Please Don't Say Chapter 2

.

.

Malam ini sangat berbeda. Tepat di depan ranjang, Chanyeol dan Baekhyun bisa melihat keindahan dinding kaca yang menampakkan jalanan kota. Kedua insan itu kemudian merebahkan tubuh mereka di ranjang. Ranjang hotel yang berukuran king size, yang sengaja Chanyeol pilih.

Ya.. Chanyeol dan Baekhyun benar-benar sangat lelah. Bagaimana tidak, pagi-pagi sekali Chanyeol sudah mengajak Baekhyun untuk berangkat dari Korea-Inggris untuk urusan bisnis.

Mungkin konyol, karena Chanyeol dan Baekhyun malah asyik memilih berlovey-dovey di pesawat ketimbang istirahat.

Alhasil sesampainya di hotel mereka langsung memilih beristirahat seperti ini.

"Ah lelahnya hari ini.. Chan apa kau ingin sesuatu?", Baekhyun memandang Chanyeol yang sepertinya mengantuk.

"Tidak ada Baek. Sepertinya kita tidur benar-benar lelah."

Baekhyun mengangguk,"Baiklah tapi sepertinya kita butuh mandi".

Baekhyun kemudian beranjak dari ranjang dan mencari sesuatu di kopernya.

"Aku juga ingin mandi"

Baekhyun melirik Chanyeol sebentar kemudian mengangguk pelan.

"Okay Chan.. kau masuk ke kamar mandi duluan, aku menyiapkan pakaian terlebih dahulu", ucap Baekhyun dengan senyuman.

Chanyeol pun beranjak dari ranjangnya. Kemudian mengisi bathup dengan air hangat.

.

.

"Kita mandi di bathup?", tanya Baekhyun yang sepertinya sudah memakai handuk baju.

"Kenapa? Kau keberatan? Kita bisa saling memijat bukan?"

Baekhyun tertawa hambar. Tapi gerakannya seolah menginginkan lebih. Baekhyun membuka handuknya dengan gerakan sensual -di mata Chanyeol.

Chanyeol benar-benar ternganga ketika Baekhyun menampakkan tubuh indahnya. Astaga bahkan sedikitpun tidak ada cacat di kulit putihnya.

"Aku suka mandi di bathup. Dan sepertinya kita belum pernah mandi bersama di bathup Chan."

Chanyeol menyeringai ke arah Baekhyun. Memang hubungan mereka terlihat sedikit kaku seperti ini. Tidak ada panggilan sayang. Mereka hanya melakukan apa yang mereka inginkan selagi itu membuat hati senang.

Baekhyun memasukkan tubuhnya ke bathup diikuti oleh Chanyeol yang sudah sama-sama telanjang.

Mereka saling menghadap dan berpandangan. Pandangan itu semakin kaku.

Baekhyun mencoba mencairkan suasana.

"Aku pernah berpikir akan melakukan ini dengan Kris nantinya.", kekeh Baekhyun.

Hening. Chanyeol bungkam dan pura-pura tidak mendengar Baekhyun. Dia mendongak dan memejamkan matanya.

"Kya.. apa kau tidak mendengarku Chan?", teriak Baekhyun.

Sebuah gerakan kecil membuat Chanyeol refleks membuka mata. Dia melihat Baekhyun memanyunkan bibir.

"Aku mendengar. Kau ingin seperti ini dengan Kris? Kuharap itu terjadi.", ucap Chanyeol pelan.

Baekhyun tersenyum jail.

"Eoh, jangan katakan kalau kau cemburu. Aku hanya bercanda Chan. come on jangan merusak moodku dengan wajah datarmu itu. Akhir-akhir ini kau sangat ketus."

"Aku sama sekali tidak cemburu. Aku tahu itu hanya bercanda. Dan satu lagi aku hanya bosan mendengar ocehanmu tentang Kris.", Ucap Chanyeol dengan nada penekanan.

"Oh begitu. Berbaliklah!"

Baekhyun mengedipkan matanya.

"Berbalik untuk apa?"

"Aigoo berbalik saja jangan banyak bertanya Channie"

Chanyeol segera berbalik. Tiba-tiba Chanyeol merasakan tangan lembut nan mulus Baekhyun memijat bahunya. Disertai dengan elusan elusan saat Baekhyun juga menyabuninya.

Rasa lelah Chanyeol seakan sirna. Rasa kesalnya juga berubah menjadi gairah. Baekhyun selalu bisa membuat moodnya naik-turun.

.

.

.

Kris hanyalah sahabat dekat Baekhyun. Sejak kecil Baekhyun dan Kris sering bersama hingga banyak orang yang mengira mereka adalah sepasang kekasih. Begitupula dengan Chanyeol, Chanyeol mengira Baekhyun itu memiliki hubungan istimewa dengan Kris. Tetapi akhirnya Baekhyun menjelaskan mereka hanya berteman. Tidak lebih.

Bahkan sebenarnya Baekhyun hanya memanfaatkan keadaan sekedar untuk memanas-manasi Chanyeol.

Chanyeol memang mengenal Kris, teman kuliahnya dulu di Kanada. Mereka rival sejati.

Baekhyun senyum-senyum sendiri mengingat wajah kesal Chanyeol kalau sudah menyangkut Kris.

Ugh rasanya Baekhyun ingin sekali mencium Chanyeol saat hal itu terjadi.

.

.

Sudah pukul enam pagi, Chanyeol terlihat ogah-ogahan di ranjang sedangkan Baekhyun memainkan smartphone kesayangannya- seperti biasa.

"hhh.", desah Chanyeol ketika Baekhyun tak sengaja menyenggol tubuhnya.

Mata Chanyeol perlahan membuka dan melihat Baekhyun yang sedang sibuk.

"Hmm kau sudah bangun, bagaimana tidurmu Chan?", bisik Baekhyun dengan nada menggoda.

Chanyeol menggumam. "hmm.. Tidak terlalu menyenangkan karena kau tidak memberiku morning kiss"

Tangan Baekhyun terulur mengelus rambut Chanyeol yang sedikit berantakan. Sedikit terkekeh nendengar penuturan Chanyeol.

"Tsk, apa kau akan tetap melakukan kebiasaan pagimu Chan? Baiklah aku akan memberimu morning kiss tapi kau harus bangun sekarang", tanya Baekhyun melirik Chanyeol.

Chanyeol kembali menggumam. Baekhyun kemudian mengambil posisi duduk dan meletakkan kepala Chanyeol di pahanya.

Rasanya sangat berbeda jika melakukannya di Hotel seperti ini. Apalagi ditambah suasana hotel yang begitu romantis- layaknya kamar pengantin baru.

Chanyeol masih mengantuk tapi tak mau menyia-nyiakan waktu berhubung hari ini jadwalnya sangat padat.

"Aku rasa tenagaku bisa pulih bila melakukan ini hehe", kekeh Chanyeol.

Diraihnya kancing atas Baekhyun dan membukanya perlahan. Baekhyun hanya diam menikmati pekerjaan Chanyeol.

Sampai kancing terakhir Baekhyun hanya diam membiarkan Chanyeol melakukannya sesuka hati.

Nampaklah dua bongkahan padat milik Baekhyun yang dibungkus bra pink yang menggoda. Bahkan terlihat payudara Baekhyun menyembul.

Chanyeol membuka bra Baekhyun asal. Tak sabar sepertinya.

Sedangkan Baekhyun membantu Chanyeol membuka branya.

Terpampang jelas di depan Chanyeol puting payudara Baekhyun yang berisi itu menegang. Sepertinya Baekhyun juga tidak sabaran.

Chanyeol menempatkan posisinya berbaring di paha Baekhyun mengadah ke atas menikmati pemandangan yang sangat luar biasa. Payudara menggantung milik Baekhyun dan tentunya wajah cantik dan sexy Baekhyun.

Pagi ini mereka akan melakukan sport harian. Biasanya Chanyeol menamainya dengan "Menyusu harian".

Baekhyun memijat payudaranya pelan dan perlahan memasukkannya ke mulut Chanyeol. Merasakan sensasi panas saat Mulut Chanyeol yang hangat menyentuh puting miliknya.

Tangan Chanyeol pun tak tinggal diam. Dia mengarahkan tangannya ke payudara Baekhyun yang satunya. Sedikit meremas dan membuat Baekhyun bergelinjang.

"Akhh ahh ssh", Baekhyun mendesah tatkala Chanyeol menghisap putingnya. Menghisap seperti bayi yang kehausan.

"Faster.. err.. ahh shh", rengek Baekhyun kemudian Chanyeol menuruti.

Nyot.. nyot nyot.. Baekhyun membungkuk memudahkan Chanyeol menyusu. Sesekali tangan lentiknya memijit Payudaranya berharap susu keluar. Chanyeol mengemut putih Baekhyun dengan tempo cepat.

Rutinitas pagi ini yang biasanya membuat Chanyeol selalu terlambat karena ujung-ujungnya adiknya akan memohon minta dipuaskan.

Ntah setan apa yang merasuki otak Chanyeol, dia selalu tidak bisa menahan hasrat dan horny jika sudah seperti ini.

Sudah hampir 15 menit Chanyeol menyusu dan akhirnya Baekhyun mencabut putingnya.

"Aku rasa sudah cukup Bayi besar."

Chanyeol terengah-engah dan mengambil nafas dan mengarahkan pandangannya ke Baekhyun.

"Duduklah Chan. Sudah cukup"

Chanyeol mengambil posisi duduk. Memandangi keringat yang membasahi dada Baehyun. Terlihat sexy dan hot secara bersamaan.

"Hhh aku masih haus Baek. Tak bisakah sedikit lagi?", tanya Chanyeol mengarahkan tangannya kembali ke payudara Baekhyun.

"Ung cukup ne.. Ntah kenapa aku merasa lelah. Aku janji nanti malam.", Baekhyun meraih tangan Chanyeol.

Seolah mengerti Chanyeol mengangguk pasrah tapi sedikit kecewa.

"Berbaliklah aku akan mengaitkan bramu", ucap Chanyeol.

Baekhyun berbalik. Akhirnya Chanyeol membantu Baekhyun mengenakan branya kembali.

Setelah terpasang Chanyeol kembali menangkup Payudara Baekhyun dari belakang.

Ugh rasanya Baekhyun ingin meloloskan desahannya saat Chanyeol meremas sedikit.

Walau merasa tidak enak badan, Baekhyun sangat tidak bisa menahan sentuhan Chanyeol yang bagaikan candu baginya.

Namun tiba-tiba suara bel pintu kamar mereka terdengar.

"Ck.. Menggangu saja.", lirih Chanyeol.

"Aku akan membuka pintu. Kau mandi sana, maafkan aku tak membuatmu puas.", balas Baekhyun sembari mencium bibir Chanyeol sekilas.

Setelah kepergian Baekhyun, Chanyeol mengusap bibirnya. Ini pertama kalinya Baekhyun mau menciumnya duluan. Rasanya jantung Chanyeol ingin melompat sekarang.

.

.

.

Baekhyun menyambut ramah pelayan hotel yang meletakkan sarapan mereka. Sedikit bersyukur sudah mengganggu kegiatan "panas" mereka.

Setelah sang pelayan pamit, Ntah kenapa Baekhyun merasa sangat mual dan pusing. Makanan pagi yang menggiurkan itu pun tidak menggugah seleranya. Ntah apa yang terjadi.

Tubuh Baekhyun pun sedikit limbung membuat Baekhyun hampir saja terhuyung ke lantai.

Greepp.. Chanyeol menangkap tubuh mungil Baekhyun.

"Astaga Baekhyun kau kenapa?"

Chanyeol memasang wajah khawatirnya. Kemudian Chanyeol membawa Baekhyun ke kamar, membaringkannya.

"Gwaenchana?", tanya Chanyeol.

Baekhyun menggeleng lemah. Rasanya pusing sekali hingga untuk menjawab Chanyeol pun sulit

"Kita akan ke rumah sakit. Kau pucat Baek.. Ya tuhan."

Chanyeol mengusap kepala Baekhyun. Padahal bangun pagi tadi Baekhyun masih keliatan sehat bahkan masih sempat 'menyusu.i' Chanyeol.

"Gwaenchana yeol. Aku sudah biasa seperti ini. Biasanya sebentar saja sudah pulih kok", lirih Baekhyun berusaha tersenyum.

"Karena sudah biasa makanya aku khawatir. Selama ini kau keras kepala tak mau periksa ke dokter. Ah ya.. Aku lupa"

Chanyeol menepuk jidatnya. Dia baru sadar Kyungsoo berada di Inggris beberapa tahun ini.

Kyungsoo adalah teman Chanyeol, tepatnya mantan kekasih Chanyeol. Kyungsoo adalah seorang dokter.

"Tunggu sebentar. Aku akan menelpon seseorang."

Baekhyun mengangguk. Rasa mualnya semakin parah hingga Baekhyun memutuskan untuk memejamkan matanya. Berusaha tertidur.

.

.

"Yeoboseyo Chanyeol, ada apa kau tiba-tiba menghubungiku?"

"Ah Kyungsoo kau sedang berada di mana? Bisakah kau datang ke sini?"

Disebrang sana Kyungsoo mengernyit. "Kau gila. Aku berada di Inggris pabo."

Astaga saking 'sibuknya' Chanyeol bahkan lupa mengabari Kyungsoo tentang keberangkatannya kemarin.

"Ah yaa.. Maaf aku lupa mengabari. Aku sedang berada di Inggris. Ada.."

"Apaaa? Serius chan kau berada di Inggris?"

"-Urusan bisnis"

"Kau jahat Chan tidak mengabari. Tadi kau menyuruhku ke sana? Ada apa? Kau merindukanku?"

Chanyeol terkekeh. Kyungsoo tidak pernah berubah, pikirnya.

"Kau percaya diri sekali. Astaga Kyung .. Aku tak ingin berbasa-basi kuharap kau segera datang membawa perlengkapan medismu sekarang. Aku butuh bantuan."

"Chan.. Kenapa? Apa kau sakit? aigo...Baiklah. Kau berada di mana?

Setelah menjelaskan posisinya kepada Kyungsoo, Chanyeol kembali mengecek keadaan Baekhyun.

Ternyata Baekhyun telah tertidur. Bahkan walaupun berwajah pucat, Baekhyun teteplah seperti malaikat yang turun dari langit- menurut Chanyeol.

.

.

TBC

Pendek? maaf karena memang ff ini ga bisa panjang-panjang karena chan ngetiknya di hp. Laptop lagi rusak hadeh #curcol.

btw nih FF emang rada aneh dan gaje. itu karna chan masih pemula dan amatir dalam dunia perffan jadi maklum aja ya.

makasih ya udah review :)