Chapter 2 : dipertemukan takdir
Warning:AU,Gaje,OOC,DON'T LIKE DON'T READ !
Genre:supernatural,romance,hurt/comfort.
Pairing:minakushi
Summary:dikisahkan sebuah cinta terlarang antara makhluk mitos penjaga gunung dan seorang putri pemilik penginapan yang terjadi begitu singkat karna sang putri baru mengetahui bahwa pasangannya adalah makhluk mitos namun hubungan terlanjur sudah terjalin dan melahirkan seorang bayi manusia setengah makhluk mitos...
DISCLAIMER:MASASHI KISHIMOTO-sensei :D
.
Setelah minato memastikan bahwa keadaan kushina akan baik baik saja di dalam sana,ia pun kembali ke tempatnya"Gua Cahaya Rembulan"dan bertemu Jiraiya yang masih menunggunya disana
"kau masih disini Jiraiya"Minato menegurnya yang sedang melamun sambil menatap sungai
"bagaimana,apa yang terjadi dengan gadis itu"Jiraiya mengabaikan kata2 Minato sebelumnya dan malah balik bertanya
"yah,dia sudah dibebaskan tanpa bantuanku,kau puas sekarang"jawabnya sambil menghela nafas
"bukannya aku melarangmu,tapi aku sebagai sahabat hanya mengingatkan yang terbaik untuk mu kawan"
"yah,terserah kau lah jika kami memang ditakdirkan bertemu,pasti kami akan bertemu lagi"ujar Minato
"yah,apapun itu asal tidak melanggar hukum begitu aku pergi dulu,jaga dirimu baik baik"seru Jiraiya sambil berjalan pergi
"harus nya aku yang berbicara begitu,kau tidak ingat sedang berbicara dengan siapa"balas Minato bermaksud mengejeknya
"ya ya ya,aku tau tuan rubah,sampai jumpa"sambil melambaikan tangannya tanpa menengok ke arah Minato
Di sisi Kushina
"cepat makan,bubur itu putri manja"ucap seorang yang tak lain adalah Tsunade si kepala gisaeng
"lebih baik aku mati saja dari pada harus menjadi wanita penghibur disini"ucap lirih Kushina,tatapannya yang kosong menatap semangkuk bubur hangat di depannya
"apa kau pikir,tempat ini hanya menyajikan badan wanita saja putri manja?"ujar Tsunade
"ap..apa maksudmu"tanya Kushina heran
"sistem kerja tempat ini ada dua putri manja,pertama dia yang merelakan tubuhnya untuk di jual kepada orang2 kaya,kedua dia yang hanya menjadi wanita penghibur seperti memainkan musik,menuangkan sake,dan menemani orang yang kau bisa memilih diantara kedua itu?"setelah Tsunade menjelaskan hal tersebut Kushina merasa lega mendengarnya
"jadi aku bisa memilih"tanya Kushina memastikan
"tentu saja,dan cepat makan bubur tidak mau geisha ku kurus kering seperti tak terurus begini,aku pergi makan,bersihkan tubuhmu dan temui aku di pondok belakang"seru nya
"ba baik Tsunade san"lalu Kushina melahap bubur itu dengan cepat,seperti tidak akan melihat bubur itu lagi kalau dia tidak makan bubur itu sekarang
Pondok belakang
Kushina melangkah gugup ke arah tsunade duduk,dia gugup ditatap gisaeng lainnya dengan tatapan iri dengan kecantikannya
"kemari Kushina,akan ku ajarkan kau semuanya tentang sistem kerja di tempat ini"ucap Tsunade
Skip malam harinya
Seorang jendral negara kerajaan jepang bernama Danzo Shimura,singgah di tempat hiburan "Penginapan GE"tempat dimana biasanya para pemerintah2 kerajaan menghabiskan waktu hanya untuk menikmati tubuh wanita yang di sebut dengan geisha.
"nyo..nyonya,jendral Danzo datang kemari"kata Shizune asisten Tsunade berkata gugup
"apa,cepat kumpulkan para geisha untuk menyambut kedatangan tuan Danzo"
"hai"lalu dia undur diri
"apa maksud kedatangan dia kesini,atau jangan jangan..."gumam Tsunade lirih
"Selamat datang tuan Danzo,aku kangen banget sama tuan"ucap manja seorang gisaeng berambut coklat panjang aka Yoshino
"hah,kau kangen denganku,atau dengan barang barang mewah yang kuberikan padamu hah"seru Danzo menyindir gisaengnya itu
"dua dua nya sih tuan,apa tuan akan tidur denganku"tanya Yoshino
"tidak,aku akan dengan gadis lain malam ini,dimana tsunade"jawab Danzo sambil menengokan kepalanya mencari sosok si kepala gisaeng
"hamba di sini tuan"ujar Tsunade sambil memberi hormat
"hah,kau memang bisa membuatku terpesona Tsunade,jika saja kau bukan kepala gisaeng aku pasti akan memesanmu"
"sayangnya itu tak kan terjadi tuan"balas Tsunade,sedikit tajam nada yang tersirat di antara ucapannya itu
"mou jangan galak seperti itu,ngomong ngomong dimana putri penghianat itu"tanyanya pada Tsunade
"maksud anda Kushina tuan"ujar Tsunade membenarkan
"ya,siapa lagi kalau bukan dia ke kamar ku,aku memesannya sekarang"jelas Danzo sambil menatap Tsunade tegas
"tap tapi tuan,dia belum saja tadi si.."
"cepat bawakan saja dia tsunade,aku tunggu di kamarku"ucapan Tsunade dipotong Danzo begitu saja
"ba baik tuan,seperti permintaan mu"lalu Tsunade beranjak ke kamar Kushina berada
Skip
Seorang wanita sudah berdiri di depan pintu kamar seorang jendral kerajaan jepang,dengan perasaan takut untuk mengetuk pintu itu
'tok tok tok'
Sret
Terbukalah pintu itu dengan si wanita yang sudah di dalam,rupanya kamar itu dibiarkan gelap sesuai permintaan si gadis
"Kushina kau kah itu"ucap Danzo memastikan
"i..iya tuan"ujar wanita itu gugup
"kau tahu,sejak pertama aku melihatmu aku merasakan apa yang namanya jatuh cinta,jadi bisa kita mulai acara nya"kata Danzo,tangannya menelusuri setiap kulit mulus wajah wanita itu
"hu'um"hanya anggukan yang diberikan wanit itu,dan itu sudah cukup membuat Danzo untuk menidurkan wanita itu diatas futon dan menanggalkan pakaian wanita itu
"akh"sakit yang menjalari bagian intim wanita itu ketika tangan2 nakal menjamahnya
"sekarang kita masuk ke babak utamanya,sayang"deru nafas Danzo begitu berat,menyiratkan nafsu yang besar
"aaaakkkkkhhhh"teriakan panjang memenuhi kamar itu ketika sesuatu menyeruak masuk kedalam dirinya melalu rongga intimnya
"kau sungguh memabukan kasih ku,boleh kah aku melihat wajahmu"ucapnya sambil,tangan kanannya meraih saklar lampu di kamar itu
"ja..jangan tuan,aku malu"jawab si wanita
"kenapa harus malu Kushina say...APA"kata kata Danzo terputus begitu lampu menyala terang dan dia melihat wanita yang ada dibawahnya bukanlah wanita idaman yang ia inginkan,melainkan pelayannya kushina yaitu Tsubaki
TBC(to be continued)
