Author : Fafasoo202 / Flowerdyo
Title : Code Mate
Genre : Fantasy, Romance, Drama, Humor
Rated : (T)au deh,,
Lenght : Chaptered
Disclaimer : No Plagiat! BIG NO!
Main Cast : KaiSoo
Other Cast : Other member EXO, etc..
.
.
.
WARNING!
YAOI!
TYPO's
Don't Like! Don't Read!
No Siders...
.
.
.
.
Summary : Kisah seorang Kim Jongin yang terus menjomblo dan perjalanan hidupnya dengan berbekal ilmu 'sihir' turun temurun yang diwarisinya, berakhir dengan pertemuan jodohnya. Hidup penuh misteri nan indah...
.
.
.
Happy Reading! (^-^)/
.
.
'Faflow Present'
.
.
.
Kai tidak peduli dengan siapapun disini, dia tidak mau mencari masalah dengan siapapun apalagi dengan si Kyungsoo itu, hanya membuang-buang waktunya saja. Kai tidak ingin terlibat lebih jauh dengan dunia pertemanan karena alasan sesungguhnya Dia kabur ke korea bukan hanya karena menghindar dari Ibunya, itu hanya dijadikan sebagai alasan pada Ayahnya agar mendapat ijin ke korea. Sebenarnya Kai disini karena ingin mencari sesuatu yang selama ini tidak dimengerti olehnya, yaitu kenapa jika dirinya memandang orang lebih dari 5 detik maka dikepala orang tersebut akan muncul symbol-symbol yang aneh tanpa ia tahu artinya dan hanya Ia yang dapat melihat symbol-symbol itu.
Contohnya seperti sekarang. Kai tidak melepaskan tatapannya dari Kyungsoo beberapa detik, dan detik kelima samar-samar mulai terlihat symbol berbentuk abstrak warna warni dan di dalamnya terdapat angka 325563.
Kai sudah berencana akan menanyakan hal itu pada kakeknya nanti. Dulu sewaktu Kai berumur 8 tahun, Ia pernah menanyakan hal ini pada Ayahnya namun Ayahnya malah mengira Kai sedang tidak enak badan jadi menurutnya Kai hanya berhalusinasi saja, lalu sewaktu Kai bertanya pada kakeknya, kakeknya berjanji akan menjelaskan semuanya pada Kai jika Ia sudah dewasa, dan sekarang, menurut Kai, dia sudah dewasa, maka sekaranglah saat yang tepat untuk mengetahui semuanya.
-Code Mate-
.
.
Chapter 2
Dua namja berbeda style dan kepribadian sedang duduk bersama dan mereka menjadi sorotan banyak pasang mata penghuni Kantin Sunhwa Art High School. Satu namja yang terkenal arogan, galak dan sombong sedang melahap makan siangnya tanpa peduli keadaan sekitar, sedangkan disebelahnya namja yang biasa saja dan lebih dikenal dengan julukan sicupu Taehyung sedang duduk tak nyaman karena merasakan pandangan orang-orang terhadapnya.
Beragam ekspresi pandangan dapat Taehyung rasakan, ada yang memandangnya iri dan tidak suka, ada yang memandangnya heran dan aneh, ada juga yang memandangnya dengan tatapan miris kasihan. Taehyung jadi gugup, dia tidak pernah menjadi seorang yang begitu di perhatikan oleh banyak orang, dan sampai saat ini orang-orang itu masih saja mencuri pandang ke arahnya, ah lebih tepatnya ke arah dirinya dan Kyungsoo.
"A-ano..emm . . ." Taehyung menggantung ucapannya, Ia takut berbicara pada Kyungsoo, dan lidahnya mendadak kaku.
Taehyung mengutuk dirinya sendiri karena nyalinya yang sangat kecil jika berhadapan dengan Kyungsoo, Taehyung hanya ingin mengucapkan terimakasih karena berkat Kyungsoo Ia bisa belajar dengan tenang tanpa terhalang kepala Chanyeol, dan juga Ia ingin mengatakan jika Ia ingin pamit ke kelas duluan karena sudah tak tahan lagi menjadi objek pandangan seluruh penghuni kantin, namun Taehyung hanya bisa menghembuskan nafasnya lelah, Ia lelah pada dirinya sendiri yang sangat pecundang dan tidak berani mengganggu acara makan siang Kyungsoo.
'TRAK'
Taehyung terlonjak kaget karena Kyungsoo tiba-tiba menyimpan sumpitnya di atas meja dengan hentakan sedikit keras. Tidak hanya Taehyung yang kaget, penghuni kantin yang sedang memerhatikan mereka pun ikut kaget lalu segera kembali pada kesibukannya masing-masing, mereka tidak ingin berurusan dengan seorang Do Kyungsoo, bisa gawat jika Kyungsoo memergoki mereka sedang menatapnya sejak tadi.
"Pergilah!" ucap kyungsoo tanpa memandang taehyung, ia mengambil ponsel di sakunya lalu menyentuh beberapa tombol. Dan Taehyung tentu saja tanpa pikir panjang langsung ngacir pergi meninggalkan Kyungsoo.
Baru beberapa detik setelah kepergian Taehyung, terlihat dua orang berpakaian jas hitam berlari kearah Kyungsoo.
"Tu..tuan,, hosh hosh. . ." ucap salah satu dari dua orang yang diketahui sebagai bodyguard yang juga merangkap sebagai asisten Kyungsoo dengan nafas tersengal sehabis berlari.
"Baru saja aku akan menelpon kalian" ucap Kyungsoo datar yang lalu memasukan kembali ponselnya kedalam saku.
"Maaf Tuan, jalanan sangat macet, ini pesanan anda" ucap salah satu pria berjas itu menyodorkan sekotak pizza berukuran sedang kepada Kyungsoo.
Kyungsoo tidak menjawab, Ia beranjak dari duduknya lalu membawa kotak pizza itu dan membuangnya begitu saja ke tempat sampah terdekat.
Tidakkah Kyungsoo tahu jika kedua bodyguardnya membeli sekotak pizza itu dengan usaha yang... yah lumayan menguras tenaga, mereka harus meninggalkan mobil di parkiran rumah sakit karena jalanan macet dan berlarian menuju pizzahut yang jaraknya sangat tidak dekat, belum lagi harus mengantri panjang karena memang jamnya makan siang dan tempat makanan cepat saji seperti itu akan ramai oleh orang-orang yang lapar. Dan Kyungsoo sudah pasti tidak akan peduli dengan semua itu.
Kyungsoo pergi meninggalkan kantin, dua bodyguard Kyungsoo pun tidak berkomentar dan tidak bereaksi apa-apa atas sikap Tuannya, mereka nampaknya sudah biasa dengan tabiat Tuannya tersebut, dan mereka tetap dengan setia mengikuti langkah Kyungsoo dari belakang.
Sementara itu tanpa readersnim sadari ada sepasang mata dari namja Tan yang setia menatap Kyungsoo dari awal Ia masuk hingga Ia keluar dari kantin, "ck dasar sombong" gumam orang itu yang tak lain adalah Kai.
.
-Code Mate-
.
Kai sekarang berada di dalam apartemennya, hanya terdapat satu kamar yang diisi satu single bed, satu dapur, satu kamar mandi dan satu ruangan yang merangkap sebagai ruang tv dan ruang tamu, apartemen yang tidak terlalu besar namun nyaman untuk ia tinggali sendiri... itu pesannya pada sang Ayah sebelum pergi ke korea dan sekarang Kai tinggal di apartemen yang sesuai dengan pesanannya itu.
'kriukk~ kruk~
"Aigoo,, kau lapar eoh?" Tanya Kai pada perutnya sendiri, Kai melirik jam dinding yang menggantung di ruang tv apartemennya, sudah jam 7 malam sudah waktunya makan pikir Kai.
Kai melangkahkan kakinya ke dapur lalu membuka kulkas dengan tidak sabar.
"Ck~ bodoh" gumamnya.
"Tentu saja kosong, Kai baboyaaa!" rutuknya sambil menutup pintu kulkas kembali,
Kai melangkahkan kakinya kembali ke ruang tengah lalu mengambil telepon yang terdapat pada meja kecil samping sofa.
"Hallo"
'Hallo, dengan Gangnam apartemen disini, ada yang bisa saya bantu' ucap seorang yeoja disebrang telepon sana.
"Apa kau tahu letak minimarket di dekat apartemen ini, aku lapar" curhat Kai tidak tahu malu.
'Di lantai dua apartemen terdapat swalayan tuan, anda bisa membeli kebutuhan anda disitu, atau anda bisa memesan makanan pada restoran di lantai dasar, saya akan menghubungkan teleponnya jika anda mau'
Kai tidak langsung menjawab, dia terlihat sedang berpikir.
'Tuan, Apa anda masih disitu?'
"Ah ya, maaf.. aku ingin beli diluar saja sekalian ingin jalan-jalan melihat lingkungan apartemen, bisa kau beritahu arah minimarket terdekat?"
'Tentu, jika anda keluar dari loby anda bisa mengambil langkah ke arah kiri dan kurang lebih 200meter anda akan nememukan minimarket'
"Geure, terimakasih informasinya"
'Sama-sama tuan, senang bisa membantu, jika Anda perlu apa-apa silahkan hubungi kami kembali'
"Okay.."
'Tukk' Kai menutup teleponnya lalu mengambil mantelnya dan bergegas menuju mini market untuk membeli nugget ayam kesukaannya.
Kai belum pernah menikmati kota seoul di malam hari. Kemarin malam ketika ia sampai di Korea langsung tidur dan dulu jika Ia mengunjungi korea hanya sehari saja tidak pernah bermalam dan itupun hanya sesekali, karena keluarganya yang di korea -lah yang lebih sering mengunjunginya di jepang dan berlibur dirumahnya.
Kai merapatkan mantelnya, Ia lupa jika ini sudah mulai memasuki musim dingin, tau begini aku pesan makanan di restoran apartemen saja, rutuknya dalam hati. Namun terlambat, Ia sudah melangkah jauh dari apartemen, lagipula menikmati malam hari di jalan gangnam tidaklah buruk, banyak lampu-lampu hias di pinggir jalan yang indah untuk dipandang.
Tiba-tiba Kai menemukan ide, Ia ingin menggoda Ibunya.
'Bagaimana kabar eomma ya, sekarang eomma pasti sedang marah-marah pada anak buahnya karena mereka belum menemukan anaknya yang tampan ini' ucap Kai dalam hati lalu ia terkekeh sendiri.
"Hemm sebelah mana ya enaknya?" ucap Kai pada dirinya sendiri, hati-hati dikira orang gila Kai /abaikan.
"Ah disana!" Kai menemukan batang pohon yang telah ditebang dan hanya menyisakan batang bawahnya saja yang bisa dijadikan kursi untuk duduk.
Kai mengatur timer kamera pada ponselnya lalu meletakan ponselnya yang telah Ia ganjal dengan dompet lipatnya di atas batang pohon tadi, kemudian Ia bergegas lari pada posisi arah kamera yang telah diaturnya lalu Kai pun berpose dengan menaruh telunjuk dan ibu jarinya dibawah dagu, dan tangan yang satunya melilit didepan diperutnya menumpu tangan yang satunya.
'Jepret'
"Ck norak"
'Suara siapa itu?' Kai menoleh cepat ke sampingnya dan ada kyungsoo yang sedang melipat tangannya. Kenapa si pendek ini jadi tinggi tanya kai dalam hati, lalu kai melihat ke bawah,
"Ahh,, pantas saja" gumam Kai yang lalu memalingkan wajahnya menahan tawa. Kai kira Kyungsoo berubah bertambah tinggi setelah Ia katai pendek di sekolah pagi tadi, ternyata Kyungsoo sedang menggunakan one wheel electric unicycle scooter (yang tidak tahu cari di google ya biar kebayang :D)
Tak lama dua bodyguard yang berlari mengikuti Kyungsoo sampai. Kasihan sepertinya hidup mereka hanya untuk berlari-lari mengejar Kyungsoo.
"Sedang apa kau disini?" tanya Kai galak pada Kyungsoo,
"Bukan urusanmu" kyungsoo membuang muka ke arah depan dan melanjutkan perjalannya dengan menggunakan alat berbentuk bulat tersebut, kedua tangannya masih berlipat manis di dadanya dengan dagu yang sedikit naik.
"Benar-benar sombong" ucap Kai.
"Tu~ tuan tunggu..." ucap salah satu bodyguard Kyungsoo, lalu mereka kembali berlari mengejar sang tuan.
Kai melangkahkan kaki untuk mengambil ponselnya dengan menggerutu tak jelas,
"Ish jinjaa!" ucap Kai kesal melihat hasil jepretan ponselnya yang ternyata terdapat Kyungsoo disampingnya dengan pose angkuh namun imut. Apa? imut? 'Ish kau sudah gila Kai dia itu tidak imut tapi amit' pikir Kai yang lalu menepuk-nepuk dahinya sendiri.
"yasudah, selfie saja lah" Kai mengangkat ponselnya tinggi-tinggi dengan pose V dan tersenyum manis.
"Chese~" *jepret*
"Wah imut, ini baru imut haha.." bangga Kai narsis lalu mengupload fotonya itu di account instagram miliknya, tidak lupa dengan caption 'Eomma.. temukan aku haha'
"Aku penasaran dengan reaksi eomma" ucap Kai masih dengan cengiran jahilnya.
"HUACHIMM"
"Ugh,, sepertinya aku akan terserang flu" Kai menggosok-gosok hidungnya dengan lengan mantelnya, Kai tidak membawa sapu tangan iuh.
"Ini pasti karena udaranya yang semakin dingin" ucapnya kemudian bergegas melanjutkan langkahnya menuju minimarket.
Sementara itu tanpa Kai ketahui, di negaranya tercinta Jepang, sang Ibu sedang meneriakan namanya marah "KAAAAIIIIIIIIII... dasar anak nakaaaaaaaaaallllll"
.
-Skip-
.
"Lagi-lagi dia" gumam kai pelan,
Setelah masuk ke dalam mini market, Kai melihat Kyungsoo sedang berdiri tak jauh dari kasir dengan posisi angkuh andalanya melipat tangan di dada dan matanya memerhatikan dua bodyguard setianya yang sedang kesana kemari mengambil barang-barang yang akan dibeli.
'Ck~ hidupnya selalu menyusahkan orang lain' ucap Kai dalam hati yang lalu mengambil keranjang dan siap mengambil makanan-makanan yang ia butuhkan untuk mengisi perutnya yang semakin keroncongan.
Kai mengambil banyak bahan-bahan masakan yang mudah ia masak, beberapa makanan ringan, minuman ringan dan barang-barang yang ia butuhkan seperti pengharum ruangan dan alat cukur. Setelah Ia rasa cukup, Ia lalu ikut mengantri di kasir,
'Satu.. dua.. tiga.. empat.. lima. Huft ke lima' gumam Kai yang berada di antrian kelima dan Kai lihat Kyungsoo berada paling depan sedang membayar pada kasir. Karena asik menghitung antrian tadi, jadi Kai tidak mendengar sesuatu.
"YEAAYY... HOREEE,,, ASIIKKK... YEHEAY .. TERIMAKASIH..TERIMAKASIH.. " seru orang-orang yang berada di depan Kai tiba-tiba.
'Mereka kenapa sih? sorak sorai mendadak seperti itu bikin kaget saja' ucap Kai dalam hati sambil memegang dadanya terkejut.
Kai heran kenapa orang-orang tidak membayar belanjaannya, mereka nampak kegirangan yang lalu keluar minimarket dan menghampiri Kyungsoo yang masih berdiri ditemani belanjaannya dan seorang bodyguard, orang-orang itu lalu membungkuk pada Kyungsoo. Dan Kai lihat Kyungsoo pun ikut membalas membungkuk tetapi dengan ekspresi datarnya, ck dasar orang itu pikir Kai.
'pipp,, pipp,, pipp' suara deteksi harga pada kasir yang sedang menscan belanjaannya menyadarkan kai yang sejak tadi asik memerhatikan kyungsoo diluar minimarket.
Kai membuka dompetnya akan mengambil beberapa lembar uang, namun kasir itu terlihat menggesekan black card pada alatnya. Seingatnya ia tidak punya black card? tentu saja black card hanya ada di korea dan itupun hanya 5% saja yang memilikinya. Jika di jepang itu seperti golden card dan tidak mungkin Kai menggunakan goldencardnya disini.
"Terimakasih, silahkan datang kembali" ucap kasir dengan memberikan belanjaan pada Kai, Kai pun cengo.
"Aku kan belum bayar" ucap Kai menyimpan kembali belanjaannya pada meja kasir.
"Kau tidak tahu?" tanya si kasir.
"Tahu apa?" Kai malah balik bertanya.
"Semua yang belanja disini akan dibayar olehnya selama ia menunggu supir menjemputnya" jelas si kasir sambil menunjuk ke arah Kyungsoo.
"Aish,, aku bisa bayar sendiri" ucap Kai kesal
"Maaf tapi aku sudah terlanjur menggunakan black cardnya, jika kau mau bayar, langsung bayar saja padanya, semua belanjaanmu senilai 200rb won" ucap si kasir dengan memberikan kembali belanjaan pada kai. Dan Kai mengambil belanjaannya dengan kesal lalu ia melangkahkan kakinya ke arah Kyungsoo.
"Hey pendek!" panggil Kai, Kyungsoo melihat kearahnya tidak suka.
"Aku,, tidak,, pendek!" ucap kyungsoo penuh penekanan
"Terserahlah jika kau tidak mengakuinya" Kai mencibir dan Kyungsoo bersiap akan meledak, sementara itu bodyguard yang melihat tuannya siap meledak pun segera berpikir.
"Aku tidak ingin kau bayar, aku bisa bayar sendiri" bentak kai
"Dasar sombong, orang lain meskipun bisa membayarnya sendiri tetapi akan senang apabila ada yang membayarkan belanjaan mereka" jelas Kyungsoo dengan sorot mata tajamnya.
Kai mengernyitkan dahinya, 'Huh? Sombong? orang ini butuh kaca' batin Kai.
"Itu kan orang lain, aku berbeda! Aku tidak ingin berhutang padamu" ucap Kai yang lalu mengambil dompetnya mengambil beberapa uangnya.
"Aku tidak menghutangkannya!" bentak Kyungsoo merasa tersinggung.
"tu,, tuan,, ma,,maaf mengganggu sebentar" tiba-tiba saja bodyguardnya berucap, "kuda satu menelpon ingin berbicara denganmu tuan" lanjutnya. Kudasatu? Itu adalah julukan untuk bodyguard kyungsoo, kudasatu dan kudadua hehe itu kyungsoo yang menamainya sendiri XD
Kyungsoo pun langsung mengambil ponsel tersebut dan bercakap-cakap dengan kudasatunya, sementara itu kudadua mencoba berkompromi dengan Kai, Ia sengaja tadi menelpon kudasatu dan meminta bantuannya untuk mengalihkan perhatian Kyungsoo sebelum Kyungsoo mengamuk.
"Maaf tuan, sebaiknya anda segera pergi" ucapnya pada Kai, Kai hanya mengernyitan dahinya 'mereka ternyata sama-sama menyebalkan seperti tuannya' pikir Kai.
Lalu Kai menggulung-gulung uang 200rb won nya, dan mendekat ke arah Kyungsoo yang masih bertelepon, tepat ketika mulut Kyungsoo terbuka lebar dan 'HAP' Kai memasukan uang kertas itu ke dalam mulut Kyungsoo, sementara itu kudadua menepuk dahinya sendiri, Ia terlambat mencegah Kai.
"Hmmpphh... uu~~,, uu~ uhuk-uhukkbuihh"
"Sudah lunas ya, selamat menikmati makan malammu Kyungsoo" teriak Kai sambil berlari mundur dan melambai-lambaikan satu tangannya yang kosong dan lalu berlari secepat kilat meninggalkan Kyungsoo.
"YAAAAAAAAAKKKKK" siapa lagi yang berteriak kalau bukan Kyungsoo dengan wajah merah penuh amarah.
.
-o0o-
.
Kai masih sesekali tertawa jika mengingat kejadian barusan, wajah Kyungsoo dengan penuh uang dimulutnya 'Benar-benar lucu..'
"Haha aku berhasil mengerjaimu tuan sombong" ucap Kai merasa puas.
~Call Me Baby~ Kai terlonjak kaget dengan bunyi ponselnya sendiri
~I georineun hwanjeon nanriya~
~Call Me Baby~
~Saramdeul saineun namiya~
~Call Me Baby~
~Hamkkehaneun mae sungani~
~Like BOOM BOOM BOOM BOOM BOOM~
~What up~
'Pipp' Kai menggeser tombol hijau pada ponselnya
"Hallo Chan"
'Hey men, sedang apa kau?'
"Sedang bahagia hahaha"
'Ceritakan ceritakan!' Chanyeol terdengar penasaran
"Ceritanya panjang yang jelas aku berhasil mengerjai si sombong itu"
'Si sombong? Jangan bilang jika itu kyungsoo!' nada Chanyeol terdengar Khawatir.
"Kalau bukan dia siapa lagi yang sombong disekolah kita"
'Oh men, kau dalam bahaya, aku sebagai sepupumu yang baik hati menyarankan agar besok kau tidak masuk sekolah saja'
"berhenti lebay chan, aku tidak takut padanya" Ujar Kai sambil memutar bola matanya. 'Kenapa harus takut dengan Kyungsoo itu, dia manusia aku juga. Apa bedanya?' kesal Kai dalam hati.
'Aku pernah merasakan serangannya langsung, aku harap kau tidak merasakannya juga'
"Dia pendek dan kecil Chan masa kau kalah dengannya, jangan bercanda" Kai tertawa di akhir kalimatnya.
'Aku serius Kai'
"Paling dia menyuruh orang-orang suruhannya untuk membalasku" ucap kai enteng
'Tidak,, Kyungsoo tidak pernah menyuruh orang untuk membereskan masalahnya, ia yang akan langsung turun tangan'
"Baguslah, jadi kau tidak usah hawatir padaku" ucap Kai
'Tapi tetap saja kai kau.."
"Sudah jangan dibahas, aku malas mendengar hiperbolamu tentang si Kyungsoo itu" potong Kai
"Chan kapan kau akan mengantarku ke rumah kakek?" tanya kai memilih topik yang lebih bermanfaat(?) Ia ingin segera bertemu kakeknya. Jangan lupakan misi ia sesungguhnya di korea.
"Oh, hari sabtu aku bisa mengantarmu Kai"
"Benar ya, awas kalau kau bohong"
"Iya iya kau tenang saja, hari sabtu kau akan segera bertemu kakekmu tersayang, kkekeke"
"Ish baiklah,, yasudah Chan sebentar lagi aku akan sampai apatemenku, ku tutup ya teleponnya, sampai bertemu besok"
'Kai dengarkan perkataanku baik-baik, sebaiknya besok kau bolos saja' Chanyeol masih belum menyerah
"Aduuhh.. kau ini, aku akan baik-baik saja bye, kututup teleponnya Chan"
'Kai,, Kai,, tungguu kaa..'
'pipp' Kai memutuskan teleponnya sepihak. Sepupunya itu benar-benar berlebihan jika menyangkut Do Kyungsoo.
.
-Code Mate-
.
Sekarang ini Kai sedang berada di kantin bersama chanyeol dan pasangan yang selalu mesra Sehun+Baekhyun yang sedang saling suap menyuapi makanannya.
"Yakk, berhenti bermesraan di tempat umum" ucap Chanyeol kesal, sementara itu pasangan HunBaek hanya mencibir dan melanjutkan acara mari saling menyuapinya. Chanyeol memutar bola matanya lelah, lalu Ia mengalihkan pandangannya pada Kai yang ada disampingnya yang sedang memijit pelan lehernya.
"Apa itu masih sakit?" tanya Chanyeol
"Tentu saja, Ia mengunci leherku hingga aku tidak bisa bernafas" jelas Kai.
"Aku kan sudah bilang, aku pernah merasakan itu sekali sewaktu aku menggodanya di kelas satu dulu, harusnya kau mendengar perkataanku untuk membolos hari ini Kai" Chanyeol merangkul bahu Kai.
"Kau kenapa?" tanya Baekhyun yang telat menyadari ekspresi kesakitan Kai.
-flash back on-
BRAK !
Kyungsoo menggebrak meja Kai dan Kai yang sedang tidur dimeja langsung terlonjak kaget. Ini masih pagi belum banyak siswa yang datang, dan Kai datang pagi sengaja ingin menikmati udara segar tetapi sesampainya dikelas Ia kembali mengantuk dan tertidur dimejanya.
Kai masih mengerjap-ngerjapkan matanya, kesadarannya belum penuh namun Kyungsoo sudah menarik kerahnya, dengan tarikan Kyungsoo akhirnya Kai berdiri dari duduknya.
"Apa maksudmu semalam hah?" tanya Kyungsoo, masih mencengkram kerah baju Kai,
Wajah kyungsoo tepat didepan kai hanya berjarak 10cm saja, sampai hembusan nafas Kyungsoo pun dapat kai rasakan dipipinya, 'Kalau dilihat dari dekat seperti ini kau terlihat sangat cantik' batin Kai.
Kyungsoo mengeraskan remasannya pada kerah baju Kai dan itu berhasil menyadarkan Kai dari kegiatan mari terpesona pada seorang Do Kyungsoo.
"Aku hanya mengembalikan uangmu" ucap Kai sambil tersenyum meremehkan, 'Bocah ini bahkan tingginya jauh dibawahku sok-sok-an ingin menghajarku' batin kai.
"SIALAN! " Kyungsoo pun membalikkan tubuh Kai lalu menendang kaki Kai hingga Kai terduduk dan Kyungsoo langsung mengunci leher Kai kuat-kuat, sementara itu keadaan Kai sangat menggenaskan, Ia sulit berteriak hanya bisa mengap-mengap, ia sesak tidak bisa bernafas, pandangannya mulai buram, kepalanya mendadak pening, oh tuhan dia tidak ingin mati konyol ditangan bocah mungil, apa kata dunia. Disaat-saat seperti ini Kai masih memikirkan pandangan dunia terhadapnya, omg.
-flash back off-
"Untung saja ada aku, aku sampai berlutut memohon pada kyungsoo agar ia melepaskan sepupu tersayangku ini" ucap Chanyeol bangga, sementara itu HunBaek hanya terkikik mendengarkan.
"Awas saja jika kau macam-macam, akan aku patahkan lehermu" ucap chan sambil mempraktekan aksi Kyungsoo tadi, dan membuat HunBaek tertawa terpingkal-pingkal.
"Yak,yakk,yakk! Kenapa kalian malah tertawa" rajuk Kai kesal.
"Hahaha mian Kai mian,, aku hanya teringat ekpresi Chanyeol sewaktu kelas satu, Ia juga mengalami kejadian yang sama sepertimu, dan wajahnya saat itu benar-benar absurd" jelas Baekhyun semangat dan mendapat keplakan sendok dari Chanyeol, Sehun dengan sigap memeluk kepala Baekhyun dan melotot pada Chanyeol. 'Huh mulai lagi drama romantisnya' batin Chan kesal.
"Gwenchana baby, chup" baekhyun mengecup pipi sehun, dan Kai yang melihatnya pun rasanya ingin muntah, namun Kai melihat sesuatu.
Kenapa kode pada symbol Baekhyun berubah menjadi '888888' dan bercahaya sangat terang, lalu Kai menolehkan kepalanya kepada Sehun dan setelah dipandang 5 detik maka symbol Sehun pun muncul dan kodenya adalah '743251' karena penasaran lalu kai memalingkan pandangannya ke arah Chan yang duduk disebelahnya, setelah di pandang sebentar lalu kode pada symbol Chanyeol muncul dan juga berubah menjadi '888888' yang sama persis seperti Baekhyun, bahkan symbolnya juga bercahaya terang.
"Woww" ucap Kai takjub melihat terangnya symbol Baekhyun dan symbol Chanyeol yang indah. Kai memandang ke arah Chanyeol dengan mata berbinar.
"Kenapa? Kau... tidak terpesona pada sepupumu sendiri kan?" tanya Chanyeol was-was.
"Tentu saja tidak! Bodoh" Kai meninju bahu Chan.
"Aku akan memesan bubble tea untuk sehun, ada yang mau sekalian aku pesankan?" tanya Baekhyun pada Kai dan Chanyeol.
"Tidak" jawab Chan singkat
"Aku mau" ucap Kai.
Setelah memberi tanda jempol pada Kai, Baekhyun lalu meninggalkan mereka. Dan Kai dibuat tercengang dengan kembalinya symbol Baekhyun ke asal, kodenya berubah kembali menjadi '382517' dan cahayanya tidak terang seperti tadi, lalu dengan otomatis Kai melihat ke arah Chanyeol dan daebak! Chanyeol pun symbolnya telah kembali seperti semula yaitu '506371' dan cahayanya pun meredup. Apa maksud dari perubahan kode pada symbol mereka? Kai tidak mengerti semua itu, lalu Kai menjambak kepalanya frustasi dan membenturkan kepalanya ke atas meja berulang kali.
"Sehun telepon ambulan SEKARANG!" perintah Chanyeol.
.
-T B C-
.
.
A/N [Fafasoo202] : Annyeong^^ FaFlow bawa chapter 2 Code Mate. Ada yang nunggu-nunggu kah? Gak banyak cingcong lah,, lagi sakit kepala /eh?
Ini 99% tulisan dri ka flowerdyo :D Fafa cuma ubah dan nambahin 1-2 kata doang... Diharapkan, review untuk chapter 2 ini, melebihi chapter 1 =)) Nanti klo,review mencapai 15 atau 20, bkln fast update? Otte? *naik turunin alis* (gk janji :p)
Yup, sekian dari Fafa. Semoga puas untuk chapter ini ^-^ See you next chapter :*
.
A/N [Flowerdyo] : GWS fafa :* /hug
Makasih untuk yang udah follow & fav FF ini J
Dan makasih sebesar-besarnya untuk yang udah review (Lovesoo BabyCoffee99 DKSlovePCY taufikunn9 veronicayosiputri9 kyung1225 meyriza Flor356 Kim88 readers anisafransiskaa) Tanpa review kalian FF ini ga akan dilanjut :D hehe~
Semakin banyak review semakin cepet updatenya^^ okke salam KSHS bye~ /pyong~
