Climax
By. Wendy
[Oh sehun]
[Kim jongin]
[TEMUKAN SENDIRI]
.
.
Semua orang pasti pernah merasa berada di titik akhir-
.
TYPO ADDICT
ABSURD
BAHASA SESUKA PAPAN KETIK
.
.
.
Happy reading
.
Preview chap sebelumnya...
Sehun tak mempermasalahkanya keluarganya tak mempermasalahkanya. Tetapi sebagai seorang yang sudah berumah tangga itu merupakan keinginan yang sangat dinanti nantikan. Ia selalu benci saat ia mengingat hal ini, matanya selalu menghianatinya, menghianati dengan meloloskan liquid bening yang turun perlahan di kedua pipinya.
Terkadang saat ia menonton televisi bersama sehun untuk mengisi waktu luangnya dan saat iklan sereal anak anak mata sehun selalu berbinar, tidak untuk jongin ia merasa tidak berguna di hidup seorang oh sehun.
.
.
Halaman 2
.
Jam didinding sudah menunjukkan pukul 1dini hari. semua orang tentunya sudah terlelap setelah melewati hari yang begitu berat. Tapi lain halnya dengan sehun. Dengan langkah pelan dan hati hati agar tidak membangunkan jongin yang mungkin sudah terlelap ke alam mimpi. ia mulai memasuki pintu apartemennya. Semua lampu sudah mati. Hanya lampu dapur yang dibuat menyala agar memudahkan sehun jika ingin mengambil air mineral di lemari pendingin. Jadi dugaan sehun benar jika istri manisnya sudah terlelap.
Sehun meletak kan jas yang ia gunakan ke sofa. Tapi tunggu kenapa ia merasakan jika ada yang bernafas dengan teratur. Sehun mencoba meraba raba di kegelapan karna ia sengaja tidak meghidupkan lampu. Tunggu sebentar, kenapa seperti manusia. Sehun yang mulai penasaranpun berjalan menuju dinding yang terdapat saklar lampu.
"Astaga, jongin kenapa kau tertidur disini" sehun menemukan jongin yang tertidur dengan lelap dengan kepala yang ia senderkan di meja dan disebelah tangan kanan jongin terdapat benda persegi panjang berwarna putih.
.
'Krietttt
.
Pelahan namun pasti sehun membuka pintu kamar yang jongin dan ia gunakan untuk bercengkrama di waktu luang sehun yang sangat terbatas.
Sehun membaringkan jongin di ranjang king size yang masih rapi sperti tidak tersentuh selama seharian ini. Menandakan bahwa jongin belum tidur sama sekali hari ini. Lalu apa yang dilakukan jongin seharian ini?
Sehun melihat ponsel jongin yang tergeletak begitu saja di nakas.
Sehun tau jika jongin akan marah jika privasinya diganggu oleh orang lain. Sehun penasaran apa yang jongin lakukan dengan handphonenya sampai sampai tertidur dengan posisi yang membuat tubuh pegal pegal. Berbekal rasa penasaran Sehun mulai membuka isi ponsel Jongin.
Hal yang pertama ia buka adalah log panggilan. Alangkah terkejutnya sehun saat mengetahui ada begitu banyak panggilan keluar yang ditujukan ke satu nama yaitu 'oh sehun'. Sehun segera mengecek notifikasi ponselnya. Dan benar saja ada banyak panggilan tak terjawab dari jongin mungkin ada 20 lebih. Oh dan sekarang apa, ada begitu banyak notifikasi pesan dengan pelaku yang sama yaitu jongin.
.
'Sehun jangan lupa makan siang ok ;)
'Hun kau akan pulang jam berapa?
'Hun kau sibuk?
'Oh iya kau kan menyiapkan keperluan untuk tender, kau pasti sangat sibuk. jangan terlalu lelah okey :*
'Kau tadi pagi mengatakan kalau kau akan pulang dengan cepat aku akan memasakkan menu favorit mu ^^
'Hun aku kesepian :')
'Apakah aku boleh pergi dengan baekhyun hyung?
'Aku mencintaimu ❤
.
'Hun ini sudah hampir waktunya makan malam, apa kau jadi pulang lebih awal?
'Jika tidak jadi tolong balas pesan ku hun. Aku menunggu
'Sepertinya tidak jadi. Hmmm aku harus makan malam sendirian. Lagi :p
'hun jangan pulang terlalu larut.
'Disini sepi dan aku bosan
'Selamat malam. aku menunggumu pulang hun ^^
'Aku mencintaimu ❤
.
.
Sehun terharu membaca semua pesan jongin. Ia merasa bersalah kepada jongin. Padahal tadi pagi ia sudah berjanji akan pulang lebih awal dari biasanya. Tapi ada sesuatu hal mendadak yang harus sehun lakukan.
.
"Eunghh" lenguh jongin dan sukses menbuyarkan lamunan sehun. Mendengar lenguhan jongin sehun segera mengelus sayang rambut jongin. Takut jika jongin terbangun tapi terlambat jongin sudah bangun
"Hun, kau kah itu? Kau sudah pulang? Astaga aku ketiduran maafkan aku" buru buru Jongin turun dari ranjangnya. Tapi naas Jongin malah limbung karna ia baru saja bangun dari tidurnya mungkin saja nyawa jongin belum sepenuhnya sadar.
Segera Jongin meraih pinggiran kasur untuk membantunya berdiri, dan sehun yang belum sepenuhnya sadar dari rasa teekejutnya juga turut membantu Jongin.
"Te terimakasih Sehun, apakah kau sudah makan malam? Kalau belum akan aku panaskan makan malam untukmu. Atau kau mau mandi terlebih dahulu? Ingin ku siapkan air hangat?" Jongin bertanya seperti seorang kasir mini market.
Sehun yang mendengar hal tersebut hanya bisa merolling bola mata kecoklatan miliknya. In memang suka diperhatikan tapi tidak dengan perhatian yang berlebihan seperti yang didapatnya dari Jongin saat ini. Sehun lebih suka jika Jongin melanjutkan waktu tidurnya karna kesehatan Jongin lebih utama.
"Astaga Jongin. Apa yang kau lakukan. Tidurlah dengan tenang tak apa" jawab Sehun yang sedikit mengandung unsur memarahi.
Melihat jongin yang menunduk kan kepalanya mungkin jongin lebih suka melihat lantai marmer dibawahnya. Sehun merasa bersalah karna sedikit membentak Jongin.
"Sudahlah, maaf kan aku jong" kata sehun sambil mengelus sayang surai dark brown milik Jongin
"Sebaiknya kau tidur saja. Aku sudah makan malam di luar. Aku akan menyipakan air hangat sendiri. Kau lanjut tidur saja" lanjut Sehun sambil mengecup kening Jongin.
"baiklah" ucap Jongin sambil menelusupkan kepalanya kedalam selimut.
Setelah dirasa Sehun sudah memasuki jamar mandi, Jongin lalu membuka selimut yang menutupi kepalanya.
"maafkan aku hun"
.
.
'Tok tok tok
"ya masuk" seru sehun
"maaf presdir Oh, ada klien penting dari jepang yang ingin menemui anda" ujar sekretaris pribadi sehun
"Baiklah suruh ia masuk, dan tolong kosonglan jadwal ku untuk 3jam kedepan" titahnya sembari memebenahi dasi agar terlihat rapi didepan klien pentingnya.
.
.
"selamat siang presdir Oh.. Oh sehun?!" salam klien penting tersebut kental dengan aksen terkejutnya. Bagaimana tidak terkejut, Sehun adalah mantan kekasihnya semasa di Senior High School dan hubungan mereka harus kandas karna Luhan harus kuliah dan menetap di Jepang, tapi jujur saja luhan masih menyimpan rasa bahkan Luhan tidak bisa melupakan semua kenanganya bersama Sehun meskipun sudah 5tahun yang lalu.
"Oh selamat siang juga. Xi luhan apa itu benar benar kau? Lama tak bertemu" jawab sehun yang juga kental dengan aksen terkejutnya.
"Hehe iya ini aku Xi Luhan, senang bertemu dengan mu lagi sehunie" jawab Luhan dengan aksen genitnya
"ekhm maaf arsitek Xi ini di kantor bisakah kita bersikap profesional" jujur saja Sehun agak keberatan jika Luhan memanggilbya dengan embel embel -ie
"baiklah presdir Oh, mari kita mulai presentasi penawaran kita mengenai proyek kita" balas Luhan dengan seringai yang sangat tipis.
.
.
Tebeceh
.
Halow ini ff absurt kambek lagi. Maafkan wendy T.T lama update kenapa? Karna leppy wendy chargernya meledak jadi ga bisa update -_-
Dan maaf juga untuk request soal 'thor tolong kalau nama orang pake huruf kapital di awal' ok maafkan saya kalo di chapt ini ada yang di kapaital ada yang enggak. Yah karna lupa lupa inget hehe
Ini juga ngetiknya pake hape huhu T.T
…. SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI YA PARA PEMBACA ….
KALO SELAMA INI WENDY PUNYA SALAH TOLONG DIMAAFKAN T.T
….MUAHH
.
Jadi? Ada yang mau riview? Atau delete ._.
TERIMAKASIH SUDAH RIVIEW
msdnht. Sayakanoicinoe. Ohkim9488. Elfishy326. Kim kai jong. Diannurmayasari15. AuliaMRQ. adindanurmas. Jumeeee. Yessi94esy. Parkyayim. Istricahyoxo. Hunkailovers. . Novisaputri09. jongiebottom.
25. laxyovrds
