Halooo^^ Minna.. ketemu lagi sama Aoi, nih… Aoi sudah mengUpdate fict 'My Life Story'. Sekarang giliran Aoi mengUpdate chapter L in L (Love in London). Sekali lagi Aoi tegaskan; DISINI SEMUA KARAKTERNYA OOC! SO, AOI TIDAK MENERIMA FLAME DALAM REVIEW! Supaya, tidak ada lagi yang menanyakan; "Kok Natsume-nya OOC ya?"

Nah Minna, Aoi ingin tanya, pairing apa yang Minna sukai dalam Naruto? Aoi paling suka ShikaTema! Lalu, pairing apa yang Minna sukai dalam Inuyasha? Aoi paling suka InuyashaXKikyou dan KagomeXSesshoumaru! Aneh ya? Hehehe.. Oke Minna, enjoy Aoi's fiction.

Disclaimer : I don't own Gakuen Alice, minna. But, this fict is mine!

Genre: Drama/Romance

Rated: T

Love in London

Chapter 2

Hari ini, Mikan berhasil untuk bangun pagi-pagi. Ia bangun, berjalan kearah kamar mandi dan setelah persiapannya selesai ia keluar dari kamar nuansa orange-nya. Terlihat Ruka sedang memasak Fruit Croissant dan Apple Punch di dapur. Sementara Hotaru.. ng, kok dia tidak ada? Mikan melihat ke kanan-kiri,berjalan ke ruang santai dan well, Hotaru juga tidak ada disana. Mikan membuka pintu kamar Hotaru. Hanya ada ranjang, meja kerja, lemari pakaian, pintu kamar mandi dan gorden. Semuanya bernuansa ungu.

"Sedang apa, Sakura-san?"Mikan mendongak dan DUK! Jidatnya terbentur pintu kamar Hotaru. Mikan memegangi jidatnya yang merah.

"Aduh."Mikan meringis.

"Kau tidak apa-apa, Sakura-san?"Ruka berjalan menyebrangi ruang santai dan membuka kotak First Aid. Ruka mengambil salep dan beberapa lembar kapas untuk facial. Ruka berbalik menuju Mikan. Ia mengoleskan salep itu pada jidat Mikan.

"Sakit, Ruka."Kata Mikan sambil memegangi kepalanya.

"Iya. Aku tahu. Tahan sedikit lagi, ya."Ruka tersenyum pada Mikan. Wajah Ruka menjadi lebih dekat pada Mikan. Mikan yang menyadari itu, langsung blushing. Ruka memang tampan. Ia juga sangat baik hati dan pengertian. Mikan tidak sadar akan hal itu. Ruka adalah sahabatnya sejak kecil. Ruka juga mengenal Yuzu-chan. Apa Mungkin, Mikan tidak sadar karena sibuk bekerja sebagai model? Ya. Mikan terlalu sibuk sampai tidak memperhatikan bahwa Ruka sangat tampan, gentle, baik hati dan pengertian.

"Eh, Sakura-san mengapa wajahmu merah begitu?"Tanya Ruka. Anehnya, wajah Ruka menjadi blushing juga.

"Ti-tidak, kok!"Mikan mengalihkan wajahnya dari Ruka tapi, ia berbalik lagi. Memandang Blue Sapphire eyes Ruka. Mikan seolah berenang di dalamnya. Mata biru, kulit pucat sedikit berbintik-bintik, rambut blonde, senyuman memikat, sungguh menarik. Namun Mikan heran, mengapa Ruka tidak mempunyai pacar? Ruka adalah lelaki sempurna. Mikan akhirnya tidak peduli, ia masih menatap Ruka. Ruka pun menatap Mikan. Bibir mungil dengan senyuman tipis yang sempurna, big Hazel eyes, rambut brunette yang halus, panjang dan indah, Manis, Sempurna di mata Ruka. Mereka bertatapan selama lima menit dan-

Ting.. tong!

Bel berbunyi. Siapa ya?

Mikan terkejut. Ia melepaskan pandangannya dari Ruka. Mereka menjadi salah tingkah. Sungguh pasangan yang manis…

"Sa-Sakura-san, t-tolong ka-kau buka pintunya.."Ruka masih blushing. Mikan hanya mengangguk pelan. Ia berjalan-setengah berlari mungkin- kearah pintu dan membuka pintunya.

"Ohayou, Mikan-chan! Aku kemari untuk meminta bantuanmu."Seorang cewek berambut hijau tersenyum pada Mikan.

"Sumire? Silahkan masuk."Mikan mempersilahkan cewek tersebut. Ya, dia Sumire Shouda. Kalau Sumire memanggil Mikan dengan embel-embel 'chan' pasti ada maunya.

"Ah, aku senang sekali."kata Sumire."Begini,kita dapat tawaran koleksi pakaian lagi. Tapi, ada dua desainer. Aku bingung harus pilih yang mana karena kurasa dua-duanya bagus."

" Duduklah dulu, Sumire."Kata Mikan kesal. Sekalinya Sumire bicara, pasti akan cas-ces-cos tanpa henti. 'Benar 'kan?' batin Mikan

"O-oke."Sumire langsung duduk diatas sofa. "Apa kabar Ruka?"

"Baik. Kau mau kopi?"Tawar Ruka.

"Ya."Kata Sumire. Ruka pun keluar dari dapur sambil membawa secangkir kopi dan menghidangkannya diatas meja. "Terima kasih."Senyum Sumire.

"Ya."Kata Ruka. "dan ini Fruit Croissant dan Apple Punch-mu Mikan."

"Thanks."Kata Mikan. Kemudian, mata Mikan terarah pada Sumire yang sedang menyesap kopinya. "Coba kulihat."

Sumire menyerahkan map-nya. Mikan melihatnya dengan teliti. "Aku pilih yang ini." Mikan menunjuk pada sebuah foto wanita disebelah kanan.

"Oh. Tadinya juga aku lebih memilih yang ini."Kata Sumire.

'Tadi?' batin Mikan. Ckckckck… pasti begini nih. Sumire selalu mengaku-ngaku.

"Well, seleramu memang bagus."Puji Sumire. Mikan memutar bola matanya. Selain bekerja sebagai model, Mikan juga bekerja sebagai CEO (Chief Executive Officer) di sebuah majalah fashion yang terkenal di London. Sumire Shouda adalah Managernya yang juga pemilik kantor majalah fashion tersebut. Tapi, Sumire itu adalah seseorang yang plin-plan dan Sumire dekat pada Mikan. Jadi, Sumire selalu meminta bantuan Mikan. Kesimpulannya adalah.. Siapa sebenarnya Manager disini? Mikan atau Sumire? Minna pasti tahu jawabannya.

"Well, Ruka tadi aku mencari Hotaru. Kemana dia?"Tanya Mikan.

"Tadi dia pergi pagi-pagi sekali dan ia hanya minum secangkir kopi! Dasar cewek-cewek jaman sekarang! Sangat minim untuk sarapan di Pagi hari dan blah, blah, blah."Ruka mulai mengoceh. "Kenapa kau tidak pergi pagi-pagi, Mikan?"

"Aku.. agak santai hari ini, Ruka."Mikan menyeruput Apple Punch-nya. Ruka hanya ber-oh ria. Ruka melihat jam tangannya,

06.20 AM.

"Aku harus pergi sekarang! Jaa ne Ladies. "Ruka mengambil tas dan mantelnya kemudian membanting pintu Flat.

"Yah, bye."Kata Mikan dan Sumire bersamaan.

"Oh ya, Mikan. Aku juga tidak bisa berlama-lama disini. Aku harus pergi."Kata Sumire sambil menghabiskan kopinya dan memasukkan map-nya kedalam tas tangan baru Sumire yang baru dan berukuran cukup besar.

"Aku ikut. Antarkan aku ke Hyde Park ya? Kau akan melewatinya di perjalanan 'kan? Kau mau ke kantor?" Tanya Mikan.

"Hyde Park? Baiklah. Ya, aku mau ke kantor."Kata Sumire.

"Tunggu sebentar."Mikan melesat ke kamarnya, mengambil handphone, dompet, tas selempang, notes, pulpen dan Voucher Café Giggle box. Café Giggle box adalah Café bernuansa eropa, sangat klasik dan oriental. Pokoknya sebuah Café yang perfect menurut Aoi (author) dan Mikan. Mikan keluar dari kamarnya sambil membawa kunci pintu Flat.

"Yuk."Ajak Sumire. Ia keluar dari flat dan turun ke lantai bawah. Pub sudah mulai buka. Mikan mengunci pintu Flat dan turun juga ke bawah.

Sumire memijit tombol pada kunci mobil-nya. Mobil VW new beattle Sumire berbunyi, Klik.. Klik.. Sumire membuka pintu mobil dan duduk di bagian pengemudi sementara Mikan menyusulnya dan duduk di sebelah Sumire. Sumire menetralkan gigi mobil, menstarternya kemudian memindahkannya ke gigi satu. Sumire menekan pedal gas dengan pelan dan Mobil pun melaju.

07.10 AM, Hyde Park.

Mikan telah sampai di Hyde Park. Ia tahu ia datang lebih cepat, tapi ternyata para kru sudah bersiap-siap di tengah-tengah Hyde Park.

"Makasih, Sumire. Bye."Mikan melambaikan tangannya pada Sumire. Sumire balas melambaikan tangan dan mobil VW new beattlenya melaju menuju Tower Bridge.

Mikan berjalan dengan tenang kearah kru yang berkumpul. Tiba-tiba, hand phone-nya berdering.

Where is the moment you need it the most..

You kick up a leaves and the magic is lost…

You tell me your blue sky's faded to gray..

You tell me Your passions is gonna way..

And I don't need no carry on…

Stand in the line just ahead of the law..

You're faking a smile with the coffee you go..

You tell me your life's been way off line..

You're falling to pieces everytime..

And I don't need no carrying on..

Cause you had a bad day

You're taking on down

You sing a sad song just turn it around

You say you don't know

You tell me don't lie

You work at a smile and you go for a ride

You had a bad day

The Camera don't lie

You're coming back down and you really don't mind

You had a bad day..

You had a bad day..

(Bad Day- Daniel Powter)

Mikan menjawab teleponnya, "Moshi-moshi? Watashi wa Mikan Sakura desu."

"Mikan-chan?" Tanya seseorang di seberang.

"Yuzu? Ada apa meneleponku?"

"Ah.. Mikan-chan.. begini… Yuzu sekarang mau ke London!"

"APA? Yuzu! Untuk apa kamu ke London?"

"Yuzu… kangen sama Ruka."OMIGOD!

"Hanya karena itu Yuzu?"Mikan tahu Yuzu telah lama suka pada Ruka.

"mmm.. sekarang Yuzu sedang di Airport."Kata Yuzu.

"Huh. Baiklah kalau sudah sampai di Heathrow Airport, telepon aku."

"Siap!"Yuzu berseru.

Mikan menutup teleponnya sambil menghela nafas. Yuzu kekanak-kanakan! Untuk apa dia jauh-jauh ke London hanya untuk mengunjungi Ruka? Yuzu bodoh! Bodoh! Mikan menyimpan handphone-nya di tas selempang. Mikan berjalan lagi, namun bahunya ditepuk seseorang.

"Halo, Mikan."

'Natsume lagi! Mau apa sih dia? Dari sekian banyak yang dia ambil dariku, mengapa dia terus mendatangiku? Apakah tidak cukup baginya?'Mikan menggigit bibirnya. "H-hai."Sapa Mikan kaku.

Natsume menepuk kepala Mikan sambil tersenyum simpul. Ia kemudian berjalan pergi meninggalkan Mikan yang masih Freeze di tempatnya. Hatinya berubah-ubah dari kesal, marah, mendung, malu dan sebal pada makhluk bernama Natsume Hyuuga. Mikan meneruskan kakinya untuk berjalan lagi sambil memandang tajam kearah orang-orang yang melihatnya. Beginilah Mikan kalau sedang Bad Mood. Dalam hati Mikan, ia mengutuk Natsume supaya tiba-tiba-atau mungkin hanya harapan Mikan-berubah menjadi kodok dekil penuh lumpur yang bau. Oke, terlalu kejam, menjijikan dan jorok. Tapi memang pantas menurut Mikan.

"eh hai Mikan-chan. Kau datang lebih pagi ya… oke.. umm.. Nonoko-chan! Nonoko-chan!"Narumi menyapa Mikan, kemudian memanggil Nonoko. Mata Narumi sama seperti Hotaru. Warnanya Amethyst. Narumi menatap Mikan lagi, "Silahkan bersiap-siap, Mikan-chan."Senyumnya.

Nonoko menghampiri Mikan dengan senyuman manis yang terlukis di wajahnya. Nonoko memakai pita berwarna Pink pudar, dress pelangi dan sepatu balet-yah, mungkin hampir mirip dengan sepatu balet-sambil bersenandung ria. Mikan tersenyum. Nonoko memang hebat. Dia bisa menciptakan aura menyenangkan untuk orang-orang yang ada disekitarnya. Meskipun begitu, nampaknya Mikan tidak menyadari. Betapa menyenangkan dirinya, betapa menyenangkan auranya, betapa cantiknya dirinya, betapa dan betapa. Banyak sekali kata 'betapa' untuk mendeskripsikan sifat Mikan. Nonoko mengantarkan Mikan ke ruang rias. Mikan disuruh duduk diatas kursi rias. Mikan menatap dirinya di cermin yang penuh lampu, membelai halus wajahnya seolah-olah baru menyadari bahwa dirinya memang cantik, seperti boneka. Kesempurnaan perpaduan blasteran Jepang dan Indonesia. Melahirkan seorang perempuan yang berkulit putih tanpa bintik, kulit putih yang sempurna, rambut brunette yang sedikit ikal, mata besar dan tidak sipit, tubuh tinggi semampai, bibir mungil berwarna pink cerah dan senyuman manis yang menawan.

"Nah Mikan-chan, hari ini kau akan memakai baju ini. Cute 'kan?"Nonoko memejamkan matanya dengan gemas, menyadarkan lamunan Mikan. Nonoko memegang tank top ungu lembayung muda berumbak-umbak dan celana jins panjang yang tidak terlalu ngetat. Well, cukup bagus.

"Ya."Mikan mengangguk setuju.

"Oke. Syukurlah bila kau suka! Sekarang, aku harus mengeritingkan rambut indahmu itu.."Nonoko menggantungkan baju itu di gantungan besi.

"Yah, terserah padamu."Mikan mengangkat kedua tangannya, menandakan bahwa dia menyerah. Nonoko hanya tersenyum sambil menggigit bibirnya-mungkin kebiasaan Nonoko-.

oOooOo

"Take 49, Action!"Ini baru jam satu siang, tapi sudah empat puluh sembilan kali take dan sepertinya Mikan sedang tidak konsen memikirkan Yuzu. Perjalanan dari Tokyo ke London memakan waktu yang cukup.. panjang. Jadi, wajar-wajar saja 'kan bila Yuzu belum menelepon Mikan? Tapi Mikan cemas setengah hidup. Natsume berkali-kali menghela nafas berat. Ia ingin segera menyelesaikan Action-nya dan kembali menjadi asisten sutradara. Sedangkan Mikan yang pikirannya kosong terus-menerus, tidak mempedulikan keadaan disekitarnya. Narumi pun menepuk punggung Mikan.

"Kau sedang tidak Fit? Padahal tadi kurasa kau baik-baik saja."Kata Narumi.

Mikan tersadar, "Ah tidak. Aku sedang.. memikirkan adikku yang bodoh." Mikan memasang wajah innocent.

"Memangnya ada apa dengan adikmu?"Tanya Narumi.

"Dia.. sedang kesini memakai pesawat. Aku sedang menunggu telepon darinya."Kata Mikan.

"Aku mengkhawatirkannya karena dia bodoh. Mungkin setelah selesai casting, aku akan langsung ke Heathrow."Kata Mikan.

"Dengar, sekarang ini kau harus bekerja professional. Kau adalah model dunia. Tenang saja, aku percaya bahwa adik bodohmu itu akan baik-baik saja."Kata Narumi tegas.

"O-oke."Mikan menyahut. Narumi mengangguk puas.

"Take 50. Camera rolling.. Action!"

.

Sepertinya semua berjalan lancar dan sangat baik sehingga pengambilan kali ini menjadi cepat. Mikan sudah bebas pukul tiga sore. Mikan mengganti baju, mengambil tas dan memakai sepatunya.

"Cepat sekali.. kau mau ke Heathrow?"Natsume muncul dibalik pintu ruang rias sambil memperhatikan Mikan.

"Ya."Mikan sudah bosan menghindar dari makhluk ini.

"Kau mau pergi bersamaku? Aku akan mengantarmu. Kebetulan, aku ingin membeli donat disana. Donatnya enak sekali."Natsume melihat arlojinya dan menggerakkan kepalanya, "Ayo."

"Tidak usah. Sungguh. Aku bisa naik metro."Mikan melewati Natsume yang masih berdiri di dekat pintu. Natsume menghela nafas.

"Aku ikut."Natsume mengikuti Mikan.

Mikan memutar bola matanya, "Oh, terserahlah."

oOooOo

Mikan terpaksa berdiri ketika menaiki metro. Yah, kalau boleh jujur, London Underground tidak terlalu laku. Orang-orang lebih memilih untuk naik bus. Kenapa? Karena fasilitas umum juga berkurang di London Underground. Rasanya tidak nyaman. Sering terjadi keterlambatan kereta. Yah, meskipun begitu, Mikan lebih memilih naik metro karena lebih cepat dan efisien.

Sore hari adalah jam pulang kerja. Jadi, metro lebih penuh dibanding siang hari. Para Londoner seumuran Mikan tidak memilih untuk membeli mobil. Mereka lebih memilih naik kereta atau bus. Tidak repot dan efektif. Tidak memakan waktu juga.

Satu jam kemudian, Natsume dan Mikan sampai ke bandara Heathrow. Tentunya, Yuzu sudah menelepon ketika Mikan masih dalam kereta. Bandara Heathrow adalah bandara ke-6 tersibuk sedunia. Mikan mencoba mencari Yuzu di tengah keramaian bandara Heathrow. Natsume sedang membeli donat di sebuah counter. Mikan mencoba menelepon Yuzu.

"Halo, Yuzu? Kau dimana?"Tanya Mikan.

"Di counter donat. Ada cowok keren lho, onee-chan. Tepat seperti tipe onee-chan." Mikan menepuk jidatnya. Pasti Natsume Hyuuga! Siapa lagi?

"Oke aku kesana."Mikan menutup telepon dan berlari kearah counter donat. Tepat seperti dugaan Mikan, Yuzu sedang mengobrol dengan Natsume. Mikan menepuk bahu Yuzu sambil ngos-ngosan.

"Yuzu, pijiti leherku."Kata Mikan dingin. Yuzu hanya mengangguk dan memijiti leher Mikan.

"Onee-chan sudah kenal dengan Natsume-kun , ya?"Tanya Yuzu.

"Ya. Dia lawan mainku."Kata Mikan. "Natsume kenalkan, ini Yuzu. Adikku yang centil."

"Dia mirip sekali denganmu. Sampai kukira Yuzu adalah kau."Kata Natsume cuek.

"Onee-chan jahat!"Yuzu menutupi mulutnya dengan tangannya. Mikan melihatnya dengan tatapan malas.

"Ayo, pulang."Mikan menarik tangan Yuzu. Natsume dengan kalem mengikuti Mikan yang menyeret Yuzu.

oOooOo

Stasiun Westminster

Suara perempuan dari speaker di dalam metro terdengar jelas oleh tiga orang manusia yang ada di dalam metro, khususnya juga untuk mereka yang sudah sampai pada tujuannya, di Westminster. Mikan, Natsume dan Yuzu turun dari metro. Mereka bertiga menaiki tangga dan berlari di trotoar. Well, mungkin Natsume sedang tidak ingin berlari. Tapi Mikan-yang sepertinya sudah lelah-berlari sekuat tenaga menuju flat-nya. Yuzu juga ikut berlari menyusul Mikan.

Setelah sampai di Zebracross ketiga, Mikan menyebrang kearah pub.

Yuzu berteriak."Onee-chan! Kenapa kita ke pub?"

"Ikuti aku saja!"Balas Mikan. Natsume masih mengikuti Mikan. Mikan masuk kedalam pub, menelusuri sampai ke pintu paling ujung, masuk dan menaiki tangga. Mikan membuka pintu flat itu.

"Aku pulang~"Mika membuka sepatunya dan berlari masuk. Hotaru keluar dari kamarnya. Ruka sedang menonton televisi.

"Eh, Mikan? Yuzu? Sedang apa Yuzu disini?"Tanya Ruka.

"Ruka-senpai, Hotaru senpai bagaimana kabarmu?"Tanya Yuzu.

"Baik."Kata Hotaru dan Ruka bersamaan. "Ini siapa?"Tanya Ruka sambil melihat kearah Natsume.

"Dia lawan mainku! Namanya Natsume Hyuuga."Sahut Mikan. Ia langsung buru-buru masuk kedalam kamarnya untuk ganti baju.

"Oh. Salam kenal."Senyum Ruka. "Silahkan masuk."

Tbc

Inspirated by Spring in London

Minna, how was it? Aoi lagi tidak terlalu bersemangat menulis chapter ini jadi tidak bagus ya? Kenapa Aoi menulis tentang London? Karena Aoi sangat suka London! Aoi ingin sekali menetap di London. Oke, sekarang Aoi balas review dulu….!

Chibi Hazel NRF: Syukurlah bila Chibi-san suka 3. Aoi sangaaaaat senang lho!^^ tuh, Aoi sudah Update chapter 5 di My Life Story. Hehehe…. *Nyengir*

Kyosuke ShinoZuki DaRkKniGhT47: Iya.. emang Natsumenya OOC. Aoi sengaja.. ^^ Makasih ya sudah mereview fict Aoi! Mikan nggak trauma sama cowok kok. Plot ceritanya Aoi bedain sama Spring In London. Aoi sudah Update! Dibaca ya.. ^^

The Dark Crimson Nightmare: Iya.. nanti akan terjawab kok kenapa Mikan benci sama Natsume. Mikan nggak trauma sama cowok. Aoi nggak akan jadi plagiator, ngikutin semua jalan cerita Spring In London. Aoi emang terinspirasi sama Spring In London.. Makasih untuk Cri yang Sudah baca kedua Fict Aoi. Aoi sungguh senang! Makasih untuk mereview^^ Aoi juga akan baca Fict Cri.

Yuzu memang agak aneh. dia memanggil Mikan dengan panggilan berbeda-beda. kadang Mikan-chan dan kadang Onee-chan. jadi, jangan bingung ya...

Oke Minna, silahkan mereview! Ayo review! ^^

~Daiyaki Aoi_