Chapter 2
Disclaimer :Masashi Kishimoto and Ichiei Ishibumi
Crossover : Naruto X High School DxD
Rating : T
Genres : Romance,Adventure,
fantasy,martial art,Supranatural,shounen
Pairings : ?
Warning : Gudangnya hal nista
Summary: 'Dia' yang terpilih menjadi partner sang putra Matahari harus meninggalkan kehidupan masa lalunya, karena takdir...ya, karena takdir
+Kyoto, Jepang+
Author POV
di sebuah rumah bergaya Jepang
"Kau mau ke mana, Naru-chan?" terlihat seorang wanita cantik berambut merah, sedang memanggil seorang bocah berambut pirang dan tiga pasang garis di pipi yang akan keluar dari rumah.
"aku sudah besar, Kaa-san. Aku sudah 17 tahun." jawab bocah itu dengan agak kesal, karena diperlakukan seperti anak kecil.
"bagiku kau masihlah Naru-chan kecilku. Dan kau belum menjawab pertanyaanku." wanita itu terkikik geli melihat wajah anaknya yang cemberut.
"aku ingin mencari udara segar."
"ya sudah, hati-hati di jalan." pesan wanita itu yang diketahui bernama Kushina.
"baik, Kaa-san"
akhirnya, Naruto memutuskan untuk keluar dengan naik sepeda.
Naruto begitu menikmati kemesraan(?) antara dirinya dan sepedanya.
Tak terasa setiap kayuhan sepedanya, membawa Naruto menuju tempat wisata di Hutan Kyoto. Naruto memarkirkan sepedanya di tempat jasa penitipan. Ia memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar Hutan Kyoto. Dulu Naruto sering kemari setiap hari minggu waktu itu 'dia' masih ada dan selalu menemaninya.
"Sudah lama sekali aku tidak ke sini." gumam Naruto.
Di saat berjalan di sekitar pohon yang paling besar, kaki kanan Naruto terperosok di sekitar akar pohon itu.
"Sial kakiku!" dengan segera Naruto menarik kakinya.
"Apa itu?"
Sesuatu yang bersinar di lubang tempat kakinya terperosok menarik perhatiannya.
"Box apa ini? Aneh sekali." dan setelah diambil ternyata benda bersinar tadi adalah sebuah box dengan ukiran lambang matahari.
"Lebih baik kubawa pulang saja."
SKIP TIME
"Ya ampun, Naruto kau dari mana saja?! Ini jam berapa?! Dan apa itu yang kau bawa?!"
sesampainya di rumah, Naruto langsung dibombardir pertanyaan oleh ibunya.
"Ya ampun, Kaa-san. Apa-apaan pertanyaan itu tadi. Aku bukan anak kecil."
"kau belum menjawab pertanyaanku!"
"aku pulang terlambat karena tadi tersesat di jalan yang bernama kehidupan. Soal jam berapa? Kaa-san bisa melihatnya di jam dinding itu. box ini kutemukan di hutan." jawab ngawur Naruto.
"KYAAAAAAAAAAA...BUAAANG NARUUTOOOO, bagaimana kalau isinya bom!" teriak histeris Kushina.
"Ittai, jangan teriak-teriak, Kaa-san" Naruto mendekatkan telinganya di box itu untuk membuktikan kalau perkataan ibunya salah.
"Aku tidak mendengar suara detonator, kaa-san."
"syukurlah."
"dasar paranoid." kata Naruto pelan. Tetapi itu kesalahan terbesarnya karena terdengar oleh ibunya.
"APA KAU BILANG?!"
"tidak, Kaa-san. Aku seperti mendengar bunyi detonator."
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
SKIP TIME
Naruto POV
"dasar Kaa-san, suka sekali membuat sakit telingaku saja."
oh iya, perkenalkan Namaku Uzumaki Naruto. Usiaku 17 tahun. Kesukaanku adalah Ramen. Ibuku yang hobi teriak-teriak itu bernama Uzumaki Kushina. Sedangkan ayahku, Namikaze Minato sudah meninggal beberapa tahun yang lalu. Namun ibuku selalu mengalihkan arah pembicaraan saat aku membahas kematian ayah. Ibuku hanya mengatakan pesan ayah untukku yaitu 'jangan pernah menjadi seorang pendendam Naruto, aku tidak mau melihat sifat itu pada dirimu'. Aku bingung, apa maksud dari perkataan tou-san. Apa yang terjadi padamu tou-san.
Haaaahh, minggu depan aku sudah masuk di sekolah baru di SMA Kuoh. Jika kalian penasaran kenapa kami pindah dari Kyoto ke Kuoh. Karena selain soal sekolah juga karena disana adalah kampung halaman kaa-san.
SKIP TIME SEMINGGU KEMUDIAN
Author POV
KRIIIIIINNG...KRIIIIIINNG...KRIIIIIINNG
"weker sialan, mengganggu orang tidur saja!" gerutu Naruto sembari mematikan jam wekernya
Kushina POV
'apa-apaan anak ini. Hari ini kan hari pertamanya masuk sekolah' batin sang Habanero, sembari menyeringai sadis.
Dengan secepat kilat Kushina memegang hidung Naruto dan menariknya dengan kuat.
"Cepat bangun Uzumaki Namikaze Naruto, jika tidak mau hidungmu lepas dari tempatnya." ancamku padanya.
"ittaaiiii, Roger that, sir!" hormat Naruto pada diriku.
SKIP TIME
Naruto POV
"sial, telat bangun tidur saja, hidungku hampir hancur. Apalagi jika membolos. Jika aku saja sering diperlakukan seperti ini, bagaimana dengan tou-san ya ?"
'Siapa itu, dari seragamnya sepertinya dia satu sekolah denganku. Apa yang dia lakukan pada biarawati itu. Sepertinya pemuda itu baru saja membantu gadis itu. Semoga Tuhan memberkahinya' batin Naruto melihat seorang pemuda bersurai coklat yang terlihat menjauhi gereja serta melambaikan tangannya pada seorang gadis biarawati itu. Entah kenapa setelah Naruto berdoa, pemuda berambut coklat itu memegangi kepalanya.
"permisi, apakah kau juga murid di SMA Kuoh ? Watashi wa Uzumaki Naruto, yoroshiku ne." tanya Naruto.
"Benar, Uzumaki-san. Sepertinya Uzumaki-san murid baru, Perkenalkan juga namaku Hyodou Issei, yoroshiku" jawab Issei.
Sepanjang jalan Issei berceloteh tentang SMA kuoh, lebih tepatnya tentang siswi Kuoh, dan aku tahu, pembicaraan akan mengarah ke...
"Kau tahu, Naruto-san. Semua siswi di Kuoh itu sangat cantik dan seksi, ingin sekali aku me..."
Sudah kuduga.
Lebih baik aku menyumpal telingaku dengan musik saja.
rasanya aku baru sebentar berjalan, tapi sekarang sudah sampai. Ah, sudahlah.
"sekolah ini benar-benar bagus, jika dilihat banyak bangunan bertingkat disini. Kaa-san memang tak salah memindahku ke SMA KUOH. Benar-benar bagus 'kan, Issei-san ?"
"..."
brengsek, dia meninggalkanku dan sialnya lagi aku tidak tahu dimana ruangan kepala sekolah. Lebih baik aku bertanya pada siswi berkacamata itu.
Author POV
"permisi nona, namaku Uzumaki Naruto. apa kau bisa menunjukan ruang kepala sekolah ?" Naruto bertanya kepada siswi itu sambil tersenyum.
Sejenak siswi itu tertegun melihat senyuman Naruto. 'Naruto ya ? tampan juga, pemuda ini' batin siswi itu dengan pipi merona. Hm, love at first sight.
Karena tak mendapat jawaban, Naruto melambaikan tangannya di depan wajah siswi itu.
"Nona ? Halooo ? Apa ada orang disini ?"
"Ma-maafkan aku, m-mari kutunjukkan."
setelah sadar dari alam pikiranya, siswi itu gelagapan karena ketahuan melamun. Sementara itu, Naruto hanya terkekeh melihat tingkah lucu gadis itu.
Sepanjang perjalanan mereka berdua hanya diam saja. Naruto berinisiatif memulai obrolan.
"Jadi, siapa namamu ?"
"Tsu-Tsubaki Shinra." kata Tsubaki agak gugup.
"kelasmu ?"
"2-B"
"kenapa wajahmu memerah ? Kalau kau sakit tidak usah mengantarku, aku bisa minta tolong pada orang lain." jelas Naruto dengan kalem.
"a-aku tidak apa-apa, bi-biar aku saja yang mengantarmu."
"bicaramu saja gagap, benar kau tidak apa-apa ?"
"iya, Na-Naruto-kun."
akhirnya, sampailah mereka di depan ruang kepala sekolah.
'TOK' 'TOK' 'TOK'
"permisi Hideyoshi-san, disini ada murid baru."
"ya, masuklah !"
"terima kasih sudah mengantarku, Tsubaki-chan."
Naruto pun melenggang masuk ke ruangan kepala sekolah tanpa tahu wajah Tsubaki yang sudah sangat merah.
"Aku harus menunggunya, aku harus tahu dimana kelasnya." gumam Tsubaki.
Setelah selesai dengan urusannya. Naruto segera keluar dari ruangan itu. Naruto dibuat agak terkejut saat Tsubaki masih berada di dekat pintu ruangan kepala sekolah. Ia mengira gadis itu sudah pergi.
"Kenapa kau tidak ke kelasmu, Tsubaki-chan ?"
'ayo buat sebuah alasan Tsubaki, ayo!' jerit batin gadis itu.
"A-aku tidak ingin ka-kau tersesat." ujar Tsubaki.
"Benarkah ?" tanya Naruto sembari menaik-turunkan alisnya.
"Su-sudahlah ! Jadi dimana kelasmu ?" tanya sang fuku-kaichou.
"Hm, 2-B."
"yaay!" saking senangnya tanpa sadar Tsubaki memeluk Naruto.
"are ? Kenapa kau memelukku. 'Itu'mu menekan dadaku."
dengan cepat Tsubaki melepaskan pelukannya. "dasar mesum !" Tsubaki pun berjalan meninggalkan Naruto dan sesekali menghentak-hentakkan kakinya dengan kesal.
"HEY, kau mau kemana ? Katanya mau mengantarku ! HEY !"
'perempuan memang sulit dimengerti' batin Naruto sambil mengikuti Tsubaki.
+DI KELAS+
'TOK' 'TOK' 'TOK'
"permisi sensei, disini ada murid baru." ujar Tsubaki
"suruh masuk, dan kembalilah ke tempat dudukmu, Shinra-san." perintah sang sensei.
"ha'i sensei."
Naruto segera masuk ke kelas dan berdiri di depan.
"Perkenalkan dirimu, Uzumaki-san."
"ha'i sensei. Watashi wa Uzumaki Naruto desu."
semua orang di kelas itu sweatdrop. 'singkat sekali' batin mereka. 'tapi tampan juga dia' batin semua siswi dan beberapa biji hombreng di kelas 2-B.
"Uzumaki-san, tempat dudukmu di sebelah Shinra-san."
Naruto berjalan menuju tempat duduk Tsubaki. Sesampainya disana Naruto malah menjahilinya.
"Hai, Tsubaki-chan~~. Bagaimana kabarmu ?" goda Naruto.
"hmph!" mendengar itu Tsubaki hanya membuang mukanya yang merona kearah lain.
SKIP TIME
Author POV
'TENG' 'TENG' 'TENG' (Bel macam apa ini. Saya pinjam kata-katanya ya, Nano Rock on-san) bel pulang sudah berbunyi.
Kita lihat apa yang dilakukan karakter favorit kita di kelasnya…
"Naruto-kun bangunlah, ini sudah waktunya pulang. Cepat bangun~" seru Tsubaki sambil menggoyang-goyangkan pelan bahu Naruto.
Yah ternyata dia tertidur.
"Tsubaki-chan jika kau menggoyangkan badanku lagi. Aku akan menciummu." mendengar ancaman romantis itu membuat Tsubaki diam seketika dengan wajah merona.
"Haha, aku hanya bercanda. Jangan marah ya." canda Naruto.
"aku akan sangat senang jika kau melakukannya, Naruto-kun." kata gadis itu lirih.
"Kau mengatakan sesuatu?"
"ti-tidak, Naruto-kun."
"yasudah, aku pulang dulu ya. Apa kau mau kuantar ?"
"Tidak usah, Naruto-kun."
Tsubaki hanya memandangi punggung Naruto yang mulai menjauhinya.
"Naruto-kun." gumamnya sambil tersenyum manis.
NARUTO POV
'kenapa perasaanku tidak enak ya. Disaat seperti ini kenapa aku kepikiran kaa-san.' aku mulai mempercepat laju jalanku. Sebentar lagi sampai. Aku segera berlari menuju rumahku itu.
'Kenapa pintunya terbuka? Perasaanku semakin buruk saja.'
aku langsung berlari ke dalam dan...
DEG!
"Ka-KAA-SAN!"
Kulihat perut kaa-san ditusuk seperti tombak yang bercahaya. Sementara orang berambut hitam yang menusuk kaa-san langsung menghilang saat kulihat ada lingkaran bercahaya di bawah kakinya.
Aku langsung berlari kearah kaa-san dan memangku kepalanya. Seketika itu aku menangis.
"K-ke-kenapa k-kau menangis, Naru-chan. Ka-kau 'kan s-sudah d-dewasa."
"bertahanlah kaa-san aku akan memanggil amb-" apa yang akan kuutarakan harus berhenti karena kaa-san menunjuk meja miliknya.
"Di l-laci it-itu kau akan ta-tahu semuanya" setelah mengatakan itu tangan kaa-san terkulai dan nafasnya berhenti. Tubuhku bergetar.
"KAAA-SAAAAAAAAAAAN !"
SKIP TIME
+COCYTUS+
AUTHOR POV
tempat terdalam dan terkelam di Underworld. Tempat kekuasaan dari sang penggiring roh HADES. Salah satu dari tiga penguasa Olympus. Kekuatannya tidak usah diragukan lagi. Menantang dia sama saja menyerahkan nyawamu. Wujud Hades adalah kerangka yang memakai jubah berpenutup kepala.
Terlihat 'sosok' berjubah berhoodie yang menutupi setengah wajahnya dan memiliki sayap naga berupa api hitam yang ber-outline ungu.
"Siapa kau ?! Berani sekali kau memasuki wilayah Cocytus tanpa izin dari Hades-sama." terlihat dibelakang sosok itu ada tiga Grim Reaper yang mengacungkan sabit.
"Wow, wow, wow. Mana sambutanya ? Kalian marah ya ? Seharusnya kalian tersanjung atas kedatanganku. Hm, tidak sopan." kata sosok itu dengan santai.
FOG OF EXTINCTION
hanya sekali kibasan tangan muncul kabut hitam mengerikan yang membentuk ratusan tombak yang mengarah kepada ketiga Grim Reaper itu.
KUROENJIN
Tapi sebelum itu, datanglah Hades dan Pluto yang sigap membuat kekkai dan melindungi diri mereka. Hades mengeluarkan sabit merah bermata tiga andalannya.
"Lawanmu itu aku, bukan mereka." kata Hades sambil mengacungkan sabitnya.
"bolehlah, bolehlah. Lagipula ini baru akan dimulai. Bolehkah aku bertanya, dimana sang 'Poison of God' ?. Hm."
"langkahi dulu mayatku baru kau akan tahu." tantang Hades.
"baiklah, baiklah." rantai hitam mulai terbentuk dari telapak tangan 'sosok' itu semakin panjang hingga dua meter. Sementara di ujung rantai itu mulai terbentuk Gunbai hitam.
akhirnya, setelah sekian lama Hades mulai menunjukan tajinya.
""SAA, HAJIME"" mulai 'sosok' itu dan Hades bersamaan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
To Be Continue
A/N: chap 2 done. Ancur dah ini chapter, sorry belum ada scene fighting. Maafkan author yang malas-malasan ini. Amalkan Terus review dan anda akan mendapatkan sebuah mob-*Plak* ^Jangan boong lu Author Geblek
Balasan Review
harasan21: *sujud-sujud* ampun kang~(komar mode; on). Tolong jangan potong saya pake Zangetsu, pake Kusanagi ya.
Arigatou review-nya
arafim123: bolehlah-bolehlah
Arigatou review-nya
.94: coba pake kacamata kalo masih gak jelas pake kaca spion. Kalo masih samar-samar kunjungi dokter THT. Arigatou review-nya
Sampai jumpa next chapter….
Leader Onyx out
