~ Chapter 2 : Calm ~
"Tak apa-apa…, Naru Hime…"
Mataku terbelalak…, mengapa dia bisa tahu nama kecil ku…Apakah dia 'orang itu'
xxxxxxxxxx
"Me…mengapa dokter bisa mengetahui nama kecil ku…?" Aku memandangnya lekat-lekat, matanya…, matanya sangat mirip sekali dengan 'orang itu' apakah benar dia itu…
"Apa yang Naru Hime bicarakan…?, oh sepertinya aku belum memperkenalkan diriku…, perkenalkan aku Sasuke Uchiha, aku adalah dokter pribadimu yang baru…Dan aku sudah membaca riwayat hidupmu, jadi… " Dia memperkenalkan dirinya kepadaku layaknya seorang pangeran kepada sang putrid sungguh 'sedikit' berlebihan pikirku…, aku tidak mau mendengarkannya. Jujur perasaan ku sekarang amat sangatlah galau…
"Naru Hime…?"
"…"
Dia menjentik-jentikan jarinya di depan wajahku. Aku berpura-pura tidak mengetahuinya…
"Baiklah kalau begitu…" Tiba-tiba ada yang mengangkat tubuhku…, apa? mengangkat tubuhku…?
"A…apa yang dokter lakukan…?" Dia menggendong tubuhku seolah-olah seperti pangeran menggendong sang putri…
"Turunkan aku…"
"Aku tidak mau Naru Hime…"
"Turunkan aku sekarang jugaaaa….."
"…"
Aku mulai memukul-mukul dadanya tetapi…aku merasakan sesuatu yang lain…
"Hangat kan Naru Hime…?"
Aku tidak bisa memungkirinya…, dia memeluku semakin erat dan aku merasakan kehangatan darinya…, sepertinya mukaku terasa menghangat dan sedikit memerah…
"Mengapa kau berhenti memukuliku Naru Hime…?"
"…karena…, hangat…" Dan aku balas memeluknya…, hangat dan nyaman…
Aku mendengar dia tertawa kecil…, tetapi aku tidak mau memperdulikannya, sudah lama aku tidak mendapatkan pelukan hanggat seperti ini…dan aku sangat merindukan hal ini…
"Aku akan di bawa kemana…?"
"Ke tempat yang akan kau sukai Naru Hime…"
Walaupun seluruh penghuni rumah sakit melihat ku, aku tetap tidak peduli…karena ini terasa sangat nyaman…, samar-samar aku melihat Tsunade Baa-chan, dan dia tersenyum…, aku tahu pasti ini semua karena ulahnya…
Dia memasukanku ke mobilnya…, dan menyuruhku memakai jaket miliknya.
"Kenapa…?"
" Karena kau akan kedinginan nanti, sekarang kita akan pergi ke tempat yang pasti akan kamu sukai…"
"…"
Aku memakai jaketnya dan merasakan aromanya…
"Terserah apa katamu…"
"As you wish My Hime…"
Di perjalanan aku hanya melihat pemandangan dari jendela…, aku merindukan pemandangan ini…samar-samar aku mendengar lagu-lagu instrument yang membuat aku tenang, dan aku pun mulai mengantuk…
xxxxxxxxxx
"Naru…, Naru Hime…"
Seperti ada yang memanggil ku…aku membuka mata ku, ahh… silau…
"Kau sudah bangun Naru Hime…"
"Aku…, ada di mana…?" aku melihat sedikit sisi-sisi ruangan yang ada di sana tetapi pandangan ku di monopoli oleh wajahnya… aku sedikit terkesima melihat wajahnya, menggambarkan ketenangan… terkesan damai…
"Welcome to my villa…Naru Hime…" Dia berkata sambil tersenyum manis kearahku.
"Maksud mu…dan a-apa yang kau lakukan…?" Aku setengah berteriak kepadanya karena tiba-tiba aku di gendong olehnya, aku di letakan di sebuah kursi roda yang terletak di depan pintu keluar…
"Pakai ini Naru Hime agar kau tak kedinginan…"
Aku baru tersadar…, ternyata jaket yang aku kenakan tadi sudah terlepas…
Dia mulai mendorong kursi rodanya dan berjalan keluar rumah, hal pertama yang aku rasakan ialah dingin sampai-sampai aku menutup mata ku…aku tak tahu dia akan membawaku kemana… tetapi setelah beberapa saat kemudian…
"Bukalah matamu Naru Hime…"
Aku perlahan membuka mataku dan…Kami-sama…, sangat indah. Aku berkali-kali memuji keindahan alam yang diciptakan oleh-NYA…
Dia menggendongku dan mendudukanku di sebuah ayunan di dekat sebuah pohon sakura…
"Pegangan erat-erat…jangan sampai terlepas…"
"Baiklah…"
"…"
"…"
Kami sama-sama terdiam…, ralat, bukan kami tetapi aku yang terdiam sementara dia sedang menuangkan sesuatu kedalam gelas yang ia bawa.
"Minumlah Naru Hime…" Dia menyodorkan gelas itu kepadaku sembil tersenyum
"Terimakasih…Uchi-"
"Sasuke…, panggil aku Sasuke…" Dia memotong perkataanku sambil mendorong pelan-pelan ayunan yang aku naiki.
"Auroranya sangat indah Sasuke…" Aku meminum minuman yang di berikan Sasuke kepadaku…, Rasa coklat dan kacang almond, dan ada sedikit rasa strawberry…
"Sasuke…, terimakasih ya…" Aku meminum kembali minuman itu…, tiba-tiba ada sesuatu yang melingkar di leherku…, ternyata itu adalah…
"Sasuke…"
"…"
"…"
Keheningan tercipta di antara kami, aku menikmatinya… aku bersandar di bahu Sasuke sambil menikmati angin yang bertiup hangat …
"Aku tahu kau melakukan ini hanya karena Tsunade Baa-chan menyuruhmu 'kan…Sasuke…?" Aku menikmati kahangatan yang Sasuke berikan kepadaku…kehangatan hati yang sangat aku rindukan, dan bisa mengurangi rasa sakit yang aku rasakan…
"Memang benar nona Tsunade yang menyuruhku…, tetapi…" Sasuke terdiam sejenak…
"…tetapi yang aku lakukan ini bukan karena nona Tsunade menyuruhku… aku melakukannya karena aku… mencintaimu…"
Angin berhembus kencang sangat kencang…, aku meminum kembali coklat hangat yang sekarang berubah menjadi dingin berusaha mencari kehangatan dari coklat itu…
"Sasuke…, aku tidak bisa…" Aku memejamkan mataku merasakan tangannya yang besar sedang mengelus rambutku…
"Kalau begitu… biarkan aku mencintaimu Naru Hime…" Aku terkejut mendengarnya…
"…"
"Sasuke…?"
"Ya Naru Hime…"
Aku memegang tangan Sasuke dan menuntunnya untuk memeluk pinggangku…Sepertinya Sasuke sedikit terkejut tetapi dia buru-buru mengikuti apa mauku…
"Terimakasih ya Sasuke… dan buatlah… agar aku bisa mencintaimu… Sasuke…"
"Pasti…, pasti akan aku lakukan demi Naru Hime" Aku tersenyum dan menggenggam tangan milik Sasuke…, aku merasakan ketenangan yang aku rindukan sejak satu tahun yang lalu…Sasuke bisa membuatku sangat tenang…
"Sasuke…, aku ingin tidur…"
Perlahan dia melepas pelukannya…
"As you wish my Hime…" Sasuke menggendongku tetapi aku buru-buru menghentikannya…
"Sasuke aku tidak mau naik kursi roda…" Aku setengah merengek kepadanya…
"Lalu…?" Sasuke terlihat bingung
"Aku ingin seperti ini…" Sasuke tersenyum kembali
"Ternyata my Hime semanja ini rupanya…"
Aku sedikit tertawa mendengarnya…, geli rasanya di panggil begitu oleh seseorang yang baru aku temui…
"Sasuke…, apakah kita pernah bertemu sebelumnya…?"
"…hmm…mungkin…"
"…"
Tetapi Sasuke… aku merasa sudah pernah bertemu dengan mu…, karena aku dapat melihat sedikit benang merah di antara kita…
"Sasuke bisakah kau menyanyikan lagu If You…? Untuk ku…?" aku memintanya penuh dengan pengharapan…
"Hhhh…, rupanya 'amare' ini manja sekali ya…" aku sedikit termenung mendengarnya
"Aku hanya ingin manja kepadamu Sasuke…" Aku menyamankan posisiku dan memeluknya…
"Open the door…, to a room I've never be before… counting all the books I've read so long…"
Sangat tenang…, suaranya khas suara lelaki dewasa, aku sangat mengantuk dan terpejamlah mata ini di pelukannya…
xxxxxxxxx
Amare : Cintaku
