Chapter 2

Buat yang udah review fanficku terima kasih ya ~

choikim1310: Terima kasih atas sarannya ya. Akan aku usahakan agar cerita ini terlihat beda dari yang terima kasih juga udah read and review. :)
hyunnie02: iya ini sudah update. terima kasih sudah read and review :)
muthiairzani1: iya terima kasih udah review dan juga terima kasih atas sarannya. :)

*Naruto POV*

Hari ini aku akan mengirim surat cintaku buat yang ke-1000 kalinya ke loker Sasuke. Aku harap kali ini Sasuke membaca suratku walaupun aku rasa ia agak mustahil mengingat bahawa masih ada banyak lagi pelajar perempuan yang mengirim surat cinta mereka pada Sasuke. Hmm tiba-tiba aku merasa tidak punya kesempatan. Yoshh ! Semangat Naruto ! Kau itukan tidak pernah putus asa. Masa baru segini udah lemah. Apa jadinya dengan cinta yang kau kejar sepanjang tiga tahun ini. Mungkin surat yang ke-1000 ini akan membuat Sasuke tertarik dengan ku karena aku kan udah tulis kata-kata yang terbaik hehe. Ayo semangat ! Setelah menyemangati diri aku pun mencari Ino dan TenTen di kelas agar mereka mau menepati janji mereka iaitu temani aku ke lokernya Sasuke.

"Ino ! TenTen" jeritku dengan semangat pada mereka berdua.

"Eh Naruto ? Kok masuk kelas awal ya ? Nggak pernah-pernah loh~Bukannya kamu itu selalu tidur di taman sekolah dulu ya baru ke mari ? Haha" kata Ino dengan ketawa yang membuatku sebal.

"Ih terserah aku deh, yang penting kalian harus temani aku ke loker Sasuke SEKARANG !" kataku dengan nada perintah.

"Iya iya kita tau kok nggak usah diingatkan" kata Ino lagi.

"Naruto, kenapa ya setiap kali kamu ingin mengirim surat ke Sasuke kamu pasti ajak ditemani kan cuma letak ke lokernya doang" tanya TenTen kepadaku.

"Itu...itu urmmm itu kerana aku nggak mau ketahuan Sasuke kalau aku meletakkan surat cinta di lokernya" aku menjawab pertanyaan TenTen sambil memainkan jariku.

"Kok gitu ? Apa kaitannya dengan kita berdua ?" ini Ino yang bertanya.

"Aku kan bisa nyuruh kalian yang meletakkan suratku heheh" jawabku sambil nyengir polos.

"ADUH NARU-CHAN KAMU ITU MENYEBALKAN YA MASA KAMU MANFAATIN KITA ! NGGAK BISA DITERIMA !" kata Ino dan TenTen serentak sambil mencubit pipi chubbyku.

"Pantas aja setiap kali kalau kamu sudah sampai diloker Sasuke kamu selalu aja suruh kita yang meletakkan surat kamu itu. Jadi itu tujuanmu ? aishh" kata TenTen.

"HEHE GOMEN ! Tapi hari ini aku sendiri yang akan meletakkan surat cintaku ini kok. Kalian cuma perlu temani aku. Ya ya ya ya ?" aku mengeluarkan jurus puppy-eyes-no-jutsu ku mereka pasti nggak bisa nolak.

"Iya iya lagian kita berdua kan sudah janji akan temani kamu" tuhkan mereka nggak bisa nolak kataku dlm hati. khukhukhu.

"Ayo ayo sebelum Sasuke datang dan aku bisa ketahuan kalau dia melihatku" aku menyeret kedua sahabatku di lengan kiri dan kananku.

SasuNaru Fanfiction

Present:

Playful Kiss SasuNaru Version by Ariel Leo

Humor and Romance

Rated T

AU, Yaoi,BL and lot of typo

*Normal POV*

Naruto,Ino dan TenTen pun berjalan menuju ke ruang loker disekolah mereka. Ino dan TenTen bersembunyi di belakang tembok yang berdekatan dengan ruang loker untuk mengawasi siswa siswi yang berkemungkinan berjalan di sekitar ruang loker manakala Naruto pula berjalan menuju ke loker Sasuke. Dengan jantung yang berdegup kencang, Naruto pun mula memasukkan surat cintanya ke dalam loker Sasuke melalui lubang yang terdapat di loker. Ketika Naruto hampir memasukkan surat cintanya dengan benar tiba-tiba terdengar jeritan dari fans Sasuke yang bermaksud Sasuke sudah datang ke sekolah. Naruto yang panik terus berlari ke arah teman-temannya tanpa tahu bahawa suratnya belum masuk sepenuhnya. Naruto bersembunyi disebalik dinding bersama TenTen dan Ino. Terlihat Sasuke yang mula berjalan ke arah lokernya. TenTen dan Ino terus mengawasi Sasuke manakala Naruto pula sudah tidak sanggup untuk melihat ke ruang loker. Setiba sahaja Sasuke di ruang lokernya surat Naruto pun jatuh tepat dibawah dihadapan kaki Sasuke. Sasuke yang melihat surat itu jatuh dibawah kakinya terus memungutnya dan melihat kiri dan kanan.

"Hey Naruto ! Suratnya jatuh tepat dibawahnya kaki Sasuke" kata TenTen.

"A-apa ?!" teriak Naruto sambil membelalakkan matanya.

"Iya dan dia juga memungutnya" kata Ino yang masih mengawasi Sasuke.

"Jadi ini bermakna Sasuke akan mengetahui kewujudanku" kata Naruto sambil berteriak lagi.

"Shhh Naruto pelankan suaramu bodoh, Sasuke mulai curiga tuh." TenTen membekap mulut Naruto.

"Mmmphhh...hhhepasshh" Naruto menarik tangan TenTen yang membekap mulutnya.

"Sasuke bawa pergi surat kamu Naruto" kata Ino.

"Uwahhh asik ! Ini bermakna Sasuke akan membalas suratku" kata Naruto antusias.

"Mungkin dehh" jawab Ino dan TenTen serentak.

"Kalian itu kalau ngomong itu selalu sama ya" Naruto cemberut. Manakala ditempat Sasuke.

'Surat apa ini ? Kenapa surat aneh ini ada di loker ku ? Warnanya orange lagi. Norak sekali' kata Sasuke dalam hatinya sambil membolak-balikkan surat yang berwarna norak itu.

"Yo Sasuke surat apa itu ?" tanya Shikamaru juga si genius sekolah yg suka tidur dan juga temannya Sasuke.

"Entah. Aku jumpa di lokerku" jawab Sasuke singkat.

"Baca aja mungkin itu surat cinta. Kau kan punya banyak fans jadi nggak heran deh" kata Shikamaru yang mula meletakkan kepalanya diatas meja untuk tidur.

"Hn" lalu Sasuke pun membuka surat itu.

Isi surat Naruto:

Dear my prince, Sasuke-Kun.
Aku adalah fans beratmu,
Ini adalah suratku yang ke-1000 untukmu.
Apa kau tahu bahawa aku sudah menyukaimu dari kelas satu SMA ?
Apa kau tahu bahawa aku sentiasa melihatmu ?
Pertama kali melihatmu aku sudah dibuat jatuh cinta oleh kamu,
You are clever and haensome
You make my heart doki-doki very fast
Setiap hari aku menulis surat untukmu tapi aku tahu kamu tak pernah membacanya satu pun.
Tapi tidak apa-apa aku tak akan putus asa sampai kau sadar tentang kewujudanku !
Plis read my letter just this one
I will be so hepi !
Tak reply juga nggak papa . No problem untukku.
Cuma berharap kau mulai menegurku sih hehe.
Ya sudah sampai disini aja, aku sudah hilang idea.
Goodbye, Sasuke-Kun.
The End,

Yang mencintaimu,
Namikaze-Uzumaki Naruto.

"Dobe" kata Sasuke setelah membaca surat itu.

"Apa yang dobe, Sasuke ?" tanya Shikamaru.

"Yang menulis surat ini dobe sekali" balas Sasuke.

"Benaran aja ? Sini aku baca" Shikamaru pun merampas surat cinta Naruto itu dari tangan Sasuke.

"Pfftttt puahahaha !" ketawa shikamaru tanpa bisa ditahan.

"Kau kenapa ?" tanya Sasuke.

"HAHAHAHAH suratnya lucu sekali Sasuke banyak banget kata-katanya yang salah. Inggrisnya buruk sekali. Pakai letak The End segala lagi. Hahahaha" ketawa Shikamaru sambil memegang perutnya.

"Iya aku sampai berfikir ingin membenarkan apa yang ditulisnya dan menyuruhnya baca semula" Sasuke berkata dengan wajah datar.

"Idea bagus" setuju Shikamaru.

"Hn".

"Ano bukankah Namizake-Uzumaki Naruto ini siswa manis berambut pirang dari kelas XII-F itu ?"
tanya Shikamaru.

"Hn" hanya itu jawaban Sasuke.

"Hahahah kau itu memang popular ya Sasuke. Anak kelas belakang aja bisa suka sama kamu" Shikamaru tertawa lagi. (Author: Shikamaru kau itu udah OOC tau !)

"Hn". (Author: Sasuke berapa kali kau mau "Hn" hah ? aishh)

"Ck mendokusei" setelah itu si rusa ini pun tidur semula.

Sasuke mengambil surat Naruto itu dan mulai membetulkan kesalahan-kesalahan yg ditulis Naruto. Tiba-tiba seorang gadis berambut merah muda menghampiri Sasuke, dia adalah Haruno Sakura.

"Sasuke-Kun, kamu lagi apa ?" tanya Sakura dengan suara genitnya.

"Bukan urusanmu Haruno" kata Sasuke tanpa memandang Sakura.

"Itu surat cinta ya ? Siapa yang berani-beraninya kasi ke kamu ?" tanya Sakura dengan nada tak suka apabila melihat surat yang dipegang Sasuke.

"Kan aku sudah bilang ini bukan urusanmu Sakura jadi jangan ganggu aku" kata Sasuke kali ini lebih dingin.

"Ish Sasuke menyebalkan" Sakura menghentak-hentakkan kakinya sambil berjalan ke tempat duduknya dan kemudian mula membuka komputernya untuk mengulang kaji.

Maklum kelas anak pintar pasti spesial dehh tidak seperti kelas-kelas lain.

*Naruto POV *

Huwaaa aku senang sekali Sasuke mau mengambil suratku ! Aku harap dia mulai menyadari kewujudanku. Mungkin hari ini akan menjadi hari yang baik untukku.

"Yahooo!" kataku sambil berteriak.

"Naruto ! Kamu gila ya ? Ngapain teriak-teriak ? pasti kamu nggak fokus dengan apa yang saya ajarkan di depan ?" marah Iruka sensei.

'Aduh mampus aku. Tipu aja deh' kataku dalam hati.

"Eh nggak ! Aku fokus kok !" kataku dengan yakin padahal lagi gelisah.

"Kalau begitu jawab soalan matematika yang kuberikan di depan !" Iruka sensei menunjukkan papan tulisnya di depan.

"Aku..urmm aku.." kataku gagap.

"Kamu apa Naruto ?!" teriak Iruka sensei.

"Aku nggak tahu jawapannya" jawabku terkejut mendengar teriakan Iruka sensei.

"Sudah kuduga, sekarang kamu keluar dari kelas ku sekarang juga" Iruka sensei menunjuk ke arah pintu keluar.

"Tapi sensei sebentar lagi jam istirahat" kataku berkilah.

"Okay ya sudah. Hari ini kamu selamat. Ingat jika berlaku lagi kamu nggak akan bisa lepas dari hukuman" kata Iruka Sensei dengan wajah evilnya.

"Ha'i sensei !" aku menganggukkan kepalaku. Iruka Sensei menyebalkan. Pantas aja nggak ada yang mau. Upsss...

"Kau kenapa Naruto ?" tanya TenTen.

"Nggak ada apa-apa kok, cuma senang aja" jawabku sambil nyengir.

"Ya sudah" kemudian TenTen pun mulai fokus pada Iruka sensei kembali.

Hehe kalian pasti mau taukan kenapa kelas kami yang terkenal buruk ini bisa sefokus ini di dalam kelas. Itu kerana Iruka Sensei iaitu wali kelas kami sudah tidak bisa bertoleransi dengan sikap kami dan juga gred kami yang sangat buruk. Dia juga sudah di-cap sebagai guru yang buruk dalam mengajar tahun lalu dan karena itu tahun ini dia memutuskan menjadi guru yang tegas dan tidak bertolak ansur sesama kami lagi terlebih lagi ini adalah tahun terakhir kami. Huh jadi nggak seru dehh. (Author: Duh pantasan aja kalian itu dobe semua, kerjanya main terus) (Kls XII-F: DIAMMM !) (Author: ;;;;;)

*Normal POV*

Naruto dan teman-temannya terus berlari keluar kelas setelah bel istirahat berbunyi Iruka sensei juga tidak sempat mengucapkan apa kerana murid-muridnya sudah berhamburan semua. Terlihat twitch merah di dahinya menunjukkan dia sedang menahan kesabarannya melihat tingkah muridnya yang keterlaluan itu.

"Kasihan sekali ya kamu Iruka sensei harus bersabar punya murid yang tidak tahu sopan santun" kata Kakashi iaitu wali kelas XII-A.

"Erghh DIAM KAKASHI SENSEI !" kata Iruka yang mulai hilang kesabarannya.

"Hahahaha" Kakashi berlalu sambil ketawa mengejek.

Naruto,Ino dan TenTen pergi ke cafetaria bersama tapi Naruto terpaksa berhenti kerana tiba-tiba dia ingin pergi ke toilet.

"Ino,TenTen kalian pergi dulu. Aduh~ aku kebelet pipis ni" kata Naruto sambil menahan-nahan selangkangannya.

"Iya,iya. Nanti cari kita dimeja biasa ya" kata Ino.

"Okay" lalu Naruto lari ke tandas dgn tergesa-gesa.

Selepas 5 minit di toilet Naruto pun berjalan menuju ke Cafe. Ketika dia hampir sampai ke Cafeteria dia terlihat Sakura yang sedang berada di Vending Machine untuk membeli air.

"Kok Sakura bengong aja ? Ada apa ya ?" lalu Naruto pun menghampiri Sakura.

"Ano..urmm kamu kenapa ?" tanya Naruto.

"Itu..Aku beli airnya tapi nggak kunjung keluar air kalengnya" kata Sakura.

"Oh. Vending machine ini memang seperti ini. Yaudah aku bantu" Naruto pun mulai membuka langkah ala ninjanya dan..

"HIYAHHHH !" lalu dia pun menendang vending machine itu.

"KLENG !" bunyi kaleng air yang keluar dari vending machine. "YATTAAAA ! UDAH KELUAR AIR KALENGNYA SAKURA" Naruto memandang Sakura dan ternyata ada Sasuke dengan wajah datarnya dan Shikamaru yang melopong melihat apa yang dilakukan Naruto.

Naruto yang melihat Sasuke terus saja menjerit "KYAAAAAA ! AKU MALUU !"

Sasuke lalu menghampiri Naruto lalu berkata "Hn. Dobe. Kamu itu memang Dobe ya ?" lalu Sasuke pun menyeringai.

"APAAA ?!" teriak Naruto.

"Dobe" kata Sasuke sambil berlalu ke kafeteria.

–TBC-

UPDATE !
Aku nggak tahu bagaimana bikin surat cinta yang lucu ! (;A;)
Gomen blum ada momentnya SasuNaru tapi aku harap kalian suka sama chapter ini. :)
Ada pair baru ni~ KAKAIRU !