu, hyung? Si Yixing itu? Member Genk Cabbe sebelah yang sering mendekatimu jika sendirian? Awww so hot~"

Suho merah padam.

"Brengsek kau."

"Hahahahahahaha aku benar ya?" godanya lagi.

"Yayaya terserah kalian. Cepat turun sebelum kita ketahuan." titah Kris jengah dengan tingkah ababil mereka. Masih saja santai ngobrol di atas sana. Jika ketauan, habislah mereka.

"EHM! Tidak perlu. Lanjutkan saja pembicaraan mesum kalian anak-anak~"

Mereka menoleh serempak dengan ekspresi horror. Ditambah Background sambaran petir disertai hujan deras. Perpaduan yang komplit sekali.

Sekomplit perasaan ngenes dan sengsara mereka saat melihat guru BP yang tersenyum iblis berdiri angkuh dengan membawa alat pel dan sapu.

Cobaan apalagi ini Tuhan? Batin mereka kompak.

"Jadi, siapa yang bersedia untuk mengepel seluruh toilet di sekolah dan menyapu taman belakang?"

Benar-benar Mampus!

.

.

.

.

T.B.C.

Note : Saya lagi senggang. Jadi jangan heran jika cepat update. Adakah yang menunggu? :v well saya membuat ini cuma 3 jam diselingi nonton tivi dan ngemil. Maaf jika mengecewakan. :3

Review ya? Adanya kalian adalah semangat author! #eaa