Konbawa minna-san!
Lagi – lagi, saya mempublish fanfic malam – malam -_- #udah kebiasaan#
Oke deh, this chapter 2 happy reading^^
"Hei! A-apa maksud u-uc-capan m-mu tadi?" tanya Sakura gelagapan, entah kenapa dia takut mendengar ucapan laki – laki yang sudah menolongnya dari serigala sialan itu.
"Kau, manusia?" tanya laki – laki itu lagi
"Tentu saja aku manusia! Kau pikir aku siapa? Monster? Atau Serigala si hewan menyebalkan itu?" tanya Sakura kesal,seumur hidupnya tak ada yang pernah menanyakan hal bodoh itu kepadanya, kecuali laki – laki yang tengah menggendongnya kini.
"Pantas." Cibir laki – laki itu yang membuat Sakura heran, pantas? Pantas apa?
"Apa maksudmu?" tanya Sakura bingung
"Bau darahmu, dapat tercium dengan sangat jelas oleh ku .." jawab laki – laki itu sambil terus menatap ke depan, tanpa memperdulikan wajah Sakura yang sudah berubah 180 derajat dari sebelumnya, wajahnya memerah, menahan amarah yang meluap – luap.
'JDUAKK'
"Auchh, apa yang kau lakukan baka!" bentak laki – laki itu setelah mendapat sebuah pukulan keras di kepalanya
"Kenapa dari tadi kau terus membicarakan hal – hal yang tak jelas dan tak masuk akal? Kau mempertanyakan apakah aku manusia, tentu saja aku manusia baka! Dan tadi, kau bilang dapat mencium bau darahku, hei kaki ku yang luka dan berada cukup jauh dari indra penciuman mu, mana mungkin manusia bisa mencium bau darah yang cukup jauh dari indra penciumannya!" omel Sakura kesal, sedangkan laki – laki itu hanya menatap Sakura sebentar, dan kembali berjalan
Sakura mulai kesal sekarang, ia berbicara panjang lebar dan hanya di respon dengan cara seperti itu? Hanya melihatnya saja? Tak berbicara apapun? Oh Tuhaann!
"Turunkan aku!" perintah Sakura
".." Laki – laki itu tak merespon dan terus meneruskan langkahnya
"Turunkan aku!" kali ini, Sakura berbicara dengan nada yang agak tinggi dari sebelumnya.
".." Laki – laki itu masih tak bergeming, 'ck, dasar menyebalkan!' batin Sakura dalam hati
"TURUNKAN AKU MANUSIA BISU!" teriak Sakura sekuat-kuatnya dan mendorong bahu laki – laki yang telah menolongnya menjauh, hingga akhirnya Sakura terjatuh dari pangkuan laki – laki itu.
'BRUKK'
Sakura terdiam, terlalu sakit rasanya jatuh itu (?) jadi, dia tak bisa berkata apapun atau berteriak kesakitan karna jatuhnya (?) itu terlalu sakit, Sakura hanya memejamkan matanya dan merasakan rasa ngilu di bagian bokongnya *poorSakura*
"Aku bukan manusia,bodoh." Celetuk laki – laki yang sudah menolongnya, mau tak mau, Sakura pun membuka matanya dan memperhatikan laki – laki yang tenga berdiri sambil memasukan kedua tangannya kedalam saku celana panjangnya yang berwarna hitam, Sakura baru sadar kalau laki – laki itu memakai jubah berwarna hitam dengan garis – garis berwarna merah, rambutnya yang mencuat kebelakang seperti 'pantat ayam'
"Terserahmu lah, aku tak peduli kau siapa." Jawab Sakura cuek, kemudian Sakura berusaha bangkit dari posisinya, memegang batang pohon yang ada di sampingnya sebagai pangkuan dan berusaha berdiri, dengan perlahan – lahan.
10 menit kemudian ..
Sakura berhasil berdiri dengan hasil jerih payahnya sendiri, ia juga agak (sangat) kesal (marah) kepada laki – laki berambut pantat ayam yang tadi menolongnya, dia (laki – laki itu) tak membantu Sakura untuk bangkit sama sekali, atau paling tidak, jika tak membantu Sakura untuk berdiri, laki – laki itu menunggu Sakura dan tak meninggalkannya disini!
"Laki – laki brengsek." Umpat Sakura pelan, untuk ukuran (?) telinga manusia normal, suara umpatan dari Sakura tak akan terdengar, tapi entah kenapa ..
"Aku mendengar ucapan itu bodoh!" ucap laki – laki itu dingin
Sakura tertegun dan berusaha berjalan, kakinya masih sakit, karna akar pohon besar tadi.
"Cepat jalan! Kalau kau lama, dan tak mengetahui jejak ku, kau bisa tersesat!" ucap laki – laki itu lagi.
Sakura mendecih dan kembali berjalan, sebisa mungkin dia berjalan dengan cepat agar bisa menyusul laki – laki brengsek yang ada di hadapanya, tapi apadaya, kakinya terasa begitu ngilu untuk di gerakan
"Kakiku sakit bodoh!" akhirnya Sakura membuka suara, memberikan alasan kenapa ia lama berjalan
"Siapa suruh tadi ku gendong malah minta turun dan mendorong ku?" tanya laki – laki itu masih terus berjalan
"Diam kau." Jawab Sakura singkat dan berhasil membuat laki – laki itu menutup mulutnya
Lama berjalan, membuat laki – laki itu kesal menunggu Sakura yang 'lelet', hingga akhirnya, Sakura kembali di gendong oleh laki – laki itu, kali ini bukan di menggendong ala 'bridal style', tapi menggendong di atas punggungnya, membuat Sakura terlelap di atas punggung laki – laki itu yang hangat.
"Merepotkan." Cibir laki – laki yang bernama Sasuke itu.
Sakura melenguh saat merasakan cahaya matahari mengenai wajahnya, lalu menghadapkan badanya ke arah lain dan masih saja, cahaya itu mengenai wajahnya.
Peralahan tapi pasti, Sakura membuka matanya, setelah kesadarannya sepenuhnya sudah kembali, dia terkejut mendapati dirinya yang berada di kamarnya sendiri.
"Loh? Ini kamarku? Kamarku?" tanya Sakura heran
Sakura melihat jam dinding yang ada di dinding kamarnya,'jam setengah satu? Padahal tadi, di hutan sudah malam.' Batin Sakura
Lama ia terdiam mengamati ke seluruh arah, mengamati kamarnya dengan cepat, takutnya ini hanya tipuan serigala coklat sialan itu (?)
"Kya! Ini benar kamarku!" Sakura berteriak kesenangan ia sungguh tak percaya bahwa dia ada dikamarnya sendiri, tapi bunyi deringan drai ponsel milik Sakura berhasil membuat mulut Sakura diam, Sakura mengalihkan pandangan kearah meja kecil di samping kasurnya
"Kaa-san?" tanya Sakura setelah mengetahui siapa yang menelponnya, tanpa pikir panjang, langsung saja ia menekan tombol hijau.
"Sakura?" terdengar suara Kaa-sannya memanggil namanya
"Ya Kaa-san, ada apa?" tanya Sakura
"Kau baik – baik saja?" tanya ibunya
"Aku baik – baik saja Kaa-san, ada apa?" Sakura mulai heran
"Tidak ada, Kaa-san hanya khawatir kepadamu karna dari tadi kaa-san telpon tak di angkat – angkat." Jawab ibunya
"Ohh, gomen ne kaa-san, tadi aku masih tidur." Jawab Sakura jujur
"Hm, ya sudahlah, tak apa – apa, kau sudah menelpon Ino, Hinata dan Tenten?" tanya ibunya 'lagi'
"Untuk?" lagi – lagi, Sakura heran
"Bukannya kau tak mau di rumah sendiri?" tanya ibunya
"Oh ya, nanti mereka akan ku telpon!'
"Tak perlu." Jawab ibunya
"Loh, kenapa Kaa-san?" Sakura heran 'lagi'
"Kaa-san sudah menelpon orang tua mereka dan orang tua mereka mengizinkan mereka bertiga menginap sampai Kaa-san, Tou-san dan Nii-san pulang .." jelas ibunya panjang lebar
"Benarkah?"
"Ya, tunggu saja sebentar lagi, mereka pasti sampai di rumah."
"Arugatou kaa-san .."
"Ya, sudah dulu ya, jaga dirimu baik – baik."
"Ha'i!"
Sakura tersenyum begitu mendengar pintu bel rumahnya berbunyi, dengan cepat ia melepaskan selimut yang sedari tadi melekat di tubuhnya, namun ..
"auch .." Sakura merintih kesakitaan saat hendak berjalan, matanya beralih pada kakinya yang tiba – tiba kram dan ngilu, Sakura terkejut melihat kakinya yang membengkak, tapi mau bagaimana lagi? Ino, Hinata dan Tenten sudah ada dibawah, menunggu Sakura, mau tak mau, Sakura terpaksa berjalan menuruni tangga rumahnya yang banyak sambil merintih kesakitan.
'CEKLEK'
"Lama sekali kau membukanya Sakura .." terdengar suara khas Ino saat sedang 'bete'
"Hehe, kakiku sulit untuk di gerakan .."
Mendengar ucapan Sakura, ketiga temannya –Ino,Hinata dan Tenten- serempak melihat ke bawah –kaki Sakura- dan terkejut mendapati kaki Sakura yang besar (?)
"S-sa-kura-chan, ka-kaki mu k-ken-napa?" tanya Hinata kaget
"Terjatuh akibat tersandung akar pohon besar." Jawab Sakura enteng sambil membuka pintu rumahnya lebar – lebar, menyuruh ketiga sobatnya itu masuk
"Di mana?" tanya Tenten
"Hutan." Jawab Sakura enteng, sambil terus berjalan dengan perlahan di ikuti ketiga temannya yang membawa tas besar yang berisi pakaian dan keperluan lainya saat mereka bertiga menginap disini.
"Hutan?"tanya mereka bertiga serempak, Sakura menangguk.
"Sejak kapan di sekitar rumah mu ada hutan?" tanya Tenten lagi, yang mendapat anggukan dari Hinata dan Ino
"I-iya Sakura-chan, d-di se-seki-tar si-ni ka-kan ti-tida-k a-ada h-hu-tan" sambung Hinata
"Kau bermimpi ya Sakura?" tanya Ino
"Hm, iya mungkin .." jawab Sakura ala kadarnya
"Tapi kalau aku bermimpi, kenapa lukanya benar – benar nyata dan sakit?" tanya Sakura yang berhasil membuat ketiga sahabatnya menyetujui ucapan Sakura
"Sudahlah, itu tak penting! Sekarang sini ku obati kakimu!" ucap Ino sambil mengeluarkan obat dari tasnya, lalu mengoleskan obat itu kekaki Sakura dan memijat – mijat kaki Sakura pelan
"Sakura, aku lapar .." celetuk Tenten yang membuat semuanya memberikan tatapan aneh kepada Tenten
"Kenapa?" tanya Tenten
"Ta-tahan la-lapar n-nya Ten-ten, t-tun-tunggu I-ino s-sel-selesa-i me-mi-jat Sa-kura" ucap Hinata yang di balas dengan dengusan panjang dari Tenten
Setelah selesai makan dan membereskan pakaian Ino,Hinata dan Tenten, mereka berempat, termasuk Sakura masuk kedalam kamar Sakura kemudian duduk dengan posisi melingkar di atas kasur
"Ceritakanlah Sakura, kenapa kakimu bisa seperti itu!" desak Ino
"I-ya Sakura-chan, kami tak a-akan memberitahu kedua orang tuamu dan ka-kak mu k-ko-k" timpal Hinata
"Ayolah Sakura .." bujuk Tenten
"Eum .." Sakura ber-eum ria, membuat ketiga sahabatnya kesal.
"Baiklah, sebenarnya tadi, aku seperti masuk kedalam sebuah buku!" jawab Sakura
"Nani?" mereka bertiga terkejut
"Aku menemukan sebuah buku di tempat koleksi – koleksi bukuku, aku membacanya, halaman pertama bertuliskan, jangan membaca buku itu kalau aku sedang sendiri, dan halaman kedua, tak ada apapun, hanya kertas kosong .." Jelas Sakura
"Dimana bukunya?" tanya mereka bertiga serempak
"Entah lah, aku tak tau, di kolong kasur ini mungkin." Celetuk Sakura
Serempak, mereka bertiga membungkuk, melihat ke kolong ranjang kasur Sakura, Hinata dan Ino di sisi kanan sedangkan Tenten di sisi kiri, dan Sakura hanya bisa terdiam melihat tingkah aneh sahabatnya.
"Ahk, ini ya bukunya?" tanya Tenten sambil menggenggam sebuah buku kecil namun tebal bersampulkan kertas berwarna coklat.
Serempak, mereka bertiga, Ino,Hinata dan Sakura melihat kearah Tenten.
"Ah iya! Buku itu!" Sakura berteriak histeris.
"Sini kubuka!" Ino merembut buku coklat itu dari tangan Tenten, namun Hinata mengambilnya duluan.
"A-da ba-iknya kita mendengarkan cerita Sakura dulu i-no" ucap Hinata
Sakura mulai menceritakan semua hal yang dia alami,.
"Mungkin itu hanya mimpi Sakura." Ino membuka mulut
"Tidak mungkin, kalau itu mimpi kenapa rasanya begitu nyata?" protes Sakura
"Iya, lagi pula kalau itu mimpi kenapa kaki Sakura benar – benar bengkak?" sambung Tenten
"S-Sakura! Aku menemukan gaun yang kau bilang tadi." Hinata menggenggam gaun berwarna pink panjang dan menyerahkannya kepada Sakura
"Benar. Ini gaun yang kugunakan saat itu!" ucap Sakura
"Lihat, kotor sekali baju ini!" celetuk Ino
"Karna Sakura berlari – lari dan terjatuh saat mengenakan gaun ini." jawab Tenten, saat Sakura akan membuka mulut, tiba-tiba saja buku coklat yang di taruh di tengah itu bergerak sendiri, terbuka dan mengeluarkan asap berwarna hitam, kemudian mengeluarkan cahaya berwarna putih
"Ini persis seperti yang tadi pagi aku alami! Buku itu mengeluarkan asap lalu asap itu hilang, digantikan oleh cahaya yang sangat terang!" ucap Sakura
Mereka berempat mundur kebelakang, merapat kedinding sambil ketakutan.
"B-buku i-itu .." ucap Hinata ketakutan
"Akan menyedot kita .." sambung Sakura yang membuat ketiga sahabatnya kaget.
"Apa maksudmu Sakura?" tanya Tenten
"Tersedot? Yang benar saja!" sambung Ino
"Lihat saja buku itu!" perintah Sakura, yang masih terus memperhatikan buku coklat itu, mereka bertiga akhirnya memberanikan diri untuk melihat buku itu dan ..
"KYAAAA"
TBC
Chapter 2 udah dipublish, gimana seru? Udah agak panjang?
Terima kasih untuk yang sudah membaca, me-review, memfollow cerita ini dan menjadikan cerita ini favorit ^_^ sekali lagi saya ucapaka terima kasih ^_^
Dan untuk yang review but gak log in, ini balasanya :
Guest : Ne, saya juga tau kalau summary dan chapternya udah pasaran, tapi saya akan membuatnya sedikit lebih unik dan berbeda :D, arigatou for reviewnya^^
dee-chaan : Ini udah dilanjutin, dan dipanjangin^^, arigatou buat reviewnya^^
Scarlet24 : Makasih udah nunggu Fanfic ini :D chapter 2 udah di publish^^
Review Please ^_^
Don't be a 'Siders' ^0^
