"Hey, aku tidak akan menyakitimu, aku berjanji...Namaku Chanyeol, Park Chanyeol."
Baekhyun menatap yang lebih tinggi, masih merasa takut. Dia begerak mundur ketika tangan yang lebih tinggi mendekat. Chanyeol melihat kebawah, menatap mata Baekhyun.
"Aku tidak akan menyakitimu. " Ia meyakinkan. masih dengan menjulurkan tangan, menunggu yang lebih kecil menggapai tangannya.
Baekhyun menatap tangannya, kemudian menatap yang lebih tinggi. Dengan hati-hati ia menggenggam tangan didepannya dan berdiri.
Chanyeol menarik Baekhyun, membawanya kedalam pelukannya. Baekhyun merasa aman dan hangat di pelukan pria dihadapannya, jadi dia meringkuk lebih dekat ke dada Chanyeol, mengusakkan wajahnya disana.
Chanyeol menatap yang lebih kecil dengan senyum lembut. Ia kemudian Mendorongnya sedikit, membuat Baekhyun merengek karena kehilangan kehangatannya.
Chanyeol terkekeh. "Jadi, siapa namamu?"
Baekhyun memandang Chanyeol dan berpikir sebentar.
"Namaku Baekkie!"
Baekhyun tersenyum, menularkan senyumnya pada Chanyeol yang melihatnya.
"Tapi Baekkie kedinginan. Tolong pegang Baekkie seperti tadi."
Baekhyun menatap Chanyeol dengan mata anak anjingnya, membuat pria itu meleleh. Bagaimana dia bisa begitu menggemaskan?
"Pegang? maksudmu peluk? Baiklah aku aku memelukmu lagi. Tapi aku juga akan menggendongmu sekarang, pegangan yang erat."
Baekhyun mengangguk, lalu mengangkat tangannya seperti bayi.
Chanyeol tertawa kecil dan menggendong Baekhyun seperti bayi. Kaki Baekhyun melingkari pinggang yang lebih tinggi.
'Bagaimana bisa ia berada disini sendirian?' fikir Chanyeol.
•
•
•
Begitu mereka sampai di apartemen Chanyeol, Chanyeol mendudukkan Baekhyun di sofa. Ia melihat sekeliling dan tersenyum lega, Rumah Chanyeol hangat dan nyaman.
"Apakah kau ingin minum sesuatu Baek?"
Baekhyun merenung sebentar. "Baekkie ingin cokelat panas, bolehkah?"
Chanyeol mengangguk, berusaha menahan dirinya karena Baekhyun terlalu menggemaskan. Lalu segera membuatkan cokelat panas untuk Baekhyun.
"Ini Baek, hati-hati, ini panas." Baekhyun mengangguk, kemudian menyesapnya dengan hati-hati.
Chanyeol duduk di sebelahnya dan menyalakan tv. Mereka berdua duduk dalam keheningan yang nyaman.
•
•
•
Setelah Baekhyun menghabiskan coklat panasnya,Chanyeol menunjukkan Baekhyun kamar tidur cadangannya.
"Kau bisa menggunakan kamar ini untuk saat ini. Kamar ku ada di ujung sana jika kau membutuhkan ku, dan kamar mandi ada di seberang."
Chanyeol memberi Baekhyun tur kecil di rumahnya agar Baekhyun tidak terlalu bingung nanti. Sambil berjalan, Chanyeol menatapi Baekhyun. Baekhyun sangat cantik, Rambut pirangnya menutupi sebagian mata cokelatnya yang indah. Tubuhnya ramping, namun agak melengkung dibagian pinggulnya, sangat indah. Chanyeol menggelengkan kepalanya, mencoba menghilangkan fikiran kotor dari kepalanya.
Chanyeol kemudian memperhatikan telinga di kepala Baekhyun. Chanyeol sangat penasaran, Apakah itu semacam bando atau itu benar-benar nyata?
Dia mendekatkan tangannya ke rambut Baekhyun dengan hati-hati, mengangkat tangannya dan menyentuh telinga itu.
Baekhyun membeku, tapi kemudian merasa tenang kembali ketika Chanyeol hanya mengusap kepalanya.
Chanyeol tertawa kecil. "Kau sangat menggemaskan Baekkie."
Baekhyun tersenyum dengan pipinya yang bersemu merah.
Chanyeol terlena melihat senyuman Baekhyun, ia suka bagaimana mata Baekhyun berubah menjadi bulan sabit ketika dia tersenyum.
"Jadi, kau seorang Hybrid?" Tanya Chanyeol meskipun dia sudah tahu setelah memegang telinganya tadi.
Baekhyun gugup dan takut. Bagaimana jika Chanyeol mengusirnya karena itu? Bagaimana jika dia menjadi jijik padanya? Baekhyun menjadi panik, dan tidak tahu harus berkata apa.
Menyadari kepanikan Baekhyun karena pertanyaannya, ia kemudian menghampiri Baekhyun dan memeluknya, mengusap punggungnya dan mengucapkan kata-kata yang menenangkan untuk menenangkan Baekhyun.
Itu berhasil, Baekhyun menjadi lebih tenang, dia kemudian menatap Chanyeol. Mereka berdua saling menatap. Dan bagi Chanyeol, Baekhyun memiliki mata anak anjing paling indah yang pernah ia lihat selama hidupnya.
"Apakah kamu jijik pada Baekkie? Apakah kamu ingin Baekkie pergi? Baekkie akan pergi jika kamu ingin Baekkie pergi." Air matanya menetes perlahan.
Hati Chanyeol hancur ketika yang lebih kecil hendak menangis. "Tentu saja tidak Baek. Aku tidak akan pernah menyuruhmu pergi, Aku akan melindungimu dan kita akan tinggal bersama. Okay?"
"Kamu tidak jijik pada Baekkie?" Baekhyun mendongak, menatap Chanyeol dengan mata anak anjingnya.
Chanyeol menggelengkan kepalanya. "Tentu saja tidak Baek."
Baekhyun lalu tersenyum lebar, menunjukkan senyumnya yang indah dan matanya melengkung menjadi bulan sabit. Chanyeol meleleh sekali lagi.
"Baiklah Baekkie, ayo makan malam dan pergi tidur, oke?"
Baekhyun mengangguk dengan penuh semangat. Chanyeol tertawa kecil, kemudian mulai menyiapkan makan malam.
•
•
•
Setelah mereka selesai makan, Chanyeol menempatkan Baekhyun ke tempat tidur. Dan saat ia akan pergi, sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangannya.
"J-jangan pergi...i-ini terlalu gelap...Baekkie takut.." Rengek Baekhyun.
"Apa Baekkie ingin aku tetap disini sampai kau tertidur?"
"Y-ya tolong...Baekkie takut j-jika sendirian."
Chanyeol terkekeh, kemudian menempatkan dirinya di samping Baekhyun dan memeluknya hingga ia tertidur.
Tanpa sadar, Chanyeol ikut tertidur. Masih dengan memeluk Baekhyun erat-erat, melindungi yang lebih kecil dan berjanji tidak akan pernah melepaskannya.
TBC
•)(•
SehunSapiens : Kayanya gue pernah baca tapi lupa dimana ._. But seinget gue ini ff yang fluff(?) lupa lagi hueeee mangattt. —Mungkin kamu pernah baca yang Eng.vers nya di wattpad Dan yepp, ini Fluff 0 thankss!
