I'm With You
NCT Fanfiction
Jung Jaehyun x Kim Doyoung
Warning: GS, OOC, Typo(s), gaje, pasaran, alur kecepetan, diksi kurang dan sebagainya.
By El Lavender
.
.
.
"Selamat pagi, bagaimana keadaan anda?" Seorang suster menyambut Doyoung yang baru saja membuka mata.
"Ah selamat pagi, aku merasa lebih baik pagi ini." Doyoung melihat sekelilingnya, ia tidak menemukan keberadaan pria yang telah membantunya semalam.
"Suami anda baru saja pergi setengah jam yang lalu Nyonya, ia berpesan agar saya merawat anda dan mengatakan jika ia akan kembali lagi nanti." Ujar sang suster yang tengah membantu Doyoung untuk bersandar ke ranjangnya.
Doyoung saat ini sudah dipindahkan dari ruang UGD, pria yang menolongnya memindahkan Doyoung di ruang VIP. Doyoung merasa tidak enak kepada pria itu.
Suster yang merawat Doyoung setelah membantunya duduk dan memberikan bayi yang berada di box sebelah tempat tidur Doyoung kepadanya. Doyoung tersenyum melihat bayinya yang sudah terbangun dari tidurnya itu.
"Pagi Jeno~" Doyoung gemas melihat bayinya yang akan membuka matanya itu.
"Apa kau haus sayang?" Doyoung membuka kancing baju yang dipakainya dan siap memberikan ASI kepada Jeno.
Cklek
Pandangan Doyoung beserta suster yang merawatnya tadi tertuju kepada seseorang yang memasuki kamar itu, orang yang baru saja masuk adalah Jaehyun. Ia terlihat telah mengganti pakaiannya dari yang dipakainya semalam dan juga pria itu membawa beberapa barang ditangannya.
"Kau sudah bangun rupanya." Jaehyun meletakkan barang-barang yang dibawanya ke sofa di ruangan itu, ia pun menghampiri Doyoung yang sedang memberikan ASI kepada Jeno.
"Permisi, saya keluar dulu Tuan dan Nyonya Jung, jika ada apa-apa silahkan panggil saya saja." Suster itupun keluar dari kamar tempat Doyoung dirawat.
"Terimakasih... aku sangat berhutang budi kepada anda." Doyoung mengucapkan itu untuk yang kesekian kalinya.
"Tidak apa-apa, aku ikhlas menolongmu," Jaehyun tersenyum menanggapi ucapan wanita itu.
"Hey jagoan, kau sudah bangun rupanya." Jaehyun berbicara kepada bayi yang tengah menyusu pada ibunya itu.
"Selamat pagi paman~" Doyoung menggantikan anaknya seolah-olah berbicara kepada Jaehyun. Jaehyun tidak berhenti tersenyum.
"A-ah maafkan aku." Jaehyun mengalihkan pandangannya, pasalnya Jeno sedang melepaskan hisapannya sehingga mengekspos dada Doyoung dan Jaehyun tahu bukanlah haknya untuk melihat pemandangan itu.
"T-tidak apa-apa." Doyoung kembali menyusui Jeno dengan wajah yang sedikit memerah.
"Doyoung-ssi apa aku boleh bertanya sesuatu?" Jaehyun mendudukkan dirinya pada kursi di sebelah ranjang Doyoung.
"Dimana keluargamu dan suamimu? Apa kau tidak menghubungi mereka?" Sebenarnya Jaehyun sedikit ragu untuk menanyakan hal ini.
"Aku hanya memiliki suamiku. Moonbin sekarang sudah berada di surga, ia mengalami kecelakaan ketika kehamilanku berusia tujuh bulan. Ia pulang di saat terjadi badai, mobil yang dikendarainnya terjatuh ke jurang." Doyoung menatap sendu kepada Jeno, bayinya itu selalu mengingatkan kepada mendiang suaminya.
"Ah Maafkan aku, aku tidak bermaksud-"
"Tidak apa-apa." Doyoung memberikan senyuman kepada Jaehyun. Walau bagaimanapun Jaehyun merasa lancang dan bersalah telah bertanya tentang suami dari wanita itu, ia hanya memastikan tentang perkataan wanita itu semalam.
"Apa kau sudah makan? Aku membawakan makanan, mari kita makan bersama." Jaehyun mengganti topik pembicaraan mereka, ia tidak ingin wanita ini terus berlarut dalam kesedihannya.
Jaehyun mengambil makanan yang telah dibawanya, ia tadi memang kembali ke hotelnya untuk berganti pakaiannya dan menyelesaikan beberapa urusannya. Jaehyun yang teringat akan Doyoung membelikan makanan untuk wanita itu serta membelikan beberapa pakaian dan pakaian bayi untuk mereka, entah kenapa tetapi Jaehyun ingin melakukan itu.
"Anda tidak perlu repot-repot Tuan." Doyoung merasa sungkan kepada pria itu.
"Kau harus makan, aku sudah membeli semua makanan ini untuk kita berdua." Jaehyun menyiapkan meja kecil di depan Doyoung untuk memudahkan dan meletakkan makanan itu disana.
"Mari makan~" Jaehyun memakan makanannya terlebih dahulu. Doyoung hanya diam saja.
"Kenapa?" Jaehyun yang melihat Doyoung yang diam saja bertanya kepadanya.
"Aku masih menyusui Jeno." Jaehyun yang paham dengan apa yang dimaksud oleh Doyoung mengarahkan potongan ayam di sumpitnya ke depan mulut Doyoung.
"Buka mulutmu, aku akan menyuapimu." Jaehyun tersenyum kepadanya.
"A-aku akan memakannya nanti saja." Wajah Doyoung kembali memerah.
"Kau harus makan sekarang juga, ayolah tanganku sudah pegal jika seperti ini terus." Canda Jaehyun kepadanya, mau tidak mau Doyoung akhirnya memakan suapan yang diberikan oleh pria itu.
Mereka berdua menikmati makan dengan hening, Jaehyun terus saja menyuapi Doyoung dia tidak keberatan melakukan hal itu. Doyoung heran kenapa anaknya masih saja belum selesai menyusu kepadanya, ia terlalu malu jika disuapi oleh pria itu terus menerus.
Doyoung menatap sendu kepada Jaehyun, andai saja yang berada di posisi pria itu sekarang adalah suaminya. Pasti akan sangat bahagia, Tuhan sangat sayang kepada suaminya itu hingga ia dijemput terlebih dahulu.
"Ada apa? Apa kau butuh minum?" Jaehyun yang sejak tadi dipandangi mengira jika wanita itu menginginkan sesuatu.
"A-ah maaf aku melamun, aku sedang memikirkan sesuatu." Doyoung tersenyum kepada pria itu agar tidak khawatir kepadanya.
Mereka sudah selesai makan dan Jeno sudah kembali tertidur pulas. Jaehyun membantu Doyoung memindahkan bayi itu dengan hati-hati ke dalam box bayinya.
"Umm... Tuan berapa nomor rekeningmu?" Doyoung bertanya setelah pria itu selesai meletakkan Jeno.
"Panggil saja Jaehyun, namaku Jung Jaehyun. Jika kau memanggilku dengan 'Tuan' rasanya sangat formal sekali dan aku tidak setua itu hahaha-" Jaehyun dari awal sebenarnya risih jika wanita itu terus-terusan memanggilnya dengan 'Tuan' ia ingin wanita itu memanggil namanya.
"Dan jika kau ingin mengirim uang sebagai ganti semua ini tidak perlu kau lakukan Doyoung-ssi, sudah aku katakan jika aku ikhlas membantumu." Jaehyun memandang ke arah wanita yang sedang menunduk itu.
"T-tapi Jaehyun-ssi..."
Drrrrttt Drrrtttt
Sebuah panggilan masuk dari ponsel Jaehyun menghentikan pembicaraan mereka.
"Hallo hyung, ada apa?"
"Kemana saja kau Jae, cepat kembali ke lokasi syuting. Jika kau tidak datang dalam 15 menit sutradara tua itu akan mengamuk. Cepatlah."
"Aish hyung aku baru saja ingin meminta cuti kepadamu."
"Kau kira kita ini sedang apa hah? Kita sedang syuting dan kau bukanlah seseorang yang bisa meminta cuti begitu saja Jae. Cepatlah, semua orang sedang menunggumu."
"Baiklah... Baiklah... Aku akan segera datang hyung." Jaehyun memutuskan sambungan dengan sang Manajer yang sepertinya sudah lelah menunggunya.
Jaehyun seharusnya tahu jika dia tidak bisa meninggalkan kegiatan syuting begitu saja karena dialah pemeran utama dalam drama itu. Tapi ia juga tidak ingin meninggalkan wanita itu saat ini.
Doyoung hanya diam melihat pria itu sedang berbicara dengan seseorang di seberang sana. Sepertinya pria itu akan segera pergi ke suatu tempat.
"Tidak usah kau pikirkan masalah itu dan aku sudah membelikan beberapa pakaian utukmu dan bayimu, aku meletakkannya di sofa. Aku akan kembali." Jaehyun mengambil beberapa barangnya dan bergegas keluar dari kamar itu.
Doyoung menatap pintu yang sudah ditutup oleh pria itu. Bagaimanapun juga dia merasa tidak enak karena mereka hanyalah orang asing yang bahkan belum mengenal lebih jauh satu sama lain.
.
.
.
Saat ini Doyoung sedang menikmati waktu bersantainya dengan menonton tv yang disediakan di ruang VIP itu. Suster yang tadi pagi mengecek kondisinya kembali datang malam ini.
"Kondisi anda sudah membaik Nyonya. Wah aktor itu sangat mirip dengan suami anda Nyonya. Anda sangat beruntung memiliki suami setampan dia~"
Suster tersebut heboh saat Doyoung secara tidak sengaja memindahkan chanel yang sedang menayangkan sebuah drama. Suster itu benar pria di dalam tv tersebut sangatlah mirip dengan pria yang membantunya.
"Siapa nama orang itu?" Doyoung bertanya kepada sang suster.
"Nyonya apa kau tahu dia adalah aktor yang sedang naik daun saat ini, bahkan drama ini sangat banyak peminatnya. Kalau tidak salah namanya umm... Jung Jaehyun, iya namanya Jung Jaehyun Nyonya." Ujar Suster tersebut dengan sedikit histeris.
"APA?" Doyoung terkejut mendengar penuturan sang suster.
"Kenapa Nyonya?" Sang suster khawatir dengan Doyoung yang berteriak begitu saja.
"A-ah tidak apa-apa, dia memang tampan hehe..." Doyoung sebisa mungkin untuk tidak terlihat mencurigakan di depan suster itu.
"Baiklah Nyonya, saya permisi dulu senang bisa berbicara dengan anda." Suster tersebut tersenyum dan meninggalkan ruangan Doyoung.
"Pria itu bilang jika namanya adalah Jung Jaehyun dan orang yang di dalam tv itu juga bernama Jung Jaehyun, wajah mereka juga mirip. Apakah mereka orang yang sama?" Doyoung bermonolog kepada dirinya sendiri.
.
.
TBC
.
.
Thanks to:
dyeongdi, Mifta Jannah, Lee Gyu Won, pandagame, nhy17Boonon, Puppet on String, Rimm, tenbreeze, TYHoney, dhantieee, 97saklek.
Ini teh kenapaaaa pada jawab kalau bapaknya Jeno itu Bang Bulan Taeilll x'D aku ngakak baca review kalian wkwkwk aku sama sekali gak kepikiran bapaknya Jeno Taeil x'D
Bapaknya Jeno Moonbin~ alasannya soalnya sekilas Moonbin mirip Jeno masa xD *brb periksa mata*
dyeongdi: Salah xD makasih semangatnya~
Mifta Jannah: Mifta salah juga xD iya sedih nih Doyoungnya menjanda, tapi kesempetan buat Jae /shy/
Lee Gyu Won: Bukan Taeil~ xD sudah dilanjutin~
pandagame: iya kesempetan emas ini mah /shy/
nhy17Boonon: Bukan Taeil xD Matinya gegara mobilnya Moonbin masuk jurang T.T gonjang ganjing gak ya xD
Puppet on String: Mamanya tahun depan Pup *dihajar* Bukan Taeil kok Pup /shy/ Makasih semangatnya~ *hug*
Rimm: Jeno gak jadi anaknya bang bulan kok xD Mama next years ya T.T *dihajar*
tenbreeze: Bukan Taeil~ xD Sudah dilanjut~
TYHoney: Demi kepentingan cerita makanya GS kak xD sampai punya buyut gak kelar2 ntar kak xD Makasih kak~
dhantieee: Sudah dilanjut~
97saklek: Bukan Taeil~ xD Makasih reviewnya klek(?)~ si mami nikahnya masih lama sama om Jaehyun wkwkwk... Tau tau tau~ agak mirip sedikit kataku dia perpaduan Jaehyun+Kun masa xD Bolehlah kapan2 xD oneshoot aja ya biar aku gak banyak utang *digampar*
Terimakasih buat semua review dari kalian~ ditunggu lagi loh xD
Siders? Review please~~~
