2

He's BACK!

**Sungmin POV**

"Woa~, rumah ini besar sekali ya? Kalo ngepel ini rumah ngabisin waktu berapa lama?" ujar Hae oppa saat mobil kami masuk ke halaman rumah teman appa yang daritadi dibicarakannya.

"Oppa~" ujarku merajuk sambil sweatdrop

Tapi benar sih yang tadi dikatakan Hae oppa Rumah ini besar sekali! Pantas saja punya sekolah, rumahnya aja udah segede sekolahan.

Appa segera memarkirkan mobil dan kami pun disambut sendiri oleh sang pemilik rumah.

Oke, kesan pertama begitu berharga. Tarik garis sudut bibir 30ยบ biar kelihatan manis.

"Ngapain lo? Senyumnya dimanis-manisin gitu. Adikku yang cantik ini udah manis kok senyumnya, kalo kayak gitu malah jadi kaku banget senyumnya. Kayak boneka Chucky aja" puji Hae oppa dengan maksud menyindir juga. Oppa ini bahasanya ribet banget sih, susah banget buat dijabarkan, ribet kayak jalan pikirannya yang rada-rada ajaib. Apa karena golongan darahnya AB ya? (sumpah gak ada hubungannya!)

Aku sibuk memperhatikan sekelilingku saat turun dari mobil. Sumpah, halamannya saja sangat besar. Tadi kata appa mereka sering mengadakan open house jadi untuk menampung mobil tamu yang hadir mereka mempersiapkan halaman rumah yang sangat besar. Oke, aku tidak habis pikir gimana capeknya tukang kebun mereka mengurus tanaman di hadapanku kali ini. Pohon besar dan kokoh membuat rumah ini terkesan asri. Ada pohon cemara, dan ada beberapa pohon yang sering kulihat tapi sampai sekarang belum kuketahui namanya. Kalau dilihat-lihat pekarangan rumah ini sudah seperti kebun binatang. Sangat besar! Jangan-jangan mereka juga melihara rusa.

"Ngeliat-liatnya sudah belom nonna, keluargamu sudah masuk ke rumah, kau mau masuk juga atau masih mau melototin pekarangan rumahku?" ujar dingin seseorang mengejutkanku. Eh, apa katanya tadi? Dingin banget ini orang, gak ada sopan-sopannya. Dan akupun langsung membalikkan badan menghadap orang tersebut, aku ingin membela diri. Tapi nyaliku langsung ciut. Bagaimana tidak ciut kalo di depanmu ada orang yang tinggi dan akupun hanya setinggi pundaknya, aku tak dapat melihat wajahnya. Pertama kali kulihat waktu membalikkan badan adalah lehernya. Akupun menelan ludah berat. Untung belum sempat kumaki-maki, kalau aku dijitak sudah terbayang betapa nyerinya.

"Eh.."

"Appa, omma, dan oppa mu sudah masuk ke dalam, aku disuruh mengajakmu masuk." Potongnya saat aku mau berbicara.

"Kok Minnie ditinggal?" lirihku pelan.

"Sudahlah kau tidak usah acting. Bilang saja supaya kamu bisa jalan berdua sama aku." ujarnya dingin sambil mendengus kasar.

What? Apa-apaan orang ini?

"What? Tolong ya ahjussi ya. Kamu siapa? Saya pun tidak kenal,percaya diri banget sih? Permisi, saya mau lewat ahjussi"

Akupun melangkahkan kaki masuk ke rumah. Menyebalkan sekali.

"apa? Ahjussi? Siapa yang kau panggil ahjussi hah? Aku ini masih muda"

Aku membalikkan badanku dan memberanikan diriku menatap wajahnya. Satu kata, TAMPAN, tapi dia menyebalkan. Kenapa di dunia ini rata-rata orang tampan itu menyebalkan atau playboy? Rutukku dalam hati. Aku menyesal sempat terpesona dengan namja ini.

"Akan lebih baik jika kita menyusul keluargamu bersama, bagaimana?" kata namja itu sambil menarik tanganku. Sial jantungku berdetak tak karuan, kini dia sudah menggenggam lembut tanganku. tidak bisa diajak kerja sama ini jantungku. Padahal baru digenggam saja sudah seperti ini. Tapi tunggu dulu tadi dia bilang apa?

"Baiklah, tapi singkirkan tampang mesummu itu hadapanku sekarang! Sekarang bisa tolong tunjukkan dimana keluargaku?" ujarku sambil menahan detak jantungku karena dia telah mensejajarkan wajahnya dengan wajahku.

Dia tersenyum dan terus menggandeng tangan gue. Sial! Kalau bukan gara-gara aku tidak tahu dimana keluargaku, aku tak akan bertanya padanya. Pasalnya saat aku memasuki rumah ini, aku sudah bingung aku harus masuk ke ruangan yang mana, karena ada 3 pintu yang kuyakini menuju tempat yang beda-beda. Akan sangat konyol kalau aku asal masuk di rumah orang. Aku terus sibuk dengan pikiranku dan juga sibuk mengatur detak jantungku ini, hingga aku tak menyadari jika dia sudah berhenti berjalan dan menatapku. Aku mulai sadar saat dia menatap wajahku. Dia tersadar, dan mulai berjalan lagi. Tadi sepintas aku melihat tatapan sendunya. Dia kenapa? Pikirku dalam hati.

"Lee Sungmin, kau lupa padaku?" ujar namja itu tiba-tiba saat kami mulai masuk ke sebuah ruangan yang menurutku tak jelas fungsinya apa, dia masih tetap membelakangiku. Aku mengangkat kepalaku untuk menatap punggung namja di depanku ini.

"Ne?" jawabku memastikan apa yang barusan kudengar.

Dia langsung membalik badannya lagi dan menghadap wajahku.

"Minnie lupa sama aku?" ulangnya sambil mendekatkan wajah kami.

DEG

Jantungku apa kabarnya ini?

Aku menutup mata sambil memikirkan perkataannya barusan. Aku berusaha mengingat apa aku pernah mengenalnya. Akhirnya aku membuka mataku dan melihat wajahnya yang hanya berjarak beberapa centi di hadapanku. Model rambut yang sedang trend akhir-akhir ini memang pantas untuknya, rambutnya agak panjang dan berwarna hazel juga sedikit ikal. Mata bulat, hidung mancung, bibir agak tebal, dan kulit putih yang pucat.

Oke, sudah cukup lama aku memandangi wajah namja dihadapanku yang bahkan belum kuketahui dia ini siapa dan posisi kita sama sekali tidak berubah. Dia masih menunduk menyamakan wajahnya dengan wajahku. Aku menggeleng lemah saat masih tidak bisa mengingat siapa namja di hadapanku ini.

"Kalung dariku masih kau pakai, harusnya kau mengingat ku minnimin. Kamu sekarang semakin cantik." ujarnya sambil memegang bandul kalung yang kupakai.

Aku tersentak! Dia.. tak mungkin. Kyu?

***Flashback***

"Kyukyukyu, Min juga mau mainan cama itu." Kata seorang anak kecil berumur 5 tahun yang rambutnya diikat dua sambil menunjuk mainan boneka kelinci yang sedang dimainkan oleh seorang bocah laki-laki.

"Tapi maininnya bareng sama Kyu ya? Kyu kan juga pengen main bareng Minnimin." Jawab Kyu kecil.

"Ya udah deh. Cini Min mau peluk kelincinya."

"Ya, Kyu juga mau dipeluk kaya kelinci itu." Kata Kyu sambil menunjuk boneka yang ada di pelukan Sungmin kecil.

Sungmin hanya menatap Kyu lalu memeluknya sebentar dan kembali melepaskan pelukannya.

"Min, kalo Kyu pergi Minnimin jangan lupa sama Kyu ya? Nanti Kyu balik lagi Kyu mau jadiin Minnimin istri Kyu." Ujar sang bocah lelaki itu sambil menatap Sungmin yang kembali memeluk boneka kelinci itu. Sungmin memiringkan kepalanya bingung menatap Kyu, seakan bertanya maksud bocah itu.

"Sebentar, Kyu punya sesuatu buat Minnimin" Kyu kecil mengeluarkan dua buah kalung berwarna biru safir dari kantongnya.

"Ini buat Minnie. Kyu pakai yang ini." Kyu kecil mengalungkan kalung itu ke leher Min kecil lalu memakai kalung yang sama pada dirinya.

"Kyu mau pelgi?" Sungmin akhirnya mengeluarkan suara sambil memandangi kalung pemberian Kyu.

"Iya, tapi nanti kembali lagi." Jawab Kyu.

"Kapan? Jangan lama-lama Kyu, Min nanti main cama capa?" tanya Sungmin.

"Sungmin sayang, pulang yuk. Bilang good bye sama Kyu dong. Dia mau pergi besok." Kata omma menginterupsi Sungmin.

"Good Bye Kyukyukuyu." Kata Sungmin sambil melambaikan tangan kecilnya ke arah bocah laki-laki tersebut.

Hari itu adalah hari terakhir Sungmin melihat Kyu.

***Flashback end***

"Kyu.." ujarku lirih.

"Minnimin! Kangen!" seru namja itu sambil memelukku.

"Aku kira kau akan melupakanku. Aku kecewa saat kamu lupa padaku bahkan memanggilkju ahjussi, Kamu semakin cantik."

Aku membalas pelukannya erat. Akhirnya aku bisa ketemu lagi dengan Kyu. Teman spesial dari masa kecilku. Aku seakan speechless, Kyu kecil yang sering ingusan sekarang tumbuh jadi namja tampan yang kuyakin banyak yang menyukainya. Terus kenapa Kyu bisa setinggi ini? Dulu tingginya tidak berbeda jauh denganku. Oke, dulu saat kami berumur 5 tahun. Itu berarti 12 tahun yang lalu. Lagipula kami hanya berbeda setahun. Kyu memang seumur dengan Hae oppa, tapi Kyu lebih suka bermain denganku. Sampai sekarang aku tak tahu kenapa dia lebih suka bermain denganku.

Akupun melepaskan pelukkan hangat tadi. Aku berani jamin kalau adegan pelukan tadi seperti adegan yang sering ada dalam drama. Mirip juga dengan adegan anjing Lassie yang kembali bertemu dengan majikannya setelah berpisah beberapa waktu. Oke kalimat terakhir diabaikan saja, itu tak ada hubungannya.

"Minnimin jahat, masa berani sekali melupakanku?"

"Sekarang kau sudah sangat tinggi, tidak mirip sama sekali saat kita masih kecil. Lagipula kamu tadi sangat menyebalkan. Aku jadi kesal. Tapi Min juga kangen banget sama Kyukyu babyKyu" jawabku lirih sambil menunduk, aku tak berani menatap wajahnya.

"Sekarang keluargamu sedang berada di ruang makan. Mau menyusul mereka atau kita main berdua saja?"

"Menyusul mereka saja."

"Oke, siap my Minnimin." Jawab Kyu sambil menarik tanganku lagi.

Pertemuan keluarga kali ini memang benar-benar berkesan. Ini pertama kalinya keluarga kami bertemu setelah 12 tahun, sebenarnya Heechul ahjumma dan omma tidak sengaja bertemu di mall saat di Seoul. Karena itu mereka bertukar kartu nama untuk saling kontak saat ada waktu luang. Orangtua kami saling bersahabat sejak SMA, makanya appa senang sekali bisa berttemu kembali dengan Hangen ahjussi atau biasanya kupanggil han ahjussi dan Hee ahjumma. Sebenernya tidak cuma para orangtua saja yang happy bisa bertemu sahabat mereka, tapi sejujurnya aku juga senang bisa bertemu lagi dengan Kyu.

Cho Kyuhyun. Setahun lebih tua dariku, hanya saja dulu kelakuannya sangat manja kalau sedang bermain bersamaku. Dari dulu yang kutahu Chris itu sangat cemburuan, waktu aku masih TK dia menjemputku di sekolah terus dia melihatku bermain-main dengan namja teman sekelasku . Dia langsung menarikku saat aku sedang seru-seruan bermain kejar-kejaran. Dia langsung memanyunkan bibirnya plus memberi tatapan tidak suka pada temanku sampai temanku menangis keras. Katanya dia tidak suka aku bermain dengan namja lain, aku hanya milik dia. Saat itu aku hanya bisa terdiam melihat kelakuan anak ajaib satu ini. Dan menuruti apa katanya, soalnya aku memang dari dulu hanya bermain dengannya. Hampir tiap hari dia bermain ke rumahku, dari aku bayi sudah ada foto kami bertiga bersama Hae oppa dan Kyu. Aku tak pernah memanggilnya dengan embel-embel oppa karena dulu badannya kecil dan hampir sama sepertiku, walaupun dulu badannya tetep lebih besar dariku. Dia punya panggilan kesayangan untukku Minnimin, sedangkan aku? cukup panggil dia Kyukyu atau babyKyu seperti Hee ahjumma memanggilnya karena waktu itu aku masih kecil jadi tak punya ide apa-apa untuknya.

Kami mengunjungi keluarga Kyu dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore pun keluarga kami masih berbincang-bincang satu sama lain.

Kyu pun menceritakan kepindahan keluarganya ke Australia dan sempet juga di Amerika untuk 6 bulan sebelum akhirnya pulang kembali ke Korea 3 tahun yang lalu dan menetap di Seoul. Katanya karena bisnis appa nya dan boss appa nya yang menginginkan appanya untuk menghandle perusahaan yang ada di Australia dan mengunjungi boss apppa nya yang sedang berada di Amerika. Dari yang dia ceritakan tadi aku tak habis pikir dengan boss nya Han ahjussi, memangnya beliau tak punya orang kepercayaan lain apa selain Han ahjussi? Sampai Han ahjussi disuruh menghandle perusahaan di Australia dan beberapa negara lain. Dan aku paling tertarik dengan cerita Kyu waktu dia bilang Amerika. Karena aku sangat bermimpi bisa pergi ke Amerika. Kau pasti juga akan tertarik jika ada yang menyingung tentang kesukaanmu. Aku mulai bertanya-tanya banyak hal di luar kegiatan Kyu, seperti 'Kau pernah mengunjungi hollywood?' atau 'Kau pernah bertemu dengan artis ini atau artis itu?' dan banyak pertanyaan lain yang akhirnya dijawab dengan agak ketus oleh Kyu, kurasa dia sudah mulai tak suka waktu aku bertanya tentang hal di luar dirinya. Akupun digeplak oleh Hae oppa karena dia mulai jengah dengar pertanyaanku untuk Kyu.

Akhirnya jam 7 malam pun kami meninggalkan kediaman Han ahjussi dan Hee Ahjumma. Hee ahjumma berjanji akan mengajakku dan Hae oppa berkeliling Seoul. Hee ahjumma memang sangat menyayangiku dan oppa, dia sudah menganggap kita anaknya sendiri.

Kami sampai ke rumah pukul 11 malam, karena kami masih berniat berkeliling-keliling di kota Seoul. Sebenarnya keliling-kelilingnya hanya sebentar namun berkat appa yang sotoy binti songong akhirnya kami nyasar sampai hampir menuju Incheon, kurang hebat apa appa ku? Sudah tahu kita baru pindah dan belum sempat berkeliling, tapi appa sudah jalan saja tanpa bertanya ke orang sekitar saat kita melewati beberapa ruas jalanan utama. Untung malam minggu jadi masih banyak orang di jalanan.