Bloody Love
By Eucallysca Putly
Disclaimer Masashi Kishimoto
(Naruto milik Masashi Kisimoto, tapi 'Namikaze Naruto' hanya milik Sasuke. Kyaaaa! Dan Itachi hanya milik Putly #dijitaked(?))
RateT+
Genre Romance, Fantasy
Main Pair Sasuke x Naruto
Warning! OOC, typo, abal, silsilah keluarga disini aneh! Jadi kalo ada yang mau protes jangan salahkan Putly, salahkan Ficnya aja hohoho~ Putly sebagai author yang ababil lalala~ dll(?)
Ahahaha gomen! Ternyata chapter kemarin ada bahasa korea nyempil. Padahal Putly kira udah ganti semua percakapan pake bahasa Korea diganti jadi bahasa indonesia dan sedikit bahasa jepang (Putly gak begitu pinter bahasa jepang, walaupun udah les bahasa jepang -_-)
Dan kemarin Putly juga salah harusnya 'konbanwa' jadi 'ohayo'. Hahaha Putly kira pagi sih~ udah lupa ama Fic sendiri *PLAKK*. Emm gini aja kata sensai-nya Putly 'ohayo' bisa dibuat malem juga artinya halo, jadi itu anggap aja artinya 'halo' hahahaha #Tamparred(?)
Semoga chap kali ini kalian suka!
Balasan Review~
Icha Clalu Bhgia
Salam kenal juga Icha-san. Hahaha gomen ne kalo ada yang kelewatan, Putly gak koreksi lagi sih. Putlynya males nih hehehe. Makasih udah ninggalin jejak ^^
YumeYume CrystalFlee
Kyaaa! Dibilang unik coba! Terharu Putly. Ini udah dilanjut, cepet enggak?
Makasih ne reviewnya. Ini udah updet cepet kan?
.5
Putly juga suka kalo ada cerita Sasunaru. 'Sesuatu' banget deh hohoho
Gomen kalo chap kemarin masih ada beberapa yang kelewat. Putly enggak koreksi lagi sih masalahnya, langsung share aja hehe
RaraRyanFujoshiSN
Iya bener! Yang digigit Neji itu Gaara. Disini Kyuubi gak jadi saudaranya Naru, Cuma aja marga ibunya Naru sama Kyuubi sama. Trus Sasuke udah kenal sama Naru apa belom bakal ada di chap-chap depan. Masalahnya di fic ini banyak misterynya. Bakal kebongkar waktu chap 10(masih lama)
Ruu
Pernah baca di SJFF ya? Disana mah udah sampai chap 9 kalo gak salah. Tapi kalo di Fb nya Putly udah chap 10 kalo enggak 11. Gegara semi hiatus lama Putly jadi gak tau caranya ngirim ke SJFF lagi. Udah beda kan?
kagurra amaya
ahahaha Putly lupa kalo itu malam, gomen ne, anggep aja ohayo itu artinya halo *PLAKK*
iya! Putly baru sadar kalo ada beberapa bahasa korea nyempil di fic itu. Gomen, gomen
Uzumaki Prince Dobe-Nii
Boleh, boleh panggil aja Putly-cahan, Kina-chan! Salam kenal juga.
Disini Sasuke bisa dong nyium Naru namanya juga Fic Sasunaru apasih yang enggak*PLAKK*. Ini semua salah Sasuke yang nyogok Putlu biar buat banyak adegan kissing sama Naru. Putly diancam kalo enggak buat adegan itu Putly gak dibolehin nikah(?) sama Itachi hueee~
Mel
Iya, gomen ne. Putly kelewat yang sebelah situ hahaha. Putly usahain biar gak ada kesalahan lagi^^
Anonymus-Chan
Ahahaha~ gomen, yang disitu kelewat. Kayaknya minusnya Putly nambah deh hohoho
Eumm. Kalo mau baca silahkan mampir di Fbnya Putly, namanya sama kok tenang aja*iklan*
.
.
.
Previous part
"Apa yang ingin ka..."
#CUP!
Belum sempat Naruto menyelesaikan perkataannya Sasuke telah lebih dulu menyumpal bibir Naruto dengan bibirnya. Tak lama, tanpa adanya lumatan-luamatan hanya menempelkan bibirnya ke bibir Naruto saja akhirnya Sasuke melepas tautan bibirnya.
"Sudah lama aku ingin bertemu denganmu" ucapnya dan segera berjalan meninggalkan Naruto yang masih terdiam.
Perlahan Naruto menyentuh bibirnya yang masih bergetar akibat ciumannya dengan Sasuke
APA YANG TERJADI SEBENARNYA! Batinnya dan segera berlari.
.
Bloody Love chapter 2
Naruto POV_
Ini tak mungkin! Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa ia menciumku? Memangnya siapa dia, seenaknya saja mencium kaum bangsawan vampire sepertiku, apa ia tak tahu siapa aku?
Tapi baru sebentar aku menyadari perkataanku, dia memang tak tahu, tepatnya tak boleh tahu. Jika ia tahu siapa identitasku, terpaksa aku harus membunuhnya.
Kini, ku percepat langkahku menuju kelas. Ku lihat kini pelajaran akan segera dimulai. Tak ingin terlambat aku pun berlari. Sampai di kelas, ku lihat kini semua mata memandangku. Aku hanya bisa menghela nafas pelan, setelah ini aku tahu mereka akan kembali mengoceh tentang para anggota osis.
"Bukankah mereka tampan dan cantik!" ku tolehkan kepalaku menghadap Sakura yang tengah menatapku dengan mata berbinar-binar. Menggelikan. Mereka mungkin memang tampan tapi otak mereka tak beres!
"Mereka gila." gumanku seraya berjalan meninggalkan Sakura yang hingga kini masih mengoceh membuat telingaku sakit.
Namun, tak lama ku hentikan langkahkau ketika pandanganku bertemu dengan Sasuke. Pemuda yang dengan seenaknya menciumku. Ia memandangku tajam lalu membuang mukanya tak ingin melihatku. Ck! Apa-apaan ini, bukankah tadi ia menciumku dan sekarang ia pura-pura tak melihatku? Pantat ayam sialan!
Aku mendengus dan segera berjalan kembali menuju bangkuku, masih dengan hati jengkel karena pemuda pantat ayam sialan itu juga para manusia yang hingga kini mengoceh tentang ke'sempurnaan' para anggota osis. Sudahlah! Aku sedang sebal, tak adakah bahan pembicaraan lain selain para vampire gila itu? Menyebalkan!
=====(Skip Time)======
Angin malam kini membelai rambutku lembut. Udara disini benar-benar sejuk. Ku lihat sekilas jam yang terpasang di sudut kamar. Jam 2 pagi, Rock Lee telah tidur namun aku masih bertahan tanpa rasa kantuk yang menyelimuti ku. Saat ini aku berada di balkon kamarku yang memang lantai 3. Itu lah mengapa udara di sini sangat sejuk, serta dapat melihat pemandangan indah kerlipan bintang.
"Hai" aku tersentak dan segera berbalik. Ku lihat kini Kyuubi senpai telah berada di belakangku. Bagaimana ia bisa kemari? Bukankah asrama kami berbeda.
"Apa yang kau lakukan? Bukankah asrama kita berbeda dan tak boleh keluar saat jam malam?" tanya ku penuh selidik. Namun ia hanya tersenyum.
"Hahaha, jam malam hanya berlaku untuk asrama murid biasa seperti kalian. Apa kau ingin ke asrama 'kami'?" tanyanya. aku menatapnya tajam. Ke asrama para vampire gila itu? Aku menolak!
"Aku tak ingin bertemu mereka" ucapku dingin dan berjalan menuju ujung balkon, menghirup nafas dalam.
"Untuk secangkir darah?" tanyanya. Sejenak aku terdiam, memikirkan perkataannya. Dan akhirnya pun aku mengangguk juga.
"Boleh" Kyuubi senpai menggenggam jemariku lembut dan kami pun melompat bersama, berjalan menuju asramanya. Asrama para vampire. Awalnya memang kepala sekolah ingin memasukkanku ke asrama yang sama dengan Kyuubi senpai, namun aku menolaknya. Aku ingin lebih dekat dengan para manusia, bukan aku, tapi Tou-sama lah yang menyuruhku. Jujur, aku tak mengerti dengan jalan pikiran Tou-sama.
Saat ini kami telah masuk ke dalam kawasan asrama senpai yang kini tengah menggenggam tanganku lembut. Asrama megah yang berbeda jauh dengan asrama yang kini kutempati. Dan tentu saja ruangan-ruangan di dalamnya pun sangat berbeda. Saat kulihat ini bukanlah seperti asrama pada umumnya namun seperti mansion para bangsawan. Ck! Menyebalkan.
Ku lihat para penghuni asrama tengah menatapku tajam. Hey! Apa salahku! Bukankah aku pun adalah salah satu dari mereka bahkan derajat mereka banyak yang di bawahku. Aku hanya bisa menghela nafas. Tak mengerti dengan tingkah laku mereka.
"Ku rasa aku tak akan betah berlama-lama disini" lirihku, Kyuubi senpai terkekeh pelan.
"Sudahlah, mereka memang seperti itu, mungkin mereka tak tahu siapa kau. Bukankah selama ini keluargamu berada di London?" aku hanya terdiam mendengar perkataan pemuda tampan dengan rambut orange kejinggaan, tapi, mengapa ia bisa tahu jika aku selama ini di London?
"Ah~ manisnya!" kini, kualihkan pandanganku dari Kyuubi senpai menuju seorang pemuda tampan dengan rambut jabrik, ah tidak pemuda itu lebih tepat disebut manis daripada tampan. Pemuda itu kini berjalan ke arahku dan-
GREPP!
YAK! Apa yang ia lakukan, mengapa ia seenaknya memelukku. "Inuzuka Kiba desu" ucapnya setelah melepaskan pelukannya dari tubuhku.
"Namikaze Naruto desu" ucapku akhirnya dengan senyum yang ku paksakan. Arrggh! Aku tak tahan lagi!
"jja, kita ke kamar" Kyuubi senpai menarik tanganku dan membawaku menaiki tangga.
"Hei, bukankah ini melanggar peraturan? Tak seharusnya kau mengajakku ke kamarmu. Murid asramaku tak boleh memasuki asrama mu senpai apalagi kamar." ucapku . Ia hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya tadi.
"Disini, peraturan seperti itu tak berguna lagi" ucapnya sambil terkekeh kecil. Seharusnya aku sudah tahu itu. Dasar vampir-vampir aneh. Ku rasa hanya aku yang normal disini.
"Kau ingin berbicara apa?" tanyaku. pandanganku masih terfokus pada gelas dengan cairan bening yang ada di depanku. Kyuubi hanya terdiam seraya mengeluarkan sebuah kotak kecil berwarna hitam dengan ukiran perak di sekitarnya. Ia mengeluarkan beberapa tablet dari kotak itu dan memasukkannya dalam minuman kami. Membuat minuman yang semula bewarna bening itu kini berubah menjadi merah darah.
"Tak ada, aku hanya ingin bersamamu saja" ucapnya. Aku bingung, benar-benar bingung. "Ku rasa besok akan ada hal yang terjadi" ucapannya benar-benar tak bisa ku mengerti. Apa sih yang sebenarnya ia ucapkan mengapa jadi tak jelas begini.
"Apa maksudmu?"
"Tunggulah besok pagi"
===EucallyscaPutly===
Dan ternyata yang dikatakan oleh Kyuubi memang benar! Kini, di asrama terjadi kehebohan besar dengan pengumunan yang menyatakan pengangkatan Naruto sebagai anggota osis. Naruto yang mendengarnya hanya bisa menjerit sebal dalam hatinya.
Sungguh, ia tak ingin bertemu dengan para anggota osis yang menyebalkan itu, tak ada artinya. Dan yang membuatnya lebih sebal, posisi yang menurutnya sangat di paksakan, sekretaris 3? Memangnya ada sekretaris sebanyak itu -_-
Wajahnya memerah karena sebal sekaligus karena sinar terik matahari yang menerpanya. Kini ia keluar dari asramanya tujuannya tak lain adalah asrama para vampir. Rasanya ia ingin memukul sesuatu untuk menyalurkan kemarahannya. Hari memang masih siang, jika tak ada kejadian ini mungkin dia lebih memilih untuk tidur di asrama daripada harus berjalan dibawah terik matahari yang membuat kulit putihnya terasa perih.
BRAKKK!
Pemuda pirang manis itu membanting pintu asrama dengan keras membuat beberapa penghuni yang masih terjaga tersentak kaget dan memandang Naruto heran.
"Ada apa Naruto?" tanya Shikamaru yang entah mengapa masih terjaga, ia masih sibuk dengan buku yang ia baca.
"Apa maksudmu mengangkatku sebagai anggota osis? Bukankah aku sudah pernah bilang aku menolak itu. Dan sekretaris 3? Apa posisi sekretaris sebanyak itu?" ucap Naruto dingin. Kemarahannya kini telah sampai ke ubun-ubun rasanya ingin meledak! Jika saja statusnya sebagai bangsawan tak pernah ada, dia tak mau menjaga sikap dengan para vampir gila itu.
"Bukankah aku sudah bilang, kami kekurangan orang" ucap Shikamaru dengan nada malasnya. Terlihat jelas jika pemuda itu kini menahan kantuk.
"Ku rasa kata 'kekurangan' itu tak pantas untuk diucapkan, memangnya apa yang mereka kerjakan hingga kalian masih membutuhkan seorang sekretaris?" ucap Naruto dingin.
"Hahaha, seharusnya kau tahu apa yang mereka kerjakan, mereka hanya bermalas-malasan -_-" Naruto menoleh dan mendapati Kyuubi yang kini tengah menuruni tangga. Ia masih terdiam kemudian akhirnya ia berbalik. Memutuskan untuk kembali ke asramanya. Berada di sini tak baik untuk kesehatan jiwanya!
"Ku rasa aku harus kembali jika kalian tak ingin membuatku gila" ucapnya dingin dan segera berlari kembali ke asramanya. Para penghuni asrama itu pun hanya memandangnya dengan senyum yang merekah di bibir mereka.
===EucallyscaPutly===
Masih dengan raut kesal yang kini terpancar dari wajah sempurnanya, Naruto berlari, tangannya kini menutupi wajahnya yang terkena sinar matahari. Sejujurnya ia sendiri heran, mengapa para manusia bisa berlama-lama di bawah sinar matahari tanpa merasakan sakit. Sedangkan vampir jika terkena sinar matahari kulit mereka akan memerah dan terasa sangat perih.
Pemuda pirang itu masih terus berlari, ia tak menyadari jika kini ada seseorang yang tengah memperhatikannya dari jauh, tepatnya seorang pemuda raven yang kini tersenyum melihat Naruto. Sekilas pemuda itu menyentuh bibirnya "Namikaze Naruto, kau benar-benar manis seperti yang ku dengar" gumannya lirih seraya berjalan meninggalkan tempat itu dan masuk ke dalam asrama. Pemuda raven itu tak lain adalah Sasuke!
===EucallyscaPutly===
Naruto berbalik, rasanya seperti ada seseorang yang mengikutinya. Ia sendiri tak tahu jelas, bahkan ia tak bisa merasakan hawa kehadiran seseorang itu, tapi ia yakin bahwa ada orang yang kini memperhatikannya.
Sejenak ia terdiam kemudian kembali berjalan. Namun perasaan itu kembali muncul dan ia pun kembali berbalik. Matanya membulat sempurna tatkala kini ia dapat melihat dengan jelas sosok pemuda yang kini berada tepat di belakangnya. Pemuda itu tersenyum ramah, membuat Naruto ternganga tak percaya. Pemuda yang biasanya berekspresi datar itu ternyata bisa tersenyum ramah!
BRAKK!
Naruto mendorong Sasuke membuat tubuh pemuda raven itu kini terhempas mengenai dinding di belakangnya. Ia sedikit merintih karena sikunya kini lecet akibat dorongan keras dari pemuda pirang di depannya. Sejenak Naruto terdiam melihat luka di lengan Sasuke yang kini mengeluarkan cairan bewarna merah. Bau yang teramat harum kini keluar membuat Naruto menelan ludahnya. Tak lama ia kembali tersadar.
Naruto memicing. "Apa yang kau inginkan?!" ucapnya seraya menahan tubuh Sasuke ke dinding dengan tubuhnya. Namun tak lama ia kembali terdiam saat manic matanya menangkap benda berkilau melingkar indah di leher putih pucat Sasuke. Ia tahu itu, kalung penyegel. Biasanya untuk menyegel kekuatan vampir yang lepas kendali. Tapi, mengapa Sasuke bisa memilikinya. Tak semudah itu mendapatkan kalung penyegel dan lagi, ia tak pernah melihat kalung penyegel yang saat ini di gunakan oleh Sasuke.
"Kau-, kalung it..."
#CUPP!
Sasuke kini kembali mendaratkan bibirnya ke bibir Naruto, membuat pemuda pirang itu tersentak kaget. Matanya membulat sempurna tatkala menyadari apa yang Sasuke lakukan padanya. Hanya sekilas seperti sebelumnya dan akhirnya Sasuke melepasnya kembali. Tubuh Naruto bergetar, pemuda itu masih terus menyentuh bibirnya.
"Aku sedang sibuk, kalau begitu aku pergi dulu, vampire-san" ucap Sasuke tepat di telinga Naruto membut pemuda itu membulatkan matanya tak percaya. Identitasnya ketahuan!
Kini Sasuke menutup kerah bajunya yang terbuka akibat beberapa kancingnya terlepas karena dorongan Naruto yang terlalu kuat. Ia berjalan meninggalkan Naruto yang masih berdiri mematung, menatap kepergiannya dengan tatapan tak percaya.
"Ini tak mungkin. Ia tahu siapa aku" gumannya lirih. "Aku harus segera menghapus ingatannya" lanjutnya seraya berjalan menjauh. Dan entah mengapa ada sesuatu di dadanya yang kini bergejolak. Ia kembali menyentuh bibirnya dan seketika wajahnya memerah, bukan karena terkena sinar matahari melainkan karena ciuman sekilasnya dengan Sasuke.
===EucallyscaPutly===
Naruto masih terus menatap bangku Sasuke yang kini kosong ditinggalkan penghuninya. Memang, hari ini pemuda itu tak masuk, entah karena apa, ia pun tak tahu. Jujur, saat ini ia ingin bertemu Sasuke dan menanyakan mengapa ia bisa mengetahui identitasnnya sebagai vampire. Dan mungkin akhirnya mau tak mau ia harus menghapus ingatan Sasuke tentang keberadaan vampir.
"Mengapa Sasuke hari ini tak masuk?" tanya Naruto, Sakura yang disampingnya hanya menggeleng tak tahu.
Naruto membuang nafasnya kasar dan kembali memandangi bangku Sasuke. Rasanya ada yang ganjal karena ia tak lagi melihat tatapan tajam Sasuke saat di kelas.
BRAKK!
Naruto mengalihkan pandangannya menuju sumber suaranya. Bibirnya kini sedikit terbuka saat melihat sosok yang kini berdiri di depan pintu kelasnya. Para anggota osis! Entah mengapa perasaannya kini tak enak, sepertinya ia akan di seret ke dalam suatu masalah besar -_-
"Sensai, boleh kami meminjam Namikaze Naruto sebentar?" ucap Neji lembut, sensei muda yang kini tengah mengajar itu hanya mengangguk, sementara para murid kini riuh tak terkendali.
Kiba kini berjalan ke arah bangku Naruto. Pemuda pirang itu memandang Kiba tajam, namun tanpa menggubrisnya Kiba meraih tangan Naruto dan menggeretnya keluar kelas.
"Maaf mengganggu" ucap Neji seraya menutup kembali pintu sedangkan sang ketua osis hanya menguap lebar tak peduli. Naruto mempoutkan bibirnya sebal kemudian melepas genggaman Kiba.
"YAKK! Apa yang kalian lakukan?!" teriaknya.
"Sudahlah, kau tak perlu berteriak, ikut saja. Kita akan berburu" ucap Kiba santai seraya mempercepat langkahnyaa dan memeluk lengan Shikamaru.
"Apa?!" teriak Naruto tak percaya. Ia menghentikan langkahnya dan memandang tajam seluruh anggota osis yang jumlahnya tak wajar itu. "Kalian ingin memangsa manusia?" tanyanya tak percaya.
Kyuubi menggeleng "Kita mempunyai tugas untuk menangkap para vampir pengganggu yang sering meresahkan masyarakat". Naruto hanya mengangguk dan melanjutkan langkahnya karena tangan Kyuubi kini telah menggenggamnya lembut dan menyeretnya untuk berjalan mengikutinya.
"Kita akan kemana?" tanya Naruto, Kyuubi menggeleng dan menatap Naruto lembut.
"Kita ikuti saja Shikamaru"
===(Skip Time)===
Gumpalan awan hitam kini berarak tak beraturan menutup sebagian cahaya terang yang terpancar dari kerlipan bintang. Semilir angin yang dingin membawa keheningan malam yang mencekam. Menutupi rahasia yang hingga kini masih terjaga.
"Apa benar disini?" tanya Utakata. Shikamaru hanya mengangguk malas dan kembali berjalan menuju sebuah gedung tua di tepi kota Tokyo. Mereka melompat ke arah jendela yang terbuka di lantai dua.
Gelap, hanya pancaran sinar rembulanlah yang menyinari gedung itu. "Ku rasa disini tak ada" guman Naruto
Deg...
Pemuda pirang itu segera berlari, kecepatan yang melebihi manusia biasa. Ia mencium bau darah, pekat. Shikamaru dan yang lainnya pun segera berlari mengikuti Naruto, mereka melompat dari jendela lantai 4 ke arah belakang gedung tua itu.
"Kita telah menemukan para pembangkang itu" ucap Kyuubi tatkala melihat sekelompok vampir kini tengah meminum darah dari para manusia yang kini telah tergeletak tak bernyawa, "Dan sepertinya kita terlambat" lanjutnya lemah.
"Apa yang kalian lakukan!" Gertak Shikamaru seraya melompat ke salah satu vampir di sana dan memukulnya kuat membuat suara keras yang amat memekakkan. Tak seperti kepribadian Shikamaru yang biasanya selalu terlihat malas dan mengantuk, di saat seperti ini ia bisa tegas, oleh karena itu ia diangkat menjadi ketua osis. Vampir yang terkena pukulan itu pun terpental beberapa meter.
Teman-teman vampir yang telah mati itu pun tersentak dan berjalan mundur membentuk sebuah kelompok kecil untuk melindungi diri mereka "Kalian tak akan bisa mengalahkan kami dengan orang sesedikit itu" ucap salah satu vampir pembangkang seraya menghapus sisa darah yang masih tersisa di mulutnya.
Kyuubi tersenyum sinis "Kalian tak seharusnya meremehkan kami" ucapnya dingin. "Dengan tangan kosong pun kami bisa mengalahkan kalian" lanjutnya. Kini Kyuubi, Kiba dan Utakata berjalan maju berusaha mengalahkan vampir yang jumlahnya kurang lebih 20 orang itu.
"Naruto, Shion kalian tolonglah mereka yang masih selamat, dan berikan obat penawar" ucap Kyuubi, Naruto hanya mengangguk dan berjalan menuju orang-orang yang kini pingsan walaupun hanya sidikit darah yang dihisap para vampir. Naruto segera mengeluarkan botol kecil berisi obat penawar racun vampir. Jika tak segera di beri penawar, manusia-manusia itu pun akan berubah menjadi vampir. Beda dengan Naruto, manusia yang berubah menjadi vampir cenderung melakukan hal-hal di luar batas kesadaran mereka. Mereka tak dapat menahan lapar mereka akan darah dan cenderung melakukan apapun untuk mendapatkan darah yang mereka inginkan.
DOR!DORR!DORR!DORRR!
Naruto menoleh tatkala mendengar suara tembakan kini menggema memecah keheningan malam. Vampir-vampir pembangkang itu telah musnah sepenuhnya dan berubah menjadi debu. Tapi bukan teman-temannya yang melakukan ini, melainkan orang lain.
'Siapa yang melakukan ini?' batinnya dan-
DEG...
Ia merasakan aura yang amat pekat kini menyelimuti daerah sekitarnya. Ia tersentak dan memandang ke atas, tepatnya ke arah atap. Dapat ia lihat kini ada dua sosok yang berdiri dengan menggunakan pakaian serba hitam.
"Sepertinya kita belum terlambat" ucap salah satu pemuda itu. Mata Naruto melebar mendengar perkataan pemuda raven itu. Ia tahu siapa pemilik suara itu.
"Sasuke?!"ucapnya tak percaya.
Sasuke yang mendengar namanya disebut segera mengalihkan pandangannya dari partnernya, Nagato ke arah Naruto. Ia melompat menuju tempat pemuda pirang yang kini berdiri dan berjalan mendekatinya. Senyuman indah kini terukir di wajah tampannya "Hai" ucapnya.
======(TBC)======
Review, Riview please!
Kalau reviewnya banyak Putly bakal cepat updet deh hohoho~
Ah! Kalo ada yang mau baca versi aslinya(udah jauh banget lho~) mampir aja di Fb Putly, namanya sama kok 'Eucallysca Putly' tapi itu tentang Super Junior dan bukan yaoi hehe
