Netherland, Are You Okay?
Chapter 2
By: Nazuna-sama
Disclaimer: Liat di chapter sebelumnya! (Author gak niat)
Pria berambut jabrik itu menyenderkan kepalanya di atas bantal berbentuk sapi. Wajahnya terlihat merah. Bukan, bukan karena malu ataupun marah seperti yang dilakukan oleh (mantan) Istrinya. Wajahnya memerah karena demam. Mungkin karena dia tidak makan malam atau karena terlalu banyak ditampar oleh (mantan. Yak sekali lagi, MANTAN *Author dilindes sapi*) Istrinya tercinta. Yah, Adik-adiknya yandere, Istrinya yandere+sadis. Haduh, malangnya nasipmu Nethere. Padahal kamu ganteng, tapi sial banget... Mending sama gua dah! *Author digiles tank*
"Haaaahh... Ternyata sendirian itu gak enak ya..? Kapan ya Nesia-chan datang?" keluh Pria berbadan tegap itu. Sayang dia sedang sakit, jadi tidak terlalu tegap.
DHUAKK!
"OI NETHERLAND, KAMU BELOM MATI KAN?" teriak gadis berambut hitam yang panjang itu. Dia terlihat sangat tergesa-gesa. Wajahnya terlihat panik, rambutnya terlihat berantakan, nafasnya tersengal-sengal. Dan dia masuk dengan cara mendobrak pintu kamar Netherland.
"N-NESIA!" teriak Netherland kaget. Dia tidak menyangka kalau gadis manis itu akan mendobrak masuk ke dalam kamarnya. Bagaimana kalau Netherland bukan dirawat di kamar tidur, melainkan di kamar mandi(WTF)? Apakah dia akan mendobrak masuk kamar mandi pria juga? Ah, Istrinya itu walaupun agak idiot, tidak mungkin kan dia sebodoh itu?
"Eh Netherland, masa tadi aku ke rumah sakit! Aku kira kalau orang sakit AIDS pasti diantarkan ke rumah sakit. Setelah aku cek semua kamar (Ya, Indonesia mengeceknya dengan cara mendobrak masuk kedalam seluruh ruangan. Termasuk ruang operasi) ternyata kau tidak ada dimanapun! Lalu kukira kau ada di kamar mandi. Lalu kudobrak! Ternyata ada America sama England lagi kisu! Huehehe, pasti Hungary-chan udah pingsan duluan deh..."
Tidak, Netherland menarik kembali kata-katanya sendiri. (Mantan) Istrinya memang bodoh.
Netherland memegang kepalanya lagi "Aduh Nesia-chan... Kau ini bodoh sekali ya?"
"Enak saja! Aku tidak bodoh tahu!" teriak gadis itu. Netherland kira gadis itu akan menamparnya lagi, ternyata dia malah mencium-nya.
"N-Nesia?" tanya Netherland.
"A-aku sangat khawatir bodoh! Kata Belgium, kau sudah sekarat... K-kukira kau sudah mau mati!" tangis Indonesia.
"Jadi... Nesia-chan mengkhawatirkanku?" tanya Netherland.
"TENTU SAJA DASAR BODOH!" teriaknya, lalu menangis lagi.
"Baiklah, jangan salahkan aku. Salahkan Belgie..." tuduh Nethere sambil memeluk Indonesia.
"E-eh? Kenapa?" tanya Indonesia polos.
"Aku hanya demam, tidak ada apa-apa. Tenang saja, aku akan segera sembuh kok!" hibur Netherland.
"Tapi kata Belgium-chan..."
"Dia itu bohong. Kau tahu sendiri kan, yang namanya adik itu selalu mencari masalah..."
Indonesia langsung teringat akan Malaysia.
"Kau benar, yang namanya adik itu menyebalkan,"
"Jadi baga—"
Kruyuuuuk...
Ucapan Netherland terputus oleh suara perutnya.
"Kau belum makan kan?" tanya Indonesia dengan lembut.
"I-iya..." jawab Netherland jujur. Lagipula dia belum makan malam, dan juga sarapan. Jelas saja dia kelaparan...
"Baiklah, tunggu sebentar ya Nethere. Aku akan membuatkan soto ayam dan teh tarik hangat..." ujar Indonesia dengan suara lemah lembut dan langsung berjalan ke arah dapur bagaikan Dewi Aphrodite bagi Netherland.
Netherland hampir saja menangis terharu. Tapi dia tidak menangis, gengsi dong menangis di depan cewek!
"Nesia-chan... Seandainya aku masih Suami-mu..." sesal Nethere.
Setelah menunggu selama 20 menit, akhirnya soto dan teh tarik buatan Indonesia jadi juga. Tercium aroma soto yang menggugah selera Netherland. Tidak terasa air liur Netherland menetes saat mencium aroma masakan Indonesia dari dapur.
"Netherland, karena tidak ada ayam, jadi aku memutuskan untuk memakai daging sapi saja untuk soto-nya. Tidak apa-apa kan Nethere?"
"T-tidak apa-apa kok. Sekarang mana makanannya? Aku sudah lapar!" tanya Netherland tidak sabar.
"Ini!" jawab Indonesia sambil membawakan satu nampan yang berisi nasi, soto, dan teh tarik hangat. Jika bukan karena gengsi, Netherland pasti sudah membanjiri tempat tidurnya dengan air liur-nya sendiri.
"Wuaah! Terlihat sangat enak! Boleh kumakan sekarang?" tanya Netherland.
"Tentu saja..." jawab Indonesia.
"SELAMAT MAKAN!" lalu Netherland makan dengan terburu-buru.
"Hari-hati Nethere, nanti bisa terse—"
"UHUK, UHUK, UHUK!"
"Nah kan, baru dibilangin..." lalu Indonesia menepuk punggung Netherland hingga tidak tersedak lagi.
"Fuwaaah! Terimakasih ya Nesia-chan!" kata Netherland, berterimakasih.
"Iya... Ah iya, sebaiknya jangan makan terburu-buru Nethere. Kalau tersedak saat tidak ada yang bisa menolongmu nanti kau mati lho! Wargaku ada yang mati karena tersedak mi goreng. Kasihan sekali dia. Dia mati sebagai tukang becak yang mati tersedak mi goreng..." kata Indonesia.
'Jadi gua disamain sama tukang becak yang mati tersedak mi goreng..?' batin Netherland. Ya, tampang Netherland memang mirip tukang becak! *Author dilempar bom*
Oh iya, bagaimana kalau sekalian kusuapi?" tawar Indonesia.
"Kau mau Nesia-chan? Beneran?" tanya Netherland. Dia agak ragu, jangan-jangan Indonesia cuman ingin mengerjainya. Seperti yang biasa Belgium lakukan padanya dulu... Padahal baru kemarin Indonesia menamparnya dengan bambu runcing.
"Iya, aku serius. Nah sini kemarikan sendoknya!" pinta Indonesia dengan lembut. Akhirnya Netherland memberikan sendoknya kepada Indonesia. Dan Indonesia langsung menyuapi sesendok nasi dan soto ke mulut Netherland yang sejak tadi terbuka.
Netherland sangat senang, dia terharu atas kebaikan Indonesia. Sejak dia pergi dari tempat Indonesia, tidak ada yang pernah memperlakukan Netherland seperti ini. Dia sakit-pun tidak ada yang mengurus, adik-adiknya sibuk mengurusi kebutuhan masing-masing. Pantas saja dia terharu...
"Terimakasih ya, Nesia-chan..." kata Netherland sambil mengecup lembut bibir mungil Indonesia. Tapi kali ini Indonesia tidak menolak. Dia menerima begitu saja kecupan hangat dari Netherland.
"S-sama-sama Nethere..." sahut Indonesia sambil tersenyum manis dan blushing.
"Ik hou van jou, Nesi—"
Gubrak. Dan Netherland terjatuh.
"NETHERE! KAU TIDAK APA-APA?" panggil Indonesia.
"T-tidak apa-apa kok Nesia-chan. A-aku hanya sedikit pusing... Bisa kau ambilkan obat demam di kotak obat disana?" pinta Netherland.
"B-baiklah!"jawab Indonesia dengan panik. Karena panik, Indonesia jadi ceroboh, karena ceroboh, Indonesia jadi tidak sengaja menumpahkan teh tarik yang masih panas ke celana-nya Netherland.
"HUWAAAAH! PUANAAAAAS! Haduh, mateng dah 'telor' gua!" teriak Netherland karena kepanasan. Dia langsung segar kembali setelah disiram teh tarik panas oleh Indonesia. Gak jadi pingsan deh! YAY!
"Gyaaaah! Maafkan aku Nethere!" jerit Indonesia yang panik. Haduh Nesia-chan, kau ceroboh sekali sih...
"T-tidak apa-apa kok Nesia-chan. Kau kan tidak senga— HUWAAAAAH! BONEKA SAPI GUAAAA!" ucapan Netherland terputus dan digantikan oleh teriakan saat melihat boneka sapi-nya tergeletak tak bernyawa (?) dengan bekas siraman kuah soto.
"E-ehh... M-maafkan aku lagi ya Nethere!" ujar Indonesia sambil tersenyum (sok) innocent.
Netherland sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi walaupun itu adalah (mantan) Istrinya. Dia berteriak "SUDAH CUKUP! KAU TIDAK USAH MELAKUKAN APA-APA LAGI NESIA!"
Indonesia terdiam.
"Maafkan aku Nethere, aku tidak membantu ya? Kalau begitu selamat tinggal. Aku pulang dulu ya, masih ada banyak tugas yang harus kukerjakan..." kata Indonesia dengan nada sedih. Lalu gadis itu pulang dengan air mata yang menetes di kedua belah pelupuk matanya.
"E-eh? Nesia-chan, jangan pulang dulu! Aku tadi kelepasan ngomong... Maafkan aku," Panggil Netherland lalu memeluk Indonesia dari belakang. "Tadi aku belum selesai ngomong Nesia... Ik hou van jou."
Sedangkan Indonesia hanya tersenyum mendengar pernyataan dari mantan suaminya itu. "Aku cinta kamu, Netherland..."
Yak, 5 senti...
4 senti...
3 senti...
2 senti...
"BROEEER! AKU PULANG NIH, ADA OLEH-OLEH DARI OM-OM GANTENG YANG KETEMU AKU BARUSAN! KATANYA AKU CANTIK, JADI DIA LANGSUNG NGASIH AKU BUKET BUNGA MAWAR!" teriak Belgium tanpa memperdulikan bibir kakaknya yang sudah monyong-mongong minta dicium sama (mantan) Istrinya.
Netherland sudah tidak bisa menahan amarahnya lagi. Saking kesalnya, kepala Netherland langsung berubah menjadi merah. Lalu menjadi hijau setelah memakan scones buatan England. Ah, lalu kepalanya berubah merah lagi setelah ditabrak gajah-nya Thailand dan Lampung. Merah, maksudnya kepalanya bocor gitu... *Author dilempar granat*
"B-E-L-G-I-U-M... Kau mau mati kapan? Sekarang juga boleh kok!" tanya Netherland yang langsung dijawab oleh dirinya sendiri.
"Eh Broer, maap Broer aku kan gak tau kalo Broer lagi mau kisu-kisu sama Nesia-chan!" bela Belgium terhadap dirinya sendiri.
"EH? Emangnya siapa yang mau kisu-kisu? Aku?" tanya Indonesia dengan polosnya.
"Haduh Nesia-chan. Kau terlalu polos! Mengingat banyaknya video mesum di negaramu, kok personifikasinya kayak gini? Harusnya kayak France dong!" protes Netherland. Sedetik berikutnya, kepala Netherland sudah menggantung di tiang bendera. Sedangkan Belgium disuruh hormat ke arah bendera-kepala-Netherland.
Ternyata benar, gadis seimut dan sepolos apapun, kalau udah marah pasti jadi sadis.
To Be Continued
BGM: Meltdown, Rin Kagamine
Hola minna-san! Kembali lagi bersama saya, AUTHOR ABAL ABAD 21, NAZUNA-SAMA! *Krik.. Krik... Krik*
Lho, kok gak ada yang tepuk tangan ya? Ayolah, tepuk tangan dong! Nanti saya tebas satu-satu lho lehernya... *ngasah pedang* (BLACK NAZUNA MODE: ON)
Ngomong-ngomong kaki saya masih sekarat. (Gak ada yang nanya)
Ah iya, pada chapter ini kita kedatangan tamu. Yaitu Alter-ego saya, BLACK-CHAN! XD
Black: Ah norak kau. Jangan lebay kenapa? Oh iya, mana trotoar laknat yang melukai kakimu? Biar kulempar granat.
Nazu: Ayolah Black-chan! Jarang-jarang kan kau bisa muncul di fanfic? Makanya senyum dong!
Black: Cih, iya aku tau kalo aku gak terkenal... *pundung di pojokan sambil ngasah pedang*
Nazu: Haduh Black-chan. Jangan marah dong! Nanti aku nangis nih!
Black: E-eh? Jangan nangis dong Nazu... Maafkan aku!
Nazu: Ah iya, Black-chan ini cuman nurut sama saya lho! Kalo sama yang lain dia pasti berontak, nebas orang pake pedang, kalo nggak dia ngutuk-ngutuk orang biar mampus! Dia juga suka ngelempar granat kalo lagi marah, terus over-protective sama saya. Ah iya, dia juga nurut sama seseorang... *ngelirik seseorang*
Black: JANGAN BUKA AIB GUA... -deathglare-
Nazu: HUWEEEH, BLACK-CHAN JAHAT! PELOTOTIN AKU! -nangis-
Black: A-ah! Iya deh, maafkan aku Nazu. Jangan nangis ya?
Oh iya, minna-san! JANGAN LUPA REVIEW YA!
Black-chan: Yang gak review bakalan kutebas jadi sama rata 5 bagian...
