Chapter 2
Song of love ~
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Pairing : SasuFemNaru
Warning : FemNaru, FemKyuu, FemDei, Gender blender, Typos, OOC, AU, Alur cepat, EYD tidak digunakan, etc. DLDR!
Happy Reading!

. . . (=w=) . . . (=v=) . . .

Naruto POV

Aku berhenti dan memfokuskan indra pendengaranku.
"Iya, Sasuke bakalan ngeluarin single baru! Aku harus cepat pesan nih." Ujar seorang siswi KHS yang tidak kukenal. Sepertinya ia salah satu fansnya Sasuke
"Kamu belum pesan? Sebaiknya kamu cepat pesan kalo gak mau kehabisan! Biarpun baru akan diluncurkan minggu depan, pemesannya udah banyak banget loh!" balas temannya yang berambut merah dan berkacamata.
'oooh.. mereka ngobrolin single terbarunya Sasuke. Dasar.. padahal single terbarunya udah lama banget diumumin. Tapi mereka baru tau sekarang? Ckckck'
"Lagunya ciptaan Sasuke sendiri loh! Pasti keren!"
'haha.. itu sih aku udah lama tau. Kayaknya kedua fansnya Sasuke ini banyak ketinggalan berita. Haaaah.. tak ada gunanya aku disini' Aku sudah hampir pergi dari sana saat kudengar teman si Kacamata berteriak
"APAAAA?! Kamu bilang apa tadi?! Sasuke bakalan main film?! Ciyuss? Miyapah?" teriak teman si Kacamata tadi dengan gaya alaynya.
'APAAAAAAAAAA?! Sasuke bakalan main film?! Kok aku gak tau?!' Aku kembali memfokuskan pendengaranku kearah dua siswi itu
"Pliss deh. Jangan alay napa. Iya kok. Kemarin baru diumumin. Kamu gak nonton?"
'Oh iya, aku lupa! Kemarin aku kelewatan nonton gara gara taruhan dengan Kyuu-nee dan Sasori-nii. Aku juga lupa ngecek diInternet. Aku, Fans-Sasuke-Nomor-1 nggak tau Sasuke bakalan main film?! Entah kenapa aku jadi merasa kalah dari dua siswa tadi' Aku kembali melanjutkan perjalan menuju kelasku dengan lesu.

. . . (=w=) . . . (=v=) . . .

Sekarang guru yang mengajar dikelasku sedang tidak masuk. Aku meletakkan kepalaku diatas meja dan menjadikan kedua tanganku sebagai bantal karena tak tau lagi apa yang harus aku lakukan. Aku tak melihat sahabat sahabatku dikelas. Mungkin mereka tidak masuk karena bekerja. Aku mulai melamun mengingat kejadian tadi. Saking seriusnya melamun, aku tidak menyadari sahabat sahabatku -Sakura, Hinata dan Ino- mulai memasuki kelas. Mereka bingung melihat sikapku dan langsung menghampiri mejaku. Sakura, Hinata dan Ino adalah sahabat sahabatku disekolah. Kami sudah berteman dari sekolah dasar. Walaupun kami selalu sibuk dengan pekerjaan kami sebagai artis, kami selalu menyempatkan diri untuk berkumpul. Walaupun sekedar ngobrol.
"Ada apa Naruto?" Tanya Ino sambil duduk disampingku
"Eh? Kalian datang rupanya. Kukira kalian bekerja" kataku setelah bangun dari kegiatanku, melamun.
"Tadinya sih gak mau sekolah, tapi pas tau kamu sekolah, kita jadi pengen sekolah deh. Kan nggak mungkin kita ninggalin kamu sendirian disekolah. Kamu kenapa sih? Tumben melamun" jawab Ino
"Eh.. nggak kok. Cuman capek aja. Lagi banyak pekerjaan nih" ucapku sambil mengeluh
TAK!
"ITTAIII! Apa yang kau lakukan Sakura! Apa kau tau?! Jitakanmu sakit tau!"
"Sa-Sakura-chan.. Apa yang kau lakukan pada Naru-chan?" kata Hinata sambil terburu buru mengobati kepalaku
"Huh! Itu karena kau tidak profesional Naruto! Sebagai seorang artis, kau tidak boleh menampakkan wajah cemberutmu dimuka umum! Bagaimana kalau ada fansmu yang melihatnya?" jelas Sakura berapi api
"Iya, iya. Tapi tidak perlu menjitakku seperti itu kan" balas Naruto sambil menggembungkan kedua pipinya.
"Sudahlah.. bisa tidak jangan ngebahas kerjaan kalo kita lagi luang? Bosen tau ngedengernya! Terutama kau Sakura" kata Ino melerai pertengkaran kami
"Iya deh. Eh, tau gak? Aku bakalan main film baru loooh~!" pamer Sakura
"Hei! Katanya gak bakalan ngomongin kerjaan lagi. Tapi penasaran nih, emang apa yang ngebuat kamu jadi semangat gitu? Tumben pamer kalo mau main film. Biasa aja kali, Naruto aja yang aktingnya jelek aja pernah main film"
"Sori deh kalo aktingku jelek" kataku sedikit tersinggung
"I-Ino-chan, tidak baik ngomong seperti i-itu. Kan kasihan Naru-chan" Hinata mencoba membelaku. Oh Hinata.. kau memang sahabat yang baik..
"Ini beda tau! Kali ini aku bakalan main film dengan.. UCHIHA SASUKE!"
"APAAAA?!" teriakku dan Ino bersamaan
"Hahaha.. Aku tau kalian pasti terkejut. Pekerjaan itu datang kemarin. Saat tau aku bakalan main film yang sama dengan Sasuke, langsung aku terima deh perannya."
Aku dan Ino masih sibuk dengan pikiran kami masing masing
"S-selamat ya Sakura-chan. Kamu pasti senang sekali" Ucapan Hinata memecah keheningan diantara kami
"Arigatou Hinata! Sepertinya cuma kamu yang senang aku bisa main film dengan idola kita" Sakura memeluk Hinata.
"Eh.. aku bukannya gak senang kok Sakura. Cuma terkejut aja kok." Kataku sedikit tidak enak dengan Sakura
"Eeh.. aku juga kok Sakura. Aku kaget aja. Soalnya.."
"Soalnya apa Ino-chan?" Tanya Hinata mewakiliku dan Sakura
"Err.. sebenarnya aku mau ngejutin kalian sampai filmnya terbit. Sebenarnya.. aku juga bakalan main film sama Sasuke"
"APAAAAA?!" teriakku dan Sakura bersamaan
'Kenapa hari ini banyak sekali hal yang mengejutkan?' pikirku
"Emang kamu dapet peran apa Ino?" Tanya Sakura penasaran
"Umm.. Aku dapat peran antagonis sih. Jadi musuhnya pemeran utama. Kamu?"
"Aku dapet peran sebagai sahabatnya tokoh utama"
"Terus, apa peran Sasuke?" Aku penasaran, pasalnya selama ini Sasuke sama sepertiku. Tidak mau menerima pekerjaan yang berhubungan dengan dunia akting. Katanya sih, biar fokus kedunia musik.
"Kalo Sasuke sih tentu saja jadi peran utama pria! Waah.. pasti beruntung banget yang jadi pemeran utama wanitanya!" jawab Sakura
"Apa maksudmu Sakura? Aku tidak mengerti"
"Begini Naruto, sebenarnya pemeran utama wanitanya itu Temari Sabaku. Tapi diganti karena baru baru ini dia kecelakaan dan belum bisa kembali bekerja. Jadi pemeran utama wanitanya masih kosong" jelas Ino. Aku hanya ber'oh' ria menanggapi ucapannya.
"Sebenarnya aku pengen jadi pemeran utama wanitanya. Siapa tau bakalan ada cinta lokasi antara aku dan Sasuke" Sakura mulai mikir yang aneh aneh.
"Hei! Jangan mikir yang aneh aneh tentang Sasuke-ku!" teriak Ino pada Sakura
"Siapa bilang dia Sasuke-mu? Dia Sasuke-ku tau!" balas Sakura tak kalah kencang
Sementara mereka berdua sibuk bertengkar, aku kembali memasuki alam lamunanku
'Enak ya, Sakura dan Ino bisa main film bareng Sasuke. Aku juga pengin. Tapi.. kenapa harus akting?! Aku sudah tak mau berakting lagi. Apalagi didepan Sasuke..' lamunanku terhenti saat Sakura mulai mengajak Hinata bicara
"Nee Hinata, kenapa kau tidak mencoba mengambil peran utamanya? Kurasa itu cocok untukmu"
"T-tidak Sakura-chan, jadwalku sudah padat. Neji-nii akan marah kalau aku mengambil pekerjaan lain"
Hihihi. Dasar Neji-nii.. Dari dulu sampai sekarang, sifatnya yang over protective pada Hinata tidak pernah berubah. Neji-nii adalah sepupu Hinata. Tapi kami sudah menganggapnya sebagai kakak kami sendiri.
"Ba-bagaimana kalau Naru-chan yang mengambil peran itu?" Tanya Hinata padaku
Aku tak bisa menjawab karena tak tau apa yang harus kukatakan
"Haha. Naruto? Nggak bakalan mau dia. Kan kamu tau sendiri Naruto nggak pernah mau main film lagi"
"Iya Hinata. Lagi pula apa kemampuan aktingnya masih ada?" kata Ino dengan sadisnya
"Hey, aku dengar itu Ino!" Jawabku sedikit kesal
"Haha.. aku hanya bercanda Naruto"
Sekarang aku sudah tidak mood lagi ngobrol dengan mereka. Aku beranjak dari kursiku dan berjalan keluar kelas menuju kantin. Kudengar teriakan Ino yang merasa bersalah dan Hinata yang bertanya aku akan kemana. Tapi aku tak peduli. Aku terus berjalan menuju kantin sekolah. Kurasa aku akan makan 'beberapa' mangkok ramen disana. Semoga dengan itu aku bisa melupakan kegagalanku sebagai Fans-Nomor-1-Sasuke

End Naruto POV

Kantin hamper kosong saat Naruto memasukinya. Hanya ada beberapa orang yang sedang makan. Maklum saja, saat siswa saat ini masih jam belajar, jadi semua siswa masih dikelas. Naruto segera memesan ramen ukuran jumbo dan segelas jus jeruk. Setelah itu, Naruto menunggu dikursi kosong dipojok kantin. Tak lama kemudian, pesanan datang. Dengan segera, Naruto memulai ritual makannya yang super cepat. Saat sedang asyik asyiknya makan, seseorang menepuk bahu Naruto. Kontan Naruto kaget dan hampir memuntahkan kembali ramennya. (baru hampir loh)
"Uhuk uhuk.." Naruto meminum jus jeruknya dengan segera
"Gomen Naruto" Kata seorang gadis blonde yang menepuk bahunya tadi tanpa nada sesal dalam suaranya
"Dei-nee! Aku sedang makan! Kalo kesedak gimana?!" protes Naruto pada gadis yang bernama Deidara itu
"Kan aku udah minta maaf Naruto" kata Deidara sambil menggaruk garuk belakang kepalanya
"Oh iya, mumpung ketemu disini, aku kasih tau sekarang aja ya pekerjaan baru kamu" tukas Deidara mengalihkan pembicaraan
"Ada yang baru ya? Apa?" Tanya Naruto
"Iya, aku yakin kamu pasti seneng banget! Kamu bakalan main film ba.." belum sempat Deidara menyelesaikan ucapannya Naruto sudah berdiri dari kursinya dan menatap tajam Deidara. Tapi Deidara biasa saja ditatap seperti itu
"Dei-nee, sudah berkali kali aku bilang. AKU TIDAK MAU MAIN FILM LAGI!" ucapku penuh amarah dengan penekanan pada enam kata terakhir
"Tapi ini beda. Kamu harus memikirkan ini Naruto. Atau kamu akan menyesal" balas Deidara dengan tenang. Sepertinya dia sudah biasa dengan situasi ini
"Dei-nee! Aku bilang aku tidak mau!" teriak Naruto mulai frustasi. Tak peduli dengan pandangan orang orang yang mulai tertuju pada mereka
"Haaah" Deidara menghela nafas sesaat. "Baiklah.. Tapi setidaknya kau harus melihat daftar pemain dan naskahnya dulu"
"A-KU TI-DAK MA-U!" setelah berkata begitu Naruto segera meninggalkan Deidara sendirian
"Haaah" Deidara kembali menghela nafas. Menghadapi Naruto memang bukan hal mudah.
"Andai saja kau tau kau akan berakting bersama Sasuke. Aku berani bertaruh, kau akan memikirkannya lagi.."

. . . (=w=) . . . (=v=) . . . TBC . . . (=w=) . . . (=v=) . . .

Author : Arigatou buat yang udah baca dan udah review. Review kalian membuatku semangat! Makasih buat yang udah ngasih saran dan kritik. Makasih juga para silent reader yang udah setia nunggu cerita ini. Semoga chapter ini tidak mengecewakan.

Sasuke : *baca contekan* Author bilang yang mau ngasih kritik, saran, flame, dll silahkan tumpahkan dikotak review
Naruto : Aku bakalan main film atau nggak ya?
Author : Hohoho. Kalo Naruto jadi anak baik pasti Author izinin deh main filmnya.. *nepuk nepuk kepala Naruto*
(Sasori datang dan menepis tangan Author)
Author : Gomen kalo chapter ini kependekan. Untuk chapter depan aku usahain panjang deh! Nantikan chapter selanjutnya ya! *ngacangin Sasori*
(Sasori pundung dipojokan)

Bales Review: silahkan lihat di PM masing masing :Dv

buat yang nggak login: Rei-chan : hohoho. Makasih buat pujiannya :D *kepala mulai membesar* Rei-chan publish juga dong ficnya! ditunggu ya! Makasih udah review!

Special thanks : - Chikashiki Uchiha - - Moku-Chan - satsuki sanada - Rei-chan