Bugh! BUGH!
Yoochun yang murka menghantamkan tongkat hoki ke punggung Changmin yang terisak tak berdaya di kakinya.
.
.
'Yunho..Tolong Aku!'
Ini pertama kalinya Changmin memohon meminta pertolongan pada sebuah nama. Dan Changmin hanya bisa meringis kesakitan ketika tiba-tiba saja kesadarannya menipis.
.
.
"Changmin!"
...
..
.
~Special Bodyguard~
..An Alternate Universe Fanfiction..
Cast : Jung Yunho, Shim Changmin, Park Yoochun, Kim Junsu, Kwon Jiyong
Warn : YAOI, Typo's, OOC
Don't Like, Don't Read! And No Bashing!
Story 2 of 3
.
..
...
"Changmin!"
Yoochun yang melihat Changmin jatuh pingsan akibat pukulan kerasnya, akhirnya menjadi panik histeris.
Ia segera mengangkat tubuh itu ke kamar mereka.
Ya, kamar mereka...
Karena mereka telah resmi menikah 2 tahun yang lalu.
.
.
Dengan perlahan dan hati-hati Yoochun membaringkan Changmin di ranjang besarnya.
"Aku mencintaimu.." bisik Yoochun sambil mengecup dahi Changmin.
Setelahnya, Yoochun menuju ruang dokter pribadinya di rumah itu.
Ia ingin mempersiapkan ahli hipnotis dan obat-obatan yang tergolong thrombolysis agar saat Changmin terbangun nanti, Yoochun bisa melakukan rutinitas 'pengobatan' untuk Changmin.
.
..
...
*flashback*
"Aku bersahabat dengan Yoochun sejak kecil karena memang keluarga kami dekat satu sama lain. Dan tanpa kusadari, rasa sayangku padanya berubah menjadi cinta.."
Kim Junsu bercerita sambil menerawang di ruang pribadinya. Dimana dalam ruang pribadinya itu kini hanya ada ia dan sang kaki tangan andalannya, Yunho.
"Awalnya semua berjalan baik-baik saja. Hingga akhirnya sekitar 10 tahun yang lalu keluarga Park mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan.."
Yunho mengernyitkan dahinya mendengar cerita Junsu.
Dalam hati, ia berharap bahwa pikirannya salah.
Karena ia masih ingat kejadian 10 tahun yang lalu ketika sang 'cinta pertamanya' di adopsi oleh keluarga kaya yang bermarga Park.
"Sejak saat itu hubunganku dengan Yoochun merenggang.." Junsu menghela nafasnya kasar.
"Yoochun lebih memperhatikan sang adik angkat yang selalu ia sebut 'manis' itu. Bahkan keluarganya pun tak segan-segan memberikan pendidikan akselerasi pada adik angkat Yoochun yang katanya jenius itu.."
Deg!
Tiba-tiba saja hati Yunho merasa tak enak. Begitu ia mendengar kata 'manis' dan 'jenius' dari mulut Junsu, asumsi Yunho semakin mengarah pada satu orang yang dikenalnya.
"Dan sejak ayahnya meninggal dunia 2 tahun lalu, hubunganku dan Yoochun menjadi bertolak belakang.. Kami menjadi rival dalam bisnis ini karena Yoochun memutuskan hubungan bisnis keluarga kami yang selama ini terjalin baik"
"Bertolak belakang?"
Junsu mengangguk sekilas.
"Yoochun mencampakkanku dan menikahi adik angkatnya.. Dan sejak saat itu pula, Yoochun selalu membatasi adik angkatnya untuk keluar rumah. Bahkan Yoochun berubah menjadi misterius dan ambisius"
Bruk!
Junsu melemparkan setumpuk foto-foto Yoochun ke hadapan Yunho.
.
.
Deg!
Dan Yunho membeku seketika dengan matanya yang menusuk tajam melihat ke arah tumpukan foto di hadapannya.
Dimana dalam tumpukan foto-foto itu, hanya terdapat foto dua orang yang terlihat serasi bersama.
Park Yoochun, bersama dengan 'suami'nya, Shim Changmin.
.
.
"Awalnya aku sudah berusaha menjauhkan Yoochun dari ingatanku. Tapi kemudian aku menemukan sebuah fakta lain tentangnya.."
Junsu memberikan jeda pada ceritanya untuk menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan.
Ia menatap Yunho dengan lekat dan serius.
"He's a Psychopathic Criminal!"
"A-apa maksudmu?"
Kini Yunho mulai panik mendapati kenyataan bahwa 'cinta pertama'nya bersama seorang psikopat. Dan kali ini Yunho tidak bisa menyembunyikan kepanikan di wajahnya.
"Kau mengenal siapa adik angkat Yoochun, bukan?" tanya Junsu penuh selidik.
Yunho lebih memilih bungkam dengan wajah dinginnya yang mengeras.
"Hhh... Sudahlah! Tidak perlu berpura-pura tidak mengenalnya seperti itu.."
"..."
"Aku sudah menyelidiki latar belakang Shim Changmin. Dan aku tahu kalau ia berasal dari panti asuhan yang sama denganmu"
Junsu tersenyum misterius ke arah Yunho.
"Kau tahu?" Junsu berjalan menghampiri Yunho.
"Yoochun itu terobsesi oleh Changmin! Dia bisa menjadi gila jika telat sedetik saja melihat atau mendapat kabar dari Changmin. Dan Yoochun tak segan-segan untuk bertindak kasar pada 'suami'nya itu"
Deg!
Rahang Yunho mengeras dan giginya bergemeletuk menahan amarah. Bahkan ia mengepalkan tangannya sekuat mungkin.
"Aku yang menemukanmu di panti asuhan itu. Dan aku juga yang memberimu makan sebagai peliharaanku.." Junsu tersenyum penuh kemenangan mendapati ekspresi beku di wajah Yunho.
"Jadi aku harap kau bisa kuandalkan melancarkan aksi balas dendam terakhirku padanya!" desis Junsu di telinga Yunho.
"Bukankah kita akan sama-sama untung jika aku bisa mendapatkan Yoochun di genggamanku, dan kau bisa menyelamatkan Changmin-mu?"
"..."
"Berpura-puralah berpihak padanya. Dan jebak dia untuk berlutut di hadapanku" Junsu berbisik dengan penuh penegasan.
Itu artinya, Yunho tak bisa menolak misi berbahayanya kali ini.
Atau nyawa Changmin taruhannya, jika Yunho tak mau menuruti keinginan Junsu.
*flashback end*
.
..
...
...
"Sudah bangun, Chagiya?" Yoochun membelai lembut rambut Changmin.
"Akh.." Changmin meringis kesakitan saat ia berusaha bangun.
"Berbaring saja.. Karena pengobatanmu akan dilakukan di sini.."
'Tidak! Kumohon! Tolong Aku!'
Changmin menggelengkan kepalanya dengan keras begitu ia melihat dokter pribadi Yoochun memasuki kamarnya bersama seorang ahli terapi hipnotis.
Changmin bukanlah orang bodoh.
Ia tentu tahu apa yang akan terjadi padanya sebentar lagi.
Obat-obatan thrombolysis yang selama ini ia konsumsi adalah obat pencuci otak yang akan membuatnya kesakitan.
Ia tentu sadar bahwa kakak angkatnya selama ini memiliki penyakit jiwa tingkat akut. Dan hal itu semakin menjadi semenjak ayah angkatnya meninggal.
Ya, Yoochun selama ini selalu merasa kesepian sekaligus frustasi karena ibunya meninggal sejak ia masih kecil dan ayahnya yang terlalu sibuk bekerja. Oleh sebab itu, sejak ia memiliki Changmin sebagai adik angkatnya, ia tak akan pernah membiarkan siapapun mengambilnya dari sisinya.
Changmin akan selalu dicuci otaknya oleh Yoochun setiap hari. Karena Yoochun hanya mau ada satu nama dalam pikiran Changmin.
Yang Yoochun mau, Changmin hanya merasa memiliki Yoochun dalam hidupnya, menggantungkan hidupnya pada Yoochun, dan tidak mengenal siapapun kecuali Yoochun.
Dan untuk pertama kali dalam hidupnya, ketika Changmin merasakan jatuh cinta pada salah seorang muridnya, Changmin tidak ingin melupakan kejadian yang ia alami hari ini.
Changmin ingin merekamnya baik-baik dalam ingatan, bahwa ada seseorang yang ingin melindunginya.
Tes
"hiks..hiks.. Aku tidak mau hyung.." Changmin menangis terisak sambil menggelengkan kepalanya dengan lemah.
"Kau tidak boleh menolak, Chagiya.." suara husky Yoochun terdengar berbahaya di telinga Changmin.
Karena saat ini Yoochun tengah menghadangkan sebilah pisau ke wajah Changmin.
Dan Changmin hanya bisa terisak pasrah akan nasibnya.
.
.
'Yunho...'
.
.
Hanya ada satu nama yang Changmin teriakkan malam itu.
Berharap ia bisa tetap mengingat nama itu esok harinya.
Tapi nyatanya..
.
.
Takdir berkata lain.
.
..
...
...
"Selamat pagi.. Sebelum, aku memulai pelajaran, aku akan mengabsen kalian satu per satu.."
Changmin memulai kegiatan mengajarnya walau ia merasakan sakit di punggungnya, yang bahkan ia tak tahu apa penyebabnya.
Atau lebih tepatnya,
Tidak bisa mengingatnya..
.
.
"Jung Yunho" Changmin menyebutkan sebuah nama di buku absen kelas itu.
"..."
Changmin mengedarkan pandangannya ke sekeliling kelas, saat ia merasa tiba-tiba saja kelas mendadak hening.
Dan ia bisa melihat dengan jelas, bahwa murid-murid di kelas itu melirikkan mata mereka menuju satu kursi.
Kursi di pojok ruang kelas yang kini tak berpenghuni.
.
Kosong
.
Dan Changmin lebih memilih tak perduli akan kosongnya kursi di pojok kelas itu.
Ia pikir, kursi itu memang tak berpenghuni.
.
.
Dan lagi-lagi,
Changmin melupakan eksistensi Yunho di kehidupannya.
.
.
"Maaf, Kau yang duduk di deretan terbelakang baris kedua.." Changmin menginterupsi kegiatan seorang murid yang kini sedang menelepon di dalam kelas.
Sementara murid yang ditegur, ia memandang sengit ke arah Changmin tanda ia tidak suka ditegur oleh Changmin.
"Bisa kau matikan teleponnya dan ikuti pelajaranku dengan baik?"
"!"
Murid yang ditegur itu membelalakkan matanya karena terkejut akan teguran Changmin padanya.
"Maaf Kim Sajangnim, saya akan memberi kabar lebih lanjut pada Anda. Sekarang ada hal yang harus saya urus terlebih dahulu" Murid yang ditegur itu memutuskan sambungan teleponnya dan berjalan dengan angkuh ke depan kelas.
Murid itu, Jiyong atau yang bernama alias G-Dragon, menghampiri Changmin dengan tatapan matanya yang tajam dan nafas yang memburu.
Dan Changmin sungguh dilanda ketakutan yang luar biasa hingga akhirnya ia mundur beberapa langkah dan tanpa sadar menabrakkan punggungnya yang sakit ke papan tulis di belakangnya.
"Kau berani memerintahku?" desis Jiyong sambil menyeringai licik.
Tangannya sudah terkepal erat siap meninjukannya ke wajah Changmin. Dan Changmin bisa melihat hal itu dengan jelas.
Hingga tepat saat Jiyong melayangkan tangannya, Changmin menutup matanya rapat-rapat pertanda ia sangat ketakutan.
.
1 detik
.
2 detik
.
3 detik
.
.
Changmin membuka matanya takut-takut saat ia tak juga merasakan apapun di wajahnya.
Dan ia hanya bisa membolakan mata bulatnya saat kini di hadapannya berdiri sosok bertubuh tegap dan bermata musang. Dan sosok di hadapannya itu terlihat menahan tangan Jiyong di udara dengan menggenggam erat pergelangan tangan Jiyong.
Kemudian dengan kasar sosok bermata musang itu menghempaskan tangan Jiyong hingga membuatnya sedikit terhuyung ke belakang.
"Mulai sekarang... Ia dalam kuasaku!" bisik lelaki bermata musang itu penuh penegasan.
Dan Jiyong sungguh terkejut bukan main mendengar ucapan atasannya itu.
'Sejak kapan seorang 'Tiger' mau melindungi seseorang?'
.
.
"Kau... siapa?"
Changmin bertanya pada sosok yang berdiri di hadapannya.
Mereka berada di atap sekolah setelah lelaki bermata musang itu menarik tangan Changmin dan membawa Changmin keluar kelas.
Sementara Changmin menatapnya bingung, lelaki bermata musang itu hanya bisa menutupi kesedihannya dengan wajah yang dingin serta tatapan tajam.
"Aku muridmu"
Changmin mempoutkan bibirnya mendengar jawaban dari pria di hadapannya.
"Aku juga tahu kalau kau muridku! Karena kalau kau bukan muridku, tidak mungkin kau memakai seragam sekolah ini.."
"Kau tidak ingat aku?" tanya Yunho dengan lirih.
Dan Changmin hanya bisa menggeleng lemah menjawab pertanyaannya.
Grep!
Lelaki bermata musang yang tak lain adalah Yunho itu kini menarik Changmin dalam pelukannya.
"Akh.." Changmin meringis kesakitan karena Yunho tanpa sengaja menyentuh luka di punggung Changmin.
Dan Yunho yang menyadari bahwa Changmin'nya' terluka, melonggarkan pelukannya dan menjalankan jemarinya dengan lembut di punggung Changmin.
"Biar kuobati lukamu.." bisik Yunho yang entah mengapa membuat Changmin tenang sekaligus senang.
Changmin yang awalnya ingin memberontak dari pelukan Yunho, kini justru merasa nyaman dengan belaian tangan Yunho yang lembut di punggungnya.
Hingga tanpa sadar, Changmin membalas pelukan Yunho dan menyandarkan seluruh tubuhnya pada Yunho.
'Aku akan membunuhnya untukmu!'
Kilatan tajam di mata Yunho menunjukkan keseriusan kata hatinya.
.
..
...
...
Yunho berjalan melewati gerbang sekolah dengan langkahnya yang santai.
Namun tiba-tiba saja ia harus menghentikan langkahnya, begitu ia melihat mobil yang dikenalnya terparkir apik di depan gerbang sekolahnya.
Dan dari dalam mobil red ferrari itu keluar lah seorang pria yang tak berapa jauh lebih tua darinya mengenakan kaca mata hitam dan setelan jas mahalnya.
"Kau... sekolah... di sini?" tanya pria itu sambil melepas kacamata hitamnya.
Yunho hanya tersenyum miring sambil memasukkan kedua tangannya ke saku celana menghadap pria itu.
"Tsk! Kau bercanda!" pria di hadapan Yunho tersenyum meremehkan.
"..." Yunho hanya memasang wajah dinginnya seperti biasa.
"Baiklah.. Kuakui penyamaranmu boleh juga. Lagipula, kau terlihat cocok dengan seragam itu. Tidak akan ada yang menyangka kalau kau itu... Tiger" tukas pria di hadapan Yunho yang ternyata adalah Park Yoochun. Walaupun umur Yunho tak jauh berbeda di bawahnya, dalam hati, Yoochun mengakui bahwa Yunho tetap terlihat cool dengan pakaian apapun.
"Sedang apa kau di sini?"
"..."
Pertanyaan Yunho membuat Yoochun bungkam seketika. Ia tak mungkin mengatakan bahwa ia ke sekolah itu untuk menjemput 'suami'nya agar tidak pulang telat lagi.
Yoochun tidak akan pernah mau memperkenalkan Changmin pada orang lain. Karena Yoochun akan selalu menyimpan Changmin untuk dirinya sendiri.
Sementara Yunho?
Ia hanya bisa menyeringai kecil melihat kebungkaman Yoochun di hadapannya. Karena tentu saja ia tahu apa maksud kedatangan Yoochun ke sekolah itu.
"Aku ke sini untuk menjemputmu! Kau pikir untuk apa lagi?"
"..."
Yunho masih bergeming mengamati mimik kekalutan di wajah Yoochun.
"Berhentilah menyamar seperti ini! Aku tidak suka melihat kau memakai seragam itu!"
Yoochun mendahului Yunho untuk mengajaknya masuk ke dalam mobilnya. Dan Yunho tahu pasti arti dibalik ucapan Yoochun.
Yoochun pasti tak mau kalau Yunho tahu akan keberadaan 'suami'nya atau bahkan berada dalam jangkauan 'suami'nya.
Sementara Yunho pergi bersama Yoochun, tak jauh dari gerbang sekolah, ternyata Jiyong melihat interaksi antara Yunho dan Yoochun.
"Kim Sajangnim, aku punya berita besar! Aku melihat Tiger berkhianat dengan Tuan Park!"
Jiyong menghubungi bos besarnya, Kim Junsu.
"Urus saja pekerjaanmu sendiri, Dragon! Biar urusan Tiger aku yang akan mengurusnya"
Mendengar ucapan bos besarnya itu, Jiyong tersenyum penuh kemenangan.
Ternyata kecurigaannya selama ini memang benar. Bahwa Tiger telah berkhianat pada dua belah pihak.
Dan Jiyong tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini.
Selama ini, ia sudah cukup lelah harus selalu menjadi pesuruh Yunho. Oleh karena itu, Jiyong akan memanfaatkan keadaan ini dengan sebaik mungkin untuk menjatuhkan nama 'Tiger'.
Dengan cepat Jiyong mengetik pesan ke sebuah nomor yang diketahui milik Park Yoochun.
Park Sajangnim, berhati-hatilah dengan Tiger.. Karena ia bersekutu dengan Kim Junsu untuk menghancurkanmu. Bahkan, Tiger telah berani menyentuh 'suami'mu!
.
..
...
...
Setelah mendapat pesan dari Jiyong, Yoochun mengepalkan tangannya dengan erat sambil melirik Yunho yang kini duduk di sampingnya di dalam mobil.
Dan sayangnya, Yunho yang kini tengah memandang keluar jendela tidak melihat sebuah seringaian tercipta di bibir Yoochun.
Dalam pikirannya, berbagai rencana licik telah disiapkan Yoochun untuk membalas Yunho.
"Tiger.."
"..."
Yunho mengalihkan pandangannya dari jendela menuju orang yang kini duduk di sampingnya.
"Kau bisa mengatur pertemuanku dengan Junsu?"
Dan Yunho sungguh terkejut bukan main mendengar permintaan Yoochun.
"Aku hanya ingin bertemu 'berdua' dengannya.."
Yunho lagi-lagi dibuat bingung dan terkejut sekaligus. Ia tak dapat membaca isi pikiran Yoochun saat ini. Namun Yunho juga tidak bisa membiarkan 'cinta pertamanya' ditahan lebih lama lagi oleh pria disampingnya.
Maka Yunho pun tanpa pikir panjang lagi menyetujui untuk mengabulkan permintaan Yoochun tersebut.
Karena ini kesempatan Yunho untuk menjebak Yoochun dan membunuhnya.
Ya, Yunho berencana untuk mengerahkan semua pasukan anak buahnya untuk mengepung Yoochun di pertemuannya dengan Junsu.
Tapi yang tak diketahui olehnya, Yoochun pun ternyata memiliki rencana lain untuk memusnahkan Yunho dan Junsu sekaligus.
"Atur pertemuanku dengannya.. tepat pukul 12 malam di bekas gudang peluru yang ada di Achaseong-gil. Dan ingat, HANYA AKU DAN JUNSU!"
Yoochun menyeringai licik memberikan perintah palsunya pada Yunho.
.
..
...
...
"Kau yakin ini bukan jebakan?" Junsu terkejut begitu mendengar ucapan yang disampaikan Yunho.
"Entahlah" jawab Yunho acuh tak acuh.
Junsu bangkit dari meja kerjanya dan menghampiri Yunho yang kini duduk di sofa yang berada tak jauh dari meja kerja Junsu.
"Yun.."
Junsu mendudukkan dirinya di samping Yunho dan bahkan ia memanggil Yunho dengan nama aslinya. Pertanda bahwa Junsu kini tengah gelisah dan khawatir.
Setelah menghela nafas sekali, Junsu menatap wajah Yunho dengan lekat.
Tentu ia mengagumi sosok di sampingnya itu.
Berkali-kali mendapat luka di wajahnya, tak membuat ketampanan Yunho berkurang sedikitpun.
Namun bukan itu yang membuat Junsu mengagumi Yunho.
Melainkan sifat penyayang Yunho yang tak pernah luntur padanya dibalik sikap dingin dan acuhnya selama ini.
Ya, sejak Junsu 'mengambil' Yunho dari panti asuhan sekitar 5 tahun yang lalu, Yunho tak pernah sekali pun membantah perintahnya dan selalu melindunginya.
Dan sejak saat itu pula, Junsu merasa bahwa ia tak bisa apa-apa tanpa Yunho. Karena secara tidak langsung, Yunho lah yang menopang kekuatannya. Hanya bersama Yunho ia bisa melalui kehidupannya yang keras itu.
"Sekali lagi kukatakan.. biar aku yang menggantikanmu untuk bertemu dengannya besok" Yunho berbicara penuh penegasan.
"Tidak.. Tidak akan kubiarkan kau menemuinya sendiri!" Junsu benar-benar mengkhawatirkan sosok di sampingnya.
"Percaya padaku!" Yunho mengalihkan pandangannya dan menatap Junsu dengan tajam.
"Yun.." Junsu meraih tangan Yunho dan menggenggamnya dengan erat.
Entah kenapa, Junsu memiliki firasat yang tak enak hingga membuatnya enggan untuk melepas Yunho.
Padahal ia tahu, biasanya Yunho selalu bisa diandalkan meskipun ia bekerja seorang diri.
"Tenanglah.. semua akan baik-baik saja. Aku pasti bisa membunuhnya" Yunho menggenggam erat tangan Junsu yang menggenggamnya. Berusaha meyakinkan bahwa ia bisa melakukan misinya dengan baik.
Tapi tetap saja, Junsu merasakan ada sesuatu yang mengganjal di hatinya.
Maka dengan tanpa komando siapapun atau dengan berdasarkan nalurinya sendiri, Junsu memeluk Yunho dari samping. Menenggelamkan wajahnya di bahu kokoh Yunho.
Ia merasa takut. Benar-benar takut kehilangan Yunho.
.
..
...
...
"Tiger..."
Suara husky menyeruak keheningan di dalam gudang peluru yang sudah tak terpakai itu.
"Kau tidak membawa Junsu?"
Dan alangkah terkejutnya Yunho begitu ia membalikkan badannya menghadap si empunya suara, ia dihadapkan pada seseorang yang membuat darahnya berdesir dan jantungnya berpacu cepat.
Yoochun, kini berdiri dengan angkuhnya di dampingi oleh sesosok pria yang amat Yunho kenal.
"D-dia.." Yunho tak mampu menyuarakan suaranya yang tercekat.
"Kau mengenal 'suami'ku?" Yoochun meraih pinggang sosok di sampingnya dan mencium bahkan melumat bibir sang 'suami'.
Yunho yang menyaksikan pemandangan itu mengatup rapat rahangnya dan mengepalkan tangannya kuat-kuat.
"Sapa dia, Chagiya.." bisik Yoochun seduktif di telinga sosok disampingnya yang tak lain adalah Shim Changmin, sang 'cinta pertama' Yunho.
"Nggghhhh.." tanpa sadar Changmin mendesah saat kini Yoochun menjilat telinga Changmin dengan sensual.
"A-an..nyeong..ha-seyo.." sapa Changmin terputus-putus dengan wajah yang memerah.
"Kau tidak mengenalnya, Chagi?" tanya Yoochun sedikit meninggikan suaranya agar terdengar Yunho.
Changmin hanya bisa menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Yoochun sambil menatap Yunho dengan tatapan kebingungan.
Dan Yunho berusaha keras untuk tak menitikan air matanya saat itu juga.
Karena di dalam lubuk hatinya yang terdalam, Yunho selalu menyimpan nama Changmin dengan sebaik mungkin. Dan ia merasakan sesak yang amat menghimpitnya saat Changmin tak memperdulikannya berkali-kali.
"Baiklah, Chagi.. Lakukan tugasmu sekarang.." bisik Yoochun di telinga Changmin dengan amat lirih.
Tap
Tap
Tap
Changmin berjalan mendekati Yunho yang menatapnya sendu. Dan begitu Changmin berdiri tepat di hadapan Yunho..
Waktu serasa berhenti berputar.
.
.
Changmin tiba-tiba saja memeluk Yunho dengan erat. Hingga membuat Yunho membeku tak berdaya.
.
.
Dan ketika Yunho mengangkat tangannya untuk membalas pelukan Changmin..
JLEBB!
.
.
.
"Akkhh!"
.
.
.
Yunho jatuh berlutut sambil mengerang kesakitan.
.
.
.
Tes
Sebuah air mata kini berhasil menyeruak dari mata musang yang selama ini terlihat tajam.
"Changmin.." bisik Yunho dengan lirih sambil mendongakkan kepalanya menatap wajah sang 'pujaan hati'.
Tes
Dan Yunho kini tak bisa membendung lagi air matanya saat kini ia melihat dengan jelas punggung sang 'pujaan hati' yang berjalan menjauh darinya.
Tes Tes Tes
Air mata itu terus mengalir di pipi tirus Yunho.
.
.
.
Yunho jatuh tersungkur dengan sebuah belati menancap di dada kirinya.
.
.
"YUNHOOOO!"
.
..
...
TBC/END?
...
..
.
.
.
.
Arrgghh... aku kesel pas baca hasil publish chap 1 kemarin. Banyak kata yang miss/ilang TΛT
Docx-nya nggak terconvert sempurna. Jadi reader-san harap maklum aja yaa. Soalnya author yg satu ini paling males edit edit lagi setelah publish ^.^
Nah, di chap ini udah kejawab kan beberapa pertanyaan. Dan kalo kalian teliti, kalian pasti paham maksud Changmin akselerasi pendidikan dan Yunho Cuma nyamar jadi anak SMA. Itu artinya, Yunho sama Changmin itu seumuran ;)
Oh ya, terima kasih untuk yang review di chap 1 kemarin:
ajib4ff, CSM, vely, mun, sayakanoicinoe, Hominnie, shin min hyo, Loomi3, Guest, gdtop, kame chan, niyalaw, nvr, homin lover, missjelek, junox, Andin, yunlicha, Nashya, mapledays, Chayunnie, changmomoMINE, anybody, GaemGyu92, banzaianime80. #sebar kolor hominyoosu# (GD: kolor gw nggak thor? ǁ author: iya iya. Nih gw sebar kolor corak warna warni lo!)
Last, masih ada yang mau lanjutkah?
