Welcome to Hell-O Gakuen!

By.

Airi Shirayuki


.

DISCLAIMER

Vocaloid bukan punya gue!

.

WARNING

Gaje, garing, EYD ancur, bahasa gahuol, banyak chara nyasar, typo everywhere dll.

.

RATE

K+

.

Don't Like don't read!

I'm serious!

.


Chapter 2 : After Rin fainted

.

"Ricchi! Ricchi bangun!" Kata makhluk teal berplat huruf(?) Hatsune Miku. Ia menggoyang-goyangkan perutny- maaf yang benar Rin Kagarine, sang tokoh utama yang telah pingsan selama 1,001 abad per-detiknya dan tak kunjung bangun setelah melihat Hanji sang guru biologi. Tiba-tiba Rin menggumam dan akhirnya terbangun.

"Ng...apa yang terjadi..? Dimana aku? Siapa aku? Kamu siapa?" Rupanya tokoh utama kita mengalami amnesia. Dan setelah diuji di ITB dan IT-IT lainnya secara klinis, ditemukan penyebabnya ad- (naratornya ngaco bablas! *nampar narator*).

"Akhirnya bangun juga! Kamu sekarang ada di ruang yang disebut UKS di sekolah gaje nan elok yang berada di Jln. Jalan no. 1945 di planet ke 3!" Miku ngomong apaan? Saya gak ngerti...

"Tampaknya temanmu sudah sadar ya!" Tiba-tiba muncul wanita berambut pendek. Rin dan Miku menoleh.

"Miku, siapa manusia itu?" Tanya Rin. Miku tersenyum.

"Ini Aida Riko, penjaga UKS sekolah sekaligus pelatih klub basket!"

'Njirrr, kurobas cuy!' Batin Rin setelah melihat Riko yang bertolak pinggang. Riko melihat jam tangannya.

"Sebaiknya kalian cepat pulang, udah mau subuh nih!" Miku dan Rin langsung melotot. Masih terang dibilang subuh?. Kayaknya mata Riko perlu diberi ins*o... . Akhirnya mereka berdua segera mengemasi barang mereka dan pulang.

.

.

.


"Mik, apa yang terjadi selama aku pingsan?" Miku langsung meletakkan telunjuknya di dagu sambil berpikir juga sambil jalan.

"Setelah kamu dibawa ke uks terdekat, tiba-tiba dari atap sekolah ada gundam jatuh. Terus dari dalam tuh gundam keluar Kira Yamato. Ternyata dia lagi bertarung sama spirit yang sepertinya namanya Yatogami Tohka. Atap sekolah pun hancur dan kami dibubarkan. Saat kami kembali ke kelas kami kaget karena kelas kami sedang dipakai rapat grup FFF dari kelas F beserta Akihisa dkk. jadi kami menunggu mereka di luar sekolah. Tak tahunya ada yang main Cardfight jadi kami ikutan deh sampe rapatnya selesai dan terakhir aku njenguk kamu! Yang lain pulang duluan sih." Jelas Miku panjang kali lebar kali titik equalibrium(?). Rin pun terdiam.

"Kok diam sih?"

"Bentar, loadingnya masih 35% nih!"

"Lola lu!" Akhirnya mereka berjalan ke rumah masing-masing dalam diam karena Rin yang masih loading dikarenakan masih pentium 4 dengan otak 1.000.000 cc/detik(?).

.

.


Keesokan harinya...

Rin masuk ke kelasnya yang entah kenapa pintunya masih tergeletak menjamur di bawah dan sekarang dialih-fungsikan menjadi keset kelas.

"Met malem" Sapa Rin sambil duduk di bangkunya.

"Met siang juga, Rin-chan!" Mik, kemarin kamu manggil Ricchi, sekarang Rin-chan. Plin-plan ah!.

"Sekarang di kantin ada apa?" Tanya Rin.

"Ada penjual baru tuh! Kalo gak salah namanya Mystogan.." Rin pun angguk-angguk.

JRENNGJRENGDADADADAAAJRENGJRENGDADADADAAA!

Bel masuk berbunyi, guru pun jadi (peribahasa ngawur).

"Selamat sore anak-anak! Perkenalkan, aku Edward Elric sebagai guru kimia kalian! Ada yang mau bertanya?" Ed duduk di kursi guru. Gakupo mengangkat kakinya.

"Yak silahkan bertanya!"

"Bukannya Ed-sensei itu state alchemy ya? Ngapain jadi guru di sini?" Ed tertawa.

"Cuma nambah penghasilan doang!" Jawabnya.

"Terus kenapa anda ngajar di kelas ini?" Sepertinya Gakupo ngusir...

"Semua itu takdir! Sekarang kita akan berlatih menggambar lingkaran transmusi yang baik dan benar!" Sebelum itu Len mengangkat jempolnya. Kayak pingin nyetop bemo aja.

"Mau tanya apa?"

"Anu...kenapa Ed-sensei pendek?" Semenit kemudian ada ledakan dari ruang kelas Rin. Tak ada korban jiwa, yang ada hanyalah sisa kelas yang tak berbentuk lagi.

.

TBC

.


Ai : Gomen kalo ficnya terlalu pendek seperti chapter lalu dan typo berceceran. Maklum, ngerjainnya cepet-cepet en ngetiknya di tab plus publishnya juga di tab. Arigatou telah membaca fic ini. Untuk yang Our Perfect Melody Story mungkin sebentar lagi. Mohon sabar menunggu.

.

Kireina Yume

Kenapa bisa tertawa? Ai cukup yakin setelah dipanaskan dengan suhu 150 derajat dan dari bahan berkualitas tinggi kalau fic ini garing. Tapi terima kasih karena telah tertawa dan membaca fic ini!

Sudah update _^b.

.

Mind to review?