chapter dua!.
salam dari boa. happy reading!
a naruto fanfiction
disclaimer
masashi kishimoto
warning
OOC, gaje, kurang bagus, humor-romance tapi mungkin gak berasa, dll
stealer get love
by boa tezuka
.
.
.
let's begin
BRRAAK!
"Gak usah pake di banting juga kali Sas.." Pein melirik sekali lagi ke Sasori yang baru masuk markas dengan muka kusut
" Kenapa sih tu muka sensi amat, lagi dapet ya?" candaan Pein cuman di balas pelototan Sasori.
"Dih, canda kali ah"
Pein melanjutkan main kartunya dengan Kakuzu dan konan, menghiraukan Sasori. Sasori sendiri berjalan ke dapur, pengennya ngambil minuman dingin, tapi kayanya sekalian aja deh masuk kulkasnya.
o,ya, gini-gini biar pun komplotan maling, akatsuki- pein yang buat namanya- markas mereka lumayan lengkap kok,, ada tv, kulkas, kompor, sofa, dll. Bukan semuamya hasil dari maling loh ya, mereka beli, pake duit sendiri, kadang dapat dari upah jadi tukang parkir, kerja sambilan jadi kuli, upah cuci piring di resto, dan lain-lain.
Mereka maling pun sebenernya juga gak semuanya buat mereka, kadang tuh ya, di bagi ke pengemis, pengangguran, gelandangan. Sasori kadang bingung, kenapa gak sekalian kerja dan berbagi yang sewajarnya aja, tapi dia gak ambil ribet, mungkin Pein niru aksi Si Pitung kali. Dia pun sebenarnya gak masalah asal nyawanya aman, mengingat dulunya ia hanya remaja jalanan yang jalur hidupnya asal, terima kasih sama Pein yang ngajak ia bergabung di akatsuki.
"eh udah balik lo ya?"
Pemuda berambut kuning panjang-mirip cewek- mengahampiri Sasori, belum apa-apa Sasori sudah melototin pemuda tadi, Deidara. Sasori mencengkram kerah baju Deidara.
" eh, lo kepergok kan waktu maling di komplek Konoha?! ngaku lo!"
"e-eh, selow bro, mang napa sih, wong yang di kejer-kejer kemaren kan gue, " Sasori makin mengernyit,
" iya, berkat lo, komplek Konoha jadi lebih waspada, hari ni giliran gue, dan berkat lo gue ketangkep." Ia menurunkan Deidara yang sudah cape jinjit karena Sasori menarik kerahnya. Sasori mengambil minuman dan pergi ke ruang tengah,
" iya, sama-sama" entah kenapa saking pekanya Deidara, ia menjawab terimakasih Sasori yang sama sekali tidak di ucapkan itu, kemudian ngikutin sasori ke ruang tengah.
sasori duduk di sofa, membuka kaleng soda yang tadi ia ambil di kulkas, lalu meminumnya. "Bukannya lo habis dari komplek konoha, sas?. Gak bawa apa-apa?" konan bersuara sambil bergantian dengan kakuzu untuk menjitak pein.
"Gak, gue ketangkep." jawab sasori singkat.
"Gak digebukin tuh?" kali ini Kakuzu yang bertanya.
"gak,ngarep banget gue digebukin." sasori melempar kaleng yang sudah kosong ke tempat sampah yang ada di dekat tv. "tapi besok pagi harus datang ke komplek konoha buat ngejalanin hukuman."
"Jadi lo tetep mau kesana?, kenapa gak kabur aja." helaan napas keluar dari mulut sasori, ia tau kemungkinan yang terburuk.
"gak, gue masih mau jadi cowok." perasaan dari tadi sasori ngejawab gak mulu deh.
semuanya yang ada disana menatap dengan tatapan bingung ke arah sasori, dan satu detik setelahnya mereka kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.
o0o
Di peperangan kita harus mencapai kata merdeka. Untuk mecapainya kita harus siap mental dan fisik. Karena sasori ingin merdeka, ia sudah mempersiapkannya malam tadi, sasori tidak tahu akan diberi tugas apa, jadi ia meminta konan untuk diajari memasak sambil menyetrika, meminta deidara untuk diajari merakit bom molotov, bahkan meminta hidan untuk diajari nyantet orang, padahal gak mungkin banget disuruh begituan.
"udah siap kerja lo, babu?"
"siap, laksanakan!" nada bicara sasori yang semangat gak sinkron dengan ekspresinya yang datar.
Jiraiya menyerahkan lima lembar kertas ke sasori, lebih tepatnya melempar sih. " nah, itu daftar tugas lu selama seminggu. Ntar minggu depan gue kasih yang baru lagi."
sasori melihat sekilas isi dari kertas tersebut. gak enak banget di liat tu kertas, tulisannya itu lho, susah di baca.
isi kertas tersebut kira-kira seperti ini;
sapu halaman rumah seluruh warga
beri makan anjing kakashi
kerjakan PR konohamaru
rapiin kamar boa
cabutin uban jiraiya (eer..wait, bukannya rambutnya putih semua ya?)
setrikain kain kafan semua pocong yang ada di kuburan
ngepel genteng rumah buk kurenai, tapi naiknya gak boleh pake tangga
dan lain sebagainya,( karena gak mungkin ngetik semua tugas).
Dengan susah payah menyipitkan mata, akhirnya beberapa tulisan terbaca. sungguh tugas yang mudah, sulit, sekaligus ngawur sekali pikir sasori.
" Ada pertanyaan?" jiraiya bertanya tiba-tiba. "banyak! banyak banget, mulai dari siapa itu boa sampai gimana caranya gali kubur trus nyetrika baju pocong?!" karena malas nyebut, pertanyaannya cuman ngebatin doang. mang dikira jiraiya bisa telepati?
"gak ada pak."
"siip, cepet kerja sono!"
Sasori bekerja dengan tampang ogah namun hasil nyata. menurutnya ada untungnya juga sih, tiap ia datang ke rumah warga terkadang di suguhi makan minum gratis. trus ada salah satu warga yang baiiik banget nyuruh dia tidur siang dan di gaji seratus rebu. sasori pikir mudah aja, mungkin tu warga kebanyakan makan micin sampai baik banget kaya gitu.
Mari kita skip menjadi seminggu kemudian, bukannya kerjaan sasori udah selese loh, senin depan ia bakal dapat tugas yang baru lagi. sekarang hari sudah malam lagi, sasori sedang rebahan di pos ronda, sendiri dan gak ada kerjaan, tidur juga gak bisa (sasori insomnia), banyak nyamuk pula.
'PLAK'
Ini nyamuk ke dua puluh satu yang sasori tangkap. "Mpos lu." sasori menginjak nyamuk yang ia tangkap tadi. tu nyamuk udah mati lho sas.
"..mmm, m-mas?" terdengar suara cewek manggil sasori, sasori celingak-celinguk mencari asal suara.
"ya mb-WAA SADAKO!, eh bukan m-maaf mbak." si mba-mba berambut indigo tadi cuman nunduk doang .
sasori merasa agak bersalah mengira mba tadi sadako. "ada apa ya, mba?"
mba tadi makin nunduk. " i-itu mas, mmm... bol-eh."
"boleh apa?" sasori deketin muka, mbanya makin menjauh dan semakin nunduk lagi.
" itu lho.., a-anu.." mba tadi, ah- hinata aja dah, makin terbata-bata karena sasori menatapnya lekat
"Anu?!" hentai lu sas.
"mmh,. anu bo-boleh gak.."
"hm?" lama-lama sasori gregetan sendiri.
.
.
"Boleh temenin tidur gak?"
hah?!
TBC
seperti sebelumnya, yang baca silahkan tinggalkan jejak dengan review.
see ya! - Boa
