Previous
"Aku merindukanmu sayang" suara berat itu terdengar melalui spreaker hp yang menyala di tangan pemiliknya
"Aku juga menrindukanmu Kris ge, sangat sangat sangat malah" ucap pemuda manis tersebut dengan manja
"Hahahhahahaha" tawa sang pria dari sambungan telfonnya "Kau membuatku gemas, bagaimana hari pertamamu?" tanyanya
"Huft, menyebalkan sekali ge, mereka semua menatapku seperti orang aneh membuatku tidak nyaman seharian" ucap sang pemuda menggembungkan pipinya marah "Tak bisakah aku bersamamu ge? Aku tersiksa disini" tambahnya memelas
"Bersabarlah Tao, gege tau kau mengalami hari yang berat tapi gege juga punya pekerjaan disini, gege berjanji akan segera menyelesaikannya dan kita bertemu ne?" tawar Kris
"Itu pasti akan lama, aku bosan ge!" kata Tao memeluk boneka panda miliknya
"Bersabarlah, kau boleh bermain sepuasmu disana, gege tidak akan melarangmu" ucap Kris mencoba menenangkan kekasihnya tersebut
"Bolehkah?" tanya Tao berbinar
.
.
Chapter 2
HeartBreaker
By : D' eXcrusius Paripachuka
.
.
.
Title : HeartBreaker
Cast : Kim Junmyeon x Zhang Yixing (SuLay)
Other Cast : HunHan, Kaisoo, ChanBaek, ChenMin, KrisTao
Romance, Crime
Yaoi, BDSM, Typo (s)
Rate : T - M
.
.
.
Summary
Suho seorang tuan muda tampan dengan kekuasaan bak pangeran berdarah dingin tiba - tiba terjerat permainan seorang yang membuatnya jatuh. Tidak tidak, bukan jatuh cinta, tapi jatuh karena kebodohannya
Kebodohan membiarkan logikanya dipermainkan dengan manis yang membuatnya lupa bahwa ini semua hanyalah sebuah game
Menyerahkan seluruh hidupnya, ambisi, arogansi, harga diri. Sekarang apa yang ia punya? Hanya penyesalan dan tekat untuk mendapatkan apa yang seharusnya menjadi miliknya. Termasuk 'dia' seorang yang berani membuang dan mencampakannya di tengah keterpurukan. Ya hanya 'dia' Zhang Yixing
Keluarga Mafia / kekerasan / pelecehan / Yaoi / BxB / DLDR / BDSM / harap berfikir dewasa / SULAY area
.
.
.
"Bolehkah?" tanya Tao berbinar
"Tentu saja, tapi jangan lupakan tugas utamamu disana sayang" lontar Kris tersenyum di tempatnya membayangkan sang kekasih yang merajuk.
"Woooaaa... Terimakasih Kris ge sayang, tentu saja aku tidak akan melupakan tugasku di sini, lagi pula ini akan menyenangkan bukan?" ucapnya penuh antusias
Ada jeda dalam percakapan tersebut hingga ahirnya...
"hm... Kris geehh.." ujar pemuda bermata panda itu lagi dengan mesra
"Jangan menggodaku Tao, kau tau kan akibatnya?" ucap Kris sambil meredam nafsu yang mulai bangkit karena desahan sang kekasih
"Apa yang bisa kau lakukan ge? Aku tidak sedang bersamamu sekarang?" goda Tao lagi sambil meletakkan kepalanya di ujung tempat tidur
"Kau benar - benar menantangku sayang" gumam Kris tertahan dengan hasrat yang mulai memuncak
"Lakukanlah geh.. Aahh sstts.. Geehh haah.." Desah Tao dengan tangan yang sudah mengelus miliknya membayangkan sang kekasih
"Oh Shit...! aku ingin menerjangmu sekarang juga panda nakal" sarkasnya
"Lla...kukan..lah.. Geh.. Aahh.."
"Apa yang sebenarnya sedang kau lakukan Tao?!" desah Kris seraya membuang seluruh berkas di atas mejanya. Ia sudah tak dapat berfikir jernih sekarang, kekasihnya itu benar benar membuatnya bergairah
"hm... Ahh... A..kuh ha..nyah.. Memasuk.. Ahh.. Kan jariku ge, membayangkan.. Hah hah kau yang memasukikuh sekarang.. Ahh geehh, ini nikmat... Hahh" jemari Tao bermain dengan lincah di holenya
Berbeda dengan Kris yang kelimpungan dengan ulah namja panda itu, membuatnya 'panas' iapun mengeluarkan juniornya dan mulai melakukan solo
"Kau akan dapat hukumannya saat kita bertemu sayang, aku pastikan itu!" ucap Kris tersenyum miring dengan tangan yang mulai menari pada miliknya
"Lakukan apapun gehh... Cepat temu...ih aakkuhh..." balasnya
Mereka masih bermain solo sampai ahirnya
KLING...
Suara pesan masuk berbunyi diponsel Tao, membuatnya malas, namun seketika matanya terbuka lebar setelah tau siapa sang pengirim pesan
"Adahh appahh Ttaaoo... Hahhh ... Hahh.. Hahh..." ucap Kris tertekan
"Kris ge, aku harus pergi sekarang" ucapnya langsung merapikan pakaiannya yang tak terbentuk melupakan hasratnya karena pesan ini jauh lebih menarik "'Dia' menyuruhku menemuinya ge, aku harus pergi... Oh, desahanmu sangat menggoda, ku harap solomu kali ini berhasil, itu hukuman untukmu karena tidak bersamaku" kekeh Tao riang membayangkan wajah kekasihnya itu pasti merah padam menahan marah dan hasrat yang menggebu
"Dah Kris ge, aku mencintaimu Muach" ucapnya langsung menutup sambungan telefon dan beranjak menuju arena permainannya tak memperdulikan sang kekasih yang mematung jauh di sana
"Sial, dia matikannya. Awas kau Huang ZiTao, aku akan membalasmu!" ucap Kris geram melihat kondisinya saat ini yang mengenaskan
"Kenapa 'dia' mengganggu sekali hari ini. Shiitt" umpatnya pada 'dia'
.
.
.
Nowon-gu, disinilah pusat keramaian malam berada -hanya untuk malam ini-, tempat dimana berkumpulnya berbagai pasang mata dan berbagai jenis mobil balap dengan spesifikasi tinggi bersiap untuk menunjukan siapa pemenang game kali ini
Dimana ada balapan disitulah Chanyeol berada, dan dimana ada Chanyeol disitulah Suho, Sehun juga Kai berkumpul
"Kau siap Chan? Sepertinya malam ini ada banyak orang yang ingin menjatuhkanmu" kata seorang namja tampan pemilik acara
"Kau bercanda?" sahut Chanyeol terkekeh geli. "Siapkan saja uangmu untuk menyambutku di garis finish nanti Jonghyun" lanjutnya dengan senyum cerah
"Byun Baekhyun, dia ikut balapan kali ini" ucap Jonghyun lagi yang kali ini mendapat tatapan penuh semangat dari pria alien didepannya
"Benarkah? Dimana dia sekarang?" tanya Chanyeol dengan tangan yang merengkuh kedua bahu Jonghyun dan menggoncang - goncangkannya dengan mata berbinar
"Aish..., kau selalu saja seperti ini saat mendengar namanya" ucapan Jonghyun kali ini membuat Suho, Sehun dan Kai terpingkal, eits... jangan lupakan Luhan kekasih Sehun yang juga berada diantara mereka
Yah... Alasan Chanyeol berlaku berlebihan memang karena ia jatuh cinta pada sosok namja bermulut pedas itu, wajah imut dengan kata - kata kasar terlihat sexy. Namun apa daya Chanyeol terlalu pengecut untuk sekedar menyapa
"Kau benar benar! temui dia jika kau ingin. Kau terlihat bodoh sekali hyung" celetuk Kai mendapat tatapan membunuh dari Chanyeol
"Kau akan menyesal saat dia berkencan dengan orang lain Chan, jadi cepatlah bertindak" Suho berbicara
"Bukankah dia memang berkencan dengan Taeyeon si ratu drama sekarang?" kali ini sang pangeran es berbicara dengan polosnya
"Benarkah itu Luhan hyung?" lanjut Kai menanggapi Sehun yang memeluk namja bemata rusa tersebut
"Entahlah, tapi aku sering melihatnya menghabiskan waktu dengan Taeyeon akhir - akhir ini" jawab Luhan mengerling pada sahabat dan kekasihnya, mencoba melihat reaksi Chanyeol
"Shiitt, semua itu hanya gosib, tidak mungkin Baekkie-ku suka dengan wanita iblis sepertinya... Tidak .. Tidak itu tidak mungkin, damn!" umpat Chanyeol menahan amarahnya berbeda dengan reaksi sahabat - sahabatnya yang tertawa renyah
Sementara tak jauh dari mereka beberapa pasang mata menyaksikan dengan senyum miring terpatri mengerikan
"Apa anda akan turun sendiri bos?" Jaehyun bergumam menatap sang bos yang sedang mencoba menghabiskan lollipop mini di mulutnya
"tentu saja..., aku ingin memberi salam perkenalan pada mereka" ucapnya masih fokus pada lollipop itu. "Kau juga Taehyung tunggu di sini aku dan Tao akan bermain sedikit" tambahnya dengan senyum manis membuat wajahnya semakin cantik
"Ge, mereka sangat menyebalkan. Bahkan 2 orang diantaranya sekelas denganku" ucap Tao manja pada sosok bosnya itu sambil mengalungkan tangannya di lengan sang bos
Orang yang disebut bos itu hanya tertawa geli melihat kelakuan bocah panda ini, seraya memberikan sebuah lollipop baru dari sakunya pada bocah tersebut
"Ini makanlah, jangan menggerutu lagi" ucap sang bos masih terkekeh. "Oh! apa kau sudah minta ijin Kris ge untuk turun malam ini? Aku malas jika harus mendengar omelannya karena membiarkanmu ikut bersamaku" kata sang bos mengingatkan
"Aku tidak bilang padanya kalau akan turun malam ini" ucap Tao dengan tangan yang sibuk membuka lollipop berbentuk panda itu
"Dasar kau ini" ucap sang bos memukul kepala Tao gemas
"Ah ge, sakit!" Tao memajukan bibirnya sebal "Dia tidak akan marah ge, dia membebaskanku melakukan apapun disini sampai dia menjemputku nanti!" tambahnya dengan sebal
Sang bos tersenyum lega sesaat sebelum matanya terbelalak melihat 'adik iparnya' ini mulai menitihkan air mata. Dia lupa kalau Tao sangat emosional dan sensitif sama sepertinya, Ia reflek mengelus kepala dongsaengnya itu mencoba menenangkan
"Hiks ... Hiks..." suara tangisan mulai terdengar membuat bos itu kelimpungan
"Tao, jangan menangis, maafkan gege ya... Jangan seperti ini... Gege akan belikan tas Gucci dan parfum Chanel keluaran terbaru untukmu, bagaimana?" ucap namja cantik itu menatap Tao dengan pandangan cemas membuat setiap orang merasa gemas ketimbang iba
"jan...ji... Hiks"
"Janji" final sang bos membuat mood Tao membaik
"Jadi ge, apa aku boleh menghancurkannya setelah ini?" tanya Tao antusias menunjuk arah Suho dkk dengan bibir yang di majukan
"Tidak sekarang panda..., hari ini kita hanya sedikit pemanasan" ucapnya tersenyum evil "aku ingin mendekatkan diri pada teman sekelasku itu" tunjuknya pada gerombolan sana lebih tepatnya pada Su-ho
.
.
.
Suara derum mesin mobil menggema, menandakan puncak acara segera dimulai. Berduyun duyun ratusan manusia memenuhi area start game
Chanyeol, Sehun dan Kai telah siap menunggu lampu hijau itu menyala di dalam mobil masing - masing, begitu pula Tao dan 'the bos' nya juga beberapa pembalap lain yang merasa adrenalinnya mulai terpacu termasuk Byun Baekhyun -jangan lupa-
BRUMMM... BRUMM...
Suara gemuruh menyerebak sesaat setelah lampu hijau itu menyala, decit mobilpun menggema saling menyahut memperebutkan posisi pertama. Chanyeol dengan mudah berada didepan disusul oleh Sehun dan Kai dibelakangnya
Namun tak berapa lama sebuah... Oh tidak dua buah mobil dengan angka 68 sebagai ID pada plat Maserati Ghibli warna silver juga angka 10 yang tergores indah pada body Ferarri Enzo hitam dibelakangnya memepet mobil 88 Kai dan 94 Sehun membuat keduanya terdesak
"SIAL! siapa pengganggu ini?" Umpat kai menggeram
"Hyung, kau tahu siapa mereka?" ucap Sehun pada sahabat - sahabatnya melalui intercom yang mereka pakai
Ya, Sehun, Chanyeol dan Kai selalu berbicara dengan intercom disaat - saat tertentu, seperti balapan ini misalnya. Sang operatorpun tak lain dan tak bukan sosok namja manis dengan otak cerdas- Xi Luhan.
"Entahlah, aku baru melihat mereka hari ini. Kalian baik - baik saja? Ucap Chanyeol mengawasi dari balik spion miliknya
"Siapa mereka Luhan?" Suho berbicara di samping Luhan yang tengah sibuk mengidentifikasi dua pembalap asing yang berani mengganggu kekasihnya
"Aku akan mencari tahunya dulu Suho-ya, berani sekali mereka membuat kekasihku kerepotan" ucapnya mengrucutkan bibir
Suho yang melihat adegan kejar - kejaran itupun gemas bukan main, baru pertama kali ada orang yang terang - terangan mengganggu komplotannya. Tatapannya tajam terus menyaksikan aksi itu dari layar monitor besar milik Jonghyun yang tersenyum. "Sepertinya akan ada yang menggantikan Chanyeol di finish nanti bung" ucap Jonghyun terkekeh pada Suho
"Siapa mereka?!" penuh penekanan mengeluarkan aura hitam membuat siapapun bergidik ngeri
"Aku juga baru melihatnya, dan kuakui mereka luar biasa" jawab Jonghyun santai tak menghiraukan sang tuan muda yang mengepalkan tangan
Mobil 68 itu memepet Sehun lebih brutal, bahkan terang - terangan ia menyenggol mobil Godge Viber 94. Sehun dengan keras membanting setir kekiri, membuat Sehun yang kaget langsung membuang komandonya dan menghentikan aksinya karena menabrak pembatas jalan dan keluar arena "SHIIT" upatnya kesal memukul kemudi
Chanyeol, Kai, Suho dan Luhan tercekat tak percaya bahwa sehun telah out dari pertarungan ini membuat Jonghyun tertawa girang tak berbeda dengan Tao yang menyeringai melihat ulahnya.
"Lumayan..." ucap pemilik angka 10 lewat audionya yang tersambung pada Tao dan dua orang bawahannya "Sekarang giliranku" tambahnya dengan tepuk tangan dan menabrak bemper belakang Kai dengan brutal hingga Lykan HyperSport 88 itu kehilangan kendali berputar 180° menabrak 2 mobil lain dibelakangnya
Sang bos 10 itu pun tertawa terbahak memegangi perutnya yang mulai terasa sakit karena terlalu lama tertawa tanpa mengendorkan injakan kaki pada pedal gasnya.
Chanyeol geram bukan main melihat kedua sahabatnya terpental satu persatu dibelakangnya. "Kau luar biasa ge" ucap Tao antusias pada sosok lain disamping mobilnya itu. "Sekarang ayo kita bermain dengan Park tinggi itu Tao" ucap sang bos disela tawanya dengan seringai mengerikan, disambut anggukan antusias 68 disebelah mobilnya
Kedua mobil itupun memepet Chanyeol di kedua sisi membuat sang pemilik Lamborghini adventador nomor 61 itupun kelabakan karena kekurangan space.
Kedua mobil itu bergantian menabrak Chanyeol dari kanan dan kiri membuat sang empunya geram "KURANG AJAR KALIAN!" ucapnya membalas membabi buta menyenggol 2 mobil tersebut, namun naas saat Chanyeol mengarahkan kemudinya pada mobil 10 dengan kecepatan tinggi sang bos pengendara Ferarri Enzo tersebut dengan sigap mengerem kemudian menabrak belakang sisi kiri mobil Chanyeol dan akhirnya namja tinggi out dengan mobil yang hancur karena ditabrak pembalap lain dari belakang.
Suho terbelalak bukan main, ketiga temannya telah dipermalukan oleh hama sialah itu "SHIIIITTT" umpatnya menggebrak meja di sebelahnya.
Chanyeol keluar dari mobil yang ringsek itu dengan wajah merah menahan amarah dan memicingkan mata mengamati kedua pembalap baru yang berani melecehkannya. Kai dan Sehun menghampiri Chanyeol dengan ekspresi cemas kondisi pria tinggi itu baik - baik saja hanya beberapa luka gores ia terima di lengan dan pelipis.
"Kau mengagumkan ge, hahahhahahahha" Tao terbahak melihat mobil ketiga orang itu keluar arena dengan tidak elitnya
Hal yang sama nampak dari pengemudi 10 itu, ia terus terpingkal ingin rasanya ia melihat ekspresi seorang Suho sekarang. "Jaehyun" panggilnya pada namja di podium penonton itu "Ya bos," jawab namja itu patuh "Lakukan sekarang!" perintah
Jaehyun dan Taehyung yang menyaksikan aksi bos dan 'adik iparnya' itupun mulai menggerakkan jarinya pada laptop mini memulai menyadap intercom kelompok Suho seperti yang telah diperintahkan sang bos "selesai!" ucap Taehyung mendapat seringai dari pemilik angka 10
Chanyeol menghancurkan apapun yang ada di hadapannya. Sekarang ia berada di tempat Suho dan luhan bersama Jonghyun, Kai juga Sehun. "Beraninya, SIAPA MEREKA SEBENARNYA!" teriak Chanyeol frustasi. Baru kali ini ada yang mengalahkannya dalam dunia balap tentu hal itu membuat geram
KLEK...
Suara pintu dibuka mengalihkan pandangan ke-6 nya, Kyungsoo membopong Baekhyun yang lemas setelah mobilnya menabrak Chanyeol tadi "Luhan hyung bisa aku pinjam mobilmu, aku ingin mengantar Baekhyun pulang, dia sangat syok saat ini" kata Kyungsoo langsung pada Luhan.
Kai dan Chanyeolpun kelimpungan melihat masing - masing gebetannya yang datang dengan wajah pucat, Chanyeol tak dapat memendam lagi amarahnya, melihat Baekhyun lemah di hadapannya membuatnya putus asa tak dapat menjaga sang pujaan hati.
"Ya tuhan Baekhyuniee, kau tidak apa - apa? Mana yang sakit" cerocos Luhan melihat keadaan salah satu teman baiknya itu dan mendudukannya di sofa.
"Aku baik hyung" ucap Baekhyun sendu.
Hingga sebuah suara muncul dan mengagetkan semua yang ada di ruangan karena suara itu berasal dari intercom sambungan mereka "Hai semua!" suara itu menyapa dengan semangat.
"Aku harap kesan pertamaku ini tidak mengagetkan kalian" suara itu lagi membuat seisi ruangan -kecuali Jonghyun yang hanya tersenyum manis-
"Aku harap kita akan berteman baik setelah ini, ah... Itu tadi adalah hadiah perkenalanku pada kalian, Ups... Padamu sebenarnya SU...HO... KIM" ucapnya terkikik geli membuat Suho dan komplotannya menggertakkan gigi.
"Kau ingin tahu siapa aku?" katanya lagi "Mobil ID 10, dan kita akan sering bertemu mulai sekarang...Hahahahahahaha... Ups...Bye Kim" ucap suara sebelum sambungan benar - benar mati.
"SHIIITTT, SIAPA MEREKA?!" amarah Suho memuncak, pandangannya tertuju pada mobil 10 tersebut yang memasuki finish disusul 68 di belakangnya langsung pergi meninggalkan tempat itu tanpa mengambil hadiahnya.
Bagi mereka berdua membuat Kim dan komplotannya geram itu sungguh jauh lebih menyenangkan di banding hadiah apapun didunia.
.
.
.
Keesokan harinya SM High School tetap saja ramai akibat kegaduhan para fans Suho dan komplotannya di pagi hari. Tak ada yang istimewa sebenarnya hanya saja kali ini sedikit berbeda karena Chanyeol sang happy virus mendapat beberapa plester di pelipis dan lengannya, serta senyum merekah yang selalu ditunjukan kini berubah menjadi datar.
Keempatnya langsung menuju kelas masing - masing dengan pikiran yang terfokus pada kejadian semalam. Mereka tidak terima tentu saja, harga diri mereka yang agung hancur karena ulah hama - hama tak punya otak.
Suho tengah duduk di singgahsananya sekarang, memasang earphone di kedua telinga, melipat kedua tangannya di dada dan menutup matanya mencoba memikirkan kemungkinan siapa saja yang ingin menghancurkannya terlebih ia dan keluarganya memiliki banyak musuh -keluarga mafia kalian ingat-
Kelakuan Suho yang tenang dan diam membuat seisi kelas berdecak tak percaya, tak ada yang berani membuka suara apalagi mendekatinya.
Bahkan Luhan dan Xiumin yang merupakan teman dekatnya pun enggan menyapa seperti biasa.
"Dia kenapa hyung?" ucap namja berdimple kepada Xiumin dan Luhan yang duduk di belakangnya.
Ya Luhan, Xiumin Suho dan Lay memang sekelas sejak beberapa hari yang lalu, terhitung sejak Lay resmi menginjakan kaki di sekolah ini setelah menjalani transfer tepatnya.
"Dia sedang berfikir sekarang, sebaiknya jangan coba - coba mendekatinya jika kau tetap ingin hidup" ucap Xiumin yang sudah tau apa penyebab temannya itu berdiam diri.
"Dia sedang marah Lay, tetaplah di tempatmu kau ingat!" ucap Luhan menambahi.
Namun namja manis berdimple itu tak perduli ia malah tersenyum dan membuka sebuah lollipop dari sakunya kemudian memasukannya kedalam mulut seiring langkah kakinya berjalan mendekati Suho.
Lay pun menarik kursi di damping Suho, meletakkan pantatnya dan terus memandang Suho tanpa jeda seolah wajah berfikir Suho yang tengah frustasi ini adalah candu baginya. Kelakuan Lay inipun mendapat tatapan tak percaya dari seisi kelas termasuk Luhan dan Xiumin yang kaget bukan kepalang melihat kenekatan teman barunya. 'anak ini cari mati' batin Xiumin 'dia bodoh atau apa hah?' batin Luhan di kepalanya.
Merasa dirinya diawasi, Suhopun reflek membuka matanya ekspresi terkejut tak dapat terelakan melihat seorang namja manis tengah tersenyum memandangnya intens dari jarak yang dekat. Namun segera kekagetannya itu berubah menjadi ekspresi datar dan kembali menutup matanya kemudian mendesah "huft"
Tidak mendapat respon berarti iapun membuka kembali matanya dan bertemu pandang dengan namja cantik tersebut, Lay tetap pada posisinya menatap Suho dengan senyum dan mengulum lollipopnya. Suho sedikit jengkel karena baru kali ini ada orang yang tak terintimidasi dengan tatapannya dan terus tersenyum manis.
Suho terus menatap Lay dengan pandangan 'apa?' membuat Lay mengedipkan matanya imut beberapa kali.
"Haaaahhhh... " Suho menghela nafas kemudian "Aku tahu aku tampan, sangat tampan malah jadi berhentilah menatapku!" sarkasnya penuh penekanan moodnya benar - benar buruk sekarang dan dia sudah terlalu lelah hanya untuk membentak orang bodoh dihadapannya ini.
Sedang namja yang sedari tadi sibuk menghabiskan Lollipop itupun hanya mengerutkan alisnya dengan tatapan tak mengerti atas ucapan Suho barusan.
"Ha?" hanya itu yang Lay katakan membuat Suho berdecak malas.
Didalam otaknya sudah banyak sekali masalah yang harus ia selesaikan, apa - apaan lagi ini batinnya. "Kau pergilah, aku tahu aku tampan jadi..."
"Siapa bilang kau tampan?" sela Lay memotong ucapan Suho. Oh tak tahukan dia bahwa Suho tidak suka disela dan apa lagi ini, dia bilang Suho tidak tampan? Hell, dia harus memeriksakan mata dan otaknya itu.
"Gendut...kau sangat gendut Suho-ya" seluruh penghuni kelas membelalakan matanya tak percaya dengan mulut menganga sempurnya. Suho masih mencerna kata - kata itu hingga-
"Lihatlah dirimu, pipimu luber kemana - mana, wajahmu sangat aneh dengan pipi dan mata juga hidung seperti itu, oh aku dengar kau juga murid populer disini... Tapi... Apa yang bisa dilihat darimu? tampan tidak, gendut, pendek, arogan yah hanya warna kulitmu yang bisa di tonjolkan" Blam... Lay sungguh keterlaluan bahkan dia mengucapkan seluruh pemikirannya itu dengan ekspresi polos bak anak kecil membuat teman - teman sekelasnya bergedek cemas dengan nasib apa yang akan Lay terima setelah ini.
Xiumin hendak membawa Lay pergi dari hadapan Suho tiba tiba di hentikan oleh Luhan yang mengisyaratkan 'jangan coba - coba ikut campur". Xiumin-pun pasrah dan masih menyaksikan adegan 'panas' Lay dan Suho dihadapannya.
"Kau bilang apa?" ucap Suho dengan mata membulat karena baru mengerti ucapan namja cantik di depannya ini. Namja itu bahkan menggembungkan pipinya dengan lollipop masih di dalam mulutnya dan pandangan polos menatap Suho yang masih mematung.
"Kau itu selain gendut, pendek, arogan dan tidak tampan ternyata juga tuli, bahkan otakmu sangat lamban mencerna ucapanku..." katanya lagi mendapat picingan mata dari Suho, siapapun pasti sudah pingsan jika berada di tempatnya sekarang namun tidak untuk Lay, ia bahkan mendekatkan wajahnya dan mengelus pipi Suho seraya berucap manis "Walaupun begitu, tapi aku suka" katanya lagi dengan senyum merekah menunjukan giginya yang putih serta dimple miliknya seraya beranjak pergi menuju bangkunya meninggalkan Suho yang mematung ditempatnya karena Kang Songsaemnim telah memasuki ruangan.
Dia bersumpah akan membunuh lelaki manis itu segera jika saja moodnya sedang tidak baik seperti sekarang. 'Apa apaan dia setelah menghinaku mengatakan bahwa menyukaiku?' Suho berdecih mengingat ucapan Lay.
Tak tahukah Lay bahwa ia adalah orang pertama yang terang terangan mengatakan bahwa Suho tidak tampan dan 'pendek'. Oh itu adalah hal paling sensitif untuk tuan muda kita ini.
.
.
.
TBC
A/n :
Sumpah author buat ini sambil senyum - senyum sendiri /PLAK.
Agak was - was sebenernya waktu ngubah image nya Lay moga aja readers semua bisa dapet feelnya, walopun sedikit banyak ngarep hehehehehe.
So, next chap mungkin nanti Sulay Momentnya bakal di tambah tapi nggak janji ya, berhubung aku mau langsung masukin konfliknya di depan
Thanks buat yang udah review, tolong masukannya ya. Kadang ni otak nggak mau diajak imaginasi kalo udah nyangkut materi skripsi jadi gampang stuck hehehehe.
Sedang aku pengennya update g lama - lama soalnya ngrasain jadi readers yang nunggu updatean ampek lupa cerita bahkan ilang feel itu sering banget.
Nah kemarin buat yang ngira 'the bos' itu Tao siapa hayooo? Ketipu ya wkwkwkwk sengaja emang /PLAK. Uda ketahuan kan sekarang. Siapa yang ngobrol sama Kris di Chap sebelumnya, dan apa hubungan ke3 nya...
So happy reading guys, maaf banyak typo
Mohon kritik dan saran ya
Thank you
Don't forget view and read ACE by Pearl Luce ya
See you next chap!
D' Xp
9 November 2016
