Say I Love You

.

.

Chapter 2 – Why Does It So Hurt?

.

Pairing : Leeteuk (Super Junior), Siwon (Super Junior)

..

Rated : K+

...

Genre : Romance, Hurt and Comfort *Gayakin*

...

Disclaimer : Leeteuk sama Siwon itu punya ELF. Tapi cerita ini punya Myn looh!

...

Summary : Cinta, itu indah. Benar? Namun cinta tak akan lagi indah jika salah satunya tak merasakan cintanya. . "Ne hyung. Aku mencintai Kibum." Atau jika salah satunya tidak menyadari cintanya. "Aku mencintainya?" Namun siapa yang tau, seiring berjalannya waktu mereka akan menemukan kembali keindahan dari sebuah kata yang bernama cinta. /BL! Typo(s)! OOC!/ WONTEUK STORIES/

...

Warning : YAOI, TYPOS, GEJE, ANEH, Bikin muntah, Cerita nggak pas ama judulnya, Ide Pasaran, dan warning–warning lainnya (?).

...

Note : Fanfic ini dipersembahkan untuk chingu tercinta FiiAngelself yang udah berganti pen name menjadi Angelika Park. Dan juga chingu tercinta TM, mian chapter 1 ngga disebutin.

.

.

HAPPY READING ^^

.

.

SAY I LOVE YOU

.

.

Previous Chapter

"Hyung.."

"..Kau jatuh cinta?"

DEG

"Aku mencintainya?"

To Be Continued

.

.

Leeteuk terperangah. Apa ini bisa dikatakan cinta? Kenapa Ia tak menyadarinya?

"Hyung.." Suara Yesung kembali terdengar, seiring dengan usapan penuh kasih sayang dipunggung tangannya. "..Akui saja hyung, jangan berbohong pada dirimu."

Wajah cantik Leeteuk berubah sendu, tatapannya pun berubah kosong. "Hyung tidak boleh mencintainya Sungie." Gumamnya dengan suara yang kelewat lirih. Namun Yesung dapat mendengarnya, tanpa berpikir panjang dibawanya tubuh Leeteuk yang memang lebih besar dibanding tubuh mungilnya itu kedalam pelukannya. Membenamkan wajah leader cantik itu kedalam dadanya.

"Kenapa hyung? Kenapa kau tidak mengungkapkannya?" Tanyanya dengan berbisik.

"Dia mencintai orang lain Sungie, aku harus merelakannya."

Mendadak kedua manik kelam Yesung kehilangan binar sinarnya. 'Bagaimana bisa?'

"Aku ingin melihatnya bahagia, meskipun aku harus kehilangan kebahagiaanku." Lanjut Leeteuk seraya memejamkan kedua matanya, dan mulai melingkarkan lengannya pada punggung sang dongsaeng yang entah kenapa mendadak terdiam.

"Katakan padanya hyung. Kumohon, katakan padanya bahwa kau mencintainya." Bisik Yesung, membuat Leeteuk seketika membulatkan matanya. "Kau harus bahagia hyung. Kau tak boleh seperti...aku."

DEG

Bibir Leeteuk bergetar. Sekelebat memory tentang kisah Yesung berputar diotaknya, kisah tragis yang harus diakhiri dengan hilangnya kebahagiaan dongsaeng kesayangannya itu. Apakah Ia akan seperti itu juga jika merelakan Siwon?

"Sungie.. Aku-"

"Jebal hyung."

Sungguh! Leeteuk benar-benar dalam kebimbangan sekarang. Satu sisi Ia ingin mengikuti saran Yesung, tapi disatu sisi Ia tak ingin menyakiti dongsaengnya. "Hyung tak bisa Sungie.." Ditegakannya tubuh ramping yang terlihat rapuh itu. "..Hyung tak bisa melakukan itu. Hyung tak ingin membuatnya bersedih."

Yesung terdiam, senyum miris tercetak jelas dibibir mungilnya. "Aku tau kau pasti tidak bisa melakukannya hyung, tapi pikirkan ini baik-baik."

Namja cantik bermarga Park itu tersenyum lembut, diulurkannya tangan halusnya kearah dongsaeng manisnya. Menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya. "Hyung akan memikirkannya."

...

-*...*...*...*-

...

Dibalkon, terlihat Siwon tengah berdiri dengan tubuh tersandar pada tembok putih dibelakangnya. Kedua matanya terpejam, membuat wajah tampannya itu terlihat makin tampan dan tegas dengan surai hitam pendeknya. "Teukie hyung.. Apa dia baik-baik saja?"

Otaknya kembali memutar kejadian dimana Ia tengah berbicara dengan Leeteuk. Semula wajah cantik hyungnya itu terlihat senang dan berseri. Namun entah kenapa tiba-tiba saja wajah cantik itu terlihat sedih dan terluka. Apa itu kesalahannya? Oh Tuhan! Jika itu memang kesalahannya, hukum saja Ia Tuhan. Ia rela dihukum apapun demi melihat senyuman dan kebahagiaan diwajah hyungnya yang cantik itu. Sungguh!

"Arghh.." Namja Choi itu menggeram. "Teukie hyung mianhae."

"Meminta maaf untuk apa, Siwon hyung?" Sebuah suara menimpali ucapan Siwon. Sontak namja tampan itu mengalihkan tatapannya pada pintu masuk balkon.

DEG

Itu Kibum, pujaan hatinya.

Kibum melangkah anggun kearah Siwon yang berada tak jauh dari tempatnya berpijak. "Memang apa yang hyung lakukan pada Teukie hyung?" Tanyanya dengan wajah datar khasnya. Yah meskipun terlihat tak peduli, namun sebenarnya Kibum begitu peduli pada Leeteuk. Leeteuk adalah hyung kesayangannya jika kalian ingin tahu.

"Mollayo.. Tadi aku sempat berbicara dengannya, namun Ia langsung pergi dengan wajah sendu yang membuatku sakit. Sungguh aku tak bermaksud, Bummie."

Namja berjulukan pangeran es itu mengerutkan dahinya, "Membicarakan apa hyung?"

Eh! Oh!

"Tidak, hanya masalah sepele." Jawab Siwon cepat. Hey! Tak mungkin Ia mengakuinya sekarang bukan? Leeteuk sedang bersedih, dan jika Ia mengakuinya sekarang sama saja Ia bersenang-senang diatas penderitaan hyung kesayangannya sendiri. Lagi pula Ia yakin, Kibum tidak akan menerimanya jika Ia menyatakannya sekarang.

"Oh begitu." Kibum menundukan kepalanya, menatap lantai yang diinjaknya dengan intens. "Kuharap Teukie hyung tidak apa-apa. Aku tidak ingin melihat wajah cantiknya itu bersedih." Ucapnya, terdengar lirih dan parau.

"Kibummie-"

"Karena itu membuatku juga ikut merasakan kesedihannya."

DEG

Sebegitu perhatiannya kah Kibum pada Leeteuk? Tidak! Siwon tidak cemburu atau apa. Justru Siwon merasa bersalah pada Leeteuk, ini semua karenanya 'kan? Meskipun Ia tak tau dimana letak kesalahannya, tapi tetap saja ini adalah kesalahannya.

"Mianhae Kibummie."

Kibum menoleh kearah Siwon. Dikembangkannya senyum mautnya pada sang hyung, membuat wajahnya makin terlihat cantik bak putri raja yang begitu anggun. "Bukan salahmu hyung. Kajja! Kita kedalam, disini dingin." Ajaknya seraya berjalan mendahului namja tampan yang kini tengah memandang punggungnya dengan tatapan penuh arti hingga punggung itu menghilang dibalik pintu.

Dahi namja tampan itu berkerut, "Aku mencintainya kan? Tapi kenapa rasa ini terasa berbeda?" Gumamnya lirih, dengan jemari yang memijat pelipisnya. "Apa mungkin aku-"

"Ada apa hyung? Ayo cepat masuk." Mendengar panggilan dari sang pemilik killer smile, Siwon pun segera beranjak meninggalkan balkon. Berjalan dengan langkah tegap nan tegas kearah pintu. Dilihatnya Kibum tengah berdiri didepannya dengan tatapan khawatir.

"Wonnie hyung-"

"Ani Bummie, gwaenchana." Potong Siwon cepat, seakan tahu apa yang akan terlontar dari bibir cherry Kibum.

Kibum mencibir, "Memang kau tau apa yang akan kukatakan hyung?"

"Hahaha.." Dengan gemas Siwon mengacak surai hitam Kibum.

CKLEK

Bertepatan dengan itu, pintu kamar Leeteuk terbuka. Terlihat sang empunya kamar tengah terdiam dengan wajah kagetnya, namun sedetik kemudian wajahnya berubah sendu. 'Apakah kau bahagia dengan Bummie, Wonnie? Syukurlah jika kau bahagia.' Batinnya dengan senyum miris yang tercetak dibibir tipisnya. Sontak Yesung yang berada dibelakangnya segera mendorong punggung sang hyung, mengajaknya pergi kemanapun asal tak melihat pemandangan yang terlihat menyakitkan untuk Leeteuk.

'Wonnie. Tak kusangka kau seperti ini. Kau berbahagia, sementara Leeteuk hyung terpuruk dengan kesedihannya.' Batin Yesung dengan amarah yang menguasai tubuhnya.

TES

"Gomawo Sungie." Bisik Leeteuk dengan air mata yang mulai menganak dipipinya.

"Uljima hyungie. Uljima."

...

-*...*...*...*-

...

TENG..TENG..TENG

Terdengar suara bising dari arah dapur, suara panci yang dipukul-pukul oleh koki kesayangan mereka, Ryeowook. "Hyungdeul! Kyu! Mochi! Makanan siap!" Teriaknya. Sontak saja seluruh member berkumpul diruang makan, tanpa terkecuali Leeteuk dan Yesung.

"Kalian memasak apa Minnie? Wookie?" Tanya Hangeng saat melihat Sungmin dan Ryeowook datang membawa panci ditangan mereka. Pasangan aegyo itu meletakan panci yang mereka bawa dan segera menghidangkannya, "Taraaa! Japchae special untuk menyambut kedatangan Bummie, Mimi dan Mochi." Seru Sungmin.

"Uwaa! Japchae!" Eunhyuk menatap masakan MinWook dengan tatapan lapar. Tangan kurusnya dengan sigap mengambil sendok yang tersedia disebelah panci, namun Heechul dengan cepat menepisnya. "Yak! Chullie hyung!" Protes namja bergummy smile tersebut.

"Sopanlah Monkey! Biarkan yang tertua dulu mengambil makanan." Balas Heechul galak.

"Chullie hyung benar Hyukkie, biarkan Leeteuk hyung yang mengambil makanan duluan." Timpal Sungmin dan diamini oleh semua member.

Donghae yang kebetulan berada disebelah kiri Leeteuk mengalihkan tatapannya kepada hyung tertuanya. "Teukie hyung? Ada apa?" Tanyanya saat melihat namja cantik keibuan itu termenung dengan tatapan kosong. Sontak sang empunya nama menoleh. Dan bukan hanya sang empunya nama yang menoleh, kini semua member kompak menoleh kearah sang hyung tertua yang masih saja nampak awet muda dan cantik itu.

"Ne! Gege kenapa? Sepertinya Lite ge sedang ada masalah." Timpal si magnae Henry yang berada disebelah Donghae. Juga tepat berada didepan namja yang telah membuatnya seperti ini, Choi Siwon.

Namja cantik itu menggaruk tengkuknya kikuk. "Aniya. Nan gwaenchana, Hae, Mochi. Kalian tak perlu khawatir." Jawabnya seraya tersenyum lembut khas-nya, menampilkan sebuah lesung pipi yang begitu manis dipipinya.

"Kami tidak percaya hyung!" Seru Shindong, namja lucu berjuluk teddy bear itu memincingkan matanya saat tak sengaja bertatapan dengan kedua mata jernih milik Leeteuk. "Matamu mengatakan ada yang salah dalam dirimu, hyung."

"E-Eh? Aniya dongsaengdeul. Hyung baik, sungguh."

"Kalau begitu, kenapa hyung berlari kedalam kamar dengan air mata mengalir?" Suara Kyuhyun mengejutkan seluruh member lain yang ada disana, termasuk Leeteuk dan Yesung. "Saat aku masuk, aku melihat hyung berlari kedalam kamar. Tak sengaja hyung menabrak Yesung hyungie. Dan saat itulah aku melihat pipi hyung berlinangan air mata." Jelasnya seraya melipat kedua tangannya didepan dada.

"Kyunnie ja-"

"Aku- Ah ani! Kami meminta penjelasan darimu Teukie hyung, juga kau hyungie." Potong sang evil magnae saat kekasihnya, Yesung akan membuka suara. Terlihat Yesung sedikit menundukan kepalanya dan mencuri-curi pandang kearah Leeteuk yang terpaku mendengar ucapan Kyuhyun.

"Apa yang dikatakan Kyuhyun-ah itu benar hyung?" Tanya sosok tampan yang merupakan sumber kesedihannya. Leeteuk yang mendengar suara berat itu hanya tertunduk, merasakan kembali hatinya terkoyak saat mengingat kedekatan Siwon dengan Kibum beberapa saat lalu. "Apa kata-kataku yang membuatmu bersedih hyung? Apa kata-kataku itu salah?" Tanyanya lagi, kini dengan nada sedikit meninggi.

"A-Aniya Won-Wonnie.. Itu tidak ada hubungannya denganmu." Jawab Leeteuk lirih, namun masih dapat didengar semua member karena kebetulan suasana tengah sepi sekarang.

"Lalu?" Kembali suara berat itu menyahut.

"Sudahlah Siwon-ah. Sebaiknya kita habiskan makanan dulu, lalu setelah itu baru kita membahasnya lagi." Ucap Kangin bijak.

"Kau benar, Youngwoon-ah." Timpal Heechul yang sebenarnya tidak tahan melihat namja yang lebih tua darinya sembilan hari itu terpojokan.

Siwon menghela nafas, "Baiklah."

Akhirnya mereka pun memutuskan untuk memakan makanan yang tersaji didepan mereka dalam diam. Rasa makanan yang sebenarnya begitu lezat kini terasa begitu hambar di indra perasa mereka. Tentu alasannya karena leader mereka yang tengah murung itu. Mana mungkin mereka dapat menikmati makanan jika hyung tertua mereka sedang dalam masalah?

"Kyunnie.." Suara Yesung terdengar lirih ditengah kegiatan makan malam mereka itu. Kyuhyun menoleh, mendapati kekasihnya yang memang duduk tepat disebelahnya itu tengah menatapnya dengan sepasang mata kelam yang sedikit redup. Jujur saja Kyuhyun benci itu. Ia sangat membenci jika hyung yang amat dicintainya itu bersedih. Kehilangan binar sinar matanya, juga kehilangan senyuman manis yang selalu tercipta dibibir merah itu. Seperti ketika kejadian beberapa tahun lalu, ya beberapa tahun lalu.

"Ada apa, hyung?"

"Ani.. Tidak jadi."

.

.

"Bisa kita bahas masalah itu sekarang?" Tanya Siwon yang sedikit kesal karena merasa beberapa member sengaja mengulur-ngulur waktu. Ya, Ia tahu bahwa Kangin dan Heechul sengaja mengulur-ngulur waktu agar Leeteuk tidak terlalu terpojokan seperti tadi.

"Yah Shiyuan, bisa kau sabar sebentar? Kita semua baru saja menyelesaikan makan." Sahut Zhoumi. Oh hebat, sekarang Zhoumi ikut mengulur waktu seperti Kangin dan Heechul, pikir Siwon kesal.

Seluruh member terdiam, sibuk berkutat dengan pikiran mereka masing-masing. Begitupula sang objek yang dimintai penjelasan, namja malaikat itu kini terduduk diatas sofa sembari meremas ujung pakaian yang dikenakannya. Wajah cantik menawannya kini terlihat gelisah, keringat dingin mengalir tanpa henti, menuruni lekukan wajah cantiknya yang begitu rupawan tanpa cela.

"Bagaimana hyung? Kau siap bercerita sekarang?" Tanya namja bermarga Cho yang kini tengah duduk tepat didepannya.

Wajah malaikat itu memucat, kedua matanya melebar dengan hebat. "A-Aku.." Digigitnya bibir tipis merona miliknya yang begitu menggoda dan seksi itu, tak peduli jika luka yang beberapa saat lalu dibuatnya kembali terbuka dan mengeluarkan darah.

"Ya?"

"A-Aku.."

"Kami menunggu hyung."

Ucapan Kyuhyun itu benar-benar membuat sel-sel otak Leeteuk tak berfungsi. Rasa takut menyelimuti hatinya, hingga membuat otaknya tak bisa diajak berkompromi. Bahkan kedua kaki jenjangnya yang berpijak dilantai terlihat bergetar hebat.

'Akui saja hyung, jangan berbohong pada dirimu.'

Suara Yesung kembali berdengung ditelinganya, membuat namja cantik itu sontak memegangi kepalanya. Kedua mata indahnya berkaca-kaca, siap melelehkan banyak kristal cantik yang begitu bening namun menyayat hati siapapun yang melihatnya.

"Teukie hyung!" Suara Kibum terdengar panik begitu Ia melihat hyung kesayangannya tiba-tiba memegangi kepalanya.

"Kami masih menunggu jawabanmu hyung."

Namja cantik dengan killer smile itu menggigit bibir bawahnya, "Siwon hyung! Berhenti! Teukie hyung seperti ini dan kau masih saja terus menekannya?" Bentaknya pada Siwon dengan amarah yang menyelimutinya. Dengan cekatan Ia membopong tubuh hyungnya itu, masuk kedalam kamar bernuansa putih yang terlihat begitu anggun dan menenangkan.

Siwon, bahkan seluruh member terdiam ditempat mereka. Tak ada satupun yang bergerak. Mereka masih terkejut mendengar bentakan salah satu magnae mereka, yang biasanya selalu diam dan menurut itu.

BRUK

Suara benda terjatuh mengintrupsi pendengaran seluruh member –minus Leeteuk dan Kibum-, dilihatnya sosok Siwon jatuh terduduk dilantai dengan kedua mata yang menatap kosong.

"Wonnie hyung?" Panggil Ryeowook dengan nada lirih.

"Apa yang kulakukan? Aku menyakiti Teukie hyung, lagi?" Gumamnya dengan suara parau. Member lain hanya bisa menghela nafas dan menggumamkan kata penyemangat untuk Siwon.

...

-*...*...*...*-

...

Kibum membaringkan tubuh ramping Leeteuk keatas kasur, menyelimutinya hingga sebatas dada. Saat Ia akan beranjak dari sana, tangan Leeteuk menahannya. "Ada apa hyung?" Tanya namja cantik pemilik killer smile itu. Jemari lentik Leeteuk bergerak, mengeratkan genggamannya pada tangan Kibum. Sang empunya tangan tersenyum, kemudian mendudukan dirinya disamping tubuh ramping ideal hyungnya itu.

"Gomawo Bummie." Ujar Leeteuk dengan suara lirih, nyaris tak terdengar malah. Kibum saja tak dapat mendengarnya, namun Ia dapat mengerti melalui pergerakan bibir tipis semerah delima yang tampak begitu menggoda itu.

"Bukan masalah bagiku hyung. Melihatmu tersenyum adalah sebuah kebahagiaan tersendiri untukku." Balas Kibum dengan senyum andalannya, senyuman maut yang entah kenapa bisa merubah gurat cantik diwajah pangeran es itu, merubahnya menjadi gurat tampan yang begitu mempesona layaknya pangeran-pangeran di negeri dongeng. Leeteuk pun mengakui itu.

"Gomawo Bummie, hyung sangat berterimakasih untukmu. Nae dongsaeng." Senyuman maut itu luntur, tergantikan oleh senyum miris yang entah kenapa dapat tercipta di bibir kissable miliknya.

"Ne hyungie."

Leeteuk tersenyum kecil, namun kedua matanya memancarkan senyum tulus yang membuat Kibum mau tak mau ikut tersenyum juga. "Teruslah tersenyum hyung, aku sangat senang melihat senyum dibibirmu itu." Ujar Kibum seraya mengulurkan tangannya, membelai surai kecokelatan Leeteuk penuh kasih sayang.

Binar yang berasal dari manik itu perlahan-lahan meredup, tidak lagi memancarkan keindahannya dengan utuh. 'Apakah bisa aku merebut kebahagiaan Kibummie yang begitu baik padaku? Oh Tuhanku.' Leeteuk menjerit keras. Meskipun hanya didalam batinnya namun tak dapat dipungkiri, wajah cantiknya kembali berubah sendu.

"Hyung?" Kim Kibum kembali menyuarakan suaranya saat melihat hyungnya kembali bersedih.

"Ne Kibummie, gomawo. Hyung akan berusaha selalu tersenyum.."

'..Untuk menutupi luka-luka yang menganga dihati hyung.' Batin Leeteuk melanjutkan.

.

.

TO BE CONTINUED

.

.

Chapter 2.. Chapter 2.. Kyaa mianhae baru bisa publish sekarang, kemarin-kemarin Myn sibuk sama sekolah, eskul dan les. Dan kebetulan sekarang libur, nah Myn publish deh \(^0^)/ Gimana hasilnya chingu? Makin amburadul? Entah kenapa Myn ngerasa fanfic ini kaya opera sabun gopean (?), mohon dimaklum ya, Myn lagi galau karena bang Yeye mau wamil *hiks *sroot.

.

Oh iya. Untuk chapter depan ada beberapa pilihan yang bisa chingu pilih :

Siwon mulai beralih perasaan pada Leeteuk. Tapi Kibum sudah mengetahui perasaan Siwon dan mulai membalas perasaan Siwon.

Siwon masih mencintai Kibum. Kibum mencintai Leeteuk. Leeteuk mencintai Siwon.

Kibum sudah memiliki namjachingu. Dan Leeteuk mengetahuinya, sehingga berusaha merebut Siwon.

.

Dan ini dia reply atas reviwers yang udah bersedia meluangkan waktu untuk mereview :

Arundi : Omooo, mianhae chingu. Myn engga tau *sembah sujud*. Tapi Myn bakal berusaha bikin epep ini ga terlalu berunsur PHP nya. Thanks for review, keep reading chingu~

FiiAngelself : Aaa~ chingu *kiss chingu* Jinja? Fic nya bagus? Aigo, gomawo pujiannya chingu *hug* Mian baru bisa update sekarang. Gimana? Siwon udah cukup menderita? Kalau kurang Myn bikin lebih menderita chapter depan. Hihi~ Thanks for review, keep reading ne?

TeukTeukTeukie : Ini udah lanjut chingu~ Huee, Myn terharu liat reviewnya chingu. *hiks. Thanks for review, keep reading ne?

Grey Orul : Ini udah update ko chingu. XD Thanks for review, keep reading ne?

Angelika Park : Ah chingu *hug again* Mian baru bisa update sekarang, mian juga udah bikin chingu nunggu, Myn ga bermaksud *hiks. Mmm.. Facebook? Add aja chingu : Myn Clouds. Thanks for reviews, hiks hiks Myn terharu banget karena chingu udah mau nunggu. Keep reading ne? XD

AlwaysKyuSung : Hai juga chingu. *hug* Gimana? Udah banyak belum KyuSung moment nya? Dan udah menderita belum Siwon ahjussi nya? Hehe.. Thanks for review, keep reading ne?

.

Sekian cuap-cuap gajelas ini Myn akhiri, akhir kata KEEP READING AND REVIEW ne? Jalja, see you next chapter *chu~