Minna-sama, saya datang lagi! *lambai-lambai kolor Heebum bareng Ddangkoma*. Ada yang ingin membaca lanjutan fanfict Marry U sekuel Happiness for You? Jika ada, selamat membaca o


Title : Marry U chapter 2

Cast : Cho Kyuhyun, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, Kim Ryeowook, Zhoumi, ahjussi pemilik toko perhiasan, dan cast lainnya akan menyusul

Pairing : KyuMin dan mungkin other pair

Rate : T

Genre : Romance/ Family/Friendship (?)

Warning : Boys Love, gak jelas, dan penggambaran cerita sesuai kehendak author.

Disclaimer : Super Junior milik SME, tapi member Super Junior tetaplah milik diri mereka masing- masing. Author hanya meminjam mereka sebagai cast. Jika memang ada kesamaan yang tidak disengaja marilah kita syukuri namun jika tidak ada jangan salahkan author karena ini hanya imajinasi author semata.

Aku tidak memiliki apapun dalam diriku…

Hanya ada cinta yang tak pernah padam…

Walau badai menghalangi…

Aku berjanji akan berada di sisimu…

Hingga rambut kita memutih…

Kyuhyun POV

Ini sudah toko ke-15 yang aku datangi tapi tidak ada satu pun yang ku beli. Haah, seharusnya tadi aku tidak menolak tawaran Wookie hyung dan Eunhyuk hyung untuk menemaniku berbelanja. Aku memang bukanlah jenis manusia shopaholic seperti Minnie hyung dan Heechul hyung. Aku hanya jadi shopaholic kalau sudah ada di toko game saja. Hehehe jangan salahkan hobiku, itukan sudah bawaan lahir (-.-"). Aku tetap berusaha mencari hadiah yang cocok untuk calon mertuaku dan calon adik iparku. Aku harus membuat mereka mengakuiku sebagai menantu yang dapat diandalkan. Setidaknya, nanti malam sekali saja aku yang dipuji jangan Minnie hyung terus, hiks *Kyu lebay mode on*.

"Selamat datang! Ada yang bisa dibantu?" seorang karyawati di toko itu menyapaku dengan senyum semanis mungkin. Huh, dipikirnya aku luluh apa dengan senyumannya. Sorry ya, hatiku sudah milik Minnie hyung sepenuhnya *Kyu narsis mode on*.

"Emm, saya mau membeli sebuah kalung. Kira-kira..." tiba-tiba si penjual toko datang menghampiriku dengan memasang senyuman sales profesional.

"Wah, kebetulan sekali. Anda datang di toko yang sangat tepat." Kata ajusshi penjual toko yang menghampiriku tadi dengan penuh keyakinan. Aku hanya memandang illfeel melihat senyumannya yang mengerikan. Kemudian ajusshi itu menepuk tangannya dan tiba-tiba beberapa yeoja berdatangan layaknya model yang memamerkan kalung-kalung berlian di pelelangan perhiasan. Sang ajusshi pun mulai memperkenalkan satu per satu kalung itu padaku.

"Baiklah saya mulai dari yang sebelah kiri. Ini adalah kalung yang rantainya terdiri dari tiga lapis emas 24 karat, dengan mata kalung yang dipahat oleh pemahat terbaik dari Perancis. Mata kalung terbuat dari batu shappire…bla bla bla" kata-kata si ajusshi itu sangat membosankan. Haah…aku benar-benar ingin segera pergi dari tempat menyedihkan ini. Tapi, tunggu dulu…

"Ajusshi, ini…saya mau ini. Tolong dihias seindah mungkin." Kataku memutuskan pilihan pada sebuah kalung yang sederhana tapi menurutku sangat indah.

"Ba-baiklah tuan." Ajusshi itu pun pergi dengan membawa kalung itu. Aku harap dia membungkus kalung itu dengan indah.

"Sekarang tinggal hadiah untuk appa dan Sungjin. Setidaknya ini agak lebih mudah karena aku juga seorang laki-laki jadi memilih hadiah untuk laki-laki adalah pekerjaan yang cukup mudah." Aku benar-benar bersemangat hari ini. Hehehe, akan kubuat semuanya bangga padaku dan Minnie hyung tidak akan menyesal memilihku.

"Maaf tuan, ini pesanan anda!" eh? Ajusshi itu sudah kembali rupanya. Aku melihat hasil pekerjaan karyawan toko itu. Hmm, tidak buruk juga! Kalung itu dibungkus dengan kertas berwarna emas dengan pita yang berwarna emas pula. Memang agak terlalu mewah jika dibandingkan dengan isinya yang begitu terlihat sederhana. Sebuah kalung yang terbuat dari emas putih dengan mata kalung berbentuk satu sayap malaikat dengan sebuah berlian kecil berwarna biru shappire di tengahnya. Entah kenapa aku sangat menyukai kalung ini. Tapi, apakah tidak aneh kalau aku memberikan kalung seperti ini pada ummanya Minnie hyung? Apa tidak terlalu sederhana untuk seorang wanita berumur?

"Maaf ajusshi, bisakah anda mengganti pembungkus kalung ini menjadi berwarna pink saja? Saya ingin membeli sebuah kalung lagi." Kataku akhirnya pada ajusshi itu. Dan ajusshi itu hanya mengangguk mengerti lalu memberikan bungkusan berwarna emas itu pada salah seorang karyawannya. Aku pun kembali memilih-milih kalung seperti apa yang akan kuberikan pada ummanya Minnie hyung.

"Maaf Tuan! Kalau boleh saya tahu anda ingin mencari kalung seperti apa? Mungkin saya bisa merekomendasikan beberapa kepada anda?" kata ajusshi itu padaku. Bagaimana ya? Aku agak tidak percaya dengan selera ajusshi ini. Jangan-jangan nanti dia mengeluarkan kalung-kalung yang sangat berkilau itu lagi. Wah, bisa silau mataku melihat kalung-kalung tadi.

"Mmm, sa-saya bisa sendiri ajusshi." Huft, untunglah sepertinya ajusshi itu sudah cukup menjauh. Ckckck, kenapa harus sesulit ini sih memilih sebuah kalung saja. Apa aku ambil satu saja kalung milik umma di rumah? Ani, ani, masa' aku memberikan calon mertua kalung curian sih. Pabbo Kyuhyun! Seandainya ada Minnie hyung di sini pasti dia bisa membantuku.

Kyuhyun POV end

Author POV

Kyuhyun masih bingung dengan hadiah untuk calon ibu mertuanya. Dia ingin memberikan sesuatu yang bagus. Setidaknya pemberiannya bisa dibanggakan oleh ibu mertuanya kelak.

"Aku benar-benar bingung" gumam Kyuhyun pada dirinya sendiri.

"Wah, kalung ini bagus sekali. Aku ingin sekali meberikannya pada ibu mertuaku. Berapa ya harganya?" suara berisik di sampingnya membuat Kyuhyun menolehkan kepalanya ke arah suarah itu. Niatnya untuk memarahi orang yang sudah membuat pikirannya makin tidak tenang.

"Ya! Kau..." Kyuhyun agak tercengang melihat seorang yeoja berambut pirang panjang menggunakan mantel yang menurutnya terlalu tebal karena yeoja itu seakan tenggelam di dalam mantelnya sendiri.

"Mianhae, saya sudah mengganggu anda." Yeoja itu menatap Kyuhyun sekilas lalu pergi keluar dari toko perhiasan itu. Kyuhyun hanya tercengang dengan yeoja yang menurutnya sangat imut itu. Entah kenapa yeoja itu mengingatkannya pada namjachingunya, Lee Sungmin.

"Mungkin hanya perasaanku saja." kata Kyuhyun lalu mengalihkan pandangannya pada kalung yang tadi dipuji-puji oleh yeoja yang telah pergi itu. Kalung itu tersusun atas mutiara-mutiara berwarna putih bersih dan tepat di tengah-tengah terdapat mutiara lain yang jauh lebih besar ukurannya dibandingkan mutiara yang lainnya. Mutiara yang ukurannya berbeda sendiri itu memiliki dua warna jika dilihat baik-baik. Jika dilihat sekilas akan terlihat berwarna putih seperti yang lainnya namun jika kita mencoba untuk melihatnya lebih jelas, akan ada warna biru laut yang terlihat memancar dari mutiara itu. "Sepertinya aku akan mengambil yang ini." Kata Kyuhyun masih pada dirinya sendiri. Dia memanggil ajusshi yang sepertinya sudah agak bosan menunggunya dari tadi.

"Apa anda sudah memutuskan, Tuan?" tanya ajusshi itu sambil berusaha tersenyum ramah dan menyembunyikan kekesalannya pada Kyuhyun.

"Iya, saya ingin mengambil yang ini saja."tunjuk Kyuhyun pada kalung yang telah menarik perhatiannya itu. Sepertinya dia harus berterima kasih pada yeoja tadi. Yeoja tadi sudah menolongnya secara tidak langsung. Ajusshi itu pun kembali membungkus kalung pilihan Kyuhyun dengan kertas kado berwarna putih dengan pita berwarna senada. Setelah menyerahkan kedua kalung yang sudah Kyuhyun pilih tadi, ajusshi itu pun mengucapkan terima kasih dan tentu saja Kyuhyun juga ikut menyampaikan terima kasih.

Kini Kyuhyun sedang berada di sebuah cafe di pinggir jalan. Dia sedang beristirahat sebentar sebelum meneruskan perburuan hadiah untuk calon ayah mertuanya dan calon adik iparnya. Tanpa dia sadari ada tiga orang yeoja, ani, sebenarnya tiga orang namja berpakaian yeoja sedang mengawasinya dari tadi. Mereka duduk sekitar dua meja dari meja Kyuhyun.

"Hyung, aku benar-benar lelah menyamar sebagai yeoja. Apa tidak lebih baik kalau kita menyamar seperti biasa saja?" keluh seorang namja yang sedang menyamar menjadi yeoja berambut pirang sebahu dan menggunakan mantel berwarna abu-abu serta kaos longgar berwarna hitam dengan celana panjang yang berwarna senada dengan baju yang dikenakannya. Dia juga memakai boot dengan hak setinggi 7 cm yang juga berwarna hitam. Yeoja jadi-jadian itu sedang memijit-mijit lututnya.

"Benar hyung! Aku juga lelah memakai hak setinggi ini. Kita ganti penyamaran ya hyung?" kali ini namja mungil yang menyamar sebagai yeoja berambut hitam panjang. Namja itu menggunakan mantel yang panjangnya selutut dan berwarna merah cerah. Di dalam mantel itu, ia menggunakan sebuah baju terusan berwarna hitam dengan panjang yang hanya sebatas paha. Dia menggunakkan stocking berwarna hitam untuk menutupi paha hingga kakinya kemudian menggunakan high heels berwarna merah yang senada dengan warna mantelnya. Kondisinya pun tidak jauh berbeda dengan namja pertama, dia juga sedang memijit-mijit lututnya yang sakit karena lelah berjalan selama hampir 3 jam dengan menggunakan high heels setinggi 7 cm.

"Kalian berdua tidak bisa berhenti mengeluh ya? Aku kan tidak memaksa kalian untuk ikut tadi." Kali ini namja lain yang juga menyamar sebagai yeoja berambut pirang panjang. Dia menggunakan mantel yang agak kebesaran di tubuhnya. Mantel berwarna biru tua selutut dengan bulu-bulu di bagian kerahnya. Namja ini pun tidak jauh berbeda dengan namja lainnya sama-sama menggunakan baju berwarna hitam polos namun namja ini memilih menggunakan rok mini berlipit dengan warna yang agak hitam kebiru-biruan serta begambar kotak-kotak. Dia juga menggunakan stocking hitam panjang untuk menutupi kaki jenjangnya yang putih mulus. Dan menggunakan sepatu berwarna hitam dengah hak yang juga setinggi 7 cm. Namun, ekspresi namja imut dan manis ini tidak serupa dengan dua namja lainnya yang masih sibuk memijit-mijit lutut mereka karena kelelahan. Namja itu sedang sibuk mengawasi Kyuhyun sembunyi-sembunyi.

"Apanya yang tidak memaksa? Sungmin hyung jelas-jelas mengancam akan membakar koleksi dvd-ku yang tersayang, hiks." Kata namja berambut pirang sebahu pada namja berambut pirang panjang yang ternyata adalah Lee Sungmin, personil boyband terkenal Super Junior.

"Benar Hyukkie hyung! Kalau Min hyung tidak mengancam akan membakar buku kumpulan resepku, aku tidak akan mau ikut menyamar seperti yeoja." Kali ini namja yang berambut hitam panjang yang memasang raut wajah cemberut pada Sungmin.

"Ya! Lee Hyukjae, Kim Ryeowook! Aku kan hanya ingin meminta bantuan kalian. Karena malam ini adalah malam terpenting bagiku dan Kyu. Aku takut Kyu tidak bisa mempersiapkan semuanya dengan baik. Hiks, aku khawatir." Kali ini Sungmin memasang puppy eyes yang memang tidak akan pernah ditolak oleh siapapun termasuk dua dongsaeng yang ada di depannya sekarang.

"Eh? Sungmin hyung, jangan menangis. Wookie bagaimana ini?" tanya namja yang ternyata bernama Eunhyuk yang juga merupakan personil boyband Super Junior bingung. Dia menatap ke namja yang ada di sebelahnya yang ternyata adalah Ryeowook yang lagi-lagi adalah personil Super Junior juga.

"I-iya Sungmin hyung. Kami akan membantumu." Ucap Ryeowook mewakili kepasrahan mereka untuk mengikuti rencana Sungmin.

Ya, tiga namja imut yang semuanya adalah personil boyband terkenal abad ini, Super Junior, sedang melancarkan aksi menyamar sebagai yeoja untuk mengawasi maknae mereka yang sedang sibuk mempersiapkan beberapa hadiah untuk calon mertuanya dalam acara lamaran yang akan berlangsung sekitar kurang lebih 8 jam lagi. Semua ini adalah rencana Sungmin. Dia sangat tahu kalau Kyuhyun bukanlah namja yang hobi shopping karena itu dia membantu namjachingunya itu untuk memilih hadiah yang baik untuk keluarganya. Dia juga ingin keluarganya memuji pilihan hatinya.

Ketiga namja yang sedang menyamar sebagai yeoja itu masih mengawasi Kyuhyun yang sedang berada di dalam cafe yang sama dengan mereka. Tiba-tiba dari kejauhan terlihat seorang namja lain yang memiliki tinggi di atas rata-rata sedang berjalan menuju ke dalam cafe itu. Namja itu juga mengenakan penyamaran untuk menyembunyikan identitas aslinya.

"Kui Xian!" sapa namja itu yang ternyata menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun pun menoleh heran melihat namja itu.

"Nugu?" tanya Kyuhyun bingung pada namja yang kini sedang duduk di hadapannya. Namja itu membuka kacamata hitamnya sebentar lalu menggunakannya lagi. "Zhoumi-ge?"

"Hushhh!" namja yang ternyata bernama Zhoumi itu memberikan simbol dengan telunjuk yang ditaruh di depan bibirnya sebagai tanda perintah agar Kyuhyun mengecilkan suaranya.

"Kapan Zhoumi-ge datang ke korea?" bisik Kyuhyun pada Zhoumi yang memang sengaja mendekatkan kursinya dengan kursi Kyuhyun agar mereka leluasa berbicara.

"Sekarang bukan saatnya bertanya kapan aku datang Kui Xian. Aku datang untuk menyampaikan berita buruk." Kali ini Zhoumi memasang wajah serius. Sepertinya yang akan berita yang akan disampaikannya sangat penting.

"Berita buruk? Maksud gege?" Kyuhyun makin bingung dengan apa yang dibicarakan Zhoumi. Zhoumi menghela nafas sebentar lalu melanjutkan ceritanya.

"Aku tahu dari Leeteuk hyung kalau kau akan melamar Sungmin hyung secara resmi di depan keluarganya malam ini kan?" tanya Zhoumi pada Kyuhyun. Kyuhyun makin menatap bingung pada Zhoumi.

"Ne, lalu berita buruknya apa?" tanya Kyuhyun dengan ekspresi yang tidak berubah sejak Zhoumi datang. Heran dan bingung, hanya itu yang ada di kepala Kyuhyun saat melihat ekspresi panik Zhoumi.

"Lou Yi Xiao, Kyu, Lou Yi Xiao..." Zhoumi makin panik dan mengoyang-goyangkan bahu Kyuhyun.

"Ya! Memangnya kenapa dengan yeoja itu Zhoumi-ge? Kau panik sekali!" Kata Kyuhyun sudah mulai tak sabar dengan keanehan Zhoumi.

"Dia ada di Korea, Kyu." Kata Zhoumi lagi masih dalam keadaan panik.

"MWO!" kali ini tanpa sadar Kyuhyun berteriak agak keras hingga semua pengunjung cafe itu melihatnya. Zhoumi yang menyadari bahwa dirinya dan Kyuhyun sedang menjadi perhatian di dalam cafe itu segera membungkuk dan memohon maaf pada semua pengunjung cafe kemudian dia mengisyaratkan Kyuhyun untuk kembali mengecilkan suaranya. "Bagaimana bisa dia datang kemari? Aishh, yeoja itu pasti akan membuat masalah." Kali ini wajah Kyuhyun ikut berubah panik seperti halnya Zhoumi.

"Itulah Kyu. Aku mau minta maaf sebelumnya, karena aku dan Henry yang tidak sengaja membawa yeoja itu ke Korea. Dia memaksa untuk ikut kami liburan ke Korea. Dan tadi pagi Henry bilang padaku bahwa yeoja itu hilang dari hotel tempat kami menginap. Entah dimana dia sekarang, kami juga sedang mencarinya. Dan pagi tadi, aku mendapat berita dari Leeteuk hyung kalau kau dan Sungmin hyung akan ada acara penting malam ini. Aku yakin yeoja itu semalam datang ke rumahmu. Dia sempat bertanya alamat rumahmu di Korea padaku. Issh, harusnya aku tidak memberitahunya." Zhoumi yang memang sudah panik dari tadi makin merasa bersalah dengan kenyataan bahwa dialah yang membawa yeoja yang bernama Lou Yi Xiao itu ke Korea.

Yeoja itu adalah pasangan Kyuhyun di acara We Got Married yang di adakan di Taiwan. Entah sejak kapan yeoja yang seharusnya hanya sebatas rekan kerja bagi Kyuhyun malah memiliki perasaan pada Kyuhyun. Kyuhyun agak frustasi saat mengetahui kenyataan itu, bahkan dia sengaja tidak memberitahu Sungmin, namjachingunya. Dia hanya memberitahu Zhoumi, Changmin, dan Henry saja. Bukannya Kyuhyun tidak percaya pada namjachingunya itu, dia hanya takut makin membebani pikiran Sungmin dengan hal-hal yang menurutnya tidak penting. Dia yakin bisa menyelesaikan masalahnya sendiri.

"Aishh, aku akan benar-benar membunuh yeoja sialan itu jika dia mengganggu acara lamaranku di rumah Sungmin hyung nanti malam. Aku akan menemukannya sebelum malam, lihat saja. Dia belum tahu siapa Cho Kyuhyun yang sebenarnya. Baiklah Lou Yi Xiao, kita lihat siapa yang akan tersenyum di akhir permainan ini." Kyuhyun mengeluarkan seringai andalannya yang membuat Zhoumi yang memandangnya dari dekat agak ngeri.

"Kui Xian, kau tidak merencanakan sesuatu yang berbahaya kan? Senyumanmu itu..." Zhoumi berbicara agak takut-takut pada sosok di depannya itu.

"Tenang saja Zhoumi-ge. Aku hanya akan memperkenalkan siapa diriku yang sebenarnya pada yeoja itu. Setidaknya dia tidak akan berani mengharapkanku lagi setelah ini. Hehehe" lagi-lagi smirk andalan maknae evil ini terpampang jelas di wajahnya yang terlihat sedang merencanakan sesuatu. Zhoumi yang tahu bagaimana tabiat Kyuhyun hanya tersenyum pasrah dan berdoa dalam hati semoga yeoja malang yang bernama Lou Yi Xiao itu segera menyadari kesalahannya sebelum terlambat.

"Oya, Kui Xian!" Kyuhyun yang mendengar Zhoumi lagi-lagi memanggilnya hanya membalas tatapan Zhoumi. Sepertinya ada hal lain yang akan disampaikan Zhoumi padanya. "Kau lihat tiga yeoja yang duduk di sana?" tanya Zhoumi sambil mengarahkan pandangannya ke arah tiga yeoja jejadian yang sebenarnya adalah penyamaran dari tiga namja yang sangat mereka kenali, Lee Sungmin, Lee Hyukjae, dan Kim Ryeowook. Kyuhyun pun agak menolehkan sedikit pandangannya ke arah tiga yeoja jejadian itu. Sedangkan tiga yeoja jejadian yang sadar penyamaran mereka akan terungkap mulai berakting seolah-olah sedang bersantai seperti pengunjung cafe lainnya, meski memang agak mencurigakan.

"Oh, kenapa dengan mereka? Gege menyukai salah satu dari mereka ya?" goda Kyuhyun pada Zhoumi yang langsung mendapat deathglare dari namja yang tingginya sangat menjulang itu.

"Bukan. Entah kenapa aku merasa mengenal tiga yeoja itu. Atau hanya perasaanku saja ya?" ucap Zhoumi sambil berpikir lalu menggelengkan kepalanya tidak yakin.

"Eh? Jangan-jangan mereka teman lamamu Zhoumi-ge."ucap Kyuhyun yang sudah kembali santai dan sedang menyeruput coffe latte yang sudah dipesannya.

"Tidak. Aku merasa yeoja yang berambut pirang panjang itu mirip Sungmin hyung, lalu yeoja berambut pirang sebahu itu seperti mirip Eunhyukkie, dan yeoja berambut hitam panjang itu kelihatan seperti Ryeowook. Tapi, untuk apa mereka berpakaian yeoja?" ujar Zhoumi masih dengan posisi berpikir. Kyuhyun agak terkejut saat nama hyung-deul dan juga namjachingunya dibawa-bawa oleh Zhoumi. Dia pun ikut menatap ketiga yeoja itu satu per satu *gak sopan banget*.

"Eh? Bukannya itu, yeoja yang tadi membantuku?" gumam Kyuhyun agak keras sambil menunjuk ke arah yeoja yang sebenarnya adalah penyamaran Sungmin. Kyuhyun bangkit dari tempat duduknya dan mulai berjalan ke arah tempat Sungmin, Eunhyuk, dan Wookie.

Author POV End

Sungmin POV

Siapa namja itu? Kenapa dia menghampiri Kyuhyun? Jangan-jangan dia...

"Sepertinya itu, Zhoumi hyung." Ucap Wookie tiba-tiba. Membuatku kembali mengarahkan pandanganku ke arah namja yang sedang duduk sangat dekat dengan Kyuhyun. Dan mereka sekarang sedang berbisik-bisik. Cih, mesra sekali mereka!

"Iya, itu benar-benar Zhoumi, Sungmin hyung. Kau jangan cemburu dulu." Kata-kata Eunhyuk yang terdengar di telingaku benar-benar menusuk di hati. Aku tidak cemburu kok. Benar, aku tidak cemburu. Tidak percaya? Kalian benar-benar tidak percaya padaku? Baiklah, aku mengaku! Aku memang cemburu, PUAS! *author: sabar Mingppa #ngelus pundak Ming* *disantet Kyu*

"Huh, aku tidak cemburu kok!" kataku pada Eunhyuk dan Wookie yang malah memandangku curiga. Apaan sih mereka?

"Tapi, kenapa Zhoumi hyung ke korea ya?" tanya Wookie padaku dan Eunhyuk.

"Molla" ucapku sambil menggeleng sedangkan Eunhyuk hanya mengangkat bahu tanda tidak tahu.

"Issh, apa yang mereka bicarakan sih. Kenapa bisik-bisik begitu?" ucap Eunhyuk kali ini frustasi. Sekarang kami hanya duduk melihat ekspresi yang ditunjukkan Zhoumi ataupun Kyuhyun. Kami tidak tahu apapun yang mereka bicarakan dan hanya dari ekspresi wajah mereka sajalah kami berharap ada petunjuk tentang isi pembicaraan mereka. Namun, ternyata nihil. Zhoumi berekspresi panik sejak saat pertama kali duduk di samping Kyu. Sedangkan Kyu yang sedang membelakangi kami, tentu saja tidak kami tahu ekspresinya.

"MWO!" omo, inikan suara Kyuhyun. Dan benar saja semua orang di cafe ini sedang memandang ke arah Kyuhyun dan Zhoumi. Zhoumi yang sepertinya menyadarinya, membungkuk meminta maaf pada orang-orang di cafe ini. Memangnya ada apa sampai Kyu berteriak seperti itu? Jangan-jangan ada hal buruk? Tapi apa? Kenapa mereka merahasiakannya?

"Hyung, Kyu kenapa ya?" tanya Eunhyuk sambil menatapku bingung.

"Iya, kenapa Kyu berteriak seperti itu? Dan lagi, Zhoumi-ge makin kelihatan panik. Sebenarnya ada apa sih?" kali ini Wookie yang menatapku.

"Aku, aku juga tidak tahu. Aku harap tidak akan terjadi hal buruk." Ucapku sedikit menenangkan hatiku yang tiba-tiba merasa tidak enak. Aku merasa Kyuhyun sedang menyembunyikan sesuatu dariku. Entah apa, aku juga tidak tahu. Aku hanya berharap tidak akan terjadi apa-apa.

"Omo, hyung. Mereka melihat kemari!" lagi-lagi suara Eunhyuk menyadarkanku dari lamunan sesaatku. Apa kata Eunhyuk? Mereka melihat kemari? Jangan-jangan...andweee kenapa Zhoumi menunjuk ke arah kami begitu? Apa jangan-jangan penyamaran kami terbongkar?

"Hyung, Kyu juga menatap kita? Bagaimana ini hyung?" kali ini Wookie yang terdengar panik.

"Bersikap biasa saja. kita harus tenang, Eunhyukkie, Wookie-ah." ucapku berusaha menenangkan mereka. Sekarang kami berakting sedang mengobrol layaknya yeoja-yeoja yang sedang bergosip. Terkadang aku melirik sekilas ke arah meja Kyuhyun. Dan lagi-lagi mereka masih menatap curiga pada kami. Bagaimana ini?

"Hyung, Kyuhyun menuju ke sini hyung." Lapor Eunhyuk sambil berbisik padaku. Sedangkan Wookie berusaha menenangkan dirinya yang mulai panik.

"Aissh, jangan sampai ketahuan." Ucapku dalam hati. Kami masih berusaha bersikap biasa. Sampai tiba-tiba suara Kyuhyun menginterupsi kami.

"Emm, kau yeoja yang tadi di toko perhiasan itu kan?" matilah aku! Dia mengingatku. Aku berusaha bersikap biasa sambil menatap wajah tampan namjachinguku itu.

"Eh? I-iya. Anda masih mengingat saya rupanya." Jawabku agak gugup. Tiba-tiba Kyu membungkukan badannya dan...

"Gamsahamnida atas bantuan anda!" ucapnya sambil membungkuk lama. Aku menatap Eunhyuk dan Wookie yang cengo. Sedangkan aku bingung harus membalas apa. Aku melihat Zhoumi yang ada di belakang Kyuhyun juga ikut memasang wajah cengo seperti Eunhyuk dan Wookie.

"Eh? I-itu..."

Sungmin POV end

Author POV

"Gamsahamnida atas bantuan anda!" Kyuhyun yang sudah berada di depan meja ketiga yeoja jejadian tadi tiba-tiba membungkukkan badannya dan mengucapkan terima kasih. Terlihat Eunhyuk dan Wookie memasang wajah cengo, begitu pula dengan Zhoumi yang ada di belakang Kyuhyun. Sedangkan Sungmin sedang memasang wajah bingung.

"Eh? I-itu..." ucap Sungmin gugup sambil menatap Kyuhyun yang masih membungkuk. Dia benar-benar tidak punya ide mau menjawab apa. Tiba-tiba saja Kyuhyun kembali ke posisi berdiri lalu tersenyum manis ke arah Sungmin. Sungmin pun terpesona dan wajahnya memanas karena jantungnya tiba-tiba berdetak berkali-kali lipat lebih cepat dari biasanya. Sungmin segera menundukkan wajahnya yang sudah memerah.

"Saya hanya ingin mengucapkan terima kasih. Maaf sudah mengganggu anda. Annyeong!" ucap Kyuhyun lalu pergi sambil menarik Zhoumi menuju keluar cafe itu, meninggalkan Sungmin yang sedang berusaha mengontrol detak jantungnya yang sudah tidak karuan. Untungnya Kyuhyun tidak menyadari penyamarannya. Kalau Kyuhyun sampai mengetahuinya, bocah setan itu pasti akan terus menggodanya habis-habisan.

Setelah Kyuhyun dan Zhoumi pergi agak jauh, Eunhyuk dan Wookie yang sudah sadar dari kecengoannya *bahasa apaan nih* menatap Sungmin berbarengan.

"Hyung, kau tidak apa-apa?" tanya Wookie saat melihat Sungmin sedang sibuk mengatur nafas. "Sungmin hyung, wajahmu memerah. Anemia hyung kambuh lagi?" kali ini Wookie benar-benar khawatir.

"Sudahlah Wookie! Sungmin hyung hanya malu karena Kyuhyun tersenyum padanya." Ucap Eunhyuk santai sambil menatap Wookie dan Sungmin.

"Ohh..."gumam Wookie mengerti. "Apa misi mengikuti Kyuhyun masih berlanjut hyung?" tanya Wookie setelah melihat wajah memerah Sungmin mulai kembali ke asalnya.

"Ne, Wookie. Kita masih harus mengawasi Kyuhyun. Ayo pergi!" ucap Sungmin sambil merapikan pakaiannya dan berjalan di depan menuju keluar cafe itu. Wookie dan Eunhyuk hanya mengikuti hyung mereka dengan agak tergopoh-gopoh karena masih lelah memakai high heels setinggi 7 cm.

Sementara itu, Kyuhyun dan Zhoumi sedang berbaur dengan para pejalan kaki yang ada di jalan besar di kota itu. Kyuhyun sedang sibuk menghubungi seseorang sedangkan Zhoumi hanya mengikuti kemana pun Kyuhyun berjalan.

"Kui Xian, aku yakin sekali kalau yeoja-yeoja itu..." ucap Zhoumi namun terpotong oleh seseorang yang tentunya adalah si evil maknae Cho Kyuhyun.

"Iya, Zhoumi-ge. Dugaanmu tepat. Yeoja-yeoja tadi memang mereka. Aku tahu pasti ekspresi Sungmin hyung kalau melihat senyumanku, dan tidak salah lagi yeoja yang menolongku di toko tadi adalah Sungmin hyung. Rupanya dia mengkhawatirkanku sampai menyamar jadi yeoja. Huh, biarkan saja mereka bersenang-senang gege. Kita punya masalah yang lebih penting sekarang." Ucap Kyu sambil memamerkan kembali smirk andalannya. Dan sepertinya Zhoumi mengerti maksud Kyuhyun. Dia pun hanya diam melihat Kyuhyun yang masih berusaha menghubungi seseorang lewat ponselnya.

PIP

"Yoboseo" ucap suara di seberang telepon.

"Ya! Kenapa lama sekali kau mengangkat teleponku hah!" ini suara Kyuhyun yang sedang marah-marah.

"Mian Kyu, aku baru bangun tidur, hehehe" ucap suara di seberang masih santai tanpa beban. "Ada apa kau meneleponku?" tanya suara itu to the point pada Kyuhyun.

"Aku butuh bantuanmu!" ucap Kyuhyun singkat tapi masih dengan smirk yang tercetak jelas di wajahnya.

"Bantuan? Kau punya masalah? Tumben." Lagi-lagi suara itu bersenandung tanpa beban.

"Ne, aku punya masalah. Kau tahu yeoja yang dipasangkan denganku di acara We Got Married di Taiwan?" Kyuhyun masih bertanya juga dengan nada santai yang sama seperti orang di seberang telepon itu. Meskipun nada bicaranya santai, sebenarnya Kyuhyun sedang menyusun sebuah rencana di otaknya.

"Eoh? Lau, Lou, siapa ya? Aku lupa namanya Kyu. Memangnya kenapa dengannya? Kau berselingkuh dari Sungmin hyung ya?" kali ini nada bicara orang di seberang telepon itu terdengar sedang menggoda Kyuhyun.

"Enak saja! Aku hanya mencintai Sungmin hyung. Tidak ada yeoja atau namja lain yang bisa menggantikan Sungmin hyung di hatiku. Kau mau bantu aku tidak?" jawab Kyuhyun agak ketus pada orang di seberang telepon itu.

"Ya, ya, aku tahu. Aku akan membantumu. Kau mau aku melakukan apa pada yeoja itu?" tanya orang di seberang telepon itu kembali ke nada awal bicaranya, santai tanpa beban.

"Kita bertemu 30 menit lagi di tempat biasa. Oya, bawa Vic juga. Aku juga butuh bantuannya." Ucap Kyuhyun pada orang itu lagi dan kali ini ada nada mengancam di suaranya.

"Vic? Bukannya dia orang ketigamu dengan Sungmin hyung? Kenapa kau mengajaknya?" tanya suara itu agak heran. Siapa yang tidak tahu couple KyuToria? Couple straight yang memang juga terkenal sebagai couple perusak hubungan KyuMin selain SeoKyu. Namun, sepertinya Kyuhyun tidak mempedulikan couple-couple straight tentang dirinya itu. Sebab kenyataannya hanya ada KyuMin couple. Kyuhyun yang mencintai Sungmin dan Sungmin yang mencintai Kyuhyun. So, untuk apa memikirkan hal-hal tidak penting? Itulah prinsip Kyuhyun.

"Itu gosip, kau sendiri tahu kebenarannya kan? Sudahlah, aku tidak punya waktu lagi. Dalam 25 menit, kalau kau tidak ada di tempat biasa aku akan membakar persediaan makananmu. Aku tahu dimana kau sering menyembunyikan makanan." Ancam Kyuhyun serius pada orang di seberang telepon itu.

"Ne, aku akan datang. Sampai ketemu di tempat biasa. TUT" orang itu hanya membalas malas terhadap ancaman yang memang sering dilancarkan Kyuhyun padanya. Tidak ada pilihan lain selain mengikuti titah sang pangeran iblis kan?

"Huh, kenapa jadi dia yang memutuskan sambungan teleponku. Awas saja dia!" ucap Kyu sambil memaki ponsel yang ada di tangannya.

"Siapa Kui Xian?" tanya Zhoumi yang sedari tadi diam mengamati Kyuhyun yang berbicara lewat poselnya.

"Biasalah Zhoumi-ge. Siapa lagi?" ucap Kyuhyun sambil menatap Zhoumi dengan seringainya. Dan Zhoumi pun mengangguk mengerti melihat ekspresi Kyuhyun.

Ya, sebuah rencana sedang di susun oleh Kyuhyun. Rencana agar tidak ada satu pun yang merusak acara pentingnya dan Sungmin malam ini, apalagi cuma seorang yeoja tidak penting yang sudah salah mengartikan keprofesionalan seorang Cho Kyuhyun sebagai entertainer dalam menjalankan pekerjaanya sebagai perhatian seorang namja pada yeoja yang disukainya. Menyedihkan sekali nasib yeoja malang bernama Lou Yi Xiao itu. Entah apa yang direncanakan Kyuhyun untuk yeoja malang itu? Dan siapakah orang yang ditelepon oleh Kyuhyun tadi untuk membantunya menjalankan rencana itu? Hanya Tuhan, Kyuhyun, dan author saja yang tahu, hehehehe!

Author POV end

TBC

Cuap-cuap Author

Akhirnya nih chapter selesai juga hehehe. Maaf sudah lama menunggu, readers sekalian. Masih ada yang mau baca fanfict ini kan? Saya harap masih ada. Maafkan author stress yang lama banget update fanfict ini hiks, author bener-bener gak punya ide dari kemarin. Chapter ini aja author kurang yakin dengan ceritanya. Maaf jika banyak Typo dan ke-gaje-an yang disebabkan author stress ini. Gomen ne! *deep bow*

Akhir kata, review dan komennya sangat diperlukan untuk fanfict ini. Arigatou gozaimasu buat semua yang udah bersedia membaca dan mereview fanfic gaje saya.

000 KYUMIN IS REAL 000


Balasan Review:

Nenk: hehehe, ini udah dilanjut. Gomawo udah baca!

aiko okinawa: baca aja chap ini pasti kejawab siapa cewek itu? Makasih dah mau baca!

Itha'evilkyu: tenang aja eonnie KMS jadi pasti akhirnya KyuMin happy ending hehehe. Makasih mau baca! Ini udah lanjut.

Yuyun: thanks, ini udah di lanjut. Gomawo!

honey26: iya kyumin kawin *ikutan tereak*. Baca aja ya chap ini. Gomawo!

kyokyorae: iya, author aja ngebayangin Kyu pake gaun udah merinding sendiri. Iya, KyuMin bakal nikah koq tapi belum hehehe. Semua orang lagi ngefans ma Sungjin ya? iya, yesung emang lola *dibakar ddangkoma* lol. Thanks mau baca hehehe

Chikyumin: iya ini dah lanjutt, gomawo mau baca!