Luceat Lux Vestra ( Let Your Light Shine )

by : Cloudy Forrest

.

.

.

Cast :

Park Chanyeol

x

Byun Baekhyun

feat

The Rest of Exo members.

Summary

Park Chanyeol selalu merendahkan Baekhyun, tetapi Baekhyun tetap tersenyum menghadapi pria itu. Ia tetap bersabar dengan Chanyeol, tidak perduli apa yang selalu dilakukan oleh-nya ia hanya diam dan tersenyum. Chanyeol benci orang yang lemah yang tidak bisa melawan, rasa-nya ingin ia hancurkan.

Disclaimer

Rated M, Heavy Angst, Hurt, slight Comfort and Fluffy.

Baru saja Baekhyun ingin mengambil makan siang di kantin, ia mendengar seseorang memanggilnya.

"Baekhyun!". Luhan terlihat sangat tergesa-gesa. "Guru Ahn menunggumu dikantor, katanya ada yang ingin beliau sampaikan". Baekhyun meletakkan kembali nampan makanannya itu (?). " Huh? Memang ada apa lu?". "Aku juga tidak tahu Baekkie, sebaiknya kau cepat pergi menemui Guru Ahn!"

Baekhyun berjalan cepat karena sungguh ia tidak tahu apa yang akan Guru Ahn sampaikan kepadanya. Sesampainya diruang guru, ia sudah melihat Chanyeol berdiri pas disamping meja Guru Ahn. Baekhyun mengetuk pintu dan mengucapkan salam dengan sopan. Sementara Chanyeol yang baru saja melihat Baekhyun hanya memberi tatapan malas untuknya.

"Ibu memanggil saya?" Tanyanya sopan.

"Iya Baekhyun, kau ingatkan apa yang Ibu katakan tadi sewaktu dikelas? Karena tadi Chanyeol tidur seenaknya makanya ibu pertemukan kalian disini supaya lebih jelas" Guru Ahn hanya tersenyum melihat Baekhyun dan Chanyeol yang berdiri berjauhan.

"Memangnya ada masalah apa ya bu? Saya ada urusan yang harus diselesaikan secepatnya" Chanyeol memberi respon dengan nada yang menandakan bahwa iya sangat risih dan tidak nyaman.

"Hmm.. Begini Chanyeol, tahukan nilaimu dipelajaran ini sangatlah jelek, karena ibu sudah memasangkan kalian mengerjakan tugas, ibu ingin Baekhyun membimbingmu sampai nilaimu bagus di akhir semester ini, karena jika nilaimu tidak ada perubahan, kau bisa saja tidak lulus Chanyeol."

Chanyeol menghentakkan kakinya ke lantai tetapi masih berusaha bersikap tenang. "Tapi bu, mengapa harus Baekhyun tidak bisa orang lain saja?"

"Y-y-ya bu, benar kata Chanyeol, lagian saya juga memiliki banyak pekerjaan yang harus saya lakukan.." Baekhyun pun merasakan hal yang sama, tidak nyaman.

"Keputusan sudah dibuat, Baekhyun tolong ajari Chanyeol tentang materi yang kita bahas tadi dan jangan lupa tugas kalian. Baekhyun, luangkan waktumu untuk Chanyeol ya? Ibu sangat percaya kepadamu." Guru Ahn langsung pergi tanpa mengucap kata-kata lagi.

Sementara mereka berdua, berada didalam posisi yang sangat canggung.

"Baekhyun ikut aku sekarang juga" Tanpa banyak omong Chanyeol menarik tangan Baekhyun dengan genggaman yang sangat kuat. Baekhyun merintih kesakitan tetapi sepertinya Chanyeol tidak mendengar satu katapun dari Baekhyun.

"C-chanyeol lepaskan! Ini sakit!" Baekhyun terus mencoba berhenti namun Chanyeol tetap berjalan dan menarik cepat tangan Baekhyun sampai mereka tiba di halaman belakang sekolah yang jarang di kunjungi.

"BAEKHYUN! Bisakah kau tenang sedikit?! Aku hanya ingin membicarakan soal tadi dan tugas kita!" Bentak Chanyeol. "Datanglah kerumahku setiap hari sabtu dan minggu jika kau ingin. Aku bahkan tidak perduli dengan nilaiku ataupun jika kau datang atau tidak."

Baekhyun hanya diam dan menunduk, tidak ada perlawan sedikitpun.

"Haish! Mengapa kau membuatku sangat jengkel sih!" Ucapnya sambil menarik kepala Baekhyun dan menghempaskannya kuat sehingga terbentur ke dinding. "Hah, kau sangat lemah Byun". Chanyeol meninggalkan Baekhyun yang tersungkur ditanah.

"A-agh.." Ia meras kepalanya pusing dan ingin berdiri pun susah, ia duduk sebentar dan menarik nafasnya dalam-dalam.

Aku harus sabar dan kuat, ini tidak seberapa.

.

.

.

Baekhyun membereskan buku-bukunya dan alat tulis lainnya. Ia harus menjemput Taehyung sebelum matahari terbenam.

Saat tiba di gerbang depan sekolah, hujan sudah turun perlahan-lahan. Baekhyun tidak membaca ramalan cuaca hari ini dan ia lupa membawa payung.

Baekhyun tidak mau menunggu hingga hujan reda, kasihan Taehyung jika ia sampai telat untuk menjemputnya. Sehingga, mau tak mau Baekhyun harus menerobos hujan hingga sampai di sekolahan Taehyung. Ia melihat Taehyung duduk sendirian di bangku lobby sekolah dan menundukan kepalanya.

"Tae-tae!" Panggil Baekhyun. "H-hyung!" Taehyung langsung berlari cepat ketika ia mendengar suara itu. "Hyung kehujanan? Nanti hyung sakit bagaimana?" Dengan nada yang polos ia bertanya kepada Baekhyun. Baekhyun tersenyum tipis dan menjawab. "Hyung tidak mau Taehyung menunggu hyung lama-lama".

"Baiklah ayo pulang, ibu sudah menunggu.." Hanya satu kalimat yang Baekhyun ucapkan kepada Taehyung.

Mereka berdua berlari dan bermain genangan air layaknya anak kecil, namun justru karena hal kecil itu yang membuat mereka senang. Seperti tidak ada beban.

Baekhyun dan Taehyung terbiasa pulang menggunakan kendaraan umum, jika ia belum mendapatkan gaji, bahkan ia harus berjalan kaki dari rumah hingga kesekolah. Hari ini Baekhyun tidak ada jadwal bekerja paruh waktu, biasanya jika bekerja Baekhyun bisa pulang lebih dari jam 12 malam.

Baekhyun melakukan berbagai macam pekerjaan, asalkan mendapatkan gaji yang pas untuk kehidupan sehari-harinya. Maklum ia harus membayar segala sesuatu seperti, uang kontrak apartment, belanja bulanan, uang sekolah ia dan taehyung dan lainnya. Tetapi Baekhyun adalah pribadi yang tegar dan selalu bersyukur dalam keadaan apapun.

Sesampainya dirumah ia segera menyapa ibunya, mandi dan memasak untuk makan malam, sementara Taehyung pun juga sama, ia langsung bergegas mengerjakan tugas dan belajar untuk materi esok.

.

.

.

Chanyeol dan Sehun sedang asyik bermain PS4, entah apa pekerjaan lain yang mereka bisa lakukan selain bermain dan menghabiskan uang.

"Yah, Chanyeol. Lelaki mungil yang menjadi teman sebangkumu boleh juga tuh, manis." Ucap lelaki bermata tajam itu. "Ya! Menurutmu manis tetapi menurutku sangat menjengkelkan, aku bahkan berharap tidak ingin melihatnya lagi" Balas Chanyeol yang masih fokus dalam permainannya.

"Jangan terlalu kasar kepadanya Yeol, dia bukanlah tandinganmu kalau soal fisik" Sehun mengingatkan sahabatnya itu, karena ia tahu pasti Chanyeol sudah melakukan hal-hal yang kasar.

"Hmm.. Terserah saja lah" Chanyeol tidak perduli dengan apa yang telah diucapkan Sehun itu.

"Jangan terlalu benci, nanti malah jadi sayang bagaimana? Kan repot" Goda Sehun. " Apa-apaan sih! Ya nggak bakal mungkin juga!" Bentak Chanyeol. Sementara Sehun hanya tertawa lucu melihat sahabatnya itu kesal.

Tiba-tiba Chanyeol teringat apa yang dikatakan Guru Ahn tentang tugasnya dengan Baekhyun, Haish!. "Sehunna, apa kau sudah megerjakan tugas Bu Ahn?"

"Tugas? Sudah sedikit-sedikit, Luhan banyak membantuku mengenai materi yang bahkan tidak aku ketahui sama sekali!" Sehun tersenyum bangga. "Kau sendiri sudah memulai?".

Chanyeol terdiam sebentar, "Apakah kau tahu alamat Baekhyun?". "Aku tidak tahu tetapi aku akan menanyakan pada Sehun, sebentar" Jawab Sehun.

Sehun langsung mengambl ponselnya dan mengirimi Luhan pesan singkat, tidak lama dari itu Sehun tidak menyangka kalau Luhan akan membalas pesannya dengan cepat.

"Aku akan mengirimkan alamatnya ke ponselmu Chan" Ucap Sehun.

Setelah mendapatkan alamat Baekhyun dari Sehun, Chanyeol langsung mengambil buku-buku sains nya dan sweater. "YA! Kau mau kemana malam-malam begini!" Teriak Sehun.

Chanyeol bergegas memasuki mobilnya dan menuju apartment Baekhyun, tidak jauh dari rumah Chanyeol ternyata.

Chanyeol tidak menyangka jika Baekhyun hidup dilingkungan yang agak kumuh begini, begitu banyak pikiran terlintas di benak Chanyeol.

Apakah dia berasal dari keluarga yang kurang mampu?

Tapi, apakah dia tidak apa-apa dengan keadaan seperti ini…

Ia berjalan perlahan sambil melihat keadaan di sekelilingnya, sampai ia tidak sadar bahwa dia sudah sampai di depan apartment Baekhyun. Chanyeol memencet bel berkali-kali sehingga pintu terbuka. Bukan Baekhyun yang keluar, tetapi bocah mungil setinggi pinggangnya dengan lucu menampilkan wajahnya.

"H-hai hyung mencari siapa?" Ucap bocah mungil itu dengan gugup.

Mirip Baekhyun…

"Hai, hyung mencari Baekhyun.. Ini benar rumah Baekhyun kan?" Chanyeol tersenyum dan mengusap-usap kepala bocah lucu itu.

"Baekkie hyung? Baekkie hyung sedang memasak, ayo masuk hyung, mau Tae-tae bantu bawa bukunya?" Taehyun menunjukan senyuman tampan mirip Baekhyun.

"Terimakasih Tae-tae, hyung bisa membawanya sendiri.." Chanyeol tertegun dengan sikap Taehyun yang sangat baik dan mau menolong itu.

"Ayo masuk hyung!" Taehyung menarik tangan Chanyeol dan menariknya masuk kedalam.

Sementara Baekhyun yang masih sibuk dengan urusan dapurnya tidak sadar bahwa ada tamu yang memencet bel sedari tadi.

"Taehyung, siapa yang memencet bel?" Tanyanya lembut. "Teman Baekhyunnie hyung, Chanyeol hyung!" Ucap adiknya itu, mendengar nama yang disebutkan Baekhyun kaget bukan main dan menghadap kebelakang.

"C-chanyeol apa yang kau lakukan disini?" Tanya Baekhyun mencoba untuk tenang. "Hai Baek, aku hanya ingin mengerjakan tugas Ibu Ahn, agar cepat selesai" Balas Chanyeol, Chanyeol saat ini sedang menggendong Taehyung dan tertawa bersamanya.

"H-hah? Eoh Baiklah, tetapi aku sedang memasak untuk makan malam.. Kau sudah makan malam, ingin bergabung?" Baekhyun berjalan kembali ke dapur.

"Belum aku belum makan, tetapi tidak apa-apakah jika aku bergabung?"

"Ya hyung! Tentu saja boleh!" Taehyung dengan semangat menginjikan Chanyeol untuk tetap tinggal dan makan malam bersama, Chanyeol merasakan bahwa ia benar-benar sedang berada didalam rumah, rumah yang ramai dan kebahagiaan. Chanyeol mengacak-acak rambut Taehyung dan melanjutkan bermain. Baekhyun yang melihat keadaan itu merasakan kehangatan di dalam hatinya dan tersenyum.

Author's note :)

Hai semua, Chapter 2 is up! :).. Makasih semua yang udah follow dan favorite, aku usahakan updatenya akan terus cepat dan tidak putus ditengah2 :).. By the way HAPPY NEW YEAR! As always tolong beri aku review yah supaya aku tahu kesalahanku dimana dan harus bagaimana :)!