Saat ini XiuHanSoo sedang makan siang dikantin pada jam istirahat. Minseok duduk berhadapan dengan dua sahabatnya. Mereka tengah menikmati hidangan dengan hikmat, namun setelahnya mata tajam Minseok menangkap dua orang berbeda jenis kelamin sedang menikmati makanan sambil tertawa karena si namja membuat lawakan pada yeoja. Melihat pemandangan itu Minseok menginterupsi acara makan dua sahabat didepannya.
"Lihatlah kekiri kalian arah jam 8" Ucap Minseok menunjuk dua orang yang tengah dibicarakan dengan dagu dan tatapan meremehkan.
"woah bahagia sekali kau berduaan dengan Oppa-ku, jalang" Sindir Kyungsoo yang tidak dapat didengar oleh sepasang kekasih tersebut.
Sementara Luhan hanya memasang wajah datar menyaksikan pemandangan tersebut. Namun dimata rusanya tersirat sebuah kebencian mendalam. Tanpa disadari ia mengeratkan pegangannya pada sumpit hingga menghasilkan getaran kecil. Kemudian Ia kembali menghadap kedepan untuk melanjutkan acara makannya yang telah tertunda. Namun sekarang ia menyuap dengan sangat pelan sambil menatap sarapan dengan tajam, keningnya mengerut pertanda moodnya sudah hilang.
Bukan kali pertama bagi nya melihat mereka berduaan seperti itu, sudah makanan sehari-hari baginya. Semakin sering dirinya menyaksikan semakin bertambah kadar kebencian yang bersarang didadanya pada wanita itu- Baek Hyun Ji.
"Luhanie kau kenapa?" Tanya Kyungsoo sambil mengusap punggung Luhan yang sedang menyuap nasinya dengan gerakan lambat dan mata yang menatap tajam pada sarapannya.
"a-aniya gwaenchana" Luhan tersadar dari lamunan kebenciannya setelah merasakan usapan pada punggungnya, Kemudian melanjutkan makannya dengan gaya normal.
"Omo! Itu menjijikan sekali " Ucap Minseok tanpa sadar sambil berlagak ingin muntah karena semenjak tadi matanya tak lepas dari dua sejoli yang sedang bermesraan sambil sarapan tersebut. Lalu matanya membesar menyaksikan Baek Hyunji yang tengah mengelap sudut bibir Chanyeol dengan tissue. "berani-beraninya kau menyentuhnya jalang, dasar penjilat harta" tanpa sadar sumpit ditangannya juga ikut menunjuk-nunjuk Baek Hyunji, mengundang dua sahabatnya ikut menoleh arah kekasih tersebut.
Kyungsoo yang menyaksikan mengumpat jijik pada Baek Hyunji yang terlihat seperti penjilat dimatanya, penjilat harta Chanyeol- yang juga hartanya. Sedangkan Luhan yang menyaksikan kembali memanas dan emosi, ia benci dan benci melihat hal Chanyeol yang disukainya bersama dengan Baek Hyunji si jalang tersebut.
TAK
BRAK
Luhan menghempaskan sumpit keatas meja sehingga menimbulkan bunyi yang cukup keras dan setelahnya ia bangkit dengan raut wajah tak terbaca, lalu menendang kursi dengan keras membuat perhatian semua murid dikantin tertuju kearahnya, termasuk Chanyeol dan Baek hyunji. Kemudian ia berlalu meninggalkan dua sahabatnya yang tampak melongo ditempat, sebelum Luhan menuju pintu utama kantin, ia sempat berjalan pelan didepan Baek Hyunji dan Chanyeol yang membelakanginya, ketika tatapan mereka bertemu ia menatap Baek Hyunji tanpa arti, membuat Baek Hyunji tersentak. Chanyeol tidak sempat memutar kepalanya kebelakang untuk melihat Luhan maka ia tidak tahu bahwa barusan ada sebuah perang tak kasat mata terjadi antara Luhan dan kekasihnya.
"Hey kenapa dia itu?"
"tidak biasanya Luhan seperti itu bukan?"
"Luhan yang marah selalu cerewet tapi tadi seperti ada sesuatu yang dia sembunyikan, Tidak biasanya"
"aku rasa ada sesuatu yang terjadi antara Luhan dan si Hyunji itu, lihatlah tatapan Luhan tadi seolah ada sengatan listrik"
"….. …. … ….".
Para murid yang berada disana kasak-kusuk saling bergunjing mengenai keduanya, namun Baek Hyunji lebih memilih mengabaikan dan melanjutkan makannya dengan diam. Chanyeol yang menyadari perubahan sikap Baek Hyunji kemudian berdiri dan membentak murid yang masih bergunjing.
"Yak kalian semua, jangan selalu berasumsi sembarangan dan mengarang cerita sendiri, apa kalian tidak tahu bahwa akan ada pihak yang akan tersakiti karena mulut besar kalian ini? jadi jangan seenaknya membuat gosip murahan itu, lebih baik gunakan mulut untuk hal yang berguna!"Ucap Chanyeol dingin membuat seluruh siswa yang bergunjing seketika diam. Mereka tidak ingin mencari gara-gara dengan seorang Park Chanyeol.
"Jangan terlalu dipikirkan Hyunji-ya" Ucap Chanyeol lembut pada Hyunji yang masih kaget akan tindakan Chanyeol barusan.
Namun Baek Hyunji memang tidak ingin memikirkan gunjingan barusan, dan memilih meneruskan makanannya. Ia hanya lelah dengan murid-murid yang selalu mengarang cerita aneh, Namun ia juga bingung apa yang terjadi pada Luhan yang bersikap aneh dan menatapnya seperti itu, yah kalau sebuah masalah terjadi nanti toh ada Chanyeol yang selalu ada untuk nya.
"Tes.. Tes.. " Suara Eunhyuk saem menggema dibalik pengeras suara keseluruh sekolah terutama kantin.
"Diberitahukan kepada Baek Hyun Ji kelas 2-3 , Kwon Soo Ah kelas 1-9, Soo An kelas 3-1, Kim Bomi kelas 2-6, …. Semua murid yang tersebut diharapkan segera ke ruang administrasi, Terimakasih"
Setelah pengumuman berhenti Baek Hyunji segera pergi meninggalkan kantin bersama Chanyeol setelah mendengar namanya ada di dalam pengumuman tadi,sebelum itu mereka mengembalikan piring kotor ke stan, dan berpapasan dengan Kyungsoo dan Minseok yang telah selesai mengembalikan piring-piring kotor mereka.
"Tidak bayar uang sekolah lagi huh? Oppa, selalu aku ingatkan padamu jangan berpacaran dengan dia! Untuk membayar uang sekolah saja dia tidak mampu, makanya dia berpacaran denganmu dan memanfaatkan harta kita!" Bentak Kyungsoo pada Chanyeol yang saat itu posisi mereka berpapasan.
Chanyeol yang mendengar kata-kata itu keluar dari mulut adiknya langsung melayangkan tamparan namun sebelum mendarat di pipi kiri Kyungsoo tangan Baek Hyunji menahan pergelangan tangan Chanyeol.
"Chanyeol dia ini adikmu dan ini tempat umum banyak yang melihat kita, jangan mempersulit keadaan" ucap Baek Hyunji yang masih menahan tangan Chanyeol, Chanyeol tersentak dengan apa yang dilakukan kekasihnya, kemudian ia menatap Kyungsoo dingin dengan pandangan menusuk.
"Yaa!Bahkan gara-gara wanita ini oppa tega menamparku? Lebih berartikah dia dariku? Seberapa pentingkah dia bagi hidupmu huh, Oppa? Tidakkah Kau melihat dia hanya berpura-pura dan mencari muka didepanmu untuk menambah cintamu padanya Oppa?" Ucap Kyungsoo dengan airmata nya yang sudah mengalir dipipinya, Ia benar-benar tidak percaya dengan reaksi Chanyeol yang bahkan ingin menamparnya demi Baek Hyunji.
"PARK KYUNGSOO!"
"Aku bahkan tidak pernah mengajarimu untuk berbicara sekurang ajar ini Kyung, Siapa yang mengajarimu huh? Luhan dan Minseok yang mengajarimu seperti ini? Seharusnya kau tidak perlu berteman dengan mereka yang membawa pengaruh buruk!" bentak Chanyeol, emosinya sudah di ubun-ubun, Ia tak menyangka adiknya sudah berubah. Sebenarnya ia ingin melayangkan tamparan lagi, namun kedua tangannya sudah dipegang erat oleh Baek Hyunji.
Minseok yang namanya dan Luhan disebut tidak tinggal diam, dia mulai ikut setelah namanya terseret dan dituduh dalam kejadian ini. sebelumnya ia hanya diam menyaksikan sambil merekam percakapan ini diam-diam diponselnya dan saat itu juga terkejut dengan apa yang dilakukan Chanyeol pada Kyungsoo walaupun Baek Hyunji sudah mencegatnya, tapi tetap saja Chanyeol memiliki niat menampar Kyungsoo.
"Yaak Chanyeol, bagaimana bisa kau mengatakan aku dan Luhan membawa pengaruh buruk pada Kyungsoo! Sebelum wanita ini datang ke kehidupanmu bahkan kau juga selalu bermain dengan kami, bagaimana bisa kau mengatakan kami seperti itu,Kau tau seperti apa kami bukan?, kau sekarang sudah berubah Chanyeol, kau melupakan kami yang sudah lama mengenalmu, Dia lah sebenarnya yang membawa pengaruh buruk padamu Chanyeol!" Ucap Minseok dingin dengan wajah datar.
"Satu lagi, suatu saat aku jamin kalian akan meminta maaf pada kami dengan berlinangan airmata"
"suatu saat kondisinya pasti akan berbalik pada kalian" ucap Chanyeol.
"Tidak ada gunanya kita disini Kyung ayo kita pergi"
"Aku kecewa padamu Oppa"
Minseok memandang Chanyeol dengan wajah terluka sambil menarik Kyungsoo yang menatap sengit pada Baek Hyunji. Baek Hyunji mencoba untuk kuat menghadapi kejadian barusan, ia tidak ingin Chanyeol terlalu mengkhawatirkannya. Toh ia sudah biasa diperlakukan seperti ini, sudah makanan sehari-hari baginya. Kemudian Minseok dan Kyungsoo berlalu meninggalkan pasangan yang masih shock akan kejadian barusan.
Saranghaexo
present
Lets go to Hell Together
o(0)o
Warning :GS for UKE,No Judge,No Plagiat,Typo(s)
Genre : Mystery(ravenge),Romance,School life
Main Cast : Byun Baekhyun x Park Chanyeol
Wu Yifan, Xi Luhan, Do Kyungsoo, Kim Minseok, Oh Sehun, Kim Jongin, Kim Jongdae
OCs : Baek Hyun Ji, Eunhyuk (SuJu)
Back song : Love Story-LYn (ost. The Legend of the Blue Sea)
I'll Listen to What You Have to Say-Yoon Mirae (ost. School 2015)
Dengerin lagunya di scene yang aku garis bawahi lagunya, biar kerasa drama.
happy reading!
Hari minggu di KHS selalu dihabiskan para murid untuk istirahat setelah seminggu belajar. Gedung sekolah tampak lengang karena banyak murid sedang melakukan aktifitasnya di asrama. Membersihkan kamar, mencuci pakaian, bermain dikoridor, memasak, bahkan ada yang pulang kerumah bagi yang merindukan keluarganya. Jika dihari Minggu murid dibolehkan keluar dari asrama dengan batas pukul 6 sore sudah harus kembali kesrama.
Namun gedung sekolah yang lengang bukan berarti tidak ada siapapun, hanya saja tidak seramai dan sepadat dihari sekolah biasa. Masih ada orang yang beraktifitas disana seperti latihan keorganisasian, bermain dilapangan olahraga maupun berenang di ruang yang telah disediakan. Juga tentunya kantor sekolah yang tidak pernah kosong dari guru-guru yang masih sibuk.
Saat ini Kyungsoo, Luhan, dan Xiumin sedang berada dibelakang asrama yeoja yang merupakan sebuah taman dengan pemandangan yang indah. Disana banyak terdapat bunga-bunga cantik beragam jenis dan beberapa pohon yang ukurannya bisa dibilang cukup besar dengan daun yang lebat. Sungguh rindang membuat siapapun betah disana berlama-lama.
"Enyahlah kau!" Ucap Luhan sambil membuang kertas-kertas koran yang berisi berita kematian Baek Hyunji kedalam sebuah tong pembakaran.
"Beraninya kau menakutiku jalang!" Ucap Kyungsoo sambil menambahkan percikan minyak tanah untuk menambah kobaran api. Sementara Minseok berdiri didepan tong menyeringai melihat semua koran itu mengabu dilahap api.
"Aku masih penasaran siapa sebenarnya yang kita lihat tadi malam Kyung" Ucap Minseok sambil melipat kedua tangannya didepan dada, sambil menatap abu-abu sisa pembakaran koran tadi.
"Yah begitulah, tidak mungkin si jalang itu menjadi hantu bukan? KalaU mati ya mati " timpal Kyungsoo.
"ahahaha orang seperti dia menjadi hantu? Aku tidak percaya,tapi Aku penasaran sih ingin melihat bagaimana rupanya ahahaha" Luhan tertawa meremehkan sambil menggeleng-nggeleng.
"Yah semoga dia datang menemanimu ketika kau sendirian Lu" Ucap Kyungsoo dan dianggukan oleh Minseok.
"Yach Kalian!"
Setelah selesai dengan acara pembakaran, Mereka duduk bersantai di bawah pohon yang rindang, daunnya yang lebat melindungi mereka dari sinar matahari pagi yang menyilaukan mata. Mereka bertiga terlihat bahagia terlihat dari raut wajah ceria mereka yang sedang tertawa,melupakan sesuatu yang menyangkut Baek Hyunji. Kyungsoo dan Luhan menggelitik Minseok hingga membuat mereka berguling-guling di atas rumput taman.
Tanpa mereka sadari tak jauh dari mereka bermain ada sosok yang tengah berdiri dibalik sebuah pohon. soso itu sudah lama memperhatikan apa yang dilakukan ketiganya semenjak pembakaran tadi. Sosok itu mengepalkan tangannya, matanya menatap tajam pada 3 orang yang tengah bahagia tersebut, ia memakai seragam KHS yang sudah lusuh dengan bercak darah dimana-mana.
"Kan kuberi kalian kesempatan untuk merasakan kebahagiaan yang terakhir maka puaskanlah, dan setelah ini akan kupastikan kehidupan tentram tak akan pernah menghampiri kalian, tidak ada kata bahagia dalam kamusku setelah kalian menghancurkan kehidupan orang lain, wait for my revenge and, welcome to my world" Sosok dibalik pohon itu berucap dan menampilkan seringaian di bibir tipisnya.
Luhan yang hendak bangkit dari duduknya sontak kembali terduduk akibat ada sebuah gulungan kertas yang mendarat dikeningnya, ia mengusap keningnya dan melihat sekitar tidak ada siapapun disana kecuali dua orang temannya yang masih bergelut. Kemudian ia mengambil kertas tersebut dan membaca isinya, matanya membesar dan satu tangannya menutup mulutnya.
'Kan kuberi kalian kesempatan untuk merasakan kebahagiaan yang terakhir maka puaskanlah, dan setelah ini akan kupastikan kehidupan tentram tak akan pernah menghampiri kalian, tidak ada kata bahagia dalam kamusku setelah kalian menghancurkan kehidupanku, wait for my revenge and, welcome to my world'
-B-
Luhan kembali melihat keseliling memastikan siapa gerangan yang melemparkan kertas itu kepadanya, kemudian tanpa sengaja matanya menangkap objek dibalik pohon, matanya kembali membesar setelah memastikan sosok itu, sosok yang sangat tak asing baginya. Sosok yang dianggapnya Baek Hyunji tersebut menyeringai kearah Luhan dan kemudian dibalik pohon.
"B-ba-baek-Hyu-hyun-ji" ucapnya Luhan sambil menunjuk pohon dengan tangan yang menggenggam kertas, kemudian tangan yang satunya lagi kembali menutup mulut.
Minseok dan Kyungsoo yang mendengar suara Luhan dan gelagat Luhan yang aneh segera bangkit dan ikut melihat apa yang dilihat Luhan. Namun mereka tidak melihat apapun kecuali pohon yang tak jauh dari mereka sekarang.
"Apa? Baek Hyunji? D-dia ad-da dis-sini?" Tanya Kyungsoo sambil kembali menyipitkan matanya kearah yang dimaksud, namun nihil ia tidak melihat Baek Hyunji.
Minseok mencoba melihat sekeliling, namun ia tidak menemukan hantu Baek Hyunji yang dimaksud. Akhirnya matanya terhenti pada gulungan kertas yang tengah digengggam Luhan. Ia merebut kertas itu dengan cepat dan membacanya, lalu Kyungsoo ikut bergabung membaca apa isi dari kertas tersebut. Mata keduanya membesar, Kyungsoo mengedipkan matanya berulang-ulang untuk meyakinkan apa yang ia baca. Sementara Minseok menyipitkan matanya ketaman dihadapannya sekaligus berpikir dengan huruf yang ia baca di ujung kertas.
Akhirnya mereka pergi meninggalkan taman untuk menghindari terjadinya hal yang tidak diinginkan.
Let's go to Hell together
Koridor sekolah KHS tampak lengang, lengang juga bukan berarti tidak ada satupun orang disana. Contohnya pada yeoja yang sedang melangkah santai di sepanjang koridor dengan sebelah tangan menarik koper pink besarnya. Ia melangkah dengan anggun hingga sampai pada kantor guru yang berada di lantai2. Memasuki ruang administrasi yang terdapat 3 orang guru yang bertugas. Ia mendekat ke salah satu meja guru yang tampak sibuk mengetik pada sebuah komputer. "annyeong ssaem" ucapnya lalu berbungkuk.
Guru itu tampaknya tidak menyadari ada seseorang didepannya. Maka yeoja cantik yang baru tiba ini melirik name tag yang ada dibaju sang guru. "ehm, annyeonghasimnika Eunhyuk seonsaengnim" ucapnya lebih jelas dengan berbungkuk. Baru setelah ia mengucapkannya lagi guru itu menyadari dan menegakkan kepalanya.
"Byun Baekhyun siswi baru yang kemarin lusa sudah mendaftar dengan ibumu bukan?" Ucap Eunhyuk, ia melepaskan kacamatanya.
"betul ssaem, itu saya" ucapnya tak lupa mengukir eyesmile di wajah cantiknya.
"Baekhyun, kau kesini ingin mengambil semua dokumen atas namamu bukan? Ini semua data dokumenmu" Eunhyuk memberikan sebuah map kuning plastik. " disana sudah tersedia juga semua keterangan dimana kelas dan kamar asramamu, kau bisa melihat di kertas paling bawah".
Kemudian ia meminta izin pada Eunhyuk untuk meminjam koran harian "ssaem boleh saya meminjam koran?" Eunhyuk memberitahu bahwa letak berada di sebuah meja sudut kantor. Kemudian ia berjalan menuju kesana dan membuka satu buah koran, dan juga mengeluarkan sebuah kertas koran yang telah digulung dari saku celananya dan membandingkan satu sama lain.
"guntingan yang sangat rapi" sudut bibirnya terangkat membentuk seringaian. Setelahnya ia kembali membalik dan membuka semua koran yang ada untuk membuktikan prasangkanya.
"Baiklah kalau begitu,Kamshamnida Eunhyuk Seonsaengnim " Ucapnya juga membungkuk sekali lagi. Setelahnya ia berlalu meninggalkan Eunhyuk yang kembali sibuk dengan pekerjaannya.
Di tengah pekerjaannya yang sudah berjalan sekitar 1 menit, Eunhyuk mematung setelah melihat sebuah foto siswi yang belakangan menjadi hot topic. Lantas sebenarnya bukan itulah yang membuatnya berhenti dan mematung, melainkan mengingatkannya pada murid baru barusan yang mendatanginya.
Let's go to Hell together
Seorang namja yang berperawakan tinggi, tubuh atletis sedang berjalan dikoridor sekolah-Chanyeol. Tubuhnya berkeringat hingga rambut hitamnya yang berantakan juga ikut basah, karena sebelumnya ia sempat bermain basket diruangan indoor dan memutuskan untuk ke ruang renang indoor untuk berenang bersama kawan-kawannya yang telah menunggu disana. Pada saat ia akan melangkah masuk kepintu ruang renang, matanya tak sengaja terhenti kesosok yang sedang berjalan lurus menuju asrama yeoja setelah turun dari tangga yang berada diujung koridor dari tempatnya berdiri.
'Listen - ( I miss you-Hyorin Sistar, ost. Uncontrollably Found)'
Matanya mengernyit untuk memperjelas sosok yang menarik perhatiannya sekarang. Walaupun posisi yeoja tersebut menyamping, dan hanya terlihat wajah bagian samping kanannya, itu merasa tak asing baginya dan membuatnya kembali teringat akan seseorang yang pernah mengisi hatinya. Dadanya bergemuruh , jantungnya berdetak dengan kencang, mengakibatkan tubuhnya mematung tak bisa bergerak. Ingin sekali hatinya untuk menyusul sosok yang telah menjauh itu, namun otaknya berkata lain-jangan menyusul.
Walaupun ia sendiri memang tak yakin dan tak percaya akan sosok yang ia lihat barusan, karena mustahil jika orang yang ia rindukan selama ini kembali. ia pun melanjutkan langkahnya memasuki ruang renang indoor dengan langkah berat dan bahunya yang tampak merosot.
Let's go to Hell together
"Kamar asrama no 09" gumamnya. Baekhyun menyusuri koridor asrama sambil melihat kiri kanan nomor-nomor kamar yang tergantung pada pintu. Setelah menemukan nomor kamar yang cocok, ia segera memasuki kamar asramanya kemudian matanya terhenti disebuah single bed yang sepi tanpa bed cover,dan memastikan itu adalah ranjang yang akan ia tempati karena 3 ranjang yang lain sudah dimiliki oleh orang lain-roomatenya.
Ia telah selesai menyusun pakaian-pakaiannya kedalam lemari yang sudah disediakan, memasang bed cover pink baru yang ternyata sudah tersedia dilemari, hanya tinggal rak buku dan meja belajarnya yang masih kosong maka ia berencana keluar untuk membeli perlengkapan alat tulisnya.
Sebelum keluar ia ingin mengelilingi kamar untuk beradaptasi dan melihat-lihat perlengkapan penting yang ada pada rak dan meja belajar roomatenya. Ia berhenti didepan salah satu meja belajar dan tanpa sengaja mata sipitnya menangkap benda berupa photo figura yang menampilkan 3 orang yeoja dengan pose saling merangkul tersenyum bahagia kekamera.
"Daebak, timing yang sangat pas ladies" ia menaikan satu alis dan menyeringai menatap photo figura tersebut.
Drrt .. Drrtt..
Ponsel disakunya bergetar-
"Yoboseyo?"
"Bee, where are you?"
"Kris tolong, kita ini sudah di Korea, kenapa kau masih berbicara English?aku bosan bicara English terus" Baekhyun memutar bola matanya.
"Okey Bee slow down, Apa kau sudah membeli alat tulis? Kalau belum jja, kita beli"
"oh aku sampai lupa, tunggu aku diparkiran okey?"
"Iya sayangku"
Baekhyun bergegas keluar kamar dan melangkah keluar asrama menyusul Kris yang menunggunya diparkiran.
Let's go to Hell together
Luhan, Kyungsoo, Minseok duduk bersantai dikursi penonton lapangan outdoor beratap teduh sehingga tidak membuat mereka kepanasan. Mereka memutuskan untuk duduk disana karena tempatnya yang cukup aman dan jauh dari kata bahaya karena lokasinya masih dekat dengan jalan raya dan tepat berada didepan 3 bangunan, berbeda dengan taman yang tadi yang suasananya sangat hening.
"Katanya kita ada roommate baru dari luar negeri" Ucap Luhan berbinar.
"Jeongmal?" Minseok ikut berbinar.
"Siapa itu? Hey coba lihat yeoja yang sedang berjalan kearah parkiran itu" Ucap Kyungsoo ketika matanya menangkap sosok yang sedang berjalan kearah parkiran. Tanpa sadar Kyungsoo mengalihkan topik pembicaraan yang dimulai Luhan barusan.
"Wow lihat bajunya itu, aku yakin itu pasti baju mahal karena dari sini saja sudah kelihatan bersinar" timpal Minseok sambil bertopang dagu.
"Omo! Daebak,siapa dia? Aku penasaran, jja kita kesana dan kenalan dengan dia sepertinya dia bukan murid disini, nanti dia menghilang" ucap Luhan sambil menarik dua sahabatnya.
"Jangan Luhanie! Kau mau bikin kita malu?" Minseok menahan tangan Luhan.
"Ya, kau mau image kita sebagai yeoja populer harus hilang gara-gara hanya ingin berkenalan dengan dia? Bagaimana jika dia adalah orang yang sombong, Aissh aku tidak tau harus dimana meletakkan muka ku Luhanie" Kyungsoo mendengus kesal melihat Luhan yang bersikap seperti itu.
Akhirnya mereka tetap duduk disana tanpa menyusul yeoja tersebut. Menyaksikan yeoja itu menaiki sebuah mobil mewah berwarna putih. Sebelumnya mereka juga menyaksikan bagaimana romantisnya seorang namja tinggi berambut pirang dan memakai sunglasses, membukakan pintu mobil untuk sang yeoja-kekasihnya. Mereka yang melihat hanya terkagum-kagum akan dua pasangan tersebut, hingga melupakan topik roommate baru mereka.
Let's go to Hell together
'Listen - (I'll Listen to What You Have to Say-Yoon Mirae,ost. School 2015)'
Desiran air kolam merembes keluar hingga airnya kembali masuk kedalam penyaringan yang sengaja dipasang dilantai tepi kolam. Air makin banyak mengeluarkan jumlahnya, sebab seorang namja yang terlihat sudah lama berenang didalam sekitar 3 jam tanpa henti. Malah ia semakin gencar untuk berenang dan berenang, tak memperdulikan sorakan kawannya untuk menyuruhnya segera mengakhiri kegiatannya itu.
Emosi dikepala dan dihatinya beradu menjadi satu, tak mengijinkan pemiliknya untuk memiliki pikiran yang jernih, dan berakibat pada yang ia lakukan sekarang ini-Chanyeol. Pelampiasan ini memang sangat manjur untuk pikiran dan hatinya yang memang seminggu lebih ini telah dilanda kesedihan, kedukaan, kekecewaan dan berubah menjadi sesuatu yang disebut kemarahan.
Keadaannya dalam seminggu ini sangat sensitive, dirinya sangat terguncang dan shock dalam waktu bersamaan. Kalau memang ada kesempatan ia mungkin akan mengikuti sosok yang sudah tiada didunia ini, pergi menyusulnya kealam sana. Namun ia tak berani untuk menyusul, karena dirinya dilahirkan tak hanya diciptakan untuk sosok yang selalu ia cintai sepenuh jiwa dan raganya, melainkan masih banyak sosok didunia ini yang masih hidup diciptakan memiliki dirinya seperti keluarganya. Saking dalamnya perasaan kesepian dihatinya itu, Hingga ia memang ada niat untuk menyusul sosok itu, sayangnya kesempatan tak pernah ada dipihaknya.
Chanyeol semakin mempercepat dayungan tangannya agar ia bisa menghilangkan perasaan yang ada dihatinya kini, ia tak tahu jenis perasaan itu yang jelas ia hanya ingin menghilangkannya namun tidak dengan menghilangkan kenangan-kenangannya bersama sosok yang telah mengisi hatinya selama ini-Baek Hyunji. Memikirkannya selalu membuat airmatanya terbuang, ia butuh sesuatu yang dapat memanipulasi matanya yang akan selalu memerah setelah menangis, dan biasanya jika ia ingin menangis ia memerlukan hujan, menangis dibawah guyurannya agar airmatanya dapat tersapu bersama sang hujan, setelahnya hujan dapat dijadikan alasan matanya yang memerah. Atau ia menghabiskan waktu menangis dikamar mandi dibawah guyuran shower atau berenang seperti yang ia lakukan saat ini.
Begitulah lemahnya Chanyeol akan sosok itu, hingga sanggup membuat hidup Chanyeol hancur-sehancurnya, meninggalkan hatinya yang telah pecah berkeping-keping. Dan memang tak ada lagi harapan baginya untuk membuat hati yang hancur itu kembali utuh seperti diawal.
Sungguh ia masih tidak merelakan sosok itu menghilang dari kehidupannya, sosok yang selalu membuat hangat perasaannya, mendinginkan hatinya yang panas, letup-letupan perasaan itu masih terasa hingga detik ini, namun ia memang harus bangkit dari kenyataan yang memang telah menamparnya dahulu sebelum ia sempat bangkit.
Dan kini, dirinya sudah tidak bisa lagi untuk meraih sosok yang pernah dicintainya. Yang ia rasakan kini hanyalah penyesalan yang bersarang pada dirinya, menyesal karena dirinya yang tak bisa membahagiakan sosok Baek Hyunji seutuhnya karena kelalaian dan kebodohannya. Ia yang tak pernah tahu kondisi Baek Hyunji yang hancur, karena sikapnya yang tak pernah peka akan situasi Hyunji. Ia sangat menyesal, andaikan obat penyesalan untuknya adalah harus menyusul sosok itu ketempatnya sekarang, ia sangat rela. Namun sekali lagi, kesempatan itu tak pernah ada dalam takdirnya untuk kasus ini.
Baek Hyunji adalah kelemahannya didunia ini, dan ialah yang mengubah Chanyeol menjadi dirinya yang sekarang ini. tanpa Baek Hyunji ia bukanlah apa-apa, begitulah dalamnya cinta diantara keduanya. Dan kini perumpamaan yang dapat melekat pada Chanyeol adalah taman tanpa bunga, sepi tanpa pasangan.
Dan sekarang ia hanya ingin sesuatu yang dapat membantu menghilangkan perasaan yang masih tertinggal, ia merasa dikutuk karena tak ada seseorangpun yang bisa dijadikan tempat persinggahan lagi, karena ia hanya menginginkan sosok yang serupa, serupa seperti Baek Hyunji.
"Yak Chanyeol! Sampai kapan kau akan terus berenang didalam sana?" sorak Sehun dari bangku penonton, dirinya sudah bosan melihat Chanyeol yang masih saja berenang tanpa henti.
"Kau Chanyeol, jangan membuat kita menunggu, kalau kau masih belum juga keluar dari sana kami akan meninggalkanmu" Jongin berteriak hingga berjalan ditepi kolam agar dapat didengar Chanyeol.
Saat Chanyeol sudah sampai ditepi kolam, lengannya segera ditarik Jongin. Dengan berat hati ia mengakhiri kegiatannya. Chanyeol, Sehun, dan Jongin melangkah menuju kamar mandi yang telah disediakan untuk membersihkan diri.
.
.
T B C
.
.
A/N
Annyeong Chingudeul~
Maafkan aku TBC di scene dan timing yang tidak tepat, entahlah hasrat untuk update aku sangatlah besar, Jadi maklumin aja :v . Ohiya ada Soundtrack aku tentuin pada scene yang kayanya cocok sambil dengerinnya, itu supaya kerasa drama gitu, ibarat soundtrack nya gitu (kalo kalian ada lagunya juga sih:v).
THANKS FOR ATTENTION- biasakan meninggalkan jejak readers ku.
MIND TO REVIEW?
Saranghaexo
Friday, December 30, 2016
