Maaf sebelumnya aku ga update cepat,
Ada banyak hal yang menghambat dari urusan sekolah sampai ide buntu dan berakhir pada 'malas'
Sempet kepikiran juga buat ga lanjutin ff ini karena aku merasa ff ini berantakan
Tentang review review juga aku mau bilang makasih banyak buat semuanya,
Aku sadar kalau masih sangat amat banyak kekurangan dan ini aku nyoba buat memperbaiki
Gatau lagi mau ngetik apa, jadi silahkan baca kelanjutannya (jika berminat)
Chapter 2 But You Didn't (typo di judul)
" Naru, hey Naru! Ada apa ?" tanya Kiba terkejut saat mendapati air mata sukses menetes dari mata Naruto.
" Eum, ada apa kiba-chan? Tidak ada apa apa kok" jawab Naruto sendu.
Karena merasakan ada yang aneh dari sahabatnya, Kiba mengikuti arah pamdamgan Naruto. Kiba terkejut saat melihat seseorang –pacar Naruto sedang bermesraan dengan wanita cantik.
" Naru-chan? " panggil Kiba, lalu memeluk Naruto. " Kau ingin pulang?"
"Entahlah Kiba, kurasa aku membutuhkan istirahat sebentar." Jawabnya sambil mengusap air matanya
" Aku ingin ke toilet dulu. Aku ingin cuci muka" lanjut Naru.
"Aku juga ikut" Kiba berteriak mengikuti Naru yang sudah jalan duluan ke toilet.
.
.
Setelah dari toilet mereka jalan jalan disekitar taman. " Naru, ayo kita duduk. Aku lelah" ajak Kiba.
"Baiklah Kiba, ayo duduk" Naruto menanggapi Kiba sambil memaksakan senyum.
Kiba yang melihat itu hanya tersenyum miris. "Kau memikirkan apa Naru-chan?"
" Aku tidak memikirkan apa apa, kenapa?" balas Naruto menatap mata Kiba.
" A-anoo, ayo kita pulang. Aku lelah ingin beristirahat" "Baiklah baiklah". Setelah menjawab ajakan dari Kiba, Naruto segera berdiri lalu jalan menuju rumahnya.
.
.
.
Sesampainya di rumah, Naruto berbaring dikasurnya mengecek ponselnya, memeriksa apakah ada email masuk. Saat tidak menemukan satupun email masuk, ia mematikan ponselnya dan melihat langit langit kamar. Ia mencoba memejamkan matanya, merefleksikan apa yang terjadi hari ini, dadanya terasa sesak air matanya menetes sampai akhirnya dia tertidur karena kelelahan menangis.
.
.
.
.
Sinar matahari pagi yang menembus jendela kamar mengusik pemuda yang sedang asik bergulat dengan mimpinya(?). naruto menggeliat tidak nyaman, lalu mencoba mengumpulkan nyawa. Naruto meraih ponselnya, tidak terlalu berharap pacarnya menghubunginya.
Ddrrtt drrtt...
Getar ponsel Naru saat dinyalakan, Naru membuka email yanmg masuk
" from : Sasu
Hey Dobe, ayo kita jalan jalan. Aku punya waktu luang hari ini"
Terlihat senyum mengembang di bibir Naruto saat melihat email yang masuk di ponselnya
"to : Sasu
Heung, akan pergi kemana Teme?"
Ddrrtt ddrtt...
"from : Sasu
Terserah kau Dobe, kita bertemu di taman jam 10 nanti"
"to : Sasu
Baiklah Teme. Kurasa aku ingin pergi ke taman bermain"
Setelah mengirim balasan email dari Sasuke, Naruto segera bersiap untuk menemui Sasuke di taman.
"Aku memakai baju apa ya hmmmm" kata Naruto sambil memikirkan baju apa yang kira kira pantas dia pakai untuk kencan
'Ahh, aku mandi dulu saja" gumamnya saat dia menyadari sudah hampir terlambat –menurutnya
.
.
.
.
Taman Konoha 09.00
Pagi itu di taman konoha terlihat banyak orang yang sedang olahraga. Pemuda berambut pirang itu mencoba memeriksa penampilannya, kemeja pink dipadukan dengan celana pendek selutut dan memakai sepatu berwarna putih. Sempurna, Naruto tampak imut saat mengenakan itu. Naruto melihat sekeliling taman, melirik jam tangannya
"Sebentar lagi aku akan bertemu Sasuke, nanti mau main apa ya" kata Naruto mencoba menyusun rencananya ke taman bermain bersama Sasuke .
"Sasu, kamu dimana ?" kata Naruto setelah berulang kali gagal menghubungi Sasuke. Pemuda blonde itu mencoba menghubungi kekasihnya lagi. Hari itu semakin siang tidak terasa Naru sudah menunggu selama 4jam. . Ia memandang langit, matahari tampak diatas ubun ubun. Mungkin orang lain akan merasa bosan, lelah, bahkan marah saat menunggu pasangannya yang terlambat, tetapi tidak dengan Naruto, dia tetap setia menunggu tanpa mengenalrasa lelah. Menunggu baginya bukan hal asing lagi, dia sudah terbiasa dengan semua itu, namun...
"Sasuke-kun, ayo kita ke kedai es krim itu" Naru reflek melihat kebelakang saat mendengar nama pacarnya disebut oleh seorang wanita.
Namun.. semuanya berbeda, jika dulu –atau mungkin beberapa menit yang lalu ia menunggu dengan senang hati, dengan senyuman yang mengembang diwajahnya. Kini semuanya menghilang. Air mata menetes dari mata indahnya.
Benar saja, lelaki yang daritadi ia tunggu kini sedang bergandengan tangan dengan seorang wanita cantik dengan rambut pink kemarin. Naruto menatap Sasuke dengan wanita itu sendu, air matanya tidak bisa berhenti mengalir. Secara tidak sengaja, Sasuke bertatap mata dengan Naruto, dia tampak terkejut dan berbisik " Naru.." namun Naruto hanya membalasnya dengan senyuman yang tampak dipaksakan lalu ia pergi dari taman
-tbc-
