Infinite stratos : Wings of Aces.
Genre : Drama, Action, Humor, Sci-Fi, and Romance.
Characters : Ichika O., Houki Shinonono, Cecilia Alcott, Charlotte D., Laura Bodewigg, Lin yin, Yamada-sensei, Orimura Chifuyu, Tabane Shinonono, Ruka Fuyumi.
Rated : T
Chapter 02 : Wanita itu (Ruka Fuyumi).
Sore itu, ada Ichika yang sedang berjalan menuju dormitorinya. Dan ditengah jalan ia bertemu dengan Houki.
"Ichika..?" panggil Houki. "Oh... Houki...? ada apa...?" jawab Ichika.
"Tunggu. Bisakah kita pulang bersama...?" tanya Houki.
"Haha... tentu saja. Lagian jalan menuju dormitori kita kan sama." jawab Ichika.
Setelah itu mereka berjalan dijalan setapak menuju dormitori mereka.
"Hey... kau tau Houki...?" tanya Ichika. "Tau mengenai apa...?" tanya balik Houki.
"Tahun ini kita akan kedatangan satu murid baru lagi." jawab Ichika.
"Wah bagus lah kalau begitu." kata Houki. "Apa kau tau kota yang bernama Eternite.?" tanya Ichika.
"Eternite.? Ya tentu saja. Saat kejadian itu besar-besaran itu aku tak pernah lupa dengan kota Eternite itu." jawab Houki.
"Baguslah kalau kau ternyata masih ingat." kata Ichika. "Memang kenapa kau menanyakan kota itu...?" tanya houki.
"Katanya. Anak baru itu berasal dari kota itu." jawab Ichika. "..." Houki pun terdiam.
"Dari mana kau tau akan hal ini...?" tanya Houki.
"Aku diberi tau." jawab Ichika. "Ya lah kau tau hal ini. Kakakmu kan yang memberitahukan mu.?" kata Houki.
"Bukan." jawab Ichika. "Lalu kalau bukan... jadi siapa...?" tanya Houki.
"Seseorang yang pernah kutemui sebelumnya. Tapi aku tidak tau namanya siapa." jawab Ichika. "Hah...?" bingung Houki.
"Ah sudahlah ... Aku juga jadi bingung." kata Ichika.
"Hah... kau yang memulainya." kata Houki sambil menoleh ke arah kanan.
"Ya aku tau..." ucap Ichika.
Sampai lah mereka di dalam gedung dormitori.
"Baiklah Houki. Sampai jumpa besok pagi." kata Ichika. "Ya. Sampai jumpa besok pagi." kata Houki.
-##-
Pada malam pukul 22.12
Sampailah mereka ke Academy IS. Para murid yang berada di Academy itu tidak mendengar adanya suara ribut yang disebabkan helikopter.
Turunlah Yamada bersama dengan Ruka.
"Ruka... Ayo kita sudah sampai." kata Yamada. "Oh.." respon Ruka.
Saat turun dari helikopter itu ia melihat gedung besar dari Academy IS itu.
"Wah... Jadi ini sekolahnya.?" tanya Ruka. "Ya. Inilah dia." jawab Yamada.
"Besar sekali..." kata Ruka sambil tegakum melihat Academy itu.
"Baiklah Yamada. Bawa Ruka ke ruangannya dan beristirahatlah. Kau akan mulai sekolah besok. Semua peratalan sekolah sudah ada diruanngan mu." kata Chifuyu.
"Baiklah Orimura-sensei." ucap Ruka. "Hehe kau lebih cepat mengerti panggilan ku dari pada Ichika." kata Chifuyu.
"Kau pernah memberitahukan ku sebelumnya. Jadi aku masih ingat akan hal itu." jawab Ruka.
"Baiklah Ruka, kita pergi keruangan mu." ajak Yamada-sensei.
"Baik." jawab Ruka.
Pergilah Ruka dan Yamada menuju gedung dormitori untuk mengantar Ruka ke ruangannya.
-##-
Pagi, pukul 07.15
Pagi itu semua murid sudah masuk dalam kelasnya. Ichika yang kembali sekelas dengan teman seperjuangannya merasa ia akan tamat di gangguin oleh mereka.
Pelajaran pun dimulai waktu itu. Masuklah Chifuyu dan Yamada.
"Selamat datang kembali ke Academy ini." sambut Chifuyu.
"Jadi, Ichika bagai mana liburan di Tokyo tanpa ku.?" tanya Chifuyu.
"Uwaahhh menyebalkan. Kenapa juga aku harus bertemu dengan Ran dan Ori." jawab Ichika.
"Hahaha. Ternyata kau kurang menikmati liburanmu." ucap Chifuyu.
"Ya begitulah kira-kira." balas Ichika.
"Baiklah. Aku akan memperkenalkan murid baru." kata Yamada.
"Ah itu dia.." kata ichika dengan pelan. Dan langsung menatap Houki.
"Kau benar soal itu Ichika." kata Houki.
"Tenyata dia memang benar." kata Ichika.
"Anak baru. Silahakan masuk." panggil Orimura-sensei.
Masuklah Murid baru itu. Saat memasuki ruang kelas, Murid baru itu melihat Ichika yang duduk didepan. Dan para Murid didalam kelas itu agak terkejut melihat style Gothic Murid baru itu.
"Ah ... I Ichika.." katannya dalam benak.
"Baiklah perkenalkan dirimu." perintah Yamada-sensei.
"Hai selamat pagi semua." sapa Murid baru itu.
"Pagi..." jawab semua murid itu.
"Perkenalkan. Nama ku Ruka Fuyumi. Keturunan keluarga Fuyumi terakhir. Aku berasal dari Eternite. Dan aku seorang..." katanya dan tak bisa berkata.
"Dan kau apa...?" tanya salah satu siswa.
"Dan aku... Ahh lupakan." jawab Ruka.
"Baiklah Kursi didekat jendela sana kosong. Kau bisa duduk disana." kata Orimura-sensei.
"Baik. Terimakasih sensei." ucap Ruka.
Ia duduk di belakang Houki.
"Itu dia... aku agak ingat. Ruka.." kata Ichika dalam benaknya.
"Baiklah. Kita akan turun kelapangan. Kita akan lihat trik dan tips apa yang kalian dapat selama ini." kata Orimura-sensei.
"Bagus..!" seru Rin. "Ayo kita kelapangan." ajak Cecilia.
Sebelum mereka pergi kelapangan, mereka pergi dahulu ke ruang ganti.
Saa menuju ruang ganti. Houki pergi dengan Ruka.
"Ehmm... Ruka...!" panggil Houki. Ruka pun berhenti.
"Ya..?" tanya Ruka. "Bisakah kita pergi bersama.?" tanya Houki.
"Tentu." jawab Ruka.
Saat itu Houki yang masih penasaran dengan Ruka, ia bertanya-tanya pada Ruka.
"Jadi, Ruka. Aku akan bertanya padamu. Maukah kau menjawabnya.?" tanya Houki.
"Urmmm..." respon Ruka. "Jika tidak kau sukai, tidak usah dijawab." kata Houki.
"Baiklah. Aapa itu...?" tanya Ruka. "Apa benar kau itu seorang Vampir.?" tanya Houki.
"..." Ruka pun tak merespon pertanyaan Houki.
"Ohh maaf. Jika itu membuatmu tidak enak." kata Houki.
"Oh... Tidak. Akan ku jawab. Aku ini setengah manusia dan setengah Vampir." jawab Ruka.
"Ohh... Tapi apakah kau meminum darah.?" tanya lagi Houki.
"Tidak.. Itu membuatku muntah. Tadinya saat aku tinggal di Eternite." jawab Ruka.
"Wahh... Berapa orang yang kau bunuh.?" tanya lagi Houki. "Sebentar, apa kau memang ingin tau...?" tanya balik Ruka.
"Ya...! karena itu terdengar menyenangkan." jawab Houki.
"Baiklah. Aku hampir membunuh seperempat dari kota Eternite dalam 2 malam." kata Ruka.
"Waah..." kata Houki. "kau agak aneh..." kata Ruka. "Itu karena aku kagum ..." jawab Houki.
"Fyuh..." desuh Ruka.
Sesampainya diruang ganti. Mereka berganti pakaian. Saat itu Houki yang berganti baju bersama Ruka, saat Ruka membuka bajunya. Ia melihat seperti tusukan di punggungnya. Dan Houki bertanya lagi.
"Ruka... Bekas apa itu...?" tanya Houki. "Ini...?" tunjuk Ruka.
"Ia itu..." jawab Houki. "Itu adalah bekas luka tusuk pedang." kata Ruka.
"Hah...?" bingung Houki. "Luka itu sampai tembus pas ditengah-tengah belahan payudara ku." jawab Ruka.
"Siapa yang melakukan itu.?" tanya Houki.
"Malam itu. Aku dan Kakaku bertarung. Aku tidak tau kenapa kakak ku ingin sekali membunuh ku." jawab Ruka.
"Begitu." kata Houki. "Kau ingin tau lebih dalam tentang ini.?" tanya Ruka.
"Ehehehe ti-tidak usah." jawab Houki.
Setelah mereka dari ruang ganti, mereka keluar kelapangan.
Semua sudah memulai latihan dan berbagi trik dan tips menggunakan IS.
"Kau punya IS personal..?" tanya Houki. "Ya..." jawab Ruka. "Ayo keluarkan. Aku ingin melihatmu." kata Houki.
"Aku tidak mau." jawab Ruka. "Ke-kenapa...?" tanya Houki.
"Aku tak mau megulangi itu lagi." jawab Ruka. "Mengulangi apa...?" tanya lagi Houki.
"Sebaiknya kita lupakan itu." jawab Ruka.
"Baiklah. Terserah padamu." kata Houki. Houki pun mengeluarkan personal IS nya.
Ruka hanya bisa terduduk dan melihat mereka mengendarai IS.
Datanglah Chifuyu yang menemani Ruka duduk disitu.
"Emmm Ruka Fuyumi..." panggil Chifuyu.
"Orimura-sensei." respon Ruka. "Kau sudah berganti baju. Tapi kenapa kau tak mengeluarkan mesin itu..?" tanya Chifuyu.
"Aku... Tidak ingin mengulangi itu lagi." jawab Ruka.
"Ohh... Jadi kau masih trauma dengan hal itu...?" tanya Chifuyu.
"Ya begitulah kira-kira." jawab Ruka. "Kau tidak menemui Ichika.?" tanya lagi Chifuyu.
"Ichika...?" tanya balik Ruka.
"Ya... kenapa kau tidak memenemuinya.?" kata Chifuyu.
"Aku tidak tau..." jawab Ruka sambil menundukan kepalanya.
"Begitu..." kata Chifuyu.
Dan tiba-tiba Ruka pun berdiri. "Aada apa...?" tanya Chifuyu.
"..." Ruka pun tidak mejawab Chifuyu dan langsung pergi meninggalkan lapangan begitu saja.
-##-
Saat malam menjelang. Semua murid berada dikantin untuk makan malam bersama.
Tapi, tidak dengan Ichika, Houki, dan Ruka. Tapi orang itu tak mempedulikannya.
Di luar itu. Ichika dan Houki yang berada di tempat duduk diatas lapangan itu seperti lapangan bola, sedang jalan-jalan sedikit mencari udara segar.
"Jadi, Ichika... Kau sudah ingat tentang Ruka...?" tanya Houki.
"Belum... Aku hanya ingat sedikit saja." jawab Ichika.
Saat ingin bertanya lagi. Merea berdua melihat Ruka yang berdiri ditangah lapangan.
"Lihat... Itu Ruka.." tunjuk Ichika. "Sedang apa dia...?" tanya Houki.
"Aku juga tidak tau." jawab Ichika. "Aku akan memanggil kakak ku kesini." timpalnya lagi.
"Lakukanlah Ichika ... cepat..!" bentak Houki.
Ichika pun langsung menghubungi kakaknya Chifuyu.
"Hallo...?" tanya Chifuyu. "Kakak... kemarilah kau harus beritahukan ini kepada ku..." kata Ichika.
"Apa...?" tanya lagi Chifuyu. "Pokoknya kemarilah... ke tempat penonton. Cepat." kata Ichika.
"Baiklah..." jawab Chifuyu.
Chifuyu segera menuju ketempat Ichika dan Houki. Beberapa menit kemudian sampailah Chifuyu.
"Ada apa ...?" tanya Chifuyu. "Kau harus beritahu aku soal itu." tunjuk Ichika ke arah Ruka.
"Ruka...?" tanya Chifuyu. "Ya..." jawab Ichika. "Sedang apa dia.?" tanya Chifuyu.
"Kelihatnnya ia ingin mengeluarkan IS nya." jawab Houki. "Kita lihat saja." kata Chifuyu.
turun ke tengah lapangan dimana Ruka berdiri.
"Baiklah. Kita akan mengeluarkan mesin itu." katanya sambil mengenggam tangan kanannya.
"Fokus... Heh...!" seru Ruka sambil mengayunkan tangan kanannya yang bercahaya ke kanan.
Ichika, Houki, dan Chifuyu pun melihat hal itu.
Tak disangka Ruka kembali berani untuk memanggil kembali mesin personal IS nya yang bernama "Shouna".
"Jadi, itu IS personalnya." kata Ichika. "..." Houki yang tak bisa berkata apa-apa.
"Taukah kalian berdua. Nama IS nya adalah " Shouna ". Dan itu buatan khusus dari tabane." kata Chifuyu.
"Tabane...?" tanya Houki. "Ya benar." jawab Chifuyu.
Ruka yang memanggil IS nya kembali pun tidak merasa senang atau pun sedih.
Tak sengaja Ichika bersin, Ruka pun mendengar itu. "Huaaaaccimm..!" ucap Ichika. "Hahmm...?" kaget Ruka.
"Bagaimana kau ini Ichika." kata Houki. "Maaf salah ku." jawab Ichika.
"Ah...? Ichika, Houki, Orimura-sensei." kata Ruka sambil melihat mereka.
"Hai...! IS yang bagus..!" seru Ichika. "Ah...? A-aku..." respon Ruka yang panik dan langsung mensummon kembali IS nya dan kabur dari area lapangan.
"Kenapa dia pergi...?" tanya Ichika. "Karena kau telah mengacaukannya Ichika..!" bentak Houki.
"Ehehehehe...!" tawa kecil Ichika.
Saat itu Ruka yang berada didalam ruangannya berpikir kalau ia telah dilihat orang lian menggunakan mesin yang membuat ia membunuh temannya sendiri.
"A-aku..." katanya sambil melihat kedua tangannya. "Payah...! egh..!" bentanya sambil memukul meja.
-##-
Keesokan harinya. Kembali mereka semua turun kelapangan.
Ichika menghampiri Ruka yang berdiri didekat Charlotte.
"Hey... Ruka.." kata Ichika. "Ah...? I-Ichika...?" bingung Ruka.
"Aku ingin kau menggunakan IS mu dan berduellah melawan kami." kata Ichika.
"A-apa...?" kejut Ruka. "Ehehe... Ayolah... Kau kan lebih tau trik dan tips IS mu." kata Ichika. "Tapi..." kata Ruka. "Ayolaah sekali saja. Kami ingin melihat kemampuanmu." potong Ichika. Ruka langsung menatap Chifuyu. "Lakukan." ucap Chifuyu.
"Baiklah kalau kau memaksa." jawab Ruka.
Ichika, Houki, Laura, Dan Charlotte sudah mengeluarkan IS nya. Cecilia tidak ikut karena dia absen sakit.
"Ayo Ruka... Keluarkan IS mu." kata Houki.
"Baiklah.." jawab Ruka. Tiba-tiba bersinarlah tangan kanan Ruka berwarna biru. Dan ia mengayunkannya kesamping kanan. Dan IS nya sudah terpiloti.
"Wahh..." kagum Charlotte. "Bagus sekali. Apa nama IS mu Ruka.?" tanya salah satu siswi sekelasnya.
"Ini... Namanya "Shouna" ". jawab Ruka.
"Baiklah...! Ayo kita mulai..." seru Ichika yang langsung mengeluarkan senjatanya.
Ruka tidak gempar dan tidak bergerak sama sekali. Bahkan ia tidak mengeluarkan senjatanya.
"Ada apa...? kenapa kau tidak mengeluarkan senjatamu...?" tanya Houki.
"..." Ruka pun tak menjawab pertanyaan Houki. Ia hanya diam dan memandangi lawannya.
Tiba-tiba Ruka memejamkan kedua matanya.
"Apa yang dia lakukan...?" tanya Laura. "Tidak tau.." jawab Charlotte.
Dan setelah 3 detik menutup mata, ia mulai membuka kedua matanya. Mata sebelah kanan berubah menjadi warna biru.
"Apa...?" kejut Houki. "Ma-matanya...!" seru Ichika.
"kenapa bisa seperti itu...?" tanya Charlotte. "Tidak tau. Tapi mari kita kalahkan Ruka..!" seru Ichika.
"Silahkan coba kalau kalian bisa" ucap Ruka.
"Sombong sekali." kata Charlotte. "Baiklah... Byakushiki...!" teriak Ichika dan langsung menyerang Ruka.
"Hiaaa...!" seru Ichika. Hendak menebaskan pedangnya, Ruka sudah tidak ada didepannya.
"Apa...?" kaget Ichika. "Kemana dia pergi.?" tanya Laura.
Charlotte pun menembakaan senjatanya ke segala arah tapi tidak berhasil.
"Kemana dia...?" tanya Houki.
Tiba-tiba ia muncul di depan Laura dengan aura pecahan-pecahan crystal.
"Apa...? Laura...!" teriak Ichika. "Egh...! makan ini..!" seru Laura.
Hendak menembak Ruka, Ruka menyerang duluan dan membelah cannon milik Laura. Laura pun out dari duel.
"Apa...?" seru Ichika. "Hemmmpp..! 3 lagi." kata Ruka.
Ruka pun segera menggunakan ignition booster kearah Charlotte.
Charlotte pun menembaki Ruka.
Tapi peluru itu tertahan oleh aura crystal IS Shouna punya Ruka.
"Apa...?" kejut Charlotte. Ruka menebaskan pedangnya. Sebelum sampai tebasan itu, Ruka lagi-lagi menghilang.
"Sial...? ia mengintai macam pradator." kata Ichika.
Tiba-tiba ia muncul disamping Houki. Dan Ruka menebaskan pedangnya ke Houki. Houki pun terpental jauh sampai menghancurkan pembatas.
"Houki..!" teriak Charlotte dan Ichika. "Kau...!" bentak Ichika.
"Ichika...! jangan ceroboh..!" seru Charlotte.
Ichika menyerang Ruka dari serangan itu dapat ditangkis oleh Ruka.
"Sial...!" kata Ichika dengan lantang. Dan Charlotte pun menembaki Ruka.
Tapi tembakan itu tak satupun menyentuh Ruka.
Tiba-tiba dari pandangan ichika ia menghilang lagi. "Apa..?" kaget Ichika.
Di piggiran Houki yang terkena tebasan Ruka, kembali bangkit dan masuk ke arena duel.
"Dimana dia..?" tanya Houki. "Aku tak tau." jawab Ichika.
Tiba-tiba ia muncul juga didepan Charlotte tapi kali ini ia tidak menggunakan pedangnya. Ia hanya menggunakan tangan kosong.
"Eghg...?" seru Charlotte. Ruka tanpa bicara sedikitpun langsung meninju Charlotte. Charlotte terpental jauh dan tak bisa kembali ke Arena karena sistem Shield nya hancur.
"Charlotte.!" teriak Ichika. Dan lagi-lagi Ruka menghilang.
"Sial...! Kenapa ia slalu menghilang.?" tanya Ichika.
"Ichika..!" panggila Chifuyu. "Hah...?" respon Ichika. "Itu adalah sebuah trick yang diambil dari Byakushiki." kata Chifuyu.
"Apa...? trik dari Byakushiki.?" tanya Ichika.
"Fokus Ichika..!" bentak Houki. Mereka pun terus melacak sinyal Ruka. Tapi tidak terdeteksi sama sekali.
Rupanya ia sudah berada dibawah mereka.
"Hei kalian sudah lelah...?" tanya Ruka. "Eheh...! itu dia...!" seru Ichika.
"Egh...!" kata Houki dan langsung mengeluarkan skill swordsmasternya yaitu skill Detronade pro Swords beam. yang bisa menciptakan ledakan sangant dasyat jika terkena sasaran.
"Swords beam..!" seru Houki. Ruka menatap serangan itu.
"Hehehe..." tawa kecil Ruka. Dengan menunjukkan pedangnya kerah skill itu, skill itu langsung meledak di udara.
"Apa...?" kejut merekas semua.
"Baiklah... Giliran ku...!" seru Ruka. "Egh...?" ucap Houki.
Tanpa basa-basi Ruka menghajar Houki dan Ichika. yang pertama dihajar adalah Houki.
Saat ingin hendak menghindar. Tapi ia tak bisa. Ruka langsung menusukan pedangnya ke Booster Akatsubaki.
"Sial...!" bentak Houki. Ruka pun menebas sekali pedangnya kearah Houki. Houki pun terpental lagi. Kali ini lebih keras. Sampai-sampai menghilangkan IS nya dan berubah ke mode Off.
"Houki..!" teriak Ichika. "Kau...!" timpalnya lagi.
Houki pun berdiri. "Ichika...! bertarunglah tanpa ku. Aku baik-baik saja.!" seru Houki.
"Ahh..? Ho-Houki...? Baiklah...!" seru Ichika. Ichika langsung mengaktifkan kekuatan pedangnya.
"Itu..." kata Ruka yang sidikit terkejut. "Ehehehe baiklah. Waktunya pembalasan." kata Ichika.
"..." Ruka hanya diam dan menatap Ichika.
Ichika pun langsung menyerag Ruka. "Ehaaagh..!" seru Ichika. Serangan pun tertangkis.
Melihat itu, shield energi ichika turun sampai 12%.
"Apa...? jangan sekarang...!" seru Ichika. "Ichika.." ucap lembut Ruka.
"Sial...!" bentak Ichika. Dengan energi yang berkurang. Pedang Byakushiki pun kembali ke mode normal.
Tapi Ichika berhasil menebas Ruka. Ruka pun terpental cukup jauh. Tapi, shield Energi Ruka tidak berkurang sama sekali.
"Orimura-sensei. Kenapa Shield energi punya Ruka tidak berkurang sams sekali.?" tanya Houki.
"Jika dilihat. Shouna buatan tabane. Di rancang khusus untuk beradaptasi dengan pikiran dan kekuatan sang pilot. Dan mungkin karena bisa menggabungkan kekuatan sang pilot dengan IS. Maka Shield Energi nya tak berkurang sama sekali. Itu skill yang sangat langka." jawab Chifuyu.
Tiba-tiba Tabane Shinonono sudah berada dibelakang mereka.
"Hai...!" sapa Tabane. "Ah...?" kejut Chifuyu. "Kakak...?" ucap Houki.
"Lama tidak berjumpa setelah tahun pertama.!" seru Tabane. "Huh... kau masih sama saja." kata Chifuyu.
"Oh...? i-itu...?" tanya Tabane yang terbata-bata melihat IS Ruka.
"Ya... mahakarya buatan mu." jawab Chifuyu. "It-itu... Shouna.!" seru Tabane.
"..." Houki pun terdiam. "Jadi, dia sudah mulai berani menggunakan itu lagi... baguus...!" kata Tabane.
Sementara itu kembali ke arena duel. Ruka yang terpental oleh tebasan Ichika pun mulai bangkit kembali.
"Byakushiki berikan status Shouna.!" kata Ichika. "Status Downloading." kata komputer Byakushiki.
"Downloading complete. Status Shouna. Damage : 08%. Energi Shield : 100%. Physical pilot : 3%." pemberian status Byakushiki ke Shouna.
"Uwa...? Shield energinya...!" seru Ichika yang kebingungan melihat Shield Energi Shouna yang tak berkurang sama sekali.
"Baiklah Ichika giliran ku." kata Ruka sambil menatap Ichika.
"Egh...!" desuh Ichika. Ruka tiba-tiba menghilang dari hadapan semua orang.
"Sial...? kemana dia.?" tanya Ichika yang makin kebingungan.
Dia atas itu ditempat duduk penonton, Tabane yang merancang itu pun kaget.
"Uwah...? kenapa ia bisa mnghilang...?" tanya Tabane. "Kau kan yang merancangnya, kenapa kau tanya kami... Seharusnya kau tau." jawab Chifuyu.
"Aku tak pernah menemukan sistem untuk menghilang dan mengeluarkan aura crystal itu." kata Tabane. "Jadi, dari mana ia dapatkan sistem itu...?" tanya Houki.
"Jadi seperti itu. Mungkin itu adalah tips yang kuajarkan." jawab Chifuyu.
"Apa...?" kaget Houki. "Atau mungkin karena metoda penggabungan kekuatan atara pilot dan IS." kat Chifuyu.
Kembali ke arena duel. Disana masih ada Ichika yang sempat menjadi bingung sekali. Karena ia berduel dengan Ruka yang menghilang entah kemana.
"Sial...!" seru Ichika. Tiba-tiba ia muncul dibelakang Ichika.
"Dibelakang..!" kata Ichika dan langsung mengayunkan pedangnya kebelakangnya. Tapi Ruka kembali menghilang. Jadi Ichika hanya memukul pecahan-pecahan Crystal.
"Sial...!" seru Ichika. Tanpa basa-basi Ruka pun langsung menampakan dirinya dari arah depan Ichika dan menebaskan pedangnya.
"Apa...?" kaget Ichika. "Haaaaaaaaaa...!" teriak Ruka.
Karena saking cepatnya. Ichika tak sempat menghindar.
"Aaa...!" teriak Ichika. "Eghhhh...! Sonic Boom..!" seru Ruka.
Keluarkan serangan sonic seperti Sword beam milik Houki. Tetapi bentuknya tidak besar dan panjang. Melainkan sedikit kecil dari Sword beam dan serangannya itu double.
"Aaaa...!" teriak Ichika. Ichika pun terkena serangan itu. Terpental ke pembatas sampai-sampai meretakkan pemabatas. Hingga Shield energinya habis total.
"Ichika...?" seru Charlotte, Houki, dan Laura.
"Egh... A-aku kalah..." kata Ichika yang melemah dan terjatuh dari ketinggian.
"..." respon Ruka yang diam dan melihat Ichika tejatuh.
"Ruka...!" teriak Houki. Mendengar itu pun Ruka langsung menyelamatkan Ichika.
"Ha...?" kata Ichika. "Hehe..." tawa kecil Ruka.
Sampailah mereka diatas tanah. Ruka pun langsung melepaskan gengamannya.
Para murid segera ke tempat Ichika dan Ruka.
"Wah... Kau hebat sekai Ruka." ucap Ichika. "..." respon Ruka hanya diam.
"Ka-Chan...!" seru Tabane. "Ah...! Tabane...!" seru balik Ruka.
"Wuah... kau hebat sekali Ruka. Dari mana kau dapatkan komponen luar itu...?" tanya Tabane.
"Maksudnya...?" tanya balik Ruka. "Skill kuat itu. Dan yang bisa menghilang.?" tanya lagi Tabane.
"Ohh... Itu aku mempelajarinya sendiri..." jawab Ruka. "Wahhhh..." kagum semua murid.
"Kau bisa berdiri...?" tanya Ruka yang sambil mengulurkan tangannya ke Ichika.
"..." Ichika hanya diam dan memegang uluran tangan Ruka.
"Wahhh Ruka... pedang nya itu besar sekali.? itu pedang apa...?" tanya Ichika.
"Ini... Hanya gabungan. Hanya 3 bagian. Namanya Nomvus.." jawab Ruka.
"Wah..." kagum Ichika.
Ruka meng-nonaktifkan IS nya. Juga dengan mengayunkan tangan kanannya kekanan. IS milik Ruka pun telah disummon ke off mode.
Tapi tangan Ruka masih tetap mengeluarkan sinar biru muda.
"Kenapa... Alat summon mu tidak terlihat Ruka...?" tanya Ichika.
"Aku juga tidak tau. Padahal waktu itu terlihat dan bagus. Aku sampai lupa seperti apa bentuknya." jawab Ruka.
"Ohhh..." ucap Ichika. Dan tak berkata apa pun lagi, Ruka langsung pergi ke ruang ganti.
"Sikapnya tidak berubah dari dulu...hemppp..." kata Tabane.
"Ya itulah Ruka." jawab Chifuyu. "Eee Tabane-chan bisa beri tau apa sistem dan komponen IS milik Ruka...?" tanya Ichika.
"Ya... Komponen dan Sistem IS nya Ruka itu aku rancang 89% berbeda dari IS kalian. Shiled energi biasa kalian hanya samapai dia 4000. Shield energi milik Shouna itu sekitar 7500." jawab Tabane.
"Apa...?" kejut mereka.
"Ya... Sistem IS kalian menggunakan sistem Evony Relic . IS kalian hanya bisa berrevolusi sampai ke Shift dua saja kan. IS milik Ruka menggunakan sistem A.C.E. (Ancient Concept Etern) merupakan penggabungan seri IS One winged Angel dan IS biasa. Evolusinya sampai ke Shift tiga." kata Tabane.
"..." semua hanya bisa diam.
"Shift satu itu namanya Shouna. Shift dua itu namanya Meta Invio. Shift tiga itu namanya Aces. Kemungkinan di tahap evolusi ke Aces itu bagian sayap akan juga berevolusi dengan sayap asli. Jadi sayap Aces akan jauh lebih indah dan besar dari yang sebelumnya." kata Tabane.
"Wah... Itu keren sekali." kata Charlotte. "Cukup penjelasan hari ini. Sekarang pergi ke ruang ganti dan pergi makan siang." perintah Chifuyu.
"Baik... !" jawab semua Murid.
Semua murid pergi keruang ganti dan setelah itu pergi ke kantin.
Sementara itu Ichika yang sedang berjalan menuju kantin melewati ruangan Ruka.
Ia tak lupa mengajak Ruka untuk makan siang bersama.
"Oh iya Ruka..." kata Ichika. Ichika pergi ke ruangan Ruka.
dan mengetuk pintu kamar Ruka. "Ruka...? Ini aku Ichika." kata Ichika.
"Oh iya... A-ada apa Ichika...?" tanya Ruka. "Kau ingin makan Siang bersama tidak...? kalau kau iya, ayo kita pergi sekarang." jawab Ichika.
"Oh... i-iya sebentar Ichika." ucap Ruka dari dalam kamarnya.
Tak lama keluarlah Ruka. "Ehh... Hai I-Ichika." sapa Ruka.
"Ayo kita pergi ke kantin." ajak Ichika. "Ya..." jawab Ruka.
Mereka pun pergi ke kantin bersama. Disana mereka makan siang bersama dengan Houki, Charlotte, Rin, dan Laura.
"Ayo... Selamata makan..." kata Ichika sambil memegang sumpitnya.
"Selamat makan..." ucap juga dari mulut Charlotte.
Mereka pun makan bersama. Ruka yang saat itu tergila-gila dengan minuman coca-cola, hadir di meja makan mereka.
"Wahh... Coca-cola...!" seru Charlotte. "Apa...?" teriak Ruka.
"A-ada apa Ruka...?" tanya mereka. "Co-co-coca cola...?" katanya dengan expresi shock.
Datang lah Chifuyu ke meja makan mereka dan berkata. "Kalian tau..?" tanya Chifuyu.
"Tau apa...?" tanya balik Ichika. "Ruka itu tergila-gila dengan coca-cola. Jadi jangan berikan dia banyak." jawab Chifuyu.
"Ha...? Gila coca-cola.?" bingung mereka semua. "Haha..." tawa Chifuyu.
"Aku inginkan itu...!" seru Ruka. "Baik.." kata Ichika.
Saat minuman itu sudah terhidangkan di depan mata Ruka. Tanpa basa-basi Ruka langsung meminum minuman itu.
"Uwaaaah..." ucap Ruka yang terlihat mabuk coca-cola. "Ruka apa kau tak apa...?" tanya Houki.
"Eeeeehhhhmmm..." respon Ruka yang langsung terjatuh dari kursi.
"Ruka..!" seru mereka semua.
"Aku baru tau kalau didunia ada vampir jenis baru yang membenci darah. Tapi malah gila dengan coca-cola." kata Laura.
"Karena ia memang bukan sepenuhnya vampir." jawab Houki.
"Ahahaha ... Orang yang lucu." kata Ichika.
-##-
Di sebuah tebing yang mengarah ke IS Academy.
Diaatas itu berdirilah seorang wanita yang juga menggunakan IS nya. dan memandang kearah Academy itu.
"Ternyata kau disana.. Ruka Fuyumi." kata Wanita itu. "Akhirnya aku menemukanmu." timpal wanita itu lagi.
Dan lalu Wanita itu pergi dari tebing itu.
-##-
To be continued...
