Meitantei Conan Chugakko
Aoyama Gosho
K. Shinichi/E. Conan x M. Shiho/H. Ai
Rate: T - M
Genre: Misteri, School life, romance
Summary: Conan dan Haibara memasuki masa SMPnya, tapi sayangnya organisasi tersebut masih menghilang, ditambah Haibara mulai tumbuh rasa cinta terhadap Conan, sedangkan Conan sendiri memulai debutnya sebagai detektif SMP.
"Ah Shin-chan ibu kangen." Ucap Yukiko sambil memeluk Conan
"Sepertinya kau sudah terbiasa dengan tubuh ini ya Shinichi." Ucap Yusaku
"Sepertinya begitu dan bisakan kalian memanggilku Conan, dan kenapa kalian menyamar seperti anggota organisasi." Ucap Conan
"Hmm... bagaimana ya, hanya ingin melihat respon darimu saja tapi tak ku kira jika kamu masih belum bisa mengenali kami Shin-chan, ah bukan sekarang ibu panggil Co-chan saja." ucap Yukiko membuat Conan terkejut, berbeda dengan Ai yang menahan tawa. "Dan sepertinya kalian bertambah dekat ya." tambahnya menatap Ai dan Conan
"Maksud bibi?" Tanya Haibara
"Bukan bibi. Tapi, ibu Ai-chan." Ucap Yukiko melepaskan pelukannya dari Conan dan memegang pundak Ai
"Ta-tapi-"
"Tidak ada tapi-tapian Ai-chan aku sudah menganggapmu sebagai putriku sendiri." Ucap Yukiko sambil memeluk Ai dan membuat tubuh Ai menjadi tegang. "tidak apa-apakan Yusaku." Tambahnya dan Yusaku hanya tersenyum
Ai yang dipeluk oleh Yukiko meneteskan air matanya. 'Apa sehangat ini pelukan seorang ibu.' Batin Ai
"Ai-chan kau tidak apa-apa." Ucap Yukiko cemas melihat Ai meneteskan air matanya
"Ah tidak apa-apa kok i-ibu." Jawab Ai dan membuat Yukiko tersenyum sambil mengampus air disudut mata Ai.
"Baiklah sekarang kalian berdua naik mobil biar ibu yang mengantar." Ucap Yukiko kepada Ai dan Conan
Teitan Chugakko
"Hei Conan, tadi bukannya dia ibunya Shinichi-niisan kenapa dia mengantar mu." Ucap Mitsuhiko
"Itu karena-"
"Itu karena saat Conan-kun menjemputku kami bertemu dijalan dan dia memberikan kami berdua tumpangan." Ucap Ai
'Conan-kun.' Batin ketiga sahabat mereka yang bingung dengan sikap Ai
"Kenapa kau memanggilnya Conan-kun sedangkan kamu memanggil kami bertiga masih menggunakan notasi kalian, kamu jika tidak memanggil menggunakan nama keluarga kami." Ucap Mitsuhiko.
"Memang kenapa?"
"Itukan tidak adil harusnya kamu juga-"
"Dengar Tsuburaya-kun disini aku yang menentukkan mau menggunakan nama keluarganya atau bukan."
"Ta-tapikan."
"Tapi apa?" Ucap Ai menatap Mitsuhiko tajam
"A-ah tidak jadi, maaf."
"Baguslah jika kau mengerti." Jawab Ai sambil tersenyum dan membuat pipi Mitsuhiko merona
'Dasar dia benar-benar mengerikan sehabis mengeluarkan hawa hitamnya, terakhir malah menunjukkan senyum manisnya.' Batin Conan merinding melihat partnernya
"Oh iya Edogawa-kun kau dipanggil wali kelas." Ucap ketua kelas
Conan pun langsung berdiri dan keluar kelasnya menuju ruangan kepala sekolah.
"Permisi pak."
"Oh Edogawa-san silahkan duduk."
Conan pun menutup pintu ruangan dari dalam dan segera duduk. "A-ano pak ada apa ya?" Tanya Conan
"Sudah lama ya tidak bertemu Edogawa Conan ah bukan Kudo Shinichi." Ucap sang kepala sekolah yang merobek topengnya.
Conan yang melihat sosok didepannya langsung membeku "Ver-Vermouth." Ucap Conan menatap benci kepada Vermouth
"Wow-wow tenang. Aku disini hanya ingin menyampaikan sesuatu kepadamu."
"Apa maksudmu?"
"Sepertinya kau mulai lupa apa yang terakhir kali kita bertemu Kudo Shinichi." Ucap Vermouth
Conan yang masih menatap benci sosok didepannya mana mungkin lupa kejadian tersebut, kejadian akibat kelalaiannya menyebabkan Amuro masuk rumah sakit akibat tiga peluru yang ditembakkan Vermouth kepadanya. Tapi, saat itu Amuro langsung melindunginya menyebabkan Amuro yang tertembak.
"Sepertinya kau tidak melupakannya. Karena aku ingin menyampaikan bahwa kami akan kembali bergerak dan kami merekrut tiga anggota baru."
"Kenapa kau memberitahu ku. Jujur saja Vermouth dari semua anggota hanya kau yang membuatku bingung. Kau membantu organisasi tapi disatu sisi kau sering memberitahu ku soal organisasi dari kode nama dan juga kemampuan anggota dan tunggu dulu jika kau tahu aku sekolah disini maka-"
"Ya aku juga tahu Sherry sekolah disini dan soal organisasi mungkin karena aku hanya tertarik denganmu, aku ingin melihat sejauh mana kau dapat melubangi dan menghancurkan kami, peluru perakku."
"Baiklah ku pastikan aku akan menghancurkan kalian kali, baiklah saya permisi." Ucap Conan sambil meninggalkan ruang kepala sekolah. 'Aku harus merahasiakan ini dari Ai.' Tambah batinnya setelah meninggalkan ruangan kepala sekolah.
Disaat Conan berjalan dilorong dirinya bertemu dengan salah satu guru. "Selamat pagi Sensei."
"Pagi." Jawabnya
Conan pun memasuki kelas dan rupanya disalam sudah ada guru yang mengajar. "Maaf sensei tadi saya dari ruang kepala sekolah."
"Oh begitu baiklah, silahkan duduk emmm.."
"Edogawa Conan , sensei."
"Oh silahkan duduk Edogawa-san."
Conan pun duduk dikursinya yang tepat disebalah Ai. "Apa yang kau bicarakan dengan kepala sekolah Conan-kun." Gumam Ai
"Tidak ada hanya bertanya soal ibuku." Ucap Conan bohong
"Apa benar?"
"Be-benar Ai." Ucap Conan karena ditatap Ai dengan intens
"Edogawa-san, Haibara-san jika ingin berpacaran harap diluar jam mengajar saya." Ucap Sensei dan membuat Conan dan Ai merona berbeda dengan Mitsuhiko dan Ayumi yang cemburu sedangkan teman sekelasnya langsung tertawa
Setelah itu kelas kembali kondusif dimana para siswa mempelajari apa yang sensei terangkan walau Conan sesekali menguap akibat pelajaran yang membosankan menurutnya. 'Tapi siapa orang baru yang direkrut oleh organisasi apa ia juga menjadi murid atau sensei disekolah ini.' Batin Conan
"Conan-kun...Conan-kun.."
"Ah iya ada apa?"
"Kita makan bareng yuk."
"Ah maaf aku harus ke kantin, aku lupa bawa bekal." Jawab Conan pergi meninggalkan sahabatnya
"Ada apa dengannya?" Ucap Genta
"Mungkin dia lagi ada masalah." Jawab Ai
"Kalau ada masalah kenapa tidak bicarakan dengan kita." Ucap Mitsuhiko
"Benar."
"Dengar ya, walau kita sahabatnya bukan berarti kita bisa memasuki urusan pribadinya." Ucap Ai menatap ketiganya
Kantin
"Bi tolong Roti Yakisobanya satu." Ucap Conan
"Yo Edogawa-san, kau sudah memutuskan masuk ekskul mana?" Tanya teman sekelasnya
"Etto siapa ya?"
"Arcadia Sakumo." jawabnya
"belum, tapi mungkin aku akan masuk sepakbola." Jawab Conan
"Roti Yakisobanya."
"Ah terima kasih bi."
"Kalau begitu bagaimana jika makan bersama, kita kan sekelas."
"Baiklah."
Conan dan Sakumo pun makan bersama setelah Sakumo memesan Roti Yakiniku. "Aku tak menyangka kau bisa membuat kelas heboh dihari pertama."
'Ha-ha-ha'
"Tapi benar lho, sebelum kedatanganmu Haibara menatap fokus ke sensei bahkan sampai membuat senseinya gugup." Ucap Sakumo. "kau sendiri dekat dengannya?"
"Maksudmu Ai? Ya kami dekat bahkan sejak SD." Jawab Conan
"Oh begitu, tidak aneh saat kalian bicara berdua terasa kalian memiliki dunia kalian sendiri."
"Sebetulnya ada Mistuhiko, Genta dan Ayumi kok yang juga dari SD yang sama dengan kami."
"Walau begitu tetap saja beda, kau itu-"
"Kyyyaaa..."
Conan dan Sakumo pun langsung menuju arah teriakan tersebut
"Ada apa?" Tanya Sakumo
"A-ada jari di dalam Rotiku." jawab siswi
'Jari.' Batin Conan yang langsung mengambil roti tersebut dan terkejut begitu juga dengan Sakumo "Cepat hubungi polisi." Ucap Conan keras
"Ba-baik." Jawab Sakumo
Tidak berselang lama beberapa polisi yang dihubungi oleh Sakumo memasuki grebang SMP Teitan. "Sepertinya ada kasus ayo kita kesana." Ucap Mitsuhiko yang melihat dari kelas saat beberapa mobil patroli memasukki sekolah
'Kasus jangan-jangan dia terlibat lagi.' Batin Ai yang usai meminum teh herbal.
Kembali ke Kantin
"Jadi begitu Conan-kun." Ucap Miwako
"Ya tapi lebih baik tolong diselidiki lebih mendalam lagi, karena pioritas utama menemukan tubuh Korban." Jawab Conan
"Tapi bagaimana kita mengethaui ini tangan siapa dan kenapa ada di dalam roti." Ucap Takagi
"Aku sudah bertanya kepada bibi penjaga kantin, katanya pemasukkan roti disekolah ini selalu dari tempat yang sama yaitu dari perusahaan Hanamichi." Ucap Conan
"Baiklah kalau begitu, kami akan berangkat. Jika ada info tambahan kami akan menghubungi mu." Ucap Miwako
Setelah itu Miwako dan Takagi pergi meninggalkan sekolah, tak berselang lama grup detektif datang. "Hei Conan apa yang terjadi." Ucap Genta
"Tadi ada seorang siswi yang menemukan jari di dalam rotinya."
"Baiklah sekarang waktunya-"
"Polisi sudah mulai menyelidiki." Ucap Conan memotong ucapan Mitsuhiko
"Tapi sepertinya kau memang tidak bisa lepas dari yang namanya mayat ya." Bisik Ai
"Ya, lagipula memang harusnya beginikan dimana ada kejahatan disitu akan ada detektif." Jawab Conan yang juga dengan nada berbisik
setelah itu mereka semua kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya, berbeda dengan yang lainnya Conan lebih memikirkan soal kasus yang terjadi dirinya terlalu penasaran siapa korbannya dan alasan kenapa jari korban dimasukkan ke roti dan dikirim ke sekolah.
"Sepertinya kau ingin cepat selesai."
"Ya, aku masih penasaran."
"HHh... baiklah nanti pulang biar ku temani."
Tidak berselang lama sekolah pun usai itupun dipercepat diakibatkan ada kajdian di kantin sekolah. Conan dan Haibara pun memasuki buku ke tas mereka
"Ne Conan-kun kau mau kemana?" Tanya Ayumi
"Kami mau pulang." Jawab Conan berbohong
"Ck, ku kira kau akan pergi untuk menyelidiki kasus disekolah." UCap Genta
'Ha-ha-ha.'
"Kau serius." Bisik Ai
"Aku ingin meminta pendapat ayahku dulu." Balas Conan
"Ne kalian daritadi bisik-bisik terus apa si yang kalian bisikkan." Ucap Ayumi
"Ah tidak kok, tadi Haibara bilang bahwa dirinya meminta ku menemaninya untuk membeli kue, untuk ibunya Shinichi nii-san sebagai ucapan terima kasih." Jawab Conan yang lagi-lagi berbohong
"Hoo begitu, baiklah kalau begitu kami akan menyelidiki kasus dulu." Ucap Mitsuhiko
"Oke dah."
Setelah Ai dan Conan berpisah dengan ketiga sahabatnya, mereka berjalan bersama menuju rumah profesor. "Benar tidak apa-apa?"
"Kalau soal kasus ini, sepertinya inspektur Megure akan menelpon paman kogoro, ditambah ada ayahku. Sepertinya kali ini aku tidak akan tampil."
"Hoo... baru kali ini aku melihatmu cuek dari sebuah kasus."
"Sudahlah aku lelah, lagipula aku ingin menemui profesor soal dia menciptakan alat baru untukku."
"Sepertinya kau optimis sekali kalau profesor akan menciptakan alat baru untukmu."
"Mau gimana lagi tidak mungkin kan melawan 'mereka' tanpa senjata."
Rumah Agasa
"kami pulang."
"Oh kalian sudah ulang Ai, Shinichi."
"Hei profesor bagaimana dengan alatnya dan tolong panggil aku Conan." Ucap Conan, sedangkan Ai langsung menuju kamarnya
"Baik-baik, dan soal alat sedang ku pikirkan." Jawab Agasa
Drap...drap...drap...
"PROFESOR...DIMANA SEMUA PAKAIANKU." Teriak Ai
"Hoo... aku lupa semua pakaianmu sudah dibawa oleh ibunya Shinichi, dia meminta izin supaya kau akan tinggal dirumah Shinichi dan juga Shinichi, ibu mu juga sudah izin katanya mulai nanti kau akan tinggal dirumahmu kembali." Ucap Agasa
"Heeee..." Teriak keduanya
Rumah Kudo
"Bu kenapa ibu memindahkan barang-barang kami."
"Memang kenapa? apa kau bakal rindu kepada Ran." Goda Yukiko
"Bu-bukan begitu, tapikan."
"Tenang saja soal kamar kalian tidur sendiri-sendiri."
"Bu-bukan itu Bu."
"Lalu kenapa?"
"Kami berdua hanya terkejut dan kami kan belum bilang iya." Ucap Conan dan Ai hanya mengangguk
"Baiklah kalau begitu mulai sekarang kalian akan tinggal disini kan."
"Iya, aku akan tinggal disini."
"Aku juga."
"Baiklah kalian ganti baju dulu." Ucap Yukiko membawa keduanya ke kamarnya.
"Oh iya ayah mana bu?"
"Yusaku, sedang menyelidiki kasus." Jawab Yukiko. "Nah Ai-chan mulai hari kau bagian dari keluarga ini jadi jangan sungkan ya." Tambahnya
Setelah selesai berganti pakaian mereka berdua menuju ruang makan dimana Yukiko sudah menunggu. "Wah kalian serasi sekali." Goda Yukiko
"Ibu..." Teriak keduanya bersamaan
"Wah kompak, aku jadi tidak kalian lulus SMA lalu menikah." Goda Yukiko
"Sudahlah jangan menggoda mereka terus, lebih baik kita makan."
"Ayah, kau sudah pulang gimana kasusnya." Ucap Conan
"Seperti biasa Yusaku sangat cepat bahkan kogoro hanya dikasih pertunjukkan saat menentukan pelakunya." Ucap Yukiko
"Oh iya kalian berdua." Setelah ini kami akan mencari cara supaya kalian bisa kami adopsi." Ucap Yusaku
"Maksudnya?" Tanya Ai
"kalian akan menjadi anak angkat kami." ucap Yukiko. "Walau begitu kalian masih bisa menikah kok, karena tidak memiliki hubungan darah." tambahnya
"Tapi ibu bukannya Ran tahu siapa ibuku, maksudku ibunya diriku yang sekarang."
"Soal itu bisa kita urus benarkan Yusaku." Ucap Yukiko dan dibalas anggukkan oleh sang suami. "Itu berlaku juga untukmu Ai." Tambahnya saat Ai ingin bicara
To Be Continue
R & A
mhvkcn pandora: Bagus dan di tunggu kelanjutannya semangat!
A: Oke
