Kariya POV

Sekarang…biarlah aku sirna

Tidak ada lagi yang bisa kulakukan di sini

Seolah-olah aku tidak punya hati…

Kenyataannya…cinta yang tinggal ku raih

Telah melayang ke angkasa…


Normal POV

Keesokan harinya di SMP Raimon, murid-murid semangat sekali dalam menyambut hari Valentine. Banyak yang menyatakan cinta…namun banyak juga yang mendapatkan sebaliknya. Salah satunya adalah…

"Kariya!"

"Oh…ohayou, Tenma-kun," balas Kariya lemas sambil tiduran di meja-nya.

"Daijoubu ka? Dari kemarin kayaknya tidak semangat terus…" kata pemuda shota yang lazim dipanggil Tenma itu.

"Daijoubu desu…" jawab Kariya sambil tetap dalam posisi dan intonasi semula.

"Ohayou Tenma, Kariya!" sapa seseorang berambut macam bor(?) di sudut ruangan.

"Tsurugi!" sahut Tenma sambil memeluk hapusSemehapus kesayangannya itu.

Melihat mereka, Kariya hanya berfikir apakah sang mantan SEED yang sangar itu dikira boneka teddy bear sama Tenma. Namun, ia hanya menghela nafas dan kembali tertidur hingga bel berbunyi.

KRING

"Pelajaran hari ini sudah selesai. Silahkan berkemas dan jangan lupa kerjakan PR untuk esok hari!" sahut sang sensei sambil menutup jam pelajaran.

Kariya; yang seharian tertidur di kelas (dan hebatnya; nggak ketahuan), akhirnya terbangun juga dan cepat-cepat keluar dari gedung sekolah.

Tepat setelah ia menginjakkan kaki di luar sekolah…

"Kariya-kun! Latihan yuk!" ujar shota yang satu lagi, Hikaru.

Kariya sebenarnya tidak ingin latihan…ditambah lagi seusai latihan ada lomba karaoke special Valentine itu. Dia tidak ingin melihat diri-nya tiba-tiba terkapar di lapangan sekolah hanya gara-gara duet sang maestro dan cowok feminin bukan?

Tapi apa daya, akibat rayuan pulau kelapa (ditendang), eh maksudnya…rayuan dari Hikaru; Kariya terpaksa digeret sampai ke ruangan klub sepak bola.


"Akhirnya kalian datang juga…" seru Hamano melihat kedatangan kedua orang itu.

"Ah iya, maaf kami terlambat senpai," kata Hikaru seraya menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.

"Iya, maafkan kami…" sambung Kariya dengan lemas kayak orang nggak makan selama seminggu.

"Ada apa, Kariya? Kok kamu lesu sekali sih? Baru diputusin pacar atau gimana?" tanya Hamano.

"S-sebenarnya…"

Kariya menceritakan seluruh perasaannya di hadapan Hamano dan Hikaru. Kebetulan saja yang lainnya belum datang.

Mendengar curhatnya, Hikaru mendadak merasa tidak enak sampai-sampai ia izin meninggalkan ruangan itu. Tapi Hamano…

"Ah, aku ada ide!" serunya.

"Ide apa…?"

"Kau lebih baik mengakui perasaan itu kepada Kirino!" serunya lagi.

"What…? Senpai sendiri juga tau kan? Nggak mungkin deh…"

"Ya…setidaknya kamu akan merasa lebih lega kalau kamu bilang sendiri ke orang-nya kan…?" kata Hamano memotong ucapan junior-nya.

"Benar juga…" pikir Kariya.

Walaupun ia tahu kemungkinannya sangat kecil Kirino akan lebih memilih dia dibandingkan Shindou.

Tapi…tak ada salahnya mencoba kan?


"Kariya…apa yang mau kau bicarakan dengan-ku?" tanya sang rambut pink kepada pria yang sudah ada di hadapan-nya.

"Kirino-san…aku…aku…"

Tubuh Kariya gemetaran…tangannya dingin…seperti-nya ia akan mengeluarkan air mata-nya…

Tanpa sadar, ia memeluk tubuh senpai-nya yang hangat itu.

Tentu saja, sebagai senior yang baik, peduli dan rajin menabung…Kirino terima saja pelukan itu.

"Kirino-senpai, maafkan aku. S-sebenarnya…aku sudah lama menyimpan perasaan ini untuk senpai…tapi sepertinya terlambat sudah. Aku tidak mungkin menjadi pengganti yang lebih baik dibandingkan kapten…"

Demikianlah Kariya menyatakan seluruh isi hati-nya di pundak Kirino.

Kirino…yang merasa tersentuh dengan pernyataan dari seorang junior; hanya bisa mengelus punggung Kariya perlahan.

"Kariya…" sang senpai membuka mulut.

"Sebenarnya…aku juga menyukai-mu…"

Keheningan melanda…disertai dengan angin sepoi-sepoi yang meniup daun-daun.

"Tapi…aku sudah terlanjur cinta pada Takuto…maafkan aku…"

Di luar dugaan Kirino, kata-katanya justru membuat Kariya tersenyum.

Bahkan mungkin senyum termanis yang pernah ia lihat.

"Ya senpai, aku tahu. Semoga senpai bisa bahagia bersama Shindou-san," sahutnya.

"Arigatou, Kariya…"

...

"Lomba karaoke akan segera dimulai! Harap mendaftarkan diri ke panitia se-segera mungkin!"

"Astaga! Ternyata latihan di-tiadakan hari ini!" sahut Kirino dengan khawatir.

"Wah…tidak mungkin aku bisa ikut lomba itu tepat waktu!" tambah Kariya sambil frustrasi.

"Sebenarnya…tidak juga…" kata Kirino dengan smirk andalannya.

"Maksud senpai…?"


"Takuto!"

"Ranmaru! Kamu ke mana saja? Dari tadi aku cari-cari…"

"Tidak ada waktu untuk itu! Di mana Kageyama?"

"Kageyama…? Untuk apa…?"

"Itu…"

Kirino mulai kehabisan ide untuk berkata-kata.

"Hikaru tadi ada di sini," ujar Hamano.

"Tapi ia keluar setelah mendengarkan curhatan Kariya," lanjutnya.

"Jangan-jangan…" gumam Shindou.

"Iya…kita terlambat…" sambung Kirino.

"Terlambat apa…?" tanya Hamano.

"Ah, kamu lihat saja nanti! Tapi…di mana dia sekarang?" tanya Kirino lagi.

"Yo!" sahut Kariya seraya memasuki ruangan klub itu.

"Kariya! Mana Hikaru?" tanya Kirino untuk kesekian kalinya.

"Hikaru…? Memang ada apa…?"

"Ngomong-ngomong, tadi kamu curhat tentang Ranmaru ya?" tanya Shindou sambil menebak-nebak dan beralih topik pula.

"Ah, kapten tau saja…" jawab Kariya sambil senyum gugup.

Mendengar itu, Kirino mulai bergumam…

"Kalau tadi Hikaru pergi mendadak begitu…jangan-jangan…"


"Aku tidak tahan lagi…"

"Doushite, Hikaru? Ekspresi-mu itu…sama sekali tidak biasa bagimu," sahut Aoi.

"Aku…"

"Jangan-jangan, ini masalah antara hubungan kapten dan Kirino-san?" tanya Shinsuke.

"Tidak, bukan itu…tapi yang berhubungan dengan itu…" jawab Hikaru sambil meletakkan kepala-nya di atas meja.

"Yang berhubungan dengan itu…? Jangan-jangan, Kariya-"

"Benar…aku tidak mengerti apa arti-nya Kirino-san bagi-nya. Seolah-olah dunia-ku sudah lenyap begitu saja dengan ada-nya dia…"

Aoi, Tenma, dan Shinsuke sudah kehabisan kata-kata untuk menghibur sahabat mereka yang sedang lovesick itu.

Lalu…bagaimana keadaan sang seme yang didambakan-nya…?


Kariya POV

Dasar…di mana Hikaru itu?

Aku tidak bermaksud untuk membuat-nya cemburu…

Ditambah lagi…sebenarnya…

Bisa dibilang…Hikaru itu cinta-ku yang kedua…

Kalau yang pertama sudah lenyap…biarlah…

Tapi aku tidak akan membiarkan yang satu ini padam…!

Normal POV

"Hikaru…sudah kuduga kau ada di sini…"

"Kirino-san! Kapten!" ujarnya.

"Bagaimana kalau kau ikut dalam rencana kami…?" ajak sang kapten.

"Rencana…apa?" tanya sang anak yang masih polos itu.

Tak disangka ia diajak ke halaman di belakang sekolah.

Kariya; yang kebetulan lewat…akhirnya menabrak Hikaru karena kurang konsentrasi saat berlari.

Ya…pikirannya hanya dipenuhi oleh orang yang saat ini sudah ada di depan mata-nya.

"Kariya-kun…"

"Hikaru! Gomen!" sahut Kariya sambil membantu Hikaru berdiri.

"Ng…Kariya…ada sesuatu yang sebenarnya harus ku-katakan padamu…"

"Ng? Ada apa?"

Hikaru hanya menelan ludah dan siap melontarkan kata-kata berikutnya.

"Kariya…sebenarnya…sejak pertama kali pindah ke Raimon…aku…aku…"

Tak disangka pemandangan itu disaksikan oleh Shindou, Kirino, dan Hamano dari balik semak-semak. Ya…namanya juga shipper (tapi kalau Hamano itu perlu dipertanyakan).

Kini, Hikaru sedang menggigit bibir-nya sendiri…speechless dan memandangi sosok yang dari tadi mematung dengan wajah innocent-nya.

"…aishiteru…"

DEG!

Begitu kata-kata itu keluar dari mulut kecil Hikaru, Kariya hanya tersentak.

Ya…dia sudah menduga-nya ini akan terjadi, sehingga ia hanya tersenyum manis.

"Hikaru…gomen ne, tapi aku belum siap untuk…itu," jawabnya sambil membelakangi Hikaru. Tapi…apa arti-nya smirk di wajah-nya itu…?

"Oh, sou ka…aku mengerti. Kalau begitu, aku…"

Sebelum Hikaru sempat menutup mulut-nya, Kariya sudah menyambar duluan.

Hikaru; di pihak lain, yang kaget tentunya…hanya bisa membiarkan bibir mereka bertemu.

Dan…bagi para penggemar adegan sinetron itu…mereka malah jawdrop.

Tak ada yang yakin pasti, tapi pasti-nya ada 'sesuatu'…

"Sekarang baru aku siap," sahut Kariya dengan senyum andalannya yang bikin orang klepek-klepek(?).

Hikaru hanya memasang senyum selebar Endou setelah sembuh dari lovesick-nya.

"Yosh! Sekarang bukan waktu-nya bersenang-senang...lomba karaoke akan segera dimulai!" seru Kirino.

"Ou!"


Setelah beberapa lagu di acara itu…

"Berikutnya, kita akan saksikan penampilan dari, Shindou Takuto dan Kirino Ranmaru!" seru sang MC.

"Kapten! Kirino-san! Ganbatte!" seru Kariya.

"Ou!"

#Ashita no Field-Inazuma Eleven Go Character Song#

Shindou: Souyatte akirameta kao shite. Jibun wo gomakashiteta kedo. Hontou wa sakebi tsuzukete ita. Kokoro wa damase wa shinain da.

Kirino: Wasurerarenai jounetsu wo…mou nidoto hanasenai, mune ni chikatte…

All: Ima, ashita e tsuyoi ketsui de.

Shindou: Jiyuu wo mamoru tame ni…

All: Kagayaiteta ano FIIRUDO wo…

Kirino: Kono te ni torimodosou~ Doushitemo yuzurenai yume nara? Jibun ga mazu wa kawarun da…itsuka wa wakari aeru hazu to. Shinjita michi wo kirihiraku yo…

Shindou: Kitto dare date oboeteru…anna ni muchuu de hashitteta hibi…

All: Ima, ugoita kaze wo kanjite…

Kirino: Tachiagarunda tomo ni…

All: Watasanai sa kono FIIRUDO wa…

Shindou: Minna no hokori dakara…

All: Ima, ashita e tsuyoi ketsui de.

Shindou: Jiyuu wo mamoru tame ni…

All: Kagayaiteta ano FIIRUDO wo…

Kirino: Kono te ni torimodosou…

Applause dari penonton pun memeriahkan hari kasih sayang itu…

"Kariya! Ganbatte ne!" sahut Kirino.

"Yosh! Hikaru!" ajak Kariya seraya mengulurkan tangannya.

Hikaru hanya menerima ajakannya dan menuju panggung itu…bersama…

#Houkago Chemistry-Inazuma Eleven Go Character Song#

Hikaru: Houkago no sugoshikata kikaretemo…kore igai kangae tsukanainda…

Kariya: Itsudatte ATAMA no naka shimeteru…kyou no BOORU no ikisaki kara me ga hanasenakute…

Hikaru: Jibun no CHIKARA wa dore dake nandarou?

Kariya: Hikidashi aeru nakama to hashire!

All: Genkai shirazu michizu nano wa docchi! Otagai ni shigeki sareteiku ne! Tsugi no PASU kotaete, minna ni tsunagu…kitaichi wo koeteikun da.

Hikaru: Motto! GURAUNDO no KEMISUTORII

Kariya: Hitori demo yareru koto tsukinakute…sorezore ga mienai doryoku shiteru…

Hikaru: Sono PAWAA hitotsu ni atsumaru nara…sore wa mou SUGOI koto ga okinai WAKE nai…

Kariya: KARADA ga katte ni hannou shiteru yo~

Hikaru: Souzou ijou no jibun ni narou!

All: Genkai nante doko ni mo nain datte. Shizen ni omoeru nakama ga iru! Tsugi no PASU ni komeru EIRU wa sugu ni…jibun e hane kaettekuru yo…

Kariya: Kyou mo, uketoru NAISU ASHISUTO!

Hikaru: Jibun no CHIKARA wa dore dake nandarou?

Kariya: CHIIMU no tame ni mo nareteru kana?

All: Genkai shirazu michizu na nowa docchi! Otagai ni shigeki sareteiku ne! Tsugi no PASU kokaete, minna ni tsunagu…kitaichi wo koeteikun da. Motto! GURAUNDO no KEMISUTORII.


Seminggu berlalu sudah sejak hari Valentine. Dan juga, seminggu berlalu sudah sejak Kariya dan Hikaru…

"Woi, Kariya! Pajak jadiannya mana nih?"

"Apaan sih? …oh, Tenma. Kukira siapa…memangnya jadian harus ada pajak juga?" tanya Kariya sambil membereskan loker-nya.

"Ya iya dong!" jawab Shinsuke.

"Hmm…nanti aja deh…aku masih pusing mikirin PR yang dari kemarin belum aku kerjain…" ujar Kariya sambil menutup loker-nya dan menghela nafas.

"Amagi-senpai!"

"Oh, Hikaru…ada apa?"

"Eto…senpai mengerti soal yang ini nggak? Aku dari kemarin kurang mengerti soal matematika…" katanya sambil menyerahkan sebuah buku yang amat tebal kepada Amagi.

"Oh ini…gampang kok. Tinggal begini…"

Amagi pun mengajarkan rumus matematika yang menurut-nya gampang itu kepada sang junior yang tak lain dan tak bukan adalah kalian-tau-sendiri.

Mungkin karena mereka memang udah keliatan akrab (banget)…Hamano langsung nyamber(?).

"Woi! Ada pasangan baru woi! Ada pasangan baru!" teriaknya.

Si Hikaru dan Amagi nggak sadar kalau mereka lagi diomongin.

"Kariya, kau dengar itu…?" tanya Tenma.

"Yang mana?"

"Pasangan baru woi!"

"Oh, yang itu? Siapa pasangan baru-nya?" tanya Kariya.

"Itu…Amagi-senpai sama Hikaru ya?" ujar Shinsuke.

Kariya langsung gubrak di tempat.

"K-kariya! Daijoubu ka?" tanya Tenma.

"Kayaknya mending aku mati aja deh…" sahut Kariya sambil terus berbaring di lantai.

Mendengar jawabannya Tenma dan Shinsuke hanya bisa tertawa sambil sweatdrop(?)…sedangkan nampak dari kejauhan…hubungan Shindou dan Kirino makin akrab aja…juga, aksi shipper abal-abal satu ini masih berlanjut…

"Hamano!" teriak Amagi.

.

.

.

.

-END-


Shindou: Konnichiwa! Saia Shindou Takuto…

Kirino: Watashi wa Kirino Ranmaru…

Hikaru: Ore wa Kageyama Hikaru…

Kariya: Kariya Masaki desu.

Shindou: Kami mengucapkan terima kasih karena kalian sudah mau membaca fic special Valentine Inazuma Eleven Go, The Wild Mist.

Kirino: Sekarang fic ini sudah berakhir, tapi jangan lupa…

Hikaru: Tunggu saja aksi kami di up-running sequel, Heart Miracle The Musical!

Kariya: Coming soon di chapter-chapter berikutnya nyo!

Shindou: Pokoknya…twice the romance…

Kirino: …twice the fun…

Hikaru: …twice the gaje(?)…

Kariya: …dan tidur di kali! (apa nyambungnya?)

Shindou, Kirino, Hikaru: Kariya!

Kariya: Eh, maksudnya…twice the Super Gaje!

All: Yosh!


A/N: Yosh! Maaf kalau ada review yang belum sempat saia balas…ini udah chapter terakhir…saia ga mau perpanjang lagi supaya nggak kebanyakan deadline dan nanti IESO protes ama saia karena saia udah 2 minggu g update lanjutan fic #digebukin#

Yosh! Review onegaishimasu!