Pair : SasuNaru (Uciha Sasukex Naruto Uzumaki) slight SasoNaruto,ItaKyuu.
Disclaimer : Masashi kishimoto
Rat : T
Gendre: Hurt,Romance,Familly
Uzumaki Naruto: 15 tahun
Uciha Sasuke,Gaara,Kiba: 17 tahun
Deidara,Sasori: 18 tahun
Kyuubi ,Itachi: 22 Tahun
Iruka,Kakashi: 29 tahun
Minato: 43 tahun
.
.
Hari ini merupakan hari yang melelahkan bagi Naruto, dihukum membersihkan halaman belakang,olahra
ga menguras energi (mengingat betapa semangatnya sang sensei dengan euforia masa muda), pulang sekolah langsung kerja sambilan. Haah.. tidak biasanya cafe itu penuh, sehingga Naruto harus bekerja hari yang melelahkan..
Tiba-tiba Naruto tersenyum sendiri, ketika mengingat betapa perhatiannya sosok Sasori kekasiHnya sang sungguh tampan itu terhadapnya. Mengantar nya ke tempat cafe nya bekerja, menjemput pulang,dan selalu melidunginya, oh jangan lupa Sasorinya selalu menghibur dikala ia sedang sedih. Haaah... sungguh ia sangat menyayangi sosok Sasori senpainya yang kini genap setahun telah menjadi kekasih nya.
Ya.. Sabaku Sasori adalah kekasih Naruto selama satu tahun ini. Semenjak kehadiran seorang Sasori dalam hidupnya, Naruto benar-benar merasa terlindungi dan merasa aman. Mengingat dulu sebelum kehadiran Sasori ia selalu menjadi bahan bully-an teman-temannya disekolah (karena menurut mereka Naruto anak pembawa sial seperti yang dikatakan Deidara dan sebagian karena iri). Naruto yang pada saat itu tak punya teman (sebelum mengenal Gaara dan Kiba) selalu dibully, tiada hari tanpa penderitaan disekolah. Betapa berutungnya Naruto,karena ditengah penderitaannya hadirlah seorang Sasori yang selalu menyelamatkannya. Awalnya, Naruto selalu menolak ketika didekati oleh Sasori, yah.. karena Naruto tau, kakaknya, Deidara menyukai Sasori. Tapi karena Sasori tak pernah menyerah akhirnya Naruto menerima peryataan cinta Sasori. Pada saat itu Naruto adalah siswa kelas satu tengah semester sedangkan Sasori murid baru satu tingkat diatas Naruto. Semenjak resmi menjadi kekasih Sasori,hari-hari Naruto semakin baik. Teman-temannya sudah tidak berani menjahilinya lagi, entah apa yang telah Sasori perbuat. Meskipun pandangan benci dan iri selalu Naruto dapatkan,dan kadang-kadang masih dijahili secara sembunyi-sembunyi,karena takut kepada Sasori. Yah.. siapa sih yang mau berurusan dengan pangeran sekolah sebangsa Sasori? Alamat minta masuk neraka tuh. Dan semenjak itu pula hadirlah 2 murid baru bernama Sabaku Gaara (sepupu Sasori) dan Izunuka Kiba yang dengan senang hati menjadikannya sahabat. Dari situlah Naruto mulai merasakan kebahagiaan ditengah penderitaannya. Haaah... Tapi, akibat dari ia menjadi kekasih Sasori, Deidara semakin membencinya. Dan perlakuannya terhadap Naruto semakin parah. Dan selalu dilimpahkan disetiap ada kesempatan. Seakan lupa bahwa Naruto merupakan adik kandungnya.
Naruto menutup matanya sembari menghirup udara.
Uciha Sasuke..
Entah kenapa sosok itu tiba-tiba terlintas difikirannya. Naruto mengernyitkan alis
"Entah kenapa matanya ketika memandangku seperti menyiratkan .. err..kekecewaan? dan, Kenapa dia memandangku dengan tatapan yang errr... aneh?" gumamnya sembari menarik selimut sampai dada.
"Apa-apaan aku memikirkan si Teme menyebalkan itu? Oh my.. sepertinya karena terlalu cape otakku jadi agak sedikit eror" tambaHnya merasa aneh sendiri 'tapi.. kenapa ya ko aku merasa familiar dengan wajaHnya?' lanjut Naruto dalam hati. Naruto segera mengenyahkan pikirannya yang mulai eror dengan menggeleng-gelengkan kepalanya cepat.
"Hoaaammm... ngantuk..," gumamnya sebelum menginjak alam mimpi.
.
.
AAAAA
.
.
Uchiha mansion
Itachi menatap bingung kepada adiknya yang kini terlihat melamun dibalkon rumah. Sudah berkali-kali ia memergoki Sasuke yang sedang melamun. Sepertinya baka-Outotonya sedang dalam mode galau.
"Outoto..."
"..."
"Sasuke?"
"..."
Itachi menghela nafas frustasi, "Kau kenapa Sasuke?"
"..."
"Naruto?" tebak Itachi,yah sejauh ini orang yang bisa membuat Sasuke galau hanya satu orang,yang tak lain adalah Naruto Namikaze. Mendengar nama Naruto disebut-sebut,Sasuke sedikit bereaksi. Dia mengalihkan pandangannya kepada sang kakak .
"Bukan urusanmu," balas Sasuke ketus.
Itachi memutar matanya "Ada apa lagi Suke? Ayolah.. tidakkah kau ingin berbagi dengan Aniki mu yang tampan ini?" ujarnya lembut nan narsis,membuat Sasuke merasa malu sendiri mempunyai kakak yang lebay macam Itachi , melunturkan harga ke-Uchiha-annya.
Sasuke mendengus sebal dengan wajah datarnya "Hn" gumamnya tak jelas seperti biasa.
"Kau memang menyebalkan baka-Outoto! Sudahlah.. apa yang terjadi?" kembali Itachi kewajah datarnya,sekarang benar-benar serius. Melihat ekspresi yang demikian dari kakaknya,Sasuke tau kalau Itachi tidak menerima penolakan.
"Naruto melupakanku..," lirih Sasuke akhirnya. "Tidak hanya itu,dia sudah mempunyai kekasih. Aku melihatnya,tadi berciuman dibelakang sekolah" curhatnya mendadak menjadi melankolis, juga yang tanpa sengaja membeberkan bahwa ia telah mengintip orang. Kini Itachi yang merasa jadi malu sendiri.
Ya.. pada saat Naruto dihukum,Sasuke berniat ingin mengobrol dengannya dan memberitahu Naruto bahwa ia adalah pahlawan kecil yang Naruto katakan dulu kepadanya.
Itachi mengernyitkan alisnya,sebelum ia terkekeh geli. "Hey! Kau seperti bukan Sasuke saja," balasnya,membuat Sasuke terhina merasa ditertawakan oleh Itachi. sudah cape curhat eh si baka-Anikinya malah tertawa. Jadi menyesal juga..
"Apa maksudmu baka-Aniki?!" seru Sasuke sedikit emosi.
Itachi memutar matanya bosan dengan wajah datarnya ia berkata "Kau lupa bahwa kita seorang Uchiha? Ingat! Kau UCHIHA Sasuke," tegas Itachi memperingatkan dengan seringai yang mulai mengerikan.
Sasuke tertegun. Sebelum akhirnya ia menyeringai setan,menyadari kebodohannya sendiri. "Kau benar Aniki. Seorang Uchiha akan selalu mendapatkan apa yang dia inginkan. Naruto pasti akan menjadi milikku," ujarnya mutlak nan sinting.
"Hahaaha.. Kau benar Suke!" Itachi tertawa puas melihat reaksi adikknya yang sesuai harapannya. "Hancurkan musuhmu! Dan rebut apa yang seharusnya jadi milikmu Outoto," lanjutnya brengsek.
"Hn," Sasuke menyeringai iblis 'kau benar Aniki,bagaimanapun caranya,Naruto harus jadi milikku,' batinya posesif.
Dasar Uchiha memang brengsek!
.
.
AAAAA
.
.
Deidara menggeram marah,ketika mengingat pujaan hatinya yaitu Sasori,selalu tertawa dengan seseorang yang ia begitu benci,adiknya sendiri a.k.a Naruto. Hatinya begitu sakit ketika mengingat dirinya tak pernah diperdulikan oleh seseorang yang begitu ia cintai.
'Kenapa Sasori-danna? Kenapa kau tak pernah melihatku? Dan apa bagusnya bocah pembawa sial itu? Kenapa dia selalu merebut semua kebahagiaanku?!' batinnya marah. Deidara berjanji akan membuat siapapun yang telah merebut sesuatu yang harusnya menjadi miliknya menderita,yah.. menderita. Karena menurutnya semua itu tak adil ketika melihat orang itu tertawa sedangkan dirinya menderita sendiri.
'Hidupmu tak kan pernah kubuat tenang NARUTO!' batinnya iblis.
"Moshi-moshi...?"
[Ada apa Dei?] tanya seseorang disebrang sana. Deidara tersenyum manis.
"Danna.. bolehkah aku pinjam buku sastra yang kemarin un?"
[Bukannya,kau punya Dei?"]
"Punyaku diambil tobi un! Aku belum sempat mengerjakan tugasnya un. Bolehkan danna?"
["Baiklah.. aku akan antarkan sekarang."]
"Ah.. tidak usah, un! Biar aku saja kerumah Danna. Sekarang masih pagi, masih ada satu jam untuk mengerjakan sebelum masuk un!"
["Ya.. terserah kau saja."]
Setelah percakapan itu berakhir Deidara segera mengetik sesuatu dihandphone nya. Kemudian ia menekan tombol send dengan mantap sembari menyeringai sadis.
Zetsu,hari ini Sasori-danna akan kubuat masuk telat. Kerjakan rencana kita dengan baik.
.
.
Flashback
Deidara kecil berlari riang kearah ibunya "Kaa-chaaaan!" teriaknya kepada Kushina.
"Dei-chan jangan berlari-lari seperti Itu! Nanti jatuh!" Kushina memperingatkan.
"Tidak akan un! Dei kan kuat un! Hihihi .."
Kushina hanya menggeleng pasrah ketika melihat kelakuan anaknya yang hyper itu.
"Kaa-chan,seminggu lagi Dei ulang tahun un. Kaa-chan tidak lupa kan,un?" Deidara memperinagtkan.
"Ya.. tentu Kaa-san tidak lupa. Emm.. Dei mau hadiah apa dari Kaa-san?" tanyanya lembut kepada sang anak yang kini tengah memeluknya manja.
"Umm.." Deidara Nampak berpikir keras,tangan mungilnya ia simpan dibawah dagu pose spongebob sedang berpikir.
"Dei tidak mau apa-apa Kaa-chan. Dei Cuma ingin Kaa-chan hadir saat Dei lomba biola minggu depan un!" serunya bersemangat.
"Ah.. tentu saja,ttebene!" sahut kusina seraya mencubit pipi Deidara gemas. Deidara tidak sabar,ingin cepat-cepat minggu depan. Ia pasti akan membanggakan ibunya dengan memenangkan kejuaraan biola. Ya.. Deidara tahu ibunya sangat menyukai biola.
Seminggu kemudian ,kejuaraanpun berlangsung. Deidara menunggu ibunya dengan cemas,ia melihat kearah jam tangan yang bertengger manis ditangan mungilnya. Kenapa ibunya belum datang? Padahal giliran dia bermain sebentar lagi,tapi Kushina tak kunjung datang. Hingga akhirnya gilirian Deidara pun tiba. Deidara memain kan biola dengan sangat indah, meskipun hatinya kecewa tapi ia berharap ibunya sedang melihat ia bermain,sedikit terlambat pun tak apa,pikirnya.
Namun Deidara harus menelan kekecewaannya,hingga ia membawa piala kemenangan ditangannya,sang ibu ternyata tidak menghadiri kejuaraan itu. Deidara pulang dengan sedih ,ia terlalu kecewa. Padahal ibunya telah berjanji kepadanya.
Sesampainya dirumah Deidara dikejutkan dengan pelukan sang kakak. Betapa hancur hatinya ketika ia mendengar kabar ibunya telah meninggal dunia.
"KAA-CHAAAAAAAAAAAN!" teriaknya pilu.
Flashback End
.
.
Naruto berjalan tertunduk kearah kelasnya ,pagi ini ia terkena tamparan dari sang ayah. Entah apa sebabnya,sang ayah tiba-tiba marah kepadanya kemudian menamparnya keras. Sebenarnya,fisiknya tak begitu sakit mendapat perlakuan itu dipipinya,namun hatinya sangat ngilu dan perih mengingatnya. Kapan ayaHnya akan memaafkannya? Apa benar-benar tidak ada kesempatan?
BYUURRRR
"AAKH!" pekik Naruto kaget ketika tiba-tiba merasa dirinya tersiram air.
"Ups.. gomen! Aku tak sengaja," ujar siswa itu terdengar mengejek,sembari menaha tawa.
Naruto hanya memandang siswa itu yang dia kenal sebagai senpainya bernama kimimaru dengan tatapan datar. Naruto hanya mengangguk kecil sebagai jawaban. Ia tahu senpainya itu sengaja melakukannya,ia sudah terbiasa menghadapinya. Merasa percuma jika memprotes,akhirnya Naruto berjalan dengan baju basah dan kotor karena ia terkena siraman bekas mengepel.
Tak cukup disitu,penderitaan Naruto bertambah ketika ia mendapati dirinya dilempari berbagai kaleng bekas dan penghapus papan tulis oleh siswa lain disepanjang koridoor.
Bugh..
"Uukh!" Naruto memegang kepalanya yang terkena kaleng. Ia meringgis kesakitan.
"To-tolong hentikan..," mohon Naruto "Kumohon!"
Dan..?
BRUUKH
Karena tak kuat akhirnya Naruto terjatuh,namun teman-temannya masih melemparinya dengan menggila. Mata Naruto terpejam,tangannya berusaha melindungi tubuh mungilnya. Tapi ia mengernyit aneh,saat dirasa tidak sakit sama sekali.
"HENTIKAN! KALIAN SEMUA HENTIKAN !" teriak pemuda yang kini tengah memeluk Naruto erat.
"APA-APAAN KALIAN SEMUA HAH!" teriaknya lagi marah. "PERGI!" usirnya kalap. Orang-orangpun berlari pontang-panting ketakutan. Naruto mendongkakan kepalanya,melihat siapa gerangan yang telah menolongnya.
Matanya terbelalak "Sa-Sasuke..."
Sasuke tak menyahut,ia segera menggendong Naruto ala bride style. Naruto tak memprotes,karena terlalu lemas untuk melakukan itu,tangannya ia kalungkan dileher Sasuke,kepalanya ia pendamkan didada bidang Sasuke,ia menangis sesegukan.
"Hik..hiks hiks.."
"Tenanglah Naruto.. Aku disini bersamamu," bisik Sasuke lembut menenangkan.
Sasuke sangat geram. Marah. Sangat marah. Kenapa orang-orang memperlakukan ini semua kepada Naruto? Ia bersumpah takkan memaafkan siapa saja yang menyakiti Narutonya. Takkan pernah.
Sasuke menurunkan Naruto diatas kasur diruang UKS dengan lembut,segera ia mencari obat dan kapas untuk luka Naruto. Sasuke mengobati Naruto dalam diam dengan ekspresi wajah yang terus mengeras, hal itu membuat Naruto agak sedikit takut karenanya. Tak tahan dengan keheningan akhirnya Naruto membuka suara.
"Ugh.. Terimakasih, Sasuke-san. Biar aku saja yang mengobati. Sebaiknya kau duluan ke kelas,sepertinya sebentar lagi masuk," ucap Narutotro sembari menahan rasa perih saat Sasuke memberi lukanya antiseptik.
Sasuke memandang Naruto dengan tatapan yang menyorot marah, hal itu membuat Naruto takut sekaligus bingung .
"Kenapa?" bisik Sasuke akhirnya.
"Kenapa?" suara nya bergetar menahan amarah.
"KENAPA MEREKA SEMUA MELAKUKAN INI SEMUA KEPADAMU NARUTO? DAN KENAPA KAU DIAM SAJA HAH?!" Teriak Sasuke marah karena sudah tak tahan sembari memegang bahu Naruto erat.
Mata Naruto terbelalak, Entah kenapa sorot mata Sasuke menyiratkan rasa terluka dan takut?
"Sa-Sasuke...," lirih Naruto menunduk,ia tak sanggup memandang langsung kearah Sasuke,rasanya hatinya perih saat mata onyx itu menatapnya demikian.
GREP
Tiba-tiba Sasuke memeluk Naruto erat,tubuh Naruto menegang karenanya. Naruto sangat bingung dengan sikap Sasuke seperti ini.
"Ada apa denganmu?" tanya Naruto ambigu sembari berusaha melepaskan pelukan nya.
"Tolong jangan lepaskan," bisik Sasuke sangat lirih. "Biarkan seperti ini," bisiknya memohon.
"Kau kenapa?" tanya Naruto lagi lembut,kali ini ia membiarkan Sasuke memeluknya,tak memberontak.
"Aku tak bisa Naruto, aku tak bisa melihatmu disakiti seperti ini. Aku tak sanggup melihatmu menderita Naruto, Akan ku balas perbuatan mereka semua Naruto," bisik Sasuke terdengar emosi ditelinga Naruto.
Naruto hanya menggeleng dalam dekapan erat Sasuke. "Jangan..," liriHnya pelan. Sasuke melepaskan pelukannya,tangannya menangkup wajah imut Naruto yang kini tengah menatapnya dengan penuh kepedihan didalamnya. Hati Sasuke mencelos melihatnya. Ia tak menemukan shapphire yang berbinar hangat seperti biasanya.
'Apa yang tidak ku ketahui selama aku pergi Naruto.,.' batin Sasuke pedih. Entah kenapa hatinya begitu menyesal saat ini. Kemudian ia memeluk Naruto lagi lebih erat,berharap pelukannya dapat sedikit mengobati rasa sakit pada Naruto. Dan hal itu benar saja Naruto rasakan,saat ini hati Naruto begitu hangat merasa sangat terlindungi dan aman.
"Arigatou.." bisiknya kemudian.
"Hn" gumam Sasuke kemudian. Sasuke melepaskan pelukannya,kemudian tangannya mengacak rambut Naruto lembut,hal itu membuat Naruto sedikit merona.
"Bajumu basah Dobe,sebaiknya kau segera ganti baju,pakai blazer ini!" ucap Sasuke sembari memberikan blazer Hitamnya kepada Naruto. Naruto mengangguk menurut.
Lalu..
Dengan tidak sadarnya Naruto membuka kemeja sekolaHnya tepat didepan Sasuke yang saat itu melotot melihat keindahan tubuh Naruto yang toples. Buru-buru Sasuke membalikkan badannya sembari menahan hasratnya agak tidak 'menyerang' Naruto saat ini.
"Cepat Dobe, mengganti pakaian saja kau lelet,seperti perempuan!"
"Kau kenapa sih Teme?" tanya Naruto manyun padahal baru saja Sasuke baik padanya,kenapa tiba-tiba tingkaHnya kembali menyebalkan?
"Hn."
"Aku tak mengerti bahasa alienmu Teme," ujar Naruto.
"Diam Dobe. Dan Cepat tidur!" perintah Sasuke seraya berbalik. Ia mengehela nafas lega saat Naruto telah selesai memakai blazernya.
"Kenapa harus? Lagian sekarang aku mau kekelas."
"Terlambat."
"Eh?"
"Bel masuk dari tadi sudah bunyi Dobe."
.
.
.
"HEEEEE!"
"Urusai Baka-Dobe!.
.
.
Sasuke menatap lembut kearah Naruto yang kini tengah tertidur lelap diranjang UKS. Setelah beberapa paksaan dan ancaman tentunya, Akhirnya Naruto tidur juga. Sasuke mengelus surai pirang Naruto lembut,mata onyxnya menatap wajah damai Naruto dengan tatapan rindu.
"Aku akan membuatmu kembali menjadi milikku Naruto.. dan aku berjanji takkan membuatmu seperti ini. Aku akan melindungimu," bisik Sasuke lirih.
Cup
Sasuke mencium bibir cherry Naruto lama,hanya sekedar kecupan,kecupan yang hanya sekedar menempelkan bibir. Sasuke melepaskan kecupannya dengan seulas senyum bertengger dibibirnya.
"Tetap manis," komentarnya kemudian.
.
.
"NARUTO!" teriak Kiba panik seraya menggebrak pintu ruangan UKS dengan keras. Jelas hal itu membuat sang penghuni UKS yang kini tengah tertidur terlonjank kaget, termasuk Sasuke yang diam-diam sedang melamun.
Seketika itu, Kiba langsung saja berlari menerjang kearah Naruto tdak dihiraukannya Sasuke yang saat ini tengah mendeathglarenya telak karena dengan tidak elitnya Sasuke disingkirkan oleh Kiba sehigga hampir saja Sasuke terjungkal dari kursi yang tengah ia duduki. Beruntung dia punya reflek yang baik.
"Engh...," lenguh Naruto "Kibaa ada apa?" tanyanya dengan suara serak khas orang yang bangun tidur.
Kiba tak menghiraukan Naruto dengan segera memeriksa seluruh badan Naruto secara bolak balik dan wajah yang terlihat panik.
"Kau tidak apa-apa kan? Aku mendengar kau dibully lagi dari anak-kelas!" tanya Kiba terdengar sangat khawatir.
"Hehehe...," cengir Naruto "Aku baik-baik saja, ttebayoo!"
Bletak
"Auh... kenapa kau menjitakku?!" ringgis Naruto kesakitan, Sasuke yang melihatnya melotot marah kepada Kiba.
"Aiiisssh.. kau ini! Tidak apa-apa bagaimana hah! Lihat kondisimu sekarang! Jangan sok kuat bocah!" semprot Kiba penuh kuah. Naruto tertawa Nervous sembari menggaruk belakang kepalanya yang Kiba yakin tidak gatal.
"Gomen-gomen," sahutnya menyesal "Tapi tidak usah menjitakku jugakan?!" rajuknya marah.
"Utu karena sikap bodohmu dan kenapa kau harus minta maaf hah?!"
"Heheheh..," cengirnya. Cepat sekali moodnya berubah.
"Jangan tertawa!" bentak Kiba membuat Naruto menyun karenanya. "Tunggu saja sampai Gaara mengetahui hal ini, aku yakin kau akan tamat, Naruto," tambah Kiba semakin membuat wajah Naruto pucat pasi.
"Aku mohon Kibaa.. jangan beritahu Gaara. Ya ya ya!" mohonnya dengan puppy eyesnya. Oh sungguh Naruto tidak mau membayangkan saat Gaara mengetahui keadaannya sekarang. Tamat sudah riwayat kupingnya, yang akan menerima ceramahan panjang Gaara, beruntung hari ini Gaara tidak masuk karena sedang menjenguk Nee-sannya yang melahirkan. Maka dari itu, jangan sampai deh hal itu kejadian.
"Ehm..," tiba-tiba Sasuke berdehem keras, ia merasa dirinya jadi seonggok patung yang tidak diangap sama sekali oleh kedua orang bodoh didepannya.
Kiba dan Naruto dengan cepat menoleh kearah Sasuke yang saat ini sedang berekspresi dingin dengan aura yang mengerikan ditubuh nya.
"Eh? Sejak kapan dia ada disana?" tanya Kiba dengan bodohnya.
Twitch
Sasuke semakin mengeluarkan aura mengerikannya dengan tatapan tajam ia memandang Kiba. Sontak hal itu membuat Kiba takut karenanya.
"Sasuke yang menolongku Kiba. Dia dari tadi ada disana. Berkat dia aku jadi tidak terluka parah," jelas Naruto menjawab pertanyaan Kiba.
"Eh? Ko aku tidak melihatnya?" beo Kiba dengan ekspresi bodohnya- lagi.
Twitch Twitch
Persaaan yang marah dan aura yang semakin gelap dari tubuh Sasuke menguar, matanya menyorot marah kepada Kiba, mengakibatkan Kiba bergetar dan Naruto menatap bingung karenanya .
"Aku pergi," kata Sasuke sangat dingin. Dibalikan tubuhnya dan tanpa menoleh lagi. Sasuke pergi begitu saja dari ruangan itu. Ia sudah tak tahan. Daripada mengamuk didepan uke-ralat-calon ukenya ia lebih baik pergi dengan mengutuk pemuda yang bernama Kiba itu sampai tujuh turunan.
"Dia mengerikan," ujar Kiba bergidik. Sementara Naruto hanya mengedikkan bahu.
Salahmu sendiri Kib! Yang seenaknya mengganggu Sasuke dan mencuekannya begitu saja! Dasar!
.
.
AAAAA
.
.
Disebuah universitas termana di Jepang,yang berisikan orang-orang kaya raya dan para jenius, yaitu Konoha University. Terlihat sebuah mobil merah Darah melesat kencang kearah gerbang, dengan rem yang cakaram seketika mobil itu berhenti didepan sebuah pos satpam, kaca mobilnya perlahan membuka, memperlihatkan seorang tampan yang tengah menatap datar dua penjaga pos.
"Selamat datang Kyuubi-san, ini card nya," ujar salah satu satpam itu seraya memberikan sebuah kartu izin parkir. Pemuda yang bernama Kyuubi itupun dengan segera menerima kartu itu dan menjalankan kembali mobilnya tanpa berkata apa-apa 2 orang satpam yang sudah menyambut ramah terhadapnya.
"Kau lama sekali kyuu-chan~," suara baritone menyembut Kyuubi yang baru datang seraya memeluk mesra Kyuubi. Sementara Kyuubi hanya mendengus sebagai balasan.
"Sikapmu sungguh tidak romantis Kyuu-chan~," rajuk suara baritone itu lagi melepaskan pelukan ridunya.
"Diamlah keriput! Kau membuat moodku jadi buruk!" Ketusnya seraya terus berjalan beriringan dengan pemuda berambut hitam panjang berkuncir yang lebih tinggi darinya itu.
"Uuh.. kau tega sekali~," keluhnya so sedih membuat Kyuubi merinding sekaligus menyesal karena mempunyai seme yang seperti itu.
"Hentikan tingkahmu yang menjijikkan itu!" tegurnya jengah sekali. Siapa sih disini yang Sebenarnya menyandang posisi UKE?
"Haaah.. dasar rubah pemarah!" gerutunya.
Kyuubi memutar matanya sebal "Dan kau keriput mesum!" balasnya seraya berusaha menghindari sosoran pemuda berkulit pucat porselen didepannya yang berusaha menciumnya.
"ITACHIII!" teriaknya kesal.
.
.
AAAAAA
.
.
Sasori mencari Naruto kekelasnya saat istirahat,namun ia tak menemukan Naruto disana. Kiba dan Gaarapun ia tak melihatnya 'kemana Naruto-chan?' batinnya bertanya. Ia merasa hatinya tak enak. Entah kenapa ia merasa terjadi sesuatu kepada Naruto. Sasoripun akhirnya bertanya kepada salah satu siswi dikelas Naruto,siapa tahu ia mengetahuinya.
"Ino-san apa kau melihat Naruto-chan pergi kemana?" tanyanya kepada siswi berambut pirang panjang.
Ino menggeleng tak tahu. "Naruto tidak masuk kelas pagi ini. Tapi aku sempat melihat Naruto digerbang," jawabnya membuat perasaan Sasori makin tak enak.
"Kau tahu Naruto pergi kemana setelahnya?"
"Tidak tahu senpai. Tapi cobalah bertanya pada yang lainnya,mungkin mereka tahu," jawab Ino memberi saran. Sasori mengangguk "Arigatou," ucapnya berterimakasih. Ia pun pergi dan bertanya kepada siswa yang lain. Dan betapa kagetnya Sasori saat mengetahui Naruto terkena bullyan lagi. Tangannya mengepal,ia menyesal tidak menjemput Naruto pagi ini.
"Kebetulan sekali ya dengan Deidara yang membuatku menjadi terlambat kesekolah," lanjutnya berpikir.
Brugh!
"Ouch!" rintih Sasori merasa bahunya begitu ngilu. Sasori memandang datar kearah pemuda yang telah menabraknya itu.
"..." Sang penabrak juga menatapnya tak kalah datar.
Diam. Tak ada yang saling berbicara. Tak ada yang meminta maaf dan tak ada yang marah. Merasa percuma akhirnya Sasori melangkahkan kakinya berniat berlalu dari pemuda tak tau sopan santun itu.
Tap tap tap..
"Tunggu!" seru sang penabrak menghentikan langkah Sasori namun tak menoleh kearah pemuda yang memanggilnya.
"..."
"Sabaku Sasori.. Aku harap kau bersiap-siap untuk kehilangan Naruto. Karena aku akan merebutnya darimu," ujar pemuda itu tiba-tiba berkata begitu dengan nada dingin nan berbahaya.
Sasori berbalik cepat berniat memukul dan membalas ucapan pemuda itu. Namun sayang,perkataannya tak terucap karena sang pemuda tengah berjalan menjauh darinya.
"Takkan pernah kubiarkan," desisnya,seraya menyorot marah kearah punggung sang pemuda.
'Siapa dia?' batinnya.
.
.
Tbc...
Bagaimana? Maaf nih lebih pendek dari yang kemarin.. soalnya semangatnya ada direview.. semoga aja ga jelek ya chap ini..#padahal udah jelas gaje
Mohon reviewnya yaaa.. biar updatenya tambah kilat dan akunya semangat buat ngetik.. heheh..
ohya! Buat yang udah review makasih.. berkat kalian aku jadi semangat ngetik loh.. so,jangan kapok ya?!
Jadi?
Revieeeeeewwww sekarang! #maksa
